• Tidak ada hasil yang ditemukan

Populasi dan Sampel

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D. Populasi dan Sampel

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah semua auditor yaitu 30 orang yang bekerja di inspektorat daerah kota makassar.

3

Pengalaman

Kerja (X3) 1. lamanya bekerja sebagai auditor Likert

2. banyaknya tugas pemeriksaan

4

Kualitas Audit

(Y) 1. kuliatas hasil laporan pemeriksaan Likert

2. kesesuaian pemeriksaan dengan

standar audit

2. Sampel

Sampel adalah bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya. Sampling jenuh adalah suatu teknik penentuan sampel jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering sekali dilakukan jika jumlah populasi relatif kecil atau sedikit, yaitu kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang relatif kecil.

Karena jumlah populasi kurang dari 100 responden, maka peneliti menggunakan metode sampling jenuh, yaitu penyebaran kuesioner dilakukan pada semua populasi yaitu sebanyak kurang lebih 30 orang yang merupakan auditor Inspektorat Kota Makassar.

E. Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data Menurut Sugiyono (2017,194) cara atau teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview (wawancara), kuesioner (angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya.

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Metode angket yaitu membagikan kuesioner, kemudian akan diisi dan dijawab oleh responden para auditor yang bekerja di Inspektorat Kota Makassar. Kuesioner dalam penelitian ini merupakan pengembangan dari berbagai instrumen pengukuran yang telah digunakan oleh penelitian sebelumnya. Kuesioner dengan instrumen berupa skala likert yang menggunakan 5 tingkatan penilaian berupa pertanyaan.

Dimana setiap pertanyaan akan dikembangkan dengan menggunakan likert yang masing-masing pernyataan diberi skor 1-5. Penyebaran dan

pengumpulan kuesioner dilakukan secara langsung oleh peneliti dengan cara mengantar kuesioner langsung ke kantor Inspektorat kota Makassar.

Metode pengumpulan data dengan menggunakan dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, agenda, dan sebagainya, seperti visi dan misi instansi.

F. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan suatu proses dalam menyederhanakan data menjadi informasi yang mudah dipahami dan di interprestasikan. Metode kuantitatif yang digunakan diharapkan mampu mendapatkan hasil yang akurat yang diperoleh langsung dari responden, Dimana data yang didapatkan berupa angka yang dapat diolah dengan metode statistik.

1. Statistik Deskriptif

Metode pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan pengolahan data primer yang merupakan deskriptif penelitian bersumber dari pendapat responden yang meliputi independensi, kompetensi dan pengalaman kerja.

Statistik deskriptif bertujuan untuk memaparkan tentang ringkasan pengamatan terhadap setiap variabel penelitian yang secara umum memaparkan tentang uraian dari setiap variabel penelitian dengan apa adanya tanpa membuat hasil yang bersifat luas.

2. Uji Kualitas Data

Uji kualitas data dalam penelitian digunakan untuk mengukur dan mengetahui variabel penelitian dengan menggunakan instrumen kuesioner yang harus dilakukan untuk menguji kualitas data yang diperoleh karena

kebenaran data yang diolah sangat menentukan kualitas hasil penelitian.

Adapun dua konsep yang digunakan untuk mengukur kualitas data yaitu : 1) Uji Validitas

Uji validitas adalah uji yang dilakukan untuk mendapatkan pengukuran yang valid. Validitas merupakan suatu kepastian yang terjadi diantara data yang telah dilaporkan peneliti dan pada obyek penelitian dengan kata lain,valid dapat diartikan dengan adanya kesamaan data yang diperoleh. Pengujian validitas masing- masing butir memakai analisis item, yaitu mengkorelasikan skor masing- masing butir dengan skor total yang merupakan jumlah dari totalitas skor masing- masing butir. Buat menguji tingkatan validitas informasi memakai program dengan memakai korelasi Bivariate Pearson. Pengujian validitas ini mengenakan pearson corelation yaitu dengan teknik menghitung korelasi antara nilai yang diperoleh dari pertanyaan- pertanyaan. Apabila pearson corelation yang didapat mempunyai nilai dibawah 0, 05 berarti informasi yang diperoleh yakni valid (Sugiyono,2016).

2). Uji Realibilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk menguji konsistensi sebuah data yang jika data digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan tetapi menghasilkan data yang sama. Uji realibilitas dapat dilihat digunakan dengan menggunakan program SPSS dengan rumus Alpha Cronbach’s >0,60 maka data tersebut dikatakan reliabel (Sugiyono,2016).

3. Uji Asumsi Klasik

Dalam pengujian asumsi klasik dalam penelitian ini mencakup uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas. Dalam penelitian

ini uji autokeralasi tidak digunakan dikarenakan penelitian ini menggunakan data primer, sedangkan uji autokerelasi hanya digunakan untuk jenis data sekunder ( time-series).

1). Uji Normalitas

Uji normalitas dalam penelitian berguna untuk mengetahui penelitian tersebut telah terdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini uji normalitas dilakukan dengan menggunak teknik Normal (P-P Plot) Probability Plot . Dimana dasar pengambilan keputusan lewat analisis ini, bila informasi menyebar disekitar garis diagonal sebagai representasi pola distribusi wajar, berarti model regresi penuh asumsi normalitas. Model regresi yang baik merupakan distribusi yang mempunyai informasi wajar ataupun mendekati wajar (Ghozali,2011).

2). Uji Multikololinearitas

Menurut Ghozali 2011, uji multikololinearitas dilakukan dengan maksud untuk memberikan pengujian apakah model regresi menentukan korelasi antara variabel-variabel bebas. Pendeteksian dilakukan dengan menggunakan nilai toleransi ≤0,10 atau dengan nilai VIF (variance inflation factor) ≥10 maka ada multikololinearitas. Dan sebaliknya jika toleransi >10 dan nilai VIF <10 maka tidak terjadi multikolonieritas.

3) Uji Heteroskedastistas

Uji heteroskedastisitas merupakan uji yang bertujuan untuk menilai apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali,2011). Dalam penelitian ini hasil uji heteroskedastisitas dapat diketahui dengan menggunakan pola grafik scatterplots. Apabila sebaran titik tidak

membentuk suatu pola atau alur tertentu karena titik menyebar tidak beraturan, maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas atau dengan kata lain terjadi homoskedastisitas.

4. Uji Hipotesis

Hipotesis merupakan Jawaban sementara atas pernyataan spekulatif, karena masih perlu dibuktikan kebenarannya. Pada penelitian ini pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan metode analisis linear berganda yang bermaksud dapat memprediksi seberapa besar pengaruh variabel independen yaitu independensi, kompetensi, dan pengalaman kerja terhadap variabel dependen yaitu kualitas audit. Untuk menguji hipotesis maka rumus yang digunakan adalah :

Ῠ = α+β1.X1+β2.X2+β3.X3 ҽ

Keterangan : Ῠ = Kualitas Audit α = Kostanta

β = Koefisien Regresi X1= Independensi X2= Kompetensi X3= Pengalaman Kerja ҽ = Eror

1). Uji T

Pengujian digunakan bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel independen secara individu berpengaruh dominan dengan taraf signifkasi 5% (Ghozali,2009). Apabila tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka hipotesisnya diterima yang artinya variabel independen tersebut berpengaruh positif terhadap variabel dependen.

2). Uji Koefisien Determinasi R2

Menurut Ghozali (2013) koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur sebarapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen. Nilai determinasi adalaha nilai antara 0 dan 1. Nilai koefisien determinasi yang kecil merupakan variabel-variabel independen dalam menjalankan variasi dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen dapat memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memperkirakan variabel dependen.

39 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian a. Visi dan Misi Organisasi

a. Visi

Mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang bersih, berwibawa melalui pengawasan yang efektif dan professional.

b. Misi

Terwujudnya pengawasan internal pemerintah kota Makassar efektif.

b. Struktur Organisasi

Dalam menyangkut tugas dan tanggung jawab para pegawai yang ada didalamnya maka peranan struktur organisasi sangat penting. Struktur organisasi dibuat agar maksud dan tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik karena dengan adanya struktur organisasi terdapat pembagian tugas dan tanggung jawab yang baik.

Peraturan daerah kota Makassar no.5 tahun 2005 tentang pembentukkan susunan organisasi dan tata kerja inspektorat kota Makassar maka struktur organisasi inspektorat daerah kota Makassar terdiri dari Inspektur, sekretaris, sub bagian perencanaan, sub bagian evaluasi dan pelaporan, sub bagian administrasi umum, inspektur pembantu wilayah dan jabatan fungsional. Adapun gambaran struktur organisasi inspektorat kota Makassar adalah sebagai berikut.

Gambar 4.1 Struktur Organisasi c. Uraian Tugas

a. Inspektur

Inspektur pada kota Makassar mempunyai tugas pokok dalam membantu walikota dalam penyelenggaraan pemerintahan kota.

b. Sekertaris

Sekertaris mempunyai tugas pokok yaitu memberikan pelayanan teknis administrative dan fungsional kepada semua satuan organisasi dalam lingkup inspektorat dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada inspektur.

c. Sub bagian perencanaan

Inspektur

sekretaris

Sub Bag.

Perencanaan

Sub Bag.

Pelaporan

Sub Bag.

Adm dan Umum

Inspektur pembantu wilayah I

Inspektur pembantu wilayah II

Inspektur pembantu wilayah III

Inspektur pembantu wilayah IV

Kelompok Jabatan fungsional

 Auditor

 P2PUD

Mempunyai tugas mempersiapkan bahan penyusunan dan pengendalian rencana/program kerja pengawasan, menghimpun dan menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan pengolahan data pengawasan.

d. Sub bagian pelaporan

Mempunyai tugas mempersiapkan bahan penyusunan, menghimpun, mengolah, menilai dan menyimpan laporan hasil pengawasan aparta masyarakat serta menyusun laporan kegiatan pengawasan.

e. Sub bagian administrasi dan umum

Mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, melakukan urusan ketatausahaan, mengelola adminstrasi keuangan dan perlengkapan meliputi, penyusunan anggaran, penggunaan anggaran, pembukuan, pertanggungjawaban dan merumuskan rencana kebutuhan perlengkapan.

f. Inspektur pembantu wilayah

Inspektur wilayah mempunyai tugas pokok untuk melakukan koordinasi dibidang pengawasan sesuai dnegan wilayah kerjanya.

g. Kelompok jabatan fungsional

Mempunyai tugas melakukan kegiatan pengawasan sesuai dengan bidang jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

B. Hasil Penelitian

1. Statistic Deskriptif

Deskriptif data responden yang dijadikan sebagai bahan penelitian, maka peneliti menjabarkan klasifikasi yang ada didasarkan pada jenis

kelamin, usia, pendidikan, dan masa kerja/lama bekerja responden tersebut mulai menjadi seorang auditor dikantor Inspektorat Kota Makassar. Jumlah responden sebanyak 30 orang/aparat. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan peneliti dengan cara menyebarkan kuesioner secara langsung di kantor Inspektorat Kota Makassar kemudian dibagikan seluruh karyawan yang berprofesi sebagai auditor yang bekerja di kantor Inspektorat. Koesioner tersebut berisi 3 variabel independen dan 1 variabel dependen yaitu:

a. Independensi yang terdiri dari 10 item pernyataan (X1.1 sampai dengan X1.10).

b. Kompetensi yang terdiri dari 10 item pernyataan (X2.1 sampai dengan X2.10).

c. Pengalaman kerja yang terdiri dari 8 item pernyataan (X3.1 sampai dengan X3.8)

d. Dan 1 variabel dependen yaitu Kualitas audit yang terdiri dari 10 item pernyataan (Y.1 sampai dengan Y.10).

Tabel 4.1 Statstic Deskriptif

N Minimum Maximum Mean Std.

Deviation

INDPENDENSI 30 34,00 50,00 40,9000 3,83586

KOMPETENSI 30 29,00 50,00 41,4000 4,86791

PENGALAMAN KERJA 30 24,00 40,00 32,1333 3,24551

KUALITAS AUDIT 30 37,00 50,00 42,1333 3,98907

Valid N (listwise) 30

Sumber data diolah SPSS,2021

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah responden (N) adalah 30. Dari 30 responden diatas, variabel independen memiliki nilai minimum sebesar 34, maximum sebesar 50 dan rata-rata 40,90 dengan standar deviasi yaitu 3,835. Kompetensi memiliki 29 nilai minimum, 50 nilai maximum dan rata-rata sebesar 41,40 dengan standar deviasi adalah 4,867. Pada pengalaman kerja nilai minimumnya sebesar 24, nilai maximum 40, dan rata-rata sebesar 32,13 dengan standar deviasi adalah 3,245. Sedangkan kualitas audit nilai minimumnya sebesar 37, maximum 50, dan rata-rata sebesar 42,13 dengan standar deviasi sebesar 3,989.

Tabel 4.2

Ket Posisi Responden NO KET RESPONDEN JUMLAH

1 Auditor Utama 9 orang 2 Auditor Madya 14 orang 3 Auditor Muda 7 orang

Kuesioner yang disebarkan sebanyak 35 kuesioner kepada aparat yang berprofesi sebagai auditor di kantor Inspektorat. Kuesioner yang dikembalikan sebanyak 31 kuesioner dan kuesioner yang dapat diolah sebanyak 30 kuesioner, dikarenakan 1 kuesioner tidak dapat diolah oleh peneliti. Setelah kuesioner dikumpulkan dari semua responden, selanjutnya adalah pembagian karakteristik responden yaitu sebagai berikut :

1) Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis kelamin (Gender).

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin/gender dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.3

Klasifikasi Jenis Kelamin Gender

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid LAKI-LAKI 12 40,0 40,0 40,0

PEREMPUAN 18 60,0 60,0 100,0

Total 30 100,0 100,0

Sumber diolah SPSS,2021

Berdasarkan tabel diatas, data karakteristik responden terbanyak adalah responden perempuan yaitu sebanyak 18 orang atau sebesar 60%, dan responden laki-laki sebanyak 12 orang atau 40%. Dapat ditarik kesimpulan bahwa populasi perempuan lebih banyak daripada populasi laki-laki yaitu 18 orang perempuan dan 12 orang laki-laki sehingga total populasi yaitu 30 responden di kantor Inspektorat kota makassar. Dari tabel 4.2 dapat dilihat garfik dibawah ini:

2) Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

40%

60%

Gender

LAKI-LAKI PEREMPUAN

Gambar 4.2 Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.4 Karakteristik Usia

Usia

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid <25 TAHUN 2 6,7 6,7 6,7

25-30 TAHUN 1 3,3 3,3 10,0

35-45 TAHUN 22 73,3 73,3 83,3

>45 TAHUN 5 16,7 16,7 100,0

Total 30 100,0 100,0

Sumber : data diolah SPSS,2021

Berdasarkan tabel diatas menyatakan bahwa responden yang berusia <25 tahun yang bekerja sebagai auditor di Inspektorat Kota Makassar sebanyak 2 orang atau sebesar 6,7%, responden yang berusia 25-30 tahun sebanyak 1 orang atau sebesar 3,3%, Usia 35-45 tahun yang dominan berprofesi sebagai auditor sebanyak 22 orang atau sebesar 73,3%, sedangkan usia >45 tahun sebanyak 5 orang atau sebesar 16,7%. Dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas auditor yang bekerja di kantor inspektorat berusia 35-45 tahun. Dari tabel diatas dapat dilihat grafik dibawah ini:

0 5 10 15 20 25

<25 TAHUN 25-30 TAHUN 35-45 TAHUN >45 TAHUN

Frequency

Usia

Usia

Gambar 4.3 Karakteristik

3) Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan.

Berdasarkan karakteristik responden berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.5

Karakteristik Responden Pendidikan

Pendidikan

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid DIPLOMA 3 10,0 10,0 10,0

S1 21 70,0 70,0 80,0

S2 6 20,0 20,0 100,0

Total 30 100,0 100,0

Sumber : diolah oleh SPSS,2021

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa responden dengan pendidikan terakhir Diploma sebanyak 3 orang atau 10%, S1 sebanyak 21 orang atau 70%, dan S2 sebanyak 6 orang atau 20%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan responden yang bekerja sebagai auditor di Inspektorat mayoritas berpendidikan S1 dan dapat dillihat grafik dibawah ini:

10%

70%

20%

Pendidikan

DIPLOMA S1 S2 Gambar 4.4

Karakteristik responden

4) Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

Berdasarkan karakteristik responden berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.6

Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja MasaKerja

Frequency Percent Valid

Percent Cumulative Percent Valid < 51

TAHUN 1 3,3 3,3 3,3

5-10

TAHUN

9 30,0 30,0 33,3

11-15

TAHUN

13 43,3 43,3 76,7

> 15

TAHUN 7 23,3 23,3 100,0

Total 30 100,0 100,0

Sumber: diolah oleh SPSS,2021

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa responden yang bekerja <5 tahun sebanyak 1 orang atau 3,3%, responden dengan masa kerja 5- 10 tahun sebanyak 9 orang atau 30%, responden dengan masa kerja 11-15 tahun sebanyak 13 orang atau 43,3%, dan responden dengan masa kerja >15 tahun sebanyak 7 orang atau 23,3%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden yang bekerja 11-15 tahun, dapat dilihat dari grafik dibawah ini:

2. Hasil Uji Instrumen Penelitian a. Hasil Uji Kualitas Data

1) Hasil Uji Validasi

Uji Validitas digunakan untuk mengukur apakah valid atau tidak suatu kuesioner suatu penelitian. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Pearson Correlation. Jika Signifikasinya dibawah 0,05 dan nilai Coreccted Item-Total Correlation bernilai positif dan diatas nila r tabel 0.361 maka item pernyataan tersebut dapat dikatakan valid. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan hasil uji validasi dari variabel Independensi, Kompetensi, Pengalaman Kerja, dan Kualitas Audit dengan 30 responden.

1

9

13 7

0 5 10 15

< 5 TAHUN 5-10 TAHUN 11-15 TAHUN

> 15 TAHUN

MasaKerja

Series1

Gambar 4.5 Karakteristi Responden berdasarkan Masa kerja

Tabel 4.7

Hasil Uji Validasi Independensi Kode

Pernyataan

Person Correlation

Significant 2-

tailed Ket

X1.1 0,737 0,000 Valid

X1.2 0,751 0,000 Valid

X1.3 0,568 0,001 Valid

X1.4 0,610 0,000 Valid

X1.5 0,742 0,000 Valid

X1.6 0,716 0,000 Valid

X1.7 0,761 0,000 Valid

X1.8 0,721 0,000 Valid

X1.9 0,739 0,000 Valid

X1.10 0,744 0,000 Valid

Total X1 1

Sumber diolah oleh peneliti

Pada tabel 4.6 menunjukkan variabel Independensi memilik kriteria Valid pada semua item pernyataan dimana nilai significant lebih kecil dari 0,05 dan Coreccted Item-Total Correlation bernilai positif dan diatas nila r tabel 0.361.

Tabel 4.8

Hasil Uji Validasi Kompetensi Kode Pernyataan Person

Correlation

Significant 2-

tailed Ket

X2.1 0,663 0,000 Valid

X2.2 0,552 0,002 Valid

X2.3 0,516 0,004 Valid

X2.4 0,790 0,000 Valid

X2.5 0,709 0,000 Valid

X2.6 0,558 0,001 Valid

X2.7 0,809 0,000 Valid

X2.8 0,931 0,000 Valid

X2.9 0,778 0,000 Valid

X2.10 0,935 0,000 Valid

total 1 Valid Sumber diolah oleh peneliti

Pada tabel 4.7 menunjukkan variabel Kompetensi memilik kriteria Valid pada semua item pernyataan dimana nilai significant lebih kecil dari 0,05 dan Coreccted Item-Total Correlation bernilai positif dan diatas nila r tabel 0.361.

Tabel 4.9

Hasil Uji Validasi Pengalaman Kerja Kode Pernyataan Person

Correlation Significant 2-

tailed Ket

X3.1 0,833 0,000 Valid

X3.2 0,832 0,000 Valid

X3.3 0,850 0,000 Valid

X3.4 0,765 0,000 Valid

X3.5 0,376 0,040 Valid

X3.6 0,566 0,001 Valid

X3.7 0,668 0,000 Valid

X3.8 0,602 0,000 Valid

Total 1 0 Valid

Sumber diolah oleh peneliti

Pada tabel 4.8 menunjukkan variabel Pengalam Kerja memilik kriteria Valid pada semua item pernyataan dimana nilai significant lebih kecil dari 0,05 dan Coreccted Item-Total Correlation bernilai positif dan diatas nila r tabel 0.361.

Tabel 4.10

Hasil Uji Validasi Kualitas Audit Kode Pernyataan Person

Correlation Significant 2-

tailed Ket

Y.1 0,806 0,000 Valid

Y.2 0,491 0,006 Valid

Y.3 0,748 0,000 Valid

Y.4 0,918 0,000 Valid

Y.5 0,906 0,000 Valid

Y.6 0,885 0,000 Valid

Y.7 0,883 0,000 Valid

Y.8 0,902 0,000 Valid

Y.9 0,868 0,000 Valid

Y.10 0,788 0,000 Valid

Total 1 Valid

Sumber diolah oleh peneliti

Pada tabel 4.9 menunjukkan variabel Kualitas Audit memilik kriteria Valid pada semua item pernyataan dimana nilai significant lebih kecil dari 0,05 dan Coreccted Item-Total Correlation bernilai positif dan diatas nila r tabel 0.361.

2) Hasil Uji Realibilitas

Uji realibilitas merupakan uji untuk menilai ke konsistensi sebuah dari sebuah instrumen pernyataan. Instrumen peneltian dapat dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha berada diatas 0,6. Tabel dibawah ini akan menunjukkan hasil uji realibilitas untuk 4 variabel yang akan digunakan pada penelitian ini.

Tabel 4.11 Hasil Uji Relibilitas

Variabel Cronbach Alpha Tingkat

Reliabilitas Ket

INDEPENDENSI 0,769 0,6 VALID

KOMPETENSI 0,769 0,6 VALID

PENGALAMAN KERJA 0,761 0,6 VALID

KUALITAS AUDIT 0,932 0,6 VALID

Sumber : diolah oleh peneliti,2021

Berdasarkan tabel diatas Cronbach Alpha terhadap variabel independensi sebesar 0,769, kompetensi sebesar 0,679, pengalaman kerja sebesar 0,761, dan kualitas audit sebesar 0,932. Sehingga

disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan dalam kuesioner yang telah disebarkan ini bersifat reliabel karena nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,6. Dengan demikian, ini menunjukkan bahwa item dalam pernyataan yang digunakan dalam kuesioner dapat memperoleh data yang konsisten yang berarti jika pernyataan tersebut di ajukan kembali akan menghasilkan jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya.

b. Hasil Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah variabel terikat dan variabel bebas mempunyai distribusi normal atau tidak dalam suatu model regresi. Model regresi yang baik adalah distribusi data yang digunakan normal atau mendekati normal.

Dalam uji normalitas ini pengambilan keputusan dilakukan dengan melihat garis PP-Plot. Dengan menggunakan PP-Plot pada prinsip normalnya dapat dilihat dengan penyebaran titik-titik yang yang berada pada sumbu diagonal. Jika titik-titik tersebut tersebar disekitar garis dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tersebut dapat memenuh asumsi normalitas. Berikut adalah hasil uji normalitas :

Gambar 4.6

Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik P-Plot

Sumber data primer diolah SPSS

Berdasarkan gambar 4.6 diatas, grafik PP-Plot menunjukkan bahwa titik-titik menyebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonal tersebut. Sehingga dapat membuktikan bahwa data terdistribusi normal, sehingga model regresi layak untuk dipakai karena memenuhi asumsi normalitas.

2) Hasil Uji Multikolinearitas

Uji multikolonieritas digunakan untuk untuk mengetahui korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantar variabel independen bebas. Dengan dasar pengambilan keputusan berdasarkan nilai toleransi >0,10, tidak terjadi Multikolinearitas dan <0,10 terjadi multikolinearitas, sedangkan berdasarkan nilai VIF <10.00 tidak terjadi multikolinearitas dan VIF >10,00 terjadi multilinearitas. Hasil uji multikolineartas data tersaji dalam grafik berikut ini:

Tabel 4.12

Hasil Uji Multikolineartas

Sumber data primer yang diolah SPSS

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa nilai tolerance pada variabel independensi sebesar 0,699, kompetensii sebesar 0,566, dan pengalaman kerja sebesar 0,570 yang artinya semua nilai tolerance pada variabel X > 0,10. Dan melihat nilai VIF

< 10,00. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini tidak terjadi multikplinearitas.

3) Hasil Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam suatu model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas.

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 6,097 5,746 1,061 ,298

Independensi ,437 ,149 ,420 2,932 ,007 ,699 1,432

Kompetensi ,337 ,130 ,411 2,581 ,016 ,566 1,767

Pengalaman Kerja

,132 ,195 ,107 ,676 ,505 ,570 1,753

a. Dependent Variable: Kualitas Audit

Gambar 4.7

Hasil Uji Heteroskedastisitas Grafik Scatterplot

Sumber: data primer diolah SPSS 2021

Berdasarkan gambar 4.7 grafik scatterplot menunjukkan menunjukkan bahwa titik data menyebar diatas dan dibawah atau sekitar angaka nol (0), titik tidak mengumpul hanya diatas atau dibawah saja, penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali, serta penyebaran titik data tidak berpola. Hal ini menunjukkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi gejala hetersokedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi kualitas audit berdasarkan variabel yang mempengaruhinya, yaitu independensi, kompetensi, dan pengalaman kerja.

c. Hasil Uji Hipotesis

Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui pola hubungan antar variabel, dalam penelitian ini menggunakan empat variabel yaitu satu

variabel dependen dan tiga variabel independen, maka akan di uji 3 hipotesis dengan menggunakan metode analisis linear berganda.

Tabel 4.13

Hasil Uji Analisi Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 6,097 5,746 1,061 ,298

Independensi (X1) ,437 ,149 ,420 2,932 ,007

Kompetensi (X2) ,337 ,130 ,411 2,581 ,016

Pengalaman Kerja (X3) ,132 ,195 ,107 ,676 ,505

a. Dependent Variable: Kualitas Audit (Y)

Sumber data primer yang diolah SPSS,2021

Rumus yang diperoleh dari penelitian:

Y = 6,079 + 0,437.X1 + 0,337.X2 + 0,132.X3 + e Dari rumus diatas dapat dijelaskan bahwa :

a) Nilai kostanta Kualitas audit (Y) sebesar 6,079 yang menyatakan jika X1,X2,X3 sama dengan nol yaitu independensi, kompetensi, dan pengalaman kerja, maka kualitas audit adlah sebesar 6,079.

b) Koefisien X1 sebesar 0,437 yang berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel X1 (independensi) sebesar 1% maka kualitas audit meningkat sebesar 0,437 (43,7%) atau sebaliknya terjadi penurunan variabel X1 (independensi) sebesar 1% maka kualitas audit menurun sebesar 0,437 (43,7%).

c) Koefisien X2 sebesar 0,337 yang berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel X2 (kompetensi) sebesar 1% maka kualitas audit meningkat sebesar 0,337 (33,7%) atau sebaliknya setiap terjadi penurunan variabel X2 (kompetensi) sebesar 1% maka kualitas audit menurun sebesar 0,337 (33,7%).

d) Koefisien X3 sebesar 0,132 yang berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel X3 (pengalaman kerja) sebesar 1% maka kualitas audit meningkat sebesar 0,132 (13,2%) atau sebaliknya setiap terjadi penurunan variabel X3 (kompetensi) sebesar 1%

maka kualitas audit menurun sebesar 0,132 (13,2%).

a) Uji t (Parsial)

Uji t digunakan untuk meneliti apakah independensi, kompetensi, dan pengalaman kerja berpengaruh terhadap kualitas audit di kantor inspektorat kota makassar yang di uji dengan pengambilan dasar keputusan yaitu 5%. Dimana jika tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka hipotesisnya diterima yang artinya variabel independen tersebut berpengaruh positif terhadap variabel dependen.

Tabel 4.14 Hasil Uji t (Parsial)

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 6,097 5,746 1,061 ,298

independensi ,437 ,149 ,420 2,932 ,007

Kompetensi ,337 ,130 ,411 2,581 ,016

pengalaman kerja ,132 ,195 ,107 ,676 ,505

a. Dependent Variable: kualitas audit

Dokumen terkait