BAB IV HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN
4.2. Tabel Distribusi
4.2.1. Identitas Responden
Tabel 4.1.
Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Usia
No Usia
Responden
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. 26 – 35 tahun 6 30 9 22,5 15 25
2. 36 – 45 tahun 5 25 13 32,5 18 30
3. 46 – 55 tahun 5 25 14 35 19 31,66
4. 56 – 65 tahun 4 20 4 10 8 13,33
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui jumlah responden berdasarkan Usia, untuk kelas bawah yaitu yang berusia antara 26 – 35 tahun sebanyak 6 orang (30%), yang berusia antara 36 – 45 tahun sebanyak 5 orang (25%), yang berusia antara 46 – 55 tahun sebanyak 5orang (25%), dan yang berusia antara 56 – 65 tahun sebanyak 4 orang (20%), sedangkan jumlah responden berdasarkan Usia untuk kelas menengah atas yatu yang berusia antara 26 – 35 tahun sebanyak 15 orang (25%), yang berusia antara 26 – 35 tahun sebanyak 13 orang (32,5%), yang berusia antara 26 – 35 tahun sebanyak 14 orang (35%), dan yang berusia antara 26 – 35 tahun sebanyak 4 orang (10%).
Dari hasil tabel diatas distribusi, dapat diambil kesimpulan bahwa pada kelas bawah responden yang berusia antara 26 – 35 tahun lebih banyak jumlahnya dan merupakan usia yang produktif untuk bekerja. Pada kelas menengah atas responden lebih banyak yang berusia antara 46 – 55 tahun, karena usia mereka kurang produktif,
maka areal perkebunan lebih banyak dikelola oleh para pekerja/buruh dan mereka hanya menerima hasilnya saja.
Tabel 4.2
Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin
Responden
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Laki – laki 19 95 39 97,5 58 96,67
2. Perempuan 1 5 1 2,5 2 3,33
Jumlah
20 100,0
0 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui jumlah responden berdasarkan Jenis Kelamin, untuk kelas bawah yaitu responden laki-laki sebanyak 19 orang (95%) dan responden perempuan sebanyak 1 orang (5%), sedangkan jumlah responden berdasarkan Jenis Kelamin, untuk kelas menengah atas yaitu responden laki-laki sebanyak 39 orang (97,5%) dan responden perempuan sebanyak 1 orang (2,5%).
Dari hasil tabel distribusi diatas diketahui bahwa laki – laki ditetapkan sebagai responden merupakan kepala keluarga baik bagi keluarga kelas bawah maupun bagi keluarga kelas menengah atas, sedangkan 1 (satu) orang perempuan pada keluarga kelas bawah maupun bagi keluarga kelas menengah atas ditetapkan sebagai kepala keluarga karena berstatus janda.
Tabel 4.3.
Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Agama No Agama
Responden
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Islam 20 100,00 39 97,5 59 98,33
2. Kristen - - 1 2,5 1 1,67
3. Hindu - - - -
4. Budha - - - -
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel diatas diketahui jumlah responden berdasarkan Agama, untuk kelas bawah yaitu yang beragama Islam sebanyak 20 orang (100,00%), yang beragama Kristen tidak ada, yang beragama Hindu tidak ada dan yang beragama Budha tidak ada, sedangkan jumlah responden berdasarkan Agama, untuk kelas mengah atas yaitu yang beragama Islam sebanyak 39 orang (97,5%), yang beragama Kristen sebanyak 1 orang (2,5%), yang beragama Hindu tidak ada dan yang beragama Budha tidak ada.
Di Desa ini mayoritas agamanya adalah Islam khususnya pada keluarga kelas bawah. Pada keluarga kelas menenga atas terdapat 1 (satu) orang yang beragama Kristen, dan agama Islam merupakan agama yang mayoritas dianut masyarakat Desa tersebut.
Tabel 4.4.
Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Status Kawin No Status Kawin
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuen
si (F) % Frekuensi
(F) %
1. Kawin
20 100,00 40 100,00 60 100,
00
2. Belum Kawin - - - -
Jumlah
20 100,00 40 100,00 60 100,
00 Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui jumlah responden berdasarkan Status Kawin, untuk kelas bawah yaitu status kawin sebanyak 20 orang (100,00%) dan status belum kawin tidak ada, sedangkan jumlah responden berdasarkan Status Kawin, untuk kelas menengah atas yaitu status kawin sebanyak 40 orang (100,00%) dan status belum kawin tidak ada. Dapat ditarik kesimpulan bahwa dari seluruh jumlah responden berstatus kawin.
Tabel 4.5.
Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Status Pendidikan No
Status Pendidikan Responden
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. SD 8 40 18 45 26 43,33
2. SMP 7 35 12 30 19 31,67
3. SMA 5 25 10 25 15 25
4. Perguruan
Tinggi - - - -
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel diatas diketahui jumlah responden berdasarkan Status Pendidikan Responden, untuk kelas bawah yaitu SD sebanyak 8 orang (40%), SMP sebanyak 7 orang (35%), SMA sebanyak 5 orang (25%) dan perguruan tinggi tidak ada, sedangkan jumlah responden berdasarkan Status Pendidikan Responden, untuk kelas menengah atas yaitu SD sebanyak 18 orang (45%), SMP sebanyak 12 orang (30%), SMA sebanyak 10 orang (25%) dan perguruan tinggi tidak ada.
Dari hasil tabel distribusi diaas diketahui bahwa mayoritas responden adalah berpendidikan SD (Sekolah Dasar). Rendahnya pendidikan respnden disebabkan karena dalam mengelola lahan perkeunan tidak membutuhkan pengetahuan yang lebih melainkan dapat dipelajari secara informal melalui sosialisasi secara turun – temurun, serta mengamati secara kasat mata bagaimana cara mengelola lahan perkebunan tersebut. Namun demikian, responden pada kelas menengah atas lebih banyak yang menamatkan pendidikannya sampai pada tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) dari pada responden kelas bawah. Ini dikarenakan keluarga petani kelas menengah atas lebih mapan dari pada kelas bawah.
Tabel 4.6.
Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Pekerjaan No Pekerjaan
Responden
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Petani Kelapa
Sawit 20 100,00 29 72,5 49 81,67
2. PNS - - - -
3. Wiraswasta - - 11 27,5 11 18,33
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel diatas diketahui jumlah responden berdasarkan Pekerjaan Responden, untuk kelas bawah yaitu Petani Kelapa Sawit sebanyak 20 orang (100,00%), PNS tidak ada, dan Wiraswasta tidak ada, sedangkan jumlah responden berdasarkan Pekerjaan Responden, untuk kelas menengah atas yaitu Petani Kelapa Sawit sebanyak 29 orang (72,5%), PNS tidak ada, dan Wiraswasta sebanyak 11 orang (27,5%).
Dapat dilihat bahwa di Desa ini mayoritas pekerjaan responden adalah sebagai petani kelapa sawit. Namun bagi keluarga kelas menengah atas ada juga yang bekerja sebagai wiraswasta, dan lahan perkebunannya lebih banyak dikelola oleh para pekerja.
Tabel 4.7.
Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Penghasilan No Penghasilan Responden
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Kurang dari Rp.1.000.000 9 45 - - 9 15
2. Rp.1.500.000 - Rp.3.000.000 11 55 - - 11 18,33
3. Rp.3.500.000 - Rp.5.000.000 - - 9 22,5 9 15
4. Lebih dari Rp.5.000.000 - - 31 77,5 31 51,67
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel diatas diketahui jumlah responden berdasarkan Penghasilan Responden, untuk kelas bawah yaitu kurang dari Rp.1.000.000 sebanyak 9 orang (45%), antara Rp.1.500.000 - Rp.3.000.000 sebanyak 11 orang (55%), Rp.3.500.000 - Rp.5.000.000, tidak ada dan Lebih dari Rp.5.000.000 tidak ada, sedangkan jumlah
responden berdasarkan Penghasilan Responden, untuk kelas menengah atas yaitu kurang dari Rp.1.000.000 tidak ada, Rp.1.500.000 - Rp.3.000.000 tidak ada, Rp.3.500.000 - Rp.5.000.000 sebanyak 9 orang (22,5%) dan lebih dari Rp.5.000.000 sebanyak 31 orang (77,5%).
Dari hasil tabel distribusi diatas diketahui bahwa penghasilan bagi responden kelas bawah lebih banyak pada jumlah yang kurang dari Rp. 1.000.000,-. Hal ini dikarenakan keluarga tidak banyak memiliki lahan perkebunan. Penghasilan yang mereka dapatkan rata – rata dari hasil bekerja dengan keluaga petani kelas menengah atas. Sedangkan bagi keluarga petani kelas menengah atas banyak berpenhasilan lebih dari Rp. 5.000.000,- karena pada umumnya keluarga ini memiliki lahan perkebunan lebih luas dan banyak memperkerjakan orang lain dalam mengelola perkebunannya.
4.2.2 Pemanfaatan Hasil Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat (Variabel Bebas)