BAB IV PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Posisi Kasus
Perkara yang dibahas dalam penelitian ini yakni kepailitan yaitu debitornya meninggal dunia dalam Putusan Nomor 1/Pdt.Sus-Pailit/2021/PN Niaga Mks. Permohonan pailit terhadap Alm. Ivan Limbunan sebagai Termohon I dengan penggantinya yakni Fransiska Ida yang merupakan istri almarhum sebagai Termohon II. Adapun Para Pemohon yakni Muhammad Saleh Dg. Sewang sebagai Pemohon Pailit I, Hudy Auw sebagai Pemohon Pailit II, H. Muh Radi Rasdha sebagai Pemohon Pailit III, dan Marji Rumpak sebagai Pemohon Pailit IV. Termohon I telah meminjam sejumlah uang dari keempat Kreditor dengan total Rp.3.310.239.000,00. Para pemohon mengirimkan surat somasi kepada Termohon namun dibalas dengan Surat Jawaban Somasi oleh isteri Termohon Pailit I mengenai pengakuan utang sebagaimana yang diajukan dalam somasi disertai pernyataan mengenai meninggalnya Termohon Pailit I pada Tanggal 26 Juni 2020 serta adanya sengketa mengenai warisan dari si Termohon.
Hingga setelah berbagai upaya yang dilakukan oleh Para Pemohon I hingga Pemohon IV untuk mendapatkan haknya masing-masing, mereka pun melakukan permohonan pailit ke Pengadilan Niaga pada Tanggal 12 Oktober 2021. Permasalahannya kemudian dalam pembuktian untuk permohonan
pailit yang diajukan oleh para Pemohon adalah karena permohonan utang dilakukan oleh para setelah lewat waktu 90 hari setelah Termohon I yakni Alm. Ivan Limbunan telah meninggal dunia. Dimana dalam Pasal 210 UU KPKPU yang menyatakan bahwa “Permohonan Pailit Terhadap Debitor yang sudah meninggal dunia harus diajukan paling lambat 90 hari setelah si Debitor meninggal dunia” sementara para Pemohon memang baru mengentahui bahwa Termohon I telah meninggal setelah melayangkan somasi pertamanya masing-masing yang telah lewat selama 1 tahun 3 bulan.
2. Gugatan Pailit
Terhadap duduk perkara yakni antara permohonan pemohon terhatap termohon bahwa:
a. Bahwa pada tanggal 9 September 2011, TERMOHON PAILIT I telah meminjam uang dari PEMOHON PAILIT I sebesar Rp. 200,000,000,- (dua ratus juta rupiah) berdasarkan bukti kwitansi tanggal 9 September 2011 yang ditandatangani oleh TERMOHON PAILIT I. Oleh karena i tu, maka secara hukum selanjutnya TERMOHON PAILIT I mempunyai kewajiban untuk mengembalikan pinjaman tersebut kepada PEMOHON PAILIT I
b. Bahwa dalam kurun waktu Februari 2015 sampai dengan Mei 2015, TERMOHON PAILIT I telah meminjam uang sebesar Rp. 110.239.000 (seratus sepuluh juta dua ratus tiga puluh Sembilan ribu rupiah) kepada PEMOHON PAILIT II dengan rincian sebagai berikut :
1) Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah) tanggal 28 Februari 2015 bilyer giro No. CL 229576;
2) Rp. 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) tanggal 4 Maret 2015 bilyet giro No. CL 529895;
3) Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) tanggal 12 Maret 2015 bilyet giro No. CL 529890;
4) Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) tanggal 31 Maret 2015 bilyet gi ro No. CL 229577;
5) Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) tanggal 19 Maret 2015 bilyet giro No. CL 529896;
6) Rp. 9.289.000 (Sembilan juta dua ratus delapan puluh Sembilan ribu rupiah) tanggal 8 April 2015 bilyet giro No. CL 226419
7) Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) tanggal 18 April 2015 bilyet giro No. CL 226421;
8) Rp. 10.950.000 (sepuluh juta Sembilan ratus lima puluh ribu rupiah) kwitansi tanda terima.
Oleh karena itu, maka secara hukum selanjutnya TERMOHON PAILIT I mempunyai kewajiban untuk mengembalikan pinjaman tersebut kepada PEMOHON PAILIT II;
c. Bahwa pada tanggal 5 Februari 2011, TERMOHON PAILIT I telah meminjam uang kepada PEMOHON PAILIT III sebesar Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) berdasarkan bukti kwitansi tanggal 5 Februari 2011; Oleh karena itu, maka secara hukum selanjutnya TERMOHON PAILIT I mempunyai kewajiban untuk mengembalikan pinjaman tersebut kepada PEMOHON PAILIT III;
d. Bahwa dalam hal ini PEMOHON PAILIT IV berdasarkan Akta Notaris Nomor: 01, tertanggal 1 Maret 2014, PEMOHON PAILIT IV telah memberikan pinjaman kepada TERMOHON PAILIT I sebesar Rp.
2,500,000,000,- (dua milyar lima ratus juta rupiah) dengan jaminan berupa 15 (lima belas) bidang tanah dan bangunan kepada PEMOHON PAILIT IV dihadapan Notaris MICHIKO SODIKIM di Makassar sebagaimana tertuang dalam Perjanjian dan Persetujuan Akta Notaris Nomor : 01, tertanggal 1 Maret 2014 sehingga secara hukum selanjutnya TERMOHON PAILIT I telah mempunyai kewajiban untuk mengembalikan pinjaman sebesar Rp. 2,500,000,000,- (dua milyar lima ratus juta rupiah) kepada PEMOHON PAILIT IV; Oleh karena itu, maka secara hukum selanjutnya TERMOHON PAILIT I mempunyai kewajiban untuk mengembalikan pinjaman tersebut kepada PEMOHON PAILIT II;
Dengan berdasarkan fakta-fakta dan alasan-alasan hukum tersebut di atas, dan dengan terpenuhinya segala ketentuan dalam Pasal 2 ayat (1) jo.
Pasal 8 ayat (4) UU No. 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU, mohon kiranya Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Makassar yang memeriksa, mengadili dan memutus Permohonan a quo berkenan memberikan Putusan sebagai berikut:
a. Menerima dan mengabulkan Permohonan Para Pemohon Pailit untuk seluruhnya;
b. Menyatakan Para Pemohon Pailit adalah Kreditur dari Para Termohon Pailit;
c. Menyatakan dan menetapkan TERMOHON PAILIT I, yaitu ALM. IVAN LIMBUNAN beralamat di Jl. Sungai Saddang Baru No. 18 Makassar dan TERMOHON PAILIT II, yaitu FRANSISKA IDA (ISTRINYA ALM.
IVAN LIMBUNAN) beralamat di Jl. Lasandara No. 14 Korumba, Kec.
Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93111, PAILIT dengan segala akibat hukumnya;
d. Mengangkat Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Makassar sebagai Hakim Pengawas;
e. Menunjuk dan mengangkat :
1) MUHAMMAD ARSYAD, S.H. Kurator & Pengurus , yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus No.
AHU-256AH.04.03-2020, tertanggal 13 Juli 2020;
2) MUHAMMAD FADHIL PUTRA RUSLI, S.H. Kurator & Pengurus, yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus No. AHU-310AH.04.03-2020, tertanggal 12 Agustus 2020;
3) NURHAMLI, S.H., M.H., Kurator & Pengurus, yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus No.
AHU-270AH.04.03-2021, tertanggal 13 April 2021;
4) MUSDALIFAH, S.H. Kurator & Pengurus, yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus No.
AHU-236.AH.04.03-2017, tertanggal 13 Desember 2017. Sebagai Tim Kurator dalam proses Kepailitan.
f. Menghukum Para Termohon Pailit untuk membayar segala biaya yang timbul dalam Perkara ini.
Terhadap gugatan yang dilayangkan para pemohon terhadap termohon sangat mengharap agar segala gugatan yang dilayangkan dapat diterima berdasarkan segala fakta-fakta dan alasan-alasan hukum yang diajukan dan mendapatkan apa yang diharapkan yakni putusan yang seadil-adilnya.
3. Amar Putusan Pailit
Dimana amar putusan hakim dalam Putusan Nomor 1/Pdt.Sus- Pailit/2021/PN Niaga Mks memutus bahwa:
1. Mengabulkan Permohonan Para Pemohon Pailit tersebut untuk seluruhnya;
2. Menyatakan Debitor Pailit I Alm. Ivan Limbunan beralamat di Jalan Sungai Saddang Baru Nomor 18, Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan dan Termohon Pailit II Fransiska Ida (Istri Alm. Ivan Limbunan) beralamat di Jalan Lasandara Nomor 14, Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara dalam keadaan pailit dengan segala akibat hukumnya;
3. Menunjuk Burhanuddin, S.H., M.H., Hakim Niaga di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Makassar sebagai Hakim Pengawas;
4. Mengangkat Kurator:
a. Muhammad Arsyad, S.H., Kurator & Pengurus, yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus Nomor AHU-256AH.04.03-2020, tertanggal 13 Juli 2020;
b. Muhammad Fadhil Putra Rusli, S.H., Kurator & Pengurus, yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus Nomor AHU-310AH.04.03-2020, tertanggal 12 Agustus 2020;
c. Nurhamli, S.H., M.H., Kurator & Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus Nomor AHU-270AH.04.03-2021, tertanggal 13 April 2021;
d. Musdalifah, S.H., Kurator & Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus Nomor AHU-236.AH.04.03-2017, tertanggal 13 Desember 2017;
Sebagai Tim Kurator dalam proses Kepailitan;
5. Menetapkan biaya kepailitan dan imbalan jasa Kurator akan ditetapkan kemudian setelah proses kepailitan berakhir;
6. Menghukum Para Debitor untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp2.495.000,00 (dua juta empat ratus sembilan puluh lima ribu rupiah);