Langkah penting dalam pola prosedur penelitian yaitu menyusun instrument penelitian. Instrument berfungsi sebagai alat bantu dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan. Menyusun instrument pada dasarnya merupakan menyusun alat evaluasi. Dengan mengevaluasi, peneliti dapat memperoleh data tentang sesuatu yang sedang diteliti, dan hasil yang diperoleh dapat diukur menggunakan standard yang telah ditentukan oleh peneliti.34
34 Siyoto and Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian, 78.
Dalam penelitian kuantitatif, untuk mendapatkan data yang valid, reliabel, dan obyektif, maka penelitian dilakukan dengan menggunakan instrument yang valid dan reliable dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas.
a. Uji Validitas
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes atau instrument pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur, yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Tes yang menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah.35
Uji Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan alat ukur tersebut benar-benar mengukur indikator dari objek penelitian.
Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah kuesioner yang disusun tersebut itu valid atau sahih. Adapun cara menghitungnya yaitu menggunakan korelasi Product Moment dengan rumus36
∑ ∑ ∑
√ ∑ ∑ ∑ ∑
35 Saifudin Azwar, Realibilitas Dan Validitas (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997), 6.
36 Rusydi Ananda and Muhammad Fadhli, Statistik Pendidikan (Medan: CV Widya Puspita, 2018), 120.
29
Keterangan:
rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y N = Banyaknya responden
X = Skor dari variabel X (penggunaan online shop) Y = Skor dari variabel Y (perilaku konsumtif)
∑X = Jumlah skor dalam distribusi X
∑Y = Jumlah skor dalam distribusi Y
∑XY = Jumlah skor perkalian X dan Y
∑X2 = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi X
∑Y2 = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y
Selanjutnya hasil perhitungan rxy dibandingkan dengan rtabel
dengan taraf signifikan sebesar 5% guna mengetahui korelasi antara variabel X dan Y. Apabila rxy > rtabel maka item kuesioner tersebut valid, dan apabila rxy < rtabel maka item kuesioner tersebut tidak valid.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu innstrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu, reliabel artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan.37 Jadi, apabila instrument yang digunakan sudah reliabel akan menghasilkan data yang sesuai dengan kenyataannya, maka berapa kalipun data itu diambil akan tetap sama.
37 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Jakarta: Renika Cipta, 2013), 221.
Dalam penelitian ini untuk menguji reliabilitas instrument yaitu menggunakan rumus Alpha38
[
] [ ∑ ]
Dimana :
r11 = reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
∑Sb2 = jumlah varians butir St2 = varians total
Tabel 3.2
Kisi-Kisi Instrumen Angket Penelitian No Variabel
Penelitian
Indikator Teknik Valid Tidak Valid 1 Penggunaan
e-commerce Shopee
Frekuensi terpaan
Kuesioner atau angket
1, 2, 4, 5, 6, 7
3, 8 Selective
Attention
9, 10 -
Motif Informasi
11, 12 - Motif Interaksi
Sosial
13, 14 -
Motif Hiburan 15, 16 -
Kepercayaan 17 18
Pendapat dan Pembujukan
19, 20 - Kepribadian
dan
Penyesuaian Diri
21, 22 -
2 Perilaku konsumtif
Pembelian Impulsif (impulsive Buying)
Kuesioner atau angket
23, 24, 26
25
38 Ananda and Muhammad Fadhli, Statistik Pendidikan, 152.
31
Pemborosan (Wasteful Buying)
27, 28, 29, 30
-
Pembelian Tidak Rasional (Non rational buying)
31, 33, 34
32
D. Lokasi, Populasi, dan Sampel a. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah lingkungan Desa Kradenan Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo, sekitar 20 menit perjalanan kearah selatan dari Alun-Alun Kabupaten Ponorogo. Alasan pemilihan lingkungan ini dikarenakan latar belakang masyarakat Desa yang masih memegang kebudayaan sehingga pasar tradisional masih tetap terjaga namun tetap memanfaatkan perkembangan teknologi untuk melakukan transaksi online serta perilaku konsumtif yang tidak lagi pandang umur, jenis kelamin, atau status sosial sehinga siapapun bisa dengan mudah terpengaruh perilaku konsumtif.
b. Populasi
Sugiyono mendeskripsikan populasi sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.39 Tujuan diadakannya populasi ialah untuk mempermudah menentukan besarnya anggota
39 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, 80.
sampel yang diambil dari anggota populasi dan membatasi berlakunya daerah generalisasi.40 Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Kradenan Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo dengan rentang usia 16 sampai 25 tahun yang berjumlah 283 orang dengan rincian:
Tabel 3.3 Populasi Penelitian
No Rentang Usia Jumlah
1 16-20 Tahun 101
2 21-25 Tahun 97
3 26-30 Tahun 85
Total Jumlah 283
c. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu, sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representative (mewakili).41
Pemilihan sampel dalam penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling.
Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang
40 Husaini Usman and R Purnomo Setiady Akbar, Pengantar Statistik (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2003), 181.
41 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, 81.
33
tidak homogen dan berstrata secara proporsional.42 Dalam pengambilan sampel secara acak stratifikasi, agar terdapat perimbangan dalam jumlah sampel dari masing-masing strata, maka dilakukan perimbangan antara jumlah anggota populasi masing- masing strata. Dalam penelitian ini penentuan besarnya sampel yang diperlukan untuk jumlah populasi 283 dihitung dengan menggunakan rumus Slovin43, dari rumus tersebut didapat hasil sebagai berikut:
Keterangan:
n = besaran sampel N = besaran populasi
e = Nilai kritis (batas kelonggaran ketidaktelitian yang diinginkan karena kesalahan sampel yang masih bisa ditolerir (10% atau 0,1))
Berdasarkan rumus diatas, maka jumlah alokasi sampel yang dapat ditentukan adalah sebagai berikut:
42 Ibid., 183.
43 Priyono, Metode Penelitian Kuantitatif (Sidoarjo: Zifatama Publishing, 2008), 120.
Berdasarkan rumus Slovin dengan tingkat kepercayaan 90% dan presisi 10% maka diperoleh jumlah sampel sebanyak 74 orang. Dari jumlah tersebut, maka diperoleh sampel menurut masing-masing strata sebagai berikut:
Usia 16-20 tahun =
= 26,40 = 27 orang
Usia 21-25 tahun =
= 25,36 = 25 orang
Usia 26-30 tahun =
= 22,22 = 22 orang
Berdasarkan rumus diatas, rincian sampel dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 3.4 Pembagian Sampel
No Rentang Usia Populasi Sampel
1 16-20 Tahun 101 27
2 21-25 Tahun 97 25
3 26-30 Tahun 85 22
Total Jumlah 283 74