BAB II PAPARAN DAN TEMUAN
C. Implikasi Metode Targhib wa Tarhib Terhadap Motivasi Belajar
disampaikan.82
3. Pengaplikasian materi
Dengan metode ini dapat mengarahkan siswa untuk selalu berada dalam kebaikan dan menjauhi kejahatan. Karena setiap kali pembalajaran akidah akhlak dilaksanakan metode ini digunakan dan merangsang siswa untuk mengingat kesenangan akhirat (surga) bilamana seseorang mengerjakan kebaikan di muka bumi dan kesengsaraan akhirat (neraka) bilamana mengerjakan kejahatan di muka bumi.
Widiya mengatakan bahwa dia selalu mengingat akhirat ketika ingin mengerjakan sesuatu dan termotivasi dalam dirinya untuk selalu mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT.
C. Implikasi Metode Targhib wa Tarhib Terhadap Motivasi Belajar
kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegaitan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu dapat tercapai.
Motivasi memiliki empat peran, yaitu (1) motivasi berperan sebagai pendorong manusia dalam berbuat sesuatu, (2) motivasi sebagai penentu arah dan tujuan, (3) motivasi sebagai penyeleksi atas perbuatan yang akan dilakukan, (4) motivasi sebagai penguji sikap manusia dalam beramal, benar atau salah. Dari keempat peran motivasi tersebut, motivasi sebagai pendoronglah yang paling dominan diantara peran yang lain.83 Memotivasi siswa bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan, ada siswa yang mampu memotivasi dirinya sendiri dan ada siswa yang membutuhkan motivasi atau dorongan dari luar agar mampu mencapai tujuan yang diinginkan. Dari sanalah guru sangat berperan penting dalam memotivasi siswa di dalam kelas dengan cara-cara tertentu yang dirasa mampu untuk mendorong siswa untuk mengerjakan sesuatu.
Dalam proses pembelajaran, penggunaan metode yang tepat sangat diperlukan untuk mendorong motivasi belajar siswa. Pada mata pelajaran akidah akhlak di MA Putri al-Ihslahuddiny Kediri menggunakan metode Targhib wa Tarhib pada proses pembelajarannya. Metode Targhib wa Tarhib sangat berperan penting dalam mendorong motivasi belajar siswa pada pembelajaran akidah akhlak khususnya mendorong siswa dalam melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan yang merupakan tujuan utama dari metode
83 Ramayulis, Psikologi Agama (Jakarta: Kalam Mulia, 2013) h. 101
72
Targhib wa Tarhib. Sri Hidayati mengatakan bahwa “penggunaan metode yang tepat sangat berperan penting dalam mendorong motivasi belajar siswa sehingga diperlukan metode yang tepat dalam setiap pembelajaran khususnya akidah akhlak”.84
Dalam proses pembelajaran, guru memberikan keleluasaan kepada siswa ketika di dalam kelas dalam hal tanya jawab. Hal ini dilakukan oleh guru untuk mendorong keingin tahuan siswa dan melihat seberapa jauh siswa memahami materi pelajaran. Baiq Uyun Azmi mengatakan:85
Dengan cara belajar seperti itu kita semua merasa sangat terdorong untuk selalu belajar dan belajar karena di dalam kelas kita tidak merasa tertekan dengan seperti itu juga kita tidak mudah bosan ketika di dalam kelas karena diberi keleluasaan oleh guru.
kemudian dalam setiap materi salah satunya yaitu menghindari perbuatan syirik, kita dapat memahami makna dari syirik itu apa dan takut untuk melakukan hal-hal yang seperti itu. Kalaupun di tengah masyarakat kita melihat yang seperti ini maka kita terdorong untuk menasehati.
Metode Targhib wa Tarhib digunakan pada pembelajaran akidah akhlak karena dapat memotivsi siswa dalam belajar dan menaati perintah sebagaimana materi yang telah diajarkan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa motivasi merupakan unsur yang sangat penting dalam proses menuntut ilmu. Dengan begitu maka efektivitas belajar siswa akan meningkat. Metode ini dirasa mampu memotivasi siswa dengan cepat menggunakan ayat-ayat al- Qur’an dan hadis-hadis Rasulullah. Widiya mengatakan:86
Dengan cara belajar seperti ini kami lebih termotivasi dan bersemangat untuk terus belajar, terlebih ketika disuruh mencari ayat atau hadis yang berkaitan dengan materi oleh guru karena
84 Wawancara,
85 Baiq Uyun Azmi, Wawancara pada tanggal 8 Maret 2017
86 Widiya, Wawancara pada tanggal 8 Maret 2017
73
dengan seperti itu kita bias mengetahui ayat atau hadis yang berkaitang dengan materi dan juga dapat kita hafalkan serta memahami maknanya. Di dalam kelas juga kita tidak cepat merasa bosan karena guru tidak hanya berceramah tetapi kita diberi keleluasaan untuk bertanya kepada guru.
Akan tetapi, tidak semua siswa mampu menerima masukan dari guru dengan cepat karena ada siswa yang memerlukan perhatian lebih dari guru dengan komunikasi intensif antara guru dengan siswa untuk mengetahui penyebab utamanya. Dari sanalah peran aktif seorang guru sangat diperlukan selain dari dorongan atau motivasi dari orang tua siswa. Ulfaziah mengatakan:87
Di dalam kelas biasanya ada teman yang tidak mengerjakan PR yang ditugaskan oleh guru, dan ketika sampai di madrasah barulah mereka meminta PR siswa yang sudah mengerjakan. Tetapi itu tidak berlangsung lama karena guru akidah akhlak mengarahkan dan membrikan motivasi kepada kami semua untuk selalu belajar dengan baik karena dengan belajar kita akan mengetahui sesuatu yang baru dan kami sangat bersemangat lagi untuk belajar.
Terlebih pada materi Husnuzan kita lebih tau manfaat dankelebihan orang yang senantiasa berusnuzan dari situ kita sebagai siswa merasa terdorong untuk tetap berhusnuzan dalam setiap keadaan.
Dapat dikatakan bahwa penerapan metode Targhib wa Tarhib sangat berimplikasi baik dalam memotivasi siswa untuk belajar sehingga mampu membedakan mana yang menjadi kewajiban yang harus dikerjakan dan mana kejahatan yang harus ditinggalkan sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu dilihat dari kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan adanya timbal balik antara guru dengan siswa ketika di dalam kelas. Metode ini juga dapat dikatakan
87 Ulfaziah, Wawancara pada tanggal 8 Maret 2017
74
sangat memotivasi siswa ke arah yang lebih baik karena setiap kali pembelajaran akidah akhlak guru selalu memberikan tugas kepada siswa untuk mencari ayat maupun hadis yang berkaitan dengan materi, dengan begitu siswa akan lebih memahami materi yang diajarkan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan.
Metode targhib wa tarhib mempunyai tujuan yang sama dengan metode reward and punishment yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Dari hasil penelitian, peneliti melihat bahwa reward and punishment sangat memotivasi belajar siswa. Diantaranya yaitu pada saat pembelajaran berlangsung guru kerap kali memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi baik di kelas seperti memberikan hadiah kepada siswa yang nilainya paling tinggi di dalam kelas, siswa yang mampu menjawab pertanyaan guru dengan tepat biasanya diberi pujian untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Sementara itu penggunaan punishment disesuaikan dengan kondisi siswa. Misalnya, siswa yang nilainya rendah diberi peringatan kepada siswa untuk memperbaiki diri siswa agar lebih giat lagi dalam belajar sehingga nilainya dapat ditingkatkan. Kemudian, bagi peserta didik yang masih tetap pada keadaan semula tidak bias hanya dengan peringatan biasa makan guru harus memberikan hukuman berupa singgungan yang membandingkan antara siswa yang nilainya baik dengan siswa yang nilainya rendah sehingga dari siswa yang nilainya rendah akan timbul kesadaran dari dalam dirinya untuk memperbaiki nilainya yang tertinggal.
75
BAB III