• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

klasikal mmencapai 91,67%. Hal ini menunjukkan hasil evaluasi pada siklus III telah melebihi standar ketuntasan klasikal yakni≥85%.

d. Refleksi

Berdasarkan dari hasil observasi keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi hasil belajar pada siklus III telah terjadi peningkatan dari siklus sebelumnya. Rata-rata skor nilai siswa pada siklus I mencapai 69,58 dan rata-rata skor nilai siswa pada siklus II mencapai 77,5.sedangkan pada siklus III mencapai 78,75, ini artinya telah terjadi peningkatan pada nilai rata-rata siswa pada tiap siklus.

Ketuntasan klasikal pada siklus III sudah melebihi standar ≥85%

yakni 91,83% yang artinya mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I dengan perolehan ketuntasan klasikal 62,5 % dan perolehan ketuntasan klasikal siklus II 83,33 %. Dengan demikian, penelitian ini berlangsung dalam tiga siklus karena sudah mencapai standar kelulusan.

hasil belajar yang dianalisis berdasarkan hasil ulangan harian siswa. Setelah hasil analisis diperoleh mengarah kepada pembelajaran sebagai solusi untuk mengatasi masalah pembelajaran sehingga akan dilakukan analisis kebutuhan. Adapun yang dilakukan dalam hal ini yaitu, pertama mengetahui karakteristik siswa yang mengikuti pembelajaran yaitu berdasarkan teori piaget siswa berada pada usia antara 7 tahun sampai 11 atau 12 tahun sehingga berada pada tahap operasioal konkret, yang dapat mengembangkan kemampuan untuk mempertahankan, kemampuan mengelompokkan secara memadai, melakukan pengukuran, dan mengenali konsep angka.41

Mengembangkan potensi peserta didik secara optimal, karakteristik peserta didik dan implikasi terhadap pembelajaran yaitu murid belajar baik secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan temannya. Implikasi pandangan ini bagi usaha guru adalah : a) memberikan kesempatan belajar dalam kelompok untuk melatih kerja sama, b) memberikan kesempatan secara klasikal untuk memberi kesempatan saling bertukar gagasan, c) memberi kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan kegiatannya secara mandiri, d) melibatkan peserta didik dalam mengambil keputusan tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, dan e) mengerjakan bagaimana cara mempelajari.42 Adapun kompetensi yang akan dicapai oleh siswa adalah memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun. Kompetensi tersebut telah sesuai dengan silabus yang digunakan di sekolah yang bersangkutan. Hal-hal tersebut yang akan menjadi

41Sutarto dan Syarifuddin, Desain Pembelajaran Matematika, (Yogyakarta : Samudra Biru, 2013),h.21

42Ibid, h.36

pertimbangan pada langkah selanjutnya dalam model desain pembelaaran ADDIE yaitu pada tahan desain.

Langkah kedua dalam model desain pembelajaran ADDIE yaitu desain.

Pada langkah ini diperlukan adanya klarifikasi program pembelajaran yang berkaitan dengan kompetensi khusus, model, metode, bahan ajar dan strategi pembelajaran didesain sehingga program tersebut dapat mencapai tujuan pembelajaran seperti yang diharapkan. Adapun klarifikasi program pembelajaran pada tiap siklus yaitu:

Tabel 3.8 Klarifikasi program pembelajaran pada tiap siklus

SIKLUS I - Kompetensi Dasar:Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang, - Model pembelajaran : Model pembelajaran Kooperatif tipe

TAI (Team, Accelerate, Instruction).

- Metode pembelajaran : tanya jawab, kerja kelompok, dan penugasan

- Bahan Ajar : Lembar Kerja Siswa (LKS) - Media Pembelajaran : Bangun ruang

SIKLUS II - Kompetensi Dasar : menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang yang sederhana

- Model pembelajaran : Model pembelajaran Kooperatif tipe TAI (Team, Accelerate, Instruction).

- Metode pembelajaran : tutorial, tanya jawab, tanya jawab.

- Bahan Ajar : Lembar Kerja Siswa (LKS), Kertas berpetak.

- Media Pembelajaran : Gambar jaring-jaring bangun ruang SIKLUS III - Menyelidiki sifat-sifat kesebangunan dan simetri

- Model pembelajaran : Model pembelajaran Kooperatif tipe TAI (Team, Accelerate, Instruction).

- Metode pembelajaran : tutorial, tanya jawab, tanya jawab.

- Bahan Ajar : Lembar Kerja Siswa (LKS), Kertas lipat.

- Media Pembelajaran : Gambar bangun

Berdasarkan tabel 3.8 tersebut standar kompetensi yang akan dicapai oleh siswa pada siklus pertama yaitu mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang, siklus kedua yaitu menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana,

dan siklus ketiga yaitu menyelidiki sifat-sifat kesebangunan dan simetri berdasarkan pada standar kompetensi dasar yang disesuaikan dengan silabus mata pelajaran matematika yang digunakan di sekolah yang bersangkutan. Model pembeljaaran yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team, Accelerate, Instruction), merupakan pembelajaran dengan kelompok ynag memberikan informasi untuk memahami suatu konsep matematika.43 TAI dirancang khusus untuk megajarkan matematika. Dalam TAI ini peserta didik bekerja sama antar kelompok dalam usaha memecahkan masalah, dan diharapkan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran matematika akan meningkat sehingga hasil belajar peserta didik meningkat.

Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran disesuaikan tujuan pembelajaranm dan menetapkan metode disesuaikan kompenen pembelajaran yang lainnya sehingga dalam pembelajaran efektif. Adapun mengenai faktor yang mempengaruhi pemilian dan penentuan metode antara lain : a) tujuan yang hendak dicapai, b) materi pembelajaran, c) siswa, d) situasi, e) fasilias, dan f) guru.44 Metode pembelajaran tersebut turut menentukan keberhasilan proses pembelajaran.

Langkah ketiga dalam mengimplementasikan model desain pembelajaran ADDIE yaitu development (pengembangan). Langkah pengembangan meliputi memproduksi program dan bahan ajar yang digunakan dalam program pembelajaran. Program pembelajaran yang dikembangkan dalam hal ini adalah rencana pelaksanaan pembeljaran (RPP), dalam penelitian ini pada

43Sutarto dan Syarifuddin, Desain Pembelajaran Matematika, (Yogyakarta : Samudra Biru, 2013),h.129

44M.Sobry Sutikno, Belajar dan Pembelajaran (Lombok: Holistica, 2015), h.88

tiap siklus terdapat satu RPP yang dibuat untuk 2 kali pertemuan, sedangkan bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran adalah lembar kerja siswa (Student work sheet ) yang dipilih berdasarkan kesesuain dengan kompenen pembelajaran yang lainnya. Lembar kerja siswa adalah lembar-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. 45 LKS yang dibuat dalam penelitian ini adalah satu LKS untuk setiap siklus yang disesuaikan dengan materi pembelajaran. Keuntungan guru dalam menggunakannya adalah memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran, bagi siswa akan belajar secara mandiri dan belajar memahami an emnjalankan suatu tugas tertulis.

Langkah keempat dalam mengimplementasikan model desain pembelajaran ADDIE yaitu implementasi. Model desain pembelajaran ADDIE akan menciptakan aktivitas dan program pembelajaran yang efektif, efisien dan menarik. Langkah implementasi diasosiasikan dengan penyelenggaraan program pembelajaran yang diimplementasikan dalam pembelajaran yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas.

Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran dinyatakan dalam persentase. Hasil keterlaksanaan pembelajaran ini menggambarkan tentang tingkat ketercapaian rencana langkah pembelajaran. Persentase hasil keterlaksanaan pembelajaran dapat dilihat pada table 2.1 berikut :

Tabel 3.9 Persentase keterlaksanaan pembelajaran dengan menerapkan Model Desain Pembelajaran ADDIE

% Keterlaksanaan

RPP I RPP II RPP III Rata-rata

77,5 % 87,49 % 95,56 86,85 %

45Abdul majid, Perencanaan Pembelajaran, (Bandung : Remaja Rosdakarya,2012), h.176

Berdasarkan tabel 3.9 di atas rata-rata keterlaksanaan pembelajaran dari tiga rencana pelaksanaan pembelajaran dalam penelitian ini adalah 86,85 %, hal ini menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan model desain pembelajaran ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) dapat terlaksana dengan baik. Keterlaksanaan pembelajaran juga dapat dilihat dari proses persiklusnya. Pada siklus I persentase keterlaksanaan pembelajaran mencapai 77,5%. Pada siklus II persentase keterlaksanaan pembelajaran mencapai 87,49% mengalami peningkatan sebanyak 9,99 % dari siklus sebelumnya, dan pada siklus III mengalami peningkatan lagi sebanyak 8,07% sehingga persentase mencapai 95,56 % karena sudah diperbaiki kekurangan-kekurangannya dari siklus sebelumnya. Implementasi model desain pembelejaran ADDIE mengharapkan guru menciptakan aktivitas dalam pembelajaran yang efektif, efisien dan menarik.

Langkah terakhir dalam model desain pembelajaran ADDIE yaitu evaluasi (evaluation). Guru harus melakukan evaluasi terhadap hasil tes dan menetapkan ketuntasan belajar siswa. Hasil belajar siswa kelas V SDN Berangah tahun pelajaran 2015/2016 pada setiap siklus didapat dari hasil tes belajar menggunakan penerapan model desain pembelajaran ADDIE yang dilakukan pada setiap akhir siklus. secara sederhana data tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 3.10 Hasil Tes Belajar Siswa Per-siklus Menerapkan Model Desain Pembelajaran ADDIE

Siklus Jumlah Siswa Tuntas

Jumlah Siswa Tidak Tuntas

Nilai rata-rata Hasil Evaluasi

Ketuntasan Klasikal Hasil Evaluasi(%)

I 15 orang 7 orang 69,58 62,5 %

II 20 orang 3 orang 77,5 83,33 %

III 22 orang 1 orang

1 orang (sakit) 78,75 91,67 %

Tabel 3.10 di atas merupakan hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas V SDN Berangah Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah pada mata pelajaran matematika tahun pelajaran 2015/2016 dengan menerapkan model desain pembelajaran ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Evaluasi dipergunakan untuk menentukan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran. Alat evaluasi berupa tes obyektif pilihan ganda yang berjumlah 10 soal. Rata-rata hasil evaluasi belajar siswa pada siklus I yakni 69,58 dengan presentase ketuntasan klasikal sebesar 62,5%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil pada siklus I masih di bawah standar karena satu kelas dikatakan tuntas apabila ≥85% siswa sudah mencapai standar ketuntasan. Pada siklus II rata-rata hasil evaluasi belajar siswa sebesar 77,5 dengan presentase ketuntasan klasikal mencapai 83,33% terjadi peningkatan dari siklus sebelumnya sebanyak 20,83%. Sedangkan pada siklus III hasil evaluasi belajar siswa sebesar 78,75 dengan presentasi ketuntasan klasikal 91,67 % terjadi peningkatan dari siklus sebelumnya sebanyak 8,34 %. Data tersebut menggambarkan pada tiap

siklus terjadi peningkatan karena hasil yang diperoleh sudah mencapai kriteria ketuntasan yakni lebih dari 85% sehingga penelitian ini sampai pada siklus III.

Uraian di atas membuktikan bahwa terjadinya peningakatan hasil belajar siswa melalui penerapan model desain pembelajaran ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) pada mata pelajaran matematika.

Hal ini dikarenakan siswa ikut berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dan guru telah mampu menerapkan model desain pembelajaran ADDIE yang dilakukan secara sistematis dan sistemik sehingga pembelajaran menjadi efektif, efisien dan menarik. Terbukti bahwa presentase keterlaksanaan tencana pelaksanaan pembelajaran mengalami peningkatan pada tiap siklus dengan rata- rata nilai seperti yang telah dijelaskan di atas serta hasil belajar yang diperoleh siswa telah sesuai dengan yang diharapkan.

BAB IV

SIMPULAN DAN SARAN A. SIMPULAN

Simpulan dari hasil penelitian dan pembahasan adalah penerapan model desain pembelajaran ADDIE (Analysis, Design,Development, Implementation, and Evaluation ) pada mata pelajaran matematika kelas V SDN Berangah desa Belaka, Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Model desain ADDIE merupakan model desain pembelajaran yang inovatif karena memberikan proses belajar yang sistematis, efektif, dan efisien.

Hasil penelitian membuktikan terjadinya peningkatan hasil evaluasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II dan siklus III yakni rata-rata hasil evaluasi belajar siswa pada siklus I yakni 69,58 dengan presentase ketuntasan klasikal sebesar 62,5%.

Pada siklus II rata-rata hasil evaluasi belajar siswa sebesar 77,5 dengan presentase ketuntasan klasikal mencapai 83,33% terjadi peningkatan dari siklus sebelumnya sebanyak 20,83%. Sedangkan pada siklus III hasil evaluasi belajar siswa sebesar 78,75 dengan presentasi ketuntasan klasikal 91,67 % terjadi peningkatan dari siklus sebelumnya sebanyak 8,34 %. Data tersebut menggambarkan pada tiap siklus terjadi peningkatan karena hasil yang diperoleh sudah mencapai kriteria ketuntasan yakni lebih dari 85% sehingga penelitian ini sampai pada siklus III.

B. SARAN

Adapun saran-saran yang ingin dikemukakan oleh peneliti berdasar pada hasil penelitian yang dicapai adalah sebagai berikut:

63

1. Guru disarankan agar menambah wawasan mengenai model desain pembelajaran yang menjadikan dapat menerapkan model, strategi, metode dan bahan ajar yang lebih bervariasi dan dapat meningkatkan kreatifitas dalam menciptakan pembelajaran yang efektif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan hasil belajar siswa yang meningkat.

2. Kepala sekolah disarankan hendaknya lebih meningkatkan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan sekolah dan fasilitas yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas.

3. Peneliti lain yang ingin meneliti lebih lanjut diharapkan mencoba menerapkannya pada pokok bahasan materi atau mata pelajaran lain dengan cakupan yang lebih luas.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid. Perencanaan Pembelajaran, Bandung : Remaja Rosdakarya, 2012.

Ahmad Sutanto, Teori Belajar dan pembelajaran di Sekolah Dasar, Jakarta:

Prenada Media Group, 2015.

Alfira Mulya Astuti. Statistika Pendidikan, Mataram : IAIN Mataram, 2013.

Benny A. Pribadi. Model Desain system Pembelajaran, Jakarta : Dian Rakyat, 2011.

Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya, Bandung : Diponegoro, 2013.

Desmita. Psikologi Perkembangan Peserta Didik, Bandung : Remaja Rosdakarya, 2012.

Dewi Salma Prawiradilaga.2009 Prinsip Disain Pembelajaran, Jakarta : Kencana.

2009.

Hamdani. Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Pustaka Setia.2011

Hamzah B. Uno. 2012 Perencanaan Pembelajaran , Jakarta : Bumi Aksara, 2012 Hasil Obervasi Ulangan Harian Kelas V di SDN 1 Berangah, tanggal 17 Februari

2016

Irzani. Matematika I Yogyakarta:Kurnia salam sejahtera. 2011.

Kendiknas, Permen No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi, Jakarta:

Kemendiknas, 2006.

Kunanar. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers. 2008.

Muhibbin Syah. Psikologi Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya.2010

M. Sobry sutikno. Belajar dan Pembi8elajaran ”Upaya Kreatif dalam Mewujudkan Pembelajaran yang Berhasil”Lombok : Holistica.2014 Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT. Remaja

Rosdakarya.2010

Ni Md. Ari Dwipayanti. Pengaruh model pembelajaran ADDIE berbantuan media konkret terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 1 Pangkungparuk.Skripsi, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, 2013.

Oemar Hamalik. Psikologi belajar dan Mengajar, Jakarta : Sinar baru Algensindo, 2010.

Pupuh Fathurrahman dan Sobry Sutikno. Strategi Belajar Mengajar, Bandung:

Refika Aditama : 2010.

Purwanto. Evaluasi Hasil Belajar, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

Syahrudin. Pengaruh model pembelajaran ADDIE terhadap keterampilan berfikir kritis pada mata pelajaran IPA siswa kelas V di SDN 1 Ganti Tahun Pelajaran 2011/2012, Skripsi, Institut Agama Islam Negeri , Mataram, 2012.

Sutarto dan Syarifuddin. Desain Pembelajaran Matematika Yogyakarta : Samudra Biru. 2013.

Syahrir. Metodologi Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Naufan Pustaka.

2010.

Syaiful Bahri Djamarah. Psikologi Belajar, Jakarta : Rineka Cipta. 2008

Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif:Konsep, Landasan, dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan.

Jakarta:Kencana Prenada Media. 2010.

Wildan. Praktis Merancang Pembelajaran. Yogyakarta : Kurnia Kalam Semesta.

2012.

Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas Jakarta : Bumi Aksara. 2011.

Zainal Aqib. Menjadi Guru Profesional Berstandar Nasional, Bandung : Yrama Widya. 2009.

Zainal aqib,dkk. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Yrama Widya. 2011.

LAMPIRAN I

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SIKLUS I,II DAN III

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I Nama Sekolah : SDN Berangah

Mata Pelajaran : Matematika Kelas /Semester : V/II

Alokasi Pertemuan : 6x35 Menit (2xPertemuan) A. Standar Kompetensi

Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun B. Kompetensi Dasar

Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang C. Indikator

- Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang kubus, balok, prisma, - Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang tabung, kerucut, dan limas D. Tujuan Pembelajaran

- Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang kubus, balok, prisma, - Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang tabung, kerucut, dan limas E. Materi pembelajaran

Sifat-sifat bangun ruang

F. Model desain, Model, Metode pembelajaran

Model Desain Pembelajaran : Model Desain Pembelajaran ADDIE

Strategi pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Accelerate Instruction (TAI)

Metode pembelajaran : Tanya Jawab, Kerja Kelompok, dan Penugasan G. Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan Pertama a. Kegiatan Awal Apersepsi dan Motivasi :

- Menyampaikan salam pembuka menanyakan kabar siswa dan mengabsensi - Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses

pembelajaran

- Menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dipelajari.

b. Kegiatan Inti

- Guru menyiapkan materi bahan ajar yaitu Lembar Kerja Siswa berdasarkan model desain pembelajaran ADDIE yang akan diselesaikan oleh kelompok peserta didik

- Guru memberikan pengantar tentang materi yang akan dibahas kepada siswa dengan cara melakukan tanya jawab metode dipilih berdasarkan model desain pembelajaran ADDIE.

- Guru membentuk kelompok kecil yang hetererogen berdasarkan tetapi harmonis berdasarkan nilai ulangan harian peserta didik.

- Siswa terbagi menjadi 6 kelmpok yang terdiri dari 4-5 siswa yang ketentuan pembagian kelompok berdasarkan pembelajaran kooperatif tipe team accelerate instruction (TAI) yang dipilih berdasarkan model desain pembelajaran ADDIE.

- Siswa terlebih dahulu diberikan kesempatan untuk mengerjakan LKS secara individu dan guru memberikan bantuan secara individual bagi yang memerlukannya.

- Siswa bersama kelompoknya berdiskusi setelah LKS dikerjakan secara individu.

- Siswa bersama kelompok menyiapkan hal yang diperlukan untuk mempresentasekan hasil diskusi kelompok.

c. Penutup

- Guru menugaskan siswa melanjutkan persiapan untuk presentasi hasil kelompok di rumah

- Guru memberikan kesempatan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat tentang pembelajaran yang telah brelangsung dan pertanyaan terkait materi dan penugasan yang diberikan.

- Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa.

Pertemuan Kedua a. Kegiatan Awal Apersepsi dan Motivasi :

- Menyampaikan salam pembuka menanyakan kabar siswa dan mengabsensi - Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses

pembelajaran

- Menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dipelajari.

b. Kegiatan Inti

- Guru meminta kepada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi bersama kelompok

- Siswa yang telah ditunjuk sebagai ketua dari masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi sesuai dengan urutan presentasi yang telah ditentukan oleh guru.

- Siswa melengkapi Lembar Kerja Siswa berdasarkan dari hasil presentasi dari kelompok yang lain.

- Guru memberikan skor terhadap hasil kerja kelompok dan memberikan kriteria penghargaan terhadap kelompok yang berhasil dan unggul.

- Guru memberikan materi kembali secara singkat.

- Guru memberikan tes formatif kepada siswa sesuai dengan kompetensi yang ditentukan

c. Penutup

- Guru memberikan rangkuman materi oleh guru di akhir pembelajaran

- Guru memberikan kesempatan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat tentang pembelajaran yang telah berlangsung - Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya - Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa.

H. Media/Bahan Ajar

- Buku Gemar Matematika 5 untuk Kelas V SD/MI, terbitan Buku Sekolah Electronik (BCE)

- Buku Pedoman guru Matematika untuk SD/MI Semester II CV Hasan Pratama

- Macam-macam bentuk bangun ruang - Pengaris

- Kertas manila - Lem/lakban A. Penilaian

Jenis penilaian : tertulis Soal :

1. Apakah nama bangun ruang yang memiliki 12 rusuk yang sama panjang?

a. Balok c. Tabung

b. Kubus d. Prisma

2. Apa nama bangun ruang yang sama-sama memiliki 12 rusuk dan mmiliki titik sudut sebanyak 8 buah ?

a. Persegi dan kubus c. Balok dan kubus b. Kubus dan prisma d. Balok dan prisma 3. Berapa jumlah rusuk pada prisma segitiga?

a. 8 rusuk c. 10 rusuk

b. 9 rusuk d. 11 rusuk

4. Apa nama bangun ruang yang memeiliki lima titik sudut?

a. Balok c. Limas segi empat

b. Prisma tegak segitiga d. Limas segi tiga

5. Manakah yang merupakan sifat-sifat dari bangun ruang tabung ? a. Terdiri dari 4 sisi c. Memiliki satu rusuk b. Mempunyai 6 rusuk d. Tidak memiliki sudut 6. Bangun ruang yang memiliki satu titik puncak adalah...

a. Kerucut c. Tabung

b. Prisma tegak segitiga d. Balok 7. Berapakah jumlah sisi pada bangun ruang kerucut?

a. 2 sisi c. 6 sisi

b. 4 sisi d. 8 sisi

8. Bangun ruang yang memiliki dua buah sisi segitiga yang kongruen adalah...

a. Limas segitiga c. Limas segi empat b. Prisma tegak segitiga d. Limas segi lima 9. Sisi lengkung pada bangun ruang tabung disebut...

a. Lengkungan tabung c. Selimut tabung

b. Selimut ruang d. Lengkungan ruang tabung 10. Manakah yang merupakan sifat-sifat dari bangun ruang kerucut ?

a. Memiliki 4 titik sudut c. Memiliki 2 rusuk b. Memiliki 3 buah sisi d. Memiliki 1 rusuk

Kunci jawaban :

1. b. Kubus 6. a. Kerucut

2. c. Balok dan Kubus 7. a. 2 sisi

3. b. 9 Rusuk 8. b. Prisma tegak segitiga

4. c. Limas segi empat 9. c. Selimut tabung 5. d. Tidak memiliki sudut 10. d. Memiliki 1 rusuk

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS II Nama Sekolah : SDN Berangah

Mata Pelajaran : Matematika Kelas /Semester : V/II

Alokasi Pertemuan : 6x35 Menit (2xPertemuan) A. Standar Kompetensi

Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun B. Kompetensi Dasar

Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana C. Indikator

- Menggambar bangun ruang

- Membuat jaring-jaring bangun ruang sederhana D. Tujuan Pembelajaran

- Siswa dapat menggambar bangun ruang

- Siswa dapat membuat jaring-jaring bangun ruang sederhana E. Materi pembelajaran

Bangun ruang dan jaring-jaring bangun ruang sederhana F. Model desain, Model, Metode pembelajaran

Model Desain Pembelajaran : Model Desain Pembelajaran ADDIE

Strategi pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Accelerate Instruction (TAI)

Metode pembelajaran : Tutorial, penugasan, tanya jawab

G. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Pertama

a. Kegiatan Awal

Apersepsi dan Motivasi :

- Menyampaikan salam pembuka menanyakan kabar siswa dan mengabsensi - Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses

pembelajaran

- Menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dipelajari.

b. Kegiatan Inti

- Guru menyiapkan materi bahan ajar yaitu Lembar Kerja Siswa berdasarkan model desain pembelajaran ADDIE yang akan diselesaikan oleh kelompok peserta didik

- Guru memberikan pengantar tentang materi yang akan dibahas kepada siswa dengan cara melakukan tanya jawab metode dipilih berdasarkan model desain pembelajaran ADDIE.

- Guru membentuk kelompok kecil yang hetererogen berdasarkan tetapi harmonis berdasarkan nilai ulangan harian peserta didik.

- Siswa terbagi menjadi 6 kelmpok yang terdiri dari 4-5 siswa yang ketentuan pembagian kelompok berdasarkan pembelajaran kooperatif tipe team accelerate instruction (TAI) yang dipilih berdasarkan model desain pembelajaran ADDIE.

- Siswa terlebih dahulu diberikan kesempatan untuk mengerjakan LKS yang terkait dengan jaring-jaring bangun ruang secara individu dan guru memberikan bantuan secara individual bagi yang memerlukannya.

- Siswa bersama kelompoknya berdiskusi setelah LKS dikerjakan secara individu.

- Ketua kelompok mempresentasekan hasil diskusi kelompok.

- Guru memberikan skor terhadap hasil kerja kelompok dan memberikan kriteria penghargaan terhadap kelompok yang berhasil dan unggul.

- Guru memberikan materi kembali secara singkat.

c. Penutup

- Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat tentang pembelajaran yang telah berlangsung

- Guru meminta siswa membawa alat dan bahan yang telah ditentukan untuk menggambar bangun ruang pada pertemuan berikutnya.

- Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa.

Pertemuan Kedua a. Kegiatan Awal Apersepsi dan Motivasi :

- Menyampaikan salam pembuka menanyakan kabar siswa dan mengabsensi - Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses

pembelajaran

- Menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dipelajari.

- Guru bersama dengan siswa bersama-sama menyayikan lagu bangun ruang.

b. Kegiatan Inti

- Guru dan siswa bersama-sama menyiapkan alat dan bahan untuk materi menggambar bangun ruang

- Guru menerapkan metode tutorial yang dipilih berdasarkan model desain pembelajaran ADDIE kepada siswa dalam hal menggambar bangun ruang.

- Siswa menggambar bangun ruang berdasarkan tutorial dari guru.

- Guru membantu siswa yang kesulitan untuk menggambar bangun ruang.

- Guru meminta siswa untuk membuat ragkuman terkait dengan materi pembelajaran tentang bangun ruang

c. Penutup

- Guru menyampaikan kesimpulan terkait dengan materi pembelajaran

- Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat tentang pembelajaran yang telah berlangsung

- Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa.

Dokumen terkait