BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Kegiatan penelitian pada siklus 1 dilaksanakan sekali pertemuan yaitu pada tanggal 24 Februari 2020. Hasil penelitian diperoleh dalam empat tahap pembelajaran yang dilakukan selama proses belajar mengajar di kelas. Tahapan-tahapan tersebut diuraikan sebagai berikut:
a. Tahap perencanaan
Dalam hal ini tahap awal dilakukan dalam penelitian ini adalah mempersiapkan segala keperluan yaitu perangkat instrumen berupa: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar observasi aktivitas guru dan siswa setiap siklus.
b. Tahap pelaksanaan (Tindakan)
Pelaksanaan penelitian dilakukan pada hari Senin tanggal 24 Februari 2020. Selanjutnya peneliti dalam hal ini melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan RPP yang telah direncanakan oleh peneliti.
Dalam pembelajaran peneliti bertindak sebagai guru dengan memberikan apersepsi dan motivasi serta menyampaikan materi pembelajaran secara umum, kemudian dilanjutkan dengan membagi siswa ke dalam 7 kelompok.
Masing-masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang.
Setelah siswa duduk bersama kelompok, peneliti membagikan materi-materi yang telah disiapkan kepada ketua kelompok untuk didiskusikan dalam kelompok masing-masing. Setelah
selesai berdiskusi peneliti membagikan kertas kepada semua siswa untuk membuat satu pertanyaan. Setelah selesai membuat pertanyaan, kertas yang berisi pertanyaan tadi di gulung menjadi seperti bola. Kemudian bola kertas tersebut di lemparkan kepada kelompok lain. Siswa yang mendapatkan bola kertas tadi menjawab pertanyaan tersebut sesuai arahan dari guru.
Kemudian guru memberikan penjelasan ulang dan penegasan pada materi yang kurang dimengerti. Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, kemudian guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran.
Pada kegiatan akhir, guru membagikan angket untuk mengetahui sejauh mana motivasi belajar siswa. Selanjutnya guru memberitahu materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.
c. Tahap pengamatan
Setelah guru melaksanakan tindakan selama siklus 1 di kelas VII-B MTs Putri Al-Ishlahuddiny Kediri dengan menggunkan model pembelajaran snowball throwing pada materi shalat jamak. Berdasarkan hasil pengamatan tentang aktivitas guru dan siswa pada siklus 1 dapat dilihat pada table di bawah ini.
Tabel 4.6 Hasil pengamatan aktivitas guru siklus 1
No Aspek yang diamati Skor
penilaian
Kategori 1. Pendahuluan
a. Guru mengucap salam. 4 Sangat baik
b. Guru mengabsensi siswa. 3 Baik
c. Guru mengapersepsi. 3 Baik
d. Guru memotifasi siswa. 3 Baik
2 Kegiatan Inti
a. Guru menggunakan RPP. 3 Baik
b. Guru memberikan manfaat dan tujuan pembelajaran.
3 Baik
c. Guru mendeskripsikan secara singkat tentang materi pembelajaran.
3 Baik
d. Guru mengkaitkan materi dengan pengetahuan yang lain yang relevan.
3 Baik
3. Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Snowball Throwing.
a. Guru menggunakan pendekatan model pembelajaran snowball throwing.
3 Baik
b. Guru mengarahkan siswa untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang siswa.
3 Baik
c. Setelah terbentuk kelompok, guru menentukan satu ketua masing- masing kelompok.
3 Baik
d. Setelah itu guru memanggil masing-masing ketua kelompok untuk diberikan materi.
3 Baik
e. Setelah masing-masing ketuan kelompok mendapat materi guru memerintahkan masing masing ketua kelompok menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok masing-masing.
3 Baik
f. Guru memerintahkan peserta didik untuk mendiskusikan materi masing-masing.
3 Baik
g. Setelah selesai waktu diberikan untuk berdiskusi guru memerintahkan untuk membuat pertanyaan disebuah kertas kecil yang digulung membentuk bola.
3 Baik
h. Setelah semua membuat pertanyaan guru dan peserta didik mulai melakukan pembelajaran dengan melempar bola salju keteman kelompok lain.
3 Baik
i. Guru beserta siswa menyimpulkan hasil dari pembelajaran sesuai dengan materi yang di ajarkan.
3 Baik
4 Penggunaan Waktu Dan Media Pembelajaran a. Guru melaksanakan pembelajaran
sesuai alokasi waktu yang sudah ditentukan.
3 Baik
b. Guru menggunkan media dalam pembelajaran.
3 Baik
c. Guru melibatkan siswa dalam
menggunakan media
pembelajaran.
3 Baik
5. Pembelajaran Memicu Keaktifan Siswa a. Guru menumbuhkan rasa partisifasi aktif siswa dalam pembelajaran.
3 Baik
b. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk menanyakan tentang materi yang belum dipahami dalam pendiskusian.
3 Baik
c. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk memberikan tanggapan terhadap permasalahan yang belum dipahami oleh siswa lain.
3 Baik
d. Guru memberikan lembaran evaluasi kepada siswa.
3 Baik
6. Penutup
a. Guru memberikan apresiasi kepada kelompok terbaik selama
3 Baik
proses pembelajaran.
b. Guru memberikan tugas rumah. 3 Baik c. Guru menutup pelajaran bersama
siswa dengan membaca doa kafaratul majlis.
3 Baik
d. Guru mengucap salam. 4 Sangat baik
Jumlah 87
Nilai rata-rata 3,10
Presentase 77,6 %
Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru pada pelaksanaan pembelajaran siklus I yaitu 77, 6% dari hasil aktivitas guru yang telah diamati dengan kategori baik. Maka dapat disimpulkan aktivitas guru pada siklus I belum mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Keterangan skor
4= Baik sekali (dilakukan, sesuai aspek, efektif, tepat waktu).
3= Baik (dilakukan, sesuai aspek, efektif, tidak tepat waktu).
2= Cukup (dilakukan, tidak sesuai aspek, tidak efektif, tidak tepat waktu).
1= Kurang (tidak dilakukan, tidak sesuai aspek, tidak efektif, tidak tepat waktu).
Rumus mencari presentase aktivitas guru P = x 100%
P = x100%
P =77,6%
Tabel 4.7 hasil pengamatan aktivitas siswa siklus 1
No Idikator penilaian Skor
Penilaian
Kategori
1. Siswa menjawab salam dari guru. 4 Sangat baik 2. Siswa mendengarkan guru sedang
mengabsen.
2 Cukup baik
3. Siswa mendengarkan motifasi guru secara seksama.
2 Cukup baik
4. Siswa mendengarkan dengan seksama manfaat dan tujuan pembelajaran.
1 Kurang baik
5. Siswa membentuk kelompok. 3 Baik
6. Masing-masing ketua kelompok diberi penjelasan materi oleh guru.
3 Baik
7. Masing-masing ketua kelompok kembali kekelompok untuk menjelaskan materi yang disampaikan guru kepada temanya.
2 Cukup baik
8. Siswa mendiskusikan mengenai bagian materi yang
sudahdibagikan.
3 Baik
9. Masing-masing kelompok
diberikan satu lembar kertas kerja untuk menuliskan pertanyaan yang menyangkut materi.
3 Baik
10. Masing-masing siswa
menggulung kertas dalam bentuk bola.
3 Baik
11. Masing-masing kelompok melempar bola pertanyaan kekelompok lain.
3 Baik
12. Kelompok dapat melakukan proses pembelajaran dengan baik.
3 Baik
13. Guru dan siswa menyimpulkan hasil dari pembelajaran.
2 Cukup baik
14. Siswa menggunakan media pembelajaran.
3 Baik
15. Siswa menanyakan tentang materi yang belum dipahami.
2 Cukup baik
16. Siswa menanggapi permasalahan yang belum dipahami oleh siswa lain.
2 Cukup baik
17. Guru memberikan apreasi kepada kelompok terbaik.
4 Sangat baik
Jumlah 45
Nilai Rata-rata 2,64
Presentase 66,1 %
Keterangan skor
4= Baik sekali (dilakukan, sesuai aspek, efektif, tepat waktu).
3= Baik (dilakukan, sesuai aspek, efektif, tidak tepat waktu).
2= Cukup (dilakukan, tidak sesuai aspek, tidak efektif, tiak tepat waktu).
1= Kurang (tidak dilakukan, tidak sesuai aspek, tidak efektif, tidak tepat waktu).53 Rumus mencari presentase aktivitas siswa
P = x 100%
P = x 100%
P = 66,1%
Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa pada pelaksanaan pembelajaran siklus I yaitu 66,1% dari hasil aktivitas siswa yang
53 Anas Sudjono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005), h 43.
diamati pada siklus I belum mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Tabel 4.8 Hasil analisis penyebaran angket motivasi belajar siswa siklus I.
Jumlah siswa Skor tertinggi Skor terendah Skor rata-rata
38 65 36 46
Sangat tinggi Tinggi Cukup tinggi Kurang Sangat kurang Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %
17 44, 7 21 55, 2
Berdasarkan hasil observasi, bahwa motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa MTs Putri Al-Ishlahuddiny Kediri kelas VII-B masih tergolong sangat rendah. Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti terhadap kegiatan siswa didapatkan bahwa proses belajar mengajar belum berjalan sesuai yang diharapkan karena terdapat kekurangan-kekurangan antara lain:
a) Keaktifan siswa masih kurang karena siswa masih banyak yang belum percaya diri untuk bertanya dan menjawab.
b) Sebagian siswa masih ada yang bermain-main saat guru menjelaskan, karena pada awal pembelajaran guru tidak memberikan motivasi kepada siswa.
c) Guru masih kaku dalam menggunakan motode pembelajaran, karena belum pernah menerapkan model pembelajaran snowball throwing dalam proses pembelajaran sebelumnya.
d) Siswa masih kurang memeperhatikan penjelasan guru, karena intonasi guru dalam menjelaskan masih terlalu datar atau monoton.
e) Pengelolaan kelas masih kurang, sehingga kelas relativ ribut pada saat pembelajaran berlangsung.
d. Refleksi
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I ada beberapa hal yang perlu diperbaiki yaitu:
1) Aktivitas guru
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh peneliti pada siklus I, telah terlihat bahwa upaya guru untuk meningkatkan keaktifan siswa sudah ada, walaupun guru masih memiliki kekurangan dalam mengelola pembelajaran khususnya guru masih kurang dalam menjelaskan langkah-langkah pembelajaran snowball throwing, sehingga siswa masih tampak kurang aktif dan masih kebingungan dalam membentuk kelompok.
2) Aktivitas siswa
Aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran pada siklus I juga masih memiliki kekurangan yakni siswa masih malu untuk bertanya kepada guru, dan siswa masih malu menjawa pertanyaan
dari temannya. Selain itu siswa juga masih kurang aktif dalam kerjasama kelompok. Hal ini disebabkan siswa belum terbiasa dengan kondisi belajar menggunakan model pembelajaran snowball throwing.
3) Motivasi siswa pada pelajaran Fiqih
Berdasarkan hasil angket motivasi belajar pada siklus I dapat diketahui bahwa siswa kelas VII MTs Putri Al-Ishlahuddiny Kediri belum mencapai ketuntasan 65%. Oleh karena itu peneliti harus melakukan siklus II untuk memperbaiku kekurangan-kekurangan pada siklus I.
Siklus II
Kegiatan siklus II dilakukan pada tanggal 2 Maret 2020.
Sama seperti pada siklus I hasil penelitian diperoleh dalam empat tahapan pembelajran yang dilakukan Selama proses belajar mengajar dikelas. Tahap-tahapan tersebut diuraikan sebagai berikut:
a. Tahap Perencanaan.
Pada siklus II dilakukan perbaikan atas kelemahan pada siklus I yaitu pembelajaran menggunkan model snowball throwing yang sesuai dengan RPP pada materi shalat Qasar dengan pelaksanaan tindakan yang lebih memadai guna meningkatkan aktivitas dan motivasi belajar siswa.
Sama seperti yang dilakukan pada siklus I peneliti bertindak sebagai guru dan mempersiapkan RPP, materi pembelajaran, lembar obsesrvasi aktivitas guru dan siswa, serta lembar angket motivasi belajar siswa.
b. Tahap Pelaksanaan (Tindakan).
Pelaksanaan penelitian dilakukan pada hari senin tanggal 2 Maret 2020. Selanjutnya peneliti dalam hal ini melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan RPP yang telah dipersiapkan.
Selama proses pembelajaran, peneliti bertindak sebagai guru dengan memberikan apesepsi dan motivasi serta menyampaikan materi tentang shalat jamak. Setelah menyampaikan materi secara umum, kemudian dilanjutkan dengan membagi siswa ke dalam 7 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. Setelah siswa duduk bersama kelompok, peneliti membagi materi-materi yang telah disiapkan kepada ketua kelompok untuk didiskusikan dalam kelompok masing-masing. Setelah selesai berdiskusi guru membagikankertas kepada semua siswa untuk membuat satu pertanyaan. Setelah selsai membuat pertanyaan, kertas yang berisi pertanyaan tadi diremukkan menjadi seperti sebuah bola.
Kemudian bola kertas tersebut dilemparkan kepada kelompok
yang lain. Siswa yang mendapatkan bola kertas tadi menjawab pertanyaan tersebut sesuai dengan arahan dari guru.
Kemudian guru memberikan penjelasan ulang dan penegasan pada materi yang kurang dimengerti. Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, kemudian guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran.
Pada kegiatan akhir, guru memberikan lembaran angket motivasi belajar untuk mengukur sejauh mana motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih menggunakan model pembelajaran snowball throwing. Selanjutnya guru memberitahu materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.
c. Tahap Pengamatan.
Sama halnya dengan pengamatan pada siklus I yaitu pengamatan yang diamati oleh guru bidang Fiqih, dimana hal yang diamati adalah aktivitas guru, serta aktivitas siswa. Adapun hasil pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.9 Hasil pengamatan aktivitas guru siklus II
No Aspek yang diamati Skor
penilaian
Kategori 1. Pendahuluan
a. Guru mengucap salam. 4 Sangat baik
b. Guru mengabsensi siswa. 3 Baik
c. Guru mengapersepsi. 4 Sangat Baik
d. Guru memotifasi siswa. 3 Baik
2. Kegiatan Inti
e. Guru menggunakan RPP. 4 Sangat Baik
f. Guru memberikan manfaat dan tujuan pembelajaran.
4 Sangat Baik
g. Guru mendeskripsikan secara singkat tentang materi pembelajaran.
4 Sangat Baik
h. Guru mengkaitkan materi dengan pengetahuan yang lain yang relevan.
3 Baik
3. Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Snowball Throwing.
j. Guru menggunakan pendekatan model pembelajaran snowball throwing.
4 Sangat Baik
k. Guru mengarahkan siswa untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang siswa.
4 Sangat Baik
l. Setelah terbentuk kelompok, guru menentukan satu ketua masing- masing kelompok.
4 Sangat Baik
m. Setelah itu guru memanggil masing-masing ketua kelompok untuk diberikan materi.
3 Baik
n. Setelah masing-masing ketuan kelompok mendapat materi guru memerintahkan masing masing ketua kelompok menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok masing-masing.
3 Baik
o. Guru memerintahkan peserta didik untuk mendiskusikan materi masing-masing.
4 Sangat Baik
p. Setelah selesai waktu diberikan untuk berdiskusi guru memerintahkan untuk membuat pertanyaan disebuah kertas kecil yang digulung membentuk bola.
3 Baik
q. Setelah semua membuat pertanyaan guru dan peserta didik
4 Sangat Baik
mulai melakukan pembelajaran dengan melempar bola salju keteman kelompok lain.
r. Guru beserta siswa menyimpulkan hasil dari pembelajaran sesuai dengan materi yang di ajarkan.
3 Baik
4. Penggunaan Waktu Dan Media Pembelajaran d. Guru melaksanakan pembelajaran
sesuai alokasi waktu yang sudah ditentukan.
4 Sangat Baik
e. Guru menggunkan media dalam pembelajaran.
4 Sangat Baik
f. Guru melibatkan siswa dalam
menggunakan media
pembelajaran.
3 Baik
5. Pembelajaran Memicu Keaktian Siswa e. Guru menumbuhkan rasa
partisifasi aktif siswa dalam pembelajaran.
3 Baik
f. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk menanyakan tentang materi yang belum dipahami dalam pendiskusian.
3 Baik
g. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk memberikan tanggapan terhadap permasalahan yang belum dipahami oleh siswa lain.
3 Baik
h. Guru memberikan lembaran evaluasi kepada siswa.
3 Baik
6. Penutup
e. Guru memberikan apresiasi kepada kelompok terbaik selama proses pembelajaran.
4 Sangat Baik
f. Guru memberikan tugas rumah. 3 Baik g. Guru menutup pelajaran bersama
siswa dengan membaca doa kafaratul majlis.
3 Baik
h. Guru mengucap salam. 3 Baik
Jumlah 97
Nilai rata-rata 3,46
Presentase 86,6 %
Keterangan skor
4= sangat baik (dilakukan, semua aspek, efektif, tepat waktu) 3= Baik (dilakukan, sesuai aspek, efektif, tidak tepat waktu)
2= Cukup (dilakukan, tidak sesuai aspek, tidak efektif, tidak tepat waktu) 1= kurang (tidak dilakukan, tidak sesuai aspek, tidak efktif, tidak tepat waktu)
Rumus mencari presentase aktivitas guru P= x 100%
P = x 100%
P = 86,6%
Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru pada pelaksanaan pembelajaran siklus II ini sudah meningkat. Hasil obsesrvasi aktivitas guru yang diamati dari 77,6 % pada siklus I menjadi 86,6% dan dikategorikan sangat baik.
Tabel 4.10 Hasil pengamatan aktivitas siswa siklus II
No Idikator penilaian Skor
Penilaian
Kategori
1. Siswa menjawab salam dari guru. 4 Sangat baik 2. Siswa mendengarkan guru sedang
mengabsen.
4 Sangat Baik 3. Siswa mendengarkan motifasi
guru secara seksama.
4 Sangat baik 4. Siswa mendengarkan dengan
seksama manfaat dan tujuan
4 Sangat Baik
pembelajaran.
5. Siswa membentuk kelompok. 3 Baik
6. Masing-masing ketua kelompok diberi penjelasan materi oleh guru.
4 Sangat Baik
7. Masing-masing ketua kelompok kembali kekelompok untuk menjelaskan materi yang disampaikan guru kepada temanya.
3 Baik
8. Siswa mendiskusikan mengenai bagian materi yang sudah dibagikan.
4 Sangat Baik
9. Masing-masing kelompok
diberikan satu lembar kertas kerja untuk menuliskan pertanyaan yang menyangkut materi.
4 Sangat Baik
10. Masing-masing siswa
menggulung kertas dalam bentuk bola.
4 Sangat Baik
11. Masing-masing kelompok melempar bola pertanyaan kekelompok lain.
3 Baik
12. Kelompok dapat melakukan proses pembelajaran dengan baik.
3 Baik
13. Guru dan siswa menyimpulkan hasil dari pembelajaran.
3 Baik
14. Siswa menggunakan media pembelajaran.
4 Sangat Baik 15. Siswa menanyakan tentang materi
yang belum dipahami.
3 Baik
16. Siswa menanggapi permasalahan yang belum dipahami oleh siswa lain.
3 Baik
17. Guru memberikan apreasi kepada 4 Sangat baik
kelompok terbaik.
Jumlah 61
Nilai Rata-rata 3,58
Presentase 89,7%
Keterangan skor
4= sangat baik (dilakukan, semua aspek, efektif, tepat waktu) 3= Baik (dilakukan, sesuai aspek, efektif, tidak tepat waktu)
2= Cukup (dilakukan, tidak sesuai aspek, tidak efektif, tidak tepat waktu) 1= kurang (tidak dilakukan, tidak sesuai aspek, tidak efktif, tidak tepat waktu)
Rumus mencari presentase aktivitas siswa P = x 100%
P = x 100%
P = 89,7%
Berdasarkan hasil observasi aktivitas belajar siswa pada pelaksanaan pembelajaran siklus II sudah meningkat. Hasil observasi aktivitas belajar siswa yang diamati 66,1% pada siklus I menjadi 89,7% pada siklus II dan dikategorikan sangat baik.
Tabel 4.11 Hasil analisis penyebaran angket motivasi belajar siswa siklus II Jumlah siswa Skor tertinggi Skor terendah Skor rata-rata
38 76 68 72
Sangat Termotivasi
Termotivasi Cukup Termotivasi
Tidak Termotivasi
Sangat Tidak Termotivasi
Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %
36 94,7% 2 5,2%
Dari tabel di atas terlihat bahwa, motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa MTs Putri Al-Ishlahuddiny Kediri kelas VII-B sudah mencapai kriteria sangat termotivasi sehingga penelitian di hentikan pada siklus II.
d. Refleksi
Setelah guru dan siswa melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar pada siklus II diperoleh hasil sebagai berikut:
1) Aktivitas guru
Aktivitas guru pada siklus II sudah terjadi peningkatan yang sangat baik, hal ini dapat ditunjukkan dengan guru sudah mampu mengelola kelas dengan baik, guru mampu mengatur kelompok dengan baik sehingga tidak membuat siswa kebingungan dalam mencari anggota kelompoknya masing-masing. Hal ini ditunjukkan pada hasil aktivitas guru pada siklus II dengan presentase 86,6%.
2) Aktivitas siswa
Aktivitas siswa selama kegiatan belajar mengajar pada siklus II sudah terjadi peningkatan. Hal ini bisa dilihat dari siswa tidak malu untuk bertanya pada guru dan sudah berani
menjawab pertanyaan dari teman-temannya. Selain itu juga sudah terlihat kerjasama antara siswa dalam kelompoknya dan saling membantu untuk menguasai materi pelajaran yang sedang berlangsungdengan diskusi antar kelompok. Hal ini ditujukkan pada nilai presentase aktivitas siswa siklus II sudh mencapai 89,7%.
3) Penguasaan siswa terhadap materi Fiqih
Selama kegiatan belajar mengajar pada siklus II keberhasilan yang diperoleh dari data aktivitas guru dan aktivitas siswa serta nilai angket motivasi belajar mengalami peningkatan yang sangat baik dibandingkang siklus sebelumnya.
Pada siklus ini peneliti sudah berhasil menciptakan Susana belajar yang menyenangkan dan proses pembelajaran yang baik dengan menggunakan model pembelajaran snowball throwing.
Siswa juga terbisa melakukan permainan dan terbiasa dalam mengikuti proses belajar mengajar menggunkan model pembelajaran snowball throwing. Perubahan ini juga terjadi pada hasil angket motivasi belajar siswa pada siklus II yang mencapai nilai rata-rata 72. Melihat dari hasil siklus II peneliti mencukupkan penelitian sampai pada siklus II, karena hasil atau kriteria ketuntasan sudah tercapai.
C. PEMBAHASAN 1. Aktivitas Guru
Penelitian ini dilakukan bukan hanya untuk meningkatkan motivasi siswa, tetapi juga meningkatkan kinerja guru, apakah guru sudah melaksanakan proses pembelajaran sesuai perencanaan atau belum, dan hal hal apa saja yang perlu diperbaiki.
Berdasarkan analisis terhadap aktivitas guru dalam penerapan model pembelajaran snowball throwing mengalami peningkatan pada siklus II, pada siklus I dapat dikategorikan kriteria baik dengan presentase 77,6%, dari hasil pengamatan yang dilakukan. Akan tetapi aktivitas guru dalam proises belajar mengajar masih diperlukan perbaikan, karena guru masih memiliki kekurangan dalam hal mengelola kelas. Sedangkan pada siklus II aktivitas guru dapat dikategorikan dalam criteria sangat baik, dengan presentase 86,6%. Dari hasil ini menunjukkan guru sudah mampu menerapkan model snowball throwing dengan baik dalam proses belajar mengajar serta guru sudah mampu mengelola kelas pada saat pembelajaran berlangsung.
2. Aktivitas Siswa
Berdasarkan hasil analisis terhadap aktivitas siswa dalam penerapan model pembelajaran snowball throwing mengalami peningkatan pada siklus II, pada siklus I dapat dikategorikan kriteria cukup dengan presentase 66,1%. Dari observasi yang
dilakukan bahwa aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar belum menunjukkan hasil yang optimal. Hal ini menunjukkan kemampuan siswa bertanya pada guru masih sangat rendah, siswa masih malu bertanya dan menjawab pertanyaan dari temannya sendiri.
Sedangkan pada siklus II aktivitas siswa dapat dikategorikan sangat baik dengan presentase 89,7%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa sudah mulai terbiasa dengan kondisi belajar menggunkan model pembelajaran snowball throwing. Pada siklus II siswa sudah berani bertanya dan menjawab pertanyaan dari temannya dan bertanya kepada guru mengenai materi shalat jamak, dan rasa tanggung jawab dalam kelompok sudah ada.
3. Motivasi Belajar
Motivasi belajar siswa dapat di lihat dari peneliti menggunakan angket untuk mengetahui sejauh mana tingkat motivasi peserta didik, angket yang digunakan yakni terdapat 16 pertanyaan dan 5 pilihan alternative jawaban yakni sangat setuju, setuju, ragu-ragu, kurang setuju, dan tidak setuju. Dan siswa sudah mencapai tingkat sangat termotivasi dengan hasil 72%.
Dari hasil penelitian menunjukkan bawa, penerapan model pembelajaran snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar dan membuat siswa lebih termotivasi dalam belajar serta lebih aktif dalam proses pembelajaran. Maka dapat disimpulkan bahwa
penerapan model pembelajaran snowball throwing pada materi shalat jamak dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi pembelajaran kooperatif model pembelajaran snowball throwing dapat menigkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih kelas VII MTs Putri Al-Ishlahuddiny Kediri. Hal ini dapat dilihat dari Aktivitas guru pada siklus I dapat dikategorikan kriteria baik dengan presentase 77,6%. Sementara hasil pada siklus II aktivitas guru dapat dikategorikan dalam kriteria sangat baik dengan presentase 86,6%.
Aktivitas siswa pada siklus I dapat dikategorikan kriteria cukup, dengan presentse 66,1%, sedangkan hasil pada siklus II aktivitas siswa dapat dikategorikan sangat baik dengan presentase 89,7%. Motivasi belajar siswa kelas VII-B MTs Putri Al-Ishlahuddiny Kediri dengan menggunakan model pembelajaran snowball throwing pada siklus pertama motivasi belajar siswa yaitu 46% belum mencapai ketuntasan. Pada siklus II motivasi belajar siswa dikategorikan sangat baik dengan presentase ketuntasan 72% sehingga termasuk dalam kategori sangat tinggi. Sehingga membenarkan teori dari Miftahul Huda bahwa Pembelajaran cooperative dipandang sebagai sarana ampuh untuk memotivasi pembelajaran dan memberikan pengaruh positif terhadap iklim ruang kelas yang pada saatnya akan turut mendorong pencapaian yang lebih besar, meningkatkan sikap-sikap positif dan harga diri yang lebih dalam, mengembangkan skill-
72