STUDI KASUS LAYANAN LOGISTIK
9.5 THE IMPORTANCE WEIGHT OF WHAT
Studi Kasus Layanan Logistik 85
No Kode Atribut Layanan Skor
Kepuasan Kategori
Kano Signifi kansi Kansei words 10 R9 Keakuratan jenis produk
yang dikirim (accuracy) -2.093 O Akurat 11 RS3 Kesiapan petugas melayani
saat barang datang di
warehouse -3.185 A -
12 RS4
Kemampuan petugas dalam menangani keluhan pelanggan (complain management)
-2.925 A Cepat
13 RS5 Kecepatan waktu respon terhadap permintaan pesanan
(speed of response) -3.720 A Cepat
14 AS1
Kesesuaian kualitas kondisi barang yang dikirim dengan
kondisi awal pengiriman -2.613 O
Aman Profesional Bertanggung-
jawab 15 AS4 Keamanan data privasi
customer saat menggunakan
layanan -2.003 O Bersahabat
Membantu 16 AS7 Konfi rmasi kepada pelanggan
saat vessel tiba di port tujuan -2.958 A Bersahabat Tepat waktu 17 AS12 Terpenuhinya jaminan
asuransi dari pihak PT. XYZ
atas kerusakan barang -2.893 O Aman
Bertanggung- jawab Dari hasil rekapitulasi di atas, dapat dilihat bahwa terdapat 4 atribut layanan yang tidak berpengaruh terhadap Kansei words yaitu atribut layanan T2, T3, T5, dan RS3. Selanjutnya atribut-atribut layanan dengan Kansei words yang signifi kan akan diberi pembobotan lebih lanjut untuk menentukan prioritas atribut layanan mana saja yang harus diperbaiki.
Kansei signifi kan dengan atribut layanan yang skor kepuasannya negatif, juga termasuk dalam kategori attractive dan one-dimensional. Pembobotan ini dilakukan dengan mengadopsi studi dari Tan dan Prawira (2001), yaitu dengan ketentuan bobot untuk kategori attractive sebesar 4, bobot untuk kategori one-dimensional sebesar 2, dan untuk kategori must-be sebesar 1.
Berikut adalah rumus untuk perhitungan bobot dengan metode importance of what.
Importance of What untuk Respon Kansei Signifi kan
Importance of What = |Skor Kepuasan| x Bobot Kategori Kano x jumlah Kansei Word signifi kan x rata-rata skor Kansei Word
Importance of What untuk Respon Kansei Tidak Signifi kan Importance of What = |Skor Kepuasan| x Bobot Kategori Kano
Setelah dilakukan perhitungan importance weight of what, diterapkan prinsip Pareto untuk menentukan atribut mana saja yang perlu diperbaiki.
Setiap atribut layanan diurutkan berdasarkan nilai importance weight of what tertinggi hingga terendah dan dihitung persentasenya. Kemudian, dilakukan perhitungan persentase kumulatif untuk setiap atribut layanan.
Selanjutnya atribut yang diperbaiki ditentukan berdasarkan atribut layanan yang ada dalam 80% persentase kumulatif importance weight of what.
Berikut pada Tabel 9.8 adalah data yang menunjukkan proses penentuan prioritas atribut layanan yang diperbaiki berdasarkan prinsip Pareto.
Tabel 9.8 Proses penentuan prioritas atribut layanan No Kode Atribut Layanan Impor-
tance
Weight % Persen- tase Ku-
mulatif Keputusan
1 R6
Fleksibilitas layanan pengiriman ter- hadap permintaan pelanggan
189.24 28.14% 28.14% Diperbaiki
2 R8 Keakuratan jumlah
produk yang dikirim 89.78 10.68% 38.82% Diperbaiki 3 AS7 Konfi rmasi kepada
pelanggan saat vessel
tiba di port tujuan 89.33 10.63% 49.45% Diperbaiki
Studi Kasus Layanan Logistik 87
No Kode Atribut Layanan Impor- tance
Weight % Persen- tase Ku-
mulatif Keputusan
4 AS1
Kesesuaian kualitas dan kondisi barang yang dikirim dengan kondisi awal pen- giriman
61.41 7.31% 56.76% Diperbaiki
5 RS5 Kecepatan waktu respon terhadap
permintaan pesanan 52.08 6.20% 62.96% Diperbaiki
6 R2
Konsistensi kerja / Ketepatan waktu pengantaran pesan- an (on-time delivery performance)
45.65 5.43% 68.39% Diperbaiki
7 AS12
Terpenuhinya jami- nan asuransi dari pihak PT. XYZ atas kerusakan barang
45.13 5.37% 73.76% Diperbaiki
8 RS4
Kemampuan petugas dalam menangani keluhan pelanggan (complain management)
40.95 4.87% 78.64% Diperbaiki
9 R3
Kesesuaian je- nis kontainer yang digunakan dengan spesifi kasi yang dijanjikan
36.97 4.40% 83.04% Diperbaiki
10 R7 Konsistensi frekue- nsi pemenuhan order
(order fulfi llment rate) 33.42 3.98% 87.01% Tidak perlu diperbaiki
11 AS4
Keamanan data privasi customer saat menggunakan layanan
31.85 3.79% 90.81% Tidak perlu diperbaiki Tabel 9.8 Proses penentuan prioritas atribut layanan (lanjutan)
No Kode Atribut Layanan Impor- tance
Weight % Persen- tase Ku-
mulatif Keputusan
12 R1
Konsistensi kerja / Ketepatan waktu pengambilan
pesanan (on-time pick up performance)
18.47 2.20% 93.00% Tidak perlu diperbaiki
13 R9 Keakuratan jenis
produk yang dikirim 16.74 1.99% 95.00% Tidak perlu diperbaiki
14 T2
Kelengkapan identitas atau tanda pengenal yang dike- nakan petugas
12.74 1.52% 96.51% Tidak perlu diperbaiki
15 RS3
Kesiapan petu- gas melayani saat barang datang di warehouse
12.74 1.52% 98.03% Tidak perlu diperbaiki
16 T3
Kelengkapan doku- men Surat Jalan Muat (SJM) saat pengiriman
8.37 1.00% 99.03% Tidak perlu diperbaiki
17 T5
Kelayakan kon- disi armada yang digunakan untuk pengiriman
8.19 0.97% 100.00% Tidak perlu diperbaiki
Dapat dilihat bahwa dari 17 atribut layanan dengan skor kepuasan negatif dan dikategorikan sebagai atribut attractive dan one-dimensional terdapat 9 atribut layanan dengan bobot importance weight tertinggi yang berada pada 80% persentase kumulatif. Pemilihan 9 atribut ini berdasarkan prinsip Pareto yang memfokuskan perbaikan hanya dari 80% kumulatif atribut layanan yang berpengaruh terhadap perasaan pelanggan.
Adapun 9 atribut layanan yang menjadi prioritas perbaikan adalah fl eksibilitas layanan pengiriman terhadap permintaan pelanggan (R6), ke- akuratan jumlah produk yang dikirim (R8), konfi rmasi kepada pelanggan
Tabel 9.8 Proses penentuan prioritas atribut layanan (lanjutan)
Studi Kasus Layanan Logistik 89
saat vessel tiba di port tujuan (AS7), kesesuaian kualitas dan kondisi barang yang dikirim dengan kondisi awal pengiriman (AS1), kecepatan waktu re- spon terhadap permintaan pesanan (RS5), konsistensi kerja/ketepatan wak- tu pengantaran pesanan (on-time delivery performance) (R2), jaminan asuransi dari pihak PT. XYZ atas kerusakan barang (AS12), kemampuan petugas dalam menangani keluhan pelanggan (RS4), kesesuaian jenis kontainer yang digunakan dengan spesifi kasi yang dijanjikan (R3). Sedangkan untuk 8 atribut lainnya tidak dilakukan perbaikan pelayanan karena nilai importance weight of what yang kecil dan tidak berpengaruh besar pada tingkat kepua- san dan perasaan pelanggan layanan ekspedisi DFF. Diagram Pareto pada gambar di bawah ini menyajikan data atribut layanan dengan persentase kumulatif dari nilai importance weight of what.
Gambar 9.5 Diagram Pareto untuk prioritas perbaikan atribut layanan Hubungan antara 9 atribut layanan yang telah menjadi prioritas dalam fokus perbaikan dengan emosi yang dirasakan oleh pelanggan layanan ekspedisi DFF di PT. XYZ berdasarkan kumulatif 80% importance weight of what dari nilai tertinggi adalah sebagai berikut.
Perbaikan atribut layanan reliability yaitu kemampuan fl eksibilitas layanan pengiriman terhadap permintaan pelanggan (R6) dapat meningkatkan kepuasan pelanggan melalui perasaan dapat diandalkan,
bersahabat, membantu, fl eksibel, dan memuaskan yang dirasakan oleh pelanggan layanan ekspedisi DFF
Perbaikan atribut layanan reliability yaitu keakuratan jumlah produk yang dikirim (R8) dapat meningkatkan kepuasan pelanggan melalui perasaan dapat diandalkan, membantu, akurat, dan memuaskan bagi pelanggan layanan ekspedisi DFF
Perbaikan atribut layanan assurance yaitu adanya konfi rmasi kepada pelanggan saat vessel tiba di port tujuan (AS7) dapat meningkatkan kepuasan pelanggan melalui perasaan bersahabat dan tepat waktu yang dirasakan oleh pelanggan layanan ekspedisi DFF
Perbaikan atribut layanan assurance yaitu terpenuhinya kesesuaian kualitas dan kondisi barang yang telah dikirim dengan kondisi awal pengiriman (AS1) dapat meningkatkan kepuasan pelanggan melalui perasaan aman, professional, dan bertanggungjawab yang dirasakan oleh pelanggan layanan ekspedisi DFF
Perbaikan atribut layanan responsiveness yaitu kecepatan waktu respon terhadap permintaan pesanan (RS5) mempengaruhi perasaan cepat yang dirasakan oleh pelanggan layanan ekspedisi DFF ketika mereka melakukan pesanan dan segera dilakukan pemrosesan ke tahap selanjutnya agar order dapat dieksekusi sesegera mungkin
Perbaikan atribut layanan reliability yaitu konsistensi kerja dalam mengantarkan pesanan dengan tepat waktu (on-time delivery performance) (R2) dapat meningkatkan kepuasan pelanggan melalui perasaan tepat waktu dan memuaskan yang dirasakan oleh pelanggan. Hal ini berarti rasa tepat waktu dan puas salah satunya dinilai oleh pelanggan layanan ekspedisi DFF apabila pesanan yang diminta tiba di tempat tujuan tepat waktu sesuai dengan waktu yang dijanjikan
Perbaikan atribut layanan assurance yaitu terpenuhinya jaminan asuransi dari PT. XYZ atas kerusakan barang (AS12) dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan ditinjau dari perasaan aman dan bertanggungjawab yang dirasakan oleh pelanggan saat menggunakan layanan ekspedisi DFF
Perbaikan atribut layanan responsiveness yaitu ketanggapan petugas dalam menangani keluhan pelanggan (complain management) (RS4) dapat meningkatkan perasaan cepat yang dirasakan oleh pelanggan. Petugas yang tanggap dan mampu menangani keluhan sesegera mungkin
Studi Kasus Layanan Logistik 91
membuat pelanggan merasa perusahaan responsif dalam melayani mereka
Perbaikan atribut layanan reliability yaitu kesesuaian jenis kontainer yang digunakan saat pengiriman sesuai dengan spesifi kasi yang dijanjikan (R3) dapat mempengaruhi perasaan pelanggan akan rasa bertanggungjawab dan akurat terhadap layanan ekspedisi DFF PT. XYZ