BAB III PEMBAHASAN
C. Implikasi Sustainable Konflik Politik Pra Dan Pasca
Langkah-langkah dalam menyelesaikan konflik pemilihan Kepala Desa Rora Kecematan Donggo Kabupaten Bima namun bagian ini peneliti kembali mempertenggas bahwa yang menjadi langkah dalam menyelesaikan konflik mengemukakan tehnik-tehnik pengelolaan konflik yaitu:
1. Bersaing (competing)
Banyaknya rentetan yang terjadi packa pemilihan Kepala Desa tentunya promatur yang terpili maupun yang tidak terpilih bersaing dalam melakukan pendekatan baik pendekatan kepeda masyarakat maupun pendekataan terhadap pemerintah dalam hal ini pemerintah daerah kabupaten bima.
Persaingan-persaingan yang terlahir bukan hanya berbentuk pendekatan yang di lakukan kepada pihak pemerintahan namun ketika kembali menyimak sedikit prosesi tentang masa kampanye sebelum berlangsungnya pemilihan Kepala Desa, para calon Kepala Desa aktif dalam melakukan berbagai hal untuk merebut simpati masyarakat mulai dari persaingan yang bentuk fisik maupun persaingan-persaingan berbentuk nonfisik. Kemudian persaingan yang di lakukan pasca pemilihan adalah pesaingan dalam hal melakukan pendekatan terhadap
56Alif Abadi , Konflik Pikades di Kabupaten Bulukumba ,Skripsi Ushuluddin Filsafat dan Politik Unifersitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Hlm.21.
85
masyarakat agar bisa mempengaruhi dan merubah haluan masyarakat dari yang sepakat menjadi tidak sepakat maupun dari yang tidak sepakat menjadi sepakat
2. Kerja sama (collaborating)
Kerja sama masyarakat dalam membantu pelaksanaan gotong royong sangat baik dan tidak pernah pudar dalam benak kehidupan masyarakat tersebut memiliki kesahpahaman dalam menentukan siapa pemimpin terbaik mereka. Masih adanya kerja sama masyarakat paska pilkades karena didukung oleh berbagai alasan, sebagai alasan ,sbb57: 1). Masih kentalnya rasa kekeluargaan yang ada dalam kehidupan masyaraka 2).
Kuatnya normal social yang ada dalam kehipan masyarakat sehingga masyarakat mampu melaksanakan tugasnya sabagai dari anggota masyarakat yang tidak bisa hidup tanpa adanya peran serta masyarakat yang lain 3) pola atau tingkat pendidikan masyarakat yang tinggi sehingga masyarakat tau dan paham mengenai sesuatui hal yang baik dan buruk dalam menjalin hubungan dengan anggota masyarakat lain.
Komromi (compromising)
Konflik-konflik yang terjadi tentunya memiliki sebab akibat yang timbul dikarenakan gesekan antara beberapa pih
ak yang ada. Oleh karenah itu pemerintah dengan pihak yang menang dalam pemilihan kepala desa berkerja sama untuk mengakomodasi masyarakat dalam bentuk mengharuskan pihak-pihak yang terlibat saling
57Lukman Hakim, „‟Sikap Sosial Masyarakat Pemilihan Kepala Desadena Kecematan Madapngga Kabupaten Bima, (SkripsiFak Ilmu Penegtahuan Social STKIP BIMA 2014), hlm. 50,
86
memberikan kebebasan dalam berpendapat demi terwujudnya sikap saling menghargai untuk menyelesaikan konflik. Pendekatan yang di lakukan oleh pemerintah daerah dengan pemerintah tingkat desa adalah berupaya melakukan sosialisasi kepada tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh kepada desa batukaraeng pada umumnya dan menyerahkan kepada tokoh masyarakat agar menyakinkan bahwa tidak ada penyimpangan yang terjadi pada pihak-pihak yang kontra dengan keputusan hasil penelitian kepala desa.
Pendekatan dengan cara kompromi di lakukan oleh beberapa pihak yang tentunya termasuk aparatur desa, pemerintah daerah, serta tokoh- tokoh masyarakat yang punya pengaruh besar terhadap masyarakat desa batukaraeng kecematan pa‟jukukang kabupaten banteng. Kompromi di lakukan pihak-pihak tersebut di antaranya adalah melakukan sosialisasi kepada calon kepala desa serta tim-tim yang memperkuat kelompok calon tersebut meyakinkan bahwa tidak ada kecurangan dalam pemilihan tersebut hanya terdapat kesalah pahaman sehinggah timbul pertentangan yang menghadirkan konflik antara golongan-golongan masyarakat .58 3. Menghindari (avoiding)
Menghindari atau menarik adalah salah satu manajemen konflik yang juga di lakukan untuk menangani konflik yang timbul pasca pemilihan kepala desa batukaraeng. Seiring banyaknya konflik yang terjadi tentunya pemerintah juga tidak tinggal diam akan tetapi juga berperang aktif dalam
58Ibid hlm 20-21
87
berupaya untuk menciptakan petrdamaian. Hasilnya adalah berkat dorongan dan masukan pihak pemerintah daerah para kadidat yang tidak terpilih maupun yang terpilih melakukan upayah-upayah untuk menghindari segalah hal yang bisa menimbulkan konflik dalam bentuk apapun.
Dalam upaya menghidari pemicuh konflik yang terjadi, pihak-pihak yang terkait penting dengan pemilihan memang jarang terlihat karena mereka bersama-sama menghindar dan menarik diri dari segalah potensi konflik yang mungkin terjadi sehinggah pada saat itu yang lebih dominan dalam penanganandan upayah menyelesaikan konflik adalah penanganan dan upayah menyelesaikan konflik dalah tokoh-tokoh masyarakat yang ada di desa batukaraeng.59
Berdasarkan beberapa pernyataan informasi penelitian dapat menganalisis calon-calon untuk tidak beraktifitas, pemerintah tidak hanya sekedar mengarahkan akan tetapi memiliki strategi sendiri untuk meredam prilaku propokasi serta menyadarkan masyarakat akan tidak adanya kecurangan yang di lakukan oleh pemerintah serta aparat-aparat yang terkait dalam proses pemilihan kepala desa Rora Kcematan Donggo Kabupaten Bima.
59Ibid, hlm. 22
88 BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang sustainable konflik politik pasca pemilihan kepala desa dsn implikasi manual di desa rora kecematan donggo kabupaten bima dapat di simpulkan :
1. Pada penelitian ini untuk membedah permasalahan yang penulis angkat yaitu Konflik, sustainable, dan Implikasi politik, pra dan pasca pemilihan rivalitas calon Kepala Desa pilkades serentak tahun 2016 di Kabupaten Bima,yangmana berdasarkan hasil wawancara dengan petinggi Desa Rora, dalampenelitian ini penulis simpulkanmemang benar telah terjadi konflik dalam proses kampanye Desa.
2. Hal ini dikarenakan oleh adanya pemaksaan, ancaman dan kekerasaan Fisik serta adanya money politik, fanatisme yang berlebihan dari pendukung calonkades, juga adanya kepentingan politik yang begitu menggebu dari kandidat calon kepala desa yang ingin berkuasa sehingga menghilang kannilai-nilai substansi untuk apa sebenarnya menjadi Kepala Desa, yang mana tujuan sebenarnya adalahmembangun Desa.Dilain pihak dukungan dan fanatisme yang berlebihan dari keluarga para kandidat Kepala Desa juga menjadi pemicu konflik yang secara tidak sengaja menjadi bibit-bibit terjadinya konflik dalam proses kampanye pemilihan Kepala Desa yang kapanpun dapat berujung pada Konflik.
89
3. Konflik sudah menjadi hal yang dara daging bagi masyarakat bima atau yang sering di sebut dengan masyarakat suku Mbojo, namun ada hal yang menarik dalam kebiasaan masyarakat bima yang perlu di akui adalah ketika mereka merantau mereka sangat menjujung tinggi nilai persadaraan dan mereka menganggap bahwa ketika di rantauan mereka mengagp semua warga suku bima yang ada di rantuan itu adalah satu atau yang sering kita kenal dengan filosofi Sabua Ra,a (satu sadarah), dan masyarakat bima yang merantau juga mengedepankan nilai nilai kebersamaan, nilai nilai kekeluargaan dan menjung tinggi nilai maja labo dahu, sehingga itulah hal yang membuat orang bima tidak bisa konflik ketika merantau. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat bima yang ada di bima atau yang tinggal di bima cukup cepat menyulut konflik dan sanagt sering terjadi konflik, mulai dari pemilihan kepala desa, dan hal hal lainya.
B. Saran
1. Pemilihan kepala desa harus tetap menjaga nilai yang terkandung dalam masyarakat desa seperti kekeluargaan sehingga dalam pelaksanaan pemilihandi tingkat desa tidak terjadi pelanggaran yang dapat menggangu nilai demokrasi di tingkat desa.
2. Pemerintah daerah harus memberikan perhatian terhadap permasalahan dan konflik yang ada dalam proses pemilihan kepala desa sehingga proses pemilihan kepala desa tidak mengganggu stabilitas kehidupan di tingkat desa.
90
3. Diharapkan perlu adanya aturan dan sanksi yang tegas bagi pelanggaran- pelanggaran yang dilakukan oleh calon kepala desa dan tim pendukungnya dalam pemilihan kepala desa tersebut. Hal ini dikerenakan agar kemudian hari pelanggaran-pelanggaran tersebut tidak terulang kembali dalam pemilihan kepala desa yang akan dating.
DAFTAR PUSTAKA
Firmazah, Persaingan Ligitimasi Kekuasaan Dan Marketing Politik, (Jakarta :Yayasan Pustakan Obor Indonesia 2010),hlm 85.
Asriadi, “Relasi Kepala Desa dan Msyarakat Pasca Pilkades di Desa Kecamatan Bontosiku Kabupaten Kepulauan SelayarPeriode 2008-2013”. Skripsi (Makassar: Fak. Ushuluddin dan Filsafat UIN alauddin Makassar, 2013) hlm.xi.
Chevy Fantastic, “Konflik Politik Dalam Proses Pemilihan Kepala Desa Tahun 2007 Di Desa Tarempa Barat Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas”, Skripsi,( Tanjungpinang: Fak. Ilmu Sosial dan Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji,20014), hlm.ii
Feri Budirso, Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang Tahun 2012 Dan Dampak Yang Ditimbulkan, Skripsi (Tegal: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pancasakti Tegal, 2015), hlm.9.
Chevi Fantastic Konflik Politik Dalam Pemilihan Kepala Desa Tahun 2007 Di Desa Terempa Barat Kecematan Siantan Kabupaten Kepulauan Anamba, Skripsi,( Tanjungpinang: Fak. Ilmu Sosial dan Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji,20014), hlm.10
Maharudin, Nurdinr, „‟Reselusi Konflik Pemilihan Kepada Desa‟‟ Aketik Vol .3.nomor 2, Desember 2019, hlm.200.
Alif Abadi, „‟Konflik pilkades di kabupaten bulukumba‟‟, Skripsi,( Ushuluddin Filsafa dan Politik Universitas Negeri Alauddin Makasar ), hlm 21.
Ahmad Taufik, „‟Tata Kelolah Konflik Dalam pemilihan kepala desa di kabupaten banteng „‟Politikom Indonesia , Vol ,3, nomor 1, Juli 2018, hlm 19-20 Irawan Soehartono, Metode Penelitian Sosial, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004), hlm.69.
Irmaza, Persaingan Ligitimasi Kekuasaan Dan Marketing Politik, hlm 88.
Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014), hlm.4.
Lexy J. Moleong, Metode Penelitiam Kualitatif, (Jakarta:PT Remaja RosdakaryaOffset, 2001), hlm. 247.
Chevi Fantastic Konflik Politik Dalam Pemilihan Kepala Desa Tahun 2007 Di Desa Terempa Barat Kecematan Siantan Kabupaten Kepulauan Anamba,
Skripsi,( Tanjungpinang: Fak. Ilmu Sosial dan Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji,20014), hlm.11
Chevi Fantastic Konflik Politik Dalam Pemilihan Kepala Desa Tahun 2007 Di Desa Terempa Barat Kecematan Siantan Kabupaten Kepulauan Anamba, Skripsi,( Tanjungpinang: Fak. Ilmu Sosial dan Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji,20014), hlm.11-12
Miriam Budiardjo, Dasar-dasar Ilmu Politik, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,2008),
Lampiran 1. Dokumentasi Penelitian