BAB IV HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN
4.2. Tabel Distribusi
4.2.3. Motivasi (Variabel Antara)
memuaskan sedangkan bagi keluarga kelas menengah bawah menjawab memuaskan dengan penghasilannya.
Tabel 4.21.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Kecukupan Penghasilan Yang Diterima Dengan Biaya Pendidikan Anak
No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Sangat cukup - - 11 27,5 11 18,33
2. Cukup 9 45 29 72,5 38 63,33
3. Kurang cukup 10 50 - - 10 16,67
4. Tidak cukup 1 5 - - 1 1,67
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang kecukupan penghasilan yang diterima dengan biaya pendidikan anak, untuk responden kelas bawah yaitu yang menyatakan sangat cukup tidak ada, yang menyatakan cukup sebanyak 9 orang (45%), kurang cukup sebanyak 10 orang (50%), dan yang menyatakan tidak cukup sebanyak 1 orang (5%), sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu yang menyatakan sangat cukup sebanyak 11 orang (27,5%), yang menyatakan cukup sebanyak 29 orang (72,5%), yang menyatakan kurang cukup tidak ada, dan yang menyatakan tidak cukup tidak ada.
Dari hasil tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden kelas bawah merasa bahwa penghasilannya kurang cukup untuk biaya pendidikan anaknya kelak.
Seangkan bagi responden kelas menengah atas merasa cukup dan bahkan sangat cukup untuk biaya pendidikan.
Tabel 4.22.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Motivasi Orang Tua Dalam Menyekolahkan Anak
No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Supaya pintar 7 35 18 45 25 41,67
2. Supaya sukses
dalam hidup 12 60 8 20 20 33,33
3. Tidak tahu - - 13 32,5 13 21,67
4. Dll (sebutkan) 1 5 1 2,5 2 3,33
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 10,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang motivasi orang tua dalam menyekolahkan anak, untuk responden kelas bawah yaitu yang menyatakan supaya pintar sebanyak 7 orang (35%), yang menyatakan supaya sukses dalam hidup sebanyak 12 orang (60%), yang menyatakan tidak tahu tidak ada, dan lain – lain sebanyak 1 orang (5%), sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu yang menyatakan supaya pintar sebanyak 18 orang (45%), yang menyatakan supaya sukses dalam hidup sebanyak 8 orang (20%), yang menyatakan tidak tahu sebanyak 13 orang (32,5), dan lain – lain sebanyak 1 orang (2,5%).
Dari hasil tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden kelas bawah menjawab tentang motivasi orang tua dalam menyekolahkan anak adalah supaya
sukses dalam hidupnya dan berharap dapat mengubah status hidupnya kelak.
Sedangkan bagi kelas menengah atas lebih beranggapan supaya anaknya pintar.
Tabel 4.23.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Motivasi Anak Dalam Mengikuti Pendidikan di Sekolah
No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Ya 17 85 10 25 27 45
2. Tidak - - - -
3. Tidak tahu 3 15 29 72,5 32 53,33
4. Dll
(sebutkan) - - 1 2,5 1 1,67
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang motivasi anak dalam megikuti pendidikan di sekolah, untuk responden kelas bawah yaitu yang menyatakan ya sebanyak 17 orang (85%), yang menyatakan tidak (tidak ada), yang menyatakan tidak tahu sebanyak 3 orang (15%), dan lain – lain tidak ada, sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu yang menyatakan ya sebanyak 10 orang (25%), yang menyatakan tidak (tidak ada), yang menyatakan tidak tahu sebanyak 29 orang (72,5%), dan lain – lain sebanyak 1 orang (2,5%).
Dari hasil tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden kelas bawah lebih banyak menjawab bahwa anak termotivasi dalam mengikuti pendidikan di sekolah karena orang tua telah lebih dahulum menanamkan arti pentingnya pendidikan
tersebut. Sedangkan bagi kelas menengah atas lebih banyak menjawab tidak tahu apakah anak mereka termotivasi atau tidak dalam mengikuti pendidikan di sekolahnya.
Tabel 4.24.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Perlunya Penerapan Motivasi Akan Pendidikan
No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Sangat perlu 6 30 4 10 10 16,67
2. Perlu 14 70 24 60 38 63,33
3. Kurang perlu - - 9 22,5 9 15
4. Tidak perlu - - 3 7,5 3 5
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang perlunya penerapan motivasi akan pendidikan, untuk responden kelas bawah yaitu yang menyatakan sangat perlu sebanyak 6 orang (30%), yang menyatakan perlu sebanyak 14 orang (70%), yang menyatakan kurang perlu tidak ada, dan yang menyatakan tidak perlu tidak ada, sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu yang menyatakan sangat perlu sebanyak 4 orang (10%), yang menyatakan perlu sebanyak 24 orang (60%), yang menyatakan kurang perlu sebanyak 9 orang (22,5%), dan yang menyatakan tidak perlu sebanyak 3 orang (7,5%).
Di Desa ini mayoritas responden memberikan jawaban bahwa perlunya penerapan motivasi akan pendidikan dianggap perlu bagi keluarga kelas bawah
maupun keluarga menengah atas. Akan tetapi ada sebagian keluarga kelas menengah atas yang menyatakan penerapan motivasi akan pendidikan tersebut kurang perlu dan bahkan tidak perlu diterapkan bagi anaknya.
Tabel 4.25.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Pemberian Hadiah Pada Anak Yang Berprestasi di Sekolah
No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Sering - - 1 2,5 1 1,67
2. Kadang –
kadang - - 7 17,5 7 11,67
3. Tidak pernah 18 90 32 80 50 83,33
4. Tidak perduli 2 10 - - 2 3,33
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang pemberian hadiah pada anak yang berprestasi di sekolah, untuk responden kelas bawah yaitu yang menyatakan sering tidak ada, yang menyatakan kadang – kadang tidak ada, yang menyatakan tidak pernah sebanyak 18 orang (90%), dan yang menyatakan tidak perduli sebanyak 2 orang (10%), sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu yang menyatakan sering sebanyak 1 orang (2,5%), yang menyatakan kadang – kadang sebanyak 7 orang (17,5%), yang menyatakan tidak pernah sebanyak 32 orang (80%), dan yang menyatakan tidak perduli tidak ada.
Dari hasil tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden kelas bawah tidak pernah memberikan hadiah pada anaknya padahal anak – anak mereka lebih banyak yang berprestasi. Hal ini disebabkan karena status ekonomi yang tidak memungkinkan. Sedangkan bagi keluarga kelas menengah atas sering ataupun kadang – kadang memberikan hadiah bagi anak mereka.
Tabel 4.26.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Adanya Hukuman Bagi Anak Yang Bermasalah di Sekolah
No
Pernyataan Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Sering - - - -
2. Kadang –
kadang 6 30 4 10 10 16,67
3. Tidak pernah 12 60 36 90 48 80
4. Tidak perduli 2 10 - - 2 3,33
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang adanya hukuman bagi anak yang bermasalah di sekolah, untuk responden kelas bawah yaitu yang menyatakan sering tidak ada, yang menyatakan kadang – kadang sebanyak 6 orang (30%), yang menyatakan tidak pernah sebanyak 12 orang (60%), dan yang menyatakan tidak perduli sebanyak 2 orang (10%), sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu yang menyatakan sering tidak ada, yang menyatakan kadang – kadang sebanyak 4 orang (10%), yang menyatakan tidak pernah sebanyak 36 orang (90%), dan yang menyatakan tidak perduli tidak ada.
Mayoritas responden menjawab bahwa adanya hukuman yang diberikan pada anak yang bermasalah di sekolah tidak pernah. Namun, kadang – kadang orang tua memberi hukuman pada anaknya sebagai peringatan agar tidak membuat masalah lagi di sekolahnya.