• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implikatur dalam Novel Maryamah Karpov

Dalam dokumen implikatur dan deiksis novel laskar pelangi (Halaman 119-131)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

2. Implikatur dalam Novel Maryamah Karpov

Ragam implikatur yang terdapat di dalam novel Maryamah Karpov karya Andrea Hirata dibedakan menjadi tiga yaitu ragam implikatur

konvensional, praanggapan, dan nonkonvensional. Adapun data temuan yang menunjukkan ketiga ragam implikatur tersebut diuraikan sebagai berikut;

1) Implikatur konvensional Data MK 023

“Percayalah nasihatku, warna coklat muda itu akan memuatmu tampak sedikit lebih pintar”

(Novel Maryamah Karpov, hal. 18)

Kutipan tuturan data 023 di atas disampaikan oleh seorang kawan lama kepada tokoh Aku. Diceritakan bahwa saat itu tokoh Aku mengubah sedikit penampilannya yang buru dengan sebuah dasi Hedva coklat muda bergaris-garis, jas dengan bantalan busa di bahu- bahunya, dan cardigan yang juga cokelat muda. Famke Somers yang merupakan julukan buat kawan lama dari tokoh Aku kemudian memberikan tanggapan penilaian dari penampilan tokoh Aku sebagaimana kutipan di atas.

Implikatur dari kutipan tersebut adalah tokoh Aku adalah orang yang bodoh (tidak pintar sebagaimana orang kebanyakan), sebab kata sedikit lebih pintar mengindikasikan bahwa dengan memakai seragam baru tersebut kebodohan tersebut akan berubah sedikit saja menjadi lebih pintar. Implikatur lain yang mungkin timbul dari kutipan tersebut adalah warnah coklat adalah warna yang cocok dengan toko Aku.

Dengan demikian, jenis implikatur yang digunakan oleh pengarang (Andrea Hirata) pada kutipan tuturan tersebut adalah implikatur konvensional.

Data MK 024

“Pasti dapat E,” ancamnya

“Dan jangan harap bisa mengulang.”

(Novel Maryamah Karpov, hal. 23)

Kutipan data MK 024 di atas disampaikan oleh Dr. Antonia LaPlagia kepada tokoh Aku. Dr. LaPlagia merupakan seorang wanita yang berusia empat puluh delapan tahun, dengan ciri-ciri rambut sikat keriting ikat seperti palsu, beralis tebal, dan bermata gelap. Diceritakan bahwa tahun lalu tokoh Aku pernah menyaksikan kekejaman LaPlagia di depan kelas secara langsung. Saat itu Paris telat mengumpulkan tugasnya, lalu LaPlagia mengingatkan kepada mahasiswa bahwa barang siapa yang mengumpulkan tugas hari itu pasti mendapat nilai E. Lanjutnya, dengan nilai E tersebut mahasiswa jangan berharap akan dapat mengulang matakuliahnya.

Implikatur dari kutipan tuturan tersebut adalah semua mahasiswa yang terlambat mengumpulkan tugas (sesuai dengan kesepakatan waktu) maka dapat dipastikan mendapat nilai E yang artinya error. Jenis implikatur tersebut adalah konvensional.

Selanjutnya, implikatur yang kedua adalah siswa yang telat

mengumpulkan tugas dan mendapatkan nilai E tidak usah meminta untuk mengulang sebab sebuah tindakan sia-sia yang tidak akan diberikan oleh LaPlagia. Implikatur ini juga termasuk implikatur konvensional

2) Implikatur praanggapan Data MK 025

“Tapi menurut Don Tapscott …”

“Siapa kau bilang?! Tapscott Harvard itu?!”

“Iya, menurut …”

Network economy, bukan?! Itu kan, maksudmu?! Yang dibualkan Tabscott itu?!”

(Novel Maryamah Karpov, hal. 27) Kutipan data MK 025 di atas adalah dialog antara Tokoh Aku (Lintang) dengan Mich. Diceritakan bahwa Tokoh Mich berkelakar paham dengan Lintang mengenai hasil riset seorang mahasiswa. Mich menjelaskan bahwa waktu semakin tidak relevan dengan analisis sebab teknologi informasi yang semakin cepat dan pesat. Namun, hal ini berusaha disanggah oleh Lintang dengan mengeluarkan sebuah asumsi sebagaimana yang didengarkan dari toko Don Tapscott.

Namun, seketika disanggah kembali oleh Mich dan berkata “Siapa kau bilang?! Tapscott Harvard itu?!”. Lalu kembali Lintang meng-iyakan jawaban Mich dan kembali hendak melanjutkan penjelasannya.

Namun, seketika disambar oleh Mich dengan penjelasannya sendiri.

Peristiwa tutur di atas terjadi karena adanya kesepahaman pengalaman dalam bertutur. Jadi, antara Mich dan Lintang sama-sama mengetahui kondisi pembicaraan mereka tentang tokoh Don Tapscott.

Dari persitiwa tersebut jelas bahwa terjadi implikatur praanggapan antarkeduanya.

Data MK 026

Aku melonjak, tak kupercaya apa yang baru saja kudengar!. “Begitukah Antonia?”

(Novel Maryamah Karpov, hal. 29)

Kutipan data MK 026 disampaikan oleh tokoh Lintang kepada Antonia ketika mendengarkan sebuah penjelasan mengenai logika matematika yang disampaikan oleh Antonia kepada LaPlagia, yang kemudian logika tersebut diterima. Diceritakan bahwa antara Lintang dan kawan-kawannya (termasuk Antonia di dalamnya) sedang berbagi cerita mengenai logika matematika yang disampaikan oleh Antonia di ruang perkuliahan ketika LaPlagia menyampaikan perkuliahannya.

Saat itu,LaPlagia menerima logika tersebut dan sektika membuat Lintang terheran-heran dan menuturkan kutipan di atas.

Implikatur dari kutipan di atas adalah ketidakpercayaan tokoh Lintang pada cerita yang disampaikan oleh Antonia. Namun, di balik ketidakpercayaan tersebut, ada kekaguman dalam diri Lintang terhadap Antonia sebab selama ini logika matematika yang diberikan

siapa pun mahasiswa di dalam ruang perkuliahan selalu ditolak oleh LaPlagia. Dengan mengatakan “Begitukan Antonia?! Sebenarnya yang dimaksudkan oleh Lintang adalah kebenaran dari ceritanya yang pada hakikatnya telah dipahami oleh Antonia. Dari penjelasan peristiwa tersebut, jelaslah bahwa terjadi implikatur praanggapan antara Lintang dan Antonia.

3) Implikatur nonkonvensional Data MK 027

“Jangan sembarang bicara, ya, ini sumbu kompor dari Jakarta, tahu!”

(Novel Maryamah Karpov, hal. 47)

Kutipan data MK 027 di atas disampaikan oleh tokoh Lintang kepada tokoh Ikal. Diceritakan bahwa tokoh Lintang adalah tokoh yang selalu tidak menerima alasan logis dari orang lain ketika mengeritik dirinya. Ketika Ikal dan Lintang kembali ke Indonesia menggunakan kapal laut, Lintang membawa sumbu kompor dalam satu kardus.

Sumbu kompor tersebutlah yang kemudian dikritik oleh Ikal yang kemudian dibalas oleh Lintang dengan mengeluarkan tuturan sebagaimana kutipan di atas.

Implikatur yang timbul dari kutipan tersebut adalah Lintang menyampaikan bahwa sumbu kompor tersebut memiliki nilai tinggi yang tidak layak mendapatkan celaan dari Ikal ketika iya membawanya

kembali ke Indonesia. Jenis implikatur tersebut adalah nonkonvensional sebab, apa yang diimplikaturkan oleh Lintang di luar dari prinsip percakapannya atau di luar dari arti kata yang diucapkannya.

Data MK 028

Naiklah Bus Abang, langsung ke kampung, pul musik!”

(Novel Maryamah Karpov, hal. 61)

Kutipan tuturan data MK 028 disampaikan oleh seorang kondektur bus di sebuah terminal kepada Ikal yang tidak lain adalah Bang Zaitun yang tidak lain merupakan teman lama Ikal yang seorang musisi kampung nan tenar. Diceritakan bahwa Ikal hendak pulang ke kampung dengan menggunakan Bus di terminal. Saat berada di terminal, Ikal mendengarkan suara Abang kondektur bus yang mengajaknya pulang kampung dengan menaiki busnya yang dilengkapi dengan pul musik. Namun, seketika Ikal sadar bahwa suara tersebut sepertinya mirip dengan seseorang yang ia kenal. Dan ternyata benar bahwa suara tersebut adalah milik dari temannya yang bernama Bang Zaitun yang tidak lain musisi kampung kenamaan kala itu. Pertemuan keduanya di terminal bus menjadi mengharukan.

Implikatur pada kutipan tuturan di atas adalah bus tersebut menjamin kenyamanan penumpang sampai pada tujuan dengan hiburan musik. Selain itu, kondektur tersebut menyampaikan pesan

melalui tuturannya bahwa busnya adalah kendaraan yang layak dan nyaman bagi penumpang. Jenis implikatur tersebut adalah nonkonvensional sebab terdapat makna lain di luar dari prinsip percakapannya.

b. Wujud Implikatur dalam Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata

Sama dengan wujud impikatur pada temuan sebelumnya, Huang (2007) mengemukakan bahwa wujud implikatur yang biasa digunakan oleh penutur dalam berimplikasi adalah bentuk tuturan yang digunakan penutur untuk menyampaikan pesan kepada mitratutur secara verbal dalam sebuah percakapan, di mana wujud tuturan tersebut yang realisasinya berdasarkan makna di luar bentuk linguistik. Wujud konkretnya dalam tata bahasa Prancis yaitu la phrase declarative (kalimat pernyataan), la phrase interrogative (kalimat tanya), la phrase imperative (kalimat perintah), dan la phrase exclamative (kalimat seru). Adapun wujud implikatur dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata sebagai berikut;

1) Kalimat pernyataan (La phrase declarative) Data MK 029

“Aku bisa mati bosan di sini!”

(Novel Maryamah Karpov, hal. 39)

Kutipan data MK 029 di atas adalah pernyataan dari tokoh Townsend bahwa ia sudah sangat ingin meninggalkan Paris.

Implikatur yang digunakan dalam tuturan tersebut adalah implikatur nonkonvensional, sebab maksud yang ingin disampaikan oleh penutur tidak merujuk pada arti kata dalam tuturannya, akan tetapi arti lain di luar dari tuturannya bahwa ia ingin sekali kembali ke kampungnya dan meninggalkan Paris. Wujud implikatur yang digunakan adalah kalimat pernyataan.

Data MK 030

“Kubilang, bapakku bisa mengangkat kepala Dinas Perikanan Belitong dengan satu tangan. Bapakku lebih kuat daripada ayahmu!”

(Novel Maryamah Karpov, hal. 148)

Kutipan data MK 030 di atas adalah bualan dari tokoh Zainul kepada tokoh Aku tentang ayah tokoh Aku yang membuat telinganya panas mendengar ucapan itu. Implikatur dari kutipan di atas adalah tokoh Zainul menceritakan kemampuan ayahnya yang lebih kuat daripada kekuatan dari Dinas Perikanan Belitong meskipun pekerjaan ayahnya bukan siapa-siapa. Jenis implikatur yang digunakan adalah nonkonvensional. Wujud implikatur yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah kalimat pernyataan.

2) Kalimat tanya (La phrase interrogative) Data 031

“Ibu, dapatkah digambarkan padAku bagaimana wajah Prof. Turnbull waktu menceritakan kepada orang-orang itu bahwa Aku mahasiswa bimbingan terakhirnya?”

(Novel Maryamah Karpov, hal. 21)

Kutipan data MK 031 di atas adalah pertanyaan dari tokoh Aku kepada ibu Raina tentang cerita yang berkembang bahwa ia mendengar kalau Prof. Turnbull sering menyebut tentangnya kepada para koleganya. Implikatur yang digunakan dalam kutipan di atas adalah implikatur konvensional sebab maksud pembicaraan pada kutipan tersebut sebagaimana yang tersurat dari kata atau kalimat yang digunakan. Wujud implikatur yang digunakan adalah kalimat tanya.

Data 032

“Kalau kululuskan anak ini, adakah keberatan darimu, Mich?”

Fine by me, Kins.”

“Dan kau, Antonia?”

“Dangkal, terutama definisinya tentang dimensi waktu.”

(Novel Maryamah Karpov, hal. 27)

Kutipan data MK 032 di atas adalah percakapan antara Prof.

Turnbull dengan rekan pengujinya tentang kesediaan mereka untuk meluluskan tokoh Aku setelah mereka mendengarkan penjelasan tokoh Aku tentang dimensi waktu. Implikatur yang digunakan pada kutipan di atas adalah praanggapan sebab, Prof. Turnbul mengetahui bahwa rekannya akan setuju untuk meluluskan mahasiswa tersebut tetapi, untuk membuktikan hal tersebut ia harus tetap mempertanyakannya kepada yang bersangkutan (rekan diskusinya).

Wujud implikatur yang digunakan yaitu kalimat tanya.

3) Kalimat perintah (La phrase imperative) Data MK 033

“Sudah kubilang dulu!”

“Masuk saja madrasah, mengajar mengaji, cepat-cepat cari istri, dapat pahala, dapat ransum beras!”

(Novel Maryamah Karpov, hal. 128)

Kutipan data MK 033 di atas adalah ucapan ketus ibu kepada tokoh Aku karena sudah setahun ia menganggur dan tak memiliki pekerjaan. Ketusnya tokoh Ibu pada Aku mengenai kondisinya yang tak kunjung bekerja merupakan implikasi dari tuturan tersebut. Jenis implikatur pada tuturan tersebut adalah nonkonvensional yang diwujudkan dengan kalimat perintah.

Data 034

“Ambil kesempatan Ph.D. itu, dan ambil kesempatan Zakiah”

(Novel Maryamah Karpov, hal. 197)

Kutipan data MK 034 di atas adalah tuturan yang berupa saran dari tokoh Aku kepada Arai. Implikatur dari kutipan tersebut adalah ada kesempatan bagi Arai untuk meraih gelar Ph.D. sekaligus menjumpai wanita yang ditaksir oleh Arai yakni Zakiah. Implikatur tersebut merupakan implikatur konvensional sebab maknanya langsung pada wujud bahasa yang yang digunakan. Wujud implikatur pada kutipan yang mengandung implikatur tersebut adalah kalimat perintah

4) Kalimat seru (La phrase exclamative) Data 035

“Kali ini….. para penghujat itu akan kena batunya!”

(Novel Maryama Karpov, hal. 255)

Kutipan data MK 035 di atas adalah ucapan Mahar untuk menyemangati Ikal yang telah dihujat oleh Eksyen. Implikatur yang timbul dari tuturan tersebut adalah orang-orang yang menghujat Ikal akan terkena suatu balasan atas hujatan tersebut pada suatu saat.

Jenis implikatur yang digunakan pada tuturan tersebut adalah konvensional yang diwujudkan dalam bentuk kalimat seru.

Data 036

“Boi, masalahmu itu bisa diselesaikan lewat eksperimen!”

(Novel Maryama Karpov, hal. 290)

Kutipan data MK 036 di atas adalah ucapan dari Lintang setelah ia mendengarkan desain perahu yang akan dibuat oleh tokoh Aku.

Diceritakan bahwa Boi yang tidak lain merupakan nama lain dari Ikal mendapatkan kendala dalam membuat perahu. Namun, disarankan oleh Lintang bahwa masalah tersebt dapat diselesaikan dengan bereksperimen. Implikatur yang timbul dari tuturan tersebut adalah bahwa permasalahan yang dihadapi Boi dapat selesai dengan membuat suatu eksperimen. Implikatur tersebut diwujudkan dalam bentuk kalimat seru.

Dalam dokumen implikatur dan deiksis novel laskar pelangi (Halaman 119-131)