• Tidak ada hasil yang ditemukan

dampak penggunaan smartphone terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "dampak penggunaan smartphone terhadap"

Copied!
139
0
0

Teks penuh

(1)

i

DAMPAK PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA DI DESA BONDER

KECAMATAN PRAYA BARAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2022

OLEH:

Huslaini 180105174

PRODI TADRIS IPS

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

2022

(2)

ii

DAMPAK PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA DI DESA BONDER

KECAMATAN PRAYA BARAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2022

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram Untuk Melengkapi Persaratan Mencapai Gelar Serjana Pendidikan

OLEH:

Huslaini 180105174 DI TADRIS IPS

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGPROERI MATARAM

2022

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi

(7)

vii MOTTO

Yang mau cari jalan yang tidak mau cari alasan.

(8)

viii

HALAMAN PERSEMBAHAN

Ku persembahkan karya ini kepada kedua orang tuaku (Bapak Salidu

dan Ibu Sainah)

Dan Almamater Tercinta Jurusan Pendidkan IPS Ekonomi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN

Mataram

(9)

ix

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji hanya kepada Allah, Tuhan semesta alam dan shalawat serta salam semoga selalu tecurahkan kepad Nabi Muhammad, juga kepada keluaga, sahabat, dan semua pegikutnya. Amin.

Penulis menyadari bahwa proses penyelsaiakan skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sebagai berikut.

1. Bapak Dr. Mawardi Saleh, M.Pd sebagai pembimbing I dan Bapak Jamiluddin, M.Pd sebagai pembimbing II yang memberikan bimbingan, Motivasi, dan koreksi menditail, terus menerus, dan tanpa bosan di tengah kesibukannya dalam suasana keakraban menjadikan skripsi ini lebih matang dan cepat selesai.

2. Dr. Nurrahmah M. Pd sebagai penguji I dan Alif Ilman Mansyur M.

Pd sebagai penguji II yang memberikan bimbingan serta koreksi yang menditail sehingga menjadikn sekripsi ini lebih baik.

3. Ahmad Khalakul Khairi, M.Ag sebagai ketua jurusan.

4. Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag selaku Rektor UIN Mataram yang telah memberi tempat bagi penulis untuk menuntut ilmu dan memberi

(10)

x

bimbingan dan peringatan untuk tidak berlama-lama di kampus tanpa pernah selesai.

5. Kepada semua sahabat sahabat terbaik saya yang selalu membantu penulisan skripsi ini.

6. Kepada kakak saya Muhamad Roziq Raputra yang telah membantu penulisan skripsi ini serta selalu memberikan dukungan untuk menyelsaikan skripsi ini.

7. Terimakasi kepada teman-teman seperjuangan sedari MABA sampai dengan saat-saat terakhir berkuliah di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Mataram yaitu, Ananda Try Ilhami, Risya Ratna Tamiy, Siti Aminah, Ila Elisma, Ismawaty, Tasa Fatharani Faza, Apip dan Nada. Mereka adalah sebagian kecil teman- teman yang begitu dekat dengan saya dan masih saling memberikan dukungan sampai di tahap ahkir ini.

8. Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT dan semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembaca.

Mataram, Penulis,

Huslaini

(11)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

ABSTRAK ...xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian ... 7

D. Ruang Lingkup Dan Setting Penelitian ... 9

E. Kajian Pustaka ...10

F. Kerangka Teori...14

1. Smartphone ...14

a. Definisi Smartphone ...14

b. Dampak Penggunaan Smartphone ...18

2. Interaksi Sosial...24

3. Pengawasan Orang Tua ...30

(12)

xii

G. Metode Penelitian ...34

1. Pendekatan Penelitian ...34

2. Kehadiran Penelitian ...35

3. Lokasi Penelitian ...36

4. Sumber Data ...37

5. Teknik Pengumpulan Data ...38

6. Teknik Analisis Data ...42

7. Kredibilitas Data ...44

BAB II PAPARAN DATA ...46

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ...46

B. Dampak Penggunaan Smartphone ...56

C. Pengawasan Orang Tua ...81

BAB III PEMBAHASAN ...97

A. Dampak Penggunaan Smartphone ...97

B. Pengawasan Orang Tua ... 105

BAB IV PENUTUP ... 111

A. Kesimpulan ... 111

B. Saran ... 112

DAFTAR PUSTAKA ... 114 LAMPIRAN

(13)

xiii

DAFTAR TABEL Tabel 2. 1 Jumlah Penduduk Desa Bonder

Tabel 2. 2 Tingkat Pendidikan Penduduk Desa Bonder Tabel 2. 3 Jumlah Anak Usia Remaja Desa Bonder Tabel 2. 4 Daftar Nama Anak Usia Remaja

Tabel 2. 5 Daftar Nama Orang Tua

(14)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Dokumentasi

Lampiran 2. Kartu Konsul Lampiran 3. Surat Rekomendasi

(15)

xv

DAMPAK PENGGUNAAN SMARTHPHONE TERHADAP INTERAKSI SOSIAL ANAK USIA REMAJA DI DESA BONDER KECAMATAN PRAYA BARAT LOMBOK TENGAH TAHUN 2022

Oleh Huslaini 180105174 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana dampak penggunaan smarthphone dan peran pengawasan oerang tua terhadap penggunaan smarthphone bagi anak usia remaja di desa Bonder Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian kualitatif Deskriptif, dimana peneliti mendeskripsikan dan menggambrkan secara terperinci mengenai dampak darai penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial anak remaja, serta bagaimana pengawasan orang tua terhadap penggunaan smartphone pad anak remaja. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dampak positif dan negatif yang mempengaruhi anak remaja. Dampak positif yang terjadi dari dampak smartphone ini adalah dapat memudahkan anak untuk berkomunikasi serta memudahkan anak dalam kegiatan belajar. Dari dampak negatif dari smartphone ini adalah bisa mengalami gangguan tidur, kecanduan game online, meniru hal-hal yang buruk, merenggangkan hubungan interaksi sosial. Sedangkan peran orang tua dalam pengawasannya yaitu melalui pengawasan langsung, pembatasan waktu, dan pengawasan jarak jauh.

Kata Kunci: Dampak, Penggunaan Smarthphone, Interaksi sosial

(16)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi dari masa ke masa terus berkembang kearah yang lebih canggih, ditandai dengan hadirnya inovasi-inovasi baru yang di hasilkan dari kreativitas manusia.

Salah satu hasil kreativitas manusia yang paling populer zaman ini adalah smartphone. Siapa yang tidak kenal dengan smartphone, atau sering di sebut dengan ponsel pintar, yang hampir semua orang memilikinya. Smartphone hadir dengan membawa perubahan besar dalam dunia teknologi, dengan fitur dan fungsi yang di tawarkan sangatlah banyak dan dapat mempermudah manusia dalam melakukan aktifitasnya sehari-hari. Salah satu contoh kegunaan smartphone dalam kehidupan sehari-hari yaitu mudahnya mendapat informasi terupdate, isu-isu terbaru dalam bidang politik, Pendidikan, Kesehatan dan perkembangan teknologi.

Smartphone sering di sebut dengan nama smarthphone yaitu sebuah media yang dipakai sebagai alat komunikasi modern.

smarthphone merupakan salah satu bentuk nyata dari perkembangan ilmu pengetahuan teknologi pada zaman sekarang.

(17)

2

Tentunya dalam perkembangan teknologi hal ini sangat mempengaruhi pola kehidupan manusia baik dari segi pola pikir maupun perilaku. Dengan bantuan teknologi seperti smarthphone dapat mempermudah kegiatan manusia agar tidak memakan waktu yang lebih lama “.1 Selain itu pengguna smarthphone t dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya mempengaruhi perilaku orang dewasa anak-anakpun tidak luput dari pengaruh penggunaan Smartphone dan salah satunya adalah dalam kemampuan berkomunikasi.”2

Desa Bonder, merupakan Desa yang terletak di bagian selatan pulau lombok, tepatnya di Kabupaten Lombok Tengah, Kecamatan Praya barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan Jumlah penduduk desa sebanyak 8160 jiwa. Hampir dari setemgah dari penduduk Desa Bonder dari yang muda hingga yang tua mengenal dan memiliki smarthphone t, bahkan anak-anak yang masih tergolong balita pun sudah mampu mengoprasikan smarthphone, walaupun hanya sekedar bermain games. Bila diamati di sebagian tempat khususnya desa bonder, hapir semua

1 Witarsa Ramdhan, “ Pengaruh Gadget Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial siswa Sekolah Dasar, “ Vol. VI, No 1, Februari 2018. Hlm 9.

2 Putri Hana Pebriana “ Jurnal pendidikan Anak Usia Dini “, Analisis Penggunaan Gadget Terhadap Kemampuan Interaksi sosial Pada Anak Usia Dini “, Vol.

1 Issue 1(2017) Pages 1-11, hlm. 2.

(18)

3

kegitan sehari-hari masyarakat tidak terlepas dari smarthphone nya, seperti ketika ingin bepergian, berangkat kesekolah, ke tempat kerja, di tempat-tempat tongkrongan, bahkan dalam berkendara sekalipun, padahal hal ini sangat membahayakan bagi dirinnya dan orang lain. Selain itu, prilaku sosial seperti interaksi antar masrakat pun mengalami perubahan, bahakan dalam ruang lingkup keluargapun juga mengalami perbahan, karna asik dengan smarthphone t merak masing-masing.

Kehadiran smarthphone, interaksi sosial yang idealnya harus bertatap muka sekarang tidak harus dengan bertatap muka.

Interaksi antar manusia pun kini secara perlahan tergantikan dengan interaksi manusia dengan smarthphone. Kapanpun dan dimanapun orang selalu tergantung dengan smarthphone nya.

Banyak orang yang lebih nyaman dengan smarthphone daripada berinteraksi dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Orang lebih suka cari teman di media sosial daripada berkenalan dengan teman satu bangku di kendaraan umum. Terkadang kita berada dalam satu ruangan yang sama namun tidak terlibat dalam sebuah komunikasi, sibuk dengan smarthphone masing-masing, asyik dengan dunianya sendiri.

(19)

4

Pengguna smarthphone sekarang bukan hanya sebagai alat komunikasi semata melainkan juga mendorong terbentuknya interaksi yang sama sekali berbeda dengan interaksi tatap muka, interkasi yang terbentuk kemudian dipercepat prosesnya melalui suara dan teks atau tulisan. Umpan balik komunikasi atau dikenal dengan feedback merupakan reaksi (tanggapan) yang di beri penerima pesan atau komunikasi kepada penyampai pesan pesan atau komunikator sumber. Selain itu, umpan balik juga berupa reaksi yang timbul dari pesan kepada komunikator. Sehingga komunikasi tatap muka atau interaksi lansung (baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial yang lain) yang merupakan hal yang sangat diperlukan.

Berdasarkan hasil observasi pada tangal 11 juli 2022 yang dilakukan oleh peneliti rata-rata anak remaja di Desa Bonder sudah menggunakan smarthphone. Mereka juga umumnya bergabung dengan berbagai grup di media sosial. Sehingga dapat menjalani interaksi sosial yang bukan dengan berhadapan/tatap muka.

Dengan hadirnya smarthphone anak-anak lebih banyak menyukai komunikasi via smarthphone dibandingkan komunikasi tatap muka, yang nantinya akan berdampak kepada kehidupan sosial anak-anak. Sehingga perlu untuk melakukan penelitian lebih lanjut

(20)

5

mengenai dampak yang akan di tumbulkan akibat penggunaan smarthphone terhadap kehidupan sosial anak.

“Dari hasil penelitian, durasi ideal untuk melakukan

aktivitas online adalah 4 jam 17 menit dalam sehari. Diatas 4 jam 17 menit barulah smarthphone dianggap mampu menggangu kinerja otak.”3 Sedangkan faktanya banyak sekali dijumpai orang menggunakan smarthphone melebihi waktu tersebut lebih khususnya kepada anak remaja. Anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya bersama gedgat di bandingkan bersama oranglain. Dikarenakan smarthphone anak-anak tidak peduli dengan situasi di sekitarnya, baik terjadi pada teman sejawat ataupun orang terdekatnya, Sehingga masalah yang akan terjadi dapat memperburuk interaksi sosial terhadap anak-anak, keluarga dan lingkungan masyarakat.

Dampak penggunaan smartphone interaksi sosial, menjadi peribadi tertutup, ketika anak telah kecanduan smarthphone pasti akan menganggap perangkat itu adalah bagian hidupnya. Ancaman Cyberbullying merupkan salah satu bentuk kejahatan yang sudah mendunia, perilaku Cyberbullying sangat rentang terjadi dimana

3 Detikinet, dikutip di https://m.detik.com diakses pada tanggal 8 Januari 2022, pukul 21.20.

(21)

6

saja pada berbagi tempat, mulai dari lingkungan sekolah, tempat bermain dan sekarang dapat melalui media sosial. Suka menyendiri ketika anak sudah merasa asyik dengan smarthphone nya maka mereka akan merasa itu adalah segalanaya. Mereka tidak peduli lagi dengan apapun yang di sekitarnya karna yang di butuhkan adalah bermain dengan smartphone nya itupun di lakukan sendiri tanpa siapapun. Perilaku kekerasan di karnakan anak sering mengosumsi materi kekerasan baik itu melalui game atau media yang menampilkan kekerasan.

Sehingga dengan ini dirasa perlu untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak yang ditimbulkan akibat penggunaan smarthphone smarthphone terhadap kehidupan sosial anak, karena peneliti menemukan berbagai permasalahan dan dampak penggunaan smarthphone di kehidupan sosial terutama pada kehidupan sosial anak remaja di Desa Bonder Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dibuat rumusan masalah yaitu sebagai berikut:

(22)

7

1. Bagaimana dampak penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial pada remaja di Desa Bonder Kecamatan Praya barat Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2022 ?

2. Bagaimana pengawasan orang tua terhadap penggunaan smartphone bagi remaja di Desa Bonder kecamatan Praya Barat kabupaten Lombok Tengah Tahun 2022 ?

C. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Mendeskripsikan bagaimana dampak penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial pada remaja di Desa Bonder Kecamatan Praya barat Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2022.

b. Mendeskripsikan peran pengawasan orang tua terhadap penggunaan smartphone bagi remaja di Desa Bonder kecamatan Praya Barat kabupaten Lombok Tengah Tahun 2022.

2. Manfaat

Manfaat yang di harapakan dari penelitian ini dapat diktagorikan menjadi dua yaitu:

(23)

8 a. Manfaat teoritis

1) Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai dampak pebnggunaan smartphone terhadap interaksi sosial siswa.

2) Secara teoritis manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi untuk pengembangan ilmu komunikasi dan referensi bagi penelitian berikutnya.

b. Manfaat praktis

1) Bagi orang tua dan guru untuk memperhatikan putra putrinya dan siswa siswinya terutama tentang dampak penggunaan smartphone.

2) Bagi penulis adalah untuk dapat mengetahui dampak penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial.

3) Bagi pihak lain dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dalam memecahkan suatu masalah baik, bagi para peneliti maupun orang-orang atau instansi yang menerapkan hasil penelitian tersebut.

(24)

9

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup

Ruang lingkup yang ada di penelitian ini adalah peneliti mencoba menfokuskan pada Dampak Penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial pada remaja. Penelitian ini akan dilkukan pada remaja di Desa Bonder kembatan prya barat kabupaten Lombok tengah .

2. Setting Penelitian

Setting penelitian ini merupakan bagaimana cara peneliti melakukan penelitian dan bagaimana kondisi lokasi penelitian peneliti. Setting penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan cara mendatangi Kadus Desa Bonder untuk menanyakan berapa jumlah karutu keluarga di Desa Bonder dan berapa banyak remaja di Desa Bonder. Lalu peneliti mewawancarai orang tua anak apakah anak mbereka mengunakan smarthphone dan adakah perbedaan interaksi sosial anak mereka sebelum di berikan smarthphone dan sesudah di berikan smarthphone, setelah mewawancara Kadus dan Orang tua, barulah peneliti mewawancarai satu persatu remaja tentang berapa lama mereka mengunakan smarthphone dan Aplikasi apa saja yang sering mereka gunakan.

(25)

10 E. Telaah Pustaka

“Telaah pustaka ini memuat uraian secara sistematis tentang

hasil penelitian terdahulu (prior research) yang relevan dengan persoalan yang akan dikaji.”4

Untuk memberikan penguatan pada penelitian ini, perlu peneliti memberikan beberapa perbandingan dengan peneliti yang terlebih dahulu yang dianggap oleh peneliti memiliki relevansi terhadap topik yang akan peneliti angkat yaitu:

1. Skripsi oleh Nurhikmah Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar 2020, yang berjudul:

“Pengaruh Penggunaan Smartphone Terhadap Interaksi Sosial Murid Kelas Tinggi Mis Rembon Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja”.

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang pengaruh penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial murid kelas tinggi di MIS Rembon Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja. Jenis penelitian yang di gunakan yaitu penelitian kuantitatif dan hasil penelitiannya menyatakan bahwa, penggunaan Smartphone berpengaruh terhadap

4 UIN Mataram, Pedoman Penulisan Skripsi, 2019,hlm. 23

(26)

11

interaksi sosial murid kelas tinggi MIS Rembon Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja.

Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang ditulis oleh Nurhikmah terletak pada dampak yang ditimbulkan smarthpone terhadap interaksi sosial anak. Sedangkan perbedaan peneliti dalam penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif deskriftif yang dimana peneliti menggambarkan hasil penelitian dalam bentu kalimat. Selain teknik penelitian, perbedaan lainnya yang terdapat dalam penelitian ini adalah objek kajian penelitian yakni penelitian yang ditulis oleh Nurhikmah meneliti di kabupaten Tana Troja sedangkan penlitian ini dilakukan di Desa Bonder. Namun penelitian oleh Nurhikmah ini dapat dijadikan acuan peneliti dalam melakukan penelitian ini nantinya.

2. Skripsi oleh Siti Akbari dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negri AR-Raniry Banda Aceh 1440 H/2019 M, yang berjudul: “Dampak Smartphone Terhadap Interaksi Sosial Mahasiswa”.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan Smartphone mahasiswa dan untuk mengetahui apa saja damapak Smartphone terhadap interaksi sosial pada

(27)

12

Mahasiswa. Jenis penelitian yang di gunakan yaitu kualitatif dan hasil penelitian dari Siti akbari. Hasil penelitian yang di tulis oleh Siti Akbari menunjukan bahwa ternyata interaksi yang berlansung antar mahasiswa cenderung kearah asosiatif, artinya mahasiswa memanfaatkan Smartphone untuk melakukan kerjasama dengan mahasiswa lain dengan membentuk grup-grup pada media chating dan media sosial, peneliti tidak menemukan bentuk interaksi yang mengarah kepada bentuk interaksi disosiatif. Dampak yang di timbulkan ada positf dan negatif dalam pengunan Smartphone pada mahasiswa. Adapun dampak positif nya yaitu memudahkan mahasiswa menjalin komunikasi dengan orang yang jarak jauh, dan memudahkan mahasiswa memperoleh informasi secara cepat, dan adapun dampak negatifnya yaitu mahasiswa mengalami disfungsi sosial, intensitas interkasi lansung dengan mahasiswa lain berkurang.

Persaman penelitian ini dengan penelitian yang di tulis oleh Siti Akbari yaitu sama sama mengali tentang pengunaan Smartphone tehadap interaksi sosial dan sama-sama mengunakan teknik penelitian kualitatif. Sedangkan perbedaan peneliti ini dengan peneliti yaitu terdapat pada objek kajian

(28)

13

penelitian yakni penelitian yang ditulis oleh Siti Akbari meneliti pada mahasiswa sedangkan penlitian ini meneliti pada anak remaja serta penelitian ini di laukan di Desa Bonder sedangkan penelitian yang di tulis oleh Siti Akbari di lakukan di Banda Aceh. Namun penelitian oleh Siti Akbari ini dapat dijadikan acuan peneliti dalam melakukan penelitian ini nantinya.

3. Skripsi oleh Dalillah Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah, yang berjudul: “Pengaruh Penggunaan Smartphone Terhadap Perilaku sosial Siswa di SMA di Darussalam Ciputat.”

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian Smartphone terhadap perilaku sosial siswa di Darussalam Ciputat. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode kuantitatif dan hasil penelitian dari Dalillah penggunaan Smartphone terhap perilaku sosial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara smratphne terhadap perilaku siswa. Dari hasil peneliti bahwa perilau siswa masih baik karena dipengaruhi beberapa faktor yaitu banyak siswa yang memanfaat Smartphone sebagaimana mestinya, belajar

(29)

14

menggunakan Smartphone, berkomunikasi dengan aktif secara lansung walaupun sudah mempunyai Smartphone.

Persaman penelitian ini dengan penelitian yang ditulis oleh Dalilah sama-sama membahas tentang penggunaan Smartphone. Sedangkan perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang di tulis oleh Dalilah dalam penelitian ini menggunakn teknik penelitian kualitatif deskriftif yang di mana peneliti mengambarkan hasil penelitian dalam bentuk kalimat. Selain teknik penelitain, perbedaan lainnya yang terdapat dalam penelitian ini adalah pembahasan dalam penelitian yang di tulis oleh Dalillah yaitu membahas tentang pengaruh penggunaan Smartphone terhadap perilku sosial anak sedangkan peneliti dalam penelitian ini berfokus terhadap interaksi sosial anak itu sendiri., dan perbedaan lain nya yaitu objek penelitian yang di mana objek penelitian yang di tulis oleh Dalillah terletak di Darussalam Ciputat sedangkan penelitian ini di lakukan di Desa Bonder.

F. Kerangka Teori 1. Smartphone

a. Pengertian smartphone

(30)

15

Dalam kehidupan sehar-hari istilah smartphone sangat umum disebut. Mulai dari anak-anak, remaja, dan dewasa kata smartphone sudah tidak asing lagi ditelinga.

smartphone dalam kehidupan sehari-sahari pada zaman sekarang bisa dibilang sebagai kebutuhan utama. Karena hampir semua tindakan pada zaman sekarang ini bisa diselesaikan melalui smartphone sehingga tidak heran bahwa benda ini sangat popular diberbagai kalangan.

smartphone adalah salah satu bukti majunya perkembangan didunia teknologi. Dengan adanya smartphone tidak bisa di pungkiri keberadan smartphone yang merupakan salah satu wujud kemajuan dalam bidang teknologi.”5

Smarthphone adalah istilah dari bahasa inggris yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Dalam istilah bahasa Indonesia, smarthphone disebut sebagai ‘acang’.6

Ciri utama yang membedakan smarthphone dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur kebaruan perkembangan teknologi yang digunakan sangat cepat.

5 Sylvie Puspita,”Fenomena Kecanduan Gadget Pada Anak Usia Dini”,(Cipta Media Nusantara, 2020),hlm 13.

6 Ishomuddin “ Pembangunan Sosial Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asen “ (Duta Media Publishing. 2002), hlm 340.

(31)

16

smartphone merupakan inovasi dari teknologi dengan fitur terbaru disertai kemampuan yang lebih. Dalam perkembangannya, istilah smarthphone dinisbatkan kepada smarhphone, komputer khusus, dan laptop canggih (netbook).”7

Dari istilah tersebut dapat dipahami bahwa smartphone adalah alat kecil atau benda yang memiliki pungsi khusus . Pada zaman sekarang ini istilah smartphone sangat popular disemua kalangan karena penggunaannya diberbagai hal dalam kehidupan untuk membantu penggunanya dalam komunkasi dan masih banyak lagi fungsi smartphone dizaman sekarang.

“Tahun 1956 istilah Smartphone teruslah diperbincangkan. Sebuah esai berjudul The Great Gizmo yang tertulis kritikus arsitektur bernama Reyner Banham, mendefinisikan istilah Smartphone sebagai benda dengan karakteristik unik memiliki sebuah unit dengan kemampuan kinerja yang tinggi.”8

7Ibid, hlm 340.

8 Ishomuddin, “Pembangunan Sosial Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asen, “(Duta media Publishing, 2002), hlm 340.

(32)

17

Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa smarthphone adalah benda dengan kemampuan tinggi yang bisa digunakan untuk berbagai hal. Pada zaman dahulu smartphone hanya digunakan untuk berkomunikasi dan mengirim pesan. Berbeda dengan zaman sekarang smarthphone digunakan untuk membantu penggunanya dalam berbagai hal seperti mengakses informasi baik didalam maupun diluar negeri. Selain itu smartphone dizaman ini juga sangat bermanfaat untuk para pembisnis untuk memperluas bisnisnya. smartphone pada zaman sekarang ada berbagai macam bentuk seperti handphone, ipad, laptop, camera digita dan lain-lain.

Dari pengertian menurut para ahli diatas dapat isimpulkan bahwa smartphone adalah suatu alat atau benda yang memiliki pungsi khusus untuk mempermudah penggunanya yang memiliki kemampuan atau kinerja yang tinggi. Namun terlepas dari itu penggunaan smarthphone harus dibatasi apalagi untuk anak dibawah umur.

smarthphone memilki fungsi yang sangat positif jika dimanfaatkan dengan benar. Namun terlepas dari dampak

(33)

18

positif tersebut smarthphone bisa memiliki dampak yang negatif yang dapat membahayakan penggunanya.

b. Dampak Penggunaan smarthphone

Dampak smarthphone di era globalisasi membawa dampak positif dan negatif. Adanya kemudahan dalam mencari informasi, pengetahuan, bisa mendapatkan atau saling berkomunikasi jarak jauh merupakan salah satu dampak positif. Adanya perilaku anak yang kurang bisa bersosialisasi, tidak mengerti sopan santun sebagai dampak tidak pernah bersosialisasi merupakan dampak negatif yang banyak dikeluhkan.9

Adapun dampak negatif penggunaan smarthphone yaitu:

1) Menjadi peribadi tertutup

“Ketika anak telah kecanduan smarthphone pasti akan menganggap perangkat itu adalah bagian hidupnya. Mereka akan merasa cemas bilamana smarthphone tersebut dijauhkan. Sebagian waktunya akan digunakan untuk bermain dengan smarthphone tersebut. Hal itu akan menggangu kedekatan dengan orang tua, lingkungan, bahkan teman sebayanya. Jika dibiarkan saja keadaan ini akan membuat anak menjadi tertutup atau introvert.

9 Sylvie Puspita,” Penomena Kecanduan Gadget Pada Anak Usia Dini,”(Media Nusantara,2020). Hlm 2.

(34)

19 2) Kesehatan otak terganggu

Otak bagian depan seorang anak sebenarnya belumlah sempurna seperti layaknya orang yang sudah dewasa . Menurut para ahli kesehatan otak bagian depan seorang individu matang pada usia 25 tahun.

Sementara fungsi otak bagian depan adalah pusat memerintahkan tubuh untuk melakukan pergerakan dan resptornya yang mendukung otak depan adalah otak bagian belakang yang berfungsi yang menghasilakn hormon dopamine yakni hormone yang menghasilakn perasaan nyaman atau tenang.

3) Kesehatan mata terganggu

Kerja mata saat menggunakan smarthphone adalah menfokuskan dengan teks pada smartphone ataupun tablet hal itu jika dibiarkan akan menyebabakan sakit kepala dan tegang di daerah kelopak mata.

4) Gangguan Tidur

Bagi anak yang kecanduan akan smartphone tanpa adanya pengawasan orang tua dia akan selalu memainkan smartphone itu. Bila itu dilakukan dan

(35)

20

terjadi teru-menerus tanpa adanya batasan waktu maka akan menggangu jam tidurnya.

5) Suka Menyendiri

Ketika anak sudah merasa asyik bermain dengan smarthphone -nya maka mereka merasa itu adalah segalanya. Mereka tidak perduli lagi dengan apapaun yang ada disekitarnya karena yang dibutuhkan adalah bermain dengan smarthphone itupun dilakukannya sendiri tanpa siapapun. Di sekolah ketika anak harus bertemu dengan teman sebaya mereka akan sulit berinteraksi ataupun berkomunikasi secara sehat. Sebab konsentasnya hanyalah kepala smartphone yang menyajikan fantasi yang lebih menarik dari pada harus bergaul. Di kehidupan yang nyata mereka akan kesulitan untuk focus akhirnya jadilah mereka anak yang menyendiri.

6) Perilaku kekerasan

Menurut penelitian perilaku kekerasan yang terjadi pada anak dikarenakan anak sering mengosumsi materi kekerasan baik itu melalui game atau media yang menampilkan kekerasan. Adapun perilaku kekerasan

(36)

21

yang terjadi pada anak karena sebuah proses belajar yang salah dimana proses kebiasan melihat materi yang berulang-ulang akan mengindikasikan perilaku kekerasan.

7) Pudarnya Kreativitas

Dengan adanya smarthphone, kecenderungan anak majadi kurang kreatif lagi. Itu dikarenakan ketika mereka diberi tugas oleh sekolah mereka tinggal browsing internet untuk menyelsaikan tugas itu.

8) Terpapar radiasi

Sebuah smarthphone seperti misalkan laptop sebenarnya memancarkan radiasi namun radiasi ini berfrekuensi rendah. Beberapa pakar kesehatan mengatakan bahwa radiasi smartphone menimbulkan ancaman penyakit seperti tumor otak, kanker, alzheimer dan Parkinson.”10

Selain itu terdapat dua aspek dalam dampak negatif penggunaan smartphone di antaranya :

10Derry Iswidharmanjaya,” Bila SiKecil Bermain Gadget,” (Bisakimia, 2014), hlm 16.

(37)

22 a. Aspek Pskologis

Banyak pesan melaui SMS yang berisi ajakn- ajakn berifat negatif dapat mempengaruhi kondisi pisikologis seseorang. Contohnyayang banyak di temukan adalah peredaran teks, gambar, maupun video yang bersifat pornografi. Mudahnya akses keluar masuk pesan tersebut melalui ponsel membawa dampak negatif, terutama bagi generasi muda sekarang.

b. Aspek Sosial

Salah satu yang sering terjadi adalah tindakan seorang yang memberikan ponsel miliknya dalam hidup atau aktif sehingga mengeluarkan bunyi nyaring. Hal ini jelas ini jelas menganggu konsenterasi serta mengejutkan orang-orang di sekitarnya. Seperti sedang rapat, di rumah sakit, sedang di tempat ibadah dan lain-lain. Selain itu pengguna ponsel sebagi media komunikasi tidak langsung dapat menurunkan kualitas dan kuantitas dari komunikasi (tatap muka). Sering terjadi kesalah

(38)

23

pahaman dalam pemaknaan pesan melalui komunikasi secara tidak langsung.11

Disamping dampak negatif yang terdapat pada smartphone, terdapat Dampak positif penggunaan smarthphone:

a) Menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi. Teknologi selalu berkembang sesuai dengan zaman dan pola piker manusia yang selalu menuju kearah modernisasi.

b) Memudah komunikasi jarak jauh. Untuk membantu siswa yang kesulitan dalam mengerjakan tugas rumah, handphone bisa membantu menghubungi teman yang rumahnya jauh untuk bertanya tugas karna dapat menghemat waktu.

c) Terdapat fitur internet yang dapat membantu siswa menjari mencari informasi, hal ini mempu membantu siswa untuk mencari informasi atau materi pelajaran melalui fitur internet yang terdapat di handphone.

11 Fauza Norhidayah, Sekripsi pengaruh penggunaan handphone dan keterlibatan orang tua terhadap perstari belajar sisiwadi MTsN Tabalong, (Malang UIN Mulana Malik ibarahim malang). 2019

(39)

24

d) Handphone memiliki banyak memory untuk menyimpan banyak data dengan mudah dan dapat dibawa kemana-mana, baik informasi materi pelajaran foto-foto, video, dan informasi tentang buku terbaru. Ini bisa membantu dan mempermudah siswa memahami pelajaran.12

2. Interaksi sosial

Dalam kehidupan bermasyarakat manusia tidak akn pernah terlepas dari interaksi sosial. Karena itulah manusia dikatakan sebagai mahluk sosial karena manusia tersebut tidak akan dapat hidup tanpa manusia lainnya. Manusia yang satu dengan manusia yang lainnya sangat saling membutuhkan mulai dari kehidupan sosial maupun kehidupan ekonomi. Manusia saling membutuhkan, dari sinilah interaksi sosial tersebut. Contohnya seperti seoran g penjual sayur menjual sayurnya kepada ibu rumah tangga dan melaukan tawar menawar disana sudah tercipta interaksi sosial antar individu.

Interaksi sosial adalah hubungan antara dua orang atau lebih yang bersifat kompleks dan dinamis, yang dapat

12 Siti Kendek H, Skripsi Dampak Penggunaan Handphone Terhadap Peroses Interaksi Sosial Dikalangan Mahasisiwa Akademik Sinar Kasih Tana Toraja

(40)

25

saling mempengaruhi terhadap pikiran, perasaan, perkataan dan tindakan seseorang. 13

Menurut George Homans, interaksi sosial ialah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang menjadi pendorong individu lain untuk bertingkah laku.14 Dari pengertian ini dapat dipahami bahwa ineraksi sosial dapat menderong individu untuk bertingkah lau dengan kata lain interaksi sosial dapat menjadi factor pendorong indivdu dalam tingkah lakunya sehari-hari.

Bagaiman bentuk interaksi sosial suatu indvidu tergantung dari dorogan dari individu lainnya. Hal tersebut jelas bahwa interaksi dapat menjadi salah satu factor yang membentuk tingkah laku suatu individu di dalam masyarakat.

“Menurut Kieran Bonner, interaksi sosial ialah suatu hubungan anatar dua orang individu atau lebih yang saling memengaruhi.”15

Dari pengertian menurut Kieran Bonner dapat dipahami bahwa maksud dari interaksi sosial adalah hubungan yang saling mempengaruhi antara dua orang atau lebih. Akibat dari interaksi dua orang atau lebih dapat menimbulkan hubungan didalamnya.

Dari interasi tersebut akan menimbulkan rasa sayang atau bisa juga

13 Suwenda Wayan, “Mengintip Sarang Iblis Moral, “ (Nilacakra, 2018), hlm 46.

14 Mulya, Yuliana dan Nina Andini,”Ilmu Pengetahuan Sosial,”(Penerbit Duta,2019), hlm 76.

15 Ibid, hlm.76

(41)

26

rasa tidak saling menyukai. Karena itulah jika interaksi antar individu atau lebih tidak berjalan baik maka akan menyebabkan perpecahan didalam masyaraat itu sendiri. Begtu pula sebaliknya jika interaksi sosial antar individu atau lebih tersebut berjalan dengan baik maka akan timbul rasa kekeluargaan dan menciptakan lingkungan yang harmonis.

Menurut Soekanto interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan antar orang perorangan, anatara kelompok-kelompok manusia maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Syarat terjadinya intera ksi sosial adalah adanya kontak sosial (social contact) dan adanya komunikasi (communication).16

Dari pengertian menurut para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah hubungan orang perorongan, atau hubungan perindividu atau lebih yang dapat membentuk tingkah laku dan sikap manusia itu sendiri. Sehingga proses interaksi sosial sangat penting dalam pembentukan karakter induvidu tersebut. Jika interaksi sosial tersebut dilakukan dengan orang dengan karakter yang baik maka karakter tersebut akan dapat menulari dan membentuk karakter individu lainnya. Begitu juga sebaliknya, sehingga penting bagi seorang individu untuk memilih dengan

16 Burhan Bungin,” Sosiologi Komunikasi,”(Kencana, 2006), hlm. 55.

(42)

27

siapa interaksi sosial itu akan dilakukan. Melalui interaksi sosial juga akan dapat menambah pengalaman serta pembalajaran untuk seorang individu. Sehingga banyak sekali dampak positif yang ditimbulkan melalui interaksi sosial. Mengingat manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya maka seorang yang tidak memiliki kemampuan berinteraksi sosial dengan orang lain akan dianggap memiliki kelainan secara psikologi.

a. Kontak sosial

“Menurut Soerjono Soekanto, kontak sosial berasal dari

bahasa latin con atau cum (bersama-sama) dan tango (menyentuh), jadi artinya secara harfiah adalah bersama-sama menyentuh.”17 kontak sosial dalam pengertian tersebut berarti lebih luas dimana kontak sosial tidak hanya bisa terjadi ketika individu dengan individu lainnya saling menyentuh. Dizaman sekarang ini banyak sekali alat yang bisa digunakan untuk melakukan kotak sosial tanpa bersentuhan. Interaksi sosial dapat terjalin walaupun tidak menyentuh yakni dengan media telepon, handphone, ataupun laptop.

17 Ibid, hlm. 55.

(43)

28 b. Komunikasi

“Everett berpendapat bahwa komunikasi adalah proses

dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka atau penerima.”18 Faktor utama yang harus dilakukan dalam interaksi sosial adalah komunikasi. Komunikasi tidak hanya dapat dilakukan dengan lisan tetapi juga dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa isyarat yang tentunya individu yang satu dengan indivdu lainnya akan dapat saling mengerti dengan komunikasi tersebut. Selain itu komunikasi juga bisa dilakukan melalui gerak-gerik sehingga dapat dimengerti dengan individu lainnya. Dengan komunikasi interaksi sosial dapat berjalan dengan baik sehingga komunikasi menjadi salah satu dari syarat terjadinya interaksi sosial.

c. Proses-Proses Interaksi Sosial

Menurut Gillin dan Soekanto menjelaskan bahwa ada dua golongan proses sosial sebagai akibat dari interaksi sosial, yaitu proses sosial asosiatif dan proses sosial disosiatif.

18 “Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli, dikutip di www.e-jurnal.com, diakses pada tanggal 1 Jnuari 2022, pukul 23.51.

(44)

29 1) Proses Asosiatif

“Proses asosiatif adalah sebuah proses yang terjadi

saling pengertian dan kerja sama timbal balik antara orang perorang atau kelompok satu dengan lainnya, di mana peroses ini menghasilkan pencapaian tujuan-tujuan bersama.”19

Proses asosiatif ini adalah proses kerjasama untuk memperoleh tujuan bersama biasa dilakukan dalam kerja sama bisnis atau gotong royong dimana saling membantu sama sama lain untuk memperoleh tujuan yang sudah ditetapkan bersama. Proses asosiatif ini tentu saja tidak terlepas dari interaksi sosial didalamnya. Dalam proses asosiatif ini dapat melibatkan komunikasi dan kontak sosial antara dua orang atau lebih untuk berdiskusi didalamnya sehingga memperoleh kesepakatan bersama dan proses asosiatif ini mengarah kepada yang positif.

2) Proses Disosiatif

“Proses sosial disosiatif merupakan proses perlawanan (oposisi) yang di lakukan oleh individu- individu dan kelompok dalam peroses sosial diantara

19 Ibid, hlm. 58.

(45)

30

mereka pada suatu masyarakat.”20 Didalam masyarakat tertentu tentu ada saja konflik yang terjadi bisa disebabkan oleh berbagai macam hal didalamnya. Ineraksi yang tidak baik yang terjadi didalam suatu masyarakat menjadi salah satu penyebab terjadinya konflik didalam suatu masyarakat.

Proses disosiatif ini merupakan kebalikan dari proses asosiatif yang lebih mengarah kepada hal yang positif.

Berbeda dengan disosiatif yang mengarah kepada hal negative berupa pertentangan didalam masarakat yang tentunya akan menyebabkan konflik sosial.

3. Pengawasan Orang Tua a. Pengertian Pengawasan

Pengertian umum pengawasan, menurut Saiful Anwar pengawasan atau control terhadap tindakan aparat pemerintah diperlukan agar pelaksanaan tugas yang telah ditetapkan dapat mencapai tujuan dan terhindar dari penyimpangan- penyimpangan. Pengawasan orang tua terhadap dampak penggunaan smarthphone adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak sebagai proses untuk mengontrol kegiatan penggunaan smartphone pada anak yang

20 Ibid, hlm. 62.

(46)

31

bertujuan agar memudahkan anak menyelesaikan segala kegiatannya.

b. Orang Tua

Menurut Gunarsa dari Soerjono Soekanto dalam bukunya psikologi untuk keluarga mengatakan, “Orang tua

adalah dua indiviu yang berbeda memasuki hidup bersama dengan membawa pandangan , pendapat dan kebiasaan- kebiasaan sehari-hari, maka ada dua individu yang memainkan peranan penting yaitu peran ayah dan peran ibu.

Berdasarkan pemaparan di atas, yang di maksud dengan peranan oleh penulis adalah suatu fungsi atau bagian dari tugas utama yang dipegang kekuasaan oleh orang tua untuk dilaksanakan dalam mendidik anaknya. Peranan disini lebih menitipkan pada bimbingan yang membuktikan bahwa keikutsertaan atau terlibatnya orang tua terhadap anaknya dalam proses belajar sangat membantu dalam menigkatkan konsentrasi anak tersebut.

c. Peran Pengawasan Orang Tua

Dalam kamus besar bahasa Indonesia dijelaskan bahwa orang tua adalah ayah dan ibuk kandung. Apa bila tanpa bimbingan yang terarah adan terpadau dari orang tua,

(47)

32

perkembngan anak akan mengarah pada sisis negatif . Oleh karna itu orang tua di tuntut lebih kereatif dalam mendidik anak menyediakan saran bermain, belajar dan media lainnya yang lebih sehat dan sesuai dengaan masa tumbuh kembang anak mereka, terutama di masa muda mereka di bangu dasar.

Oleh sebab itu peran orang tua sangat penting dalam perkembangan teknologi terhadap anak, orang tua harus cermat dan membimbing dalam penggunaan smartphone, karna pasilitas yang di sdiakan oleh smartphone tidak hanya menimbulkan dampak fositif tetapi juga dapa menimbulakn dampak negatif. Melihat realita saat ini yang terjadi saat ini yang terjadi pada salah satu Desa tyaitu desa Pontianak, tidak sedikit anak yang menggunakan smartphone kurang pandamping dari orang tua mereka pendamping dari orang tua mereka adapun peran keluarga terdiri dari :

1) Orang tua sebagi pelindung 2) Orng tua sebagi pengawas

Menurut Leving dalam Ihroni, mengatakan bahwa pengawasan orang tua adalah suatau keberhasilan anaknya antara lain ditunjukan dalam bentuk perhatian terhadap kegiatan pelajaran disekolah dan menekankan arti penting

(48)

33

pencapaian prestasi oleh sang anak, tapi disamping itu orang tua perlu menghadirkan pribadi sukses yang dapat dijadikan teladan bagi anak. Rindi Kusuma Ada 4 macam gaya pengawasan kepada anak, 4 mcam tersebut adalah:

1) Authoritative Parenting (hangat dan tegas)

Orang tua selalu mengajarkan anaknya untuk bersikap mandiri dan mengerjakan segala hal dengan kemampuannya sendiri.

2) Authoritarian Parenting (kurang mau menerima kemauan anak)

Pengawasan ini menerapkan hukuman kepada sang anak jika anak tersebut melakukan kesalahan dan orang tua juga kurang mau menerima kemauan sang anak.

3) Neglect Parenting (sedikit waktu untuk anak)

Pola asuh ini merupakan pola asuh yang membuat sang anak menjadi berkemamapuan rendah dalam mengontrol emosi dan prestasi di sekolah juga buruk. Membuat anak menjadi kurang bertanggung jawab mudah dihasut. Hal ini karena pola asuh ini terjadi karena orang tua kurangmemiliki waktu dengan sang anak dan lebih mementingkan hal lain daripada anak.

(49)

34

4) Indulgent Parenting (memberikan kebebasan tinggi pada anak)

Pola asuh ini orang tua kurang menanamkan sikap disiplin kepada sang anak, anak bebas memilih sesuai kemampuan anak dan pengawasan ini membuat anak bertindak sesuai apa yang mereka mau dan orang tua hanya membiarkannya tanpa memarahi dan memberi hukuman.21

G. Metode Penelitian

1. Penelitian Kualitatif Deskriptif

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Denzi dan Lincoln menyatakan bahwa

“penelitian kualitataif adalah penelitian yang menggunakan

latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada.” 22

Dari pendapat tersebut dapat dipahami bahwa penelitian kualitatif memiliki maksud menafsirkan fenomena yang ada di lapangan. Penafsiran ini ditafsirkan dengan mendeskripsikan

21 Fred Novari. “Hubungan Pengawasan Orang Tua Dengan Tingkat Putus Sekolah Di Purwosri Kota Metro”. Hlm 6.

22 Albi Anggito dan Johan Setiawan,”Metodologi Penelitian Kualitatif”(CV Jejak, 2018), hlm.7.

(50)

35

hasil temuan dilapngan yang kemudian diperoleh data dalam bentuk kata-kata bukan angka.

“Erickson menyatakan bahwa penelitian kualitatif

berusaha untuk menemukan dan menggambarkan secara naratif kegiatan yang di lakukan dan dampak dari tindakan yang dilakukan terhadap kehidupan mereka.”23 Dari pendapat tersebut penelitian kualitatif dapat difahami sebagai penelitian yang berbentuk naratif berdasarkan data yang diperoleh dilapangan. Jadi penelitian kualitatif ini menarasikan apapun hasil penelitian yang diperoleh dilapangan. Data tersebut dapat diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Pendekatan kualitatif juga dilakukan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah.

Karena itu, sifat penelitian ini adalah naturalistik dan mendasar atau bersifat kealamiahan. Penelitian ini di lakukan untuk mengungkapkan Dampak smarthphone terhadap interaksi sosial anak remaja smarthphone di Desa Bonder.

2. Kehadiran Peneliti

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif. Jadi untuk langsung terjun kelapangan sangat perlu

23 Ibid, hlm. 7.

(51)

36

dan mutlak untuk hadir karena peneliti berbaur dan menyatu dengan subjek penelitian sehingga kehadiran peneliti tidak dapat diwakilkan oleh angket atau tes. Karena seorang peneliti sangat berperan penting dalam keseluruhan penelitian yang di lakukan di lapangan. Karena kehadiran peneliti ini bukan mejadi pengaruh subjek penelitian, tapi guna untuk mendapatkan data yang akurat dengan mengunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.

Kehadiran peneliti dalam penelitian ini sangat penting. Karena peneliti terjun langsung ke lokasi penelitian untuk mencari data yang akurat. Sehingga peneliti mendapatkan data yang valid untuk melakukan pengkajian data yang berkaitan dengan Dampak penggunaan smarthphone terhadap interaksi sosial anak remaja di Desa Bonder

3. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian yang di pilih oleh peneliti adalah Desa Bonder yang terletak di Desa Bonder, Kecamatan Peraya Barat, kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tengara Barat. Alasan peneliti memilih desa tersebut karena peneliti melihat terlalu banyak anak yang terlalu di bebaskan menggunakan smarthphone tanpa ada pengawasan dari orang tua dan peneliti juga melihat kurangnya interaksi sosial anak.

(52)

37 4. Sumber Data

a. Data primer

Menurut Subgiyono “sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.”24 Berdasarkan pernyataan tersebut dapat di simpulkan bahwa data primer adalah data yang diperoleh lansung oleh peneliti ketika melaukan penelitian di lapangan. Berdasarkan pengertian di atas, yang menjadi sumber data primer di dalam penelitian ini yaitu, 3 kepala Dusun di Desa Bonder, orang tua, remaja.

b. Sekunder

“Data sekunder yakni data yang di peroleh dari sumber yang kedua atau sumber sekunder dari data yang dibutuhkan.”25Berdasarkan hal tersebut peneliti berpendapat bahwa data yang paling utama dan yang di paparkan oleh peneliti adalah data primer dan peneliti menarik kesimpulan setelah melakukan perbandingan antara data yang didapat secara perimer dan sekunder. Data primer didapatkan dari hasil wawancara dengan narasumber yaitu remaja dengan

24 Sugiyobbno. Metode Penelitian Manajemen”. (Bandung : Alfabeta). 2014.

Hlm. 376.

25 Rahamdi, “Pengatar Metodologi Penelitian, “, (Banjarmasin: Antasari Pres, Oktober,2011), hlm. 71

(53)

38

pengguna Smartphone pada jenjang SMP di Desa Bonder Kecamatan Praya Barat Kabupatem Lombok Tengah Nusa Tengara Barat.

5. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara atau langkh- langkh yang di gunakan oleh peneliti dalam memperoleh data yang ada di lapangan. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang di gunakan oleh peneliti dalam mendapatkan data di lapangan yaitu:

a. Obsevasi

Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang diperoleh dengan melihat fenomena yang terjadi dilapangan. Melalui observasi ini dapat diperoleh data yang mengenai dampak smarthphone untuk interaksi sosial anak. Dengan mengamati anak yang bermain Smartphone atau ipad mereka diharapkan peneliti dapat mengetahui dampah dari smarthphone gaddalamhal beriteraksi anak di Desa Bonder.

Obsevasi adalah teknik pengumpulan data yang sangat penting di gunakan dalam melakukan penelitian yang di mana peneliti melaukan objek penelitian.

(54)

39

“Observasi merupakan pengamatan terhadap perilaku

seseorang dalam situasi tertentu. Pengamatan tersebut bertujuan untuk melakukan assesmen terhadap permasalahn .”26

Peneliti disini menggunakan obserasi partisipasi yang dimana dalam proses observasi peneliti akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Disini peneliti akan ikut berpartisipasi dan melihat keadaan di lapangan yang kemudian dari situ peneiti memperoleh data.

Dari hasil observasi itu kemudia peneliti menyimpulkan mengenai apa yang terjadi dilapangan tanpa menambah atau mengurangi data sehingga data yang diperoleh valid.

b. Wawancara

Wawancara adalah salah satu teknik pengumpalan data dalam penelitian kualitatif. Menurut Esterberg dalam Sugiyono mengemukakan “beberapa macam wawancara yaitu wawancara terstruktur, semiterstruktur dan tidak terstruktur”.

1) Wawancara tersetruktur (Structured interview)

26 Salis Yuniardi,” Teori Dan Aplikasi Pisikologi,”( Universitas Muhammadiyah Malang, 2018), hlm. 3.

(55)

40

Menurut Sugiyono ”wawancara tersetruktur digunakan

sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpulan data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.

2) Wawancara semiterstruktur (Semistructure Interview) Sugiyono menjelaskan bahwa ”Jenis wawancara ini

sudah temasuk dalam kategori in-dept interview, di mana dalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur.

3) Wawancara terberstruktur (unstructured interview) Sugiyono mengatakan ”wawancabra tidak terstruktur,

adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pemonan wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.27

Dalam penelitian ini peneliti akan meggunakan wawancara tidak terstruktur di mana peneliti tidak terpaku pada pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis. Dengan wawancara tidak tersetruktur ini

27 Sugiyono. Metode Penelitian kuantitatif, kualitatif Dan R&bD. (Bandung:

Alfabeta). 2015. Hlm 233.bbb

(56)

41

pewancara memberikan pertanyaan yang sama kepada narasumber, dan pengumpulan data mencatat dan merekam suara. Pihak yang akan di wawancarai yaitu remaja, kepala Dusun Desa Bonder. Wawancara didalam penelitian ini dilakukan kepada kepada anak dan orang tua remaja untuk memperoleh data mengenai Dampak Penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial.

c. Dokumentasi

“Menurut Gottschalk menyatakan bahwa dokumen (dokumentasi) dalam pengertiannya yang lebih luas berupa setiap proses pembuktian yang didasarkan atas jenis sumber apapun, baik itu yang bersifat tulisan, bgambaran, atau arkeologis.”28 Dokumen di gunakan untuk mendukung dan menambah bukti yang diperoleh dari sumber yang lain minsalnya kebenaran data hasil wawancara.

Dokumen yang di pakai pada penelitian ini berupa arsip- arsip yang berkaitan dengan penyusunan sekripsi ini dan data anak remaja yang menggunakan Smartphone menggunakan Smartphone dari hasil obsevasi secara lansung.

28 Ibid, hlm 90.

(57)

42 6. Teknik Analisis Data

“Nasution mengatakan analisis data adalah peroses menyusun, mengkata gorikan data, mecarai pola atau tema, dengan maksud untuk memahami maknanya.”29 Dalam teknik analisi data ini yang dilaukan oleh peneliti adalah mulai dari menelaah data yang terkumpul baik melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.

a. Reduksi Data

“Reduksi data merupakan kegiatan merangkum, memilih yang pokok, mempokuskan pada hal-hal yang penting, mencari pola dan tema data.”30 Dalam hal ini peneliti merangkum data sehingga mempokuskan pada hal yang penting tentang Dampak penggunaan Smartphone terhadap interaksi sosial .smartphone

Peneliti melakukan penyaringan data-data yang telah dikumpulkan, sehingga dapat mempermudah penelitian dalam mengumpulkan data terkait Dampak penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial.

b. Penyajian Data

29 Wayan Suwendra,” Metodelogi Penelitian Kualitatif”

30 Mardawani,”Praktis Penelitian Kualitatif”(Grup Penerbitan CV Budiutami), hlm.66.

(58)

43

Penyajian data yaitu kegiatan menampilkan data dari hasil penelitian. “Penyajian data bisa di laukan dalam bentuk uraian, bagian, hubungan antara katagori, flowchart, dan sejenisnya.”31 Karena penelitian ini merupakan penelitian kualitatif maka penyajian data berbentuk uaraian secara deskriftif mengenai data yang diproleh dilapangan yang berkaitan dengan rumusan maslah.

Berdasarkan penjelasan diatas, dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan penyajian data dalam bentuk naratif. Peneliti akan melakukan rangkuman atau uraian singkat dan menguraikan kata-kata yang berkaitan degan Damapak penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial.

c. Verifikasi Data

Setelah mereduksi data dan mengklasifikasinya, langkah yang kemudian di lakukan adalah verifikasi data, yaitu mengecek kembali data-data yang sudah terkumpul untuk mengetahui ke absahan datanya. Dalam tahap verifikasi ini peneliti menarik kesimpulan dan verifikasi data yang didapat dilapangan. Kesimpulan yang didapat

31 Sugiono, “Metode Penelitian Kualitatif”, (Bandung: Alfabeta, Desember, 2015, hlm. 249.

(59)

44

diawal berubah jika data yang didapat belum valid. Peneliti meneliti dilapangan dan mengumpulkan data kembali untuk mendapatkan kesimpulan yang valid.

7. Keabsahan Data

Untuk membuktikan hasil penelitian yang di dapatkan oleh peneliti apakah penelitian itu sesuai dengan peroses peroses penelitian dan kenyataan yanga ada di lapangan, maka di perlukan ke absahan data untuk membuktikan apakah sesuai dengan peroses penelitian dan kenyaatan yang ada di lapangan.

Supaya mendapatkan data yang valid maka peneliti mengunakan teknik uji keabsahan data dengan mengunakan teknik Tringulansi. “ Triangulasi dapat dilakukan dengan teknik

yang berbeda-beda yaitu wawancara, observasi, dan dokumen.

Tringulasi ini selain digunakan untuk mengecek keabsahan data juga dilakukan untuk memperkaya data.”32

Dengan teknik triangulasi data maka membantu peneliti untuk memperoleh data yang benar-benar valid. Ada beberapa teknik triangulasi yang dapat dilakukan dalam hal ini peneliti menggunakan teknik triangulasi waktu. Teknik traiangulasi

32 Bachtiar,” Mendesain Penelitian Hukum”, ( Grup Penerbitan CV Budi Utami:

2021), hlm. 117.

(60)

45

waktu ini dimana peneliti kmbali ke lapangan diwaktu yang berbeda untuk memperoleh data tentu saja terkait dengan data yang diteliti. Kemudian jika terjadi pebedaan hasil data yang diperoleh dilapangan maka harus dikaji lebih jauh lagi agar data yang diterma valid dan benar adanya.

(61)

46 BAB II

PAPARAN DATA DAN TEMUAN

A. Gambaran umum lokasi penelitian Desa Bonder 1. Sejarah Kelurahan Desa Bonder.

Sejarah berdirinya Desa Bonder karna adanya proses pemekaran Desa dengan Desa Penujak (Desa Induk) sehingga sekarang ini menjadi bagian 10 Desa yang ada diwilayah kecamatan praya barat kabupaten Lombok Tengah. Pemekaran Desa Bonder di mulai sejak tahun 1969 setelah Desa penujak dimekarkan menjadi dua Desa yaitu Desa Tanak Awu dan Desa Pengembur.

2. Geografis Desa Bonder

Desa bonder terletak di sebelah selatan ibukota kecamatan praya barat yaitu penujak dan sebelah selatan dari kota praya yang menjadi ibuk kota kabupaten Lombok tengah.

Jarak tempuh ke ibukkota kabupaten adalah 10 KM. Dengan rata-rata perjalanan dalam waktu tempuh 20 menit. Dan jarak tempuh ke ibuk kota propinsi adalah 40 KM dengan waktu tempuh 45 menit dengan batas- batas sebagi berikut:

c. Sebelah Utara : Desa Penujak Kecamatan praya barata

(62)

47

d. Sebelah Selatan : Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat e. Sebelah Barat : Desa tanak Rarang dan Desa Setanggor

Kecamatan Praya Barat

f. Sebelah timur : Desa Kateng Kecamatan Praya Brat

Kantor Kepala Desa Bonder berada diwilayah dusun Asem sekaligus sebagai pusat pemerintahan desa yang mempunyai luas wilayah 7,20 Km(7.200 Ha) yang sebagian besar merupakan tanah sawah pertanian seluas 610 Ha, lahan pemukiman seluas 50 Ha dan lain-lain seluas 60 Ha.

3. Visi dan Misi Desa bonder

Penyusunan Visi Desa Bonder ini di lakukan dengan pendekatan partisbipatif, melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan bi desa bonber seperti pemerintah Desa, BPD, Tokoh masyarakat desa dan masyarakat desa pada umumnya.

Pertimbangan kondisi eksternal di desa seperti satuan kerja wilayah pembangunan di kecamatan praya barat memiliki sector pertanian, maka berdasarkan pertimbangan di atas visi Desa Bonder adalah: Terwujudnya Desa Bonder yang aman, berbudaya dan berdaya saing

Dari visi Desa Bonder tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

(63)

48 a. Bidang Pembangunan

1) Menigkatkan Infrasturktur bidang peranian melalui pembukaan akses jalan serta pembuatan irigasi teknis menuju areal pertanian.

2) Menigkatkan pembinaan kelompok tani sebagai wadah membangun kerja sama antar anggota dan kelompok.

3) Membangun tempat pembuangan sampah serta memngangkat petugas angkut sampah.

4) Menigkatkan status jalan antar desa (Kentawang,selong paok ke pandan indah , bagek-nur, mangkung, barebelek , batu mulut, setanggor).

5) Membangun Tugu/Gampura Dusun di masing-masing Dusun.

b. Bidang Pemerintahan

1) Menjalan kan Fungsi manajemen Pemerintahan dengan baik.

2) Menjalankan tugas dengan penuh disiplin, amanah, pelayanan yang mudah dan cepat dan ramah

3) Keterbukaan informasi public melalui pusat Informasi Desa

(64)

49

4) Tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada kepala dusun terutama pada persoalan penyelsaian maslah yang timbul tengah masyarakat

c. Bidang Keamanan

1) Menigkatkan keamanan melalui pemasangan lampu jalan, dusun dan kuburan

2) Membentuk dan membina pos ronda di setiap Dusun 3) Membina dan menigkatkan peran fungsi BKD

4) Menjalin hubungan kerjasama antar desa di bidang keamanan

5) Menjalain hubungan antara pemerintah Desa dengan pihak aparat penegak hukum dan melakukan pendampingan terhadap masyarakat yang tersandung hukum.

d. Bidang kesehatan

1) Tersedianya fasilitas transportasi kesehatan (Ambulance Desa)

2) Membentuk Desa yang bersih aman dan nyaman 3) Memberikan jaminan kesehatan dan tenaga kerja bagi

perangkat Desa.

4) Memberikan reword bagi petugas kesehatan

(65)

50

5) Memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat lansia miskin.

e. Bidang sosial budaya dan kemasyarakatan 1) Melestarikan adat dan budaya local Desa

2) Membentuk forum adat melalui pembinaan dan membentuk awiq-awiq Desa

3) Menigkatkan kinerja karang taruna

4) Memfungsikan lembaga PKK sebagai wadah ibu-ibu serta terbentuknya masyarakat yang madani

5) Menjalin hubungan yang antar lembaga pendidikan forma serta informal dan berfungisinya lembaga- lembaga yang ada di Desa.

Gambar

Tabel 2. 2 Tingkat Pendidikan Penduduk Desa Bonder Tabel 2. 3 Jumlah Anak Usia Remaja Desa Bonder  Tabel 2
Tabel 2. 6 Jumlah Penduduk Desa Bonder  g. Tingkat Pendidikan Penduduk
Tabel 2. 7 Tingkat Pendidikan Penduduk Desa Bonder 33
Tabel 2. 8 Jumlah Anak Usia Remaja Desa Bonder 34
+3

Referensi

Dokumen terkait

negatif yang ditimbulkan dari penggunaan smartphone secara berlebihan dengan melihat dari sudut pandang orang tua dan anak remaja sebagai salah satu pemecahan.

Berdasarkan hasil penelitian pada R dan S yang dilakukan peneliti maka hasil dari penelitian yang berjudul dampak bermain smartphone pada interaksi sosial anak usia 5-6

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang pengendalian sosial oleh orang tua dalam penggunaan smartphone pada anak yang masih bersekolah di Madrasah

Menurut deskripsi data yang dicantumkan sebelumnya, mahasiswa/i Prodi S1 Teknik Informatika mengatakan bahwa dampak negatif yang mereka alami dari penggunaan

dengan kekerasan verbal paling banyak didapat oleh anak dari orang tua mereka.. Bahkan tanpa disadari setiap harinya orang tua melakukan pada

Menurut wawancara yang saya lakukan kepada salah seorang murid SLB dia baru sebulan masuk sekolah SLB. Kelihatan sekali perbedaan diantara mereka, anak yang baru masuk itu

1) Orang tua dalam penelitian ini adalah informan memberikan fasilitas smartphone dan internet kepada anak dengan alasan agar anak tidak ketinggalan jaman.. dan

Selain memiliki dampak negatif dari peserta didik dengan menggunakan smartphone secara berlebihan, terdapat juga dampak positif bagi peserta didik jika penggunaan smartphone yang baik