• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

1. Statistic Deskriptif

Deskriptif data responden yang dijadikan sebagai bahan penelitian, maka peneliti menjabarkan klasifikasi yang ada didasarkan pada jenis

kelamin, usia, pendidikan, dan masa kerja/lama bekerja responden tersebut mulai menjadi seorang auditor dikantor Inspektorat Kota Makassar. Jumlah responden sebanyak 30 orang/aparat. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan peneliti dengan cara menyebarkan kuesioner secara langsung di kantor Inspektorat Kota Makassar kemudian dibagikan seluruh karyawan yang berprofesi sebagai auditor yang bekerja di kantor Inspektorat. Koesioner tersebut berisi 3 variabel independen dan 1 variabel dependen yaitu:

a. Independensi yang terdiri dari 10 item pernyataan (X1.1 sampai dengan X1.10).

b. Kompetensi yang terdiri dari 10 item pernyataan (X2.1 sampai dengan X2.10).

c. Pengalaman kerja yang terdiri dari 8 item pernyataan (X3.1 sampai dengan X3.8)

d. Dan 1 variabel dependen yaitu Kualitas audit yang terdiri dari 10 item pernyataan (Y.1 sampai dengan Y.10).

Tabel 4.1 Statstic Deskriptif

N Minimum Maximum Mean Std.

Deviation

INDPENDENSI 30 34,00 50,00 40,9000 3,83586

KOMPETENSI 30 29,00 50,00 41,4000 4,86791

PENGALAMAN KERJA 30 24,00 40,00 32,1333 3,24551

KUALITAS AUDIT 30 37,00 50,00 42,1333 3,98907

Valid N (listwise) 30

Sumber data diolah SPSS,2021

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah responden (N) adalah 30. Dari 30 responden diatas, variabel independen memiliki nilai minimum sebesar 34, maximum sebesar 50 dan rata-rata 40,90 dengan standar deviasi yaitu 3,835. Kompetensi memiliki 29 nilai minimum, 50 nilai maximum dan rata-rata sebesar 41,40 dengan standar deviasi adalah 4,867. Pada pengalaman kerja nilai minimumnya sebesar 24, nilai maximum 40, dan rata-rata sebesar 32,13 dengan standar deviasi adalah 3,245. Sedangkan kualitas audit nilai minimumnya sebesar 37, maximum 50, dan rata-rata sebesar 42,13 dengan standar deviasi sebesar 3,989.

Tabel 4.2

Ket Posisi Responden NO KET RESPONDEN JUMLAH

1 Auditor Utama 9 orang 2 Auditor Madya 14 orang 3 Auditor Muda 7 orang

Kuesioner yang disebarkan sebanyak 35 kuesioner kepada aparat yang berprofesi sebagai auditor di kantor Inspektorat. Kuesioner yang dikembalikan sebanyak 31 kuesioner dan kuesioner yang dapat diolah sebanyak 30 kuesioner, dikarenakan 1 kuesioner tidak dapat diolah oleh peneliti. Setelah kuesioner dikumpulkan dari semua responden, selanjutnya adalah pembagian karakteristik responden yaitu sebagai berikut :

1) Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis kelamin (Gender).

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin/gender dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.3

Klasifikasi Jenis Kelamin Gender

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid LAKI-LAKI 12 40,0 40,0 40,0

PEREMPUAN 18 60,0 60,0 100,0

Total 30 100,0 100,0

Sumber diolah SPSS,2021

Berdasarkan tabel diatas, data karakteristik responden terbanyak adalah responden perempuan yaitu sebanyak 18 orang atau sebesar 60%, dan responden laki-laki sebanyak 12 orang atau 40%. Dapat ditarik kesimpulan bahwa populasi perempuan lebih banyak daripada populasi laki-laki yaitu 18 orang perempuan dan 12 orang laki-laki sehingga total populasi yaitu 30 responden di kantor Inspektorat kota makassar. Dari tabel 4.2 dapat dilihat garfik dibawah ini:

2) Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

40%

60%

Gender

LAKI-LAKI PEREMPUAN

Gambar 4.2 Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.4 Karakteristik Usia

Usia

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid <25 TAHUN 2 6,7 6,7 6,7

25-30 TAHUN 1 3,3 3,3 10,0

35-45 TAHUN 22 73,3 73,3 83,3

>45 TAHUN 5 16,7 16,7 100,0

Total 30 100,0 100,0

Sumber : data diolah SPSS,2021

Berdasarkan tabel diatas menyatakan bahwa responden yang berusia <25 tahun yang bekerja sebagai auditor di Inspektorat Kota Makassar sebanyak 2 orang atau sebesar 6,7%, responden yang berusia 25-30 tahun sebanyak 1 orang atau sebesar 3,3%, Usia 35-45 tahun yang dominan berprofesi sebagai auditor sebanyak 22 orang atau sebesar 73,3%, sedangkan usia >45 tahun sebanyak 5 orang atau sebesar 16,7%. Dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas auditor yang bekerja di kantor inspektorat berusia 35-45 tahun. Dari tabel diatas dapat dilihat grafik dibawah ini:

0 5 10 15 20 25

<25 TAHUN 25-30 TAHUN 35-45 TAHUN >45 TAHUN

Frequency

Usia

Usia

Gambar 4.3 Karakteristik

3) Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan.

Berdasarkan karakteristik responden berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.5

Karakteristik Responden Pendidikan

Pendidikan

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid DIPLOMA 3 10,0 10,0 10,0

S1 21 70,0 70,0 80,0

S2 6 20,0 20,0 100,0

Total 30 100,0 100,0

Sumber : diolah oleh SPSS,2021

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa responden dengan pendidikan terakhir Diploma sebanyak 3 orang atau 10%, S1 sebanyak 21 orang atau 70%, dan S2 sebanyak 6 orang atau 20%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan responden yang bekerja sebagai auditor di Inspektorat mayoritas berpendidikan S1 dan dapat dillihat grafik dibawah ini:

10%

70%

20%

Pendidikan

DIPLOMA S1 S2 Gambar 4.4

Karakteristik responden

4) Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

Berdasarkan karakteristik responden berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.6

Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja MasaKerja

Frequency Percent Valid

Percent Cumulative Percent Valid < 51

TAHUN 1 3,3 3,3 3,3

5-10

TAHUN

9 30,0 30,0 33,3

11-15

TAHUN

13 43,3 43,3 76,7

> 15

TAHUN 7 23,3 23,3 100,0

Total 30 100,0 100,0

Sumber: diolah oleh SPSS,2021

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa responden yang bekerja <5 tahun sebanyak 1 orang atau 3,3%, responden dengan masa kerja 5- 10 tahun sebanyak 9 orang atau 30%, responden dengan masa kerja 11-15 tahun sebanyak 13 orang atau 43,3%, dan responden dengan masa kerja >15 tahun sebanyak 7 orang atau 23,3%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yang bekerja 11-15 tahun, dapat dilihat dari grafik dibawah ini:

2. Hasil Uji Instrumen Penelitian a. Hasil Uji Kualitas Data

1) Hasil Uji Validasi

Uji Validitas digunakan untuk mengukur apakah valid atau tidak suatu kuesioner suatu penelitian. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Pearson Correlation. Jika Signifikasinya dibawah 0,05 dan nilai Coreccted Item-Total Correlation bernilai positif dan diatas nila r tabel 0.361 maka item pernyataan tersebut dapat dikatakan valid. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan hasil uji validasi dari variabel Independensi, Kompetensi, Pengalaman Kerja, dan Kualitas Audit dengan 30 responden.

1

9

13 7

0 5 10 15

< 5 TAHUN 5-10 TAHUN 11-15 TAHUN

> 15 TAHUN

MasaKerja

Series1

Gambar 4.5 Karakteristi Responden berdasarkan Masa kerja

Tabel 4.7

Hasil Uji Validasi Independensi Kode

Pernyataan

Person Correlation

Significant 2-

tailed Ket

X1.1 0,737 0,000 Valid

X1.2 0,751 0,000 Valid

X1.3 0,568 0,001 Valid

X1.4 0,610 0,000 Valid

X1.5 0,742 0,000 Valid

X1.6 0,716 0,000 Valid

X1.7 0,761 0,000 Valid

X1.8 0,721 0,000 Valid

X1.9 0,739 0,000 Valid

X1.10 0,744 0,000 Valid

Total X1 1

Sumber diolah oleh peneliti

Pada tabel 4.6 menunjukkan variabel Independensi memilik kriteria Valid pada semua item pernyataan dimana nilai significant lebih kecil dari 0,05 dan Coreccted Item-Total Correlation bernilai positif dan diatas nila r tabel 0.361.

Tabel 4.8

Hasil Uji Validasi Kompetensi Kode Pernyataan Person

Correlation

Significant 2-

tailed Ket

X2.1 0,663 0,000 Valid

X2.2 0,552 0,002 Valid

X2.3 0,516 0,004 Valid

X2.4 0,790 0,000 Valid

X2.5 0,709 0,000 Valid

X2.6 0,558 0,001 Valid

X2.7 0,809 0,000 Valid

X2.8 0,931 0,000 Valid

X2.9 0,778 0,000 Valid

X2.10 0,935 0,000 Valid

total 1 Valid Sumber diolah oleh peneliti

Pada tabel 4.7 menunjukkan variabel Kompetensi memilik kriteria Valid pada semua item pernyataan dimana nilai significant lebih kecil dari 0,05 dan Coreccted Item-Total Correlation bernilai positif dan diatas nila r tabel 0.361.

Tabel 4.9

Hasil Uji Validasi Pengalaman Kerja Kode Pernyataan Person

Correlation Significant 2-

tailed Ket

X3.1 0,833 0,000 Valid

X3.2 0,832 0,000 Valid

X3.3 0,850 0,000 Valid

X3.4 0,765 0,000 Valid

X3.5 0,376 0,040 Valid

X3.6 0,566 0,001 Valid

X3.7 0,668 0,000 Valid

X3.8 0,602 0,000 Valid

Total 1 0 Valid

Sumber diolah oleh peneliti

Pada tabel 4.8 menunjukkan variabel Pengalam Kerja memilik kriteria Valid pada semua item pernyataan dimana nilai significant lebih kecil dari 0,05 dan Coreccted Item-Total Correlation bernilai positif dan diatas nila r tabel 0.361.

Tabel 4.10

Hasil Uji Validasi Kualitas Audit Kode Pernyataan Person

Correlation Significant 2-

tailed Ket

Y.1 0,806 0,000 Valid

Y.2 0,491 0,006 Valid

Y.3 0,748 0,000 Valid

Y.4 0,918 0,000 Valid

Y.5 0,906 0,000 Valid

Y.6 0,885 0,000 Valid

Y.7 0,883 0,000 Valid

Y.8 0,902 0,000 Valid

Y.9 0,868 0,000 Valid

Y.10 0,788 0,000 Valid

Total 1 Valid

Sumber diolah oleh peneliti

Pada tabel 4.9 menunjukkan variabel Kualitas Audit memilik kriteria Valid pada semua item pernyataan dimana nilai significant lebih kecil dari 0,05 dan Coreccted Item-Total Correlation bernilai positif dan diatas nila r tabel 0.361.

2) Hasil Uji Realibilitas

Uji realibilitas merupakan uji untuk menilai ke konsistensi sebuah dari sebuah instrumen pernyataan. Instrumen peneltian dapat dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha berada diatas 0,6. Tabel dibawah ini akan menunjukkan hasil uji realibilitas untuk 4 variabel yang akan digunakan pada penelitian ini.

Tabel 4.11 Hasil Uji Relibilitas

Variabel Cronbach Alpha Tingkat

Reliabilitas Ket

INDEPENDENSI 0,769 0,6 VALID

KOMPETENSI 0,769 0,6 VALID

PENGALAMAN KERJA 0,761 0,6 VALID

KUALITAS AUDIT 0,932 0,6 VALID

Sumber : diolah oleh peneliti,2021

Berdasarkan tabel diatas Cronbach Alpha terhadap variabel independensi sebesar 0,769, kompetensi sebesar 0,679, pengalaman kerja sebesar 0,761, dan kualitas audit sebesar 0,932. Sehingga

disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan dalam kuesioner yang telah disebarkan ini bersifat reliabel karena nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,6. Dengan demikian, ini menunjukkan bahwa item dalam pernyataan yang digunakan dalam kuesioner dapat memperoleh data yang konsisten yang berarti jika pernyataan tersebut di ajukan kembali akan menghasilkan jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya.

b. Hasil Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah variabel terikat dan variabel bebas mempunyai distribusi normal atau tidak dalam suatu model regresi. Model regresi yang baik adalah distribusi data yang digunakan normal atau mendekati normal.

Dalam uji normalitas ini pengambilan keputusan dilakukan dengan melihat garis PP-Plot. Dengan menggunakan PP-Plot pada prinsip normalnya dapat dilihat dengan penyebaran titik-titik yang yang berada pada sumbu diagonal. Jika titik-titik tersebut tersebar disekitar garis dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tersebut dapat memenuh asumsi normalitas. Berikut adalah hasil uji normalitas :

Gambar 4.6

Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik P-Plot

Sumber data primer diolah SPSS

Berdasarkan gambar 4.6 diatas, grafik PP-Plot menunjukkan bahwa titik-titik menyebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonal tersebut. Sehingga dapat membuktikan bahwa data terdistribusi normal, sehingga model regresi layak untuk dipakai karena memenuhi asumsi normalitas.

2) Hasil Uji Multikolinearitas

Uji multikolonieritas digunakan untuk untuk mengetahui korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantar variabel independen bebas. Dengan dasar pengambilan keputusan berdasarkan nilai toleransi >0,10, tidak terjadi Multikolinearitas dan <0,10 terjadi multikolinearitas, sedangkan berdasarkan nilai VIF <10.00 tidak terjadi multikolinearitas dan VIF >10,00 terjadi multilinearitas. Hasil uji multikolineartas data tersaji dalam grafik berikut ini:

Tabel 4.12

Hasil Uji Multikolineartas

Sumber data primer yang diolah SPSS

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa nilai tolerance pada variabel independensi sebesar 0,699, kompetensii sebesar 0,566, dan pengalaman kerja sebesar 0,570 yang artinya semua nilai tolerance pada variabel X > 0,10. Dan melihat nilai VIF

< 10,00. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini tidak terjadi multikplinearitas.

3) Hasil Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam suatu model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas.

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 6,097 5,746 1,061 ,298

Independensi ,437 ,149 ,420 2,932 ,007 ,699 1,432

Kompetensi ,337 ,130 ,411 2,581 ,016 ,566 1,767

Pengalaman Kerja

,132 ,195 ,107 ,676 ,505 ,570 1,753

a. Dependent Variable: Kualitas Audit

Gambar 4.7

Hasil Uji Heteroskedastisitas Grafik Scatterplot

Sumber: data primer diolah SPSS 2021

Berdasarkan gambar 4.7 grafik scatterplot menunjukkan menunjukkan bahwa titik data menyebar diatas dan dibawah atau sekitar angaka nol (0), titik tidak mengumpul hanya diatas atau dibawah saja, penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali, serta penyebaran titik data tidak berpola. Hal ini menunjukkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi gejala hetersokedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi kualitas audit berdasarkan variabel yang mempengaruhinya, yaitu independensi, kompetensi, dan pengalaman kerja.

c. Hasil Uji Hipotesis

Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui pola hubungan antar variabel, dalam penelitian ini menggunakan empat variabel yaitu satu

variabel dependen dan tiga variabel independen, maka akan di uji 3 hipotesis dengan menggunakan metode analisis linear berganda.

Tabel 4.13

Hasil Uji Analisi Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 6,097 5,746 1,061 ,298

Independensi (X1) ,437 ,149 ,420 2,932 ,007

Kompetensi (X2) ,337 ,130 ,411 2,581 ,016

Pengalaman Kerja (X3) ,132 ,195 ,107 ,676 ,505

a. Dependent Variable: Kualitas Audit (Y)

Sumber data primer yang diolah SPSS,2021

Rumus yang diperoleh dari penelitian:

Y = 6,079 + 0,437.X1 + 0,337.X2 + 0,132.X3 + e Dari rumus diatas dapat dijelaskan bahwa :

a) Nilai kostanta Kualitas audit (Y) sebesar 6,079 yang menyatakan jika X1,X2,X3 sama dengan nol yaitu independensi, kompetensi, dan pengalaman kerja, maka kualitas audit adlah sebesar 6,079.

b) Koefisien X1 sebesar 0,437 yang berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel X1 (independensi) sebesar 1% maka kualitas audit meningkat sebesar 0,437 (43,7%) atau sebaliknya terjadi penurunan variabel X1 (independensi) sebesar 1% maka kualitas audit menurun sebesar 0,437 (43,7%).

c) Koefisien X2 sebesar 0,337 yang berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel X2 (kompetensi) sebesar 1% maka kualitas audit meningkat sebesar 0,337 (33,7%) atau sebaliknya setiap terjadi penurunan variabel X2 (kompetensi) sebesar 1% maka kualitas audit menurun sebesar 0,337 (33,7%).

d) Koefisien X3 sebesar 0,132 yang berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel X3 (pengalaman kerja) sebesar 1% maka kualitas audit meningkat sebesar 0,132 (13,2%) atau sebaliknya setiap terjadi penurunan variabel X3 (kompetensi) sebesar 1%

maka kualitas audit menurun sebesar 0,132 (13,2%).

a) Uji t (Parsial)

Uji t digunakan untuk meneliti apakah independensi, kompetensi, dan pengalaman kerja berpengaruh terhadap kualitas audit di kantor inspektorat kota makassar yang di uji dengan pengambilan dasar keputusan yaitu 5%. Dimana jika tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka hipotesisnya diterima yang artinya variabel independen tersebut berpengaruh positif terhadap variabel dependen.

Tabel 4.14 Hasil Uji t (Parsial)

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 6,097 5,746 1,061 ,298

independensi ,437 ,149 ,420 2,932 ,007

Kompetensi ,337 ,130 ,411 2,581 ,016

pengalaman kerja ,132 ,195 ,107 ,676 ,505

a. Dependent Variable: kualitas audit

Sumber data primer yang diolah SPSS,2021 Berdasarkan tabel di atas dijelaskan bahwa :

1) Pengaruh Independensi Terhadap Kualitas Audit.

Hasil uji hipotesis dapat dilihat pada tabel 4.13, variabel independensi memiliki tingkat significant sebesar 0,007 yang lebih kecil dari 0,05 atau 5%

dan memiliki nilai t-hitung positif 2,932. Sehingga dapat disimpulkan bahwa independensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Jadi, semakin besar sikap indenpendensi yang dimiliki seorang auditor maka dapat meningkatkan kualitas audit. Dengan demikian pengaruh independensi terhadap kualitas audit di terima.

2) Pengaruh Kompetensi Terhadap Kualitas Audit.

Hasil uji hipotesis pada tabel 4.13 variabel kompetensi memiliki tingkat significan sebesar 0,016 yang berarti lebih kecil dari 0,05 atau 5% dan memiliki nilai t-hitung positif 2,581, sehingga dapat disimpulkan bahwa kompetensi berpengaruh signifcant terhadap kualitas audit. Jadi, semakin besar sikap kompetensi yang dimiliki seorang auditor maka dapat meningkatkan kualitas audit. Dengan demikian pengaruh kompetensi terhadap kualitas audit di terima.

3) Pengaruh Pengalaman Kerja Terhadap Kualitas Audit

Hasil uji hipotesis pada tabel 4.13 variabel pengalaman kerja memiliki tingkat significant sebesar 0,505 yang berarti lebih besar dari 0,05 atau 5%

dan memiliki nilai t-hitung 0,676, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengalaman kerja tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Dengan demilikian pengaruh pengalaman kerja terhadap kualitas audit di tolak.

b) Uji Koefisien Determinasi R2

Tabel 4.15

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,792a ,627 ,584 2,572

a. Predictors: (Constant), Pengalaman Kerja, Independensi, Kompetensi

Sumber data diolah SPSS,2021

Berdasarkan tabel diatas uji koefisien determinasi diketahui bahwa besarnya angka R2 adalah 0,584 yang menunjukkan bahwa variabel independen yaitu independensi (X1), kompetensi (X2), dan pengalaman kerja (X3) menjelaskan bahwa pengaruh terhadap variabel dependen yaitu Kualitas audit (Y) sebesar 0,584 atau 58,4%, sedangkan 41,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang berasal dari luar variabel yang diteliti. Dengan demikian X1,X2,X3 berkontribusi sebesar 58,4% terhadap Y.

Dokumen terkait