• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. Kriteria Keberhasilan Tindakan

2. Hasil Tindakan

Pelaksanaan tindakan pada setiap siklus meliputi (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan tindakan, (3) Observasi dan (4) Refleksi. Adapun hasil

pelaksanaan dari siklus I dan siklus II sebagai berikut:

a. Siklus I (1) Perencanaan.

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini, telah dijelaskan pada tahap- tahap penelitian meliputi:

a. Membuat rencana pemabelajaran (RP) lampiran 4 dan Materi pembelajaran I tentang penjumlahan bilangan bulat (Lampiran 5), Lembar Observasi (Lampiran 10), dan pedoman wawancara.

b. Menyiapkan daftar nama kelompok (lampiran 3)

c. Menyiapkan lembar kerja siswa perseorangan (LKS-P) lampiran 6.

d. Menyiapkan Lembar kerja siswa kelompok (LKS-K) lampiran 8.

e. Menyiapkan lembar kuis pertemuan (LKP) lampiran 10.

f. Menyiapkan alat peraga manik-manik.

(2) Pelaksanaan Tindakan.

Pelaksanaan tindakan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 23 Juli 2008 di kelas V SD Negeri 2 Tolai dengan materi penjumlahan bilangan bulat.

Pelaksanaan tindakan dimulai dari pukul 07.15 s.d 08.45 berlangsung selama 3 jam pelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran (RP) yang menerapkan alat peraga manik-manik dalam model PPKK untuk meningkatkan hasil belajar

siswa. Kegiatan pembelajaran dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu (a) Tahap awal, (b) tahap Inti dan (c) tahap Akhir. Dengan rincian sebagai berikut:

(a) tahap Awal.

Kegiatan pada tahap awal berlangsung 10 menit. Dalam kegiatan ini (fase1) guru (peneliti) mempersiapkan siswa, membagi lembar kerja siswa perseorangan (LKS-P), lembar kerja siswa kelompok (LKS-K),lembar kuis pertemuan (LKP), materi pembelajaran I tentang penjumlahan bilangan bulat, menyampaikan tujuan pembelajaran , memotivasi siswa, menjelaskan model PPKK, membagi siswa ke dalam kelompok serta membagi alat peraga kepada seluruh siswa.

Pada kegiatan awal guru (peneliti) memberikan pertanyaan lisan, untuk mengecek sejauh mana siswa mengenal materi tentang bilangan bulat sebagai materi prasyarat. Adapun petikan penyampaian guru (peneliti) kepada seluruh siswa “ Anak-anak sekalian, kalian dikelas IV telah belajar tentang bilangan bulat. Siapa yang masih ingat tentang himpunan bilangan bulat?” Beberapa siswa menjawab dan jawabanya tepat. Setelah tanya jawab untuk membangun pengetahuan prasyarat siswa, kemudian dilanjutkan pada kegiatan berikutnya.

Waktu yang digunakan pada kegiatan pendahuluan 10 menit sesuai dengan rencana pembelajaran (RP).

(b) tahap inti

Kegiatan pada tahap inti berlangsung selama 90 menit. Pada kegiatan tahap inti terbagi atas tiga fase yaitu fase 2 informasi, demonstrasi dan kegiatan

perseorangan, fase 3 informasi dan kegiatan kelompok dan fase 4 kuis evaluasi.

Sebelum siswa mengerjakan LKS-perseorangan, siswa diminta membuka lembar materi tentang penjumlahan bilangan bulat yang sudah dibagikan sebelumnya dan siswa diharapkan memperhatikan guru (peneliti)

memdemonstrasikan materi dan cara kerja alat peraga dalam menjumlahkan bilangan bulat. Selanjutnya guru (peneliti) meminta siswa mengerjakan LKS- perseorangan secara mandiri.

Pada saat siswa mengerjakan LKS-perseorangan secara mandiri, peran peneliti sebagai fasilitator. Guru (peneliti) mengelilingi dan mengontrol setiap kerja siswa selangkah demi selangkah. Apabila siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas yang diberikan, guru (peneliti) memperbolehkan siswa mencari jawaban pada lembar materi atau buku matematika lainnya serta diperbolehkan bertanya pada guru (peneliti) bukan pada teman-temanya yang lain. Hal ini ditegaskan karena aktivitas perseorangan, masing-masing siswa harus menyelesaikan soal secara mandiri. Dalam mengerjakan LKS-

perseorangan siswa masih mengalami kebingungan, karena siswa baru pertama kalinya menggunakan alat perga manik-manik dalam menjumlahkan bilangan bulat serta siswa dihadapkan pada situasi yang berbeda, dimana siswa hanya boleh bertanya hanya pada guru (peneliti) saja. Setelah guru (peneliti) mulai mengarahkan dan membimbing, siswa mengerjakan atau menjawab LKS- perseorangan dengan serius sampai batas waktu yang ditentukan.

Setelah mengerjakan LKS-perseorangan, siswa diminta untuk bergabung dalam kelompok masing-masing yang sudah ditetapkan. Tapi

sebelum mengerkajakan LKS kelompok, guru (peneliti) memnita siswa untuk membaca LKS-K dan menayakan kepada guru (peneliti) tentang isi LKS-K yang belum dipahami. Berikut petikan penyampaian guru kepada siswa sebelum meyelesaikan LKS-K “ anak-anak sekalian, kerjakan LKS berikut secara berkelompok. Ingat kerja sama yang baik sangat dibutuhkan untuk menyelesaiakn LKS ini, dan jika mengalami kesulitan serta soal kurang jelas silahkan kalian tanyakan”.

Peneliti pada saat aktivitas kelompok sebagai fasilitator yang berada di tengah-tengah siswa. Guru (peneliti) memonitoring dan memberikan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan. Guru (peneliti) memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dengan anggota lain dalam

kelompoknya. Selain itu, guru juga berusaha mengaktifkan kerja sama dalam kelompok. Sehingga semua siswa aktif mengerjakan LKS-K sampai batas waktu yang ditentukan. Waktu yang dibutuhkan adalah 35 menit.

Setelah selesai mengerjakan LKS-K, guru (peneliti) meminta siswa duduk kembali di tempat duduk masing-masing, untuk mengerjakan LKP (tes akhir tindakan) secara mandiri. Kuis (tes akhir tindakan) diberikan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi penjumlahan bilangan bulat.Waktu yang digunakan 25 menit.

c) tahap Akhir

Setelah menyelesaikan pembelajaran pada tahap inti, guru (peneliti) melanjutkan pembelajaran pada tahap akhir yang berlangsung selama 5 menit.

Kegiatan yang dilakukan adalah mengumpulkan LKS-P,LKS-K dan LKP serta memberikan latihan atau PR yang bertujuan untuk menanamkan konsep dan pengetahuan siswa dalam materi penjumlahan bilangan bulat.

Berikut adalah tabel skor perolehan subyek pada LKS-P, LKS-K dan LKP pada tindakan I.

Tabel 4.1 Skor perolehan subyek pada lembar kerja siswa perseorangan (LKS- P) tindakan I.

No Nomor soal Skor soal Subyek

Penelitian

Pencapaian skor pada setiap butir soal dan tingkat ketercapaian TPK

Total 100

Daya serap (%)

1 2

75 25

X Y X1 Y1

1 S1 75 100 15 100 90 90

2 S2 75 100 15 100 90 90

3 S3 75 100 15 100 90 90

4 S4 75 100 0 100 75 75

Jumlah 345 86,25

X, dan X1 adalah skor yang diperoleh setiap subyek penelitian Y dan Y1 adalah persentase maksimal dari setiap skor soal

Berdasarkan tabel diatas, bahwa nilai LKS perseorangan (LKS-P) dari keempat subyek yaitu S1, S2 dan S3 memperoleh skor 90, dengan daya serap individu mencapai 90%. Untuk S4 memperoleh skor 75 , dengan daya serap individu mencapai 75%. Sedangkan untuk rata-rata daya serap individu dalam belajar keempat subyek penelitian mencapai 86,25%.

Tabel 4.2 Skor perolehan subyek pada lembar kerja siswa kelompok (LKS-K) tindakan I.

No Nomor soal Skor soal Subyek

penelitian

Pencapaian skor pada setiap butir soal dan tingkat ketercapaian TPK

Total 100

Daya serap (%)

1 2

75 25

X Y X1 Y1

1 S1 75 100 5 100 80 80

2 S2 75 100 15 100 90 90

3 S3 75 100 25 100 100 100

4 S4 75 100 0 100 75 75

Jumlah 345 86,25

X, dan X1 adalah skor yang diperoleh setiap subyek penelitian Y dan Y1 adalah persentase maksimal dari setiap skor soal

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai LKS kelompok (LKS-K) dari keempat subyek penelitian yaitu S1memperoleh skor 80, dengan daya serap individu mencapai 80%. S2memperoleh skor 90 dengan daya serap individu mencapai 90%. S3 memperoleh skor 100, dengan daya serap individu mencapai 100% sedangakan S4 memperoleh skor 75 dengan daya serap individu mencapai 75%. Hal ini menunjukan bahwa keempat subyek penelitian dalam mengerjakan LKS kelompok mencapai rata-rata daya serap individu belajar kelompok mencapai 86,25%.

Tabel 4.3 Skor perolehan subyek pada lembar kuis perseorangan (LKP) tindakan I

Nomor soal dan Skor soal Subyek

Peneliti an

Pencapaian skor pada setiap butir soal dan tingkat ketercapaian TPK Total 100

Daya serap

1 2 3 4 5 6 (%)

15 15 15 15 15 25

X Y X1 Y1 X

2

Y

2

X

3

Y

3

X

4

Y

4

X

5

Y5

S1 15 100 0 100 15 100 15 100 15 100 18 100 78 78

S2 15 100 15 100 15 100 0 100 15 100 18 100 78 78

S3 15 100 15 100 15 100 15 100 15 100 0 100 75 75

S4 15 100 15 100 15 100 15 100 15 100 0 100 75 75

Jumlah 306 76,5

X, dan X1 adalah skor yang diperoleh setiap subyek penelitian Y dan Y1 adalah persentase maksimal dari setiap skor soal

Berdasarkan tabel diatas , dapat dilihat bahwa skor kuis evaluasi dari ke empat subyek yaitu S1, dan S2 memperoleh skor 78, dengan daya serap individu mencapai 78%. Untuk S3, dan S4 meperoleh skor 75, dengan daya serap individu mencapai 75%. Sedangkan untuk siswa secara keseluruhan ketuntasan belajar klasikal siswa kelas V mencapai 75% dengan daya serap klasikal mencapai 75,41%. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada lampiran 11.

Untuk melihat hubungan aktivitas perseorangan dan aktivitas kelompok dalam menyelesaikan LKS dan hasil kuis disajikan rangkuman hasil LKS (perseorangan dan kelompok) dan hasil LKP ( lembar kuis pertemuan) dalam tabel berikut:

Tabel 4.4 Skor kerja subyek (LKS-P dan LKS-K) dan skor kuis (LKP) akhir tindakan I.

Subyek Penelitian

LKS LKP

Perseorangan kelompok

S1 90 80 78

S2 90 90 78

S3 90 100 75

S4 75 80 75

jumlah 345 350 300

Jadi berdasarkan hasil LKS-P, LKS-K, dan LKP, siswa berhasil dengan baik. Karena siswa mengerjakan LKS dan LKP tersebut mengikuti cara atau langkah-langkah yang dijelaskan guru (peneliti) di papan tulis, dan guru (peneliti) mengingatkan bahwa pertemuan berikutnya pembelajaran akan berlangsung dengan cara yang sama.

Dokumen terkait