• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 71-78)

tersebut dimaksudkan dengan tujuan untuk pemrosesan kredit yang awalnya diproses oleh pihak kantor cabang menjadi diluar kantor cabang. Akibat dari sistem baru tersebut banyak calon nasabah merasa dipersulitkan, kemudian lebih memilih untuk mengambil kedit di bank lain. Hal itulah yang menyebabkan penyaluran kredit pada tahun 2018 mengalami penurunan.

Dari tabel kedua yaitu, jumlah realisasi penyaluran kredit selama masa pandemi covid-19 pada Bank BTN Cabang Makassar diatas dapat dilihat bahwa covid-19 sudah mulai mewabah pada awal Maret tahun 2020 sampai sekarang. Pada tahun 2020 jumlah penyaluran akad kredit mengalami penurunan sebanyak 892 unit dengan nominal Rp142.535.572.798. Selain dengan efek dari sistem baru yang beroperasi, covid-19 juga sangat berdampak pada penyaluran kredit pada tahun 2020 dan menyebabkan penurunan jumlah penyaluran kredit. Kemudian, pada tahun 2021 jumlah akad kedit mengalami peningkatan sebesar 1.215 unit dengan nominal Rp202.086.865.135.

dapat dikatakan bahwa posisi kredit pada tahun 2021 sudah mulai membaik. Peningkatan tersebut karena nasabah-nasabah yang dulunya merasa dipersulitkan sudah mulai beradaptasi dengan sistem baru tersebut (Regional Long Processing Center), kualitas sistem dari Bank BTN Cabang Makassar juga semakin bagus, dan covid-19 juga sudah mulai berkurang jadi posisi kredit di Bank BTN sudah mulai stabil dan berangsur-angsur mengalami peningkatan.

2. Kebijakan Bank BTN Cabang Makassar Selama Masa Pandemi Covid- 19

Selama masa pandemi Bank BTN Cabang Makassar menerbitkan kebijakan untuk nasabah-nasabah yang terdampak covid-19 sesuai arahan yang sudah ditentukan dari pusat, yaitu restrukturisasi kredit.

Restrukturisasi kredit merupakan upaya perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang berpotensi mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya.

Adapun kebijakan restrukturisasi yang ditawarkan oleh Bank BTN Cabang Makassar, yaitu:

a. Penangguhan angsuran selama 3, 6, 12 sampai dengan 24 bulan.

b. Pemberian diskon bunga.

c. Relaksasi jangka waktu kredit.

Tabel 4.6 Restrukturisasi Covid-19

No. Keterangan Jumlah Outstanding

1. Jumlah debitur yang mengajukan

restrukturisasi Kredit 6.657 Rp632.670.252.478 2. Jumlah yang mendapat persetujuan

restrukturisasi Kredit 5.836 Rp558.203.782.575

Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa jumlah debitur yang terdampak covid-19 dan melakukan pengajuan restrukturisasi kredit sebanyak 6.657 debitur dengan outstanding (sisa pinjaman yang belum terbayar oleh debitur) sebesar Rp632.670.252.478, akan tetapi jumlah debitur yang mendapat persetujuan untuk mendapatkan retrukturisasi kredit hanya sebanyak 5.836 debitur dengan outstanding sebesar

Rp558.203.782.575. Jadi, ada sekitar 821 debitur yang dibatalkan atau 52 tidak mendapatkan persetujuan restrukturisasi kredit. hal itu disebabkan karena kemungkinan sebagian debitur tidak memenuhi syarat dan ketentuan untuk pengajuan restrukturisasi kredit.

3. Dampak Negatif Covid-19 terhadap Kredit pada Bank BTN Cabang Makassar

a. Perencanaan Kredit

Dari data hasil wawancara bersama informan yang bernama Doddy Julianto, Shuhufy Maula Anas, dan Ayu Ekawardhani Rusyadi, covid-19 tidak menimbulkan dampak negatif terkait perencanaan kredit pada Bank BTN Cabang Makassar. Bentuk perencanaan kredit dari Bank BTN Cabang Makassar kurang lebih seperti penilaian keadaan, penyusunan database, penetapan strategi, kemudian melaksanakan perencanaan berdasarkan target atau program yang telah disusun.

Begitupun dengan syarat, prosedur dan pengelolaan kredit pada Bank BTN Cabang Makassar tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan oleh covid-19. Namun, hasil wawancara dari Informan Doddy Julianto dan Shuhufy Maula Anas, covid-19 menimbulkan dampak negatif terhadap jumlah permohonan kredit pada awal atau saat memuncaknya kasus positif covid-19 mengalami penurunan.

Akan tetapi, Informan Ayu Ekawardhani Rusyadi mengatakan jumlah permohonan kredit pada awal atau saat memuncaknya kasus positif mengalami peningkatan.

b. Pemberian Kredit

Dari data hasil wawancara yang dilakukan bersama Informan yang bernama Doddy Julianto, Shuhufy Maula Anas dan Ayu Ekawardhani Rusyadi, covid-19 menimbulkan dampak negatif terkait pemberian kredit pada Bank BTN Cabang Makassar, yaitu pihak Bank lebih selektif dan membatasi pemberian kreditnya. Kemudian, saat diterapkannya kebijakan PSBB atau pembatasan sosial penyuluhan lapangan (langsung) untuk mempromosikan kredit menjadi terbatas. Maka, promosinya banyak dilakukan melalui media elektronik, media massa, iklan, spanduk, dan Info di web Bank BTN.

Kemudian dari data jumlah penyaluran kredit, covid-19 menimbulkan dampak negatif terhadap penyaluran kredit. Yaitu pada tahun 2020 jumlah realisasi akad kredit mengalami penurunan sebesar 892 unit dengan nominal Rp142.535.572.798, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2019 jumlah akad kredtinya sebesar 1.157 unit dengan nomimal Rp170.449.336.628.

c. Pengawasan Kredit

Dari data hasil wawancara yang dilakukan bersama Informan yang bernama Doddy Julianto. Shuhufy Maula Anas, dan Ayu Ekawardhani Rusyadi, covid-19 tidak menimbulkan dampak negatif terkait pengawasan kredit pada Bank BTN Cabang Makassar. Dari Pihak Bank BTN tetap menerapkan prinsip 5C dan 7P untuk pemberian dan pengawasan kredit. kemudian terdapat kendala yang dialami Bank BTN Cabang Makassar selama masa pandemi, yaitu lebih pada saat ditetapkannya kebijakan pembatasan sosial (PSBB), 54 ada sedikit pengurangan jam kerja atau pemberian work form home, yang tadinya 100% pegawai yang masuk menjadi 65% untuk pengurangan populasi.

4. Dampak Positif Covid-19 terhadap Kredit pada Bank BTN Cabang Makassar

a. Perencanaan Kredit

Dari data hasil wawancara bersama informan yang bernama Doddy Julianto, Shuhufy Maula Anas, dan Ayu Ekawardhani Rusyadi, dampak positif dari covid-19 yaitu, Bank BTN Cabang Makassar Semakin gencar dalam merencanakan dan memasarkan berbagai jenis kredit yang ada di Bank BTN dengan skema yang lebih ringan.

b. Pemberian Kredit

Dari data hasil wawancara yang dilakukan bersama Informan yang bernama Doddy Julianto. Shuhufy Maula Anas, dan Ayu Ekawardhani Rusyadi, dampak positif dari covid-19 terhadap pemberian kredit yaitu, pihak bank melakukan relaksasi kredit seperti bantuan PEN (Percepatan Ekonomi Nasional) dalam bentuk bantuan subsidi pembayaran bunga dan pokok kepada debitur yang terkena dampak covid-19.

c. Pengawasan Kredit

Dari data hasil wawancara yang dilakukan bersama Informan yang bernama Doddy Julianto. Shuhufy Maula Anas, dan Ayu Ekawardhani Rusyadi, dampak positif dari covid-19 yaitu pihak bank lebih selektif dalam hal pengawasan kepada siapa kredit diberikan selama masa pandemi.

63

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 71-78)

Dokumen terkait