BAB I PENDAHULUAN
F. Kerangka Teori
2. Interaksi Sosial
Dalam kehidupan bermasyarakat manusia tidak akn pernah terlepas dari interaksi sosial. Karena itulah manusia dikatakan sebagai mahluk sosial karena manusia tersebut tidak akan dapat hidup tanpa manusia lainnya. Manusia yang satu dengan manusia yang lainnya sangat saling membutuhkan mulai dari kehidupan sosial maupun kehidupan ekonomi. Manusia saling membutuhkan, dari sinilah interaksi sosial tersebut. Contohnya seperti seoran g penjual sayur menjual sayurnya kepada ibu rumah tangga dan melaukan tawar menawar disana sudah tercipta interaksi sosial antar individu.
Interaksi sosial adalah hubungan antara dua orang atau lebih yang bersifat kompleks dan dinamis, yang dapat
12 Siti Kendek H, Skripsi Dampak Penggunaan Handphone Terhadap Peroses Interaksi Sosial Dikalangan Mahasisiwa Akademik Sinar Kasih Tana Toraja
25
saling mempengaruhi terhadap pikiran, perasaan, perkataan dan tindakan seseorang. 13
Menurut George Homans, interaksi sosial ialah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menjadi pendorong individu lain untuk bertingkah laku.14 Dari pengertian ini dapat dipahami bahwa ineraksi sosial dapat menderong individu untuk bertingkah lau dengan kata lain interaksi sosial dapat menjadi factor pendorong indivdu dalam tingkah lakunya sehari-hari.
Bagaiman bentuk interaksi sosial suatu indvidu tergantung dari dorogan dari individu lainnya. Hal tersebut jelas bahwa interaksi dapat menjadi salah satu factor yang membentuk tingkah laku suatu individu di dalam masyarakat.
“Menurut Kieran Bonner, interaksi sosial ialah suatu hubungan anatar dua orang individu atau lebih yang saling memengaruhi.”15
Dari pengertian menurut Kieran Bonner dapat dipahami bahwa maksud dari interaksi sosial adalah hubungan yang saling mempengaruhi antara dua orang atau lebih. Akibat dari interaksi dua orang atau lebih dapat menimbulkan hubungan didalamnya.
Dari interasi tersebut akan menimbulkan rasa sayang atau bisa juga
13 Suwenda Wayan, “Mengintip Sarang Iblis Moral, “ (Nilacakra, 2018), hlm 46.
14 Mulya, Yuliana dan Nina Andini,”Ilmu Pengetahuan Sosial,”(Penerbit Duta,2019), hlm 76.
15 Ibid, hlm.76
26
rasa tidak saling menyukai. Karena itulah jika interaksi antar individu atau lebih tidak berjalan baik maka akan menyebabkan perpecahan didalam masyaraat itu sendiri. Begtu pula sebaliknya jika interaksi sosial antar individu atau lebih tersebut berjalan dengan baik maka akan timbul rasa kekeluargaan dan menciptakan lingkungan yang harmonis.
Menurut Soekanto interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan antar orang perorangan, anatara kelompok-kelompok manusia maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Syarat terjadinya intera ksi sosial adalah adanya kontak sosial (social contact) dan adanya komunikasi (communication).16
Dari pengertian menurut para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah hubungan orang perorongan, atau hubungan perindividu atau lebih yang dapat membentuk tingkah laku dan sikap manusia itu sendiri. Sehingga proses interaksi sosial sangat penting dalam pembentukan karakter induvidu tersebut. Jika interaksi sosial tersebut dilakukan dengan orang dengan karakter yang baik maka karakter tersebut akan dapat menulari dan membentuk karakter individu lainnya. Begitu juga sebaliknya, sehingga penting bagi seorang individu untuk memilih dengan
16 Burhan Bungin,” Sosiologi Komunikasi,”(Kencana, 2006), hlm. 55.
27
siapa interaksi sosial itu akan dilakukan. Melalui interaksi sosial juga akan dapat menambah pengalaman serta pembalajaran untuk seorang individu. Sehingga banyak sekali dampak positif yang ditimbulkan melalui interaksi sosial. Mengingat manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya maka seorang yang tidak memiliki kemampuan berinteraksi sosial dengan orang lain akan dianggap memiliki kelainan secara psikologi.
a. Kontak sosial
“Menurut Soerjono Soekanto, kontak sosial berasal dari
bahasa latin con atau cum (bersama-sama) dan tango (menyentuh), jadi artinya secara harfiah adalah bersama-sama menyentuh.”17 kontak sosial dalam pengertian tersebut berarti lebih luas dimana kontak sosial tidak hanya bisa terjadi ketika individu dengan individu lainnya saling menyentuh. Dizaman sekarang ini banyak sekali alat yang bisa digunakan untuk melakukan kotak sosial tanpa bersentuhan. Interaksi sosial dapat terjalin walaupun tidak menyentuh yakni dengan media telepon, handphone, ataupun laptop.
17 Ibid, hlm. 55.
28 b. Komunikasi
“Everett berpendapat bahwa komunikasi adalah proses
dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka atau penerima.”18 Faktor utama yang harus dilakukan dalam interaksi sosial adalah komunikasi. Komunikasi tidak hanya dapat dilakukan dengan lisan tetapi juga dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa isyarat yang tentunya individu yang satu dengan indivdu lainnya akan dapat saling mengerti dengan komunikasi tersebut. Selain itu komunikasi juga bisa dilakukan melalui gerak-gerik sehingga dapat dimengerti dengan individu lainnya. Dengan komunikasi interaksi sosial dapat berjalan dengan baik sehingga komunikasi menjadi salah satu dari syarat terjadinya interaksi sosial.
c. Proses-Proses Interaksi Sosial
Menurut Gillin dan Soekanto menjelaskan bahwa ada dua golongan proses sosial sebagai akibat dari interaksi sosial, yaitu proses sosial asosiatif dan proses sosial disosiatif.
18 “Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli, dikutip di www.e-jurnal.com, diakses pada tanggal 1 Jnuari 2022, pukul 23.51.
29 1) Proses Asosiatif
“Proses asosiatif adalah sebuah proses yang terjadi
saling pengertian dan kerja sama timbal balik antara orang perorang atau kelompok satu dengan lainnya, di mana peroses ini menghasilkan pencapaian tujuan-tujuan bersama.”19
Proses asosiatif ini adalah proses kerjasama untuk memperoleh tujuan bersama biasa dilakukan dalam kerja sama bisnis atau gotong royong dimana saling membantu sama sama lain untuk memperoleh tujuan yang sudah ditetapkan bersama. Proses asosiatif ini tentu saja tidak terlepas dari interaksi sosial didalamnya. Dalam proses asosiatif ini dapat melibatkan komunikasi dan kontak sosial antara dua orang atau lebih untuk berdiskusi didalamnya sehingga memperoleh kesepakatan bersama dan proses asosiatif ini mengarah kepada yang positif.
2) Proses Disosiatif
“Proses sosial disosiatif merupakan proses perlawanan (oposisi) yang di lakukan oleh individu- individu dan kelompok dalam peroses sosial diantara
19 Ibid, hlm. 58.
30
mereka pada suatu masyarakat.”20 Didalam masyarakat tertentu tentu ada saja konflik yang terjadi bisa disebabkan oleh berbagai macam hal didalamnya. Ineraksi yang tidak baik yang terjadi didalam suatu masyarakat menjadi salah satu penyebab terjadinya konflik didalam suatu masyarakat.
Proses disosiatif ini merupakan kebalikan dari proses asosiatif yang lebih mengarah kepada hal yang positif.
Berbeda dengan disosiatif yang mengarah kepada hal negative berupa pertentangan didalam masarakat yang tentunya akan menyebabkan konflik sosial.
3. Pengawasan Orang Tua