• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kecelakaan Akibat Kerja

Dalam dokumen Skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 101-106)

BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

5. Kecelakaan Akibat Kerja

Berdasarkan hasil penelitian terhadap kecelakaan akibat kerja pada tenaga kerja 3 orang (13,64%) pernah mengalami kecelakaan, 19 orang (86,36%) tidak perna mengalami kecelakaan akibat kerja. Adapun kecelakaan kerja yang pernah dialami tenaga kerja tersebut antara lain: jari tangan dan jari kaki patah, karena terjepit mesin pompa air, kepala terbentur dibesi.

Adanya kenyataan bahwa kecelakaan kerja yang terjadi pada perusahaan daerah air minum PDAM tirta jeneberang kabupaten gowa sangat kecil, namun dari pihak tenaga kerja harus tetap lebih berhati-hati lagi sebab kecelakaan yang

terjadi sangat banyak menimbulkan kerugian diantarannya: kerusakan, kecuacaan, organisasi, kesedihan, kelainan, cacat bahkan kematian. Kecelakaan kerja dapat merusak mesin, alat kerja, bahan proses, tempat/ruang kerja. Sehingga dapat pula menimbulkan kecuacaan organisasi dalam proses produksi. Kecuacaan organisasi disebabkan pada kehilangan tim kerja karna kesedihan dan penderitaan korban, keluarga dan sebagainya. Mungkin penderita karna luka, cacat, atau meninggal.

Pada perusahaan ini, apabila terjadi kecelakaan disuatu bagian kerja, maka mandor kepala melaporkan kejadian tersebut pada kepala bagian, kemudian kepala bagian membuat laporan untuk diteruskan kepada petugas keselamatan dan kesehatan kerja, dengan tujuan agar petugas keselamatan dan kesehatan kerja tersebut menyelidiki penyebab dari kecelakaan tersebut untuk segera mengambil tindakan perbaikan atau tindakan koreksi ditempat kerja.

Pelaporan kecelakaan kerja di Perusahaan Daerah Air Minum PDAM Tirta jeneberang kabupaten Gowa ini kemudian dilaporkan kembali Hiperkes Makassar dalam bentuk laporan bulanan. Laporan bulanan ini berisi tentang data kecelakaan bagi tubuh yang cedera (letak luka), jenis kecelakaan dan akibat dari kecelakaan tersebut sesuai dengan kewajiban dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 pasal 11 yang menyatakan bahwa bahwa pengurus diwajibkan melaporkan setiap kecelakaan yang terjadi ditempat kerja yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh mentri tenaga kerja. Dan data cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan diatur dengan peraturan perundangan. Adanya kepedulian pihak

perusahaan terhadap setiap kecelakaan yang menimpah karyawannya maka pihak perusahaan juga telah melaksanakan kewajibannya.

6. Pelaksanaan Traning Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Dari hasil penelitian 20 orang (90,90%) responden telah melaksanakan latihan keselamatan dan kesehatan kerja, 2 orang (9,10%) belum mendapatkan latihan keselamatan dan kesehatan kerja, data tersebut membuktikan bahwa pelaksanaan latihan keselamatan kerja berjalan dengan sangat baik yang ditunjang dengan Workshop, methode ini sesuai dengan manajemen partisipatf dimana semua tenaga kerja dilibatkan secara bersama sehingga hasil upaya mencerminkan kerja semua anggota perusahaan. Bentuk manajemen ini besar manfaatnya dalam menunjang keberhasilan program manajemen dan kesehatan kerja.

Sesuai dengan kewajiban manajemen dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 pasal 9 ayat 3 yang menyatakan bahwa pengurus diwajibkan menyelengarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada dibawah pimpinanya dalam pencegahan dan pemadaman kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, dan juda dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. Adanya kewajiban manajemen ini, maka pelaksanaan latihan keselamatan dan kesehatan kerja diperusahaan daeran air minum PDAM tirta jeneberabg kabupaten Gowa harus terus dibina dan dikembangkan meningkat sesuai dangan data yang dilaporkan porum jamsostek bahwa khusus kecelakaan kerja terbesar penyebabnya adalah karna rendahnaya pengetahuan, pemahaman dan kesadaran karyawan tentang keselamatan dan kesehatan kerja.

7. Faktor-Faktor Penghambat Pelaksanaan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja

Sebagaimana dalam pelaksanaan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa, banyak mengalami hambatan-hambatan yang terjadi diperusahaan seperti:

1) Pelaksanaan Kesehatan Dan Kesehatan Kerja Krayawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa, yang kurang maksimal akibat dari Individu/Organisasi (Perusahaan yang mengabaikan penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja di Perusahaanya.

2) Kurang tersedianya sarana dan prasarana yang menunjan di Perusahaan.

Seperti halnya di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa, Faktor-Faktor yang menghambat jalanya pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Karyawan dengan baik hanya terletak pada Individu masing-masing Karyawan (berdasarkan Wawancara), terbukti bisa dilihat minimnya angka kecelakaan Kerja di perusahaa (13,69 %), yang mengalami kecelakaan hanya me3ngalami kecelakaan kecil yaitu keseleo, atau terpeleset.

8. Faktor Pendukung Keselamatan Dan Kesehatan Kerja

Untuk Faktor Pendukung Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa adalah:

1) Hampir semua kayawan telah menyadari bahwa pentinya pelaksanaan keselamatan dan kesehatan keerja untuk kebaikan karyawan sendiri.

2) Adanya dukungan penuh dari pihak perusahaan yang selalu memperbaiki kerja dan Efisiensi perusahaan dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan pada perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa.

3) Adanya jaminan progran keselamatan kerja karyawan atas perintah pusat dalam hal ini pemerintah R.I, dalam menegakkan pelaksanaan progran keselamatan dan kesehatan kerja karyawan dengan baik seluruh perusahaan yang ada diwilayah Republik Indonesia.

BAB VI

SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab selanjutnya maka penulis memberikan kesimpulan sebagai berikut:

1. Tenaga kerja yang ada pada bagian perusahaan daerah air minum PDAM tirta jeneberang kabupaten Gowa pada umumnta adalah laki-laki dengan tingkat pendidikan paling banyak tingkat sekolah lanjutan tingkat Atas (SLTA) atau yang sederajat.

2. Pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja karyawan telah dilaksanakan oleh perusahaan yaitu pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja sudah terlaksana sebanyak 100%, pelaksanaan kesehatan berkala sebesar 81,81%, pemeriksaan kesehatan khusus sudah terlaksana sebanyak 68,18%, dan latihan keselamatan dan kesehatan kerja 90,90%

3. Sebagian hasil dari pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja yang telah dilaksanakan pada perusahaan daeran air minum PDAM tirta jeneberang kabupaten Gowa adalah dengan kurangya kecelakaan kerja yaitu 10% dan penyakit akibat kerjapun dapat ditekan hanya 9%.

4. Penlitian yang dilakukan selama dua bulan dan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengisian angket/quisioner dan observasi ke tempat kerja di perusahaan daerah air minum Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa

94

B. Saran - Saran

Setelah kita menyimpulkan hasil analisis maka penulis akan memberikan saran yang mungkin dapat berguna bagi perusahaan yaitu:

1. Bagi Perusahaan Daerah Air Minum PDAM Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa pelaksanaan program keselamatan dan keselamatan kerja sudah terlaksana dengan baik namunpun bagitu peran serta panitia keselamatan dan kesehatan kerja harus lebih ditingkatkan dalam upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

2. Bagi perusahaan besar dengan tenaga kerja yang banyak maka perusahaan diharapkan dapat sesering mungkin memberikan latihan keselamatan dan kesehatan kerja agar para tenaga kerja dapat selalu waspada terhadap kecelakaan kerja serta dapat berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya.

DAFTAR PUSTAKA

Dewi Syochria, 1997. Analisis Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Karyawan pada PTP Nusantara XIV (Persero) Pabrik Gula Takalar. Universitas Muslim Indonesia, Ujung Pandang.

Djayakusli Rafael, 1989. Dasar – Dasar Kesehatan Kerja. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Hasanuddin Ujung Pandang, Ujung Pandang.

Heidjracman, Suad husman, Manajemen Personalia, Edisi Keempat, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Iskandar, Agus, 1989. Kesehatan Kerja Dalam Menungjang Fungsi Manajemen, Majalah Hyperkes Dan Keselamatan Kerja, Volume XXII No. 3 dan 4, Jakarta.

P.K. Sumamur, 1986. Hyqiane Perusahaan Kesehatan Kerja dan Erkonomi, Penerbit Gunung Agung, Jakarta.

P.K. Sumamur, 1987. Keselamatan Kerja Dan Pencegahan Kecelakaan, Penerbit Gunung Agung, Jakarta.

P.K. Sumamur, 1987. Hyperqes Keselamatan Kerja Dan Erkonomi, Penerbit Dharma Bhakti Muara Agung, Jakarta.

Silalahi, Bannet N.B, Rumondang B, 1985. Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja, Penerbit. PT. Pustaka Binaman Presindo, Jakarta.

Siagian H, 1987. Manajemen Suatu Pengantar, Penerbit Alumni, Bandung.

Undang – Undang Repoblik Indonesia No. 23 Tahun 1992. Tentang Kesehatan, Penerbit Arkole, Surabaya.

Undang - undang No 14 tahun 1969 tentang Pokok Tenaga Kerja, Penerbit Arkole, Surabaya.

Undang - Undang No 1 tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja, Penerbit Arkole, Surabaya.

LAMPIRAN 1

DAFTAR FOTO

KANTOR PERUSAHAAN DAERAH AIR MIMUM (PDAM) TIRTA JENEBERANG KABUPATEN GOWA

DAFTAR FOTO

ALAT PENGAMAN KESELAMATAN DALAM BEKERJA

1. Sepatu Kerja 2. Eorpon

3. Masker 4. Senter

DAFTAR FOTO

BAHAN PRODUKSI DAN MESIN MESIN PRODUKSI

1. Mesin Kontrol Pompa Air 2. Mesin Pompa Air

3. Bahan Pengawet Ari

DAFTAR FOTO

PEMBAGIAN KOUESIONER DI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA JENEBERANG KABUPATEN GOWA

Lampiran 2

KOUESIONER

ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN DAERAH

AIR MINUM (PDAM) TIRTA JENEBERANG KABUPATEN GOWA

I. IDENTITAS UMUM RESPONDEN

1. Nomor :

2. Nama :

3. Umur :

4. Jenis Kelamin :

5. Alamat :

6. Pendidikan :

7. Status Pekerjaan :

8. Masa Kerja :

II. PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI

1. Apakah perusahaan tempat anda bekerja menyediakan alat pelindung diri?

1. Ya 2. Tidak

2. Kalau tidak mengapa?

1. Perusahaan tidak menyediakan 2. Menggangu pada saat bekerja 3. Kurang nyaman

4. Menambah beban

5. Lain – Lain...

3. Kalau ya, alat pelindung diri apa apa saja?

1. Sarung tangan 2. Masker 3. Baju kerja

4. Sepatu kerja

5. Lain – Lain...

III. PELAYANAN KESEHATAN A. Pemeriksaan Kesehatan Awal

1. Apakah saudara sebelum bekerja di perusahaan ini di periksa kesehatanya?

1. Ya 2. Tidak

2. Siapa yang memeriksa kesehatan anda?

1. Dokter perusahaan 2. Dokter luar perusahaan

3. Dokter swasta yang telah ditunjuk oleh perusahaan

4. ...

B. Pemeriksaan Kesehatan Berkala

3. Apakah diperusahaan ini pemeriksaan dilakukan kesehatan berkala?

1. Ya 2. Tidak

4. Kalau ya, siapa yang memeriksa saudara?

1. Dokter perusahaan 2. Dokter luar perusahaan

3. Doker perusahaan yang telah ditunjuk oleh pengurus perusahaan 4. ...

C. Pemeriksaan Kesehatan Khusus

1. Apakah selama saudara bekerja di perusahaan ini pernah mendapat kecelakaan/penyakit akibat bkerja?

2. Kalau ya, siapa yang memeriksa/mengobat saudara?

1. Dokter perusahaan

2. Dokter di luar perusahaan

3. Dokter swasta yang telah ditunjuk oleh pengurus perusahaan IV. TRAINING TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

1. Apakah selama bekerja ditempat ini pernah diberikan training tentang keselamatan dan kesehtan kerja?

1. Pernah 2. Tidak pernah

V. FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG KESELAMATAN KERJA

1) Faktor Pendukung Pelaksanaan Keselamatan Kerja di PDAM Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa.

Menurut anda faktor pendukung program kesehatan dan keselamatan kerja yang dilaksanakan di perusahaan adalah ...

(1) Adanya kesadaran karyawan akan pentingnya Kesehatan dan Keselamatan kerja.

(2) Perusahaan mendukung penuh kegiatan pelaksanaan Kesehatan dan keselamatan kerja.

(3) Jaminan program kesehatan dan keselamatan kerja dari pemerintah Republik Indonesia.

(4) Alasan lainnya ...

2) Faktor Penghambat Pelaksanaan Keselamatan Kerja di PDAM Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa.

Menurut anda faktor penghambat program kesehatan dan keselamatan kerja yang dilaksanakan di perusahaan adalah ...

(1) Adanya individu yang mengabaikan pekerjaan dan keselamatan kerja.

(2) Kurang tersedianya sarana dan prasarana di perusahaan.

(3) Alasan lainnya...

Dalam dokumen Skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 101-106)

Dokumen terkait