• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Aksioma 37.

Broadcasting Pramuka NHSCC

I Pulau

Lombok

Ponpes Harmain

Narmada 2016

38. Paper craf I Pulau Lombok

Ponpes Harmain

Narmada 2016

39. Nasyid I Pulau

Lombok

Ponpes Harmain

Narmada 2016

40. Book Hunter I Pulau Lombok

Ponpes Harmain

Narmada 2016

41. Busana

Muslimah Putri I Pulau Lombok

Ponpes Harmain

Narmada 2016

42. Kereta

Kelereng I Pulau

Lombok

Ponpes Harmain

Narmada 2016

43. Kolonel

Tongkat II Pulau

Lombok

Ponpes Harmain

Narmada 2016

44. Pionering Putri III Pulau Lombok

Ponpes Harmain

Narmada 2016

45. Paskibra Putra III Pulau Lombok

Ponpes Harmain

Narmada 2016

46. Pentas Seni

Putra/Putri II Pulau Lombok

Ponpes Harmain

Narmada 2016

47. Kontingen

Terbaik II Pulau

Lombok

Ponpes Harmain

Narmada 2016

48. LT 3 Tim Putri I Kota Mataram

Kwarcab Kota

Mataram 2016

49. LT 2 Tim Putri II Provinsi

NTB Provinsi NTB 2016

50.

Kejuaran Karate Terbuka antar Pelajar

II Provinsi

NTB Kwarda Provinsi NTB 2017

perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap perencanaan, yang dilakukan peneliti melakukan observasi yang dilakukan di MTs N 3 Mataram, pada hari senin tanggal 27 Maret 2017.

Pada tahap perencanaan ini, peneliti meminta izin penelitian dengan memberikan surat izin penelitian dari fakultas, kemudian untuk mengetahui data sekolah seperti sejarah MTs, visi dan misi, letak geografis, keadaan siswa, sarana dan prasarana madrasah. Selanjutnya observasi dilakukan dengan menemui guru al-Qur‟an Hadis yaitu Bapak Delun, S.PdI dan berkonsultasi mengenai jadwal, meminjam buku pelajaran al-Qur‟an Hadis kelas VIII, serta berkonsultasi mengenai perangkat pembelajaran yang akan dilakukan seperti rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat sebanyak dua kali pertemuan (pada siklus pertama).

Dari hasil observasi yang dilakukan maka jumlah subjek penelitian ada 39 siswa yang terdiri dari 24 orang laki-laki dan 15 orang perempuan.

Pada saat observasi tersebut, guru bidang studi al-Qur‟an Hadis juga memberikan data hasil ulangan harian siswa kelas VIII E pada materi pembelajaran perilaku menghindari sifat tamak. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 7

Analisis Data Hasil Pre Test

No. Nama Siswa Nilai Ketuntasan

Ya Tidak

1. Adelia Pramundita 85

2. Arfarhad Abyan 53

3. Ayu Suryantini 51

4. Bashaf Abi Pramana 51

5. Devi Andraeni 75

6. Dita Salsabila 64

7. Faeruz Ruzandi 32

8. Faizah 42

9. Fanika Ayu Dean 65

10. Farezal Haris 60

11. Husbaeni 62

12. Ikbal Maulana 71

13. Ilda sakila 76

14. Irwan Efendi 85

15. Mohammad Firdaus 76

16. Muhammad Ali Imron 56

17. Muhammad A‟zhom 51

18. Muhammad Faizin 55

19. Mujahidin 80

20. Mujahidin Jakfar Said 88

21. Muliadi 88

22. Murdiati 75

23. Nur Hidayah 74

24. Nurul Azmi 81

25. Prayogi Anugrah Saputrah 83 26. Rifki Irsyadul Ibad 80

27. Rusniati 66

28. Sabardi 77

29. Sahrul Reza 65

30. Safha Tasya Sathiya 56

31. Sapna Saputri 45

32. Selamet Roby Rahman 74

33. Sugiran 82

34. Supriadi 84

35. Uraihan Azhari 82

36. Wiwin Apriana 56

37. Yahya Abadi 76

38. Yuliana 62

39. Zafar Faris 82

Total nilai 2666

Nilai rata-rata 68,37

Nilai ulangan harian pada tabel tersebut dapat dijadikan sebagai nilai pre-test, karena nilai tersebut dihasilkan sebelum menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantu media audio-visual dengan materi pembelajaran yang sama yaitu tentang perilaku menghindari sifat tamak.

Dari daftar nilai hasil pre-test di atas, dapat diketahui analisis ketuntasannya sebagai berikut :

Diketahui:

Banyak Siswa yang tuntas : 18 Banyak Siswa yang tidak tuntas : 21 Banyak Siswa yang ikut tes : 39 Banyak Siswa yang tidak ikut tes : 0

Ketuntasan Klasikal

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII E sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantu media audio-visual. Untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantu media audio-visual, maka dilakukan penelitian tindakan kelas pada tanggal 29 Maret 2017 sampai dengan 12 April 2017 yang terdiri dari 2 siklus. Adapun data yang diperoleh ada dua yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif merupakan data yang berupa hasil observasi yang diperoleh selama pelaksanaan tindakan, sedangkan

data kuantitatif merupakan data hasil evaluasi pada akhir siklus untuk mengetahui berhasil atau tidaknya proses pembelajaran yang diukur dengan ketuntasan belajar siswa. Adapun yang dilakukan pada siklus I, yaitu:

1. Perencanaan

Hal pokok yang perlu disiapkan peneliti sebelum melaksanakan tindakan untuk siklus ini yaitu:

a. Mensosialisasikan tentang NHT yang berbantuan media audio-visual kepada guru al-Qur‟an Hadis.

b. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran model kooperatif tipe NHT berbantuan media audio-visual yang akan digunakan pada saat kegiatan dilaksanakan.

c. Menyusun lembar observasi, untuk mengamati dan mencatat aktivitas siswa dan guru selama proses belajar mengajar.

d. Menyiapkan lembar kerja siswa (LKS) sebagai bahan diskusi.

e. Menyusun alat evaluasi yaitu berupa tes untuk mengetahui hasil belajar siswa.

f. Menyiapkan kunci jawaban alat evaluasi.

2. Pelaksanaan Tindakan

Proses belajar mengajar pada siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan (tanggal 29 Maret 2017 dan 5 April 2017), dimana tiap pertemuan itu berlangsung 2 x 40 menit. Materi yang dibahas adalah tentang perilaku menghindari sifat tamak. Tes hasil belajar dilaksanakan pada

tanggal 5 April 2017. Adapun kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada tahap ini, yaitu:

a. Perkenalan dan mengecek kehadiran siswa.

b. Peneliti membentuk 6 kelompok dari 39 siswa yang masing-masing kelompok beranggotakan 6 sampai 7 siswa dan memberikan nomor pada tiap anggota kelompok secara berurutan.

c. Setelah itu menyampaikan tujuan pembelajaran, menjelaskan materi tamak dengan bantuan media audio-visual, seterusnya guru meminta siswa untuk duduk bersama anggota kelompok yang telah dibentuk.

d. Selanjutnya guru membagikan LKS pada masing-masing kelompok dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dengan anggota kelompoknya, dalam berdiskusi diharapkan untuk bekerjasama dan saling membantu apabila ada salah satu anggota kelompok yang belum mengerti.

e. Selama diskusi berlangsung guru memantau kerja tiap-tiap anggota kelompok dan membimbing siswa yang mengalami kesulitan.

f. Setelah selesai melaksanakan diskusi, guru memanggil nomor siswa yang telah ditentukan sebelumnya dan guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa tersebut menyangkut permasalahan yang dibahas pada kelompoknya.

g. Dari jawaban siswa guru menyimpulkan jawaban yang paling benar.

3. Hasil Observasi/Evaluasi a. Observasi

Hasil observasi dari pengamatan peneliti dengan mengisi lembar obsrevasi dalam proses belajar mengajar. Dari hasil observasi dan pengamatan yang dilakukan pada siklus I didapatkan bahwa proses pembelajaran berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

a) Hasil Observasi Guru

Dalam proses pembelajaran di kelas, guru melaksanakan kegiatan mengajar sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat, yaitu melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media audio-visual.

Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru pada siklus I pertemuan I kegiatan guru dikategorikan “aktif”. Hal ini terlihat dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh guru di dalam kelas, seperti pada indicator pendahuluan, guru mengecek kehadiran peserta didik, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memberikan motivasi kepada pesera didik. Pada indicator tahap pemahaman masalah, guru mengajukan suatu permasalahan yang rill yang berkaitan dengan sifat tamak kepada peserta didik kemudian memberikan penjelasan dengan menggunakan media audio visual, dan mengajukan pertanyaan untuk menguji pemahaman sebelumnya. Pada indicator pelaksanaan indicator kegiatan dalam LKS, guru membuat materi yang ada di dalam LKS sesuai dengan tujuan pembelajaran serta soal-soal yang ada dalam LKS juga sudah mencakup materi yang dibahas. Sedangkan pada

indicator pendamping siswa selama proses diskusi dan presentasi, guru mengajukan pertanyaan pada semua kelompok terkait dengan materi yang ada di LKS untuk merangsang siswa berpikir pada saat proses diskusi berlangsung kemudian guru memanggil siswa dengan nomor yang telah ditentukan sebelumnya dan memerintahkan siswa tersebut untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Pada siklus I pertemuan I ini guru mampu mengendalikan kondisi yang dapat mengganggu proses belajar mengajar, melakukan tanya jawab dengan siswa untuk menarik kesimpulan dari materi yang dipelajari, dan memberikan tugas yang harus dikerjakan untuk pertemuan selanjutnya. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4

Sedangkan pada pertemuan II siklus I aktivitas guru berdasarkan hasil observasi tersebut dikategorikan “sangat aktif”.

Hal ini terlihat dalam aktivitas guru selama proses pembelajaran meliputi, pada indicator pendahuluan guru mengecek kehadiran peserta didik, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memberikan motivasi kepada pesera didik. Pada indicator tahap pemahaman masalah, guru mengajukan suatu permasalahan yang rill yang berkaitan dengan sifat tamak kepada peserta didik kemudian memberikan penjelasan dengan menggunakan media audio visual, meminta peserta didik untuk menyebutkan beberapa contoh sifat tamak yang berada di lingkungan sekitar, dan

mengajukan pertanyaan untuk menguji pemahaman sebelumnya.

Pada indicator pelaksanaan indicator kegiatan dalam LKS, guru membuat materi yang ada di dalam LKS sesuai dengan tujuan pembelajaran serta soal-soal yang ada dalam LKS juga sudah mencakup materi yang dibahas. Sedangkan pada indicator pendamping siswa selama proses diskusi dan presentasi, guru mengajukan pertanyaan pada semua kelompok terkait dengan materi yang ada di LKS untuk merangsang siswa berpikir pada saat proses diskusi berlangsung kemudian guru memanggil siswa dengan nomor yang telah ditentukan sebelumnya dan memerintahkan siswa tersebut untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Pada siklus I pertemuan II ini guru mampu mengendalikan kondisi yang dapat mengganggu proses belajar mengajar, menciptakan proses belajar yang menyenangkan, melakukan tanya jawab dengan siswa untuk menarik kesimpulan dari materi yang dipelajari, dan memperbaiki kesimpulan siswa yang masih kurang. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 5.

Berdasarkan hasil analisis data aktivitas guru yang dilakukan pada pertemuan I dan II siklus I ini (pada lampiran 12), dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru pada siklus I ini tergolong aktif.

b) Hasil Observasi Siswa

Aktivitas siswa dalam pembelajaran dinilai melalui lembar observasi. Adapun ringkasan hasil obsrevasi aktivitas siswa siklus I dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 8

Hasil Analisis Data Aktivitas Belajar Siswa Siklus I Siklus I Banyak

Siswa

Jumlah Skor Indikator

Kategori Keaktifan

Pertemuan I 39 13,2 Cukup Aktif

Pertemuan II 39 15,8 Cukup Aktif

Rata-rata 14,5 Cukup Aktif

Dari tabel di atas terlihat bahwa aktivitas siswa pada pertemuan pertama siklus I tergolong cukup aktif. Pada pertemuan I ini, antusias siswa yang terlihat di dalam mengikuti kegiagatan pembelajaran meliputi 51%-75% siswa memperhatikan pelajaran dengan seksama selama proses belajar mengajar, 25%-50% siswa tidak ragu-ragu dalam merespon, dan 25%-50% siswa tidak terpengaruh dengan situasi kelas yang mengganggu proses pembelajaran. Interaksi siswa dengan guru yang terlihat selama proses pembelajaran meliputi 25%-50% siswa berusaha menjawab pertanyaan guru dengan benar, 25%-50% siswa mengajukan pertanyaan yang dianggap belum jelas, dan 25%-50% siswa mengemukakan pendapat pada guru. Dalam bekerja sama dalam kelompok terlihat bahwa 25%-50% siswa melakukan pembagian tugas dalam kelompok, 25%-50% siswa saling membantu dalam kelompok, dan 51%-75% siswa mengerjakan tugas dengan

seksama dengan kelompoknya. Adapun aktivitas siswa dalam diskusi kelompok yang terlihat meliputi 25%-50% siswa mencoba mengemukakan pendapat dalam diskusi, 25%-50% siswa berusaha memberikan tanggapan lain setiap ada pertanyaan, dan 51%-75%

siswa mencoba menanggapi pendapat dari temannya. Sedangkan aktivitas lain siswa dalam mengikuti pelajaran juga terlihat seperti 25%-50% siswa mengajukan tangan untuk maju mengerjakan tugas, 25%-50% siswa mencoba memperbaiki kesalahan temannya,dan 51%-75% siswa mencatat penjelasan yang penting dari guru atau siswa lainnya. Pada saat proses pembelajaran akan berakhir, pada pertemuan I siklus I ini juga terlihat bahwa 25%- 50% siswa mencoba menyimpulkan materi yang dibahas, 25%- 50% siswa mencoba memperbaiki kesimpulan yang salah, dan 25%-50% siswa mencatat ringkasan atau kesimpulan yang diberikan oleh guru. Data selengkapnya ada pada lampiran 7.

Sedangkan aktivitas siswa pada pertemuan II siklus I tergolong cukup aktif. Pada pertemuan kedua ini, antusias siswa yang terlihat di dalam mengikuti kegiagatan pembelajaran meliputi 51%-75% siswa memperhatikan pelajaran dengan seksama selama proses belajar mengajar, 25%-50% siswa tidak ragu-ragu dalam merespon, dan 51%-75% siswa tidak terpengaruh dengan situasi kelas yang mengganggu proses pembelajaran. Interaksi siswa dengan guru yang terlihat selama proses pembelajaran meliputi

51%-75% siswa berusaha menjawab pertanyaan guru dengan benar, 25%-50% siswa mengajukan pertanyaan yang dianggap belum jelas, dan 25%-50% siswa mengemukakan pendapat pada guru. Dalam bekerja sama dalam kelompok terlihat bahwa 51%- 75% siswa melakukan pembagian tugas dalam kelompok, 51%- 75% siswa saling membantu dalam kelompok, dan 51%-75% siswa mengerjakan tugas dengan seksama dengan kelompoknya. Adapun aktivitas siswa dalam diskusi kelompok yang terlihat meliputi 51%-75% siswa mencoba mengemukakan pendapat dalam diskusi, 25%-50% siswa berusaha memberikan tanggapan lain setiap ada pertanyaan, dan 51%-75% siswa mencoba menanggapi pendapat dari temannya. Sedangkan aktivitas lain siswa dalam mengikuti pelajaran juga terlihat seperti 25%-50% siswa mengajukan tangan untuk maju mengerjakan tugas, 25%-50% siswa mencoba memperbaiki kesalahan temannya,dan 51%-75% siswa mencatat penjelasan yang penting dari guru atau siswa lainnya. Pada saat proses pembelajaran akan berakhir, pada pertemuan II siklus I ini juga terlihat bahwa 51%-75% siswa mencoba menyimpulkan materi yang dibahas, 51%-75% siswa mencoba memperbaiki kesimpulan yang salah, dan 51%-75% siswa mencatat ringkasan atau kesimpulan yang diberikan oleh guru. Data selengkapnya ada pada lampiran 8.

Berdasarkan hasil analisis data aktivitas siswa pada pertemuan I dan II siklus I (pada lampiran 13), dapat disimpulkan bahwa, aktivitas siswa pada siklus I tergolong cukup aktif.

b. Evaluasi

Setelah proses pembelajaran pada siklus I selesai dilaksanakan maka dilakukan evaluasi yang diberikan dalam bentuk 5 soal pilihan ganda dan 5 soal essay (terlampir di lampiran 10). Selanjutnya hasil analisis evaluasi siklus I dapat terlihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 9

Data Hasil Belajar Siswa Siklus I

No. Nama Siswa Nilai Ketuntasan

Ya Tidak

1. Adelia Pramundita 79

2. Arfarhad Abyan 67

3. Ayu Suryantini 70

4. Bashaf Abi Pramana 66

5. Devi Andraeni 78

6. Dita Salsabila 68

7. Faeruz Ruzandi 61

8. Faizah 66

9. Fanika Ayu Dean 78

10. Farezal Haris 75

11. Husbaeni 76

12. Ikbal Maulana 80

13. Ilda sakila 79

14. Irwan Efendi 83

15. Mohammad Firdaus 79

16. Muhammad Ali Imron 73

17. Muhammad A‟zhom 66

18. Muhammad Faizin 68

19. Mujahidin 76

20. Mujahidin Jakfar Said 85

21. Muliadi 83

22. Murdiati 80

23. Nur Hidayah 83

24. Nurul Azmi 86

25. Prayogi Anugrah Saputrah 82 26. Rifki Irsyadul Ibad 76

27. Rusniati 78

28. Sabardi 75

29. Sahrul Reza 73

30. Safha Tasya Sathiya 73

31. Sapna Saputri 62

32. Selamet Roby Rahman 78

33. Sugiran 82

34. Supriadi 83

35. Uraihan Azhari 80

36. Wiwin Apriana 73

37. Yahya Abadi 79

38. Yuliana 76

39. Zafar Faris 82

Total nilai 2957

Nilai rata-rata 75,82

Analisis Ketuntasan:

Banyak Siswa yang tuntas : 26 Banyak Siswa yang tidak tuntas : 13 Banyak Siswa yang ikut tes : 39 Banyak Siswa yang tidak ikut tes : 0

Ketuntasan Klasikal

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa ketuntasan belajar yang dicapai siswa adalah sudah mencapai nilai KKM, dimana nilai KKM di MTs Negeri 3 Mataram adalah 75. Siswa yang ikut tes sebanyak 39 siswa, 13 orang yang tidak tuntas, dan sisanya yaitu 26 orang dapat

dikatakan tuntas. Setelah melakukan tes evaluasi terlihat bahwa nilai rata-ratanya mencapai 75,82. Dari persentase ketuntasan yang diperoleh juga belum memenuhi indikator kinerja (85%) yaitu hanya 66,67%.

Perbedaan antara pre-test dengan post-tes pada siklus I ini dapat diketahui menggunakan rumus efektivitas treatment di bawah ini:

t =

nilai Md (7,461), (2.967,692) dan N (39) (diperoleh dari hasil perhitungan yang dapat dilihat pada lampiran 18) setelah dimasukkan ke dalam rumus efektivitas treatment, terlihat bahwa:

t =

=

=

= 5,273

Nilai t hitung (5, 273) setelah dikonsultasikan dengan tabel nilai (2,024 pada uji dua pihak dengan df = 38) lebih besar dibandingkan dengan t tabel. Karena t hitung (5,273) lebih besar dari t tabel (2,024), maka hasil post-test dapat dikatakan lebih signifikan.

Meskipun nilai rata-rata kelas VIII E di atas KKM dan nilai post-test tergolong signifikan, tetapi aktivitas siswa masih cukup aktif,

yaitu sebanyak 24 orang siswa yang aktif dan persentase ketuntasan yang diperoleh juga belum memenuhi indikator kinerja (85%),hanya 66,67%

yaitu sebanyak 26 orang siswa yang tuntas. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan pada siklus berikutmya yaitu siklus II.

4. Refleksi

Refleksi atau analisis terhadap hasil tindakan pada siklus I di laksanakan pada hari Sabtu 1 April 2017 di MTs N 3 Mataram bersama dengan guru bidang studi al-Qur‟an Hadis kelas VIII. Kegiatan refleksi ini mendiskusikan hasil penelitian tindakan kelas siklus I dan diperoleh kesepakatan bahwa pada siklus I untuk mengendalikan tindakan belajar masih terdapat beberapa kekurangan-kekurangan.

Kekurangan-kekurangan tersebut meliputi:

- Guru masih kurang dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif.

- Siswa kurang berani bertanya walaupun masih belum jelas.

- Intraksi siswa dengan guru belum tampak.

- Kurangnya aktivitas siswa dalam diskusi kelompok.

Kekurangan-kekurangan pada siklus I ini akan dievaluasi dan solusi dari kekurangan-kekurangan pada siklus I ini akan digunakan pada siklus selanjutnya yaitu siklus II.

Adapun hal-hal yang dilakukan pada siklus II, yaitu:

1. Perencanaan

Perencanaan tindakan kelas siklus II, yang berkaitan dengan model ,strategi, pendekatan dan tindakan pembelajaran berdasarkan perencanaan pada siklus I yang telah direvisi.

Materi ajar yang disampaikan pada siklus II ini adalah tentang perilaku menghindari sifat tamak.

Hal pokok yang perlu disiapkan peneliti sebelum melaksanakan tindakan untuk siklus ini yaitu:

a. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran model kooperatif tipe NHT berbantuan media audio-visual berdasarkan hasil revisi pada siklus I yang akan digunakan pada saat kegiatan dilaksanakan.

b. Menyiapkan lembar kerja siswa (LKS) sebagai bahan diskusi.

c. Menyusun alat evaluasi yaitu berupa tes untuk mengetahui hasil belajar siswa.

d. Menyiapkan kunci jawaban alat evaluasi.

2. Pelaksanaan Tindakan

Proses belajar mengajar pada siklus II dilaksanakan dalam satu kali pertemuan (12 April 2017), di mana pertemuan itu berlangsung 2 x 40 menit. Materi yang dibahas sama dengan saat pre- test dan siklus I yaitu tentang perilaku menghindari sifat tamak. Tes hasil belajar dilaksanakan pada tanggal 12 April 2017. Adapun kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada tahap ini, yaitu:

a. Mengecek kehadiran siswa.

b. Setelah itu guru meminta siswa untuk duduk bersama anggota kelompok yang telah dibentuk. Kemudian setiap siswa memperhatikan sebuah peristiwa yang berkaitan dengan perilaku menghindari sifat tamak menggunakan media audio-visual (video).

c. Setelah itu guru meminta siswa untuk berdiskusi tentang peristiwa tersebut dan membagikan LKS pada masing-masing kelompok dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dengan anggota kelompoknya, dalam berdiskusi diharapkan untuk bekerjasama dan saling membantu apabila ada salah satu anggota kelompok yang belum mengerti.

d. Selama diskusi berlangsung guru memantau kerja tiap-tiap anggota kelompok dan membimbing siswa yang mengalami kesulitan.

e. Setelah selesai melaksanakan diskusi, guru memanggil nomor siswa yang telah ditentukan sebelumnya dan guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa tersebut menyangkut permasalahan yang dibahas pada kelompoknya.

f. Dari jawaban siswa guru menyimpulkan jawaban yang paling benar.

3. Hasil Observasi/Evaluasi a. Hasil Observasi Guru

Dalam proses pembelajaran di kelas, guru melaksanakan kegiatan mengajar sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah

dibuat, yaitu melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media audio-visual.

Dari hasil observasi kegiatan guru dapat dilihat bahwa kegiatan yang telah dilaksanakan guru adalah memberikan motivasi dan apersepsi, memberikan pendampingan pada saat kegiatan belajar mengajar dan penggunaan alokasi waktu sudah sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun.

Berdasarkan hasil observasi tersebut kegiatan guru dikategorikan

“sangat aktif”. Hal ini terlihat dalam aktivitas guru selama proses pembelajaran meliputi, pada indicator pendahuluan guru mengecek kehadiran peserta didik, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memberikan motivasi kepada pesera didik. Pada indicator tahap pemahaman masalah, guru mengajukan suatu permasalahan yang rill yang berkaitan dengan sifat tamak kepada peserta didik kemudian memberikan penjelasan dengan menggunakan media audio visual, dan mengajukan pertanyaan untuk menguji pemahaman sebelumnya. Pada indicator pelaksanaan indicator kegiatan dalam LKS, guru membuat materi yang ada di dalam LKS sesuai dengan tujuan pembelajaran serta soal-soal yang ada dalam LKS juga sudah mencakup materi yang dibahas. Sedangkan pada indicator pendamping siswa selama proses diskusi dan presentasi, guru mengajukan pertanyaan pada semua kelompok terkait dengan materi yang ada di LKS untuk merangsang siswa berpikir pada saat

proses diskusi berlangsung kemudian guru memanggil siswa dengan nomor yang telah ditentukan sebelumnya dan memerintahkan siswa tersebut untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Pada siklus II ini guru mampu mengendalikan kondisi yang dapat mengganggu proses belajar mengajar, menciptakan proses belajar yang menyenangkan, melakukan tanya jawab dengan siswa untuk menarik kesimpulan dari materi yang dipelajari, dan memperbaiki kesimpulan siswa yang masih kurang. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6.

Berdasarkan hasil analisis data aktivitas guru yang dilakukan pada siklus dua ini (pada lampiran 12), dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru pada siklus II ini tergolong sangat aktif.

b. Hasil Observasi Siswa

Aktivitas siswa dalam pembelajaran dinilai melalui lembar observasi. Adapun ringkasan hasil obsrevasi aktivitas siswa siklus II dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 10

Hasil Analisis Data Aktivitas Belajar Siswa Siklus II Siklus II Banyak

Siswa

Jumlah Skor Indikator

Kategori Keaktifan

Pertemuan I 39 18,9 Aktif

Rata-rata 18,9 Aktif

Dari tabel di atas terlihat bahwa dalam siklus II ini proses pembelajaran dilakukan satu kali pertemuan. Aktivitas siswa pada siklus II tergolong aktif. Pada siklus II ini terlihat bahwa aktivitas

siswa meningkat dari siklus sebelumnya, yaitu antusias siswa yang terlihat di dalam mengikuti kegiagatan pembelajaran meliputi 51%- 75% siswa memperhatikan pelajaran dengan seksama selama proses belajar mengajar, 51%-75% siswa tidak ragu-ragu dalam merespon, dan 51%-75% siswa tidak terpengaruh dengan situasi kelas yang mengganggu proses pembelajaran. Interaksi siswa dengan guru yang terlihat selama proses pembelajaran meliputi 51%-75% siswa berusaha menjawab pertanyaan guru dengan benar, 51%-75% siswa mengajukan pertanyaan yang dianggap belum jelas, dan 51%-75% siswa mengemukakan pendapat pada guru. Dalam bekerja sama dalam kelompok terlihat bahwa 51%- 75% siswa melakukan pembagian tugas dalam kelompok, 51%- 75% siswa saling membantu dalam kelompok, dan lebih dari 75%

siswa mengerjakan tugas dengan seksama dengan kelompoknya.

Adapun aktivitas siswa dalam diskusi kelompok yang terlihat meliputi 51%-75% siswa mencoba mengemukakan pendapat dalam diskusi, 51%-75% siswa berusaha memberikan tanggapan lain setiap ada pertanyaan, dan lebih dari 75% siswa mencoba menanggapi pendapat dari temannya. Sedangkan aktivitas lain siswa dalam mengikuti pelajaran juga terlihat seperti 51%-75%

siswa mengajukan tangan untuk maju mengerjakan tugas, 51%- 75% siswa mencoba memperbaiki kesalahan temannya,dan lebih dari 75% siswa mencatat penjelasan yang penting dari guru atau

Dokumen terkait