BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
a. Data keterampilan proses sains (KPS)
Hasil keterampilan proses sains didapatkan pada pre-test dan post-test. Pre-test diberikan pada pertemuan pertama sebelum di berikan perlakuan sedangkan post-test diberikan sesudah diberi perlakuan dengan menggunakan tes uraian essay.
Tabel 4.1. Data kemampuan pre-test dan post-test KPS
No. Kelas Perlakuan N Total nilai
Rata- rata 1. Eksperimen Pre-test
32 1407 43.96 Post-test
32 1333 41,65 2. Kontrol Pre-test 32 1917 59,90
69 Post-test
32 2487 77,71 Siswa kelas VII-A dan VII B yang diikuti oleh masing-masing 32 siswa. Penelitian memberikan 11 soal dalam bentuk tes uraian essay pada tes pembelajaran IPA untuk mengetahui keterampilan proses sains siswa. Setiap jawaban dinilai berdasarkan ketentuan yang ada dirubrik penilaian. Berdasarkan pada tabel di atas hasil pre-test kelas eksperimen untuk kemampuan awal siswa diperoleh total nilai sebesar 1407 dengan nilai rata-rata 43,96. Hasil post-test kelas eksperimen dari hasil belajar siswa diperoleh total nilai sebesar 1333 dengan nilai rata-rata 41,65. Selanjutnya hasil pre-test kelas kontrol untuk kemampuan awal siswa diperoleh total nilai sebesar 1917 dengan nilai rata-rata 59,90. Hasil post-test kelas eksperimen dari hasil belajar siswa di peroleh total nilai sebesar 2487 dengan nilai rata-rata 77,71. Dari hasil tersebut dapat di peroleh bahwa kemampuan awal keterampilan proses sains kelas eksperimen dan kelas kontrol hampir setara untuk kedua kelas dapat di bandingkan kemapauannya sebelum menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada kelas eksperimen.
b. Data kemampuan hasil belajar
70
Hasil belajar di dapatkan pada pre-test dan post- test. Pre-test di berikan pada pertemuan pertama sebelum di berikan perlakuan sedangkan post-test diberikan sesudah di beri perlakuan dengan menggunakan tes uraian essay.
Tabel 3.2 Data kemampuan pre-test dan pos-test hasil belajar
No. Kelas Perlakuan N Total nilai
Rata- rata 1. Eksperimen Pre-test
32 2419
75.59 Pos-test
32 2315
72.34 2. Kontrol Pre-test
32 1188 37.125 Pos-test
32 2036 63.625 Siswa kelas VII-A dan VII B yang diikuti oleh masing-masing 32 siswa. Penelitian memberikan 14 soal dalam bentuk tes uraian essay pada tes pembelajaran IPA untuk mengetahui hasil belajar siswa. Setiap jawaban dinilai berdasarkan ketentuan yang ada dirubrik penilaian. Berdasarkan pada tabel diatas hasil pre-test kelas eksperimen untuk kemampuan awal siswa diperoleh total nilai sebesar 2419 dengan nilai rata-rata 75.59. Hasil post-test kelas eksperimen dari hasil belajar siswa diperoleh total nilai sebesar 2315 dengan nilai rata-rata 72,34. Selanjutnya
71
hasil pre-test kelas kontrol untuk kemampuan awal siswa diperoleh total nilai sebesar 1188 dengan nilai rata-rata 37,12. Hasil post-test kelas eksperimen dari hasil belajar siswa diperoleh total nilai sebesar 2036 dengan nilai rata-rata 63,62. Dari hasil tersebut dapat diperoleh bahwa kemampuan awal hasil belajar sains kelas eksperimen dan kelas kontrol hampir setara untuk kedua kelas dapat dibandingkan kemapauannya sebelum menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada kelas eksperimen.
4.1 Grafik Keterampilan proses sains (KPS)
72 3) Keterlaksanaan Pembelajaran
Keterlaksanaan pembelajaran ini diperoleh menggunakan metode observasi dan obsevernya pendidik.
Proses pembelajaran menggunakan dua kali keterlaksanaan selama empat kali pertemuan. Kelas kontrol menggunakan proses pembelajaran konvesional sedangkan kelas eksperimen menggunakan proses pembelajran inkuiri terbimbing.
Tabel 4.3. Data keterlaksanaan pembelajaran KPS dan Hasil Belajar
No. Kelas Pertemuan Frekuensi Kategori
1. Eksperimen Ke-1 73% Baik
Ke-2 71% Baik
2. Kontrol Ke-1 92% Baik
Ke-2 68% Baik
2. Analisis Prasyarat
0 500 1000 1500 2000 2500
1 2 3 4 5 6 7 8
Eksperimen (Pre-test)
1407
Eksperimen (Post-Test)
1333
Kontrol (Pre-Test)
1917
Kontrol (Post-Test)
2487
43.96 41.65 59.9 77.71
Kelas Perlakuan N
Total nilai Rata-rata
73 1. Uji Normalitas
Uji normalitas di dapatkan pada pre-test dan post-test. Pre-test di berikan pada pertemuan pertama sebelum di berikan perlakuan sedangkan post-test di berikan sesudah di beri perlakuan dengan menggunakan tes uraian essay.
a) Uji normalitas pre-test dan post-test KPS.
Tabel 4.4. Uji normalitas pre-test dan post-test KPS
Jika nilai signifikan < 0,05 maka data mempunyai varian tidak normal. Jika signifikan >
0,05 maka data mempunyai variant normal. Nilai hasil belajar KPS pre-test siswa kelas eksperimen nilai signifikan = 0,124 > 0,05 data berdistribusi normal. Nilai hasil belajar KPS post-test siswa kelas eksperimen nilai signifikan = 0,028 < 0,05 data berdistribusi tidak normal. Dan nilai hasil Normalitas
(KPS)
Sig kolmog rof
Sig Keteran
gan Pre-test
Eksperimen
0,124 0,124>0,05 Normal Post-test
Eksperimen
0,028 0,028<0,05 Tidak normal Pre-test
Kontrol
0,028 0,028<0,05 Tidak normal Post-test
Kontrol
0,056 0,056<0,05 Normal
74
belajar pre-test siswa kelas kontrol nilai signifikan
= 0,028 < 0,05 data berdistribusi tidak norma. Dan nilai hasil belajar post-test siswa kelas kontrol nilai signifikan = 0,056 data berdistribusi norma.
Kedua data tersebut ada yang berdistribusi normal baik dari kelas eksperimen maupun kelas kontrol.
Maka uji hipotesis yang di gunakan yaitu uji statistik non parametrik yaitu Uji Mann Whitney U Test.
b) Uji normalitas pre-test dan post-test hasil belajar.
Tabel 4.5. Uji normalitas pre-test dan post-test Hasil belajar
J
J
Jika normalitas pre-test dan post-tes hasil belajar nilai signifikan < 0,05 maka data mempunyai varian tidak normal. Jika signifikan >
0,05 maka data mempunyai variant normal. Nilai hasil belajar pre-test siswa kelas eksperimen nilai
Normalitas Hasil belajar
Sig kolm ogrof
Sig Keteran gan Pre-test
Eksperimen 0.010 0.010<0,05 Tidak normal Post-test
Eksperimen 0.000 0.000<0,05 Tidak normal Prit-test
Kontrol 0.017 0.017<0,05 Tidak normal Post-test
Kontrol 0.029 0.029<0,05 Tidak normal
75
signifikan = 0,010 < 0,05 data berdistribusi tidak normal. Nilai hasil belajar post-test siswa kelas eksperimen nilai signifikan = 0,000 > 0,05 data berdistribusi tidak normal. Dan nilai hasil belajar pre-test siswa kelas eksperimen nilai signifikan = 0,017 > 0,05 data berdistribusi tidak norma. Dan nilai hasil belajar pre-test siswa kelas kontrol nilai signifikan = 0,029 data berdistribusi tidak norma.
Kedua data tersebut tidak ada yang berdistribusi normal baik dari kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Maka uji hipotesis yang di gunakan yaitu uji statistik non parametrik Uji Mann Whitney U Test.
2. Uji Homogenitas
a. Uji homogenitas pre-test dan post-test KPS
Tabel 4.6 Uji homogenitas pre-test dan post-test KPS Kelas Variab
el
Perlak uan
Sig Ketrangan Kontrol KPS Pre-
test
0.21 5
Homogenitas Post-
test
0.24 3
Homogenitas Eksperi
men
Hasil Belajar
Pre- test
0.24 3
Homogenitas Post-
test
0.23 8
Homogenitas Homogenitas KPS pre-test dan post-test kelas kontrol dan pre-test dan post-test kelas eksperimen.
76
Berdasarkan KPS nilai signifikan pre-test 0,215 > 0,05 data berdistribusi homogen. Nilai signifikan post-test 0,243 > 0,05 data berdistribusi homogen. Dan kelas eksperimen KPS pre-test 0,243 > 0,05 data berdistribusi homogenitas. Dan nilai signifikan post- test 0,283 > 0,05 data berdistribusi homogenitas.
Artinya data berdistribusi homogenitas layak di lakukan untuk uji hipotesis dengan menggunakan uji statistik non parametrik yaitu Uji Mann Whitney U Test.
b. Uji homogenitas pre-test dan post-test hasil belajar Uji homogenitas didapatkan pada pret-tes dan
post-test. Pre-test diberikan pada pertemuan pertama sebelum diberikan perlakuan sedangkan post-test diberikan sesudah diberi perlakuan dengan menggunakan tes uraian essay.
Tabel 4.7. Uji homogenitas pret-tes dan post-tes Hasil Belajar
Kelas Variab el
Perlaku an
Sig Ketranga n Kontrol KPS Pre-test
0.063 Homogeni tas Post-test
0.107 Homogeni tas
Eksperi men
Hasil Belajar
Pre-test
0.108 Homogeni tas
Post-test
0.080 Homogeni tas
77
Homogenitas hasil belajar pre-test dan post- test kelas kontrol dan pre-test dan post-test kelas eksperimen. Berdasarkan hasil belajar kelas kontrol pre-test nilai signifikan 0,063 > 0,05 data berdistribusi homogenitas. Nilai signifikan post-test 0,107 > 0,05 data berdistribusi homogenitas. Dan hasil belajar kelas eksperimen pre-test nilai signifikan 0,108 > 0,05 data berdistribusi homogenitas. Dan nilai signifikan post- test 0,080 > 0,05. Artinya data berdistribusi homogenitas layak di lakukan untuk uji hipotesis dengan menggunakan uji statistik non parametrik Uji Mann Whitney U Test.
3. Uji Hipotesis
Karena uji notrmalitas KPS ada dua data yang normal dan hasil belajar tidak ada data yang normal. Maka berdasarkan data uji prasyarat pada uji normalitas tidak berdistribusi normal, maka uji hipotesis yang digunakan uji non parametrik yaitu Uji Mann-Whitney U Test.
Dengan kriteria sebagai berikut:
Jika angka signifikansi > 0,05, maka Ho diterima dan Ha di tolak
Jika angka signifikansi < 0,05, maka Ha ditolak dan Ho diterima
78
Tabel 4.8 Uji Mann-Whitney U Test Selisih Pre-test dan Post-test KPS dan Hasil Belajar Kelas Variabel Perlakuan Sig Keter
angan Kontrol
(A)
KPS Pre-test 0.113 Ho
Post-test Eksperimen
(B)
Hasil Belajar
Pre-test 0.752 Ho
Post-test
Berdasarkan hasil dengan uji non parametrik yaitu Uji Mann_Whitney U Test diperoleh hasil yakni nilai KPS signifikan sebesar 0,113 > 0,05. Dengan demikian, berdasarkan kriteria pengujian Ho diterima dan Ha ditolak pada taraf signifikan = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap keterampilan proses sains. Dan nilai signifikan hasil belajar sebesar 0,752 >
0,05. Dengan demikian, berdasarkan kriteria pengujian Ho
diterima dan Ha ditolak pada taraf signifikan = 0,05.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap hasil belajar.
79