• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendahuluan

Dalam dokumen STANDAR PERENCANAAN IRIGASI (Halaman 57-63)

BAB II JARINGAN IRIGASI

3.1 Pendahuluan

Proses pembangunan irigasi dilakukan secara berurutan berdasarkan akronim SIDLACOM untuk mengidentifikasi berbagai tahapan proyek. Akronim tersebut merupakan kependekan dari :

S - Survey (Pengukuran/Survei) I - Investigation (Penyelidikan) D - Design (Perencanaan Teknis)

La - Land acquisition (Pembebasan Tanah) C - Construction (Pelaksanaan)

0 - Operation (Operasi)

M - Maintenance (Pemeliharaan)

Akronim tersebut menunjukkan urut-urutan tahap yang masing-masing terdiri dari kegiatan-kegiatan yang berlainan. Tahap yang berbeda-beda tersebut tidak perlu merupakan rangkaian kegiatan yang terus menerus mungkin saja ada jarak waktu di antara tahap-tahap tersebut.

Perencanaan pembangunan irigasi dibagi menjadi dua tahap utama yaitu Tahap Perencanaan Umum (studi) dan Tahap Perencanaan Teknis (seperti tercantum dalam Tabel 3-1.). Tabel 3-1. menyajikan rincian S-1-D menjadi dua tahap. Tahap Studi dan Tahap Perencanaan Teknis. Masing-masing tahap (phase) dibagi menjadi taraf (phase), yang kesemuanya mempunyai tujuan yangjelas.

Tahap Studi merupakan tahap perumusan proyek dan penyimpulan akan dilaksanakannya suatu proyek. Aspek-aspek yang tercakup dalam Tahap Studi bersifat teknis dan nonteknis.

38 Kriteria Perencanaan- Perencanaan Jaringan lrigasi

Tahap Perencanaan merupakan tahap pembahasan proyek pekerjaan irigasi secara mendetail Aspek-aspek yang tercakup disini terutama bersifat teknis. Dalam subbab 3.2 dan 3.3 Tahap Studi dan Tahap Perencanaan dibicarakan secara lebih terinci.

Pada Tabel 3-1. diberikan ciri-ciri utama masing-masing taraf persiapan proyek irigasi. Suatu proyek meliputi seluruh atau sebagian saja dari taraf-taraf ini bergantung kepada investasi/modal yang tersedia dan kemauan atau keinginan masyarakat serta pengalaman mengenai pertanian irigasi di daerah yang bersangkutan. Lagi pula batas antara masing-masing tahap bisa berubah-ubah:

Seluruh taraf pengenalan bisa meliputi inventarisasi dan identifikasi proyek;

sedangkan kegiatan-kegiatan dalam studi pengenalan (reconnaissance study) detail mungkin bersamaan waktu dengan kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam ruang lingkup studi prakelayakan;

Studi kelayakan detail akan meliputi juga perencanaan pekeijaan irigasi pendahuluan.

Sesuai dengan Undang-undang Sumber Daya Air bahwa dalam wilayah sungai akan dibuat Pola Pengembangan dan Rencana Induk wilayah sungai, terkait dengan hal tersebut pada kondisi wilayah sungai yang belum ada Pola Pengembangan dan Rencana Induk, tetapi sudah perlu pengembangan irigasi, maka pada tahap studi awal dan studi identifikasi hasilnya sebagai masukan untuk pembuatan pola pengembangan wilayah sungai. Namun jika pola pengembangan wilayah sungai sudah ada, maka tahap studi awal dan studi identifikasi tidak diperlukan lagi.

Rencana induk (master plan) pengembangan sumber daya air di suatu daerah (wilayah sungai, unit-unit administratif) dimana irigasi pertanian merupakan bagian utamanya, dapat dibuat pada tahapan studi yang mana saja sesuai ketersedian dana.

Akan tetapi biasanya rencana induk dibuat sebagai bagian (dan sebagai hasil) dari studi pengenalan. Pada Gambar 3-1 diberikan ilustrasi mengenai, hubungan timbal balik antara berbagai taraf termasuk pembuatan Rencana Induk.

Penahapan Perencanaan lrigasi 39

Tabel3-l.PenahapanProyek

T AHAP/T ARAF CIRI - CIRI UT AMA

TAHAPSTUDI

Pemikiran untuk pengembangan irigasi pertanian dan perkiraan luas STUDIAWAL daerah irigasi dirumuskan di kantor berdasarkan potensi

pengembangan sungai, usulan daerah dan masyarakat.

- Identifikasi proyek dengan menentukan nama dan luas; garis besar skema irigasi alternatif; pemberitahuan kepada instansi-instansi pemerintah yang berwenang serta pihak-pihak lain yang akan STUDI IDENTIFIKASI (Pola) dilibatkan dalam proyek tersebut serta konsultasi publik

masyarakat.

- Pekeijaan-pekeijaan teknik, dan perencanaan pertanian, dilakukan di kantor dan di lapangan.

- Kelayakan teknis dari proyek yang sedang dipelajari.

- Komponen dan aspek multisektor dirumuskan, dengan menyesuaikan terhadap rencana umum tata ruang wilayah.

- Neraca Air (Supply-demand) yang didasarkan pada Masterplan Wilayah Sungai.

- Perizinan alokasi pemakaian air (sesuai PP 20 tahun 2006 tentang irigasi pasal 32).

STUDI PENGENALAN - Penjelasan mengenai aspek-aspek yang belum dapat dipecahkan /STUD I PRAKELA Y AKAN selama identifikasi.

(Masterplan) - Penentuan ruang lingkup studi yang akan dilakukan lebih lanjut.

- Pekeijaan lapangan dan kantor oleh tim yang terdiri atas orang- orang dari berbagai disiplin ilmu.

- Perbandingan proyek-proyek alternatif dilihat dari segi perkiraan biaya dan keuntungan yang dapat diperoleh.

- Pemilihan alternatif untuk dipelajari lebih lanjut.

- Penentuan pengukuran dan penyelidikan yang diperlukan.

- Diusulkan perizinan alokasi air irigasi.

STUDI KELAYAKAN - Analisa dari segi teknis dan ekonomis untuk proyek yang sedang dirumuskan.

40 Kriteria Perencanaan- Perencanaan Jaringan Irigasi

T AHAP/T ARAF CIRI- CIRI UTAMA

- Menentukan batasan/definisi proyek dan sekaligus menetapkan prasarana yang diperlukan.

- Mengajukan program pelaksanaan.

- Ketepatan yang disyaratkan untuk aspek-aspek teknik serupa dengan tingkat ketepatan yang disyaratkan untuk perencanaan pendahuluan.

- Studi Kelayakan membutuhkan pengukuran topografi, geoteknik dan kualitas tanah secara ekstensif, sebagaimana untuk

perencanaan pendahuluan.

TAHAPPERENCANAAN

- Foto udara (jika ada), pengukuran pada topografi, penelitian kecocokan tanah.

PERENCANAAN

- Tata letak dan perencanaan pendahuluan bangunan utama, saluran PENDAHULUAN dan bangunan, perbitungan neraca air (water balance). Kegiatan

kantor dengan pengecekan lapangan secara ekstensif.

- Pemutakhiran perijinan alokasi air irigasi.

- Pengusulan garis sempadan saluran.

PERENCANAAN DETAIL - Pengukuran trase saluran dan penyelidikan detail geologi teknik.

AKHIR - Pemutakhiran ijin alokasi air irigasi.

- Pemutakhiran garis sempadan saluran.

Strategi nasional dan propinsi kriteria dan pertimbangan pertimbangan khusus

0

Rencana wilayah atau induk

Kegiatan perencanaan atau induk

(~.,...__

___ )

Penahapan Perencanaan lrigasi 41

Keputusan

Pol a

Study kelayakan dan

penyaringan proyek

Pemilihan proyek sederhana pasti

bagi perlengkapan dan pelaksanaan

Hasil kegiatan dan keputusan ( garis yang lebih tebal menunjukan- urutan persiapan pokok)

Gambar 3-1. Daur/Siklus Proyek

42 Kriteria Perencanaan- Perencanaan Jaringan lrigasi

Uraian lain mengenai teknik dan kriteria yang memberikan panduan dalam Tahap Studi, diberikan dalam pedoman perencanaan dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Bina Program dan buku-buku petunjuk perencanaan. Buku-buku Standar Perencanaan lrigasi memberikan petunjuk dan kriteria untuk melaksanakan studi dan membuat perencanaan pendahuluan dan perekayasaan detail baik Tahap Studi maupun Tahap Perencanaan Teknis akan dibicarakan dalam pasal-pasal berikut ini, agar para ahli irigasi menjadi terbiasa dengan latar belakang dan ruang lingkup pekerjaan ini, serta memberikan panduan yang jelas guna mencapai ketelitian yang disyaratkan.

Instansi-instansi yang terkait dimana data-data dapat diperoleh Data-data dapat diperoleh dari instansi-instansi berikut

BAKOSURTANAL: untuk peta-peta topografi umum dan foto-foto udara.

Direktorat Geologi: untuk peta-peta topografi dan peta-peta geologi

Badan Meteorologi dan Geofisika: untuk data-data meteorologi dan peta-peta topografi.

Puslitbang Sumber Daya Air, Seksi Hidrometri: untuk catatan-catatan aliran sungai dan sedimen, data meteorologi dan peta-peta topografi.

DPUP: untuk peta-peta topografi, catatan mengenai aliran sungai, pengelolaan air dan catatan-catatan meteorologi, data-data jalan danjembatan, jalan air.

Dinas Tata Ruang Daerab: informasi mengenai tata ruang

PLN, Bagian Tenaga Air: untuk peta daerab aliran dan data-data aliran air.

Puslit Tanab: Peta Tata Guna Laban

Departemen Pertanian: untuk catatan-catatan mengenai agrometeorologi serta produksi pertanian.

Balai Konservasi laban dan hutan: informasi laban kritis

Biro Pusat Statistik (BPS): untuk keterangan-keterangan statistik, kementerian dalam negeri, agraria, untuk memperoleh data-data administratif dan tata guna tanah.

Penahapan Perencanaan lrigasi 43

Balai Wilayah Sungai: informasi kebutuhan air multisektor Bappeda: untuk data perencanaan dan pembangunan wilayah Kantor proyek (Jika ada)

Dalam dokumen STANDAR PERENCANAAN IRIGASI (Halaman 57-63)