BAB III METODE PENELITIAN
H. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan data yang sudah tersedia, kemudian diolah dengan statistik dan dapat digunakan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian. dengan demikian, teknis analisis data dapat diartikan sebagai cara melaksanakan analisis terhadap data, dengan tujuan mengolah data tersebut untuk menjawab rumusan masalah. 71
1. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif digunakan untuk mendiskripsikan variabel-variabel dalam penelitian ini. Statistic deskriptif akan memberikan gambaran umum atau sebuah informasi yang
70Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2017), cet. Ke- 28. hlm. 102
71I Made Laut Mertha Jaya, Metode Penelitian…, hlm. 92
73
lebih jelas dan mudah untuk dipahami dari setiap variabel.
Penelitian. gambaran atau deskriptif suatu data dapat dilihat dari nilai rata-rata (mean), median, modus, standar deviasi, maksimum dan minimum.72 pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui gambaran pembiayaan murabahah, tabungan wadiah, dan deposito mudharabah terhadap profibilitas (ROA).
2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji data variabel bebas (X) dan data variabel terikat (Y) pada persamaan regresi yang dihasilkan berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Dalam penelitian ini, untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak, yaitu dengan cara uji statistik Non-Parametrik Kolgomorow- Smirnow (Uji K-S). apabila nilai profitabilitas signifikan > 0,05, maka data terdistribusi
72 Ibid. hlm 209
74
secara normal. Jika nilai profitabilitas signifikansi < 0,05, maka data tidak terdistribusi secara normal
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas diterapkan untuk menguji apakah model regresi ditemukan korelasi antarvariabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas didalam model regresi adalah dengan cara melihat nilai tolerance dan nilai variance inflation factor (VIF). Jika nilai VIF >
0,10 berarti tidak ada kolerasi, jika nilai VIF > 10, maka terjadi multikolinieritas.73
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedasitas bertujuan menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda
73 Ibid, hlm. 210 - 213
75
disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskesdatisitas atau tidak terjadi heteroskesdatisitas. Dasar pengambilan keputusan dalam uji heteroskedastisitas adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Apabila profitabilitas signifikansinya diatas tingkat kepercayaan 5%, tidak ada satupun variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel nilai absolut Ut (AbsUt).
d. Uji Autokorelasi
Uji autokolerasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada kolerasi antara kesalahan penganggu pada periode t-1 (sebelumnya).
Jika terjadi kolerasi, maka dinamakan ada problem autokolerasi. Uji autokorelasi dapat dilakukan dengan cara uji Durbin- Watson (DW- test). Uji Durbin- Watson hanya digunakan untuk autokorelasi tingkat satu (first order autocorrelation) dan mensyaratkan adanya
76
intercept (konstanta) dalam model regresi dan tidak ada variabel lagi diantara variabel independen
e. Uji Regresi Linear Berganda
Uji regresi berganda dipakai untuk memprediksi nilai variabel terikat bila variabel bebas yang jumlahnya lebih dari satu telah diketahui. Variabel bebas dan terikat dalam regresi berganda harus berskala numerik. 74 Dalam analisis regresi digunalakan untuk menguji kebenaran hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, yang modelnya sebagai berikut:
Y = a+ b1X1+ b2X2+ b3X3 + e Keterangan :
Y = profitabilitas (ROA) X1 = pembiayaan murabahah X2 = tabungan wadiah X3 = deposito mudharabah
b1- b3 = koefisien regresi X1, X2, X3
74 Ibid, hlm. 108
77 a = konstanta e = standar error f. Koefisien Determinanasi (R2)
Koefisien determinanasi (R2) digunakan untuk mengukur presentase perubahan variabel-variabel dependen (Y). nilai koefisien determinanasi (R2) adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen amat terbatas. Apabila koefisien determinasi sama dengan nol, variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.75 Jika besarnya koefisien determinasi mendekati angka 1, variabel independen berpengaruh sempurna terhadap variabel dependen.
3. Uji Hipotesis a. Uji t (Parsial)
Uji t adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui hubungan variabel bebas terhadap variabel
75I Made Laut Mertha Jaya, Metode..., hlm. 100-101
78
terikat secara parsial. Adapun pengambilan kesimpulan:
Jika t hitung < t table, Ho diterima
Jika t hitung > t table, Ha ditolak Atau dengan cara:
Jika p < 0,05, maka Ho ditolak Jika p> 0,05, maka Ha diterima b. Uji F (simultan)
Uji F digunakan untuk mengetahui kelayakan data. Kaidah pengambilan keputusan dalam Uji F adalah:
Jika F hitung > F table, Ho ditolak dan Ha diterima Jika F hitung < F table, Ho diterima dan Ha ditolak
Atau dengan cara
Jika p < 0,05 Ho ditolak dan Ha diterima Jika p > 0,05 Ho diterima dan Ha ditolak.
79 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah Berdirinya Bank NTB Syariah Kantor Pusat Kota Mataram
Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat ( Bank NTB Syariah) adalah Bank milik Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat bersama-sama dengan Pemerintah Kota/
Kabupaten Se- Nusantara Barat. Bank NTB Syariah didirikan dan mulai beroperasi pasa tanggal 5 juli 1964 berdasarkan:76 1. Peraturan Daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat No. 6 tahun
1963 tentang Pendirian Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat, beserta beberapa perubahannya;
2. Disempurnakan dengan Peraturan Daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat No. 8 tahun 1984 tentang Bank Pembangunan Daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat;
76https://www.bankntbsyariah.co.id/Perusahaan/tentangBankNTB Syariah/sejarah-bank-ntb-syarah
80
3. Kemudian dirubah kembali dengan Peraturan Daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat No. 1 Tahun 1993 Tentang Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat.
4. Perubahan Bentuk Hukum Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat Dari Perusahaan Daerah Menjadi Perseroan Terbatas (PT) Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat Tanggal 19 Maret 1999.
5. Persiapan pendirian bank NTB Syariah dilakukan oleh Bapak H. Muhammad Syareh, SH yang kemudian menjadi Direktur Utama pertama Bank NTB Syariah. Dan seiring den an berjalannya waktu sesuai dengan periode masa jabatan hingga saat ini tahun 2014 Bapak H. Komari Subakir sebagai Direktur Utama untuk periode tahun 2013-2017.
Perubahan bentuk Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat dari perusahaan daerah menjadi perseroan terbatas (PT) Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat tanggal 19 Maret Tahun 1999. Peraturan dan perundang-
81
undangan yang berkaitan dengan perubahan status tersebut antara lain:
Berdasarkan peraturan daerah propinsi daerah tinggat 1 nusa tenggara barat no. 7 tahun 1999 tentang perubahan bentuk hukum bank pembangunan daerah nusa tenggara barat dari perusahaan daerah menjadi perseroan terbatas.
a. Lembaran Daerah Propinsi Daerah Tingkat 1 Nusa Tenggara Barat No. 5 Tanggal 21 April Tahun 1999.
b. Akta Pendirian No. 22 Tanggal 30 April Tahun 1999 Dihadapan Sam Saimun, SH pengganti Abdullah, SH notaris di mataram.
c. Surat Pengesahan Mentri Hukum Dan Hak Asasi Manusia RI dengan Surat Keputusan No. C. 8225. HT. 01.01.Th.99 Tanggal 5 Mei tahun 1999.
d. Akta Pendirian Atau Anggaran Dasar Tersebut Telah dirubah Sesuai Akta Perubahan No. 03 Tanggal 03 Maret Tahun 2008, Dibuat Dihadapan Fikry Said, SH, Notaris Dimataram.
82
e. Persetujuan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia RI Sesuai Surat Keputusan No. AHU.30716.AHA. 01.02 Tahun 2008 Tanggal 6 Juni 2008.
f. Akta Pendirian Atau Anggaran Dasar Tersebut Terakhit dirubah dengan Akta No. 53 tanggal 9 Desember 2011 dibuat dihadapan Fikry Said, SH, Notaris di Mataram.
g. SK Menteri Hukum dan HAM RI tanggal 11 januari 2012 No. AHU- 01707. AHA. 01.02 tahun 2012 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat.
Sesuai hasil keputusan rapat umu pemegang saham tanggal 13 juni 2016 yang menyetujui PT Bank NTB Syariah melaksanakan konversi menjadi Bank NTB Syariah memberikan harapan baru bagi penguatan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan nusa tenggara barat. Sesuai keputusan tersebut proses konversi bank agar dilaksanakan melalui kajian kompresif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Alhamdulilah, proses konversi yang membutuhkan waktu
83
selama hampir 2 (tahun) melahirkan Bank NTB Syariah resmi melakukan kegiatan operasional sesuai dengan prinsip-prinsip syariah pada tanggal 24 september 2018, sesuai keputusan anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. 2 Kep- 145/D.03/2018 tentang pemberian izin perubahan kegiatan usaha Bank Umum Konvensional Menjadi Bank Umum Syariah PT bank NTB Syariah menetapkan bahwa memberikan izin kepada PT Bank NTB Syariah yang berkedudukan dimataram untuk melakukan perubahan kegiatan usaha Bank Umum Konvensional menjadi Bank Umum Syariah dengan PT Bank NTB Syariah.
Didirikan dengan tujuan untuk dapat menjadi bank syariah yang amanah, terkemuka dan pilihan masyarakat, memberikan semangat lebih bagi Bank NTB Syariah untuk dapat terus menyediakan layanan perbankan syariah untuk membantu masyarakat dalam transaksi perbankan syariah serta meningkatkan perekonomian daerah di nusa tenggara barat.
84
Model bisnis yang telah disusun, merumuskan segmen bisnis utama Bank dan bagaimana Bank bisa mewujudkan visi, misi, dan sasaran bisnisnya. Sebagaimana tercermin dalam visi Bank untuk menjadi Bank Syariah yang amanah, terkemuka dan pilihan masyarakat. Visi ini akan diwujudkan oleh Bank dengan memberikan solusi keuangan yang menyeluruh kepada nasabah sehingga Bank dapat menjadi partner keuangan nasabah sepanjang masa, serta mencapai nilai tambah yang bermanfaat bagi seluruh stakeholder yaitu nasabah, investor, karyawan, komunitas, dan industry keuangan.
Seiring dengan berjalannya wakyu, Bank NTB Syariah terus berkembang hingga saat ini memiliki Kantor yang berjumlah 43 kantor pusat, 11 kantor cabang, 22 kantor cabang pembantu, 4 kantor kas dan 5 payment point. Guna mendukung kualitas pelayanan Bank NTB Syariah 155 ATM yang tersebar diseluruh kota/kabupaten se-NTB. Bank NTB Syariah didukung oleh karyawan dan karyawati sampai dengan 31 Maret 2018 berjumlah 740 orang.
85 2. Visi dan Misi Bank NTB Syariah
Bank NTB Syariah melakukan revalidasi atas visi, misi, nilai-nilai budaya perusahaan untuk memperoleh visi, misi, dan nilai-nilai budaya perusahaan Bank NTB Syariah adalah:77
a. Visi
Menjadi bank umum syariah yang amanah, terkemukan, dan pilihan masyarakat.
Penjelasan Visi
1) Amanah : seluruh sistem pengelolaan Bank NTB Syariah dilakukan dengan amanah, artinya dana yang ditempatkan oleh nasabah akan dipelihara dan dijaga, agar sampai kepada yang berhak, dan akan memberikan manfaat bagi seluruh pemangka kepentingan (stakeholder).
2) Terkemuka: bermakna sebagai bank syariah dan berpengaruh dalam industri perbankan, dikenal secara luas, selalu siap menghadapi perubahan-
77https://www.bankntbsyariah.co.id/Perusahaan/tentangBankNTB Syariah/visi-misi-bank-ntb-syariah
86
perubahan, dan mengutamakan pemenuhan kebutuhan pelanggan melalui layanan prima.
3) Pilihan masyarakat: bermakna sebagai bank syariah yang memiliki kinerja unggul, dan citra yang baik, serta memberikan kontribusi dan mendorong pertumbuhan perekonomian pelanggan dan masyarakat, terutama masyarakat NTB.
b. Misi
1) Memberikan layanan prima dan menyediakan produk perbankan Syariah yang inovatif sesuai kebutuhan nasabah.
2) Penerapan sistem berbasis kinerja yang konsisten.
3) Memperluas cakupan layanan untuk akses dan bertransaksi melalui penerapan teknologi yang handal.
4) Memberikan kontribusi maksimal kepada pemegang saham dan meningkatkan peran kepedulian sosial.
5) Mendorong pertumbuhan perekonomian daerah.
87 3. Nilai budaya dan 10 prilaku utama
a. Nilai budaya:78
1) Menjalankan amanah dan etika Syariah 2) Memiliki integritas dan etos kerja
3) Melakukan penyempurnaan berkelanjutan 4) Melaksanakan sinergi dalam mencapai tujuan b. Prilaku utama:
1) Jujur dan ikhlas 2) Santun dan ramah
3) Kompeten dan bertanggung jawab 4) Disiplin dan konsisten
5) Tangguh dan berdedikasi 6) Kreatif dan inovatif
7) Selalu belajar dan mengembangkan diri 8) Empati dan proaktif
9) Produktif dan dinamis
10) Harmonis dan menghargai keragaman
78https://www.bankntbsyariah.co.id/Perusahaan/tentangBankNTB Syariah/budaya-perusahaan
88 B. HASIL PENELITIAN
1. Pembiayaan Murabahah
(Menurut PSAK 102 paragraf 5 tentang akutansi murabahah) Murabahah adalah akad jual beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan ditambah keuntungan yang disepakati dan penjual harus mengungkapkan biaya perolehan tersebut kepada pembeli. Definisi ini menunjukkan bahwa transaksi murabahah tidak harus dalam bentuk pembayaran Tangguh (kredit), melainkan dapat juga dalam bentuk tunai setelah menerima barang, ditangguhkan dengan mencicil setelah menerima barang, ataupun ditangguhkan dengan membayar sekaligus dikemudian hari.79
Tabel 4. 1
Pembiayaan Murabahah Bank NTB Syariah Periode 2019-2021
Periode
Pembiayaan Murabahah
2019 2020 2021
Januari 7,490,914 4,458,261 2,116,093
79Anisya Dwi Fazriani, Rimi Gusliana Mais, “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah, Musyarakah Dan Murabahah Terhadap Return On Aaset Melalui Non Performing Financing Sebagai Variabel Intervering (Pada Bank Umum Syariah Yang Terdaftar Diotoritas Jasa Keuangan)”, Jurnal Akutansi Dan Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonseia Jakarta Indonesia, Vol 16. Nomor 01, April 2017, hlm. 9
89
Februari 7,022,542 4,346,355 2,088,243 Maret 6,602,169 4,263,033 2,063,510 April 6,229,321 4,154,880 2,028,761 Mei 5,798,263 4,092,799 2,007,638 Juni 5,592,346 4,031,986 1,990,965 Juli 5,367,571 2,372,283 1,973,363 Agustus - 2,335,393 1,959,451 September 5,051,665 2,297,209 1,935,359 Oktober 4,932,891 2,255,193 1,921,814 November 4,751,168 2,203,877 1,884,388 Desember 4,613,199 2,171,559 1,858,214 Jumlah 63,452,049 38,982,828 23,827,799
Sumber: laporan keuangan Bank NTB Syariah
Tabel di atas menunjukkan bahwa pembiayaan murabahah yang diperoleh Bank NTB Syariah mengalami penurunan disetiap tahunnya. Perolehan pembiayaan murabahah terendah terjadi pada tahun 2021 bulan Desember yaitu sebesar Rp 1.858.214, sedangkan perolehan pembiayaan murabahah tertinggi terjadi pada tahun 2019 bulan Januari yaitu sebesar Rp 7.490.914.
Pembiayaan murabahah merupakan salah satu produk penyaluran dana yang berprinsipkan jual beli, dimana bank sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli. Keuntungan yang diperoleh bank bersifat pasti baik jumlah dan waktu penerimaannya. Keuntungan yang diperoleh bank dari
90
pembiayaan murabahah akan memepengaruhi perubahan laba pada Bank NTB Syariah.
2. Tabungan wadiah
Wadiah adalah transaksi penitipan dana atau barang dari pemilik kepada penyimpan dana atau barang dengan kewajiban bagi pihak yang menyimpan untuk mengembalikan dana atau barang titipan sewaktu-waktu. Ketentuan umum tabungan dengan menggunakan akad wadiah yaitu bank tidak diperkenankan menjanjikan pemberian imbalan atau bonus kepada nasabah, bank menjamin pengembalian dana nasabah serta dana titipan dapat diambil setiap saat oleh nasabah.80
Tabel 4.2
Tabungan Wadi’ah Bank NTB Syariah Periode 2019-2021
(Dalam Jutaan Rupiah) Periode
Tabungan Wadiah 2019 2020 2021 Januari 61,661 59,696 66,168 Februari 59,973 59,218 66,595 Maret 59,745 57,972 66,255
80Ami Nullah Marlis Tanjung, “Pengaruh Pembiayaan Mudharabah Dan Tabungan Wadiah Terhadap Profitabilitas Bank Syariah Di Indonesia”, Jurnal Ekonomi Islam, Universitas Muslim Nusantara Al- Wasliyah, Vol. 04. Nomor 01, Juli 2022, hlm.135
91
April 56,550 57,795 65,403 Mei 60,873 62,399 68,259 Juni 97,144 68,065 78,120 Juli 144,186 72,059 76,923 Agustus - 77,283 74,709 September 70,479 90,968 77,195 Oktober 74,727 83,063 75,996 November 68,261 84,716 76,651 Desember 68,693 75,751 80,347 Jumlah 822,292 848,985 872,621 Sumber: laporan keuangan Bank NTB Syariah
Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa perolehan tabungan wadiah terendah terjadi pada tahun 2019 bulan April yaitu sebesar Rp 56.550, sedangkan perolehan tertinggi tabungan wadiah terjadi pada tahun 2019 bulan Juli yaitu sebesar Rp 144.186. Jumlah tabungan wadiah yang diperoleh terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Peningkatan ini menunjukkan besarnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap PT Bank NTB Syariah.
Semakin besar tabungan wadiah yang tersedia, maka bank Syariah akan lebih besar dalam menghasilkan pendapatan. Dimana pendapatan tersebut digunakan sebagai perbandingan keuntungan bagi para pemilik bank/pemegang saham. Dengan adanya tabungan wadiah dapat meningkatkan
92
profit yang cukup dan tingkat risiko yang rendah serta menjaga posisi likuiditas bank Syariah agar tetap aman.
Langkah dasar yang dilakukan oleh tiap Lembaga bank Syariah untuk dapat menghimpun dana pihak ketiga seperti tabungan wadiah secara optimal adalah dengan cara mengidentifikasi dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan perolehan dana pihak ketiga.
Menyempurnakan tingkat bagi hasil yang merupakan faktor daya tarik bagi pemilik dana untuk menempatkan dananya, faktor keamanan penerapan prinsip Syariah, dan kualitas pelayanan menjadi bahan pertimbangan para pemilik dana untuk menyimpan dana.
3. Deposito mudharabah
Menurut PSAK No. 105 Akutansi mudharabah yang dimaksud dengan mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (pemilik dana) menyediakan seluruh dana, sedangkan pihak kedua (pengelola dana) bertindak selaku pengelola dan keuntungan dibagi dia
93
antara mereka sesuai kesepakatan sedangkan kerugian finansial hanya ditanggung oleh pemilik dana.81
Tabel 4.3
Deposito Mudharabah Bank NTB Syariah Periode 2019-2021
Periode
Deposito mudharabah
2019 2020 2021
Januari 2,140,185 3,570,277 4,886,942 Februari 2,393,166 3,766,507 4,660,110 Maret 2,609,514 4,295,367 4,215,146 April 2,659,135 4,185,263 4,384,635 Mei 2,220,467 4,185,263 4,320,223 Juni 2,388,743 4,159,053 4,325,673 Juli 2,332,059 4,128,827 4,347,714 Agustus - 3,726,201 4,549,750 September 3,409,381 3,678,352 4,493,510 Oktober 4,570,631 3,723,132 4,533,742 November 4,344,297 4,494,451 5,428,221 Desember 3,513,126 4,627,208 5,016,200 Jumlah 32,580,704 46,996,854 55,161,866
Sumber: laporan keuangan Bank NTB Syariah Jumlah deposito mudharabah yang diperoleh pada tabel di atas terus mengalami peningkatan disetiap tahun.
Peningkatan tersebut terjadi secara signifikan. Jumlah pada deposito mudharabah pada tahun 2019 sebesar Rp. 32.580.704
81Rismawati, Siti Ita Rosita, “Pengaruh Sistem Bagi Hasil Deposito Mudharabah Terhadap Minat Nasabah Berinvestasi Pada Bank Syariah Studi Kasus Pada PT Bank BNI Syariah”, Jurnal Ilmiah Akutansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan, Bogor. Vol.02. Nomor 1, 2014, hlm 89
94
kemudian meningkat pada tahun 2020 menjadi Rp 46.996.854 dan terus meningkat pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp 55.161.866, perolehan deposito mudharabah terendah terjadi pada awal Januari tahun 2019 yaitu sebesar Rp 2.140.185, sedangkan perolehan deposito mudharabah tertinggi terjadi pada tahun 2021 bulan November sebesar Rp 5.428.221.
Meningkatnya deposito mudharabah menjadikan bank mempunyai peluang serta kesempatan yang lebih besar untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi. Semakin banyak simpanan yang dihimpun bank maka akan meningkatkan kegiatan usaha bank untuk memperoleh profitabilitasnya.
4. Profitabilitas (ROA)
Return on asset(ROA)mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan menggunakan total asset (kekayaan) yang dipunyai perusahaan setelah diseuaikan dengan biaya-biaya untuk mendanai asset tersebut.82
82Anisya Dwi Fazriani, Rimi Gusliana Mais, Pengaruh Pembiayaan Mudharabah, Musyarakah Dan Murabahah Terhadap Return On Aaset Melalui Non Performing Financing Sebagai Variabel Intervering (Pada Bank Umum Syariah Yang Terdaftar Diotoritas Jasa Keuangan),
95 Tabel 4.4
Profitabilitas (ROA) Periode 2019-2021 Periode
Profitabilitas (ROA)
2019 2020 2021
Januari 663,517,374 166,988,253 630,985,911 Februari 368,692,469 544,726,651 420,459,867 Maret 236,359,717 358,794,192 513,543,694 April 231,518,205 285,295,298 332,903,996 Mei 124,628,912 233,350,412 245,675,683 Juni 110,681,981 160,114,161 175,815,694 Juli 88,911,913 135,920,509 145,634,492 Agustus - 112,181,108 124,628,094 September 87,856,3083 110,751,068 119,600,981 Oktober 83,184,4157 100,711,932 104,196,531 November 71,0093311 96,40963 101,086,151 eDesember 53,482,5504 77,39126 80,456,759
Jumlah 2119,843,177 2332,634,474 2994,987857 Sumber : laporan keuangan Bank NTB Syariah Tabel di atas menunjukkan bahwa profitabilitas ROA yang diperoleh Bank NTB Syariah mengalami penurunan di setiap tahunnya. Perolehan ProfitabilItas ROA terendah terjadi pada tahun 2019 bulan Desember yaitu sebesar Rp 53.482.5504, sedangkan perolehan profitabilitas ROA tertinggi terjadi pada tahun 2021 bulan Januari yaitu sebesar Rp 630.985.911.
Jurnal Akutansi Dan Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonseia Jakarta Indonesia, Vol 16. Nomor 01, April 2017, hlm. 1-34
96
Tingkat profitabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa kinerja perusahaan baik dan pengawasan berjalan dengan baik, sedangkan jika tingkat profitabilitas rendah menunjukkan bahwa kinerja perusahaan kurang baik, dan kinerja manajemen tampak buruk di mata principal.
5. Analisis Data
a. Statistik deskriptif
Analisis statistik deskriptif dilakukan pada populasi yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: PT. Bank NTB Syariah Kantor Pusat Kota Mataram selama tahun 2019 sampai dengan tahun 2021. Berikut merupakan hasil dari analisis statistik deskriptif pada penelitian ini:
Tabel 4.5
Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minim um
Maksim um
Mean Std.Dev iation Pembiayaaan
murabahah
36 .00 100.00 54.9139 27.57597 Tabungan wadiah 36 .00 100.00 54.2750 26.94425
Deposito mudharabah
36 .00 100.00 57.2639 27.71684 Profitabilitas ROA 36 .00 100.00 52.8936 30.66619 Valid N (listwiswe) 36
97
Berdasarkan hasil analisis statistic deskriptif padatabel diatas menunjukkan bahwa terdapat 36 jumlah sampel (N) pada tiap-tiap variabel yang diteliti. Pada variabel pembiayaan murabahah nilai terkecil (minimum) sebesar 00 dan nilai terbesar (maxsimum) sebesar 100.00 sedangkan rata-rata pada variabel pembiayaan murabahah sebesar 54.9131 untuk standar deviasi merupakan ukuran penyebaran data dalam model yang dimilki oleh masing-masing variabel. Pada tabel diatas nilai standar deviasi variabel ROA (Return On Asset) menunjukkan nilai 00 sementara nilai standar deviasi variabel pembiayaan murabahah menunjukkan nilai 27.57597.
Pada variabel tabungan wadiah nilai terkecil (minimum) sebesar 00 dan nilai terbesar (maxsimum) sebesar 100.00, sedangkan rata-rata pada variabel tabungan wadiah sebesar 54.2750 untuk standar deviasi merupakan ukuran penyebaran data dalam model yang dimiliki oleh masing- masing variabel. Pada tabel diatas nilai standar deviasi variabel ROA (Return On Asset) menunjukkan nilai 00 sementara nilai
98
standar deviasi variabel tabungan wadiah menunjukkan nilai 26.94425.
Sedangkan pada variabel deposito mudharabah nilai terkecil (minimum) sebesar 00 dan nilai terbesar (maxsimum) sebesar 100.00 sedangkan nilai rata-rata pada v ariabel deposito mudharabah sebesar 57.2639 untuk standar deviasi merupakan ukuran penyebaran data dalam model yang dimiliki oleh masing-masing variabel. Pada tabel diatas nilai standar deviasi variabel ROA (Return On Asset) menunjukkan nilai 00 sementara nilai standar deviasi deposito mudharabah menunjukkan nilai 27.71684.
Pada variabel profitabilitas ROA nilai terkecil (minimum) sebesar 00 dan nilai terbesar (maxsimum) sebesar 100.00, sedangkan nilai rata-rata pada variabel profitabilitas ROA sebesar 52.8936 untuk standar deviasi merupakan ukuran penyebaran data dalam model yang dimiliki oleh masing- masing variabel. Sementara nilai standar deviasi profitabilitas ROA sebesar 30.66619.
99 b. Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas
Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 36
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Most Extreme Differences Std. Deviation 9.82689241
Absolute .171
Positive .123
Negative -.171
Kolmogorov-Smirnov Z 1.028
Asymp. Sig. (2-tailed) .242
• Test distribution is Normal.
• Calculated from data.
Berdasarkan pada gambar diatas diketahui profitabilitas sebesar 0.242%. Karena profitabilitas >
0.05, dapat disimpulkan bahwa nilai residual yang diuji berdistribusi normal. Normalitas data merupakan hal yang penting karena data yang terdistribusi normal, maka data tersebut dianggap mewakili populasi.
100 2. Uji Multikolinearitas
Tabel 4.7
Hasil uji multikolinearitas
Coefficientsa Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
Collinearity Statistics
B Std.Error Beta Tolerance VIF
(Constant) 4.108 7.569 .543 .591
Pembiayaan Murabahah
.966 .069 .868 14.081 .000 .844
1.185 Tabungan
Wadiah
-.237 .069 -.208 -3.413 .002 .861
1.162 Deposito
Mudharabah
.151 .064 .136 2.357 .025 .960 1.041
a. Dependent Variable: Profitabilitas ROA
Dari hasil output diatas dapat diketahui bahwa nilai VIF dari variabel pembiayaan murabahah adalah sebesar 1.185, tabungan wadiah sebesar 1.162 dan deposito mudharabah sebesar 1,041. Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel independent memiliki nilai VIF < 10. Berdasarkan pengambilan keputusan uji multikolinearitas dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas dalam penelitian ini.
101 3. Uji Heteroskedastisitas
Tabel 4.8
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Coefficientsa Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig
B Std.Error Beta
(Constant) -.429 .339 1.264 .216
Pembiayaan Murabahah
-.002 .003 -.174 -.836 .401
Tabungan Wadiah .004 .003 .298 1.53 .136
Deposito Mudharabah
-.004 .002 -.302 -1.738 .092
a. Dependent Variable: ABS_RES
Berdasarkan tabel diatas dari hasil uji heteroskedastisitas bahwa besarnya nilai signifikansi pada variabel pembiayaan murabahah sebesar 0.401, tabungan wadiah sebesar 0.136 dan deposito mudharabah sebesar 0.092. Karena nilai signifikansi variabel pembiayaan murabahah, tabungan wadiah dan deposito mudharabah lebih besar dari 0.05, maka