BAB IV HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN
4.2. Tabel Distribusi
4.2.2 Pemanfaatan Hasil Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat (Variabel
responden berdasarkan Penghasilan Responden, untuk kelas menengah atas yaitu kurang dari Rp.1.000.000 tidak ada, Rp.1.500.000 - Rp.3.000.000 tidak ada, Rp.3.500.000 - Rp.5.000.000 sebanyak 9 orang (22,5%) dan lebih dari Rp.5.000.000 sebanyak 31 orang (77,5%).
Dari hasil tabel distribusi diatas diketahui bahwa penghasilan bagi responden kelas bawah lebih banyak pada jumlah yang kurang dari Rp. 1.000.000,-. Hal ini dikarenakan keluarga tidak banyak memiliki lahan perkebunan. Penghasilan yang mereka dapatkan rata – rata dari hasil bekerja dengan keluaga petani kelas menengah atas. Sedangkan bagi keluarga petani kelas menengah atas banyak berpenhasilan lebih dari Rp. 5.000.000,- karena pada umumnya keluarga ini memiliki lahan perkebunan lebih luas dan banyak memperkerjakan orang lain dalam mengelola perkebunannya.
4.2.2 Pemanfaatan Hasil Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat (Variabel Bebas)
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang lama tinggal responden di Desa, untuk responden kelas bawah yaitu antara 1 – 2 tahun sebanyak 1 orang (5%), antara 3 – 4 tahun sebanyak 1 orang (5%), antara 5 – 6 tahun sebanyak 2 orang (10%), dan Lain- lain sebanyak 16 orang (80%), sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu antara 1 – 2 tahun tidak ada, antara 3 – 4 tahun sebanyak 1 orang (2,5%), antara 5 – 6 tahun sebanyak 9 orang (22,5%), dan Lain- lain sebanyak 30 orang (75%).
Dari hasil tabel distribusi diatas diketahui bahwa mayoritas responden yang lama tinggal di Desa ini lebih dari 7 (tujuh) tahun. Karena memang mereka merupakan penduduk pertama yang menempati Desa tersebut dan membuka lahan perkebunan sebagai sumber mata pencaharian.
Tabel 4.9.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Status Kepemilikan Rumah No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Milik Sendiri 14 70 39 97,5 53 88,33
2. Menumpang dengan
Keluarga 3 15 - - 3 5
3. Menyewa/mengontrak 3 15 1 2,5 4 6,67
4. Dll (sebutkan) - - - -
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang status kepemilikan rumah, untuk responden kelas bawah yaitu
milik sendiri sebanyak 14 orang (70%), menumpang dengan keluarga sebanyak 3 orang (15%), menyewa/mengontrak sebanyak 3 orang (15%), dan Lain- lain tidak ada, sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu milik sendiri sebanyak 39 orang (97,5%), menumpang dengan keluarga tidak ada, menyewa/mengontrak sebanyak 1 orang (2,5%), dan Lain- lain tidak ada.
Di desa ini mayoritas responden yang memiliki tempat tinggal yaitu rumah merupakan milik pribadi/sendiri baik itu bagi keluarga petani kelapa sawit kelas bawah maupun bagi keluarga kelas menengah atas. Namun bagi keluarga yang belum mapan terutama bagi keluarga kelas bawah masih lebih banyak yang menyewa/mengontrak rumah daripada keluarga kelas menengah atas. Ini disebabkan keluarga kelas bawah belum mampu untuk membeli rumah sendiri.
Tabel 4.10.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Ada Tidaknya Lahan Perkebunan Kelapa Sawit
No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Punya 13 65 40 100,00 53 88,33
2. Tidak punya 7 35 - - 7 11,67
3. Tidak tahu - - - -
4. Dll (sebutkan) - - - -
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang tidak adanya lahan perkebunan kelapa sawit, untuk responden
kelas bawah yaitu yang menyatakan punya sebanyak 13 orang (65%), yang menyatakan tidak punya sebanyak 7 orang (35%), yang menyatakan tidak tahu tidak ada, dan Lain- lain tidak ada, sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu yang menyatakan punya sebanyak 40 orang (100,00%), yang menyatakan tidak punya tidak ada, yang menyatakan tidak tahu tidak ada, dan Lain- lain tidak ada.
Dari hasil tabel distribusi diatas diketahui bahwa mayoritas responden memiliki lahan perkebunan kelapa sawit baik itu keluarga kelas bawah maupun keluarga kelas atas. Akan tetapi, ada sekitar 7 (tujuh) keluarga pada kelas bawah yang belum mempunyai lahan perkebunan, karena mereka tidak mampu untuk membeli lahan perkebunan. Sehingga mereka lebih banyak bekerja pada keluarga kelas menengah atas dalam mengelola lahan perkebunan yang dimiliki oleh keluarga kelas menengah atas.
Tabel 4.11.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Kepemilikan Perkebunan Kelapa Sawit No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Milik sendiri 14 70 40 100,00 54 90
2. Milik PT - - - -
3. Milik keluarga 1 5 - - 1 1,67
4. Dll (sebutkan) 3 15 - - 3 5
Jumlah 18 90 40 100,00 78 96 ,67
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang kepemilikan perkebunan kelapa sawit, untuk responden kelas
bawah yaitu milik sendiri sebanyak 14 orang (70%), milik PT tidak ada, milik keluarga sebanyak 1 orang (5%), dan Lain- lain sebanyak 3 orang (15%), sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu milik sendiri sebanyak 40 orang (100,00%), milik PT tidak ada, milik keluarga tidak ada, dan Lain- lain juga tidak ada.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa status kepemilikan lahan perkebunan kelapa sawit mayoritas milik sendiri baik bagi keluarga kelas bawah maupun keluarga kelas menengah atas. Dan ada 1 (satu) keluarga terutama pada keluarga kelas bawah yang lahan perkebunannya bukan milik sendiri melainkan milik keluarganya.
Tabel 4.12
Distribusi Jawaban Responden Tentang Luas Perkebunan Kelapa Sawit No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. 3 ha - - - -
2. 5 ha - - 2 5 2 3,33
3. 10 ha - - 7 17,5 7 11,67
4. Dll (sebutkan) 15 75 31 77,5 46 76,67
Jumlah 15 75 40 100,00 55 91,67
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang luas perkebunan kelapa sawit, untuk responden kelas bawah yaitu yang menyatakan 3 ha tidak ada, yang menyatakan 5 ha tidak ada, yang menyatakan 10 ha tidak ada, dan Lain- lain sebanyak 15 (75%), sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu yang menyatakan 3 ha tidak ada, yang
menyatakan 5 ha sebanyak 2 orang (5%), yang menyatakan 10 ha sebanyak 7 orang (17,5%), dan Lain- lain 31 orang (77,5%). Mayoritas responden menjawab bahwa lahan perkebunan mereka di bawah 3 ha bagi keluarga kelas bawah dan di atas 10 ha bagi keluarga kelas menengah atas.
Tabel 4.13.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Lama Bekerja Dalam Sehari No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. 1 – 2 jam - - 7 17,5 7 11,67
2. 1 – 3 jam 5 25 2 5 7 11,67
3. 1 – 4 jam 14 70 - - 14 23,33
4 Dll (sebutkan) 1 5 31 77,5 32 53,33
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang lama bekerja dalam sehari, untuk responden kelas bawah yaitu antara 1 – 2 jam tidak ada, antara 1 – 3 jam sebanyak 5 orang (25%), antara 1 – 4 jam sebanyak 14 orang (70%), dan Lain- lain sebanyak 1 orang (5%), sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu antara 1 – 2 jam sebanyak 7 orang (17,5%), antara 1 – 3 jam sebanyak 2 orang (5%), antara 1 – 4 jam tidak ada, dan Lain- lain sebanyak 31 orang (77,5%).
Dari hasil tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden kelas bawah lebih banyak bekerja di antara 1 – 4 jam dalam sehari. Sedangkan bagi keluaraga kelas menengah atas lebih banyak memperkerjakan orang lain dalam mengelola
perkebunanya sehingga dalam sehari keluarga ini tidak berada di areal perkebunan dan mereka hanya menerima hasil dari perkebunan tersebut.
Tabel 4.14.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Hasil Panen Sawit Per Bulan No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. 2 ton 1 5 - - 1 1,67
2. 5 ton - - 4 10 4 6,67
3. 8 ton - - 6 15 6 10
4. Dll (sebutkan) 14 70 30 75 44 73,33
Jumlah 15 75 40 100,00 55 91,67
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang hasil panen sawit per bulan, untuk responden kelas bawah yaitu yang menyatakan 2 ton sebanyak 1 orang (5%), yang menyatakan 5 ton tidak ada, yang menyatakan 8 ton tidak ada, dan Lain- lain sebanyak 14 orang (70%), sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu yang menyatakan 2 ton tidak ada, yang menyatakan 5 ton sebanyak 4 orang (10%), yang menyatakan 8 ton sebanyak 6 orang (15%), dan Lain- lain sebanyak 30 orang (75%). Mayoritas responden menjawab bahwa hasil panen dari perkebunan mereka per bulannya di atas 3 ton bagi keluarga kelas bawah dan di atas 8 ton bagi keluarga kelas menengah atas.
Tabel 4.15.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Alokasi Dana Yang Didapatkan Dari Perkebunan Kelapa Sawit
No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah Atas Total Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1.
Pembelian perkebunan kelapa sawit
- - 35 87,5 35 58,33
2. Untuk kebutuhan
hidup keluarga 4 20 3 7,5 7 11,67
3. Biaya pendidikan
anak 16 80 2 5 18 30
4. Dll (sebutkan) - - - -
Jumlah
20 100,0
0 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang alokasi dana yang didapatkan dari perkebunan kelapa sawit, untuk responden kelas bawah yaitu untuk pembelian perkebunan kelapa sawit tidak ada, untuk kebutuhan hidup keluarga sebanyak 4 orang (20%), biaya pendidikan anak sebanyak 16 orang (80%), dan Lain- lain tidak ada, sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu untuk pembelian perkebunan kelapa sawit 35 orang (87,5%), untuk kebutuhan hidup keluarga sebanyak 3 orang (7,5%), biaya pendidikan anak sebanyak 2 orang (5%), dan Lain- lain tidak ada.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa Alokasi Dana yang didapatkan dari perkebunan kelapa sawit bagi keluarga kelas bawah lebih banyak digunakan untuk kebutuhan pendidikan anaknya sedangkan bagi keluarga kelas menengah atas lebih banyak digunakan untuk pembelian lahan perkebunan kelapa sawit.
Tabel 4.16.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Kesulian Dalam Hal Keuangan No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Sering 11 55 - - 11 18,33
2. Kadang – kadang 6 30 10 25 16 26,67
3. Pernah 3 15 10 25 13 21,67
4. Tidak pernah - - 20 50 20 33,33
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang kesulitan dalam hal keuangan, untuk responden kelas bawah yaitu yang menyatakan sering sebanyak 11 orang (55%), yang menyatakan kadang – kadang sebanyak 6 orang (30%), yang menyatakan pernah sebanyak 3 orang (15%), dan yang menyatakan tidak pernah tidak ada, sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu yang menyatakan sering tidak ada, yang menyatakan kadang – kadang sebanyak 10 orang (25%), yang menyatakan pernah sebanyak 10 orang (25%), dan yang menyatakan tidak pernah sebanyak 20 orang (50%).
Di Desa ini keluarga kelas bawah sering mengalami kesulitan dalam hal keuangan karena pada dasarnya keluarga ini belum berpenghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sedangkan bagi responden kelas menengah atas tidak pernah mengalami kesulitan dalam hal keuangan karena keluarga ini sudah terlalu cukup berpenghasilan.
Tabel 4.17.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Cara Mengatasi Kesulitan Keuangan Yang Pernah Dialami Responden
No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Meminjam kepada
tetangga 8 40 2 5 10 16,67
2. Meminjam kepada
koperasi 11 55 4 10 15 25
3. Memakai tabungan - - 15 37,5 15 25
4. Dll (sebutkan) 1 5 - - 6 10
Jumlah 20 100,00 21 52,5 46 76,67
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang cara mengatasi kesulitan keuangan yang pernah dialami responden, untuk responden kelas bawah yaitu meminjam kepada tetangga sebanyak 8 orang (40%), meminjam kepada koperasi sebanyak 11 orang (55%), memakai tabungan tidak ada, dan Lain – lain sebanyak 1 orang (5%), sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu meminjam kepada tetangga sebanyak 2 orang (5%), meminjam kepada koperasi sebanyak 4 orang (10%), memakai tabungan sebanyak 15 orang (52,5%), dan Lain – lain tidak ada. Mayoritas responden menjawab bahwa cara mengatasi kesulitan keuangan tersebut terutama bagi keluarga kelas bawah dengan cara meminjam kepada koperasi maupun kepada tetangga.
Sedangkan bagi keluarga kelas menengah atas lebh sering memakai tabungannya.
Tabel 4.18.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Hubungan Kekeluargaan Antara Masyarakat Desa
No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Sangat
baik 1 5 5 12,5 6 10
2. Baik 19 95 35 87,5 54 90
3. Kurang
baik - - - -
4. Tidak baik - - - -
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang hubungan kekeluargaan antara masyarakat Desa, untuk responden kelas bawah yaitu yang menyatakan sangat baik sebanyak 1 orang (5%), yang menyatakan baik sebanyak 19 orang (95%), yang menyatakan kurang baik tidak ada, dan yang menyatakan tidak baik tidak ada, sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu yang menyatakan sangat baik sebanyak 5 orang (12,5%), yang menyatakan baik sebanyak 35 orang (87,5%), yang menyatakan kurang baik tidak ada, dan yang menyatakan tidak baik tidak ada. Di Desa ini mayoritas penduduknya memilki hubungan kekeluargaan yang baik bagi dua keluarga yaitu keluarga petani kelapa sawit kelas bawah dan bagi keluarga petani sawit kelas menengah atas.
Tabel 4.19.
Distribusi Jawaban Responden Tentang Hubungan Tolong Menolong Masyarakat Dalam Hal Keuangan
No Pernyataan
Kelas Bawah Kelas Menengah
Atas Total
Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) % Frekuensi
(F) %
1. Sangat baik - - 1 2,5 1 1,67
2. Baik 20 100,00 39 97,5 59 98,33
3. Kurang baik - - - -
4. Tidak baik - - - -
Jumlah 20 100,00 40 100,00 60 100,00
Sumber Data Kuesioner Tahun 2008
Berdasarkan tabel distribusi diatas diketahui bahwa responden yang menyatakan tentang hubungan tolong menolong masyarakat dalam hal keuangan, untuk responden kelas bawah yaitu yang menyatakan sangat baik tidak ada, yang menyatakan baik sebanyak 20 orang (100,00%), yang menyatakan kurang baik tidak ada, dan yang menyatakan tidak baik tidak ada, sedangkan untuk responden kelas menengah atas yaitu yang menyatakan sangat baik sebanyak 1 orang (2,5%), yang menyatakan baik sebanyak 39 orang (97,5%), yang menyatakan kurang baik tidak ada, dan yang menyatakan tidak baik tidak ada. Mayoritas responden menjawab bahwa hubungan tolong menolong masyarakat dalam hal keuangan di Desa ini adalah baik terutma bagi dua keluaraga yaitu antara keluarga kelas bawah dan keluarga kelas menengah atas.