BAB III PEMBAHASAN
B. Pengawasan Orang Tua
Smartphone memang sudah menjadi bagian kehidupan dari masyarakat. Penggunaan smartphone sudah dilakukan disemua kalangan termasuk anak-anak. Pada pembelajaran sekolah pun anak-anak dituntut untuk
106
menggunakan smartphone untuk menambah wawasan terutama pada zaman sekarang ini. Oleh karena itu pengawasan orang tua sangat dibutuhkan untuk mengawasi apa saja yang dilakukan oleh anak ketika menggunakan smartphone.
Menurut Leving dalam Ihroni, mengatakan bahwa pengawasan orang tua adalah suatau keberhasilan anaknya antara lain ditunjukan dalam bentuk perhatian terhadap kegiatan pelajaran disekolah dan menekankan arti penting pencapaian prestasi oleh sang anak, tapi disamping itu orang tua perlu menghadirkan pribadi sukses yang dapat dijadikan teladan bagi anak.
Berdasarkan hasil temuan peneliti dilapangan, dari tiga cara pengawasan orang tua yang peneliti tanyakan kepada orang tua anak di Desa Bonder yaitu:
a. Pengawasan secara langsung
Pengawasan secara langsung dilakukan oleh orang tua untuk mengawasi anak secara dekat sehingga anak tidak melakukan tindakan berlebih dalam penggunaan smartphone.. Orang tua bisa menemanin anak mereka di saat anak mereka sedang menggunakan smartphone
107
sehinga dia bisa menggontrol anak mereka dalam penggunaan smartphone..
Dalam wawancaranya peneliti mendapati bahwa anak tidak diawasi secara langsung oleh orang tua mereka. Orang tua tidak melihat secara lansung apapun yang dilakukan oleh anak ketika menggunakan smartphone. orang tua terlalu membebaskan anak mereka dalam penggunaan smartphone.. Mereka tidak melakukan pengawasan secara lansung, mereka cukup memberikan anak mereka smartphone. tanpa haru melakukan pengawasan terhadapa anak mereka.
b. Pembatasan waktu
Pembatasna waktu dilakukan oleh orang tua untuk anak mereka supaya tidak menggunakan smartphone.
berlebih. Sehingga anak dapat menjaga kesehatan agar tidak hanya duduk diam dengan smartphone.
Pembatasan ini juga hanya untuk penggunaan smartphone dalam mengertiakan tugas sekolah, jadi anak hanya memiliki waktu untuk bermain lebih sedikit.
108
Orang tua harus dapat mengontrol waktu dan frekuensi penggunaan smartphone pada anak uisa sekolah. Waktu dan frekuensi yang disarankan bagi anak sekolah dalam bermain smartphone harus kurang dari 40 menit/sehari dan ferekuensi 3 kali/sehari dan 1- 3 hari/ mingu.96
Tetapi di sini peneliti tidak mendapatkan bahwa orangtua membatasai waktu anak nya dalam meggunakn smartphone peneliti di sini mendaptkan bahwasanya anak anak di Desa Bonder di bebaskan dalm penggunaan smartphone tanpa ada batasan waktu sama sekali dari orangtuanynya. Dikarnakan orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga mereka tidak ada waktu untuk mengontol atau membatasi anak mereka dalam penggunaan smartphone.
c. Pengawasan jauh
Pengawasan jauh dilakukan dengan cara melihat apa saja yang dibuka oleh anak ketika menggunakan internet dengan melihat situr-situs yang dibuka ataupun
96 Sibyan, “Pengawasan Orang Tua Dalam Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini Selama Masa Pandemi Covid-19,”(Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini ), Vol 7, No 2, Desember 2022.
109
melihat apa saja aplikasi yang sudah dibuka oleh anak.
Meskipun tidak diawasi secara langsung orang tua tetap tahu apa saja yang dilakukan oleh anak ketika menggunakan smartphone. Drai hasil penelitian yang di lakukan oleh peneliti bahwasanya orang tua anak sama sekali tidak ada pengawsan yang dia lakukan mereka membebaskan anak mereka menggunakan smartphone tanpa dan pengawsan yang dia lakukan atau mengecek apa saja yang anak mereka buka di smartphone
Dari penjelasan diatas peneliti dapat mnyimpulkan bahwasanya rat-rat orang tua anak re di Deas Bonder tidak melakukan pengawasan terhadap anak mereka dalam penggunaan smartphone. Cara diatas tidak sesuai dengan teori dari Rindi kusuma tentang 4 gaya pengawasan anak yaitu “ hangat dan tegas, kurang mau menerima kemauan anak, sedikit waktu untuk anak dan memberikan kebebasan tinggi pada anak”. Dari 3 macam cara pengawasan orang tua yang peneliti tanyakan kepada orantua anak di desa Bonder seperti yang dijelaskan diatas peneliti tidak menemukan pengawasan yang dilakaukan orang tua
110
anak di Desa Bonder. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang terdapat pada jurnal Susanti tentang “peran orang
tua sebagai pada pengawasan penggunaan smartphone”.
Dalam jurnalnya dijelaskan bahwa peran orangtua sebagai pelindung dan pengawas anak.
Berdasakan penjelasan diatas peneliti dapat menyimpulkan tidak bahwa sebagian besar orang tua di desa Bonder tidak melakukan pengawasan secara lansung terhadap anak merka dan tidak melaakukan pengawasan jarak jauh dan tidak membatasi waktu anak mereka dalam penggunaan smartphone, rata rat orang tuan anak di Desa Bonder terlalu melalaikan anak-anak mereka dalam menggunakan smartphone meraka terlalu percaya kepada anak mereka dan mereka terlalu menuruti kemauan atau keingginan anak mereka.
111 BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak smartphone terhadap kurangnya interaksi sosial pada anak dan Bagaimana pengawasan Orang tua terhadap Damapak penggunaan smartphone terhadap kurang nya interaksi sosial, yang di mana anak remaja lebih banyak menghabiskan waktunya bersama smartphone daripada dengan orang-orang sekelilingnya dan bagaimana cara orangtua mengantisipasi pengguna smartphone.
Smartphone membawa dampak negatif dan positif bagi para penggunanya. Dampak positif yang di timbulkan:
1. Memudahkan dalam berkomunikasi 2. Memudahkan dalam belajar
Dampak negatif yang di timbulkan ialah:
1. Kecanduan game online sehingga membuat anak males untuk keluar rumah bermian dengan teman sebayanya.
2. Ganguan tidur
3. Meniru hal-hal yang buruk
4. Merenggangkan hubungan interaksi sosial
112
Sedangkan cara-cara mengantisipasi pengguna smartphone ialah dengan: membatasi diri dalam penggunaan smartphone, menghapus aplikasi yang membuat kecanduan smartphone di ganti dengan membaca buku-buku, lebih banyak berinteraksi dengan teman.
Peengawasan orangtua terbagi menjadi tiga bagian yaitu 1. Pengawasan lansung
2. Pengawasan waktu 3. Pengawasan jarakjauh B. Saran
Berdasarkan hasil dari kesimpulan yang telah di rumuskan sebelumnya maka peneliti memberikan masukan berupa saran sebagi berikut:
1. Bagi anak remaja
a. Untuk mengurangi ketergantunagn terhadap smartphone pada anak remaja menambah interaksi lansung (tatap muka).
b. Disarankan agar anak remaja dapat lebih bijak dalam menggunakan smartphone telekomunikasi, supaya dapat memberikan pengaruh yang bersipat positif bagi diri sendiri serta kehidupan sosial.
113 2. Bagi peneliti selanjutnya
Melakukan kajian lebih mendalam terkait dengan dampak smartphone terhadap kuranya interaksi sosial pada lingkungan ataupun yang lain.
3. Bagi orang tua
Untuk lebih mengawasi putra putrinya dalam penggunaan smartphone.
114
DAFTAR PUSTAKA
Albin Anggito dan Johan Setiawan,” Metodologi Penelitian Kualitatif,” ( CV Jejak, 2018).
Bachtiar, “ Mendesain Penelitian Hukum,” (Grup Penerbitan CV Budi Utami: 2021).
Cosmas Gatot Haryono,” Ragam Metode Penelitian Kualitatif Komunikasi” ( CV Jejak, Anggota IKAPI, 2020).
Darry Iswidharmanjaya, “Bila Si Kecil Bermain Smartphone,”
(Bisakimia, 2014).
Detikinet, dikutip di https://m.detik.com diakses pada tanggal 8 Januari 2022, pukul 21.20.
Harmaizar Zaharuddin,” Media Potensi Wirausah, ( CV Dian Anugrerah Praksa,2006).
Ishomuddin,” Pembangunan Sosial Dalam Menghadapai Masyarakat Ekonomi Asen,” ( Duta Media Publishing).
Maulidya Ulfah, “ Digital Parenting,” (Edu Publisher, 2020).
Mawardani,” Praktis Penelitian Kualitatif” (Grup Penerbit CV Budiutami).
Mulya, Yuliana dan Nina Andini,” Ilmu pengetahuan Sosial, “( Penerbit Duta, 2019).
Pengertain Komunikasi Menurut Para Ahli, dikutip di www.e-jurnal.com, diakses pada tanggal 1januari 2022, pukul 23.51.
Putri Hana Pebriani, “ Jurnal pendidikan Anak Usia Dini, “ Analisis Penggunaan Smartphone Terhadap kemampuan Interaksi Sosial Pada Anak Usia Dini,” Vol. 1 lssue 1(2017).
Rahamdi. “Pengantar Metodologi Penelitian”. (Banjarmasin: Antasari Pres Oktober, 2011).
115
Salis Yuniardi,” Teori Dan Aplikasi Pisikologi,” ( Universitas Muhammadiyah Malang, 2018).
Sibyan, “Pengawasan Orang Tua Dalam Penggunaan Smartphone Pada Anak Usia Dini Selama Masa Pandemi Covid-19,”(Jurnal
Pendidikan Anak Usia Dini ), Vol 7, No 2, Desember 2022.
Sugiono,”Metode Penelitian Kualitatf,” (Bandung: Alfabeta, Desember, 2015).
Suwenda Wayan, “Mengintip Sarang Iblis Moral, “(Nilacakra, 2018).
Syafrudin,” Sosial Budaya Dasar,” ( Trans Info Media, Jakarta, 2009).
Sylvie Puspita,” Penomena Kecanduan Smartphone Pada Anak Usia Din,” (Cipta Media Nusantara, 2020).
Umi Romayati Keswara, “ Perilaku Penggunaan Smartphone Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja,”(Holistik Jurnal kesehatan), Vol 13, No 3, September 2019.
Witarsa Ramdhan. “Pengaruh Smartphone Terhadap Kemampuan interaksi Sosial Siswa
USekolah Dasar. “Vol, Vl, No 1, Februari 2018.
116
LAMPIRAN
117 Lampiran 1 Dokumentasi
118
119 Lampiran 2. Kartu Konsul
120
121
122 Lampiran 3. Surat Rekomendasi
123