• Tidak ada hasil yang ditemukan

Instrument Penelitian

Dalam dokumen KEGIATAN PEMBINAAN BAGI GURU (Halaman 55-200)

BAB III METODE PENELITIAN

E. Instrument Penelitian

Instrumen dalam penelitian ini terkait pengembangan profesionalisme berkelajutan guru bersertifikasi yang diuraikan sebagai berikut

1. Pedoman observasi yaitu pedoman yang digunakan untuk melaksanakan observasi. Pedoman observasi berisi tentang peristiwa yang akan diobservasi terkait pengembangan profesionalisme guru bersertifikasi saat melaksanakan tugasnya di sekolah. Adapun pedoman observasi yang digunakan terbagi menjadi beberpa bagian, sebagai berikut:

a. Pedoman observasi guru di kelas

Merupakan pedoman observasi yang berisikan terkait dengan penggunaan perangkat di kelas

b. Pedoman rencana pembelajaran

Merupakan pedoman observasi yang berisikan rencana pelaksanaan pembelajaran dikelas.

c. Pedoman pelaksanaan pembelajaran

Merupakan pedoman observasi yang berisikan pelaksanaan pembelajaran d. Pedoman observasi publikasi

Merupakan pedoman observasi yang berisikandokumen-dokumen apa saja yang telah dipublikasi oleh guru

2. Pedoman Angket

Menurut Burhan Bungin (2014:133-134) metode angket merupakan serangkaian atau daftar pertanyaan yang disusun secara sistematis, kemudian dikirim untuk diisi oleh responden. Setelah diisi, angket dikirim kembali atau dikembalikan kepetugas atau peneliti. Dalam penelitian ini akan menggunakan angket tertutup. Menurut Riduwan (2013: 27), angket tertutup merupakan angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan karakteristik dirinya dengan cara memberikan tanda (x) atau tanda checklist (√). Dalam penelitian ini angket tertutup digunakan untuk mengetahui jenis pengembangan yang dilakukan oleh guru secara mandiri maupun dari usaha institusi untuk meningkatkan pengembangan profesionalisme berkelajutan guru bersertifikasi. Adapun pengukuran dari pengembangan profesionalisme berkelajutan guru bersertifikasi diperoleh dari hasil penilaian kepala sekolah sebelum dan sesudah guru mengikuti program sertifikasi.

3. Studi Dokumentasi

Menurut Burhan Bungin (2014:154) dokumenter adalah informasi yang disimpan atau didokumentasikan sebagai bahan documenter. Metode ini berfungsi sebagai pendukung dan pelengkap data primer yang didapat dalam pengisian instrumen. Secara rinci dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Profil dan Program Sekolah. Selain itu metode ini juga untuk mengungkap data mengenai kegiatan yang dilakukan guru maupun sekolah untuk mengembangkan kompetensi profesional.

4. Wawancara

Wawancara dilakukan dengan menggunakan daftar wawancara dengan kepala sekolah dan pengawas selaku pimpinan dari guru di sekolah terkait pengembangan sertifikasi dilakukan dengan kepala sekolah dan pengawas F. Tehnik Pengumpulan Data

Beberapa macam tehnik tentunya akan mendukung agar data dapat terkumpul dengan lengkap, tepat dan valid. Adapun tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:

1. Observasi

Observasi yang digunakan berupa observasi pengamatan secara langsung. Data observasi berupa data faktual, cermat dan terinci mengenai keadaan lapangan, kegiatan manusia dan situasi sosial, serta konteks di mana keadaan kegiatan itu terjadi, data diperoleh karena adanya penelitian di lapangan secara langsung.

Observasi ini dilakukan untuk mengamati pengembangan profesionalisme berkelajutan guru bersertifikasi melalui kemampuan mengajar

dan menerapkan pembelajaran kemudian mencatat hal-hal yang berhubungan dengan gejala-gejala yang diselidiki. Dalam hal ini hanya melakukan pengamatan bukan terjun langsung ke lapangan dalam kegiatan yang sedang berlangsung.

Contoh instrumen observasi

No. Hari/tangga/jam Catatan yang di teliti Paraf 1. 1 Agustus 2019 Observasi awal

2. 3 Agustus 2019 Kajian mengenai

kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran 2. Angket

Menurut Burhan Bungin (2014:133-134) Metode angket merupakan serangkaian atau daftar pertanyaan yang disusun secara sistematis, kemudian dikirim untuk diisi oleh responden. Setelah diisi, angket dikirim kembali atau dikembalikan kepetugas atau peneliti. Dalam penelitian ini akan menggunakan angket tertutup.

Menurut Riduwan (2014: 27), angket tertutup merupakan angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan karakteristik dirinya dengan cara memberikan tanda (x) atau tanda checklist (√). Dalam penelitian ini angket tertutup digunakan untuk mengetahui jenis pengembangan yang dilakukan oleh guru secara mandiri maupun dari usaha institusi untuk meningkatkan kompetensi profesional. Adapun skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini

yaitu nilai hasil penilaian kinerja guru sebelum mengikuti program pengembangan profesionalisme berkelajutan guru bersertifikasi dan sesudah mengikuti.

3. Dokumentasi

Metode dokumentasi ini merupakan sumber sekunder atau pendukung dalam proses penyusunan skripsi ini. Teknik dari metode dokumentasi ini diawali dengan menghimpun, memilih-milih dan mengkategorikan dokumen- dokumen sesuai dengan tujuan penelitian, kemudian mulai menerangkan, mencatat dan menafsirkan, sekaligus menghubungkan dengan fenomena yang lain dengan tujuan untuk memperkuat status data.

G. Tehnik Analisis Data

Analisis data dilakukan yaitu menganalisa data dengan cara menjelaskan dan menggunakan angka-angka yang di sajikan dalam bentuk tabel, frekuensi, dan presentase atau statistik deskriptif. Karena datanya kuantitatif, maka teknik analisis data menggunakan metode statistik yang telah tersedia (Sugiyono, 2014:

244). Pada penelitian ini perolehan data kuantitatif dari pengembangan kompetensi profesional guru SMA/MA di Kecamatan Bajeng dan akan disajikan secara deskriptif. Pengolahan data dilakukan sesuai dengan permasalahan sehingga teknik analisis data yang dipergunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif.

Adapun rumus presentase dalam Tulus Winarsunu (2013: 22) adalah sebagai berikut:

P =

Keterangan:

P = Jumlah presentase

f = Jumlah subjek yang ada pada kategori tertentu

n = Jumlah frekuensi total atau keseluruhan jumlah subjek

Selanjutnya hasil pengolahan data dengan menggunakan rumus presentase dijelaskan dengan skor presentase yaitu menentukan skor tertinggi dan skor terendah yaitu:

Alternatif pilihan jawaban yang tersedia dari semua item pertanyaan terdiri dari 2 piihan jawaban.

Skor tertinggi = Skor terendah =

Jadi untuk angket dengan skala Guttman, skor terendah 0% dan skor tertinggi 100%, tetapi dalam penelitian ini peneliti tidak menggunakan skor melainkan menggunakan skala guttman untuk melihat frekuensi dari keikutserataan pengembangan kompetensi profesional sehingga ditentukan interval nilai sebagai berikut:

Interval Kategori

81-100% Sangat tinggi

61-80% Tinggi

41-60% Sedang

21-40% Rendah

0-20% Sangat Rendah

(Suharsimi Arikunto, 2015:

Untuk data yang berasal dari hasil studi dokumentasi dan angket

dijelaskan berdasarkan aspek-aspek yang diteliti, selanjutnya dilakukan analisis dan diberikan kesimpulan.

H. Jadwal Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama 1 Bulan di SMA/MA Kecamatan Bajeng.

Berikut jadwal pelaksanaan penelitian:

Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian No

Waktu Bulan

Jenis kegiatan

Juli Agustus

1 2 3 4 1 2 3 4

1 Pembuatan proposal

2 Pemantapan Instrumen

Pengumpulan Data

1) Primer

2) Sekunder

3 Pengelolaan Data

4 Penyusunan Laporan

5 Penyerahan Laporan

49 A. Profil Sekolah SMKS YPKK Limbung

Profil Sekolah 1. Identitas Sekolah

1 Nama Sekolah : SMKS YPKK LIMBUNG

2 NPSN : 40301032

3 Jenjang Pendidikan : SMK 4 Status Sekolah : Swasta 5 Alamat Sekolah :

JL. NUHUNG DG. BANI NO. 19 LIMBUNG

RT / RW : 1 / 1

Kode Pos : 92152

Kelurahan : Mata Allo Kecamatan : Kec. Bajeng Kabupaten/Kota : Kab. Gowa

Provinsi : Prov. Sulawesi Selatan

Negara : Indonesia

6 Posisi Geografis : -5.2904 Lintang

119.4395 Bujur

2. Data Pelengkap

7

SK Pendirian

Sekolah : 191/Kep/I06/D/86 8

Tanggal SK

Pendirian : 9

Status

Kepemilikan : Yayasan 10

SK Izin

Operasional : - 11

Tgl SK Izin

Operasional : 12

Kebutuhan Khusus

Dilayani :

13 Nomor Rekening : 205201000075309 14 Nama Bank : BANK BRI 15 Cabang KCP/Unit : Pallangga Mas 16

Rekening Atas

Nama : SMK YPKK LIMBUNG

17 MBS : Tidak

18 Luas Tanah Milik : 3437

(m2) 19

Luas Tanah Bukan

Milik (m2) : 0

20 Nama Wajib Pajak : SMK YPKK LIMBUNG

21 NPWP : 028543965807000

3. Kontak Sekolah

20 Nomor Telepon : 04118217651 21 Nomor Fax : 04118217651

22 Email : [email protected] 23 Website :

4. Data Periodik 24

Waktu

Penyelenggaraan : Pagi/6 hari 25

Bersedia

Menerima Bos? : Ya

26 Sertifikasi ISO : 9001:2008 27 Sumber Listrik : PLN 28 Daya Listrik (watt) : 6400

29 Akses Internet : Telkom Speedy 30

Akses Internet

Alternatif : Telkomsel Flash 5. Sanitasi

31 Kecukupan Air : Cukup 32

Sekolah

Memproses Air : Tidak Sendiri

33

Air Minum Untuk

Siswa : Tidak Disediakan 34

Mayoritas Siswa

Membawa : Ya

Air Minum 35

Jumlah Toilet

Berkebutuhan : 0 Khusus

36

Sumber Air

Sanitasi : Pompa

37 Ketersediaan Air di : Ada Sumber Air Lingkungan

Sekolah

38 Tipe Jamban : Leher angsa (toilet duduk/jongkok) 39

Jumlah Tempat

Cuci : 6

Tangan

40

Apakah Sabun dan

Air : Ya

Mengalir pada Tempat Cuci Tangan 41

Jumlah Jamban

Dapat : Laki-laki Perempuan Bersama

Digunakan 2 2 0

42

Jumlah Jamban

Tidak Dapat : Laki-laki Perempuan Bersama

Digunakan 2 0 1

1. Selayang Pandang SMK YP

Sekolah SMK YPKK Limbung Kabupaten Gowa merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan yang terletak Jl. Nuhung D6 Bani Limbung Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan dengan nomor NPSN 40301032 yang mana Sekolah SMK YPKK Limbung masih berstatus Swasta. Sekolah ini jauh dari jalan poros Limbung.

2. Visi, Misi dan Tujuan SMK YPKK Limbung

Sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan dan Acuan operasional penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan maka, Kurikulum SMK YPKK Limbung disusun untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah. SMK YPKK Limbung sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. Perkembangan dan tantangan itu misalnya menyangkut: (1) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, (2) globalisasi yang memungkinkan sangat cepat arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor serta tempat, (3) era informasi, (4) pengaruh globalisasi

terhadap perubahan perilaku dan moral manusia, (5) berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, (6) dan era perdagangan bebas.

Tantangan sekaligus peluang itu harus direspon oleh sekolah melalui visi sekolah dan diharapkan semua stakeholders dapat menghayati dan bersama sama mewujudkan visi tersebut.

Visi, Misi, Indikator Visi dan Tujuan Sekolah a) Visi :

Menjadikan sekolah sebagai lembaga pendidikan profesional dan berkualitas yang dilandasi IMTAQ dan IPTEK.

b) Indikator Visi

1) Memiliki sistem pengembangan kreatifitas yang berkelanjutan;

2) Memiliki kurikulum kreatifitas;

3) Memiliki Renstra (Rencana Strategis) 10 tahun

4) Memiliki SOP (Standar Operasional prosedur) di Lingkungan Sekolah 5) Memiliki pembinaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan secara

berkelanjutan

6) Memiliki system rekrutmen tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai standar

7) Memiliki lingkungan sekolah yang islami dan kondusif untuk belajar 8) Memiliki panduan pembinaan aqidah dan akhlaqulkarimah bagi murid 9) Memiliki panduan pembinaan menuju sikap kompetitif era globalisasi 10) Memiliki panduan pembinaan dalam olimpiade-olimpiade

11) Memiliki panduan pengembangan pembelajaran berbasis teknologi

12) Memiliki panduan pembelajaran dengan SCEIJOLL (Student Creatif, Efektif, Inovatif and Joyfullearning)

13) Memiliki panduan Pembelajaran yang menerapkan ketrampilan dan percobaan serta penelitian

14) Memiliki panduan untuk mengembangkan life skill

15) Memiliki panduan model multiple intelligence dalam pembelajaran 16) Memiliki panduan pembinaan siswa peduli lingkungan hidup 17) Memiliki panduan kurikulum Kelestarian Lingkungan hidup c) Misi

1) Mengembangkan keunggulan melalui kepribadian, ketelatenan dan kebersihan dengan mengedapankan kemandirian dan kreatifitas serta menumbuhkan rasa kejujuran dan kepedulian terhadap sesama;

2) Meningkatkan pemahaman warga sekolah dalam pelaksanaan kurikulum SMK KTSP berbasis Spektrum;

3) Meningkatkan kualitas organisasi dan manajemen sekolah dalam menumbuhkan semangat keunggulan dan kompetitif;

4) Meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar dalam mencapai kompetensi siswa yang berstandar nasional dan internasional;

5) Meningkatkan kualitas kompetensi guru dan pegawai dalam mewujudkan standar pelayanan minimal (spm);

6) Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan dalam mendukung penguasaan iptek;

7) Meningkatkan kemitraan dengan dunia usaha dan industri sesuai prinsip saling menguntungkan;

8) Memberdayakan lingkungan sekolah dalam mewujudkan wawasan wiyata mandala;

9) Meningkatkan kualitas pengelolaan unit produksi dalam menunjang kualitas sumber daya manusia;

d) Tujuan (6 Tahun)

1) Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di DUDI sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya;

2) Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam berkompetisi, beradaptasi di lingkungan kerja, dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya;

3) Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, agar mampu mengembangkan diri dikemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi;

4) Membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang sesuai dengan program keahlian yang dipilih;

5) Menyiapkan tamatan untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

e) Jumlah tenaga Pendidik

Jumlah tenaga pendidik yang ada di Sekolah SMK YPKK Limbung Kabupaten Gowa sebanyak 37 orang dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda sesuai dengan bidang studi masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah tenaga pendidik yang ada pada Sekolah Smk YPKK Limbung Kabupaten Gowa sudah memadai sesuai dengan kebutuhan sehingga sangat menunjang dalam manajemen personalia khususnya di Sekolah SMK YPKK Limbung Kabupaten Gowa.

B. Profil Sekolah SMK 1 Limbung Kepsek : Imanuddin Djaya

Operator : NURJANNAH Akreditasi :

Kurikulum : Kurikulum 2013 Waktu : Sehari penuh (5 h/m) 1) Identitas Sekolah

a) NPSN : 40301040 b) Status : Negeri

c) Bentuk Pendidikan : SMK

d) Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah e) SK Pendirian Sekolah : 010/O/1972 f) Tanggal SK Pendirian : 1972-02-02 g) SK Izin Operasional : 99 TAHUN 2017 h) Tanggal SK Izin Operasional : 2017-01-26

2) Data Pelengkap

a) Kebutuhan Khusus Dilayani : Tidak ada b) Nama Bank : BRI

c) Cabang KCP/Unit : PALLANGGA

d) Rekening Atas Nama : SMK NEGERI 1 LIMBUN e) Luas Tanah Milik : 7095

f) Luas Tanah Bukan Milik : 0 3) Data Rinci

a) Status BOS : Bersedia Menerima

b) Waku Penyelenggaraan : Sehari penuh (5 h/m) c) Sertifikasi ISO : 9001:2008

d) Sumber Listrik : PLN e) Daya Listrik : 1600

f) Akses Internet : Tidak Ada

C. Profil Sekolah SMA Muhammadiyah Limbung Kepsek : Silvyani Djafar

Operator : Isriah Zulqaimah Akreditasi : A

Kurikulum : Kurikulum 2013 Waktu : Pagi

1) Identitas Sekolah a) NPSN : 40313433 b) Status : Swasta

c) Bentuk Pendidikan : SMA d) Status Kepemilikan : Yayasan e) SK Pendirian Sekolah : f) Tanggal SK Pendirian : g) SK Izin Operasional : -

h) Tanggal SK Izin Operasional : 2) Data Pelengkap

a) Kebutuhan Khusus Dilayani : Tidak ada b) Nama Bank : SULSELBAR

c) Cabang KCP/Unit : GOWA

d) Rekening Atas Nama : SMAS MUHAMMADIYAH LIMBUNG e) Luas Tanah Milik : 1796

f) Luas Tanah Bukan Milik : 0 3) Data Rinci

a) Status BOS : Bersedia Menerima b) Waku Penyelenggaraan : Pagi c) Sertifikasi ISO : Proses Sertifikasi d) Sumber Listrik : PLN

e) Daya Listrik : 0

f) Akses Internet : Tidak Ada D. Profil Sekolah SMA 2 Gowa

Kepsek : Syarifuddin Munier Operator : Musfirah Halid Akreditasi : B

Kurikulum : KTSP

Waktu : Sehari penuh (5 h/m) 1) Identitas Sekolah

a) NPSN : 69762670 b) Status : Negeri

c) Bentuk Pendidikan : SMA

d) Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah e) SK Pendirian Sekolah :

f) Tanggal SK Pendirian :

g) SK Izin Operasional : 800/511/DIKORDA/VI/2013 h) Tanggal SK Izin Operasional :

2) Data Pelengkap

a) Kebutuhan Khusus Dilayani : Tidak ada b) Nama Bank : SULSELBAR

c) Cabang KCP/Unit : GOWA

d) Rekening Atas Nama : SMA 2 Gowa e) Luas Tanah Milik : 12000

f) Luas Tanah Bukan Milik : 2000 3) Data Rinci

a) Status BOS : Bersedia Menerima

b) Waku Penyelenggaraan : Sehari penuh (5 h/m) c) Sertifikasi ISO : Belum Bersertifikat

d) Sumber Listrik : PLN e) Daya Listrik : 1300 f) Akses Internet : Smartfren

59

A. Pengembangan Kompetensi Profesional Guru SMA/MA di Kecamatan Bajeng

Untuk mendapatkan data secara akurat dan obyektif dalam penelitian ini, penulis membuat kuesioner sebagai panduan untuk mengungkap rumusan masalah yang ingin diketahui oleh penulis melalui penelitian ini. Kuesioner yang penulis sebar kepada responden terdiri atas 11 item pertanyaan, yang mengacu pada indikator dan disesuaikan dengan kebutuhan untuk menjawab dari rumusan masalah.

1. Sosialisasi Pelaksanaan

Berdasarkan hasil wawancara responden mengenai sosialisasi pelaksanaan tentang pelaksanaan pembinaan guru berkelanjutan, responden menjawab ada sosialisasi pelaksanaan program tersebut yang dilakukan oleh pihak sekolah kepada para guru, dan semua responden yang berjumlah 45 orang (100%) menjawab “ya” terhadap adanya sosialisasi dari program pembinaan ini. Cara penyampaian sosialisasi tentang pelaksanaan pembinaan profesi guru berkelanjutan dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabel 5. 1. Cara Penyampaian Sosialisasi Program Pembinaan Guru Berkelanjutan

No Pernyataan Jawaban Frekuensi Persentase (%) 1 Diinformasikan oleh Kepala

Sekolah secara lisan 35 77. 8

2 Informasi yang tertera pada papan pengumuman di sekolah.

10 22. 2

3 Mencari informasi sendiri dengan bertanya kepada Kepala sekolah, maupun rekan guru

0

Jumlah 45 100

Sumber data : Kuesioner, 2019

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa cara penyampaian atau sosialisasi tentang pembinaan guru berkelanjutan sebagian besar menjawab diinformasikan oleh Kepala Sekolah secara lisan sebanyak 35 orang (77.8%), sedangkan sisanya sebanyak 10 orang (22.2%) mendapatkan informasi yang tertera pada papan pengumuman di sekolah. Adapun berikut diagram nya.

78%

22% 0%

Cara Penyampaian Sosialisasi Program Pembinaan Guru

Berkelanjutan

Diinformasikan oleh Kepala Sekolah secara lisan

Informasi yang tertera pada papan pengumuman di sekolah.

Dalam pelaksanaan pembinaan guru berkelanjutan, Kepala Sekolah mewajibkan kepada semua guru untuk dapat ikut dalam pelaksanaan program pembinaan ini. Hal ini didasari dari jawaban responden sebanyak 35 orang (77.8%) yang menjawab bahwa semua guru diwajibkan untuk mengikuti kegiatan pembinaan berkelanjutan. Pemahaman para guru untuk mengikuti kegiatan pembinaan berkelanjutan dapat terlihat pada tabel 5.1.

Berdasarkan hasil dari jawaban responden terhadap sosialisasi yang dilakukan oleh pihak sekolah kepada para guru tentang kegiatan pembinaan profesionalitas berkelanjutan menurut pandangan penulis sudah baik, hal ini diindikasikan oleh pedulinya kepala sekolah kepada para guru dengan menyampaikan dan mengingatkan secara lisan, selain informasi yang juga telah ditempel pada papan pengumuman bagi guru di sekolah. Penyampaian secara lisan dimaksudkan agar guru ingat terhadap pelaksanaan kegiatan pembinaan.

2. Pemahaman Guru tentang tentang pembinaan

Berdasarkan hasil wawancara, Dalam pelaksanaan pembinaan guru berkelanjutan, Kepala Sekolah mewajibkan kepada semua guru untuk dapat ikut dalam pelaksanaan program pembinaan ini. Hal ini didasari dari jawaban responden sebanyak 45 orang (100%) yang menjawab bahwa semua guru diwajibkan untuk mengikuti kegiatan pembinaan berkelanjutan. Pemahaman para guru untuk mengikuti kegiatan pembinaan berkelanjutan dapat terlihat pada tabel 5.2.

Tabel 5. 2.Kegiatan Pembinaan Bagi Guru

No Pernyataan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat penting 30 66. 7

2 Biasa saja 15 33.3

3 Tidak penting 0 0

Jumlah 45 100

Sumber data : Kuesioner, 2019

Dari tabel 5.2 di atas menunjukkan bahwa hampir sebagian responden sebesar 30 orang (66.7%) beranggapan bahwa kegiatan pembinaan berkelanjutan bagi para guru sangat penting, sedangkan sisanya sebanyak 15 orang (33.3%) menjawab biasa saja. Adapun diagramnya disajikan sebagai berikut:

Berdasarkan tanggapan responden terhadap kegiatan pembinaan ini, penulis menilai bahwa para guru telah memahami dan menyadari bahwa kegiatan pembinaan profesionalitas ini sangat penting bagi mereka sendiri, guna mendukung dalam pemenuhan syarat angka kredit maupun program

Sangat penting Biasa saja

Tidak penting

KEGIATAN PEMBINAAN BAGI GURU

sertifikasi guru. Mereka menyadari bahwa hal ini bukan saja untuk kepentingan sekolah, akan tetapi mengangkat mutu diri pribadi guru sendiri dalam pengembangan wawasan maupun keterampilan sebagai tenaga pendidik yang professional.

3. Frekuensi Pembinaan

Untuk mengetahui frekuensi pembinaan guru berkelanjutan dapat dilihat pada tabel 5.3.

Tabel 5. 3. Kegiatan Pembinaan Bagi Guru

No Pernyataan Jawaban Frekuensi Persentase

(%)

1 Teratur dan terjadwal 32 71.1

2 Kurang teratur, sesuai dengan kebutuhan

0 0

3 Tidak teratur 13 28.9

Jumlah 45 100

Sumber data : Kuesioner, 2019

Dari data tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden sebanyak 32 orang (71.1%) menjawab bahwa kegiatan program pembinaan berkelanjutan bagi para guru kurang teratur, dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.

Sedangkan sisanya sebesar 13 orang (28.9%) menjawab tidak teratur dalam pelaksanaan pembinaan guru berkelanjutan.

Menurut penulis tentang frekuensi kegiatan pembinaan di Sekolah SMK YPKK Limbung Kabupaten Gowa, perlu ditata ulang secara baik, agar kegiatan pembinaan ini terprogram dengan baik, sehingga akan menghasilkan capaian-capaian program pembinaan yang jelas dan terukur. Dan hal ini perlu dicarikan solusi secara bersama baik pihak sekolah, guru maupun dinas untuk merencanakan kegiatan pembinaan secara teratur.

Untuk frekuensi pertemuan kegiatan pembinaan guru berkelanjutan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 5. 4. Kegiatan Pembinaan Bagi Guru

Sumber data : Kuesioner, 2019

Dari tabel 4.4 di atas terlihat bahwa sebagian besar sebanyak 24 orang (53.3%) yang menjawab frekuensi kegiatan dilaksanakan sesuai kebutuhan,

0% 71%

29%

Kegiatan Pembinaan Bagi Guru

Teratur dan terjadwal

Kurang teratur, sesuai dengan kebutuhan Tidak teratur

No Pernyataan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1 1 bulan sekali 0 0

2 2 bulan sekali 0 0

3 3 bulan sekali 12 26.7

4 1 semester sekali 9 20

5 Sesuai kebutuhan 24 53.3

Jumlah 45 100

sisanya masing-masing sebanyak 9 orang (20%) menjawab 1 semester sekali, dan sebagian kecil sebanyak 12 orang (26.7%) menjawab 3 bulan sekali.

Frekuensi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan di Sekolah SMK YPKK Limbung Kabupaten Gowa disesuaikan dengan kebutuhan, hal ini menurut penulis kurang baik. Menyambung dari bahasan sebelumnya di atas, agar ada perencanaan program kegiatan pembinaan di awal tahun dengan kesepakatan bersama, sehingga proses kegiatan tidak mendadak dan adanya kesiapan program yang dibahas. Jika kegiatan dilakukan berdasarkan kebutuhan, program kegiatan pembinaan sepenuhnya tidak akan berjalan baik dan tidak akan ada mengalami peningkatan yang berarti. Jadi segala sesuatu perlu diatur ataupun diprogram sejak awal berdasarkan kesepakatan bersama, agar pelaksanaan dan pencapaian program jelas dan terukur, sehingga para guru dapat mempersiapkan pokok bahasan secara baik.

0%

0% 27%

20%

53%

Frekuensi Kegiatan Pembinaan Bagi Guru

1 bulan sekali 2 bulan sekali 3 bulan sekali 1 semester sekali Sesuai kebutuhan

4. Mentor Pembinaan

Dalam proses pembinaan guru berkelanjutan sebagian besar responden menjawab ada tutor atau mentor yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Adapun sumber mentor atau tutor yang turut berpartisipasi dalam pembinaan profesionalitas berkelanjutan di Sekolah SMK YPKK Limbung Kabupaten Gowa ini dapat dilihat pada tabel 4.5.

Tabel 5. 5.Asal Mentor/Tutor dalam Pembinaan berkelanjutan bagi Para Guru

Sumber data : Kuesioner, 2019

Dari tabel 4.5 bahwa mentor/tutor dalam pembinaan profesionalitas berkelanjutan bagi guru di Sekolah SMK YPKK Limbung Kabupaten Gowa adalah berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, hal ini dinyatakan oleh semua responden sebanyak 100%.

No Pernyataan Jawaban Frekuensi Persentase

(%) 1 Dari kementerian pendidikan

dan kebudayaan pusat

0 0

2 Dari kementerian pendidikan dan kebudayaan wilayah

0 0

3 Dari Dinas Pendidikan Kabupaten 45 100

4 Orang yang ahli dalam bidang yang akan dibahas

0 0

Jumlah 45 100

Menurut pandangan penulis terhadap asal/sumber mentor atau tutor perlu mengundang mentor/tutor dari kemendikbud pusat, ataupun mengundang tenaga pakar ataupun tenaga ahli di bidang pengembangan kurikulum, cara penulisan publikasi ilmiah, ataupun bimbingan dalam pembuatan karya inovatif. Hal ini juga dimaksudkan agar adanya variasi sumber mentor/tutor bagi para guru, sehingga mendapatkan wawasan yang lebih, dan guru lebih antusias serta tidak merasa jenuh dalam mengikuti kegiatan pembinaan.

Materi ataupun bimbingan dari para mentor/tutor dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, adalah hal yang sangat penting dalam proses pembinaan bagi para guru. Dalam pemberian bimbingan maupun materi yang disampaikan oleh mentor/tutor, dapat dilihat pada tabel 4.6.

Tabel 5. 6. Materi yang Diberikan Mentor/Tutor dalam Pembinaan Profesionalitas berkelanjutan bagi Para Guru

Sumber data : Kuesioner, 2019

Dari kementerian pendidikan dan

kebudayaan pusat

0%

Dari kementerian pendidikan dan

kebudayaan wilayah Dari Dinas 0%

Pendidikan Kabupaten

100%

Orang yang ahli dalam bidang

yang akan dibahas

0%

Asal Mentor/Tutor dalam Pembinaan berkelanjutan bagi Para Gur

Dari kementerian pendidikan dan kebudayaan pusat Dari kementerian pendidikan dan kebudayaan wilayah Dari Dinas Pendidikan Kabupaten

Orang yang ahli dalam bidang yang akan dibahas

No Pernyataan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1 Jelas 29 64.4

2 Kurang jelas 16 35.6

Jumlah 45 100

Dalam dokumen KEGIATAN PEMBINAAN BAGI GURU (Halaman 55-200)

Dokumen terkait