Perspektif Jacques Derrida Agustinus Rangga Respati
C. Hasil Penelitian
1. Analisa Berdasarkan Teks a. Struktur Makro : Tematik
Tema dari “Tentang Kamu” adalah perjuangan dari seseorang untuk mengungkap wasiat harta warisan atas tokoh utama yang telah tiada. Novel ini juga menceritakan perjalanan hidup yang begitu pelik dari tokoh utama. Garis besarnya adalah tentang perjuangan hidup, ketulusan, dan cinta.
b. Superstruktur : Skematik
₪ Di awal cerita, novel ini masih menceritakan tentang seorang tokoh bernama Zaman Zulkarnaen sebagai seseorang yang nantinya akan menjadi subjek penuh dalam novel ini.
₪ Masuk bab 2, perjalanan seorang Zaman mencari kebenaran atas wasiat tokoh utama, dimulai.
₪ Seperti kebanyakan novel-novel Tere Liye yang lainnya, “Tentang Kamu” juga menyajikan cerita dengan alur maju-mundur tanpa menyulitkan pemahaman pembaca. Memasuki bab 5, cerita penelusuran Zaman mendapat titik terang yaitu flashback cerita dari sang tokoh utama “Sri Ningsih”. Cerita masa lalu Sri Ningsih terus
Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia Komisariat USD 2017 | 50
berlanjut hingga akhir bab. Mulai dari Sri Ningsih lahir sampai dia meninggal. Rangkaian cerita Sri Ningsih inilah yang paling menguras emosi, sebab kesemuanya adalah tentang ketulusan dan perjuangan.
₪ Di akhir epilog, kembali diceritakan tentang Zaman dengan kabar baiknya yang sudah berhasil memecahkan permasalahan surat wasiat tokoh utama sekaligus menemukan kebahagiaannya sendiri dengan melamar gadis yang baru saja dikenalnya saat pencarian pemilik harta warisan Sri Ningsih, yaitu Aimee.
c. Struktur Mikro
Semantik a) Latar
“Tentang Kamu” mengawali cerita dengan penggambaran seorang Zaman Zulkarnaen yang ditugaskan mengungkap siapa pemilik harta warisan seorang tokoh utama “Sri Ningsih”. Tugas inilah yang melatarbelakangi cerita menuju cerita kehidupan seorang Sri Ningsih yang penuh perjuangan.
Sedangkan dari segi latar tempat, novel ini mengangkat banyak tempat sebagai pendukung jalan ceritanya, seperti Pulau Bungin, Surakarta, Jakarta, London, higga Paris. Semua latar itu menegaskan betapa jejak seorang Sri Ningsih dalam menjalani kehidupannya amatlah menggelitik hati.
Dari latar waktu sendiri, Tere Liye sangat berani mengambil rentang waktu yang sangat panjang, yakni dari sekitar 1940-an hingga 2016. Tere Liye mendeskripsikan waktu dalam cerita ini juga dengan rinci.
b) Detil
“Tentang Kamu” menceritakan setiap potongan cerita dengan sangat detil serta penonjolannya yang diungkapkan dengan kata-kata tertentu. Tidak hanya cerita tentang tokoh, tetapi juga latar tempat dan suasananya.
Salah satu contohnya adalah:
“Mereka adalah legenda hidup yang jarang diketahui. Mereka tidak semegah Latham & Watkins, atau seglamor Baker & McKenzie, penguasa firma hukum dunia, tapi nama Thompson & Co. selalu disebut dengan penuh kehormatan. Laksana manuskrip kuno dari belantara hokum yang kadangkala kejam. Kantor mereka seperti kuil suci, pengacara mereka adalah kesatrianya.” (halaman 5, paragraf 6, baris 2)
Dua kalimat diatas menjelaskan dengan detil bagaimana bangunan sebuah firma hukum Thompson & Co. sekaligus menonjolkan bagian pentingnya dengan penekanan kata “kuil suci”, “kesatria”, dan “kastil kuno” yang memiliki makna bahwa firma itu bukan seperti umumnya firma-firma hokum terkenal lainnya melainkan memiliki kewibawaan sendiri baik dari bangunan maupun dedikasinya.
Selain detail penggambaran tokoh, latar, dan peristiwa, penulis cerita juga menambahkan detail beberapa quotes untuk menguatkan pesan moral dalam cerita tersebut. Hal ini jelas menguntungkan penulis tersebab pembaca merasa tersentuh hatinya bukan saja dari cerita tetapi juga dari beberapa nasehat yang tertuang dalam quote-quote tersebut.
Salah satu contoh quote yang sekaligus quote yang paling disukai peneliti adalah:
“Terima kasih. Nasehat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.”
c) Maksud
“Tentang Kamu” disajikan secara eksplisit. Salah satu contohnya adalah:
“Salah satu klien besar firma hukum telah meninggal enam jam lalu di Paris. Eric menemukan informasi itu sembilan puluh menit lalu, memeriksa satu-dua hal, menemukan fakta yang mencengangkan, lantas bergegas memberitahuku. Sesuai prosedur firma, pertemuan ini harus segera dilakukan. Karena kita akan menangani klien tersebut, melakukan settlement.” (halaman 10, paragraf 3)
Kutipan cerita diatas secara gamblang menjelaskan tindakan apa yang harus dilakukan tokoh Zaman. Kutipan tersebut sekaligus membuka pintu menuju inti cerita, yaitu penelusuran tentang kehidupan penuh perjuangan yang dimiliki oleh seorang Sri Ningsih sekaligus siapa sebenarnya pemilik sah harta warisan peninggalan Sri Ningsih.
Sintaksis
Kalimat yang tersaji dalam “Tentang Kamu” adalah kalimat (baca: bahasa) sehari-sehari yang mudah dimengerti pembaca dengan tanpa mengurangi bobot cerita.
“Tentang Kamu” juga ditulis dengan berbagai konjungsi dengan tujuan koherensi. Contohnya:
a. “Seorang perempuan tua, berusia 70 tahun, dan belasan tahun terakhir tinggal di panti jompo.” (halaman 12, paragraf 3, baris 4)
b. “Atau kemungkinan lain, dia tidak tahu jika memiliki kekayaan sebesar itu, Sir.” (halaman 12, paragraf 4, baris 1-2)
c. “Tapi biarlah itu kita cemaskan nanti, sekarang kita harus memastikan kasus ini ditangani secepat mungkin.”
(halaman 13, paragraf 5, baris 1-3)
d. Konjungsi, “dan” menempati urutan teratas perihal jumlah, yakni 764 buah. Selebihnya menyusul konjungsi- konjungsi lain seperti atau, tapi, jika, sejak, dan lain sebagainya. Pemakaian banyak jenis konjungsi disini dimaksudkan agar berkoherensi.
Perihal kata ganti, “Tentang Kamu” juga ditulis dengan beberapa kata ganti baik yang umum (kata ganti orang ketiga
<dia dan mereka>, kata ganti orang pertama <aku>) maupun kata ganti yang khusus. Contoh kata ganti khusus diantarannya:
a. “Astaga, ini hari Sabtu, My Friend.” (halaman 2, paragraf 8, baris 1)
My Friend menunjuk Zaman, menjelaskan tentang hubungan pertemanan Zaman dan Rajendra Khan yang terjalin akrab.
b. “Saya minta maaf, kita harus mengulang seluruh penelitian ini dari awal, Anak Muda.” (halaman 23, paragraf 3, baris 3-4)
51| Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia Komisariat USD 2017
Anak Muda menunjuk Zaman, diucapkan oleh professor yang membimbing Zaman dalam penelitiannya.
Stilistik
Pilihan kata dalam novel ini cenderung mengikuti latar tempat cerita. Saat cerita berlatar di London, ada beberapa pilihan kata yang disengaja menggunakan istilah bahasa Inggris untuk menegaskan bahwa cerita tersebut logis. Begitupun saat latar cerita bertempat di Jakarta, beberapa kata sengaja menggunakan dialek Jakarta agar lebih mengena berdasaran sosio budaya Jakarta.
a. “Yeah, sebutan untuk para pemburu harta warisan. Heir hunters lebih mirip detektif-meskipun mereka seorang lawyer.” (halaman 20, paragraf 4, baris 1-3)
Kutipan diatas adalah contoh pemilihan kata saat berlatar di London.
b. “Ada wartawan yang hendak menemui, Puah Lilla.” La Golo menyalami (puah lilla = paman).” (halaman 55, paragraf 5) Kutipan diatas adalah contoh pemilihan kata saat berlatar di Pulau Bungin.
c. “Nah, gedong-gedong di sebelahnya, ntu dulunya kebon pohon menteng.” (halaman 213, paragraf 1, baris 7-8) Kutipan diatas adalah contoh pemilihan kata saat berlatar di Jakarta.
Retoris a. Grafis
“Tentang Kamu” ditulis dengan beberapa grafis seperti huruf miring, penambahan “surat” (surat milik Sri Ningsih), dan sering kali menggunakan garis setrip (-) untuk memperjelas deskripsi. Dalam novel ini, ditemukan sebanyak 300 garis setrip (-).
b. Metafora
Salah satu metafora dalam novel ini adalah:
“Dia adalah ‘gadis kecil yang dikutuk’” (halaman 66, paragraf 9, baris 2)
Kalimat dalam huruf miring dianalogikan sebagai Sri Ningsih yang dinilai banyak memberikan bencana dalam keluarganya.
a. Ekpresi
Banyak sekali ekpresi dalam novel ini. tapi yang paling mendominasi adalah ekspresi kesedihan seorang Sri Ningsih atas kehidupannya yang penuh air mata.
2. Analisis Berdasarkan Kognisi Sosial
Dalam proses penulisan “Tentang Kamu”, Darwis Tere Liye melakukan beberapa riset selama satu tahun sebelum penulisan dan butuh 1 bulan untuk menyelesaikannya.
Selain itu, Tere Liye juga melibatkan pembaca dalam penulisan novel ini.
a. “Sebenarnya kalian turut terlibat langsung di Tentang Kamu. Misalnya saat saya tanya nama tokoh utama novel, itu saran kalian.” Kata Tere Liye (dalam republika.co.id, Jakarta, Senin, 08 Mei 2017)
b. “Sampul novel pun muncul dari hasil jajak pendapat terhadap pembaca. Ada sekitar 15 ribu pemilih gambar sepatu untuk novel yang tokoh utamanya Sri Ningsih ini.” (dalam republika.co.id, Jakarta, Senin, 08 Mei 2017) c. Untuk genre, Tere Liye juga menampung usulan pembaca. “Menariknya, makin kesini, lewat Facebook saya, pembaca makin butuh genre berbeda.” Kata Tere Liye (dalam republika.co.id, Jakarta, Senin, 08 Mei 2017).
“Tentang Kamu” merupakan novel bergenre biografi, dan berbeda dengan genre novel-novel Tere Liye yang sebelumnya, seperti Pulang yang bergenre aksi, Rindu yang bergenre sejarah, dan lain-lain.
d. Mengapa karakter Sri Ningsih dibuat sedemikian menyedihkannya? Tere Liye menjawab agar pembaca tergugah hatinya. Lebih menghargai lagi arti kesabaran sejati.
3. Analisis Berdasarkan Konteks Sosial
Menilik pesan moral yang terdapat dalam novel “Tentang Kamu”, ini ada kaitannya dengan fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat sekarang, seperti kekerasan terhadap anak dibawah umur, perebutan harta warisan, aksi balas dendam yang tak berlogika, dan lain sebagainya. Selain itu, isi ceritanya sesuai dengan kondisi masyarat di tahun cerita tertulis. Misal, tahun 1965 terjadi pemberontakan PKI, dan lain-lain. Cerita-cerita didalam Tentang Kamu secara tidak langsung mengingatkan kita akan peristiwa sejarah di Indonesia.
Tentang Novel Tentang Kamu dan sekilas Biografi Darwis Tere Liye
Novel Tentang Kamu adalah karya Tere Liye yang ke-26, pertama kali diterbitkan di Jagakarsa, Jakarta pada 24 Oktober 2016 oleh Republika Penerbit dengan total halaman vi+524 halaman, dan dengan diameter 13,5x20,5 cm. Novel ini bergenre biografi yang menceritakan perjalanan seorang associate, Zaman Zulkarnaen mengungkap persoalan peninggalan harta warisan seorang Sri Ningsih, sekaligus cerita perjalanan hidup seorang Sri Ningsih yang begitu pelik.
Novel ini terdiri dari dua versi, yaitu versi cetak dalam bahasa Indonesia dan versi digital dalam bahasa Inggris yang dapat diakses melalui layanan Scoop. (dalam tempo.co, Selasa, 25 Oktober 2016).
Tere Liye sebenarnya adalah nama pena dari seorang penulis bernama asli Darwis. Darwis Tere Liye sebenarnya adalah seorang akuntan, tetapi menulis merupakan hobi yang ia jalani sejak dulu. Ia lahir pada tanggal 21 Mei 1979. Ada banyak sekali karya yang sudah ditulisnya, antara lain: Hafalan Shalat Delisa, Moga Bunda Disayang Allah, Rindu, Burlian, Berjuta Rasanya, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Pulang, Hujan, Bumi, Bulan, Matahari, Bintang, dan lain sebagainya.
Pandangan Masyarakat Terhadap Novel Tentang Kamu
Sebagaimana yang telah dipaparkan diatas bahwa wacana mempengaruhi pandangan dan pemikiran seseorang. Berikut adalah tanggapan-tanggapan pembaca terhadap novel Tentang Kamu :
1. “Di dalamnya Tere Liye menyertakan isu-isu yang menjadi perhatian di zaman ini, seperti kekerasan terhadap anak, kesulitan mencari lapangan kerja, poligami, perebutan jabatan, persaingan usaha, pembagian harta
Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia Komisariat USD 2017 | 52
warisan, sampai menghabiskan masa tua di panti jompo karena tidak memiliki keturunan yang bisa diandalkan.”
(Arief Bakhtiar D. dalam Goodreads)
2. “Buku ini membuat saya termotivasi bagaimana melihat kegigihan, jatuh bangun, dan perjuangan ibu Sri Ningsih dalam menjalani kehidupannya.” (Marina Zala dalam Goodreads)
3. “Dan buku ini benar-benar istimewa. Ceritanya luar biasa menginspirasi.” (Nora Apriyani dalam Goodreads) 4. Dan lain-lain.
Peneliti memilih Goodreads sebagai tempat menilik komentar-komentar pembaca dikarenakan Tere Liye sendiri juga membaca komentar-komentar tersebut. Akun ini juga yang disertakan di bio akun Facebook milik Tere Liye.
“Tentang Kamu” sendiri sampai sekarang (27 September 2017, terhitung 11 bulan 3 hari sejak diterbitkan), sudah direview oleh 1.514 pembaca dengan rata-rata rating 4,5. Peneliti mengambil sampel 99 pembaca untuk melihat seberapa banyak diantara mereka yang merasa terinspirasi oleh Tentang Kamu ini. Dan hasilnya adalah 67 orang terinspirasi akan cerita dan makna yang tersurat sedangkan 37 lainnya tidak.
D. Kesimpulan
Novel “Tentang Kamu” karya Darwis Tere Liye adalah sebuah novel yang bertemakan tentang perjuangan dan cinta.
Ditulis dengan bahasa sehari-sehari yang mudah dipahami tanpa menurunkan bobot cerita, menggunakan beberapa stilistik dan sintaktikal yang disesuaikan dengan latar dan konten cerita. Digambarkan dengan latar, maksud, dan detil yang sangat jelas sehingga menambah wawasan pembaca. Serta diproduksi dengan riset dan masukan-masukan dari pembaca yang mengakuratkan cerita serta menambah semangat pembaca dalam memahami ceritanya. Dan yang terakhir serta yang paling utama, Darwis Tere Liye dengan usaha produksi teks yang dikelola dengan sangat apik sesuai deskripsi diatas, mampu menginspirasi banyak pembaca melalui pesan moral “Tentang Kamu”. Pembaca menjadi lebih bersyukur atas kehidupan. Pembaca menjadi lebih mengerti banyak hal dalam kehidupan. Hal ini terbukti bahwa wacana dapat mempengaruhi pemikiran dan pandangan seseorang.
Referensi
https://m.youtube.com/watch?v=gDrlwqxibW8 Kompas, H. (2015). No Title.
Kritis, A. W. (n.d.). Analisis wacana kritis pada novel (Vol. 2).
No Title. (2016).
53| Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia Komisariat USD 2017