BAB I PENDAHULUAN
H. Indikator keberhasilan
2. Hasil penelitian siklus II a. Perencanaan
Adapun perbaikan-perbaikan yang akan dilakukan pada siklus II adalah sebagai berikut:
1) Pemanfaatan waktu yang harus lebih efesien, sehingga apa yang telah direncanakan dalam pembelajaran dapat berhasil sesuai dengan yang telah direncanakan.
2) Guru harus lebih memperhatikan saat menyampaikan pembelajaran, agar dalam proses pembelajaran berlangsung, siswa terarah dalam belajar dan mengetauhi tujuan pembelajaran.
3) Guru harus menguasai kondisi kelas, agar saat didalam kelas guru mampu berkomunikasi dengan baik sehingga mampu membangkitkan minat belajar siswa dengan memberikan semangat kepada siswa.
4) Guru lebih mengarahkan dan menjelaskan secara rinci terkait dengan pengerjaan tes evaluasi agar siswa dapat memahami dan bisa menjawab dengan benar
2. Hasil penelitian siklus II
1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 2) Membuat lembar observasi aktivitas guru siklus II 3) Menyiapkan media pembelajaran Flah Card 4) Menyususn tes evaluasi
b. Pelaksaan tindakan
Proses pembelajaran pada siklus II ini sesuai skenario pembelajaran yang telah disusun dalam bentuk RPP yaitu meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Adapun materri yang dibahas pada pertemuan ini tentang anggota tubuh adapun kegiatan pelaksanaan siklus II ini adalah sebagai berikut :
1) Pertemuan I
Pertemuan pertama dilaksankan tanggal 28 Juli 2022. Adapun materi yang dibahas pada pertemuan pertama adalah materi anggota tubuh yang berlangsung selama 2x35 menit. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah dibuat oleh peneliti, pada pertemuan pertama juga dilakukan observasi aktivitas belajar mengajar guru, semua hasil pengamatan observer tentang kekurangan kekurangan tindakan akan diperbaiki pada petemuan kedua siklus II. Siswa yang belum mencapai ketuntasan dalam belajar akan diberikan bimbingan khusus pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar di kelas.
2) Pertemuan II
Pada pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 4 Agustus 2022. Adapun materi yang dibahas pada pertemuan kedua adalah meriview kembali materi pertemuan pertama serta melakukan evaluasi untuk mengetauhi hasil pemahaman siswa terkait dengan materi yang dibahas, yang berlangsung 2x35 menit.
Pelaksanaan tindakan sesuai dengan skenario yang telah dibuat.
c. Data Hasil Observasi dan Penelitian 1) Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II
Seperti pada siklus I, siklus II juga dilakukan observasi pada saat guru melakukan tindakan kelas. Berdasarkan hasil observasi siklus II terlihat adanya peningkatan kegiatan guru dan kegiatan pembelajaran.Kekurangan-kekurangan pada pertemuan sebelumnya dapat teratasi.
Untuk mengetauhi hasil observasi guru yang dilakukan adalah mengamatai cara guru menyampaikan materi sesuai dengan penggunaan media pembelajaran yang digunakan baik dalam pemberian soal maupun menyimpulkan materi. Semua aktifitas yang Nampak dicatat dalam lembar observasi. Pada kegiatan pembelajaran siklus II , penilaian pada aktivitas guru dilaksanakan langsung oleh peneliti dan guru. Data hasil observasi kegiatan guru dapat dilihat pada table berikut ini.
Tabel 4.6
Data hasil observasi aktifitas guru sikus II
NO Inidkator Pertemuan
I
Pertemuan II
1. Perencanaan / persiapan pelaksanaan
3 3
2. Pemberian motivasi dan apersepsi kepada siswa
2 2
3. pengaturan kegiatan belajar. 4 5 4. Membimbing siswa dalam
kegiatan belajar mengajar
3 3
5. Memberikan umpan balik terhadap hasil belajar siswa
3 3
6. Mengakhiri atau menutup pelajaran
2 2
Skor 17 18
Skor maksimum 21 21
Persentase 76,19% 85,71%
Katageori Aktif Aktif
Hasil yang diperoleh ditentukan dengan rumus sebagai berikut
P = × 100%
= × 100% = 76,19% (pertemuan I)
P = × 100%
= × 100% = 85,71% (Peretemuan II) Keterangan :
P = pengamatan aktivitas guru
Jumlah aspek yang teramati
Jumlah keseluruhan yang teramat37 Tabel 4.7
Persentase Aktivitas Guru38
Persentase Kriteria
90-100% Sangat aktif
78-89% Aktif
65-77% Kurang aktif
>55 % Tidak atif
Observer mengamati kegiatan guru yang terdiri dari 21 aspek dan menulis hasil pengamatan pada lembar observasi. Lembar observasi menggunakan skala checklist. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah skor total aktivitas guru yang Nampak sebanyak pada pertemuan pertama dan pada pertemuan kedua.
Dari deskripsi diatas dapat dilihat bahwa skor aktivitas guru pada siklus II sebesar pada pertemuan pertama dan pada pertemuan kedua yang tergolong sangat baik. Adapun hal-hal yang menjadi kekurangan-kekurangan yang muncul pada siklus II pertemuan pertama adalah :
a. Pada saat guru menjelaskan masih ada siswa yang kurang meperhatikan.
37 Suharsimi Peneltian Tindakan Kelas ,hlm 85
38 Drs.Zainal Arifin,M.Pd, Evaluasi Pembelajaran,hlm.236
b. Siswa kurang aktif dalam mengungkapkan pendapat atau gagasan dalam kegiatan pembelajaran.
c. Kurangnya kontrol terhadap siswa yang main-main dan tidak aktif dalam kelas.Pada pertemuan kedua seperti pertemuan pertama pada siklus II yaitu kekurangannya yaitu kurangnya kontrol terhadap siswa yang masih main-main dan tidak aktif dalam kelas.
2) Data hasil evaluasi belajar siswa siklus II
Setelah dilakukan pada siklus II, maka diperoleh hasil tingkat kemampuan belajar Bahasa arab siswa yang meningkat.
Adapun hasil dan data kemampuan belajar Bahasa arab disajikan dalam table berikut ini. Adapun hasil evaluasi belajar siswa yang disajikan dalam bentuk table sebagai berikut
Tabel 4.8
Data hasil evaluasi siklus II No Aspek yang diukur Pertemuan
1
Pertemuan 2 1. Jumlah siswa yang ikut
evaluasi
23 23
2. Nilai tertinggi 100 100
3. Nilai terendah 30 60
4. Jumlah siswa yang tuntas 20 21 5. Jumlah siswa yang tidak
tuntas.
3 2
6. Persentase ketuntasan 86,95% 91,30%
7. Jumlah skor keseluruhan 2060 2070 8. Nilai rata- rata siswaa 89,56 90,00
9. Kategori Tuntas
secara klasikal
Tuntas secara klasikal
Dari table diatas menunjukkan bahwa kemampuan belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan sesuai target yang diinginkan. Nilai tertinggi pada pertemuan 1 yaitu 100 dan 100 pada pertemuan kedua. Sedangkan nilai terendah pada pertemuan 1yaitu 30 dan 2 yaitu 60 . Jumlah siswa yang tuntas pada pertemuan 1 sebanyak 20 dan pada pertemuan 2 sebanyak 21 . sedangkan yang belum tuntas terdapat 3 pada pertemuan 1 dan 2 pada pertemuan 2. Untuk mengetauhi persentase ketuntasan jumlah siswa digunakan rumus sebagai berikut:
a. Ketuntasan Setiap siswa dalam proses belajar mengajar dikatakan tuntas secara individu terhadap materi pelajaran yang diberikan jika mampu memperoleh nilai minimal 70.
b. Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas adalah tercapainya ketuntasan belajar sebagai berikut :
= =86,95 %(pertemuan I) = = 91,30 %(pertemuan II) Keterangan :
KK= ketuntasan klasikal
X = jumlah seluruh siswa yang mendapat nilai 75.
Z = Jumlah seluruh siswa
c. Untuk mengetauhi nilai rata-rata kelas digunakan persamaan : M = = 2060
23 = 89,56 (pertemuan I) M = = 2070
23 = 90.00 ( pertemuan II) Keterangan:
M = Mean (rata-rata)
Σx = jumlah nilai total yang diperoleh dari nilai setiap siswa N = banyak siswa.
Berdasarkan dari hasil analisis pada tabel diatas terlihat bahwa ketuntasan belajar secara kalsikal pada siklus II mengalami peningkatan sesuai target yang diinginkan. Nilai tertinggi yaitu 100 pada pertemuan 1 dan 100 pada pertemuan 2. Sedangkan nilai terendah pada pertemuan 1 dengan nilai 30 dan pada pertemuan 2 dengan nilai yaitu 60. Jumlah siswa yang tuntas pada pertemuan 1 sebanyak 20 siswa dan pada pertemuan 2 sebanyak 21 siswa . Sedangkan yang belum tuntas terdapat orang pada pertemuan 1 sebanyak 3 siswa dan pada pertemuan 2 sebanyak 2 siswa dengan ketuntasan kalsikal yaitu 86,95 % pada pertemuan 1 dan 91,30 %. pada pertemuan 2 Jadi nilai rata-rata pada siklus II diperoleh pada pertemuan 1 89,56 dan pada pertemuan 2 90,00. Dengan demikian hasil dari
tingkat kemampuan belajar Bahasa arab siswa sesuai dengan target persentase peningkatan kemampuan belajar kualitas tinggi.
d. Refleksi
Refleksi merupakan langkah yang dilakukan setelah mengetauhi hasil dari tindakan pada siklus II .berdasarkan refleksi yang dilakukan pada siklus II, penggunaan media flashcard secara keseluruhan sudah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I. peningkatan tersebut diantaranya :
1) Pada tahap pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik, dikarenakan murid dan guru sudah belajar pada siklus sebelumnya tentang penggunaan media flashcard dalam pembelajaran.
2) Guru dan siswa sudah melakukan tahap pembelajaran dengan menggunakan media flashcard dapat dilakukan dengan baik.
3) Demikian pula perhatian siswa, siswa fokus dalam memperhatikan penjelasan dari guru karena suasan pembelajaran yang dibuat guru.
4) Komunikasi Antara siswa dan guru aktif membuat pembelajaran menjadi berjalan dengan baik.
5) Jumlah siswa yang mencapai KKM sudah mencapai target dibanding dengan siklus sebelumnya.
6) Siswa yang belum mencapai KKM mendapat perlakuan khusus yang dilkukan oleh guru kelas berupa tambahan pembelajaran diluar jam pelajaran.
Hal tersebut menunjukan bahwa pada siklus II, indikator keberhasilan yang diharapkan dalam penelitian inti tercapai sehingga penelitian ini dicukupkan sampai siklus II