• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Temuan Penelitian

BAB I PENDAHULUAN

A. Deskripsi Penelitian

5. Hasil Temuan Penelitian

a. Minat Belajar Siswa Kelas VII Mts Darul Ittihad Gerepek

Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan kepala sekolah Umar Dana SA.g, beliau menyatakan bahwa:

Sejujurnya minat belajar siswa di MTs Darul Ittihad Gerepek untuk sekarang ini masih dibilang rendah tidak seperti dari tahun-tahun sebelumnya, karena mugkin madrasah juga sedang melakukan renovasi yaitu membangun gedung tingkatan yang bersebelahan dengan gedung kelas VII,VIII, dan IX, mungkin mereka merasa terganggu dengan suara orang bekerja, selain itu dengan kejadian ahir-ahir ini yang menimpa madrasah kami yaitu banyaknya siswa yang kesurupan, dalam sehari ada lima siswa yang kesurupan, bahkan ada dua siswa yang pindah sekolah dikarenakan mereka sering sakit ketika masuk kelas, mungkin karena hal tersebut mebuat minat belajar siswa menjadi turun.55

Selain itu peneliti juga melakukan wawancara dengan guru IPS Terpadu yaitu Sayuti SP.d, beliau menjelaskan bahwa:

minat belajar siswa kelas VII MTs Darul Ittihad Gerepek terhadap pelajaran IPS masih sangat rendah dikarenakan minimnya sarana dan prasana sekolah, sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap minat belajar siswa, sehingga kami sebagai guru yang ada disini berusaha semaksimal mungkin didalam mengajar mereka, meskipun dengan sarana dan prasarana yang ada.56

Selain itu peneliti juga mendapatkan tambahan jawaban dari Roni Hurdianto SP.d, selaku kepala bidang kesiswaan di MTs Darul Ittihad Gerepek. beliau juga menyatakan bahwa:

Selain masih terkendala dengan sarana dan prasarana sekolah, penyebab minat belajar siswa yang semakin

55 Umar Dana SA.g, Wawancara, 02 April 2020

56 Sayuti SP.d, Wawancara,Pada Tanggal 01 Maret 2020

berkurang adalah pengaruh gadget, karena anak yang masih di bawah umur juga sering di berikan gadget oleh orang tua mereka untuk main game dll, meskipun awalnya Cuma sekedar teman bermain bagi anak ketika orangtuanya sedang sibuk tapi lama kelamaan itu menjadi sebuah kebiasaan, apalagi dengan semakin maraknya perkembangan game seperti sekarang ini, tentu membutuhkan pengawasan dari orang tua.57

Selanjutnya peneliti juga melakukan wawancara dengan beberapa siswa MTs Darul Ittihad kelas VII yaitu Ahmad Rosidi, Muhammad Iqbal Zurai, Sulistia Budi Arni, Rizal Hamdani, Maulana Iftihami.

Peneliti mendapatkan jawaban dari mereka mengenai minat belajar IPS, yang dimana jawaban dari mereka memeliki alasan masing- masing.

Ketika peneliti menanyakan tentang minat belajar IPS kepada Ahmad Rosidi, dia menjawab “Kalau minat saya terhadap pelajaran IPS itu biasa-biasa saja, tidak terlalu suka dan tidak terlalu senang juga, apalagi kalau bapak sedang ngejelasin di depan saya sukanya menggambar”. Berbeda halnya dengan dengan Muhammad Iqbal Zurai, dia mengatakan bahwa “Saya tidak terlalu mengerti dengan pelajaran IPS, karena materinya sulit-sulit”. Disisi lain Sulistia Budi Arni menambahkan bahwa “ saya senang dengan pelajaran IPS, karena gurunya tegas”, peneliti juga melakukan wawancara dengan Rizal Hamdani dia menjawab “tergantung materinya, kalau materinya mudah saya suka tapi kalau sulit saya tidak terlalu senang”, Maulana

57Roni Hurdianto SP.d, wawancara, 02 April 2020

Iftihami selaku siswa kelas VII juga menambahkan “biasa aja kok, kalau lagi rajin ya saya rajin, tapi kalau sedang datang malas walaupun saya dikasih uangpun tetap saya malas”. 58

Disamping itu peneliti juga melakukan observasi dan melihat masih ada siswa yang telat masuk kelas, dan ketika gurunya sudah masuk masih ada sebagian siswa yang tidak mempersiapkan alat-alat untuk belajar seperti buku tulis ataupun pulpen dan peneliti juga memeriksa buku catatan siswa dan masih ada sebagan siswa yang tidak memiliki catatan yang lengkap.59

Selain itu peneliti juga menanyakan tentang perasaan mereka terhadap materi pelajaran IPS, apakah mereka senang atau tidak terhadap materi yang diajarkan oleh guru IPS, sebagian besar siswa menjawab bahwa mereka terlalu senang dengan materi yang sedang dibawakan oleh guru dengan alasan mereka tidak paham apa yang dijelaskan oleh guru.

b. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas VII MTs Darul Ittihad Gerepek

Upaya menurut kamus besar bahasa indonesia adalah usaha kegiatan yang mengarahkan tenaga, pikiran untuk mencapai sebuah tujuan. Upaya juga berarti akal dan ikhtiar untuk mencapai suatu maksud memecahkan persoalan untuk mencari jalan keluar.60 Dalam

58 Ahmad Rosidi, Muhammad Iqbal Zurai, dan Sulistia Budi Arni, Rizal Hamdani, Maulana Ifttihami, Wawancara, 01 Maret 2020

59Observasi, 01 Maret, 2020

60 Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002) halm. 125

penelitian ini upaya merupakan sesuatau hal atau kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru baik itu tenaga dan pikiran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkannya.

Dari hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dengan guru IPS Terpadu Sayuti SP.d terkait dengan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan miat belajar adalah:

Dalam meningkatan minat belajar siswa upaya yang kami lakukan adalah dengan cara melakukan sebuah metode belajar mengajar yang mengasikkan bagi siswa yaitu seperti diskusi kelompok, dalam metode ini kita berikan kesempatan bagi siswa untuk menyampaikan pendapatnya masing-masing meskipun pendapat mereka salah tapi itu adalah sebuah kebanggan bagi kami selaku guru atas kemauan mereka berbicara dan disanalah peran guru untuk meluruskan tanpa harus menurunkan semangat belajar mereka seperti jangan mengatakan pendapat mereka salah karena malah mereka nanti tidak berani berbicara lagi tapi kita harus mengatakan kurang tepat selain itu dalam metode diskusi kami selaku guru memberikan sebuah gambar yang sudah di print dan di sesuaikan dengan materi yang sedang mereka pelajari seperti gambar gunung atau bumi jika materinya membahas masalah gunung atau bumi, melalui metode ini pembelajaran akan semakin aktif dan kami juga dorong siswa yang tidak berani berbicara agar mereka berbicara entah itu bertanya atau menjawab meskipun siswa tersebut membaca yang penting siswa tersebut berani mengungkapkan pendapatnya. 61

Sayuti SP.d selaku guru IPS juga menambahkan jawaban kepada peneliti.

Selain kita menggunakan metode diskusi kita juga menggunakan media-media pembelajaran yang interaktif seperti halnya proyektor, meskipun itu tidak sering kami lakukan karena sekolah hanya memiliki 2 proyektor dan itupun kita kita melakukannya secara bergantian karena kalau kita

61 Sayuti SP.d, Wawancara,Pada Tanggal 02 Maret 2020

menggunakan metode ceramah saja malah membuat siswa akan semakin cepat bosan.

Sayuti SP.d juga menambahkan terkait upaya dalam meningkatkan minat belajar siswa adalah sebagai berikut:

Di dalam pembelajaran kami juga memberikan hadiah bagi siswa agar menambah semangat mereka untuk belajar contohnya seperti jika ada siswa yang ingin bertanya ataupun menjawab kami memberikan mereka bintang dan hal tersebut sangat disukai oleh siswa, tujuan kami adalah agar mereka semangat belajar dan mebuat kelas menjadi lebih menyenangkan.62

Dari hasil observasi yang sudah dilakukan oleh peneliti, peneliti melihat bahwa upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan minat belajar siswa adalah melalui metode diskusi, yang dimana guru membuatkan siswa kelompok menjadi 4 kelompok dengan anggota per kelompok ada yang berjumlah 5 orang dan ada kelompok yang berjumlah 4 orang, kemudian guru memberikan materi untuk didiskusikan dengan teman kelompok, setelah diberikan waktu selama 15 menit untuk berdiskusi gurupun memberikan kesempatan bagi setiap kelompok untuk menyampaikan materinya masing-masing.

Setelah itu guru memberikan kesempatan bagi kelompok yang lain untuk bertanya dan disisi lain kelompok yang lain pun diberikan kesempatan untuk menambahkan setiap jawaban dari pertanyaan tersebut. Selain itu guru juga memberikan hadiah bagi siswa yang aktif yaitu berupa pujian dan point penambahan nilai dari guru.

62 Sayuti SP.d, Wawancara,Pada Tanggal 02 Maret 2020

Selain itu guru juga selalu memberikan motivasi bagi siswa agar mereka termotivasi dan minat belajar mereka meningkat, seperti tambahan dari Sayuti SP.d

Sebelum kita memulai pembelajaran biasanya saya sering menceritakan cerita-cerita pendek yang dapat menginspirasi mereka agar mereka mau belajar seperti kisah Ibnu Hajar dengan tujuan agar mereka termotivasi dari isi cerita tersebut.63 Selain itu Uswatun Hasanah S.Pd selaku guru MTs Darul Ittihad Gerepek juga menambahkan

sebelum guru masuk ke materi guru juga harus menyampaikan dengan jelas tujuan dari pembelajaran kepada siswa, agar siswa tidak kesasar dan bayangan mereka tidak kemana-mana tentang materi tersebut.64

Berdesarkan hasil wawancara dan observasi yang sudah dilakukan oleh peneliti, peneliti dapat menyimpulkan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan minat belajar siswa adalah menjelaskan tujan dari pembelajaran, melalui metode diskusi, pemberian hadiah kepada siswa berupa pujian dan nilai, memberikan motivasi,.

c. Hambatan Guru dalam Meningkatkan Minat Belajar IPS Siswa Kelas VII Darul Ittihad Gerepek

Pada tahap ketiga ini peneliti juga melakukan wawancara dengan Umar Dana SA.g selaku kepala sekolah MTs Darul Ittihad Gerepek dan Sayuti SP.d selaku guru mata pelajaran IPS kelas VII

63Sayuti SP.d, Wawancara,Pada Tanggal 02 Maret 2020

64Uswatun Hasanah SP.d, Wawancara,Pada Tanggal 02 Maret 2020

MTs Darul Ittihad Gerepek. Dari wawancara yang telah di lakukan oleh peneliti dengan kepala sekolah MTs Darul Ittihad Gerepek Umar Dana SA.g terkait dengan hambatan guru dalam meningkatkan minat belajar, beliau menyatakan bahwa sebagai berikut:

Secara umum faktor penghambat yang di alami oleh guru- guru di MTs Darul Ittihad Gerepek adalah masalah sarana dan prasarana yang masih kurang memadai, hal ini tentu membuat guru-guru kesulitan dalam meingkatkan minat belajar siswa, salah satunya adalah masalah LCD, buku-buku belajar penunjang siswa yang membuat guru keseulitan dalam meningkatkan minat belajar siswa.

Selain itu beliau juga menambahkan beberapa hambatannya

Selain itu dukungan dari keluarga juga yang masih kurang, seperti yang terjadi pada salah satu murid yang tidak masuk selama beberapa hari tanpa surat keterangan apapun, dan pada saat saya mencarinya ke rumah ternyata murid tersebut sedang mengikuti salah seorang pamannya untk menggarap sawah menggunakan mesin traktor dan yang saya sayangkan kenapa tidak adanya larangan keras untuk siswa tersebut tidak pergi ke sekolah dari keluarganya .65

Hal yang senada juga dikatakan oleh Sayuti SPd selaku guru IPS kelas VII MTs Darul Ittihad Gerepek mengenai hambatan guru dalam meningkatkan minat belajar siswa, beliau juga menyatakan bahwa:

Dengan permasalahan sarana dan prasaran yang masih belum memadai di MTs Darul Ittihad Gerepek membuat guru lebih cendrung mengajar dengan cara manual seperti menggunakan metode ceramah dan dikusi, karena penggunanaan LCD dilakukan secara bergantian dengan kelas lain, hal ini tentu sangat merugikan apalagi materi yang diajarkan cakupannya lebih luas seperti pelajarang geografi ataupun sejarah sehingga terpaksa kita

65 Umar Dana SA.g, wawancara, Jumat 6 Maret 2020

menggunakan metode manual seperti ceramah, diskusi dll.

Hambatan juga datang dari siswa atapun siswi yang sering bermain dalam proses pembelajaran seperti suka saling mengejek nama orang tua dan sering permisi ke kamar mandi pada saat belajar mengajar berlangsung.66

Selain itu Roni Hurdianto SP.d, selaku kepala bidang kesiswaan di MTs Darul Ittihad Gerepek. beliau juga menambahkan

Hambatan yang sering menjadi keluhan hampir setiap guru adalah tentang masalah sarana dan prasarana, itu sebabnya kita sering menggunakan peralatan seadanya dan metodepun yang kita gunakan pun masih manual, tetapi kita selaku guru berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagisiswa.

Beliau juga menambahkan informasi buat peneliti yaitu

Hambatan datang juga dari luar sekolah seperti halnya kurangnya dukungan dari keluarga, walaupun kita sudah berusaha seoptimal mungkin di sekolah tapi ketika mereka sudah pulang kerumah tidak ada penekanan dari orang tua untuk senantiasa memperingati anaknya untuk belajar dan membiarkan mereka keluyuran bermain, itu sebabnya lingkungan keluarga juga senantiasa harus selalu memberikan dukungan dan perhatian bagi siswa agar siswa itu tidak kehilangan arah belajar mereka.67

Sayuti guru IPS Terpadu juga menambahkan

Keluarga merupakan faktor terpenting bagi perkembangan siswa, karena itu peran orang tua sangat vital sekali bagi si anak, maka dari itu perlu adanya dukungan baik secara moril atau materil dari orang tua untuk perkembangan si anak.68

Sayuti SP.d selaku guru IPS juga menambahkan

Tidak adanya buku bahan ajar bagi siswa seperti buka paket ataupun LKS sehingga membuat siswa hanya berpatokan

66 Sayuti SP.d, wawancara, Jumat 6 Maret 2020

67Roni Hurdianto SP.d, wawancara, Jumat 17 April 2020

68Sayuti SP.d, wawancara, Jumat 13 Maret 2020

terhadap catatannya saja, sedangkan jika siswa tidak memiliki catatan atau kehilangan buku catatan maka mereka tidak bisa belajar kecuali kalau mereka meminjam buku teman-temannya. 69

Dari hasil wawancara yang di dapatkan oleh peneliti dari kepala sekolah dan guru mata pelajaran IPS kelas VII dapat disimpulkan bahwa faktor penghambat guru dalam meningkatkan belajar siswa adalah

1. Sarana dan prasarana yang ada di MTs Darul Ittihad Gerepek yang masih belum memadai seperti LCD, buku bahan ajar.

2. Dukungan dari keluarga yang masih kurang.

3. Tingkah laku siswa yang suka bermain di dalam kelas dan suka izin ke kamar mandi pada saat proses belajar mengajar berlangsung.

69Sayuti SP.d, wawancara, Jumat 17 April 2020

BAB III

Dokumen terkait