BAB III METODE PENELITIAN
G. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, cacatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat di informasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.
Dalam analisis data, peneliti menggunakan model interactive model, yang unsur-unsurnya meliputi yaitu data reduction, data display, dan conlusion drowing/verivication.
Teknik analisis data pada penelitian ini penulis menggunakan tiga prosedur perolehan data.
1. Data Reduction (Reduksi Data)
Data yang diporoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Meruduksi data berarti merangkum memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan33.
2. Data Display (Penyajian Data)
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles dan Huberman
33. Prof. Dr. Endang Widi Winarni, Teori Praktik Penelitian Kuantitatif-Kualitatif (Jakarta: Bumi Aksara, 2018). H 172.
menyatakan yang paling sering digunakan untuk penelitian kualitatif adalah teks yang bersifat naratif34. 3. Conlcusion Drawing / Verification
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verivikasi.
Kesimpulan diperoleh berdasarkan hasil instrument peserta didik SMP. Pada tahap ini, data yang didapatkan sudah melewati tahap reduksi data dan penyajian data serta dianalisis, dengan demikian peneliti dapat menarik kesimpulan dari data yang telah diteliti.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru sebelumnya belum pernah ada.
Temuan dapat berupa deskripsi gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori35.
34 . Endang Widi Winarn. 2018. Teori Praktik Penelitian Kuantitatif- Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara. H: 173.
35. Endang Widi Winarn. 2018. Teori Praktik Penelitian Kuantitatif- Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara. H: 174
82 A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Wilayah Penelitian
Penelitian ini di lakukan pada 3 sekolah yang ada di Kota Bengkulu. Pemilihan sekolah ini berdasarkan hasil nilai UN tahun 2019 dikarenakan pada tahun ini akhir dari setiap sekolah melakukan UN sebelum terjadinya Pandemi.
Pertama peneliti mengambil sampel sekolah di SMPN 2 Kota Bengkulu hal ini dikarenkan sekolah SMPN 2 Kota menempati peringkat pertama dengan nilai ujian terbaik sekota Bengkulu, kemudian peneliti mengambil sempel untuk sekolah tingkat sedang atau menengah peneliti melakukan penelitian di SMPN 7 Kota Bengkulu, dan pada peringkat sekolah bawah peneliti
melakukan penelitian di SMPN 19 Kota Bengkulu sebagai sekolah peringkat terakhir.
a. Deskripsi Wilayah SMPN 2 Kota Bengkulu 1. Letak Geografis Sekolah
Secara gografis SMP Negri 2 Kota Bengkulu, terletak di daerah perkotaan tepatnya di Jl. Cendana No. 1, Padang jati, Kec. Ratu Samban, Kota Bengkulu 38222.
2. Identitas SMPN 2 Kota Bengkulu
Nama Sekolah : SMPN 2 Kota Bengkulu Alamat Sekolah : Jl. Cendana No. 1,
Padang Jati Ratu Samban Kota Bengkulu
No Telp : 0853 7777 9945 E-mail Sekolah : [email protected] NSS/NPSN : 201266001002/10702476 Nama Kepsek : Aprianti Weda D, Se M.Pd Akreditasi Sekolah : A
Kategori Sekolah : Sangat Baik 3. Visi dan Misi
VISI:
Secara ringkas visi SMP Negeri 2 Kota Bengkulu : “ Berprestasi, Berbudaya dan Berkarya Nyata Atas Dasar Iman dan Taqwa”.
MISI:
a. Melaksanakan proses pembelajaran yang mengedepankan kualitas hasil belajar yang didasari sikap ilmiah dan dilandasi iptek dan imtaq.
b. Mensukseskan wajib belajar 9 tahun
c. Menciptakan suasana kompetitif yang sehat, harmonis serta kondusif.
d. Membekali peserta didik dengan keterampilan, yang mengacu kepada kecakapan hidup dan kebutuhan masyarakat,
serta mendayagunakan alat/sarana dan bahan penunjang proses pembelajaran.
e. Membudayakan perilaku yang terpuji di lingkungan sekolah sesuai dengan adat budaya serta selaras dengan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
f. Memberdayakan dan memelihara sarana prasarana pendidikan nasional dalam rangka menunjang proses belajar mengajar dan akuntabilitas terhadap aset negara.
g. Mewujudkan lingkungan yang kondusif untuk terciptanya rasa kenyamanan dalam kegiatan di sekolah.
4. Keadaan Guru, Siswa dan Kepengurusan a. Keadaan Guru
Tabel 4.1 Struktur Organisasi SMPN 2 Kota Bengkulu
No Jabatan Nama
1. Plh Kepala Sekolah Aprianti Weda Densi, SE, M.Pd
2. Wakil Kepala Bidang Kurikulum
Nani Zulhami, M.Pd
3. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan
Satriani Asri, S.Pd 4. Wakil Kepala Bidang
Sarana Prasarana
M. Rozali, S.Pd 5. Wakil Kepala Bidang
Humas
Aprianti Weda Densi, SE, M.Pd
b. Keadaan Siswa
Tabel 4.2 Data Siswa No. Kelas
Siswa
Jumla h Laki-
laki
Perempuan
1. VII 168 214 382
2. VIII 193 175 368
3. IX 153 173 326
JUMLAH KESELURUHAN 1.076 c. Keadaan Sarana Prasarana
Tabel 4.3 Keadaan Sarana Prasarana di SMPN 2 Kota Bengkulu
No Uraian Jumlah
1. Ruang Kelas 31
2. Ruang Lab 2
3. Ruang Perpus 1
4. Masjid 1
Total 35
b. Deskripsi Wilayah SMPN 7 Kota Bengkulu 1. Letak Geografis Sekolah
Secara gografis SMP Negri 7 Kota Bengkulu, terletak di daerah perkotaan tepatnya di
Jl. Enggano, Ps. Bengkulu, Kec.Sungai Serut, Kota Bengkulu 38117.
2. Identitas Sekolah
Nama Sekolah : SMP Negeri 7 Kota Bengkulu
Alamat : Jl Enggano, Desa Pasar Bengkulu/ Sungai serut, Kab/Kota Bengkulu No. Telp : (0736) 22611
NSS : 20.1.26.60.02.007
Akreditas : A
Th Sekolah Didirikan : 1979 Th Sekolah beroperasi : 1980
Kepimilkan tanah : Pemerintah/Yayasan/
Pribadi/Menyewa /Menumpang Luas bangunan : 2814m2
3. Visi dan Misi Sekolah SMP Negeri 7 Kota Bengkulu
VISI :
a. Terwujudnya insan berprestasi dan berahklak mulia
MISI :
a. Mempersiapkan siswa-siswa untuk berkompetensi di bidang akademik.
b. Menerapkan tat tertib sekolah
c. Mmebiasakan warga sekolah bersikap sopan santun
d. Menerapkan sikap peduli kebersihan keindahan dan kerindangan
4. Keadaan Guru, Siswa dan Kepengurusan a. Keadaan Guru
Tabel 4.4 Struktur Organisasi SMPN 7 Kota Bengkulu
No Jabatan Nama
1. Plh Kepala Sekolah Haidir, S.Pd 2. Wakil Kepala Bidang
Akademik
Iskandar Z, M.Pd
3. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan
Yuni Latifai, S.Pd
4. Wakil Kepala Bidang Sarana Prasarana
Drs. Sudadi 5. Wakil Kepala Bidang
Humas
Yeniarti, S.Pd b. Keadaan Siswa
Tabel 4.5 Keadaan Siswa SMPN 7 Kota Bengkulu
Jumalah Keseluruhan Siswa SMPN
7
422
No. Kelas
Siswa
Jumlah Laki-
laki
Perempuan
1. VII 101 99 200
2. VIII 193 121 314
3. IX 120 122 242
Jumlah Keseluruhan 756 c. Keadaan Keadaan Sarana Prasarana
Tabel 4.6 Keadaan Sarana Prasarana di SMPN 2 Kota Bengkulu
No Uraian Jumlah
1. Ruang Kelas 23
2. Ruang Lab 1
3. Ruang Perpus 1
4. Musola 1
Total 26
d. Deskripsi Wilayah SMPN 19 Kota Bengkulu 1. Letak Geografis
Secara gografis SMP Negri 19 Kota Bengkulu, terletak di daerah perkotaan tepatnya di Jl. Sukamaju 9, Padang Serai, Kp. Melayu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38877.
2. Identitas Sekolah
Nama Sekolah : SMPN 19 Kota Bengkulu Alamat : Jl. Sukamaju
NPSN : 10702478 Akreditas Sekolah : A Status Sekolah : Negeri
Tahun Didirikan : 16 – Mei – 1997 Status Kepemilikan : Milik Pemerintah
Email : [email protected]
3. Visi dan Misi Sekolah VISI:
Terwujudnya Pendidikan IImu Pengetahuan dan teknologi yang terampil, berseni, berbudaya, religious dan berwawasan Kemaritiman dalam menghadapi Pasar Bebas.
MISI:
a. Menumbuh kembangkan penghayatan terhadap ajaran agam, yang dianut dan juga berbudaya bangsa, sehingga menjadi sumber kearifan dalam tindakan.
b. Melaksanakan proses belajar mengajar dan bimbing secara efektif sehingga siswa berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.
c. Melaksanakan kecukupan hidup (life skil) yang terarapil terutama dibidang kemaritiman dalam menghadapi ketidak mampuan anak dan orang
92
tua dalan melanjutkan sekolah di era pasar bebas.
d. Menumbuh kembangkan semangat berprestasi, rajin belajar, disiplin, suka bekerja, gemar membaca dan menulis dan peduli lingkungan bersih.
e. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sckolah dan kelompok kepentikan yang terkait dengan sekolah (stade Hoiders).
f. Menumbuh kembangkan kesadaran seluruh warga sekolah pentingnya budaya yang dapat menciptakan lingkungan sekolah yang disiplin, asri, nyaman, bersih, kreaif, aman, teduh dan suasana menyenangkan dengan rasa kekeluargaan yang tinggi dengan solidaritas berbangsa beragama yang tinggi tanpa memandang suku bangsa ras dan agama.
g. Menciptakan budaya berbangsa dan bernegara dalam kehidupan sehari-hari disekolah dan lingkungan masyarakat.
4. Keadaan Guru, Siswa dan Kepengurusan a. Keadaan Guru
Tabel 4.7 Struktur Organisasi SMPN 19 Kota Bengkulu
No Jabatan Nama
1. Plh Kepala Sekolah Zulfar Arifin, Se. SPd
2. Kepala Tata Usaha Mitaria Ningsih, SH
3. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan
Hasan Nurdin, S.Pd
4. Wakil Kepala Kurikulum Yarni, S.Pd 5. Wakil Kepala Bidang
Humas
Alian Harpi, S.Pd
6. Kepala Perpustakaan Erni Arlena, S.Pd
b. Keadaan Siswa
Tabel 4.8 Keadaan Siswa SMPN 19 Kota Bengkulu No. Kelas
Siswa
Jumlah Laki-laki Perempuan
1. VII 129 88 217
2. VIII 157 108 265
3. IX 117 129 246
JUMLAH KESELURUHAN 728
c. Keadaan Keadaan Sarana Prasarana
Tabel 4.9 Keadaan Sarana Prasarana di SMPN 19 Kota Bengkulu
No Uraian Jumlah
1. Ruang Kelas 24
2. Ruang Lab 1
3. Ruang Perpus 1
4. Musola 1
Total 25
2. Data Wawancara
Dari hasil wawancara pada informan yaitu guru SMPN 2 Kota Bengkulu, SMPN 7 Kota Bengkulu dan SMPN 19 Kota Bengkulu tentang keterampilan argumentasi mengenai socioscientific issues. Dimana peneliti melakukan wawancara dengan pernyataan sebagai berikut:
a. Guru SMPN 2 Kota Bengkulu yaitu, Ibu Nurlaili, S.Pd beliau mengatakan bahwa :
“Saya mengajar di SMPN 2 Kota Bengkulu dari tahun 1998 sampai sekarang yaitu sudah 24 tahun. Saya mengajar pada 2 kelas dengan jumlah 70 peserta didik. Pada proses pembelajaran di SMPN 2 Kota
Bengkulu telah menerapkan literasi yaitu membiasakan peserta didik membaca alqur‟an setiap hari selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai dan menyediakan pojok baca pada tiap kelas disertai dengan pohon literasi. Hal ini bertujuan penumbuhan dan pembiasaan minat baca peserta didik. Pojok baca digunakan untuk mengasah kemampuan siswa dalam menanggapi buku pengayaan secara lisan maupun tulisan, membangun interaksi peserta didik dengan pendidik tentang buku yang dibaca dan mengasah kemampuan siswa. Selain itu sekolah membudayakan membaca dengan cara menjadwalkan setiap kelas untuk rutin mengunjungi perpustakaan membaca setidaknya satu buku perminnggu. Biasanya dalam proses pembelajaran saya menggunakan pendekatan saintifik, diskusi, dan problem based learnimg. Dalam pembelajaran saya juga pernah membawa masalah- masalah yang ada dilingkungan lalu dihubungkan
dalam pembelajaran contohnya pada materi pencemaran lingkungan, saya belum pernah mendengar mengenai pendekatan socioscientific issues. Menurut saya kalau seandainya pendekatan socioscientific issues diterapkan akan berdampak sangat bagus, yaitu dapat memunculkan kompetensi seperti anak bisa memcahkan masalah, bisa bekerja sama dengan temannya dan dapat belajar berargumentasi. Adapaun cara atau strategi yang biasa saya lakukan agar anak mau memunculkan argumentasi adalah dengan menberi contoh serta pertanyan yang bisa merangsang anak beragumentasi.
Adapaun cara saya menganalisis siswa tersebut sudah bisa berargumentasi yaitu dari jawaban peserta didik menjawab soal. Adapaun cara saya apabila menerapkan socioscientific issues dengan materi pencemaran lingkungan, sama saja seperti saya menerapkan pendekatan lain sesuai indicator dari
pendekatan tersebut. Menurut saya pendekatan socisoscientific issues dapat meningkatkan keterampilan argumentasi, karena pendekatan ini berkaitan langsung dengan isu-isu masalah yang ada dilingkungan sehingga memudahkan anak untuk berfikir, sehingga bisa mengeluarkan pendapat”.
b. Guru SMPN 7 Kota Bengkulu, yaitu Ibu Yuliarti, S.Pd beliau mengatakan bahwa :
“ Saya mengajar di SMPN 7 Kota Bengkulu dari tahun 1991 sampai sekarang yaitu sudah 31 tahun, saya mengajar kelas 7 dari kelas A sampai G dengan jumlah 210 peserta didik. Proses pembelajaran di SMPN 7 Kota Bengkulu sudah menerapkan literasi dengan cara membaca alquran selama 15 menit sebelum pelajaran dimul ai, menyediakan pojok baca dikelas dan membudayakan setiap kelas untuk rutin mengunjugi perpustakaan, hal ini bertujuan agar anak tebiasa membaca sehingga terasah untuk memiliki
kemampuan berfikir kritis dan memiliki wawasan yang luas, tetapi untuk saat ini perpustakaan kurang aktif dikarenakan covid 19 sehingga anak terbatas untuk mengunjungi perpustakaan, perpustakaan aktif hanya pada saat anak membalikkan pnjaman buku.
Adapaun pendekatan dan metode yang sering saya gunakan dalam pembelajaran adalah metode ceramah, dikusi informasi. Ya saya pernah membawan isu-isu masalah dalam pembelajaran yaitu pada waktu diskusi. Saya belum pernah mendengar pendekatan socioscientific issues, jadi saya belum pernah menerapkan pendekatan tersebut, menurut saya pada SMPN 7 ini pendekatan yang bisa memancing argumentasi peserta didik yaitu diskusi informasi, kita bisa memancing anak tersebut dengan masalah yang ada dilingkungannya. Menurut saya apabila kita membawa isu-isu yang ada dilingkungan dalam pembelajaran akan berdampak anak tersebut lebih
paham. Adapun cara saya melihat anak bisa beragumentasi yaitu dilihat dari jawaban mereka mengemukakan, menurut saya siswa disini cenderung pasif dalam argumentasi, karena setelah pembelajaran kemudian ditanyakan pas lagi belajar siswa sering lupa. Adapaun cara menerapkan pendekatan socioscientific issues ini sama halnya dengan pendekatan lain sesuai dengan materi pemebelajaran.
menurut saya pendekatan socisoscientific issues dapat meningkatkan keterampilan argumentasi, karena pendekatan ini berkaitan langsung dengan isu-isu masalah yang ada dilingkungan sehingga dapat memancing serta melatih peserta didik agar bisa mengeluarkan pendapat”.
c. SMPN 19 Kota Bengkulu, Ibu Nila Kesuma Ksb, S.Pd, beliau mengatakan bahwa :
“Saya mengajar di SMPN 19 Kota Bengkulu dari tahun 1996 sampai sekarang yaitu sudah 22 tahun,
saya mengajar 5 kelas, 2 kelas 8 dan 3 kelas 9. Proses pembelajaran di SMPN 19 Kota Bengkulu sudah menerapkan literasi dengan cara membiasakan peserta didik membaca Alqu‟an pada hari selasa, rabu dan kamis selama 15 menit dikelas sebelum pembelajaran dimulai. Pada hari senin sebagian peserta didik upaca dan sebagian melaksanakan solat duha. Di SMP 19 kota Bengkulu perpustakanan tersebut berjalan, tetapi tidak terlalu aktif dikarenakan kurangnya minat peserta didik pada membaca, dan pengaruh peserta didik membawa handpone disekolah, padahal sekolah telah membuat jadwal dan membudayakan setiap kelas untuk rutin mengunjugi perpustakaan, hal ini bertujuan agar anak tebiasa membaca sehingga terasah untuk memiliki kemampuan berfikir kritis dan lebih kreatif sehingga memiliki wawasan yang luas.
Biasanya dalam pembelajaran saya menggunakan pendekatan tergantung materi yang saya ajar, nah
pendekatan yang sering saya gunakan yaitu problem based learning, saintifik. Dalam pembelajaran saya juga sering memebawa masalah atau isu-isu yang ada dilingkungan seperti materi daur ulang dan pencemaran lingkungan. Saya beleum pernah mendengar pendekatan socioscientific issues. Menurut saya jika pembelajaran IPA dikaitkan dengan masalah atau isu-isu yang ada dilingkungan akan memuculkan kompetensi pada keterampilan, seperti pada sampah bisa didirecycle menjadi olahan sehingga mengurangi sampah. Menurut saya socisoscientific issues apabila diterapkan akan membawa pengaruh baik seperti yang dicontohkan tadi, sehingga dapat memberi manfaat yang baik. Adapaun metode atau pendekatan tertentu yang dapat memncing argumentasi yaitu dengan cara pendekatan kita, bisa menggunakan media, yaitu memberi tayangan-tayangan video motivasi sehingga anak terdorong untuk berpresentasi. adapaun cara saya
untuk memuculkan argumentasi anak yaitu dengan cara memberi motivasi serta semangat kepada siswa.
adapun cara saya mengintegrasikan socioscientific issues dengan materi pencemaran lingkungan yaitu dengan memberi contoh langsung mengenai isu tersebut. Menurut saya pendekatan socioscientific issues sangat berpengaruh pada keterampilan argumentasi, bahkan siswa dapat lebih berkembang dengan pendekatan yang membawa masalah-masalah atau isu-isu, sehingga sangat membantu anak agar terlatih berargumentasi”.
3. Data Analisis Keterampilan Argumentasi Siswa
Analisis perkembangan keterampilan argumentasi peserta didik dengan pendekatan socioscientific issues didapatkan dari data hasil pemberian lima pertanyaan kusioner terbuka materi pencemaran lingkungan. Seluruh jawaban peserta didik dari tiap soal tersebut di identifikasi lalu dikategorikan berdasarkan 6 kategori dari toulmin,
dapat diketahui hasil analisis tergolong kategori claim, apabila peserta didik berpendapat berdasarkan informasi yang diperoleh, grounds apabila siswa dapat menginformasikan apa saja yang diketahui dari permasalahan yang terdapat pada soal, warrant apabila peserta didik dapat menghubungkan grounds dan claim.
Backing apabila peserta didik menjawab semua pertanyaan yang diminta oleh soal. Qualifier (kualifikasi) apabila semua jawaban peserta didik akurat sesuai dengan teori. Sedangkan Rebbutal (sanggahan), apabila siswa bisa menolak sebuah pernyataan yang dianggap salah.
Berdasarkan hal tersebut diketahui jumlah dari masing- masing kategori jawaban peserta didik dari 5 soal sebanyak 15 pertanyaan. Keterampilan argumentasi yang diberikan pada 90 orang peserta didik pada tiga SMP Kota Bengkulu. Data yang sudah dikategorikan dari setiap peserta didik kemudian ditarik kesimpulan kategori yang paling mendominasi jawaban siswa dari keseluruhan soal.
Berikut ini merupakan hasil analisis perkembangan keterampilan argumentasi peserta didik dengan pendekatan socisoscientific issues pada mata pelajaran IPA materi pencemaran lingkungan di SMP Kota Bengkulu.
a. SMP Negeri 2 Kota Bengkulu Tabel 4.10
Keterampilan Arguemtasi SMPN 2 Kota Bengkulu
No
Nama Peserta Didik
Indikator
Argumentasi Model Toulmin’s Patern
Claim Grounds Warrant Backing Qualifier Rebbutal
1. M. Rasyid G √
2. Dendy Ferdian √ √
3. Quinnsa Gretha
√ √
4. Shakila Mahirah
√ √
5. Rifa Syifarani √ √
6. Tari Nurhayati √
7. Syifa Aurelia √ √
8. Rafi Noprian √
9. M. Arif Abrar √ √
10. Khalisa Dhiva D
√ √
11. Azizah Dwi Cantika
√ √
12. M. Taufik H √ √
13. Dwi Khoziro √ √
14. Meizi Liana P √ √ √
15. Amelika Sintiya
√ √
16. Fradita Wulandari
√ √ √ √ √
17. Allisa Dwi Putri
√ 18. Kevin
Abhiensyah M
√ √
19. Hafid Naufal √ √ √ √ √
20. Chaesa Ummu √ √ √ √ √
21. Kayyla Inara √ √
22. Intan Putri P √ √
23. Maulana Az Zahra
√ √
24. Indah Karwanti
√ √
25. Rizal Putra Y √ √ √ √ √
26. Rendi Febriansyah
√ √ √ √ √
27. Tiafni Cahya √ √
28. Syifa Makaila √ √
29. Veny Anggraini
√ √
30. Nadya Apriliani
√ √
Jumlah Keseluruhan
30 26 6 5 5 0
Persentase 100% 87% 20% 17% 17% 0%
Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat hasil analisis kusioner terbuka di SMPN 2 Kota Bengkulu, dengan jumlah 30 orang peserta didik yaitu claim sebanyak 30, grounds sebanyak 26, warrant sebanyak 6, backing sebanyak 5, dan qualifier sebanyak 5. Sedangkan rebuttal sebanyak 0. Setelah didapatkan hasil perjumlahan 6 komponen yang terdiri dari 6 kategori, selanjutnya peneliti mencari perhitungan persentase hasil data.
Untuk hasil perhitungan dapat dilihat pada gambar 4.1 Hasil kategori argumentasi peserta didik SMPN 2 Kota Bengkulu.
100% 87%
20% 17% 17% 0%
0%
50%
100%
150%
Claim (Pernyataan)
Grounds (Data)
Warrant (Penjamin)
Backing (Pendukung)
Qualifier (Kualifikasi)
Rebbutal (Sanggahan)
level Argumentasi
SMPN 2
Gambar 4.1 Hasil Kategori Argumentasi Peserta Didik SMPN 2 Kota Bengkulu
Berdasarkan grafik setelah dicari perhitungan dengan rumus, maka diketahui claim sebanyak 30 diperoleh persentase 100%, grounds sebanyak 26, diperoleh persentase 87%, warrant sebanyak 6 diperoleh persentase 20%, backing sebanyak 5 diperoleh persentase 17%, qualifier sebanyak 5 dengan persentase 17% dan rebuttal sebanyak 0 dengan persentase 0%.
Secara umum sebanyak 26 peserta didik sudah berada pada tahap grounds, pada dasarnya peserta didik sudah memiliki keterampilan argumentasi tanpa adanya perlakuan dasar sebelumnya. Jadi pada proses pembelajaran yang telah berlangsung selama ini
keterampilan yang diberikan pada proses pembelajaran sudah mempengaruhi perkembangan argumentasi dengan jumlah persentase 87%. Berbeda halnya dengan qualifier dengan persentase 17% dengan jumlah 5 orang. Peserta didik yang sudah berada ditahap qualifier otomatis sudah melewati tahap sebelumnya yaitu claim, grounds, warrant, dan backing.
Salah satu faktor sedikitnya peserta didik mencapai level qualifier adalah kemampuan awal, kemampuan awal yang dimaksud merupakan tingkat kecerdasan. Tingkat kecerdasan peserta didik berbeda- beda, jika latar belakang atau kecerdasan peserta didik kurang maka kemampuan berfikir dan daya pemahaman akan rendah dan juga sebaliknya. Peserta didik yang memiliki kecerdasan tinggi cenderung akan berkembang lebih cepat dibandingkan peserta didik dengan kecerdasan rendah sehingga pada saat memahi soal juga akan
berbeda36. Pemahaman atau daya serap ini sangat berpengaruh pada kemampuan berfikir peserta didik.
Temuan ini juga didukung yang dilakukan oleh Pamungkas dkk (2017) yang menyatakan bahwa pengetahuan awal mempunyai peranan penting dalam kemampuan berfikir. Peserta didik yang memiliki pengetahuan awal yang baik, maka akan memperoleh hasil yang baik begitupun sebaliknya37. Ditambah dengan penelitian yang dilakukan Dewi Puspa Hardiawan seorang guru dari psikolog anak dari sekolah Bakti Mulya 400, menyebutkan bahwa selain faktor kecerdasan terdapat faktor lain yang mempengaruhi kategori argumentasi qualifier yakni, perkembangan teknologi media informasi yang berkembang pesat dilingkungan masyarakat sekarang, hal ini membawa pengaruh besar terhadap
36 . Rahmita Nurul Muthmainnah, Mega Purnamasari,” Analisis Faktor Peserta Didik Dengan IQ Tinggi Memperoleh Hasil Belajar Matematika Rendah”Fibonacci 5, no 1 (2019):1-6
37. Bambang Ekanara, Nuryani Y. Rustaman, and Hernawati, “Studi Tentang Keterampilan Pembentukan Klaim Mengenai Isu Sosio-Saintifik Siswa Sekolah Menegah Atas Pada Kelompok Sunda,” Biodidaktika 11, no. 2 (2016): 21–45.
tumbuh kembang peserta didik, informasi begitu bebas diakses melalui internet dan berbagai macam bahan bacaan yang mereka meiliki. Menurut riset, anak-anak yang gemar membaca akan mengggunakan gaya komunikasi lebih aktif karena telah memiliki kosa kata didalam dirinya. Selain itu pola asuh dan lingkungan rumah yang baik membuat anak-anak memiliki wawasan yang luas dalam berfikir dan punya argumentasi yang lebih baik dibandingkan anak lainnya38.
b. SMPN 7 Kota Bengkulu Tabel 4.11
Keterampilan Argumentasi SMPN 7 Kota Bengkulu No Nama Peserta
Didik
Indikator
Argumentasi Model Toulmin’s Patern
Claim Grounds Warrant Backing Qualifier Rebbutal
1. Ahmad Ibrahim √ 2. Alif
Askianyanto
√
3. Annisa Apristy √ √ √
4. Annisa Dwi R √ √
38. Wawa. “yang bikin anak berdebat” 03 Maret 2022 dari http://amp.kompas.com/edukasi/read/2012/02/15/14305120/yang-bikin-anak- pintar-berdebat.
5. Aurel Anin D √ √ 6. Carissa Aulia √ √ 7. Chantika
Chintiya
√ 8. Delvina Putri A √ 9. Deswinta
Novriani
√ √
10. Dimas Zalani √ √
11. Eidelweys Nayshila
√ √ √ √
12. Jaya Saputra √
13. Kintan Putri R √ √ √ √
14. M. Ikhlas √
15. Marshel Alexa √ 16. Muhammad
Akbar
√ √
17. Nadhifa Sahira √ √ 18. Nayla Rachma √ √ 19. Novri Heri
Yanto s
√ √
20. Rafi Asyraf √ √ √ √
21. Rafly Saniay √ √
22. Ridh0 Ilhai A √ √ 23. Rifqi Okta
Sanigah
√ 24. Risky
Kurniawan
√ 25. Shabira
Khairunnisa
√