Penduduk 1.021.920
B. Kemudahan Perijinan
2.1.4.5 Inovasi Daerah
Inovasi merupakan kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, daya saing daerah dan meningkatkan keesejahteraan masyarakat. Inovasi menjadi salah satu tool dalam mengakselerasi peningkatan daya saing daerah khususnya dalam rangka meningkatkan tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.
Pelayanan publik yang inovatif akan meningkatkan pelayanan, pemberdayaan masyarakat, pertumbuhan ekonomi dan daya saing yang semakin tinggi.
Kemampuan daya saing daerah yang tinggi pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Daya saing ekonomi daerah bertujuan untuk memberikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, yaitu mengembangkan sektor unggulan sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal, peran pemerintah daerah dalam mengupayakan daya saing daerah menjadi sangat penting dan strategis. Peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah meliputi (1) keselarasan, dan (2) keserasian. Selaras dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan peran serta, prakarsa, dan memberdayakan masyarakat yang memperhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat. Serasi dalam menyelenggarakan hubungan antar tingkat pemerintahan, baik antar daerah maupun antara pusat dan daerah. Sementara itu, instrumen utama dalam pelaksanaan desentralisasi fiskal adalah pendanaan atas penyerahan urusan kepada daerah yang proporsional, adil, demokratis, dan transparan dengan memperhatikan potensi dan kebutuhan daerah. Pelaksanaan desentralisasi fiskal bermakna pada mengelola keuangan secara efektif, efisien, dan akuntabel guna mendukung pelayanan publik.
38.26 34.27 34.12 34.66 34.60
13.25 17.87 13.63 11.56 12.29
52.14 51.51
47.76 46.22 46.89
10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110
2017 2018 2019 2020 2021
Rasio ketergantungan muda Rasio ketergantungan tua Rasio ketergantungan
a.
PeluangBerdasarkan kondisi topografi dan geomorfologi, fisiografi Kabupaten Purbalingga terletak pada daerah perbatasan antara Zona Serayu Utara dan Zona Vulkanik Kwarter. Wilayah Kabupaten Purbalingga memiliki ketinggian tempat antara 23 meter – 3.432 meter di atas permukaan laut, dengan klasifikasi ketinggian Kabupaten Purbalingga termasuk dalam klasifikasi antara 0 – 1.500 meter di atas permukaan laut.
Kabupaten Purbalingga yang merupakan bagian dari wilayah Barlingmascakeb ini memiliki peluang dalam sektor agrominapolitan, pariwisata, industri pengolahan dan perdagangan jasa. Apalagi, Kabupaten Purbalingga juga memiliki potensi yang sangat besar pada aspek pasar dengan ketersediaan tenaga kerja usia produktif dan ukuran pasar menjadi faktor pendorong pembangunan Kabupaten Purbalingga.
Berdasarkan gambar di bawah ini, dapat dilihat bahwa Kabupaten Purbalingga memiliki kekuatan pada aspek sumber daya manusia/human capital yang menunjukkan nilai indeks 3,625, aspek pasar/market yang menunjukkan nilai indeks 3,5417, aspek ekosistem inovasi yang menunjukkan nilai indeks 3,5167 dan aspek penguat/enabling environment yang menujukkan nilai indeks 3,4372. Dapat dilihat dari masing-masing aspek tersebut Kabupaten Purbalingga memiliki gap/perbedaan yang tidak signifikat, artinya upaya yang dilaksanakan pada tahun 2021 guna memaksimalkan daya saing pada segala aspek berjalan optimal.
Sumber : Laporan Analisis IDSD Kab.Purbalingga, 2021 Gambar 2. 79. Daya Saing Daerah Berdasarkan Aspek Selanjutnya, berdasarkan gambar di bawah ini, dapat dilihat bahwa Kabupaten Purbalingga memiliki kekuatan pada pilar kelembagaan yang menunjukkan nilai indeks 4,30, didukung dengan pilar kesiapan teknologi, pilar efisiensi pasar produk dan pilar kesehatan yang baik dengan nilai
satunya yaitu pandemic covid-19, yang sangat berpengaruh dalam segala sektor, akan tetapi Kabupaten Purbalingga memiliki inovasi yang baik dan diinisasi langsung oleh Bupati Purbalingga, Inovasi yang dimaksud yaitu 1 Kerjasama antara Pemkab dengan Alfamart dan Indomart untuk membantu pemasaran UMKM yang ada di Purbalingga, 2 Menggerakkan ASN untuk membela produk UMKM dengan membelinya, atau sering disebut BELA BELI UMKM Purbalingga, serta dalam sektor kesehatan juga berhasil mengendalikan penularan Covic-19 dengan berbagai cara.
Sumber : Laporan Analisis IDSD Kab.Purbalingga, 2021 Gambar 2. 80. Daya Saing Daerah Berdasarkan Pilar
Selanjutnya, dapat dilihat bahwa daya saing daerah berdasarkan dimensi yaitu dimensi regulasi, telematika serta keamanan dan ketertiban memperoleh nilai indeks maksimal sebesar 5,00. Kemudian dimensi insfrastruktur air bersih, RTH dan kelistrikan memperoleh nilai indeks sebesar 4,66667 dan ada 5 dimensi yang memperoleh nilai indeks sebesar 4,00.
Sumber : Laporan Analisis IDSD Kab.Purbalingga, 2021 Gambar 2. 81. Daya Saing Daerah Berdasarkan Dimensi
b.
KendalaAspek kesejahteraan masyarakat dan aspek daya saing daerah yang menjadi mandat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, memerlukan aksi pelayanan publik yang handal dari ASN yang profesional dan berintegritas. Dalam pencapaian visi misi RPJMD yang dijabarkan dalam RKPD dalam skala tahunan, tentunya tidak terlepas pada persoalan-persoalan yang menjadi permasalahan pembangunan daerah. Permasalahan pembangunan daerah adalah “gap expectation” antara kinerja pembangunan yang dicapai saat ini dengan yang direncanakan serta antara apa yang ingin dicapai di masa yang akan datang dengan melihat pada kondisi riil saat perencanaan dibuat. Umumnya permasalahan pembangunan daerah timbul dari kekuatan (strength) yang dimiliki di daerah namun belum didayagunakan secara optimal, kelemahan (weakness) yang tidak diatasi, peluang (opportunity) yang tidak dimanfaatkan, dan ancaman (threats) yang tidak diantisipasi.
Berdasarkan kondisi demografi, struktur penduduk Kabupaten Purbalingga yang bekerja sebagai petani/pekebun sebesar 18,99% dari jumlah penduduk, disusul karyawan swasta sebanyak 11,51% dari penduduk Kabupaten Purbalingga dalam industri pengolahan. Era kemajuan teknologi dan era revolusi industri generasi ke-4 memberikan tantangan sekaligus ancaman bagi pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk membangun ekonomi berbasis teknologi industri. Hal ini mengingat potensi SDM yang tinggi tidak didukung dengan pendidikan dan keterampilan tenaga kerja yang tinggi, hal tersebut dibuktikan dengan nilai indeks dimensi pendidikan yang bernilai 2,50. Dimensi pendidikan adalah dimensi dengan nilai indeks terendah berdasarkan hasil pemetaan IDSD.
Dimensi pendidikan juga terkait dengan PKBM di Kabupaten Purbalingga yang sebenarnya terdapat cukup banyak namun belum terdata/terdaftar dengan baik.
Selain hal tersebut Kabupaten Purbalingga juga masih belum memiliki peneliti untuk bidang kelitbangan yang terbukti pada dimensi penelitian dan pengembangan (R & D) seperti gambar dengan nilai indeks 1,90 yang masih jauh dari kata cukup. Tidak hanya masalah SDM untuk peneliti di bidang kelitbangan saja, unit-unit litbang di Kabupaten Purbalingga juga belum optimal karena belum memiliki jejaring atau yang biasa disebut Jaringan Penelitian (Jarlit). Seharusnya, Kabupaten Purbalingga merupakan Kabupaten yang mampu untuk mendongkrak dimensi R & D karena memiliki 24 PMA yang seharusnya sudah memiliki unit litbang dan satu perguruan tinggi, yaitu Universitas Perwira
Purbalingga.
Selain itu, dalam hal keterbatasan kapasitas keuangan daerah dan karakteristik alokasi belanja daerah, tidak semua penyelenggaraan urusan dapat menjadi prioritas dikarenakan tujuan serta sasaran prioritas pembangunan daerah dalam suatu periode belum tentu terkait dengan seluruh urusan pemerintahan. Meski demikian, tidak berarti bahwa urusan yang dimaksud tidak diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Secara operasional, urusan-urusan tersebut tetap harus dilaksanakan untuk menjaga kinerja yang telah dicapai atau memenuhi standar layanan minimal bagi masyarakat.
Untuk dapat menciptakan daya saing daerah yang baik, perlu adanya pengoptimalan potensi. Hal ini seiring dengan pencapaian kesejahteraan dan juga pelaksanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Dilihat dari hasil hasil pengukuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tahun 2021, Kabupaten Purbalingga memperoleh nilai indeks 3,5303 yang mengalami peningkatan dari tahun 2020 sebesar 3,3297. Sektor-sektor andalan pembentuk Indeks Daya Saing Daerah di Kabupaten purbalingga dapat dilihat dari hasil pemetaan IDSD berikut ini:
Sumber : Laporan Analisis IDSD Kab.Purbalingga, 2021
Gambar 2. 82. Dimensi pada Aspek Faktor Penguat/Enabling Environment dan Aspek SDM/Human Capital
Sumber : Laporan Analisis IDSD Kab.Purbalingga, 2021
Gambar 2. 83. Dimensi pada Aspek Pasar/Market dan Aspek Ekosistem Inovasi
Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa pada aspek Sumber Daya Manusia dimensi/sektor yang paling berpengaruh adalah sektor kesehatan dan ketrampilan yang memperoleh nilai indeks sebesar 4,00. Selanjutnya, pada aspek pasar/market sektor yang paling berpengaruh adalah sektor kompetisi dalam negeri.
Pada aspek ekosistem inovasi, Kabupaten Purbalingga memiliki peluang yang baik dalam mengembangkannya. Hal ini dapat dilihat dari sektor yang paling berpengaruh dalam aspek ini, yaitu sektor regulasi dan telematika yang memperoleh indeks maksimal sebesar 5,00, di mana pada sektor ini Kabupaten Purbalingga memiliki pola kerjasama, komunikasi, dan regulasi yang baik. Selain sektor tersebut, aspek ekosistem inovasi juga dipengaruhi oleh sektor interaksi dan keberagaman, karena Kabupaten Purbalingga sudah memiliki Roadmap SIDa yang sudah terintegrasi dengan RPJMD dan lengkap dengan rencana aksi serta sudah terbentuk klaster inovasi. Terakhir, pada aspek Penguat/Enabling Environment, sektor yang paling berpengaruh adalah sektor Keamanan dan Ketertiban serta Infrastruktur Air Bersih, RTH dan Kelistrikan.
Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) adalah ukuran yang menggambarkan kondisi dan kemampuan suatu daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan seluruh potensi yang dimiliki guna tercapainya kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan. Komponen dari IDSD sendiri ada 4 Aspek, 12 Pilar, 23 Dimensi, dan 97 Indikator. Berdasarkan hasil penilaian IDSD tahun 2021, berikut merupakan urutan pilar yang memiliki pengaruh terhadap IDSD Kabupaten Purbalingga.
Tabel II.107. Daya Saing Daerah Berdasarkan Pilar
Sumber : Laporan Analisis IDSD Kab.Purbalingga, 2021
Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat urutan pilar yang memiliki pengaruh besar terhadap IDSD Kabupaten Purbalingga. Median menunjukkan nilai tengah atau salah satu ukuran pemusatan data. Terlihat ada 6 pilar yang melebihi median, yang berarti pilar-pilar tersebut sudah cukup baik namun masih perlu pengingkatan untuk hasil akhir IDSD. Sementara itu, untuk 6 pilar lain yang masih memiliki nilai di bawah median berarti masih diperlukan upaya keras Pemerintah Daerah dan stakeholder lainnya. Upaya yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga yaitu dengan menggupayakan dan menjalankan Program dan Kegiatan Unggulan yang akan menjadi prioritas saat pembahasan APBD Perubahan Tahun 2022.
Tahun 2021 ini Kabupaten Purbalingga sedang menjalankan tahapan keempat (Tahap Terwujudnya Daya Saing SIDa Kabupaten Purbalingga) yang merupakan tahap terakhir dari proses Pemantapan Kapasitas SIDa. Arah pengembangan pada tahapan keempat ini adalah terciptanya arah dan kondisi indikator pembangunan daerah yang kondusif dalam menjawab berbagai tantangan yang ada. Hal tersebut akan terlihat dari semakin luasnya wilayah pengembangan, mantapnya produksi dan kualitas berbagai usaha masyarakat, kemampuan penyesuaian dengan berbagai tuntutan global, dan perluasan cakupan bidang-bidang baru yang mampu dikembangkan secara inovatif baik pada organisasi pemerintahan, masyarakat, maupun dunia usaha.
a. Penciptaan Daya Saing Unsur Kelembagaan bagi Inovasi Pembangunan b. Penciptaan Daya Saing Jejaring bagi Inovasi Pembangunan
c. Penciptaan Daya Saing Kesumberdayaan Bagi Inovasi Pembangunan
Dalam mewujudkan penciptaan daya saing diatas, pada tahap keempat ini Aspek Kewirausahaan berbasis teknologi (Teknoprener) menjadi ujung tombak tercapainya Program Penguatan Daya Saing Daerah. Oleh sebab itu, masyarakat perlu senantiasa didorong agar semakin menunjukkan prospek pengembangan dan
keuntungan yang semakin mantap. Hal ini dilakukan sekaligus sebagai penyesuaian atas berbagai tantangan dan tuntutan dalam persaingan globalLebih jauh, Hal tersebut akan dilakukan melalui upaya pencapaian 4 pilar prakarsa utama dan 3 pilar tematik SIDa Kabupaten Purbalingga yang disinergikan dalam 6 elemen Kerangka Kebijakan Inovasi sebagai berikut:
a. Pilar Prakarsa Penguatan Sistem Inovasi Daerah b. Pilar Prakarsa Pengembangan Klaster Industri c. Pilar Prakarsa Pengembangan Jaringan Inovasi d. Pilar Prakarsa Pengembangan Teknoprener
e. Pilar Tematik Pengembangan Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Inovasi Daerah
f. Pilar Tematik Pengembangan Pelayanan Dasar dan Tatanan Sosial Masyarakat
1. berbasis Inovasi Daerah
g. Pilar Tematik Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dan Pengembangan Potensi Unggulan Berbasis Inovasi Daerah
Kabupaten Purbalingga menjalin hubungan baik dengan lembaga pemerintah, akademi, bisnis, dan komunitas. Untuk lembaga pemerintahan terdiri dari Pemerintah Pusat (LIPI, BPPT, Kemenpan-RB, Kemendagri, BRIN, dll), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Seluruh OPD di Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Untuk Lembaga akademi, Kabupaten Purbalingga selalu menjalin komunikasi dengan beberapa perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang ada di wilayah Banyumas dan Purbalingga yaitu Universitas Perwira Purbalingga yang sudah dilakukan komunikasi lebih lanjut. Untuk lembaga bisnis, Kabupaten Purbalingga selalu berkoodinasi dengan beberapa perusahaan di Kabupaten Purbalingga. Selanjutnya, untuk komunitas, Kabupaten Purbalingga memiliki banyak komunitas, baik dari seni grafis, seni tari, kelompok peneliti muda, dan lain sebagainya.
Kabupaten Purbalingga juga memiliki Tim Koordinasi yang diatur oleh Peraturan Bupati Nomor 130/59.1 Tahun 2016 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Penguatan Sistem Inovasi Daerah Kabupaten Purbalingga Periode 2016-2020 dan Keputusan Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga Selaku Ketua Tim Koordinasi Penguatan Sistem Inovasi Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016-2020 Nomor 130/1366 Tahun 2016 tentang Pembentukan Sekretariat Tim Koordinasi dan Kelompok Kerja Sistem Inovasi Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun 2016-2020.