• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen analisis keterampilan argumentasi peserta (Halaman 100-139)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Wilayah Penelitian

Penelitian ini di lakukan pada 3 sekolah yang ada di Kota Bengkulu. Pemilihan sekolah ini berdasarkan hasil nilai UN tahun 2019 dikarenakan pada tahun ini akhir dari setiap sekolah melakukan UN sebelum terjadinya Pandemi.

Pertama peneliti mengambil sampel sekolah di SMPN 2 Kota Bengkulu hal ini dikarenkan sekolah SMPN 2 Kota menempati peringkat pertama dengan nilai ujian terbaik sekota Bengkulu, kemudian peneliti mengambil sempel untuk sekolah tingkat sedang atau menengah peneliti melakukan penelitian di SMPN 7 Kota Bengkulu, dan pada peringkat sekolah bawah peneliti

melakukan penelitian di SMPN 19 Kota Bengkulu sebagai sekolah peringkat terakhir.

a. Deskripsi Wilayah SMPN 2 Kota Bengkulu 1. Letak Geografis Sekolah

Secara gografis SMP Negri 2 Kota Bengkulu, terletak di daerah perkotaan tepatnya di Jl. Cendana No. 1, Padang jati, Kec. Ratu Samban, Kota Bengkulu 38222.

2. Identitas SMPN 2 Kota Bengkulu

Nama Sekolah : SMPN 2 Kota Bengkulu Alamat Sekolah : Jl. Cendana No. 1,

Padang Jati Ratu Samban Kota Bengkulu

No Telp : 0853 7777 9945 E-mail Sekolah : [email protected] NSS/NPSN : 201266001002/10702476 Nama Kepsek : Aprianti Weda D, Se M.Pd Akreditasi Sekolah : A

Kategori Sekolah : Sangat Baik 3. Visi dan Misi

VISI:

Secara ringkas visi SMP Negeri 2 Kota Bengkulu : “ Berprestasi, Berbudaya dan Berkarya Nyata Atas Dasar Iman dan Taqwa”.

MISI:

a. Melaksanakan proses pembelajaran yang mengedepankan kualitas hasil belajar yang didasari sikap ilmiah dan dilandasi iptek dan imtaq.

b. Mensukseskan wajib belajar 9 tahun

c. Menciptakan suasana kompetitif yang sehat, harmonis serta kondusif.

d. Membekali peserta didik dengan keterampilan, yang mengacu kepada kecakapan hidup dan kebutuhan masyarakat,

serta mendayagunakan alat/sarana dan bahan penunjang proses pembelajaran.

e. Membudayakan perilaku yang terpuji di lingkungan sekolah sesuai dengan adat budaya serta selaras dengan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

f. Memberdayakan dan memelihara sarana prasarana pendidikan nasional dalam rangka menunjang proses belajar mengajar dan akuntabilitas terhadap aset negara.

g. Mewujudkan lingkungan yang kondusif untuk terciptanya rasa kenyamanan dalam kegiatan di sekolah.

4. Keadaan Guru, Siswa dan Kepengurusan a. Keadaan Guru

Tabel 4.1 Struktur Organisasi SMPN 2 Kota Bengkulu

No Jabatan Nama

1. Plh Kepala Sekolah Aprianti Weda Densi, SE, M.Pd

2. Wakil Kepala Bidang Kurikulum

Nani Zulhami, M.Pd

3. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan

Satriani Asri, S.Pd 4. Wakil Kepala Bidang

Sarana Prasarana

M. Rozali, S.Pd 5. Wakil Kepala Bidang

Humas

Aprianti Weda Densi, SE, M.Pd

b. Keadaan Siswa

Tabel 4.2 Data Siswa No. Kelas

Siswa

Jumla h Laki-

laki

Perempuan

1. VII 168 214 382

2. VIII 193 175 368

3. IX 153 173 326

JUMLAH KESELURUHAN 1.076 c. Keadaan Sarana Prasarana

Tabel 4.3 Keadaan Sarana Prasarana di SMPN 2 Kota Bengkulu

No Uraian Jumlah

1. Ruang Kelas 31

2. Ruang Lab 2

3. Ruang Perpus 1

4. Masjid 1

Total 35

b. Deskripsi Wilayah SMPN 7 Kota Bengkulu 1. Letak Geografis Sekolah

Secara gografis SMP Negri 7 Kota Bengkulu, terletak di daerah perkotaan tepatnya di

Jl. Enggano, Ps. Bengkulu, Kec.Sungai Serut, Kota Bengkulu 38117.

2. Identitas Sekolah

Nama Sekolah : SMP Negeri 7 Kota Bengkulu

Alamat : Jl Enggano, Desa Pasar Bengkulu/ Sungai serut, Kab/Kota Bengkulu No. Telp : (0736) 22611

NSS : 20.1.26.60.02.007

Akreditas : A

Th Sekolah Didirikan : 1979 Th Sekolah beroperasi : 1980

Kepimilkan tanah : Pemerintah/Yayasan/

Pribadi/Menyewa /Menumpang Luas bangunan : 2814m2

3. Visi dan Misi Sekolah SMP Negeri 7 Kota Bengkulu

VISI :

a. Terwujudnya insan berprestasi dan berahklak mulia

MISI :

a. Mempersiapkan siswa-siswa untuk berkompetensi di bidang akademik.

b. Menerapkan tat tertib sekolah

c. Mmebiasakan warga sekolah bersikap sopan santun

d. Menerapkan sikap peduli kebersihan keindahan dan kerindangan

4. Keadaan Guru, Siswa dan Kepengurusan a. Keadaan Guru

Tabel 4.4 Struktur Organisasi SMPN 7 Kota Bengkulu

No Jabatan Nama

1. Plh Kepala Sekolah Haidir, S.Pd 2. Wakil Kepala Bidang

Akademik

Iskandar Z, M.Pd

3. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan

Yuni Latifai, S.Pd

4. Wakil Kepala Bidang Sarana Prasarana

Drs. Sudadi 5. Wakil Kepala Bidang

Humas

Yeniarti, S.Pd b. Keadaan Siswa

Tabel 4.5 Keadaan Siswa SMPN 7 Kota Bengkulu

Jumalah Keseluruhan Siswa SMPN

7

422

No. Kelas

Siswa

Jumlah Laki-

laki

Perempuan

1. VII 101 99 200

2. VIII 193 121 314

3. IX 120 122 242

Jumlah Keseluruhan 756 c. Keadaan Keadaan Sarana Prasarana

Tabel 4.6 Keadaan Sarana Prasarana di SMPN 2 Kota Bengkulu

No Uraian Jumlah

1. Ruang Kelas 23

2. Ruang Lab 1

3. Ruang Perpus 1

4. Musola 1

Total 26

d. Deskripsi Wilayah SMPN 19 Kota Bengkulu 1. Letak Geografis

Secara gografis SMP Negri 19 Kota Bengkulu, terletak di daerah perkotaan tepatnya di Jl. Sukamaju 9, Padang Serai, Kp. Melayu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38877.

2. Identitas Sekolah

Nama Sekolah : SMPN 19 Kota Bengkulu Alamat : Jl. Sukamaju

NPSN : 10702478 Akreditas Sekolah : A Status Sekolah : Negeri

Tahun Didirikan : 16 – Mei – 1997 Status Kepemilikan : Milik Pemerintah

Email : [email protected]

3. Visi dan Misi Sekolah VISI:

Terwujudnya Pendidikan IImu Pengetahuan dan teknologi yang terampil, berseni, berbudaya, religious dan berwawasan Kemaritiman dalam menghadapi Pasar Bebas.

MISI:

a. Menumbuh kembangkan penghayatan terhadap ajaran agam, yang dianut dan juga berbudaya bangsa, sehingga menjadi sumber kearifan dalam tindakan.

b. Melaksanakan proses belajar mengajar dan bimbing secara efektif sehingga siswa berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.

c. Melaksanakan kecukupan hidup (life skil) yang terarapil terutama dibidang kemaritiman dalam menghadapi ketidak mampuan anak dan orang

92

tua dalan melanjutkan sekolah di era pasar bebas.

d. Menumbuh kembangkan semangat berprestasi, rajin belajar, disiplin, suka bekerja, gemar membaca dan menulis dan peduli lingkungan bersih.

e. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sckolah dan kelompok kepentikan yang terkait dengan sekolah (stade Hoiders).

f. Menumbuh kembangkan kesadaran seluruh warga sekolah pentingnya budaya yang dapat menciptakan lingkungan sekolah yang disiplin, asri, nyaman, bersih, kreaif, aman, teduh dan suasana menyenangkan dengan rasa kekeluargaan yang tinggi dengan solidaritas berbangsa beragama yang tinggi tanpa memandang suku bangsa ras dan agama.

g. Menciptakan budaya berbangsa dan bernegara dalam kehidupan sehari-hari disekolah dan lingkungan masyarakat.

4. Keadaan Guru, Siswa dan Kepengurusan a. Keadaan Guru

Tabel 4.7 Struktur Organisasi SMPN 19 Kota Bengkulu

No Jabatan Nama

1. Plh Kepala Sekolah Zulfar Arifin, Se. SPd

2. Kepala Tata Usaha Mitaria Ningsih, SH

3. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan

Hasan Nurdin, S.Pd

4. Wakil Kepala Kurikulum Yarni, S.Pd 5. Wakil Kepala Bidang

Humas

Alian Harpi, S.Pd

6. Kepala Perpustakaan Erni Arlena, S.Pd

b. Keadaan Siswa

Tabel 4.8 Keadaan Siswa SMPN 19 Kota Bengkulu No. Kelas

Siswa

Jumlah Laki-laki Perempuan

1. VII 129 88 217

2. VIII 157 108 265

3. IX 117 129 246

JUMLAH KESELURUHAN 728

c. Keadaan Keadaan Sarana Prasarana

Tabel 4.9 Keadaan Sarana Prasarana di SMPN 19 Kota Bengkulu

No Uraian Jumlah

1. Ruang Kelas 24

2. Ruang Lab 1

3. Ruang Perpus 1

4. Musola 1

Total 25

2. Data Wawancara

Dari hasil wawancara pada informan yaitu guru SMPN 2 Kota Bengkulu, SMPN 7 Kota Bengkulu dan SMPN 19 Kota Bengkulu tentang keterampilan argumentasi mengenai socioscientific issues. Dimana peneliti melakukan wawancara dengan pernyataan sebagai berikut:

a. Guru SMPN 2 Kota Bengkulu yaitu, Ibu Nurlaili, S.Pd beliau mengatakan bahwa :

“Saya mengajar di SMPN 2 Kota Bengkulu dari tahun 1998 sampai sekarang yaitu sudah 24 tahun. Saya mengajar pada 2 kelas dengan jumlah 70 peserta didik. Pada proses pembelajaran di SMPN 2 Kota

Bengkulu telah menerapkan literasi yaitu membiasakan peserta didik membaca alqur‟an setiap hari selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai dan menyediakan pojok baca pada tiap kelas disertai dengan pohon literasi. Hal ini bertujuan penumbuhan dan pembiasaan minat baca peserta didik. Pojok baca digunakan untuk mengasah kemampuan siswa dalam menanggapi buku pengayaan secara lisan maupun tulisan, membangun interaksi peserta didik dengan pendidik tentang buku yang dibaca dan mengasah kemampuan siswa. Selain itu sekolah membudayakan membaca dengan cara menjadwalkan setiap kelas untuk rutin mengunjungi perpustakaan membaca setidaknya satu buku perminnggu. Biasanya dalam proses pembelajaran saya menggunakan pendekatan saintifik, diskusi, dan problem based learnimg. Dalam pembelajaran saya juga pernah membawa masalah- masalah yang ada dilingkungan lalu dihubungkan

dalam pembelajaran contohnya pada materi pencemaran lingkungan, saya belum pernah mendengar mengenai pendekatan socioscientific issues. Menurut saya kalau seandainya pendekatan socioscientific issues diterapkan akan berdampak sangat bagus, yaitu dapat memunculkan kompetensi seperti anak bisa memcahkan masalah, bisa bekerja sama dengan temannya dan dapat belajar berargumentasi. Adapaun cara atau strategi yang biasa saya lakukan agar anak mau memunculkan argumentasi adalah dengan menberi contoh serta pertanyan yang bisa merangsang anak beragumentasi.

Adapaun cara saya menganalisis siswa tersebut sudah bisa berargumentasi yaitu dari jawaban peserta didik menjawab soal. Adapaun cara saya apabila menerapkan socioscientific issues dengan materi pencemaran lingkungan, sama saja seperti saya menerapkan pendekatan lain sesuai indicator dari

pendekatan tersebut. Menurut saya pendekatan socisoscientific issues dapat meningkatkan keterampilan argumentasi, karena pendekatan ini berkaitan langsung dengan isu-isu masalah yang ada dilingkungan sehingga memudahkan anak untuk berfikir, sehingga bisa mengeluarkan pendapat”.

b. Guru SMPN 7 Kota Bengkulu, yaitu Ibu Yuliarti, S.Pd beliau mengatakan bahwa :

“ Saya mengajar di SMPN 7 Kota Bengkulu dari tahun 1991 sampai sekarang yaitu sudah 31 tahun, saya mengajar kelas 7 dari kelas A sampai G dengan jumlah 210 peserta didik. Proses pembelajaran di SMPN 7 Kota Bengkulu sudah menerapkan literasi dengan cara membaca alquran selama 15 menit sebelum pelajaran dimul ai, menyediakan pojok baca dikelas dan membudayakan setiap kelas untuk rutin mengunjugi perpustakaan, hal ini bertujuan agar anak tebiasa membaca sehingga terasah untuk memiliki

kemampuan berfikir kritis dan memiliki wawasan yang luas, tetapi untuk saat ini perpustakaan kurang aktif dikarenakan covid 19 sehingga anak terbatas untuk mengunjungi perpustakaan, perpustakaan aktif hanya pada saat anak membalikkan pnjaman buku.

Adapaun pendekatan dan metode yang sering saya gunakan dalam pembelajaran adalah metode ceramah, dikusi informasi. Ya saya pernah membawan isu-isu masalah dalam pembelajaran yaitu pada waktu diskusi. Saya belum pernah mendengar pendekatan socioscientific issues, jadi saya belum pernah menerapkan pendekatan tersebut, menurut saya pada SMPN 7 ini pendekatan yang bisa memancing argumentasi peserta didik yaitu diskusi informasi, kita bisa memancing anak tersebut dengan masalah yang ada dilingkungannya. Menurut saya apabila kita membawa isu-isu yang ada dilingkungan dalam pembelajaran akan berdampak anak tersebut lebih

paham. Adapun cara saya melihat anak bisa beragumentasi yaitu dilihat dari jawaban mereka mengemukakan, menurut saya siswa disini cenderung pasif dalam argumentasi, karena setelah pembelajaran kemudian ditanyakan pas lagi belajar siswa sering lupa. Adapaun cara menerapkan pendekatan socioscientific issues ini sama halnya dengan pendekatan lain sesuai dengan materi pemebelajaran.

menurut saya pendekatan socisoscientific issues dapat meningkatkan keterampilan argumentasi, karena pendekatan ini berkaitan langsung dengan isu-isu masalah yang ada dilingkungan sehingga dapat memancing serta melatih peserta didik agar bisa mengeluarkan pendapat”.

c. SMPN 19 Kota Bengkulu, Ibu Nila Kesuma Ksb, S.Pd, beliau mengatakan bahwa :

“Saya mengajar di SMPN 19 Kota Bengkulu dari tahun 1996 sampai sekarang yaitu sudah 22 tahun,

saya mengajar 5 kelas, 2 kelas 8 dan 3 kelas 9. Proses pembelajaran di SMPN 19 Kota Bengkulu sudah menerapkan literasi dengan cara membiasakan peserta didik membaca Alqu‟an pada hari selasa, rabu dan kamis selama 15 menit dikelas sebelum pembelajaran dimulai. Pada hari senin sebagian peserta didik upaca dan sebagian melaksanakan solat duha. Di SMP 19 kota Bengkulu perpustakanan tersebut berjalan, tetapi tidak terlalu aktif dikarenakan kurangnya minat peserta didik pada membaca, dan pengaruh peserta didik membawa handpone disekolah, padahal sekolah telah membuat jadwal dan membudayakan setiap kelas untuk rutin mengunjugi perpustakaan, hal ini bertujuan agar anak tebiasa membaca sehingga terasah untuk memiliki kemampuan berfikir kritis dan lebih kreatif sehingga memiliki wawasan yang luas.

Biasanya dalam pembelajaran saya menggunakan pendekatan tergantung materi yang saya ajar, nah

pendekatan yang sering saya gunakan yaitu problem based learning, saintifik. Dalam pembelajaran saya juga sering memebawa masalah atau isu-isu yang ada dilingkungan seperti materi daur ulang dan pencemaran lingkungan. Saya beleum pernah mendengar pendekatan socioscientific issues. Menurut saya jika pembelajaran IPA dikaitkan dengan masalah atau isu-isu yang ada dilingkungan akan memuculkan kompetensi pada keterampilan, seperti pada sampah bisa didirecycle menjadi olahan sehingga mengurangi sampah. Menurut saya socisoscientific issues apabila diterapkan akan membawa pengaruh baik seperti yang dicontohkan tadi, sehingga dapat memberi manfaat yang baik. Adapaun metode atau pendekatan tertentu yang dapat memncing argumentasi yaitu dengan cara pendekatan kita, bisa menggunakan media, yaitu memberi tayangan-tayangan video motivasi sehingga anak terdorong untuk berpresentasi. adapaun cara saya

untuk memuculkan argumentasi anak yaitu dengan cara memberi motivasi serta semangat kepada siswa.

adapun cara saya mengintegrasikan socioscientific issues dengan materi pencemaran lingkungan yaitu dengan memberi contoh langsung mengenai isu tersebut. Menurut saya pendekatan socioscientific issues sangat berpengaruh pada keterampilan argumentasi, bahkan siswa dapat lebih berkembang dengan pendekatan yang membawa masalah-masalah atau isu-isu, sehingga sangat membantu anak agar terlatih berargumentasi”.

3. Data Analisis Keterampilan Argumentasi Siswa

Analisis perkembangan keterampilan argumentasi peserta didik dengan pendekatan socioscientific issues didapatkan dari data hasil pemberian lima pertanyaan kusioner terbuka materi pencemaran lingkungan. Seluruh jawaban peserta didik dari tiap soal tersebut di identifikasi lalu dikategorikan berdasarkan 6 kategori dari toulmin,

dapat diketahui hasil analisis tergolong kategori claim, apabila peserta didik berpendapat berdasarkan informasi yang diperoleh, grounds apabila siswa dapat menginformasikan apa saja yang diketahui dari permasalahan yang terdapat pada soal, warrant apabila peserta didik dapat menghubungkan grounds dan claim.

Backing apabila peserta didik menjawab semua pertanyaan yang diminta oleh soal. Qualifier (kualifikasi) apabila semua jawaban peserta didik akurat sesuai dengan teori. Sedangkan Rebbutal (sanggahan), apabila siswa bisa menolak sebuah pernyataan yang dianggap salah.

Berdasarkan hal tersebut diketahui jumlah dari masing- masing kategori jawaban peserta didik dari 5 soal sebanyak 15 pertanyaan. Keterampilan argumentasi yang diberikan pada 90 orang peserta didik pada tiga SMP Kota Bengkulu. Data yang sudah dikategorikan dari setiap peserta didik kemudian ditarik kesimpulan kategori yang paling mendominasi jawaban siswa dari keseluruhan soal.

Berikut ini merupakan hasil analisis perkembangan keterampilan argumentasi peserta didik dengan pendekatan socisoscientific issues pada mata pelajaran IPA materi pencemaran lingkungan di SMP Kota Bengkulu.

a. SMP Negeri 2 Kota Bengkulu Tabel 4.10

Keterampilan Arguemtasi SMPN 2 Kota Bengkulu

No

Nama Peserta Didik

Indikator

Argumentasi Model Toulmin’s Patern

Claim Grounds Warrant Backing Qualifier Rebbutal

1. M. Rasyid G

2. Dendy Ferdian

3. Quinnsa Gretha

4. Shakila Mahirah

5. Rifa Syifarani

6. Tari Nurhayati

7. Syifa Aurelia

8. Rafi Noprian

9. M. Arif Abrar

10. Khalisa Dhiva D

11. Azizah Dwi Cantika

12. M. Taufik H

13. Dwi Khoziro

14. Meizi Liana P

15. Amelika Sintiya

16. Fradita Wulandari

17. Allisa Dwi Putri

18. Kevin

Abhiensyah M

19. Hafid Naufal

20. Chaesa Ummu

21. Kayyla Inara

22. Intan Putri P

23. Maulana Az Zahra

24. Indah Karwanti

25. Rizal Putra Y

26. Rendi Febriansyah

27. Tiafni Cahya

28. Syifa Makaila

29. Veny Anggraini

30. Nadya Apriliani

Jumlah Keseluruhan

30 26 6 5 5 0

Persentase 100% 87% 20% 17% 17% 0%

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat hasil analisis kusioner terbuka di SMPN 2 Kota Bengkulu, dengan jumlah 30 orang peserta didik yaitu claim sebanyak 30, grounds sebanyak 26, warrant sebanyak 6, backing sebanyak 5, dan qualifier sebanyak 5. Sedangkan rebuttal sebanyak 0. Setelah didapatkan hasil perjumlahan 6 komponen yang terdiri dari 6 kategori, selanjutnya peneliti mencari perhitungan persentase hasil data.

Untuk hasil perhitungan dapat dilihat pada gambar 4.1 Hasil kategori argumentasi peserta didik SMPN 2 Kota Bengkulu.

100% 87%

20% 17% 17% 0%

0%

50%

100%

150%

Claim (Pernyataan)

Grounds (Data)

Warrant (Penjamin)

Backing (Pendukung)

Qualifier (Kualifikasi)

Rebbutal (Sanggahan)

level Argumentasi

SMPN 2

Gambar 4.1 Hasil Kategori Argumentasi Peserta Didik SMPN 2 Kota Bengkulu

Berdasarkan grafik setelah dicari perhitungan dengan rumus, maka diketahui claim sebanyak 30 diperoleh persentase 100%, grounds sebanyak 26, diperoleh persentase 87%, warrant sebanyak 6 diperoleh persentase 20%, backing sebanyak 5 diperoleh persentase 17%, qualifier sebanyak 5 dengan persentase 17% dan rebuttal sebanyak 0 dengan persentase 0%.

Secara umum sebanyak 26 peserta didik sudah berada pada tahap grounds, pada dasarnya peserta didik sudah memiliki keterampilan argumentasi tanpa adanya perlakuan dasar sebelumnya. Jadi pada proses pembelajaran yang telah berlangsung selama ini

keterampilan yang diberikan pada proses pembelajaran sudah mempengaruhi perkembangan argumentasi dengan jumlah persentase 87%. Berbeda halnya dengan qualifier dengan persentase 17% dengan jumlah 5 orang. Peserta didik yang sudah berada ditahap qualifier otomatis sudah melewati tahap sebelumnya yaitu claim, grounds, warrant, dan backing.

Salah satu faktor sedikitnya peserta didik mencapai level qualifier adalah kemampuan awal, kemampuan awal yang dimaksud merupakan tingkat kecerdasan. Tingkat kecerdasan peserta didik berbeda- beda, jika latar belakang atau kecerdasan peserta didik kurang maka kemampuan berfikir dan daya pemahaman akan rendah dan juga sebaliknya. Peserta didik yang memiliki kecerdasan tinggi cenderung akan berkembang lebih cepat dibandingkan peserta didik dengan kecerdasan rendah sehingga pada saat memahi soal juga akan

berbeda36. Pemahaman atau daya serap ini sangat berpengaruh pada kemampuan berfikir peserta didik.

Temuan ini juga didukung yang dilakukan oleh Pamungkas dkk (2017) yang menyatakan bahwa pengetahuan awal mempunyai peranan penting dalam kemampuan berfikir. Peserta didik yang memiliki pengetahuan awal yang baik, maka akan memperoleh hasil yang baik begitupun sebaliknya37. Ditambah dengan penelitian yang dilakukan Dewi Puspa Hardiawan seorang guru dari psikolog anak dari sekolah Bakti Mulya 400, menyebutkan bahwa selain faktor kecerdasan terdapat faktor lain yang mempengaruhi kategori argumentasi qualifier yakni, perkembangan teknologi media informasi yang berkembang pesat dilingkungan masyarakat sekarang, hal ini membawa pengaruh besar terhadap

36 . Rahmita Nurul Muthmainnah, Mega Purnamasari,” Analisis Faktor Peserta Didik Dengan IQ Tinggi Memperoleh Hasil Belajar Matematika Rendah”Fibonacci 5, no 1 (2019):1-6

37. Bambang Ekanara, Nuryani Y. Rustaman, and Hernawati, “Studi Tentang Keterampilan Pembentukan Klaim Mengenai Isu Sosio-Saintifik Siswa Sekolah Menegah Atas Pada Kelompok Sunda,” Biodidaktika 11, no. 2 (2016): 21–45.

tumbuh kembang peserta didik, informasi begitu bebas diakses melalui internet dan berbagai macam bahan bacaan yang mereka meiliki. Menurut riset, anak-anak yang gemar membaca akan mengggunakan gaya komunikasi lebih aktif karena telah memiliki kosa kata didalam dirinya. Selain itu pola asuh dan lingkungan rumah yang baik membuat anak-anak memiliki wawasan yang luas dalam berfikir dan punya argumentasi yang lebih baik dibandingkan anak lainnya38.

b. SMPN 7 Kota Bengkulu Tabel 4.11

Keterampilan Argumentasi SMPN 7 Kota Bengkulu No Nama Peserta

Didik

Indikator

Argumentasi Model Toulmin’s Patern

Claim Grounds Warrant Backing Qualifier Rebbutal

1. Ahmad Ibrahim 2. Alif

Askianyanto

3. Annisa Apristy

4. Annisa Dwi R

38. Wawa. “yang bikin anak berdebat” 03 Maret 2022 dari http://amp.kompas.com/edukasi/read/2012/02/15/14305120/yang-bikin-anak- pintar-berdebat.

5. Aurel Anin D 6. Carissa Aulia 7. Chantika

Chintiya

8. Delvina Putri A 9. Deswinta

Novriani

10. Dimas Zalani

11. Eidelweys Nayshila

12. Jaya Saputra

13. Kintan Putri R

14. M. Ikhlas

15. Marshel Alexa 16. Muhammad

Akbar

17. Nadhifa Sahira 18. Nayla Rachma 19. Novri Heri

Yanto s

20. Rafi Asyraf

21. Rafly Saniay

22. Ridh0 Ilhai A 23. Rifqi Okta

Sanigah

24. Risky

Kurniawan

25. Shabira

Khairunnisa

26. Vanessha Dea 27. Yorgi

Lamonantio

28. Yeka Melinda 29. Yanto Afrianto

30. Zabina Putri M

Jumlah Keseluruhan 30 17 6 3 0

Persentase 100

%

57% 20% 10% 0% 0%

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat hasil analisis kusioner terbuka di SMPN 7 Kota Bengkulu, dengan jumlah 30 orang peserta didik yaitu claim sebanyak 30, grounds sebanyak 17, warrant sebanyak 6, backing sebanyak 3, dan qualifier sebanyak 0. Sedangkan rebuttal sebanyak 0. Setelah didapatkan hasil perjumlahan 6 komponen yang terdiri dari 6 kategori, selanjutnya peneliti mencari perhitungan persentase hasil data. Untuk hasil perhitungan dapat dilihat pada gambar 4.2 Hasil Kategori Argumentasi Peserta Didik SMPN 7 Kota Bengkulu.

100%

57%

20%

10%

0% 0%

0%

20%

40%

60%

80%

100%

120%

Claim (Pernyataan)

Graounds (Data)

Warrant (Penjamin)

Backing (Pendukung)

Qualifier (Kualifikasi)

Rebbutal (Sanggahan)

Level Argumentasi

SMPN 7

Gambar 4.2 Hasil Kategori Argumentasi Peserta Didik SMPN 7 Kota Bengkulu

Berdasarkan grafik diatas setelah dicari perhitungan dengan rumus, maka diketahui claim sebanyak 30 diperoleh persentase 100%, grounds sebanyak 17, diperoleh persentase 57%, warrant sebanyak 6 diperoleh persentase 20%, backing sebanyak 3 diperoleh persentase 10% dan qualifier sebanyak 0 dengan persentase 0%, dan rebuttal sebanyak 0 dengan persentase 0%.

Secara umum 57% peserta didik sudah berada di tahap grounds, pada SMP 7 kategori tertinggi di dominasi

oleh backing dengan presentase 10% dengan jumlah 3 orang. Menurut penelitian dari eggi dkk (2019) menyebutkan bahwa faktor- faktor sedikitnya peserta didik berada pada kategori backing yaitu tentang faktor keberanian memberikan tanggapan, pemahaman peserta didik, keberanian menjawab pertanyaan, kemampuan menjelaskan dan menyimpulkan, dan kepercayaan diri bertanya, hal ini disebabkan oleh partisipasi belajar peserta didik saat belajar di sekolah39. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru SMP 7, guru menjelaskan bahwa faktor dari rendahnya argumentasi peserta didik dipengaruhi oleh faktor rendahnya minat anak dalam belajar tambahan yang disediakan oleh pihak sekolah. Hal ini diasumsikan karena beberapa peserta didik, memiliki sifat introvert (pendiam/tidak aktif dikelas), sulit berbicara atau mengemukakan pendapat, suka memikirkan akibat

39. Sriyono. Ginanjar, Eggi G. Bambang Darmawan., “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Partisipasi Belajar Peserta Didik Smk,”

Journal of Mechanical Engineering Education 6, no. 2 (2019): 206–219.

setelah berargumentasi, sulitnya adaptasi dengan lingkungan sekitar dan kurangnya stimulus yang baik dari guru.

c. SMPN 19 Kota Bengkulu Tabel 4.12

Keterampilan Argumentasi SMPN 19 Kota Bengkulu No Nama

Peserta Didik

Indikator

Argumentasi Model Toulmin’s Patern Claim Groun

ds

Warra nt

Backin g

Qualifie r

Rebbuta l 1. Ahmad

Akbar

2. Andhika

Oktariansya Ramdan

3. Afifa khairunnisa

4. Atika

Yuliana

5. Azani Umar 6. Balkis

Kanaya

7. Devita Novia 8. Dinda Maya

Tri

9. Elzifa Elian Syafutri

10. Febrianto

Adi

11. Gabriel

Dalam dokumen analisis keterampilan argumentasi peserta (Halaman 100-139)

Dokumen terkait