BAB III KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS, DAN VARIABEL PENELITIAN
B. Hasil Penelitian
1. Karakteristik Responden Sekolah Dasar Negeri 1 Gianyar
Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden pada Siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 1 Gianyar (n=96)
Karakteristik Frekuensi (f) Persentase (%) Kumulatif Persen (%) Kelas
Kelas A 50 52,1% 52,1%
Kelas B 46 47,9% 100%
Jenis Kelamin
Laki-laki 45 46,9% 46,9%
Perempuan 51 53,1% 100%
Berdasarkan tabel 5.1 di bawah ini menunjukan bahwa mayoritas distribusi kelas dari responden penelitian berasal dari kelas A yaitu sebanyak 50 orang dengan persentase sebesar 52,1%. Jika dilihat dari presentase jenis kelamin mayoritas responden berjenis kelamin perempuan 51 orang responden dengan persentase sebesar 53,1%.
2. Analisa Univariat
a. Variabel Pengetahuan Responden
Pada sub ini dijelaskan tentang distribusi tingkat pengetahuan sikat gigi pada siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 1 Gianyar (n=96) dalam table sebagai berikut:
Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi Komponen tingkat pengetahuan sikat gigi pada Siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 1 Gianyar (n=96).
No. Pernyataan Frekuensi (%)
Ya Tidak 1. Salah satu kegunaan gigi adalah untuk
mengunyah dan menghaluskan makanan
96 (100%) - 2. Bila terlalu sering makan-makanan yang panas
kemudian minum-minuman yang dingin , maka gigi akan lebih mudah rusak
95 (99%) 1 (1%)
3. Gigi bisa rusak apabila gigi tidak dibersihkan setelah makan makanan manis
95 (99%) 1 (1%) 4. Gigi yang kotor merupakan tempat
pertumbuhan bakteri dan dapat merusak gigi
96 (100%) - 5. Memecahkan biji-bijian keras dengan gigi
tidak berdampak buruk pada gigi
22 (22,9%) 74 (77,1%)
6. Terlalu sering makan kembang gula/permen dapat menyebabkan kerusakan gigi
96 (100%) - 7. Arah menyikat gigi adalah dari kiri ke kanan 60 (62,5%) 36
(37,5%) 8. Sikat gigi disimpan di tempat bersih dan kering
setelah digunakan
96 (100%) - 9. Sikat gigi dilakukan sebelum tidur, bangun
tidur dan setelah makan
94 (97,9%) 2 (2,1%) 10. Membersihkan gigi bagian depan, dilakukan
gerakan menggosok gigi dari atas ke bawah
93 (96,9%) 3 (3,1%) Berdasarkan tabel 5.2 menunjukan bahwa dari 96 responden diketahui bahwa pada Table diatas memperlihatkan sebanyak 100%
responden menjawab dengan benar bahwa terlalu sering makan kembang gula/permen dapat menyebabkan kerusakan gigi dan sikat gigi disimpan di tempat bersih dan kering setelah digunakan. Sedangkan hanya 1%
responden yang tidak menjawab dengan benar penyataan bila terlalu sering makan-makanan yang panas kemudian minum-minuman yang dingin, maka gigi akan lebih mudah rusak dan gigi bisa rusak apabila gigi tidak dibersihkan setelah makan makanan manis.
Tabel 5.3 Distribusi Frekuensi variabel Pengetahuan Responden pada Siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 1 Gianyar (n=96).
No Pengetahuan Frekuensi Persentase
1 Kurang 19 19,8
2 Cukup 31 32,3
3 Baik 46 47,9
Berdasarkan gambar 5.3 diatas maka dapat dilihat bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi yang baik sebesar 47,9%.
b. Variabel perilaku perawatan gigi
Pada sub ini dijelaskan tentang distribusi perilaku perawatan gigi pada siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 1 Gianyar (n=96) dalam tabel sebagai berikut.
Tabel 5.4 Distribusi Frekuensi Perilaku Perawatan Gigi pada Siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 1 Gianyar (n=96).
No. Pernyataan
Frekuensi (%) Selalu Sering Kada
ng
Tidak pernah 1. Saya menggosok gigi
sebelum tidur
38 (39,6%)
42 (43,8%)
14 (14,6)
2 (2,1%)
2. Saya sering
mengkonsumsi makanan yang mengandung gula seperti coklat, permen, minuman bersoda, dll
4 (4,2%) 8 (8,3%)
81 (84,4
%)
3 (3,1%) 3. Saya menggosok gigi
setelah makan makanan manis
21 (21,9%)
27 (28,1%)
37 (38,5
%)
11 (11,5%
) 4. Saya menggosok gigi
pada pagi dan malam hari
50 (52,1%)
44 (45,8%)
2
(2,1%) - 5. Saya tidak berbagi sikat
gigi dengan orang lain 43
(44,8%) 5 (5,2%) 1 (1%)
47 (49,0%
) 6. Saya menggunakan air
bersih untuk berkumur setelah menggosok gigi
77 (80,2%)
18
(18,8%) - 1 (1%) 7. Saya menggosok gigi
minimal selama 2 menit 34 (35,4%)
33 (34,4%)
16 (16,7
%)
13 (13,5%
) 8. Saya menggosok gigi
dengan lembut 44
(45,8%)
37 (38,5%)
15 (15,6
%)
- 9. Saya menggosok gigi
disemua area mulut mulai dari luar, dalam hingga ke gusi
46 (47,9%)
32 (33,3%)
10 (10,4
%)
8 (8,3%) 10. Saya menggosok gigi
dengan gerakan maju dan mundur secara lembut dengan gerakan pendek
37 (38,5%)
40 (41,7%)
17 (17,7
%)
2 (2,1%) Berdasarkan table 5.4 diatas maka dapat diketahui bahwa ada sebanyak 80,2% responden yang memiliki perilaku selalu dalam menggunakan air bersih untuk berkumur setelah menggosok gigi. Diketahui sebesar 45,8%
responden memiliki perilaku sering dalam menggosok gigi pada pagi dan malam hari. Ada sebesar 84,4% responden yang memiliki perilaku jarang dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung gula seperti coklat,
permen, minuman bersoda, dan lain-lain, sedangkan sebesar 49%
responden memiliki perilaku tidak pernah berbagi sikat gigi dengan orang lain.
Tabel 5.5 Hasil Penelitian Kategori Perilaku Siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 1 Gianyar (n=96)
Berdasarkan tabel 5.5 diatas dapat dilihat bahwa Hasil pengukuran pada variabel perilaku diperoleh sebesar 55,2% responden memiliki perilaku perawatan gigi yang baik, sedangkan sebesar 28,1% responden memiliki perilaku perawatan gigi yang kurang baik. Hanya sebesar 16,7%
responden yang memiliki perilaku perawatan gigi yang kurang baik.
c. Analisis Bivariat Pengetahuan Responden terhadap Perilaku Perawatan Gigi Siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 1 Gianyar
Table 5.6. Tabel Silang Variabel Pengetahuan dengan Perilaku Responden
Pengetahuan kesehatan gigi
Perilaku perawatan gigi Total Baik Cukup Kurang
F % F % F % F %
Baik 37 80,4 8 17,4 16 16,7 46 100
Cukup 16 51,6 11 35,5 1 2,2 31 100
Kurang 0 0 8 42,1 11 57,9 19 100
Dari table 5.6 menyatakan tabel silang diatas dapat diketahui bahwa ada sebesar 80,4% responden yang memiliki pengetahuan kesehatan gigi yang baik juga diikuti dengan perilaku perawatan gigi yang baik.
Sedangkan ada sebesar 57,9% responden yang memiliki pengetahuan kesehatan gigi yang kurang diikuti dengan perilaku perawatan gigi yang kurang pula.
No Perilaku Perawatan Gigi Frekuensi (f) Persentase (%)
1 Kurang 16 16,7
2 Cukup 27 28,1
3 Baik 53 55,2
D. Uji Bivariat
Berdasarkan hasil analisa data secara bivariate dengan menggunakan aplikasi SPSS dengan menggunakan Uji Spearman Rho maka diperoleh hasil sebagai berikut.
Table 5.8 Hasil Analisis Bivariat Pengetahuan Kesehatan Gigi dengan Perilaku Perawatan Gigi pada Responden
Tingkat Pengetahuan
Perilaku Perawatan Gigi Spearman's
rho
Tingkat Pengetahuan
Correlation
Coefficient 1.000 .625 Sig, (2-
tailed) . .000
N 96 96
Perilaku Perawatan Gigi Pada Anak
Correlation Coefficient
625 1.000
Sig, (2-
tailed) .000 .
N 96 96
Berdasarkan tabel 5.8. menunjukan bahwa di dapatkan Pvalue <0,001 yang artinya bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang mana hasilnya menunjukan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi pada anak dengan perilaku perawatan gigi pada anak di SD N 1 Gianyar. Hal ini ditunjukan dengan arah korelasi atau kekuatan korelasi (r =0,625) yang berarti tingkat kekuatan hubungan kuat (0,60 – 0,799) dengan arah hubungan Positif (+) yang berarti jika semakin baik tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi pada anak maka semakin baik tingkat perilaku perawatan gigi pada anak.
58 BAB VI PEMBAHASAN
Bab ini memaparkan pembahasan hasil penelitian hubungan pengetahuan dengan perilaku. Pembahasan ini terbagi menjadi tiga bagian diantaranya interpretasi hasil (univariat dan bivariat), keterbatasan penelitian dan implikasi hasil terhadap keperawatan.