BAB II PAPARAN DAN TEMUAN
B. Penerapan Metode Targhib Wa Tarhib Pada Pembelajaran
Barat Tahun Pelajaran 2016-2017
Dalam setiap proses belajar mengajar terdapat unsur tujuan yang ingin dicapai, bahan pelajaran yang menjadi isi proses, siswa yang aktif belajar, guru yang aktif membimbing siswa dan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Pengajaran sebagai suatu system menuntut agar semua unsur tersebut saling berhubungan satu sama lain atau dengan kata lain tidak ada unsur yang ditinggalkan dalam proses belajar mengajar.63 Salah satu komponen yang paling penting untuk menunjang keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas adalah metode.
Sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa metode adalah cara yang dipergunakan oleh guru dalam membelajarkan siswa saat berlangsungnya proses pembelajaran.
Sri Hidayati mengatakan, metode yang digunakan pada pembelajaran akidah akhlak adalah metode ceramah, metode diskusi, dan metode tanya jawab. Metode-metode tersebut dapat dipadukan dengan metode Targhib wa Tarhib karena metode Targhib wa Tarhib adalah metode yang akan berjalan dengan baik apabila dipadukan dengan metode-metode tersebut.64
1. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah suatu cara penyajian atau penyampaian
63 Zakiyah Darajat, Metodologi Pengajaran Agama Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h. 258
64 Sri Hidayati, Wawancara dilakukan pada tanggal 21 maret 2017
60
informasi melalui penuturan secara lisan oleh guru kepada siswa. dalam metode ceramah ini siswa duduk, melihat dan mendengarkan serta percaya bahwa apa yang diceramahkan guru itu benar, siswa mengutip ikhtisar ceramah semampu siswa itu sendiri dan menghafalnya. Sri Hidayati mengatakan:65
Dalam pembelajaran akidah akhlak, setiap materi yang saya sampaikan pasti menggunakan metode ceramah sebagai metode pembelajarannya karena setiap materi memerlukan penjelasan untuk memberikan informasi awal kepada siswa terkait dengan materi yang akan dipelajari saat di dalam kelas. Dengan seperti itu akan memberikan rangsangan awal kepada siswa untuk membahas materi lebih dalam.
Dapat dikatakan bahwa hampir semua mata pelajaran baik itu mata pelajaran akidah akhlak maupun mata pelajaran lainnya memerlukan metode ceramah dalam proses belajar mengajar karena setiap materi memerlukan penjelasan untuk memberikan pemahaman awal kepada siswa. oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa metode ceramah ini adalah metode yang digunakan disetiap mata pelajaran. Jika dipadukan dengan metode Targhib wa Tarhib, maka akan lebih menambah variasi dalam penerapannya yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan tidak membuat siswa bosan.
Baiq Uyun Azmi mnegatakan “kalau pada saat belajar guru hanya berceramah saja kami akan merasa bosan dan kadang mengantuk di dalam kelas. Tetapi kalau divariasikan dengan cara mengajar lain kami akan merasa senang dan nyaman di dalam kelas karena kami juga mendapatkan kesempatan untuk ikut aktif di dalam kelas.66
65 Sri Hidayati, Wawancara dilakukan pada tanggal 21 Maret 2017
66 Baiq Uyun Azmi, Wawancara dilakukan tanggal 21 Maret 2017
61
2. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara penyajian atau penyampaian bahan pembelajaran dimana guru memberikan kesempatan kepada siswanya untuk membicarakan dan menganalisis secara ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternative pemecahan atas suatu masalah.67 Sri Hidayati mengatakan:68
metode ini biasanya disesuaikan dengan sub bahasan setiap materi pelajaran. Misalnya sepetri materi yang membahas tentang Husnuzan, Tobat, dan Raja’. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membahas materi dari setiap sub bahasan dan akan mendiskusikannya sesuai dengan urutan kelompok.
Secara umum metode diskusi adalah metode yang dapat menuntun siswa untuk berinteraksi edukatif dengan siswa lainnya maupun dengan guru. Dengan metode diskusi dapat merangsang siswa untuk berfikir dan mengeluarkan pendapatnya sendiri, oleh karena itu metode diskusi bukan hanya percakapan biasa atau debat. Tetapi diskusi timbul karena ada masalah yang memerlukan jawaban atau pendapat yang bermacam-macam. Pengelompokan siswa dibuat atas dasar pertimbangan tertentu karena masing-masing siswa memiliki tingkat pemahaman yang berbeda oleh karena itu, guru harus jeli dalam membagi kelompok. Metode ini dapat dipadukan dengan metode Targib wa Tarhib, ketika diskusi telah dijalankan, diakhir diskusi guru
67 Ibid, Ilmu Pendidikan Islam, h. 194
68 Sri Hidayati, Wawancara dilakukan tanggal
62
mengulas kembali materi pelajaran yang dibahas dengan menyelipkan dalil-dalil Targhib wa Tarhib dalam penjelasannya.69
3. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara mengajar di mana seorang guru mengajukan pertanyaan kepada murid tentang bahan pelajaran yang telah diajarkan atau bacaan yang telah mereka baca.
Sedangkan murid memberikan jawaban secara fakta. Dalam metode ini adakalanya guru yang bertanya dan adakalanya siswa yang bertanya.
Metode ini sudah lama dipakai orang semenjak zaman Yunani. Ahli- ahli pendidikan Islam telah mengenal metode ini, yang dianggap oleh pendidikan modern berasal dari Socrates (469-399 SM) seorang filosof bangsa Yunani. Ia memakai metode ini untuk mengajar peserta didiknya supaya sampai ketaraf kebenaran sesudah bersoal jawab dan bertukar fikiran. Kemudian di dalam Islam metode ini juga sudah dikenal. Nabi dalam mengajarkan umatnya sering memakai metode tanya jawab.70
Sri Hidayati mengatakan, ketika mengajar ada siswa yang bertanya tentang materi yang tidak diketahui misalnya dalam hal syirik salah seorang siswa bertanya tentang dampak negative dari perbuatan syirik, maka di situlah saya menggunakan dalil- dalil targhib wa tarhib untuk lebih meyakinkan siswa dengan jawaban yang saya berikan. Terkadang juga saya yang bertanya kepada siswa.71
Dalam pembelajaran akidah akhlak kelas X MA al-Ishlahuddiny Kediri, dilaksanakan satu kali pertemuan dalam seminggu. Adapun alokasi
69 Observasi, Kegiatan Belejar Mengajar pada tanggal 21 Maret 2017
70 Ibid, Metodologi Pendidikan Agama… h. 305
71 Sri Hidayati, Wawancara dilakukan pada tanggal
63
waktu dalam satu kali pertemuan adalah 2X45 menit. Sehingga satu semester pembelajaran kaidah akhlak dilaksanakan 22 kali pertemuan sesuai dengan perhitungan pekan efektif dan pekan tidak efektif. Adapun materi yang diajarkan tentang menghindari perbuatan syirik, mengamalkan asmaul husna, husnuzan, tobat dan raja’, menjauhi sikap licik, tamak, zalim dn diskriminasi, akhlak membesuk orang sakit, dan kisah teladan nabi ulul azmi.
Materi yang disampaikan di setiap pembelajaran merupakan materi yang sudah ditentukan dari Kementrian Agama (KEMENAG) sesuai dengan buku referensi bahan ajar yang telah beredar kesemua madrasah Aliyah. Namu demikian tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan buku referensi lain.
Pada setiap pembelajaran khususnya akidah akhlak diperlukan adanya metode yang efektif dalam pelaksanaannya. sehingga metode yang dirasa tepat untuk digunakan pada pembelajaran akidah akhlak adalah metode Targhib wa Tarhib. Metode Targhib wa Tarhib merupakan metode pembelajaran yang pelaksanaannya akan berjalan efektif ketika dipadukan dengan metode lainnya, seperti metode ceramah, metode diskusi, metode tanya jawab, dan metode lainnya yang dirasa cocok untuk dipadukan dengan metode tersebut.
Dalam pendidikan Islam metode ini sudah cukup dikenal, tetapi sayang beberapa dekade belakangan ini kurang populer lagi kerena banyak pendidik Islam sendiri lebih menyukai konsep barat yang
64
cenderung mengenyampingkan aspek apektif yang dapat menghilangkan ke fitrian tujuan pendidikan itu sendiri yaitu membentuk manusia bukan saja pandai keintelektualannya, tetapi juga aspek spritualnya perlu di bangun secara serempak.
Sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya terkait dengan metode yang digunakan pada pembelajaran akidah akhlak bahwa banyak sekali metode pembelajaran islami yang mendukung keberlangsungan pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Guru akidah akhlak di sana mengatakan bahwa:
metode Targhib wa Tarhib adalah metode yang akan berjalan dengan baik jika dipadukan dengan metode lainnya seperti metode ceramah, diskusi, maupun metode lainnya. Dan disetiap pembelajaran yang berkaitan dengan agama Islam pastilah dugunakan metode tersebut karena tidak lepas dari pembahasan ayat al-Qur’an maupun hadis yang merupakan bentuk dari metode Targhib wa Tarhib.72
Metode ini sangat penting digunakan pada pembelajaran akidah akhlak karena dapat memotivasi siswa dalam belajar dan menaati perintah sebagaimana materi yang telah diajarkan. Sebagaimana yang diketahui oleh peneliti bahwa motivasi merupakan unsur utama dalam proses menuntut ilmu, kemudian yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana memotivasi seseorang? Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat bahwa banyak sekali orang-orang yang sangat antusias dalam hal belajar atau menuntut ilmu, di sisi lain banyak juga orang-orang yang sulit sekali tergugah untuk belajar. Di sinilah diperlukan yang namanya motivasi dari
72 Sri Hidayati, wawancara, dilakukan pada 7 maret 2017
65
seorang guru dalam proses pembelajaran.
Dalam penerapannya, guru akidah akhlak membuka pembelajaran dengan ketentuan-ketentuan membuka pelajaran dan mengulas sedikit materi yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya. Setelah itu, guru meminta siswa untuk membacakan dalil-dalil Targhib wa Tarhib yang telah ditugaskan, kemudian guru menyampaikan kandungan ayat dari dalil yang dibacakan oleh siswa yang membahas tentang menghindari perbuatan syirik dan mengamalkan asmaul husna. Dalam hal ini guru mata pelajaran akidah akhlak berceramah dalam menyampaikan kandungan ayat dan memilih kembali dalil Targhib wa Tarhib. Adakalanya dipadukan dengan metode diskusi, setelah siswa membaca ayat diadakan diskusi kelompok kecil untuk membahas ayat yang telah dibacakan.73
Dengan metode ceramah guru menyampaikan kandungan ayat-ayat yang telah dibacakan oleh siswa secara bergantian. Dalam penyampaiannya guru mengungkapkan ganjaran-ganjaran terhadap pelaku dosa dan ganjaran-ganjaran terhadap orang yang menaati perintah Allah.
Sejalan dengan itu guru juga menyampaikan gambaran kebahagiaan di akhirat (surga) bagi orang yang menjalankan perintah Allah dan gambaran kesengsaraan akhirat (neraka) bagi orang yang lalai dalam melaksanakan perintah Allah.74
Setelah memberikan gambaran kebahagiaan akhirat yaitu surga dan kesengsaraan akhirat yaitu neraka sesuai dengan dalil yang terdapat dalam
73 Observasi, Kegiatan Belajar Mengajar pada tanggal 21 September 2016
74 Observasi, Kegiatan Belajar Mengajar pada tanggal 21 September 2016
66
al-Qur’an dan hadist, guru memotivasi siswa untuk terus menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah yang tercantum dalam al-Qur’an dan hadist.
Adapun langkah-langkah penerapan metode Targhib wa Tarhib pada pembelajaran akidah akhlak kelas X MA Putri al-Ishlahuddiny Kediri, yaitu:
1. Guru manugaskan siswa untuk mencari dalil-dalil Targhib wa Tarhib sesuai dengan materi pelajaran.
Dalam setiap penerapan metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru di dalam kelas tentunya mempunyai langkah-langkah dalam penerapannya. Dalam hal ini, langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalalm menerapkan metode Targhib wa Tarhib adalah menugaskan siswa untuk mencari dalil-dalil Targhib wa Tarhib yang berkaitan denga materi yang akan diajarkan. Sri Hidayati mengatakan:
Hal pertama yang saya tugaskan kepada siswa adalah meminta mereka untuk mencari dalil-dalil Targhib wa Tarhib baik itu berupa ayat al-Qur’an atau pun berupa hadist yang sesuai dengan materi karena dengan cara seperti itu akan melatih kedisiplinan siswa dalam belajar.75 Tugas tersebut merupakan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh siswa. dalam pengerjaannya, siswa mencari ayat al-Qur’an atau hadist berserta terjemahan dari masing-masing ayat al-Qur’an ataupun hadist yang berkenaan dengan materi yang akan diajarkan. Dengan cara
75 Sri Hidayati, Wawancara diperoleh tanggal 7 Maret 2016
67
seperti ini, siswa dapat mengulang dan mengingat kembali pelajaran yang telah dipelajari di sekolah. Afaf Sya’roni mengatakan:76
bahwa setiap kali pembelajaran akidah akhlak kami selalu ditugaskan mencari dalil-dalil yang berkenaan dengan materi dan itu membuat saya semakin bersemangat karena kita dapat memahami materi dengan mudah sekaligus mengetahui ayat maupun hadist yang berkaitan dengan materi pelajaran.
2. Guru meminta beberapa siswa membacakan dali-dalil Targhib wa Tarhib yang telah ditugaskan
Setelah guru meminta siswa untuk mencari dali-dalil Targhib wa Tarhib, selanjutnya yang harus dilakukan guru adalah meminta beberapa siswa untuk membacakan dalil-dalil yang telah siswa cari. Hal ini bertujuan agar siswa lebih memahami apa yang dipelajari dan termotivasi untuk tetap berada dalam kebaikan. Saat salah seorang siswa membacakan ayat al-Qur’an atau hadist, siswa yang lain diharuskan untuk menyimak bacaan temannya agar ketika terjadi kesalahan dalam bacaan, maka siswa yang lain wajib menegur temannya dan memperbaiki bacaannya.77
Manfaat dari meminta siswa untuk membacakan dalil-dalil Targhib wa Tarhib adalah agar siswa terbiasa membaca al-Qur’an dan hadist Rasulullah. Guru akidah akhlak di sana mengatakan bahwa dengan membaca, ingatan siswa akan lebih kuat karena setelah mencari dalil- dalil Targhib wa Tarhib kemudian menulisnya lalu siswa juga
76 Afaf Sya’roni, Wawancara diperoleh tanggal 7 Maret 2017
77 Observasi, Kegiatan Belajar Mengajar pada tanggal 22 september 2016
68
membacanya sendiri dengan cara bergiliran antara siswa yang satu dengan lainnya. Dari situlah guru dapat menilai siswa, baik dari ayat yang diperoleh benar atau kurang tepat ataupun cara baca al-Qur’an siswa.78
3. Guru menjelaskan kandungan dalil-dalil Targhib wa Tarhib dengan menggunankan metode ceramah
Dari dalil-dalil Targhib wa Tarhib yang sesuai dengan materi pembelajaran, guru kemudian memaparkan teori setelah meminta siswa membaca dalil-dalil Targhib wa Tarhib yang diperoleh.79 Selanjutnya, dengan metode ceramah guru menjelaskan dalil-dalil yang diperoleh siswa.
Sri Hidayati mengatakan bahwa walaupun banyak metode lainnya seperti metode diskusi, tanya jawab, yang dapat menunjang keberhasilan dalam penggunaan metode Targhib wa Tarhib. Akan tetapi, metode ceramah dirasa cukup efektif untuk dikombinasikan dengan metode Targhib wa Tarhib.80
Tujuan utama penerapan metode Targhib wa Tarhib ini ialah untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa pada pembelajaran akidah akhlak.
efektivitas belajar dengan menggunakan metode Targhib wa Tarhib dapat dilihat dari beberapa hal: motivasi belajar, penguasaan materi, dan
78 Sri Hidayati, Wawancara pada tanggal 22 September 2016
79 Observasi, Kegiatan Belajar Mengajar pada tanggal 22 september 2016
80 Ibid,..
69
pengaplikasian materi. Adapun uraian dari ketiganya sebagai berikut:81 1. Motivasi belajar
Menurut peneliti Targhib wa Tarhib ialah metode yang mampu memotivasi siswa dengan cepat menggunakan ayat al-Qur’an sehingga siswa terlihat lebih aktif di dalam kelas. Tidak hanya itu, siswa lebih termotivasi lagi untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan kejahatan.
Widiya mengatakan, dengan menggunakan metode pembelajaran seperti itu kami lebih termotivasi untuk terus belajar dan mencari ayat yang ditugaskan oleh guru, tidak hanya itu dengan mencari ayat kami lebih mengetahui makna dari ayat yang kami cari karena dapat kita pelajari juga artinya.
2. Penguasaan Materi
Setiap guru pasti menginginkan materi yang telah diajarkan dikuasai dengan baik oleh siswa baik di dalam kelas maupun setelah keluar kelas. Penggunaan metode ini dirasa cukup efektif untuk melihat penguasaan materi dari siswa karena siswa lebih aktif dalam pembelajaran.
Sri Hidayati mengatakan bahwa penerapan metode ini dikombinasikan dengan metode diskusi ketika di dalam kelas sehingga siswa aktif dan dapat memahami dengan mudah materi yang
81 Mohamad Baihaqi, Penerapan Metode Targhib Dan Tarhib Pada Pembelajaran Fiqih. (Skripsi, IAIN Mataram 2015), h. 66
70
disampaikan.82
3. Pengaplikasian materi
Dengan metode ini dapat mengarahkan siswa untuk selalu berada dalam kebaikan dan menjauhi kejahatan. Karena setiap kali pembalajaran akidah akhlak dilaksanakan metode ini digunakan dan merangsang siswa untuk mengingat kesenangan akhirat (surga) bilamana seseorang mengerjakan kebaikan di muka bumi dan kesengsaraan akhirat (neraka) bilamana mengerjakan kejahatan di muka bumi.
Widiya mengatakan bahwa dia selalu mengingat akhirat ketika ingin mengerjakan sesuatu dan termotivasi dalam dirinya untuk selalu mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT.
C. Implikasi Metode Targhib wa Tarhib Terhadap Motivasi Belajar