• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 54-71)

c) Melengkapi data untuk penghasilan tidak tetap, yaitu: foto copy SITU, SIUP, TDP, atau keterangan usaha dari kelurahan.

d) Melengkapi data agunan, yaitu: foro copy IMB, foto copy sertifikat, dan foto copy PBB.

Dimana hal ini dibuktikan pada hasil wawancara dengan Bapak Doddy Julianto:

“Untuk syarat pemberkasan selama masa pandemi itu tetap sama dengan sebelum pandemi. Yaitu, foto copy KTP Pemohon dan pasangan, foto copy kartu keluarga, foto copy surat nikah / keterangan belum nikah/ akta cerai, pas foto NPWP pemohon dan pasangan, dan materai 10.000 2 lembar, melengkapi data untuk penghasilan tetap dan tidak tetap, dan data agunan”.

2) Dampak yang ditimbulkan covid-19 terhadap prosedur pemberian kredit di Bank BTN Cabang Makassar selama masa pandemi.

Covid-19 tidak memberikan dampak negatif dan tetap sama terkait prosedur pemberian kredit pada Bank BTN Cabang Makassar saat sebelum dan masa pandemi.

Prosedurnya, yaitu:

a) Pemohon melengkapi kelengkapan dan menyetor berkas yang sudah ditetapkan di check list kelengkapan berkas.

b) Dilakukan wawancara kredit dengan debitur, apakah sudah memenuhi syarat kemampuan pembayaran dan sebagainya.

c) Setelah berkas masuk akan dianalisa oleh kreditur.

d) Kemudian, hasilnya akan keluar apakah disetujui atau tidak.

Hal ini dibuktikan pada hasil wawancara dega Ibu Eka Wardhani Rusyadi:

“Tidak ada dampak negatif. Pemohon menyetor berkas dan dilakukan wawancara kredit dengan debitur. Setalah itu, diproses dan dianalisa oleh pihak bank (kreditur).

Kemudian hasilnya akan keluar apakah disetujui atau tidak”

3) Dampak yang ditimbul kan covid-19 terhadap perancanaan kredit di Bank BTN Cabang Makassar selama masa pandemi.

Covid-19 tidak memberikan dampak negatif terkait perencanaan kredit pada Bank BTN Kajaolalido selama masa pandemi. BTN Cabang Makassar Semakin gencar dalam merencanakan dan memasarkan berbagai jenis kredit yang ada di Bank BTN dengan skema yang lebih ringan

Hal ini dibuktikan pada hasil wawancara dengan Bapak Shuhufy Maula Anas:

“Tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan oleh covid-19 terkait perencanaan kredit. BTN semakin gencar dalam merencanakan dan memasarkan berbagai jenis kredit yang ada di Bank BTN dengan skema yang lebih ringan”.

Susunan perencanaan di Bank BTN Cabang Makassar adalah sebagai berikut:

a) Penilaian keadaaan.

b) Penyusunan database.

c) Penetapan strategi.

d) Kemudian melaksanakan perencanaan berdasarkan target atau program yang telah disusun.

Hal ini juga dibuktikan pada hasil wawancara dengan Bapak Doddy Julianto:

“Tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan oleh covid-19 terkait perencanaan kredit dengan debitur. Susunannya seperti, penilaian keadaan, penyusunan database, penetapan strategi, dan melaksanakan perencanaan berdasarkan target atau program yang telah disusun”.

4) Dampak yang ditimbulkan covid-19 terhadap pengelolaan kredit di bank BTN Cabang Makassar selama masa pandemi.

Covid-19 tidak menimbulkan dampak negatif terkait penegelolaan kredit pada Bank BTN Cabang Makassar selama masa pandemi. Namun terkait pengelolaan kredit pada saat pandemi, ada sedikit kebijakan atau proses pembinaan atau pemberian rektrukturisasi (penangguhan kredit) untuk debitur atau nasabah-nasabah yang mengalami dampak covid-19 dengan pola yang sudah diatur oleh Bank BTN berdasarkan peraturan OJK, misalnya diberhentikan sementara, di PHK, pengurangan gaji karyawan atau tunjangan, dan dampak lainnya.

Hal ini dibuktikan pada hasil wawancara dengan Bapak Doddy Julianto:

“Tidak ada dampak negatif. Namun terkait pengelolaan kredit pada saat pandemi, ada proses pembinaan atau pemberian rektrukturisasi (penangguhan kredit) untuk debitur atau nasabah-nasabah yang mengalami dampak covid-19 dengan pola yang sudah diatur oleh Bank BTN beradsarkan peraturan OJK ,misalnya diberhentikan sementara, di PHK, pengurangan gaji karyawan atau tunjangan, dan dampak lainnya”.

5) Jumlah permohonan kredit pada Bank BTN Cabang Makassar selama masa pandemi.

Selama masa pandemi jumlah permohonan kredit pada Bank BTN Cabang Makassar mengalami penurunan pada awal-awal memuncaknya pandemi karena kemampuan debitur dengan hasil analisa pendapatan debitur yang tidak memenuhi syarat.

Hal ini dibuktikan pada hasil wawancara dengan Bapak Doddy Julianto:

“Selama masa pandemi jumlah permohonan kredit mengalami penurunan karena kemampuan debitur dengan hasil analisa pendapatan debitur yang tidak memenuhi syarat.“

6) Tindakan Bank BTN Cabang Makassar ketika seorang debitur tidak mampu mengembalikan kewajibannya dengan tepat waktu selama masa pandemi.

Tindakan Bank BTN Cabang Makassar ketika seorang debitur tidak mampu mengembalikan kewajibannya dengan tepat waktu selama masa pandemi, yaitu melaui pemberian surat peringatan tertulis 1 sampai 3 yang masing-masing jangka waktu suratnya 2 minggu.

Hal ini dibuktikan pada hasil wawancara dengan Bapak Doody Julianto dan Bapak Shuhufy Maula Anas:

“Melaui pemberian surat peringatan tertulis 1 sampai 3 yang masing-masing jangka waktu suratnya 2 minggu”.

b. Pemberian Kredit

1) Produk-produk pelayanan kredit yang dilakukan oleh Bank BTN Cabang Makassar.

Produk-produk pelayanan kredit pada Bank BTN Cabang Makassar yaitu:

a) Kredit KPR (Subsidi dan non subsidi) b) Kredit Pegawai

c) Kredit Usaha Rakyat (KUR) d) Kredit Pemilikan Lahan

e) Kredit Ringan BTN Pensiunan f) Kredit Investasi

g) Kredit Ringan BTN

h) Kredit UMKM Program Kemitraan i) Kredit Swadana BTN

j) Kredit UMKM Linkage Program

k) Kredit Bangun Rumah BTN, Kredit Agunan Rumah (KAR) BTN

l) Kredit Pemilikan Lahan

m) Kredit Kepemilikan Apertemen BTN n) Kredit UMKM Modal Kerja

o) Kredit UMKM

p) Kredit beragunan Simpanan BTN q) Kredit Modal Kerja

r) Kredit Modal Kerja Kontraktor s) Kredit KUMKM Investasi

t) Kredit Program Pendanaan UMK u) Kredit pemilikan Rumah Toko BTN v) Kredit UMKM Modal Kerja Kontrakto

w) Fasilitas Pembiayaan Kredit Renovasi Rumah BTN Tapera x) Fasilitas Pembiayaan Kredit Rumah BTN Tapera.

2) Produk pelayanan kredit pada Bank Cabang Makassar yang paling banyak diminati debitur.

Produk pelayan kredit pada Bank BTN Cabang Makassar yang paling banyak diminati adalah produk KPR Subsidi.

Hal ini dibuktikan pada hasil wawancara dengan Ibu Eka Wardhani Rusyadi:

“Untuk kredit sesuai dengn kebutuhan pemohon, yang paling banyak diminati yaitu KPR Subsidi karena harga terjangkau”.

Dikarenakan kredit KPR harganya relatif lebih murah, sekitar Rp 156.000.000 dan angsurannya terjangkau dan lebih ringan. Misalkan untuk 15 tahun, posisi hitungan normalnya kurang lebih Rp 1.100.000 per bulan dan 20 tahun bisa lebih ringan. Seseorang dengan berupah UMR standar Rp 3.000.0000 – Rp 3.500.000 kemungkinan besar bisa mendapatkan fasilitas KPR Subsidi karena angsuran bisa dibawah Rp 1.000.000.

Hal ini juga dibuktikan pada hasil wawancara dengan Bapak Doddy Julianto:

“KPR Subsidi, Karena harga lebih murah sekitaran Rp 156.000.000 dan angsuran lebih ringan. Misalkan untuk 15 tahun, posisi hitungan normalnya kurang lebih Rp 1.100.000 per bulan dan 20 tahun bisa lebih ringan.

Seseorang dengan berupah UMR standar Rp 3.000.0000 – Rp 3.500.000 kemungkinan besar bisa mendapatkan fasilitas KPR Subsidi karena angsuran bisa dibawah Rp 1.000.000”.

3) Penyuluhan atau promosi yang digunakan oleh Bank BTN Cabang Makassar agar masyarakat tertarik untuk mengambil kredit ataupun melakukan transaksi yang lain selama masa pandemi.

Pada saat diterapkannya kebijakan PSBB atau pembatasan sosial penyuluhan lapangan (langsung) untuk mempromosikan kredit menjadi terbatas, jadi Bank BTN Cabang Makassar lebih fokus melakukan promosi. Untuk promosinya bermacam-macam, yaitu melalui media elektronik (sosial), media massa, selebaran, info diweb Bank BTN, Iklan, atau melalui penempatan bot ditempat keramaian seperti pameran jika memungkinkan dan semacamnya.

4) Kredit yang paling banyak terjadi risiko kredit macet selama masa pandemi pada Bank BTN Cabang Makassar.

Kredit yang paling banyak terjadi risiko kredit macet selama masa pandemi pada Bank BTN Cabang Makassar, yaitu kredit KPR Subsidi, karena dilihat dari segi relaksasi lebih banyak dan debitur yang mengambil kredit KPR subsidi pun banyak.

Hal ini dibuktikan pada hasil wawancara dengan bapak Doody Julianto dan Shuhufy Maula Anas:

“Kredit KPR Subsidi, karena dilihat dari segi relaksasi lebih banyak”.

c. Pegawasan Kredit

1) Dampak yang ditimbulkan covid-19 terhadap sistem pengawasan di Bank BTN Cabang Makassar pada kredit yang diberikan kepada debitur selama masa pandemi.

Covid-19 tidak menimbulkan dampak negatif terkait pengawasan kredit pada Bank BTN Cabang Makassar. Semua proses kredit melewati proses analisa untuk memastikan pemohon apakah dapat menerima fasilitas KPR atau tidak.

Hal ini dibuktikan pada hasil wawancara dengan Ibu Ayu Eka Wardhani Rusyadi:

“Tidak ada dampak negatif. Semua proses kredit melewati proses analisa untuk memastikan pemohon apakah dapat menerima fasilitas KPR atau tidak”.

Dari pihak Bank BTN Cabang Makassar tetap menetapkan prinsip 5C dan 7P untuk pemberian kredit, yaitu:

a) Prinsip 5C mencakup; character, capacity, capital, collateral, condition.

b) Prinsip 7P mencakup; personality, party, purpose, prospect, payment, profitability, dan protection

Hal ini dibuktikanpada hasil wawancara dengan Bapak Shuhufy Maula Anas:

“Tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan covid-19 terhadap sistem pengawasan di Bank BTN Kajaolalido.

Dari pihak bank tetap menetapkan prinsip 5C dan 7P untuk pemberian dan pengawasan kredit”.

Pengawasan pada saat pengajuan kredit pada Bank BTN Cabang Makassar, yaitu verifikasi 5C terkait wawancara debitur, pendapatan debitur, analisa terhadap pekerjaan debitur, termasuk kemampuan debitur kedepannya dalam melakukan pembayaran sampai dengan selesainya masa kredit.

Pengawasan pada saat setelah dilakukannya akad kredit pada Bank BTN Cabang Makassar, yaitu menganalisa bagaimana menjaga agar pembayaran debitur normal atau tidak menunggak per bulannya. Biasanya dilakukan dengan via telepon, sms splash, whatsapp splash, atau pembinaan secara langsung dilapangan oleh petugas-petugas bank dengan mengunjungi debitur.

Hal ini juga dibuktikan pada hasil wawancara dengan Bapak Doody Julianto:

“Dari pihak bank itu tetap menetapkan prinsip 5C dan 7P untuk pemberian kredit. Pengawasan pada saat pengajuan kredit, yaitu verifikasi 5C terkait wawancara debitur, pendapatan debitur, analisa terhadap pekerjaan debitur, termasuk kemampuan debitur kedepannya dalam melakukan pembayaran sampai dengan selesainya masa kredit. Pengawasan pada saat setelah dilakukannya akad kredit, yaitu menganalisa bagaimana menjaga agar pembayaran debitur normal atau tidak menunggak per bulannya. Biasanya dilakukan dengan via telepon, sms splash, whatsapp splash, atau pembinaan secara langsung dilapangan oleh petugas-petugas bank dengan mengunjungi debitur”.

2) Hal yang biasanya menimbulkan kredit macet pada Bank BTN Kajaolalido.

Hal yang biasanya menimbulkan kredit macet pada Bank BTN Kajaolalido, yaitu:

a) Lebih kepada prinsip character dari 5C atau personality dari prinsip 7P.

b) Penurunan pendapatan nasabah.

c) Penurunan kegiatan usaha.

d) Pada saat masa pandemi yaitu kebanyakan debitur mengalami penurunan pendapatan kegiatan usaha dan PHK nasabah.

3) Kebijakan yang dilakukan oleh Bank BTN Cabang Makasar untuk meminimalisir timbulnya kredit macet selama masa pandemi.

Selama masa pandemi Bank BTN Cabang Makassar menerbitkan kebijakan relaksasi kredit atau retrukturisasi kredit (penangguhan kredit) dengan pola yang sudah diatur sesuai dengan ketentuan di Bank BTN Kajaolalido. Yaitu:

a) Penangguhan angsuran selama 3, 6, 12 sampai dengan 24 bulan.

b) Pemberian diskon bunga.

c) Relaksasi jangka waktu kredit.

Hal ini dibuktikan pada hasil wawancara dengan Bapak Doody Julianto:

“Selama masa pandemi lebih ke relaksasi kredit atau retrukturisasi kredit (penangguhan kredit) dengan pola yang sudah diatur sesuai dengan ketentuan di Bank BTN Kajaolalido. Yaitu dengan penangguhan angsuran selama 3, 6, 12 – 24 bulan, pemberian diskon bunga, dan relaksasi jangka waktu kredit”.

4) Dampak negatif yang ditimbulkan oleh covid-19 terhadap penyelesaian kredit macet pada Bank BTN Cabang Makassar selama masa pandemi.

Tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan oleh covid-19 terhadap penyelesaian kredit macet pada Bank BTN Cabang Makassar selama masa pandemi.

Penyelesaian kredit macet pada Bank BTN selama masa pandemi, yaitu:

a) Setelah dberikan relaksasi atau debitur tidak ingin melakukan penangguhan akan diberikan surat peringatan 1 dan apabila tidak di pedulikan akan diberikan surat peringatan 2 dan ke 3 dengan masing-masing jangka waktu 2 minggu.

b) Setelah diberikan surat peringatan ke 3, debitur tetap tidak melakukan penyelesaian atau itikad baik dengan Bank BTN.

Maka pihak Bank BTN akan menyelesaikan dengan cara litigasi atau non litigasi, yaitu dengan pelelangan hak akta bunga terhadap objek atau rumah yang dijaminkan di Bank BTN atau dengan pola pengalihan piutang dengan dialihkan ke debitur baru, atau dengan penjualan surat kuasa yang bisa dilakukan langsung oleh debitur atau penjualan yang dilakukan bersama antara debitur dengan pihak bank.

Contohnya, debitur mempunyai hutang pada Bank sebesar Rp 200.000.000, harga rumah yang dijaminkan bisa laku terjual Rp 300.000.000 dan dilakukan penjualan bersaman antara debitur dengan pihak Bank, laku terjual sebesar Rp 300.000.000. kemudian debeitur melakukan pelunasan sebesar Rp 200.000.000, sisanya diambil oleh debitur sendiri.

5) Pihak yang terkena efek kredit macet dan dampak bagi mereka yang terkena efek kredit macet.

Pihak yang terkena efek kredit macet, yaitu pegawai, baik pegawai negeri ataupun swasta dan wirausaha.

Untuk pegawai negeri dikarenakan tunjangan tertunda, awalnya mereka digaji perbulan kemudian menjadi per 3 bulan dan otomatis akan mengalami penurunan pendapatan yang akan berdampak pada perlambatan pembayaran. Selanjutnya, karyawan swasta dikarenakan pengurangan karyawan atau diberhentikan.

Hal ini dibuktikan pada hasil wawancara dengan Bapak Doddy Julianto dan Ibu Ayu Ekawardhani Rusyadi:

“Pegawai, baik pegawai negeri ataupun swasta, wirausaha.

Untuk pegawai negeri dikarenakan tunjangan tertunda yang tadinya dibayar perbulan menjadi per 3 bulan otomatis akan mengalami penurunan pendapatan yang akan berdampak pada perlambatan pembayaran.

Karyawan swasta dikarenakan pengurangan karyawan atau diberhentikan’.

6) Kendala yang dialami oleh Bank BTN Cabang Makassar selama masa pandemi.

Kendala yang dialami oleh Bank BTN Cabang Makassar selama masa pandemi, yaitu pada saat diterapkannya kebijakan pembatasan sosial (PSBB). Aktivitas operasional perkantoran tetap berjalan normal namun ada sedikit pengurangan jam kerja atau pemberian work form home untuk pengurangan populasi, yang pada awalnya (sebelum

diterapkannya kebijakan PSBB) 100% pegawai yang masuk menjadi 65% (setelah diterapkannya kebijakan PSBB).

Hal ini dibuktikan pada hasil wawancara dengan Bapak Shuhufy Maula Anas:

“Kendalanya lebih pada saat ditetapkannya kebijakan pembatasan sosial (PSBB), ada sedikit pengurangan jam kerja atau pemberian work form home, yang tadinya 100%

pegawai yang masuk menjadi 65% untuk pengurangan populasi”.

7) Keadaan perkreditan selama tahun 2021 pada Bank BTN Cabang Makassar.

Keadaan perkreditan selama tahun 2021 pada Bank BTN Cabang Makassar yaitu, dari pertengahan tahun mulai berjalan normal dan sudah dikatakan stabil.

Hal ini dibuktikan pada hasil wawancara dengan Bapak Doddy Julianto, Shuhufy Maula Anas, dan Ibu Ayu Ekawardhani Rusyadi:

“Posisi kredit dari mulai pertengahan tahun sudah bisa dikatakan normal dan stabil”.

3. Data Realisasi Penyaluran Kredit Konsumer Bank BTN Cabang Makassar

Tabel 4.2 Jumlah Penyaluran Kredit Bank BTN Cabang Makassar Periode 2018-2021

No. Tahun Realisasi Unit Rp.

1. 2018 2.301 340.692.589.652

2. 2019 1.157 170.449.336.628

3. 2020 892 142.535.572.798

4. 2021 1.215 202.086.685.135

Dari tabel realisasi penyaluran kredit consumer Bank BTN cabang makassar diatas, dapat dilihat bahwa pada tahun 2018 jumlah unit akad kreditnya sebesar 2.301 unit dengan nominal Rp340.692.589.652. Pada tahun 2019 jumlah akad mengalami penurunan sebesar 1.157 unit dengan nominal Rp170.449.336.628. Selanjutnya ditahun 2020 juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 892 unit dengan nominal Rp142.535.572.798. Pada tahun 2021 jumlah penyaluran akad kreditnya mengalami kenaikan sebesar 1.215 unit dengan nominal Rp202.086.685.135.

4. Data Restrukturisasi Kredit Bank BTN Cabang Makassar Tabel 4.3 Data Restrukturisasi Covid-19

No. Keterangan Jumlah Outstanding

1. Jumlah debitur yang mengajukan

restrukturisasi Kredit 6.657 Rp632.670.252.478 2. Jumlah yang mendapat persetujuan

restrukturisasi Kredit 5.836 Rp558.203.782.575

Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa jumlah debitur yang terdampak covid-19 dan melakukan pengajuan restrukturisasi kredit sebanyak 6.657 debitur dengan outstanding (sisa pinjaman yang belum terbayar oleh debitur) sebesar Rp632.670.252.478, akan tetapi jumlah debitur yang mendapat persetujuan untuk mendapatkan retrukturisasi kredit hanya sebanyak 5.836 debitur dengan outstanding sebesar Rp558.203.782.575. Jadi, ada sekitar 821 debitur yang dibatalkan atau tidak tidak mendapatkan persetujuan restrukturisasi kredit.

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 54-71)

Dokumen terkait