BAB 2 IDENTITAS NASIONAL
C. Identitas Nasional sebagai Karakter Bangsa
menghapus kekuasaan penjajah dan mencapai keadaan untuk bangsa Indonesia merdeka. Selain itu Kartodirdjo16 mengatakan bahwa kesa- tuan adalah prinsip nasionalisme, maka sosial diarahkan untuk men- stimulus integrasi. Oleh karena itu, rasa persamaan senasib dan sepe- nanggungan menjadi modal perjuangan seluruh rakyat Indonesia da- lam mencapai kemerdekaan. Kesadaran cinta tanah air, rasa persatuan nasional dan rasa memiliki bangsa ini perlu dikembangkan dan diles- tarikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Di Indonesia terdapat berbagai macam kebudayaan yang berasal dari suku bangsa. Oleh karena itu negara perlu menciptakan identitas bersama atau identitas nasional. Kesadaran ini melahirkan paham na- sionalisme yang pada akhirnya melahirkan semangat untuk melepas- kan diri dari belenggu penjajahan. Selanjutnya nasionalisme memun- culkan semangat untuk mendirikan negara bangsa dalam merealisasi- kan cita-cita, yaitu merdeka dan tercapainya masyarakat yang adil dan makmur. Persamaan nasib, keinginan merdeka, adanya kesatuan wila- yah dan cita-cita kesejahteraan memunculkan identitas bangsa yang menjadi jati diri dari bangsa itu sendiri.
Identitas nasional sebagai karakter bangsa Indonesia tertuang da- lam peraturan perundang-undangan khusus, yaitu Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Dasar pertimbangan di dalam undang-undang ter- sebut adalah: 1) bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu ke- bangsaan Indonesia merupakan sarana pemersatu, identitas, dan wu- jud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormat- an negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; dan 2) bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan Indonesia merupakan manifes- tasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa, kesatu- an dalam keragaman budaya, dan kesamaan dalam mewujudkan cita- cita bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Identitas nasional yang meliputi bendera, bahasa, lambang negara dan lagu kebangsaan diuraikan sebagai berikut.
1. Bendera Sang Merah Putih
Ketentuan tentang bendera negara diatur dalam Pasal 35 UUD 1945 yang berbunyi “Bendera Negara Indonesia adalah Sang Me- rah Putih”. Selain itu, UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, menjelaskan ke-
tentuan bendera negara19. Bendera Sang Merah Putih pertama kali dijahit oleh Fatmawati, istri Ir. Soekarno. Warna bendera memiliki makna yakni merah berani dan putih suci.
Bendera Sang Merah Putih pertama kali dikibarkan pada peris- tiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta. Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih saat ini disimpan dan dipelihara di Monu- men Nasional Jakarta.
2. Bahasa Indonesia
UUD 1945 mengatur “Bahasa Negara ialah bahasa Indone- sia”20. Ketentuan itu selanjutnya diatur UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Ke- bangsaan21. Bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi sesuai dina- mika peradaban bangsa berdasarkan sumber ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana komunikasi antardaerah dan antarbudaya dae- rah22 sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) UU No 24 Tahun 2009 serta Lagu Kebangsaan.
3. Lambang Negara Garuda Pancasila
Pasal 36 A UUD 1945 menyatakan “Lambang Negara ialah Ga- ruda Pancasila dengan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika**). Ke- tentuan dan penjelasan tentang Lambang Negara diatur dalam UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Nega- ra, serta Lagu Kebangsaan mulai Pasal 46 sampai Pasal 57.
19 Pasal 4 - Pasal 24 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negera, serta Lagu Kebangsaan, 2009.
20 Pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
21 Pasal 25 - Pasal 45 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negera, serta Lagu Kebangsaan.
22 Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negera, serta Lagu Kebangsaan.
Gambar 2.1 Lambang Negara
Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk Ga- ruda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, pe- risai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Ga- ruda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda. Jumlah bulu yang ada di sayap masing- masing 17 helai, 8 helai bulu di ekor, pangkal ekor 19 helai bulu, dan 45 helai bulu terdapat di leher23. Hal ini memiliki makna peris- tiwa sejarah hari kemerdekaan yakni 17 Agustus 1945. Selain itu juga di tengah perisai memiliki garis hitam tebal yang melukiskan garis khatulistiwa yang melewati negara Indonesia. Pada perisai ter- dapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar Pancasila, yaitu:
a. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentuk bintang yang bersu- dut lima berlatar hitam.
b. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri ba- wah perisai berlatar merah.
c. Sila ketiga, Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai berlatar putih.
23 Pasal 46 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negera, serta Lagu Kebangsaan.
d. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijak- sanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dilambangkan de- ngan kepala banteng di bagian kanan atas perisai, berlatar me- rah.
e. Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia di- lambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan bawah pe- risai berlatar putih.
4. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
Lagu Kebangsaan berbunyi Lagu Kebangsaan Ialah Indonesia Raya**)24. Ketentuan dan penjelasan terkait lagu kebangsaan Indo- nesia Raya diatur dalam UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan pada Pasal 58 sampai Pasal 64.
Lagu kebangsaan Indonesia Raya diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman. Lagu Indonesia Raya diperdengarkan dan diperkenal- kan pertama kali pada peserta Kongres Pemuda II tanggal 28 Okto- ber 1928 di Gedung Indonesische Club, Kramat 106 Jakarta25. Lagu Indonesia Raya kala itu dapat mempersatukan berbagai etnis pada masa perintisan kemerdekaan. Lagu kebangsaan Indonesia Raya di- akui merupakan cerminan jati diri bangsa sebagai kontinuitas seja- rah yang membuktikan lagu tersebut dapat mempersatukan bangsa Indonesia dalam keberbedaan hingga kini.
Bentuk identitas yang telah ditetapkan perlu diturunkan ke seti- ap generasi penerus bangsa. Tujuannya ialah agar identitas nasional menjadi jati diri yang terpatri dalam diri warga negara Indonesia secara utuh26.
24 Pasal 36 B Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
25 Wisnu Mintargo, “Kontinuitas dan perubahan makna lagu kebangsaan Indonesia Raya,” Jurnal Kawistara: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora, 2.3 (2012), 22–2012
<https://doi.org/10.22146/kawistara.3942>.
26 Winarno, Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan: Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi.