BAB III METODE PENELITIAN
G. Instrumen Penelitian
Moleong (2011: 168) menjelaskan manusia sebagai instrumen penelitian karena manusia sebagai perencana, pelaksana pengumpul data, analisis, penafsir data, dan pa da akhirnya menjadi pelapor penelitian.
Adapun alat-alat penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian sebagai berikut:
1. Handphone sebagai alat perekam
Alat perekam digunakan sebagai alat bantu agar tidak ada informasi yang dilewatkan dan selama wawancara peneliti dapat berkonsentrasi pada apa yang ditanyakan tanpa harus mencatat. Alat perekam ini juga memudahkan peneliti mengulang kembali hasil wawancara agar dapat diperoleh oleh data data yang utuh, sesuai apai yang disampaikan responden dalam wawancara.
Hal ini berguna untuk meminimalkan kesalahan biasa yang sering terjadi karena keterbatasan dan subjektivitas peneliti. Alat perekam ini digunakan dengan izin responden. Selain alat perekam peneliti juga menggunakan catatan sebagai alat bantu untuk menggambarkan situasi dan keadaan saat berlangsungnya proses wawancara dan semua respon non verbal yang ditunjukkan oleh iforman.
2. Pedoman wawancara
Pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan penelitian mengenai aspek-aspek yang harus digali, serta apa yang sudah atau belum ditanyakan. Adanya pedoman wawancara juga akan memudahkan peneliti membuat kategorisasi dalam melakukan analisis data, pedoman
wawancara yang didasari oleh rumusan masalah yang ada, guna menghindari penyimpangan dari tujuan penelitian yang dilakukan.
H. Teknis Analisis
Analisis data menurut Moleong (2011: 248) adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan pada orang lain.
Miles & Huberman (2014: 17) menyebutkan bahwa teknik analisis data dalam penelitian kualitatif meliputi :
1. Pengumpulan data
Mengolah dan mempersiapkan data untuk dianalisis. Langkah ini melibatkan transkip wawancara, men-scanning materi, mengetik data lapangan atau memilah-milah dan menyusun data tersebut kedalam jenis- jenis yang berbeda tergantung pada sumber informasi.
2. Reduksi Data
Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tak perlu dan mengorganisasikan da ta-data yang telah di reduksi memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan menjadi tema.
3. Penyajian data
Penyajian data merupakan analisis dalam bentuk matriks, network, cart, atau grafis. Pada penelitian kualitatif, penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, tabel, bagan dan hubungan antar kategori. Melalui
28
penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, dan tersusun sehingga akan semakin mudah dipahami.
4. Penarikan kesimpulan
kesimpulan merupakan penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung tahap pengumpulan berikutnya. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal.
29 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah Singkat Universitas Muhammadiyah Makassar
Universitas Muhammadiyah Makassar didirikan oleh pimpinan wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dan Tenggara sebagai hasil karya panitia pendiri yang di bentuk pada musyawarah wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara ke 24 di kabupaten Watansoppeng pada tanggal 5 september 1962, dengan fakultas ilmu penelitian. Pada tahun 1966-1967, Universitas Muhammadiyah Makassar memindahkan pusatnya ke Makassar dengan menempati gedung sekolah China pada tahun 1966.
Pendirian tersebut didukung oleh Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak dibidang pendidikan dan pengajaran dakwah amar ma’ruf nahi munkar, lewat surat nomor : E-6/098/1963 tertanggal 22 Jumadil Akhir 1394 H/12 Juli 1963 M. berdasarkan akta notaris nomor : 71 tanggal 19 Juni 1963. Universitas Muhammadiyah Makassar dinyatakan sebagai Perguruan Tinggi Swasta terdaftar sejak 1 Oktober 1965.
Dalam perkembangannya, Universitas Muhammadiyah Makassar memulai pembinaannya dengan dua fakultas yakni Fakultas Ilmu Pendidikan yang kurikulumnya mengacu IKIP (sekarang Universitas Negeri Makassar), dan Fakultas Agama Islam dengan kurikulum IAIN (sekarang UIN). Kedua fakultas tersebut membuka cabang berbagai kabupaten di Sulawesi selatan.
Untuk cabang Fakultas ilmu pendidikan di kabupaten Bone, Bulukumba, Sidrap, Enrekang, Kotamadya Pare-pare, cabang Fakultas Tarbiyah di
30
Kabupaten Jeneponto, Sinjai, Enrekang, Maros, dan Pangkep. Di Kotamadya Makassar, membuka Fakultas Ekonomi dan ilmu sosial dan politik.
Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) mengembangkan tugas dan peran yang sangat besar bagi agama, bangsa dan negara, baik di masa sekarang maupun di masa depan. Selain posisinya sebagai salah-satu PTM/PTS di kawasan Timur Indonesia yang tergolong besar, juga padanya tertanam kultur pendidikan yang diwariskan sebagai amal usaha Muhammadiyah. Nama Muhammadiyah yang terintegrasi dengan nama Makassar memberikan harapan terpadunya budaya, keilmuan dan nafas keagamaan.
Universitas Muhammadiyah Makassar pada tahun 2003 mengalami tahapan transisi sejarah perkembangan, berupa perubahan formasi kepemimpinan dengan bergabungnya generasi muda dan generasi tua.
Pimpinan dan seluruh civitas akademik Universitas Muhammadiyah Makassar bertekad untuk memelihara hasil capaian para pendahulu dan mengembangkannya kepada capaian yang lebih baik, serta berkomitmen: (1) memelihara kepercayaan masyarakat, (2) mencapai keunggulan dan kompetisi yang semakin ketat, dan (3) mewujudkan kemadirian dalam mengelolaan dan pengembangan diri. Dari ke tiga komitmen tersebut diharapkan dapat mengantar Universitas Muhammadiyah Makassar untuk menjadi Perguruan Tinggi Islam Terkemuka.
2. Visi dan Misi Universitas Muhammadiyah Makassar
a. Visi
Perguruan Tinggi Islam Terkemuka, Terpercaya, Unggul dan Mandiri.
b. Misi
1) Menyelenggarakan proses pendidikan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.
2) Menyelenggarakan dan mengembangkan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan.
3) Menumbuhkembangkan dan menyebarluaskan penelitian yang inovatif, uanggul dan berdaya saing.
4) Menumbuh kembangkan kewirausahaan berbasis kemitraan dan ukhuwah
5) Meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan civitas akademika, alumni dan masyarakat.
3. Kebijakan dan Program Strategi
a. Kebijakan Strategi
1. Peningkatan akhlaqul kariah (pendidikan karakter) adalah pengembangan kehidupan kampus yang islami yang ditandai dengan sikap, pandangan, tata kehidupan masyarakat kampus.
32
2. Peningkatan Sumber Daya Manusia adalah pembangunan SDM secara berkelanjutan dan terprogram melalui pengembangan pendidikan, penelitian, dan kajian keilmuan.
3. Peningkatan prasarana dan sarana dititikberatkan pada pendekatan urgensi dan asas manfaat.
4. Penjaminan kualitas dengan memanfaatkan lembaga penjamin mutu, pemantapan monitoring evaluasi, akreditasi dan sertifikasi pendidikan dengan menitikberatkan pada proses pembelajaran yang mendidik dan dialogis.
5. Mengoptimalkan pelaksanaan Catur Dharma sebagai pencitraan Akademik dan ciri khas Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
6. Optimalisasi pemanfaatan teknologi sistem informasi yang menunjang pengembangan Perguruan Tinggi, dan pengendalian mutu.
7. Membangun kerjasama internal dan eksternal dengan PT lain dan stakeholder.
b. Program Strategi
1. Meningkatkan kualitas produk Unismuh Makassar yang meliputi:
lulusan, penelitian, pengabdian masyarakat, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui peningkatan mutu proses pembelajaran, mutu penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang bermuara pada produk yang berkualitas dan berintegrasi dengan memperkokoh karakter melalui pendidikan nilai Al-Islam
dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta peningkatan sistem penjamin mutu yang baik SPMI oleh P4M maupun sistem Penjamin Mutu Eksternal oleh Majelis Dikti Litbang pimpinan Pusat Muhammadiyah, BAN-PT, Kopertis Wilayah IX, Kemenristek Dikti, Lembaga Akreditasi lainnya di level Regional, Nasional dan Internasional.
2. Meningkatkan kualitas sumber daya yag meliputi: dosen, karyawan, sarana prasarana yang mendukung peningkatan seluruh produk Unismuh Makassar melalui peningkatan derajat pendidikan tertinggi, kepangkatan dan jabatan fungsional tertinggi, sertifikasi dosen, peningkatan wawasan dan ilmu pengetahuan, seni, skill serta kesejahteraannya. Begitupun juga peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana pembelajaran di kelas maupun di laboratorium yang mendukung peningkatan kualitas seluruh produk Unismuh Makassar. Penataan sistem keuangan melalui sistem yang terintegrasi untuk menciptakan pelaporan yang transparan dan akunabel yang menghasilkan hasil pemeriksaan yang clean opinion. Selain itu, integrasi sistem keuangan juga akan menciptakan kepercayaan dari setiap pemangku kepentingan sebagai Modal Sosial untuk lebih mengembangkan Unismuh Makassar ke depan. kami juga yakin bahwa sistem keuangan yang terintegrasi bisa menopang standardisasi pengajian yang memadai dengan tak lupa memberlakukan Merit System yakni cara penilaian dosen dan karyawan yag dikaitkan dengan sistem Balas Jasa (gaji, insentif
34
dan bonus) dan juga digunakan sebagai dasar penetapan promosi jabatan. Selain itu, program peningkatan penghasilan Universitas Muhammadiyah Makassar selain dari internal Unismuh juga dilakukan melalui usaha eksternal berupa pengembangan bisnis dan hibah dari pemerintah dan swasta.
3. Peningkatan dan pembinaan kemahasiswaan dan alumni melalui pembinaan bakat, minat, penalaran, wawasan dan prestasi mahasiswa, penyelesaian studi tepat waktu,indeks prestasi mahasiswa tertinggi serta kesejahteraannya melalui beasiswa dari pemerintah Pusat, Gubernur, para Bupati maupun swasta, dan Unismuh Makassar sendiri. Begitu pula bagi lulusannya berpeluang mendaptkan kesempatan kerja di berbagai sektor lapangan pekerjaan ataupun menjadi wirausaha yang tangguh dan mandiri.
4. Pengembangan Al-Islam dan Kemuhamadiyahan melalui peningkatan kajian, pemahaman, dan pengamalan ajaran islam yang sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah dengan indikator utama: shalat fardhu berjamaah di Masjid dan Mushollah dalam kampus.
5. Meningkatkan kualitas dan kuantitas kerjasama antar institusi, baik dalam aupun luar negeri yang mendukung peningkatan kualitas seluruh produk Unismuh Makassar dengan prinsip saling menguntungan dalam rangka peningkatan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, dan pengamalan ajaran Islam sesuai Al-Quran dan Sunnah.
4. Sejarah Singkat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
Fakultas ekonomi di dirikan berdasarkan SK Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, nomor : 021 Tahun 1978, tanggal 07 Ramadhan 1398 H bertepatan Tgl 11 Agustus 1978M, dengan mengangkat bapak Drs. EK.H. Wahab Saleh sebagai Dekan dan Drs. Ek. Abd Aziz Sangkala sebagai sekertaris. Sejak saat itu, resmilah Fakultas Ekonomi memulai aktivitas akdemiknya, dengan jumlah mahasiswa awal sebanyak 11 orang. Pada tahun 1980 jumlah mahasiswanya terus bertambah menjadi 30 orang.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar adalah salah satu Fakultas yang ada di Universitas Muhammadiyah Makassar yang memiliki lima program studi yaitu Manajemen, Akutansi, Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan, Ekonomi Islam dan Pajak.
Dulunya bernama Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar telah di dukung fasilitas seperti laboratorium mini syariah, laboratorium komputer, sistem informasi akademik dan juga berkapasitas 75 kursi.
36
5. Visi, Misi dan Tujuan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
a. Visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang Islami, Unggul, Berkemajuan, dan Berkarakter kewirausahaan di Kawasan Timur Indonesia pada Tahun 2024.
b. Misi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
1. Menyelenggarakan Pendidikan dan Pengajaran untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan profesional, berdaya saing tinggi dan memiliki jiwa wirausaha sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
2. Menyelenggarakan Penilitian secara krestif dan Inovatif, Terpublikasi dan memperoleh pengakuan secara Nasional dan Internasional.
3. Mengimplementasikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi secara luas bagi keberdayaan masyarakat dan berkontribusi nyata bagi Pembangunan Nasional.
4. Menyelenggarakan Pendidikan yang dilandasi oleh nilai-nilai Al- Islam dan Kemuhammadiyahan.
c. Tujuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
1. Menghasilkan sarjana Ekonomi Muslim Beriman dan Bertaqwaa, Berakhlak Mulia
2. Menghasilkan sarjana yang memiliki kemampuan ilmu di bidang ilmu ekonomi.
3. Meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
d. Struktur Organisasi
Gambar 4.1 Struktur Organisasi
DEKAN
UNIT PENJ.
MUTU CSED
SENAT AKADEMIK FAKULTAS
TATA USAHA IMM
KOMISARIAT BEM
FAKULTAS WD
III
WD IV WD II
WD I
HMJ
FORUM/KAJIAN ILMIAH GUGUS MUTU PRODI,
PUSAT PENGEM.
PRODI
MAHASISWA DOSEN/PA PROGRAM STUDI
ST
LABORATORIUM, PERPUSTAKAAN
38
e. Uraian tugas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
1) Dekan
a) Menyusun dan melasanakan rencana strategis yang hendak dicapai dalam masa jabatannya.
b) Menyusun program kerja dan Anggaran Tahunan Fakultas c) Melaksanakan pengembangan pendidikan tinggi sesuai
kompetensinya.
d) Mengkordinasikan dan memantau kegiatan pendidikannya.
e) Mengkordinasikan dan memantau kegiatan peneltian untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni.
f) Mengkordinasikan dan memantau kegiatan pengabdian kepada masyarrakat
g) Melaksanakan kerjasama bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan pihak lain di dalam dan diluar negeri.
h) Melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama dengan pihak lain
i) Mengusulkan pemberian gelar doctor kehormatan bagi seseorang yang memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku setelah mendapatkan pertimbangan Senar Fakultas
j) Melaksanakan pembinaan sivitas akademik k) Melaksanakan urutan tata usaha
l) Menyusun dan menyampaiakan laporan Tahunan kepada Rektor setelah mendapat penilaian dari Senat Fakuktas.
2) Wakil Dekan Bidang Akademik (WD I)
a) Membantu dekan dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat b) Berfungsi dan menilik mengorganisasikan kegiatan di
lingkungan Fakuktas, serta membuat laporan kepada Dekan meliputi: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengembangan Pendidikan dan pengajaran serta penelitian.
c) Pembinaan tenaga penelitian
d) Persiapan pembukaan program/jurusan baru berbagai tingkat jenjang pendidikan
e) Penyusunan program bagi usaha pengembangan daya penalaran mahasiswa yang berkoordinasi dengan WD III.
f) Perencanaan dan pelaksanaan kerjasama pendidikan penelitian dengan Fakultas lain dalam lingkup Universitas Muhammadiyah Makassar
g) Pengelolaan data yang menyangkut bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat
40
h) Kerjasama dengan Fakultas dilingkungan Univeristas Muhammadiyah Makassar dalam setiap usaha di bidang pengabdian pada masyarakat serta usaha penunjangnya.
3) Wakil Dekan Bidang Administrasi (WD II)
a) Membantu Dekan dalam melaksanakan kegiatan dibidang pengawasan dan keuangan
b) Mengawasi dan memelihara ketertiban serta mengkoordinasikan kegiatan di lingkungan Fakutas Ekonomi dan mebuat laporan pertanggung jawaban kepada Dekan yang meliputi :
• Pengolahan Keuangan
• Pengurusan Kepegawaian
• Pengurusan Rumahtanggan dan Memelihara ketertiban
• Pengelolaan perlengkapan
• Pengurusan ketatausahaan
• Penyelenggaraan hubungan masyarakat
• Pengelolaan data yang menyangkut administrasi umum
4) Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (WD III)
a) Membantu Dekan dalam kegiatan di bidang pembinaan dan layanan kesejahteraan mahasiswa.
b) Menilik dan mengorganisasikan kegiatan di lingkungan Fakuktas serta membuat laporan kepada Dekan.
c) Pelaksanaan pembinaan mahasiswa oleh seluruh staff pengajar dalam pengembangan sikap dan penalaran dalam bidang seni budaya dan olahraga sebagai bagian dari pendidikan tinggi pada umumnya.
d) Pelaksanaan usaha kesejahteraan mahasiswa yang sudah diprogramkan oleh bentuk penelitian mahasiswa
e) Kerjasama dengan Fakutas lain di lingkungan Universitas Muhammadiyah Makassar dalam setiap usaha di bidang kemahasiswaan
f) Penciptaan akhir pendidikan yang baik dalam kampus membuat pelasanaan program pembinaan, pemeliharaan, kesatuan dan persatuan bangsa.
g) Pelaksanaan kegiatan di bidang pengabdian masyarakat dalam turut membuat memecahkan masalah yang di hadapi masyarakat
h) Pelaksanaan usaha pengembangan daya penalaran mahasiswa yang sudah di programkan dalam bentuk penilaian mahasiswa
i) Pengolahan data yang menyangkut bidang pendidikan yang bersifat kurikuler.
42
5) Wakil Dekan Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (WD IV) a) Bertugas mewakili Dekan dalam memimpin pelaksanaan
kegiatan di bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
b) Untuk pelaksanaan tugas tersebut WD IV mempunyai tugas menilik dan mengkoordinasikan kegiatan di lingkungan fakultas dan membuat laporan kepada Dekan meliputi :
• Al-Islam Kemuhammadiyah melalui kurikulum
• Pengembangan kurikulum dan mengadakan penelitian dan
seniloka.
• Sosialisasi kurikulum melalui dialog, penertiban, bulletin, perkuliahan dan seniloka.
• Islamisasi mata kuliah melalui kegiatan interdisipliner, seniloka dan perkuliahan, kebersihan semua ruangan (Kantor, ruangan kuliah dan WC),penataan keindahan ruangan dan lingkungan (bekerjasama dengan WD III).
6) Ketua Program Study
Prodi di pimpin oleh seorang ketua prodi dan di bantu oleh seorang sekertaris yang dipilih melaui rapat senat tingkat fakultas dan kemudian di usulkan oleh senat Fakultas Ekonomi dan Bisnis kepada Rektor untuk di SK-kan Ketua Prodi bertanggung jawab kepada Dekan.
7) UMP-FEBIS
Unit Penjamin Mutu Fakultas mulai di rintis sejak perubahan nama Kantor Jaminan Mutu (KJM) menjadi P4M. Untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis pengurus UPM awalnya melalui SK Dekan kemudian di usulkan ke Rektor dan mengalami perubahan menjadi SK Rektor.
B. Hasil Penelitian
1. Bagaimana peran universitas dalam meningkatkatkan minat berwirausaha mahasiswa?
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa yaitu dengan adanya kurikulum pembelajaran kewirausahaan serta melakukan pelatihan tentang kewirausahaan pada mahasiswa.
Hal ini juga dikatakan oleh informan yang berinisial BB dalam wawancara yang dilakukan pada hari Jum’at 4 Desember 2020 yang mengatakan bahwa:
“pemahaman mata kuliah itu tergantung dari mahasiswanya tapi secara keseluruhan proses pembelajaran kewirausahaan itu sudah diajarkan di semua fakultas. Adapun strategi yang digunakan untuk menarik minat mahasiswa itu di unismuh sendiri sudah ada kurikulum pembelajaran kewirausahaan, kalau di ekonomi kan sudah jelas ada 2 semester di manajemen juga melalui inkubator kita juga mengadakan rekrutmen, mengadakan lomba, expo dan juga seminar kewirausahaan.”
Hal serupa juga dikatakan oleh informan yang berinisial AS dalam wawancara yang dilakukan pada hari Senin 7 Desember 2020 yang mengatakan bahwa:
“pemahaman mata kuliah kewirausahaan di unismuh penerapannya setiap prodi beda-beda, tapi semua prodi yang ada di fakultas ekonomi dan bisnis itu belajar kewirausahaan I dan kewirausahaan II jadi ada 2 semester.
44
Kalau tidak salah semester IV dan V. Jadi kewirausahaan I itu lebih kepada bagaimana teorinya dulu, ilmu-ilmunya dulu baru nanti di kewirausahaan II dia fokus kepada terapan. Terapan itu memang aplikasi bagaimana dia bisa berbisnis dari start up menjadi sesuai minatnya masing-masing.”
Hal ini juga dikatakan oleh informan yang berinisisal EC dalam wawancara yang dilakukan pada hari jum’at 18 Desember 2020 mengatakan bahwa:
“Dengan adanya kegiatan ini dapat melatih mahasiswa untuk menumbuhkan dan mengembangkan minatnya dalam berwirausaha.
Selain itu dengan adanya pelatihan kewirausahaan ini dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kinerja ketika sedang bekerja.”
Hal serupa juga dikatakan oleh informan yang berinisial S dalam wawancara yang dilakukan pada hari jum’at 18 Desember 2020 yang mengatakan bahwa:
“Hal ini tentunya akan sangat membantu terutama untuk mahasiswa yang masih berada di tahap awal untuk belajar atau memulai usahanya, dengan mengikuti pelatihan juga membantu dalam menciptakan inovasi sehingga membuat usaha lebih menarik.”
Adapun tujuan dalam pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa yaitu:
a) Melatih mahasiswa secara bertahap agar memiliki memiliki kompetensi kewirausahaan dan bisnis.
b) Melatih mahasiswa agar mampu bertindak mendirikan usaha yang layak dengan memanfaatkan peluang yang ada pada saat tertentu dan di daerah tertentu.
c) Mengembangkan SDM yang mampu menciptakan kesempatan kerja bagi dirinya sendiri maupun orang lain sesuai tuntutan pembangunan.
2. Bagaimana upaya mahasiswa dalam memulai usaha start up bisnis?
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti upaya mahasiswa dalam memulai bisnis dapat dilakukan dengan lebih memperbanyak praktek, aktif mengikuti kegiatan kewirausahaan dari awal penemuan ide produk sampai pada proses penjualan dan mendapatkan profit.
Hal ini juga dikemukakan oleh informan yang berinisial E.S.A Dalam wawancara yang dilakukan pada hari Jum’at 18 Desember 2020 mengatakan bahwa:
“Pemahaman berwirausaha secara teori dalam perkuliahan sudah terbilang cukup tetapi dalam pengaplikasiannya masih perlu ditingkatkan.”
Hal serupa juga dikatakan oleh informan yang berinisial A.B dalam wawancara yang dilakukan pada hari Jum’at 18 Desember 2020 mengatakan bahwa:
“Ada mahasiswa yang hanya sebatas menjalankan kewajiban mata kuliah kewirausahaan saja jadi dia tidak berpacu pada ilmunya tapi absen dan nilai saja.”
Hal ini juga dikemukakan oleh informan yang berinisial BB dalam wawancara yang dilakukan pada hari Jum’at 4 Desember 2020 mengatakan bahwa:
“kalau belajar kewirausahaan itu tidak bias dipaksakan dia sifatnya itu harus dari mahasiswanya sendiri yang harus berminat dulu, polanya harus dari mindset mahasiswa itu sendiri untuk belajar berwirausaha. Apapun yang ingin kamu pelajari kalau tidak dari hati pasti susah untuk dilakukan.”
Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti yang menanyakan tentang apa saja yang menjadi hambatan mahasiwa dalam memulai usahanya yang kemudian dijawab oleh informan yang berinisial A.B yang dilakukan pada hari Jum’at 18 Desember 2020 menyatakan bahwa:
46
“Pada mata kuliah kewirausahaan biasanya mahasiswa mendapat tugas kelompok maupun individu dari Dosen pengajar sebagai manager dalam kelas untuk membuat sebuah produk barang maupun jasa yang kemudian akan ditawarkan kepada sesama mahasiswa maupun kepada masyarakat sekitar. Tetapi karena kurangnya dorongan dan pengarahan sehingga proses tersebut hanya menjadi penuntas kewajiban saja.”
Pertanyaan ini kemudian juga di jawab oleh informan yang beriisial BB yang dilakukan pada hari Jum’at 4 Desember 2020 menyatakan bahwa:
“hambatannya sejauh ini masih pada tataran tergantung dosen yang mengajarkan, setiap dosen itu berbeda di dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait dengan kurikulum kewirausahaan. Respon mahasiswa sendiri terhadap mata kuliah kewirausahaan itu merespon dengan baik seperti ada beberapa mahasiswa yang setelah menerima pemahaman kemudian mencoba untuk memulai usaha, saya kira itu merupakan respon yang baik.”
Berdasarakan hasil wawancara dengan informan di atas peneliti menarik kesimpulan bahwa banyak mahasiswa mempunyai ide berwirausaha tetapi kurang mendapat dorongan mengenai langkah- langkah apa yang harus dilakukan dalam memulai sebuah usaha. Selain itu mengingat bahwa mahasiswa sebagian besar belum mempunyai sumber pendapatan sendiri menjadi hambatan yang mengakibatkan mahasiswa kurang tertarik dalam memulai sebuah usaha. Padahal jika ada dampingan dari dosen bahkan dengan modal yang kecil pun kita bisa memperoleh keuntungan dengan menggunakan strategi pemasaran yang benar.
C. Pembahasan
1. Strategi Yang Digunakan Dalam Meningkatkan Minat Berwirausaha Mahasiswa