• Tidak ada hasil yang ditemukan

JEFFERSON MAUSAR MANDIRI

Mahkamah Agung Republik Indonesia

B. DALAM POKOK PERKARA

I. GUGATAN REKONPENSI

4. JEFFERSON MAUSAR MANDIRI

-Bahwa yang saya tahu rumah kost yang dimiliki oleh Merry tidak sama dengan milik Oti;

-Bahwa ada surat yang menyataan kalau pak Handry (penggugat) tidak akan membongkar rumah kost tetapi pak Handry tidak mau menandatangani;

-Bahwa saya mengetahui dari Oti dan Merry kalau tanah objek sengketa itu milik Otti;

-Bahwa Otti tidak pernah menunjukkan bukti surat kepemilikan tanah sengketa;

-Bahwa saya tidak pernah mendengar kalau tanah objek sengketa pernah di gadaikan;

- Bahwa saya hanya mengetahui tentang pembongkaran dan tidak mengetahui hal yang lain;

-Bahwa karena saya dekat dengan mereka sehingga Merry cerita kalau tanah sengketa milik Merry dan Otty;

-Bahwa orangnya Handri (penggugat) pernah datang menemui saya dan minta tolong untuk melakukan pembongkaran;

-Bahwa saya mendengar dari Rini Pokatong kalau tanah tersebut milik Merry dan Oty;

-Bahwa Rini tidak pernah menceritakan kalau tanah tersebut digadaikan;

-Bahwa Merry tidak pernah menceritakan kalau ia pernah suruh orang untuk menebus sertifikat;

-Bahwa saya pernah mendengar kalau rumah tersebut di bongkar karena

Halaman 30 dari 47 Putusan Nomor 659/Pdt.G/2022/PN Mnd

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 30

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

ada masalah pinjam eminjam uang;

-Bahwa Ketika orang penggugat datang untuk membongkar rumah tersebut saya katakan jangan bongkar dibagian sebelah milik Otty;

-Bahwa Merry yang mengatakan kalau Rumah kost tersebut milik Merry dan Otty;

-Bahwa Rini menceritakan kalau Rumah kost tersebut milik Merry dan Otty dirumahnya Rinny karena saya pergi kerumahnya ketika itu ada Rinny, Otty, Merry dan Ponakannya;

-Bahwa yang menguasai rumah saat itu adalah Rinny;

-Bahwa saya tidak pernah melihat Sertifikat kepemilikan tanah tersebut;

-Bahwa Rinny tidak pernah menceritakan kalau tanah tersebut ada sertifikat;

-Bahwa Rinny menceritakan kalau bagian dari tanah itu milik Merry dan Otty;

-Bahwa ada 8 (delapan) kamar kost yang dibongkar;

-Bahwa pada saat dilakukan pembongkaran rumah kost saya datang setelah ada ribut ribut, karena om Otty marah marah kepada penggugat yang membongkar;

-Bahwa saya tidak tahu siapa yang membangun tempat kost tersebut;

-Bahwa yang ada ketika dilakukan pembongkaran kamar kos ada aparat Desa, Kepolisian, ada Masyarakat, kalau ibu Mery tidak ada;

-Bahwa Ibu Merry tinggal di jalan Sea dan tidak tinggal dilokasi ;

-Bahwa Ibu Rini menceritakan kalau rumah objek sengketa milik Merry dan Otty pada saat itu bertempat dirumah ibu Rini dan bukan dilokasi sengketa;

- Bahwa Otty tinggal dilokasi Objek sengketa sejak tahun 2000-an;

Menimbang, bahwa terhadap keterangan para saksi Tergugat I, II dan III tersebut, kedua belah pihak menyatakan akan menanggapinya dalam kesimpulan ;

Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil bantahannya, maka Turut Tergugat I dan II telah mengajukan bukti surat dan saksi yang telah memberikan keterangan dibawah sumpah atau janji yang pada pokoknya sebagai berikut :

Bukti Surat Turut Tergugat I dan II :

1.Foto copiy Akta Perjanjian pengikatan Jual Beli No. 03, tertanggal tanggal 31 Desember 2019, telah diberi materai cukup, sesuai aslinya diberi tanda bukti TT-I, II-1;

2.Fotocopi Kuasa menjual No. 04, tanggal tanggal 31 Desember 2019, telah diberi materai cukup, sesuai aslinya, diberi tanda bukti TT.I, II -2;

Halaman 31 dari 47 Putusan Nomor 659/Pdt.G/2022/PN Mnd

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 31

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

3.Foto scan Rumah Objek Sengketa, telah diberi materai cukup, sesuai aslinya, diberi tanda bukti TT.I, II- 3 a, 3b, 3c;

Bukti saksi Turut Tergugat I dan II : 1. SHARON ANGELA POHAJOUW : -Bahwa saya kenal dengan Penggugat;

-Bahwa saya kenal dengan Penggugat karena dikenalkan oleh Merry yang mengatakan ada temannya yang akan menyelesaikan tunggakannya di BNI;

-Bahwa Merry Sidharta yang menunggak (kredit macet) pada Bank BNI;

-Bahwa Lokasi tanah yang dijaminkan oleh Merry terletak di Kelurahan Malalayang Satu dan saya mengetahui tanah lokasi;

- Bahwa Tanah lokasi tersebut milik Merry Sidharta dan pamannya bernama Otty Pokatong;

-Bahwa Ibu dari Merry Sidharta bernama Rini Pokatong;

-Bahwa pada akhir tahun 2019 Andre (Penggugat) melunasi kredit macet dari Merry pada Bank BNI, setelah itu ia akan menggadaikan kembali Sertifikat tersebut pada Bank ;

-Bahwa Penggugat melunasi kredit macet atas nama Merry sebesar Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah);

-Bahwa saya pernah melihat BPJB di Notaris;

-Bahwa saya melihat BPJB sebagaimana bukti TT-1, TT-2 dan saya melihat nominal dalam BPJB sebesar Rp.930.000.000,-(sembilan ratus tiga puluh juta rupiah) ketika kami akan pergi ke Notaris;

-Bahwa saya tidak pernah melihat ada BPJB lain;

-Bahwa kalau melihat BPJB sebagaimana bukti TT-1, TT-2 setelah penggugat membayar di Bank seharusnya masih ada kewajiban yang harus dibayar oleh Penggugat kepada Merry;

-Bahwa Penggugat belum memberikan uang sebesar Rp.930.000.000,- kepada Merry Sidharta;

-Bahwa rumah lokasi objek sengketa sekarang sudah rusak, dan itu rusak oleh penggugat;

-Bahwa Merry ada Kewajiban dengan Bank BNI yang harus ia selesaikan kemudian Penggugat melunasinya sebesar Rp.500.000.000,- (lima ratus juta sekian), kemudian ada kesepakatan antara Merry dengan Penggugat bahwa sertifikat akan digadaikan kembali oleh Penggugat dengan Nilai 1.500.000.000,- (satu milyar lima ratus juta rupiah), sehingga penggugat harus membayar kepada Merry selisihnya;

Halaman 32 dari 47 Putusan Nomor 659/Pdt.G/2022/PN Mnd

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 32

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

-Bahwa dilakukan Pelunasan di Bank BNI 46 dan Transmart yang bertempat di Manthos tetapi saya tidak ikut karena saya hanya didalam mobbil;

-Bahwa yang mengambil uang di BCA adalah Penggugat dan saya tidak melihat saat dilakukan pelunasan di Bank hanya mendengar;

-Bahwa saya tidak membaca BPJB keseluruhan saya hanya melihat nominalnya saja;

-Bahwa saya tidak mengetahui kalau ada perjanjian lain termasuk perjanjian 06 karenna tidak diberitahu;

-Bahwa saya tidak tahu ada hubungan apa antara Penggugat dengan Merry;

-Bahwa ada perjanjian antara Penggugat dengan Merry, Penggugat ambil uang di Bank BCA untuk melakuakan pelunasan hutang ibu Merry di Bank BNI 46 itu menurut merry;

-Bahwa setelah dilakukan pelunasan pada Bank BNI kemudian ia akan mengambil Sertifikat;

-Bahwa setelah melakukan pelunasan ibu Merry tidak langsung membawa Sertifikat ;

-Bahwa setelah keluar dari Bank saya tidak tahu apa yang dibicarakan oleh Penggugat dan Merry karena kami beda mobil;

-Bahwa setelah dari Bank mereka tidak langsung ke Notraris nanti sekitar satu minggu kemudian baru ke Notaris;

-Bahwa saya tidak tahu mereka ke Notaris atas inisiatif siapa dan dalam rangka apa;

-Bahwa saya ikut pergi ke Notaris di ajak oleh Merry tetapi saya tidak masuk kedalam;

-Bahwa yang masuk kedalam kantor Notaris Merry dan Penggugat;

-Bahwa mereka berada didalam kantor Notaris agak lama;

-Bahwa saya melihat nominal dalam BPJB setelah beberapa hari kemudian ketika akan tanda tangan tapi dibacakan dulu sebelum ditanda tangan;

- Bahwa yang di Notaris itu saya tidak tahu apakah bayar tanah atau hutang piutang;

-Bahwa Sertifikat tanah yang di Kelurahan Malalayang Satu yang dijaminkan di Bank dan saya mengetahui lokasinya dan sekarang rumah kos sudah dibongkar yang saya dengar oleh Penggugat;

-Bahwa Merry tidak pernah mengatakan kalau ia terikat Hutang;

-Bahwa saya tidak tahu kalau BPJB ditingkatkan menjadi Jual Beli;

Halaman 33 dari 47 Putusan Nomor 659/Pdt.G/2022/PN Mnd

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 33

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

-Bahwa saya tidak mengetahui Perjanjian No. 06;

- Bahwa saya tidak pernah melihat Akta Jual Beli;

-Bahwa awal tahun 2020 saya dengan Merry dan Penggugat pergi ke Notaris untuk membuat PBJB;

-Bahwa saya tidak mengetahui adanya hutang piutang;

-bahwa setelah Penggugat (Andre) membayar/melunasi di Bank kompensasinya adalah sertifikat;

-Bahwa sebidang tanah yang dijaminkan di Bank oleh Merry dan dibayar oleh Penggugat (Andre);

-Bahwa yang duluan dibuat adalah pembayaran di Bank setelah itu baru dibuat BPJB ;

-Bahwa Nilai BPJB Rp.930.000.000,-(sembilan ratus tiga puluh juta rupiah) dan yang dibayarkan di Bank sebesar lima ratus juta lebih;

-Bahwa setelah Andre menerima sertifikat saya tidak tahu apakah Penggugat (andre) sudah menjaminkan kembali sertifikat tersebut di Bank;

-Bahwa Penggugat (Andre) melakukan pembayaran atau pelunasan di Bank tahun 2020;

-Bahwa saya tidak tahu apakah sertifikat bangunan itu secara keseluruhan;

-Bahwa setahu saya asalu usul tanah tersebut milik orangtuan dari ibu Merry;

-Bahwa saya mengetahui ada perjanjian Rp.1.500.000.000,- (satu milyar lima ratus juta rupiah) setelah penggugat melakukan pelunasan di Bank;

-Bahwa Ibu Merry pernah mengatakan karena ia sudah tidak bisa menjaminkan sertifikat di Bank maka yang akan menjaminkan adalah penggugat (Andre) tetapi hanya sebagian, dan dalam Sertifikat sudah di arsir dengan warna orange tanah yang akan digadaikan;

-Bahwa menurut ibu Merry tanah yang akan digadaikan di Bank hanya sebagian itu disampaikan hanya secara lisan;

2. LINDA MOLLY EMMA BERTHA ROMPAS :

Dokumen terkait