BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
3) Mempersiapkan lembar kerja siswa {LKS} berdasarkan model desain pembelajaran ADDIE.
4) Mempersiapkan soal-soal tes berdasarkan model desain pembelajaran ADDIE.
5) Mempersiapkan Lembar observasi keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk siswa dan guru.
b. Pelaksanaan Tindakan
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, maka dilaksanakan dalam tiga siklus. Tindakan dilaksanakan sesuai dengan isi rancangan pembelajaran dan menerapkan rancangan yang sudah disusun.
Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai pengajar dan wali kelas V bertindak sebagai observer. Rencana pembelajaran disusun oleh peneliti dengan di konsultasikan pada pembimbing dan guru wali kelas lima.
Proses pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sesuai dengan jadwal pelajaran Matematika di sekolah yang bersangkutan dan dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan yaitu pada hari senin dan selasa pada tanggal 2 dan 3 Mei 2016 dengan materi sifat-sifat bangun ruang selama 3x35 menit pada tiap pertemuan. Siswa yang hadir sebanyak 24 orang, dan juga dilakukan observasi keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk guru dan siswa selama proses pembelajaran. Semua hasil pengamatan atau kekurangan- kekurangan tindakan akan diperbaiki pada pertemuan siklus selanjutnya.
1) Pertemuan Pertama
Pada pertemuan ini, guru memberikan salam pembuka dan mengabsensi siswa, dan mempersiakan siswa secara fisik dan psikis untuk mengikuti pembelajaran supaya kelas menjadi kondusif. Guru memberikan pertanyaan yang terkait dengan materi bangun ruang yakni ”Benda apa saja yang di dalam kelas yang berbentuk bangun ruang?”, siswa menjawab setelah mengamati ruang kelas. Setelah menyampaikan tujuan pembelajaran, guru memberikan pengantar tentang materi pokok uraian pelajaran.
Pada kegiatan inti, Siswa terbagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 4 siswa yang ketentuan pembagian kelompok berdasarkan pembelajaran kooperatif tipe team accelerate instruction (TAI) yang dipilih berdasarkan model desain pembelajaran ADDIE. Guru membagikan bahan ajar berupa lembar kerja siswa (LKS) yang dipilih berdasarkan model desain pembelajaran ADDIE pada masing-masing individu, dan menyampaikan langkah-langkah yang akan dilakukan siswa selama pembelajaran. Siswa terlebih dahulu diberikan kesempatan untuk mengerjakan LKS secara individu dan guru memberikan bantuan secara individual bagi yang memerlukannya. Siswa bersama kelompoknya berdiskusi setelah LKS dikerjakan secara individu, kemudian siswa bersama kelompok menyiapkan hal yang diperlukan untuk mempresentasekan hasil diskusi kelompok.
Guru menugaskan siswa melanjutkan persiapan untuk presentasi hasil kelompok di rumah. Siswa diberikan kesempatan oleh guru untuk mengemukakan pendapat tentang pembelajaran yang telah berlangsung dan
pertanyaan terkait materi dan penugasan yang diberikan. Setelah itu, menginformasikan kepada siswa bahwa akan diadakan tes pada pertemuan kedua setelah selesai mempresentasikan hasil diskusi kelompok, kemudian guru menutup pelajaran guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa.
2) Pertemuan Kedua
Pertemuan kedua pada siklus I dilaksanakan pada hari selasa, membuka pembelajaran seperti biasanya memberikan salam pembuka, menanyakan kabar siswa dan mengabsensi. Guru meminta kepada masing- masing kelompok maju untuk mempresentasikan hasil diskusi bersama kelompok, sedangkan kelompok yang tidak maju diminta untuk memperhatikan dan melengkapi LKS berdasarkan hasil yang dipresentasikan.
Setelah semua kelompok maju, secara individu siswa diberikan waktu untuk mempersiapkan diri sebelum soal tes diberikan kepada siswa dengan jumlah 10 butir soal dalam bentuk pilihan ganda. Tujuan pemberian tes ini untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dibahas pada pertemuan pertama siklus I, waktu yang diberikan untuk menjawab soal tersebut dengan batas waktu 20 menit. Setelah waktu yang diberikan habis siswa diminta untuk mengumpulkan jawabannya.
Sebelumnya guru memberikan motivasi pada siswa untuk mempelajari materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.
c. Observasi/Pengamatan
1) Observasi Pelaksanaan Pembelajaran
Untuk memperoleh data pelaksanaan pembelajaran, peneliti mengawali kegiatan dengan menyusun program yang akan dilaksanakan pada dua kali pertemuan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3. 2 Data Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I
No Deskriptor Siklus I
1 Waktu
Pelaksanaan
Pertemuan I: Senin, 2 Mei 2016 Pertemuan II: Selasa, 3 Mei 2016 2 Sub Materi Sifat-sifat bangun ruang
3 Jam
Pelaksanaan
Pertemuan I: 07:30-09:15 Pertemuan II: 10:45-12:30
4 Indikator - Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang kubus, balok, prisma,
- Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang tabung, kerucut, dan limas
5 Jumlah Soal Tes
10 soal yang terdiri dari pilihan ganda
Hasil observasi diperoleh dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer (pengamat) dengan mengisi lembar observasi yang telah dipersiapkan sebelumnya yang bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan, hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer pada keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk siswa dan guru
berada pada tingkat keterlaksanaan dengan presentase mencapai 77,5 %.
Observasi terhadap keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan mengamati keterlaksanaan langkah-langkah pembelajaran yang dilaksanakan oleh siswa dan guru pada saat berlangsungnya proses pembelajaran.
2) Hasil Evaluasi Siklus 1
Data hasil belajar siswa diperoleh dari evaluasi pada siklus 1 selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 9. Secara ringkas hasil evaluasi belajar tersebut adalah sebagai berikut.
Tabel 3.3 Hasil Belajar Siswa di Siklus I pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V SDN Berangah Tahun Pelajaran 2015/2016.
No. Keterangan Jumlah
1. Jumlah siswa seluruhnya 24
2. Jumlah siswa yang ikut tes 24
3. Jumlah siswa yang tuntas 15
4. Jumlah siswa yang tidak tuntas 9
5. Nilai Tertinggi 90
6. Nilai Terendah 40
7. Nilai rata-rata siswa 69,58
8. Presentase ketuntasan klasikal (KK) 62,5%
Ketuntasan Tidak Tuntas
Tabel 3.3 menunjukkan bahwa dari 24 siswa kelas V SDN Beragah terdapat 15 siswa telah mencapai KKM dan 9 orang siswa yang masih di bawah KKM. Nilai tertinggi yang diperoleh adalah 90 sedangkan nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 40 dengan nilai rata-rata 69,58 dan
presentase ketuntasan klasikal 62,5 %. Hal ini menunjukkan hasil evaluasi pada siklus 1 belum mencapai standar ketuntasan klasikal yakni satu kelas dikatakan tuntas apabila≥85% siswa mencapai standar kelulusan.
d. Refleksi
Berdasarkan dari hasil observasi keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi hasil belajar pada siklus 1, maka perlu dilakukannya refleksi untuk memperbaiki kesalahan pada siklus sebelumnya.
1) Guru Kurang memotivasi siswa terkait dengan manfaat materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari
2) Siswa kurang fokus dalam menerima pelajaran sehingga sulit menanggapi pertanyaan dari guru dan mengajukan pertanyaan.
3) Kurangnya kepercayaan diri siswa apabila maju untuk mengemukakan hasil diskusi di depan teman-temannya.
4) Suasana kelas di tengah-tengah pembelajaran kurang kondusif sehingga suasana kelas menjadi ribut.
5) Kurangnya keseriusan dan kekompakan siswa saat kerja secara kelompok.
Adapun saran perbaikan demi kemajuan hasil pada siklus II.
Perbaikan yang akan dilakukan pada siklus II adalah: guru memberikan motivasi kepada siswa dengan menerapkan media yang dapat meningkatkan motivasi untuk belajar, siswa diarahkan untuk lebih fokus saat pembelajaran dan meningkatkan kepercayaan diri siswa dengan memuji hasil yang
diperoleh oleh siswa sebelumnya, menciptakan kelas yang kondusif dan menghadirkan suasana kerja kelompok yang memiliki kerja sama yang baik.
2. Hasil Penelitian Siklus II a. Perencanaan
Pembelajaran tindakan siklus II dilaksanakan berdasarakan hasil revisi dari siklus sebelumnya, peneliti mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RRP), lembar observasi keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran, bahan ajar berupa Lembar Kerja Siswa, dan lembar tes sebagai instrumen untuk mengevaluasi hasil belajar siswa. Pada siklus ini juga diterapkan model desain pembelajaran ADDIE
b. Pelaksanaan Tindakan
Proses pembelajaran pada siklus II dilaksanakan sesuai dengan jadwal pelajaran Matematika di sekolah yang bersangkutan dan dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan yaitu pada hari senin dan selasa tanggal 9 dan 10 Mei 2016 dengan materi menggambar bangun ruang dan jaring-jaring bangun ruang selama 3x35 menit pada tiap pertemuan. Siswa yang hadir sebanyak 24 orang, dan juga dilakukan observasi keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk guru dan siswa selama proses pembelajaran.
1) Pertemuan Pertama
Pada pertemuan ini, guru memberikan salam pembuka dan mengabsensi siswa, dan mempersiakan siswa secara fisik dan psikis untuk mengikuti pembelajaran supaya kelas menjadi kondusif. Guru mengajak siswa menyanyikan lagu ”bangun ruang”. Setelah menyampaikan tujuan
pembelajaran, guru memberikan pengantar tentang materi pokok uraian pelajaran.
Pada kegiatan inti, Siswa terbagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 4 siswa yang ketentuan pembagian kelompok berdasarkan pembelajaran kooperatif tipe team accelerate instruction (TAI) yang dipilih berdasarkan model desain pembelajaran ADDIE. Guru membagikan bahan ajar berupa lembar kerja siswa (LKS) yang dipilih berdasarkan model desain pembelajaran ADDIE. Siswa terlebih dahulu diberikan kesempatan untuk mempersiapkan alat dan bahan pembelajaran yang perlu dipersipkan untuk mengerjakan LKS. Kemudian siswa bersama kelompoknya berdiskusi dengan kelompoknya saling membagi tugas. Setelah selesai, guru memberikan keempatan kepada masing-masing kelompok menunjukkan hasil diskusi ke depan kelas. Guru langsung memberikan penilaian pada tiap kelompok setelah semua kelompok selesai presentasikan hasil diskusi.
Guru menyebutkan alat dan bahan yang harus dibawa untuk pertemuan berikutnya, siswa diberikan kesempatan oleh guru untuk mengemukakan pendapat tentang pembelajaran yang telah berlangsung.
Setelah itu, guru menginformasikan kepada siswa bahwa akan diadakan tes pada pertemuan kedua, kemudian guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa.
2) Pertemuan Kedua
Pertemuan kedua pada siklus I dilaksanakan pada hari selasa 10 Mei 2016, membuka pembelajaran seperti biasanya memberikan salam pembuka,
menanyakan kabar siswa dan mengabsensi. Guru mengajak siswa menyanyikan lagu “bangun ruang” supaya lebih menyenangkan. Guru memberikan tutorial kepada siswa dalam hal menggambar bagun ruang dan jaring-jaring bangun ruang sambil menjelaskan materi secara ringkas. Setelah selesai, siswa diberikan waktu untuk mempersiakan diri sebelum soal tes diberikan kepada siswa dengan jumlah 10 butir soal dalam bentuk pilihan ganda. Tujuan pemberian tes ini untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dibahas pada pertemuan pertama siklus II, waktu yang diberikan untuk menjawab soal tersebut. Setelah waktu yang diberikan habis siswa diminta untuk mengumplkan jawabannya. Sebelumnya guru memberikan motivasi pada siswa untuk mempelajari materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.
c. Observasi/Pengamatan dan Evaluasi 1) Observasi Pelaksanaan Pembelajaran
Untuk memperoleh data pelaksanaan pembelajaran, peneliti mengawali kegiatan dengan menyusun program yang akan dilaksanakan pada dua kali pertemuan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.4 Data Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II
No Deskriptor Siklus II
1 Waktu pelaksanaan Pertemuan I: Senin, 9 Mei 2016 Pertemuan II: Selasa, 10 Mei 2016 2 Sub materi Menggambar bangun ruang dan jaring-
jaring bangun ruang
3 Jam pelaksanaan Pertemuan I: 07:30-09:15 Pertemuan II: 10:45-12:30
4 Indikator - Menggambar bangun ruang
- Membuat jaring-jaring bangun ruang sederhana
5 Jumlah soal tes 10 soal yang terdiri dari pilihan ganda Hasil observasi pada siklus II diperoleh dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer (pengamat) dengan mengisi lembar observasi yang telah dipersiapkan sebelumnya yang bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan, hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer pada keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk siswa dan guru berada pada tingkat keterlaksanaan kualifikasi baik dengan presentase mencapai 87,49 %. Berdasarkan hal tersebut, dapat diartikan telah ada peningkatkan persentase keterlaksanaan pembelajaran pada siklus II ini.
2) Hasil Evaluasi Siklus 1I
Data hasil belajar siswa diperoleh dari evaluasi pada siklus II selengkapnya dapat dilihat pada lampiran. Secara ringkas hasil evaluasi belajar tersebut adalah sebagai berikut.
Tabel 3.5 Hasil Belajar Siswa di Siklus II pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V SDN Berangah Tahun Pelajaran 2015/2016.
No. Keterangan Jumlah
1. Jumlah siswa seluruhnya 24
2. Jumlah siswa yang ikut tes 24
3. Jumlah siswa yang tuntas 20
4. Jumlah siswa yang tidak tuntas 4
5. Nilai Tertinggi 100
6. Nilai Terendah 50
7. Nilai rata-rata siswa 77,5
8. Presentase ketuntasan klasikal (KK) 83,33%
Ketuntasan Tidak Tuntas
Tabel 3.5 di atas menunjukkan bahwa pada siklus II terjadi peningkatan dari siklus sebelumnya, karena dari 24 siswa kelas V SDN Beragah terdapat 20 siswa telah mencapai KKM dan 4 orang siswa yang masih di bawah KKM dengan perolehan nilai tertinggi yaitu 100 dan nilai terendah yaitu 50 dengan nilai rata-rata 78,75 dan presentase ketuntasan klasikal 83,33%. Hal ini menunjukkan hasil evaluasi pada siklus II telah terjadi peningkatan namun belum mencapai standar ketuntasan klasikal yakni
≥85%, maka akan dilanjutkan ke siklus ke tiga.
d. Refleksi
Berdasarkan dari hasil observasi keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi hasil belajar pada siklus II telah terjadi peningkatan dari siklus sebelumnya. Rata-rata skor nilai siswa pada siklus I mencapai 69,58 sedangkan rata-rata skor nilai siswa pada siklus II mencapai 77,5. Ketuntasan klasikal pada siklus II meningkat tapi belum mencapai standar ≥85% yakni sebanyak 83,33% yang artinya mengalami peningkatan dari siklus sebelumnya namun karena masih ada siswa yang masih belum tuntas secara individual maka akan dilanjutkan ke siklus berikutnya.
3. Hasil Penelitian Siklus III a. Tahap Perencanaan
Pembelajaran tindakan siklus III dilaksanakan berdasarakan hasil revisi dari siklus sebelumnya, peneliti mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RRP), lembar observasi keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran, bahan ajar berupa Lembar Kerja Siswa, dan lembar tes sebagai instrumen untuk mengevaluasi hasil belajar siswa. Pada siklus ini juga diterapkan model desain pembelajaran ADDIE
b. Pelaksanaan Tindakan
Proses pembelajaran pada siklus III dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan yaitu pada hari jumat dan sabtu pada tanggal 3 dan 4 Juni 2016 selama 3x35 menit pada tiap pertemuan. Siswa yang hadir sebanyak 24 orang, dan juga dilakukan observasi keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk guru dan siswa selama proses pembelajaran.
1) Pertemuan Pertama
Pada pertemuan ini, guru memberikan salam pembuka dan mengabsensi siswa, dan mempersiakan siswa secara fisik dan psikis untuk mengikuti pembelajaran supaya kelas menjadi kondusif. Setelah menyampaikan tujuan pembelajaran, guru memberikan pengantar tentang materi pokok uraian pelajaran dengan memberikan kertas origami kepada masing-masing siswa.
Pada kegiatan inti, Siswa terbagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 4 siswa yang ketentuan pembagian kelompok berdasarkan pembelajaran kooperatif tipe team accelerate instruction (TAI) yang dipilih berdasarkan
model desain pembelajaran ADDIE. Guru memberikan tutorial kepada siswa dalam melipat kertas sambil menjelaskan materi lipat. Guru kemudian membagikan bahan ajar berupa lembar kerja siswa (LKS) yang dipilih berdasarkan model desain pembelajaran ADDIE. Siswa terlebih dahulu diberikan kesempatan untuk mempersiapkan alat dan bahan pembelajaran yang perlu dipersipkan untuk mengerjakan LKS. Kemudian siswa bersama kelompoknya berdiskusi dengan kelompoknya saling membagi tugas. Setelah selesai, guru memberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok menunjukkan hasil diskusi ke depan kelas. Guru langsung memberikan penilaian pada tiap kelompok setelah semua kelompok selesai presentasikan hasil diskusi dan guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran dan menginformaskan bahwa akan diadakan tes pada pertemuan selajutnya kemudian guru memberikan kisi-kisi soal evaluasi, setelah itu guru menutup pelajaran.
2) Pertemuan Kedua
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 4 juni 2016, guru mengevaluasi siswa dengan memberikan soal tes kepada siswa dengan jumlah soal 10 bentuk soal yang diberikan adalah pilihan ganda. Tujuan pemberian tes ini untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dibahas pada siklus III pertemuan I. Guru membagikan soal kemudian siswa menjawabnya, dan jawabannya dikumpulakan oleh satu orang dan memberikannya kepada guru. Begitu pelajaran berakhir
sebelumnya guru berpesan agar siswa senantiasa belajar agar dapat meningkatkan hasil belajarnya.
c. Observasi/Pengamatan dan Evaluasi 1) Observasi Pelaksanaan Pembelajaran
Untuk memperoleh data pelaksanaan pembelajaran, peneliti mengawali kegiatan dengan menyusun program yang akan dilaksanakan pada dua kali pertemuan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3. 6 Data Pelaksanaan Pembelajaran Siklus III
No Deskriptor Siklus III
1 Waktu pelaksanaan Pertemuan I: jumat, 3 Juni 2016 Pertemuan II: Sabtu, 4 Juni 2016
2 Sub materi Simetri Lipat
3 Jam pelaksanaan Pertemuan I: 07:30-09:15 Pertemuan II: 10:45-12:30 4 Indikator Menunjukkan simetri lipat
Menentukan sifat- sifat simetri lipat 5 Jumlah soal tes 10 soal yang terdiri dari pilihan ganda
Hasil observasi pada siklus III diperoleh dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer (pengamat) dengan mengisi lembar observasi yang telah dipersiapkan sebelumnya yang bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).. Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan, hasil pengamatan yang dilakukan oleh
observer pada keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk siswa dan guru berada pada tingkat keterlaksanaan kualifikasi baik dengan presentase mencapai 97,91 %. Berdasarkan hal tersebut, dapat diartikan telah ada peningkatkan persentase keterlaksanaan pembelajaran pada siklus III ini.
3) Hasil Evaluasi Siklus III
Data hasil belajar siswa diperoleh dari evaluasi pada siklus III selengkapnya dapat dilihat pada lampiran. Secara ringkas hasil evaluasi belajar tersebut adalah sebagai berikut.
Tabel 3.7 Hasil belajar siswa di siklus III pada mata pelajaran Matematika kelas V SDN Berangah Tahun Pelajaran 2015/2016.
No. Keterangan Jumlah
1. Jumlah siswa seluruhnya 24
2. Jumlah siswa yang ikut tes 23
3. Jumlah siswa yang tuntas 22
4. Jumlah siswa yang tidak tuntas 1
5. Nilai Tertinggi 100
6. Nilai Terendah 60
7. Nilai rata-rata siswa 78,75
8. Presentase ketuntasan klasikal (KK) 91,67%
Ketuntasan Tuntas
Tabel di atas menunjukkan bahwa pada siklus III telah terjadi peningkatan dari siklus sebelunya, karena dari 24 siswa kelas V SDN Beragah terdapat 23 siswa telah mencapai KKM dan 1 orang siswa tidak tuntas dan 1 orang siswa tidak mengikuti tes dengan perolehan nilai tertinggi 100 dan terendah 60 dengan nilai rata-rata 78,75 serta presentase ketuntasan
klasikal mmencapai 91,67%. Hal ini menunjukkan hasil evaluasi pada siklus III telah melebihi standar ketuntasan klasikal yakni≥85%.
d. Refleksi
Berdasarkan dari hasil observasi keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi hasil belajar pada siklus III telah terjadi peningkatan dari siklus sebelumnya. Rata-rata skor nilai siswa pada siklus I mencapai 69,58 dan rata-rata skor nilai siswa pada siklus II mencapai 77,5.sedangkan pada siklus III mencapai 78,75, ini artinya telah terjadi peningkatan pada nilai rata-rata siswa pada tiap siklus.
Ketuntasan klasikal pada siklus III sudah melebihi standar ≥85%
yakni 91,83% yang artinya mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I dengan perolehan ketuntasan klasikal 62,5 % dan perolehan ketuntasan klasikal siklus II 83,33 %. Dengan demikian, penelitian ini berlangsung dalam tiga siklus karena sudah mencapai standar kelulusan.