Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Tergugat II (suami Turut Tergugat I) dan Penggugat telah melakukan Jual Beli, dimana pihak Penggugat sebagai Pembeli dan Turut Tergugat I sebagai Penjual, atas tanah objek sengketa berikut segala sesuatu yang berada diatasnya sesuai Sertifikat Hak Milik No.140/Malalayang Satu atas nama Turut Tergugat I Merry Christina Sidartha (isteri Turut Tergugat II) dengan luas tanah 652 M2 ;
Menimbang, bahwa dari bukti P-1 berupa Sertifikat Hak Milik No.140/Malalayang atas nama Turut Tergugat I, terungkap fakta bahwa Sertifikat tersebut telah dilakukan balik nama atas nama Penggugat dan juga terungkap bahwa Sertifikat tersebut pernah dijaminkan karena pengambilan kredit pada PT. Bank Negara Indonesia atau bank BNI 46 oleh Turut Tergugat I dan telah dibayar lunas pada tanggal 31 Desember 2019;
Menimbang, bahwa dari keterangan saksi Penggugat yang bernama Andro Rivan Tilaar dan saksi Turut Tergugat I dan II yang bernama Sharon A.
Pohayow, terungkap fakta bahwa Turut Tergugat I pernah menjaminkan Sertifikat Hak Milik No.140/Malalayang Satu atas nama Turut Tergugat I Merry Christina Sidartha ke bank BNI 46 Manado karena ada mengambil kredit dan telah ditebus oleh Penggugat pada tanggal 31 Desember 2019 ;
Menimbang, bahwa dari bukti P-4 berupa Salinan Perjanjian tanggal 26 Oktober 2020 No.06 yang dibuat dihadapan Turut Tergugat III Notaris Ema Yuvitasari, SH, M.Kn, terungkap fakta bahwa pada tanggal 26 Oktober 2020 jam 17.18 Wita, Penggugat dan Turut Tergugat I yang telah mendapat persetujuan Turut Tergugat II (suami Turut Tergugat I) telah membuat Perjanjian dimana pihak Turut Tergugat I selaku pihak pertama menyanggupi membayar keseluruhan beban yang telah ditanggung pihak kedua Penggugat atas penyelesaian hutang pihak pertama atas penyelesaian jual beli tanah yang selama 2 (dua) tahun tidak ada penyelesaiannya kepada pihak kedua ; pihak pertama menyanggupi pembayarannya kepada pihak kedua sebesar Rp.925.000.000.-(sembilan ratus dua puluh lima juta rupiah) ;
Menimbang, bahwa dari fakta-fakta yang terungkap dari bukti surat dan saksi sebagaimana terurai diatas, maka menurut Majelis Hakim awal mula hubungan hukum antara Penggugat dan Turut Tergugat I adalah karena adanya hutang dari Turut Tergugat I kepada Penggugat, dimana Penggugat atas permintaan Turut Tergugat I telah menebus atau melunasi hutang Turut Tergugat I pada bank BNI 46 Manado yang telah macet, yang pembayarannya dilakukan di BNI Mantos pada tanggal 31 Desember 2019, dimana hutang Turut
Halaman 39 dari 47 Putusan Nomor 659/Pdt.G/2022/PN Mnd
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 39
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Tergugat I tersebut dengan jaminan Sertifikat Hak Milik No.140/Malalayang Satu atas nama Turut Tergugat I Merry Christina Sidartha, sehingga secara hukum Turut Tergugat I telah berhutang kepada Penggugat ;
Menimbang, bahwa tidak ada satupun bukti baik dari pihak Penggugat maupun Turut Tergugat I yang mengungkapkan berapa besar jumlah uang telah dibayar oleh Penggugat untuk melunasi hutang Turut Tergugat I tersebut, oleh karenanya Majelis Hakim akan memakai jumlah hutang Turut Tergugat I kepada Penggugat berdasarkan bukti P-4 yakni sebesar Rp.925.000.000.-(sembilan ratus dua puluh lima juta rupiah) ;
Menimbang, bahwa atas dasar itulah maka Penggugat setelah selesai melunasi hutang Turut Tergugat I, pada hari itu juga yakni tanggal 31 Desember 2019 bersama Turut Tergugat I telah mendatangi Turut Tergugat III pada jam 14.05 Wita untuk membuat bukti surat TT.I.II-1 yakni Perjanjian Perikatan Jual Beli No.03 dihadapan Turut Tergugat III;
Menimbang, bahwa selanjutnya berselang beberapa waktu kemudian (masih pada hari yang sama) Penggugat dan Turut Tergugat I yakni pada jam 14.35 Wita atau sekita 30 menit kemudian membuat lagi bukti P-2 /TT.I.II-2 berupa Salinan Kuasa yang memberikan kuasa kepada Penggugat untuk menjual tanah objek sengketa kepada pihak manapun termasuk Penggugat ;
Menimbang, bahwa kemudian oleh karena Turut Tergugat I tidak dapat mengembalikan/membayar hutangnya kepada Penggugat, maka disepakati jual beli atas tanah objek sengketa oleh Turut Tergugat I dan Penggugat sebagaimana bukti P-3 berupa Akta Jual Beli No.01/2020 tanggal 05 Februari 2020 ;
Menimbang, bahwa ternyata sekalipun telah terjadi jual beli atas tanah objek sengketa. Penggugat masih memberikan kesempatan lagi kepada Turut Tergugat I untuk mengembalikan/membayar hutangnya kepada Penggugat sampai dengan tanggal yang disepakati yakni tanggal 18 Desember 2020 sebagaimana bukti P-4, namun ternyata pihak Turut Tergugat I tidak dapat membayar/mengembalikan hutangnya tersebut kepada Penggugat sehingga berdasarkan bukti P-4 tanah objek sengketa menjadi milik sah Penggugat ;
Menimbang, bahwa terhadap bukti-bukti surat yang dibuat dihadapan Turut Tergugat III tersebut menurut Majelis Hakim telah dibuat dengan sadar oleh Turut Tergugat I dengan persetujuan Turut Tergugat II (suami Turut Tergugat I) dengan demikian telah memenuhi ketentuan pasal 1320
Halaman 40 dari 47 Putusan Nomor 659/Pdt.G/2022/PN Mnd
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 40
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
KUHPerdata, sehingga secara hukum surat-surat tersebut adalah sah dan juga perbuatan balik nama Penggugat atas Sertifikat Hak Milik No.140/Malalayang Satu atas nama Turut Tergugat I Merry Christina Sidartha menjadi atas nama Penggugat Handry Greyven Thendean adalah sah menurut hukum ;
Menimbang, bahwa dengan demikian telah menjadi jelas secara hukum bahwa Penggugat adalah pemilik atas tanah objek sengketa sesuai Sertifikat Hak Milik No.140/Malalayang Satu atas nama Turut Tergugat I Merry Christina Sidartha menjadi atas nama Penggugat Handry Greyven Thendean dengan luas 652 M2 ;
Ad.2. Apakah perbuatan Para Tergugat yang menempati tanah objek sengketa adalah perbuatan melawan ataukah tidak :
Menimbang, bahwa selanjutnya didalam Jawabannya para Tergugat dan Turut Tergugat I dan II telah membantah dalil gugatan Penggugat bahwa para Tergugat menguasai tanah dan bangunan tersebut berdasarkan Surat Hibah dari kakak Tergugat I yakni Rini Pokatong (ibu Turut Tergugat I atau mertua dari Turut Tergugat II) tertanggal Malalayang I 15 Februari 2001 dan juga pada waktu hendak mengadakan perjanjian pengikatan jual beli, Penggugat telah diberitahukan oleh Turut Tergugat I dan II bahwa objek sengketa meskipun dalam SHM No.140/Malalayang Satu atas nama Turut Tergugat I namun 1/2 bagian dari tanah tersebut adalah milik Tergugat I ;
Menimbang, bahwa terhadap bantahan para Tergugat dan Turut Tergugat I dan II tersebut, Penggugat dalam Repliknya telah membantah balik dalil para Tergugat dan Turut Tergugat I dan II tersebut ;
Menimbang, bahwa dari bukti P-1 berupa Sertifikat Hak Milik No.140/Malalayang atas nama Turut Tergugat I, terungkap fakta bahwa Sertifikat Hak Milik No.140/Malalayang atas objek sengketa awalnya adalah milik ibu Turut Tergugat I almh. Rini Pokatong yang diperoleh dengan cara jual beli pada tahun 1991 dengan Mahmud dan saudara-saudaranya, yang kemudian tanah objek sengketa tersebut dihibahkan oleh almh. Rini Pokatong kepada Turut Tergugat I sesuai Akta Hibah No.43/KMG/HB/XI/2002, tanggal 22 Nopember 2002, sehingga dengan dasar Akta Hibah tersebut Turut Tergugat I lalu melakukan balik nama Sertifikat Hak Milik No.140/Malalayang menjadi atas namanya ;
Menimbang, bahwa dari bukti T.I.I.III-3 berupa Surat Pernyataan tertanggal 15 Februari 2001, terungkap fakta bahwa almh. Rini Pokatong ada
Halaman 41 dari 47 Putusan Nomor 659/Pdt.G/2022/PN Mnd
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 41
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
menghibahkan sebagian tanah objek sengketa dalam Sertifikat Hak Milik No.140/Malalayang kepada Tergugat I ;
Menimbang, bahwa dari bukti T.I.II.III-4 berupa Surat Pernyataan tertanggal 14 Juli 2012 yang dibuat oleh Turut Tergugat I, terungkap fakta bahwa sebagian tanah seluas 326 M2 beserta bangunan yang terletak dibagian barat dalam Sertifikat Hak Milik No.140/Malalayang adalah milik Tergugat I yang dijadikan juga sebagai jaminan oleh Turut Tergugat I untuk melakukan kredit dan apabila dalam Turut Tergugat tidak mampu membayar atau memenuhi kewajibannya kepada pihak ketiga dan disita oleh pihak ketiga, maka Turut Tergugat I akan membayar ganti rugi kepada Tergugat I atau ahli warisnya sebesar Rp.500.000.000.-(lima ratus juta rupiah) ;
Menimbang, bahwa dari fakta-fakta yang terungkap sebagaimana tersebut diatas, maka menurut Majelis Hakim, kepemilikan Turut Tergugat I atas tanah objek sengketa adalah berdasarkan Akta Hibah dari ibunya yakni almh.
Rini Pokatong pada tanggal 22 Nopember 2002 yang kemudian dijadikan dasar balik nama Sertifikat No.140/Malalayang satu oleh Turut Tergugat I ;
Menimbang, bahwa kemudian dihubungkan dengan dalil Tergugat I.II.III berdasarkan bukti T.I.II.III-3 yang oleh para Tergugat dikatakan sebagai Hibah sebagaian tanah objek sengketa dari almh. Rini Pokatong kepada Tergugat I, menurut Majelis Hakim bukti T.I.II.III-3 tersebut bukanlah Akta Hibah akan tetapi hanyalah surat Pernyataan yang diragukan kebenarannya karena hanya dibuat sepihak oleh almh. Rini Pokatong tanpa materai dan juga tidak memenuhi syarat-syarat adanya suatu Akta Hibah, dimana yang namanya hibah harus dibuat dihadapan PPAT dan didaftarkan kantor Pertanahan yakni Turut Tergugat IV, namun pada faktanya T.I.II.III-3 tersebut hanyalah surat biasa yang diragukan kebenarannya dan juga bahwa tidak dibenarkan secara hukum bahwa tanah yang telah dihibahkan kepada orang lain, masih lagi dihibahkan kepada orang lain seperti halnya yang terjadi pada Turut Tergugat I dimana Turut Tergugat I telah menerima hibah tanah objek sengketa untuk seluruhnya pada tahun 2002 dan apabila benar sebagian tanah objek sengketa telah dihibahkan ke Tergugat I, maka pasti luas tanah dalam bukti P-1 tersebut menjadi berkurang atau dengan kata lain luas tanah objek sengketa dalam akta hibah tahun 2002 tersebut menjadi berkurang;
Menimbang, bahwa selain itu dalam proses jual beli tanah objek sengketa tersebut sebagaimana bukti P-2/TT.I.II-2 , TT.I.II-1, P-4 dan P-3, tidak terdapat satupun klausul dalam bukti-bukti tersebut yang mengungkapkan
Halaman 42 dari 47 Putusan Nomor 659/Pdt.G/2022/PN Mnd
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 42
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
bahwa tanah objek sengketa dengan luas 652 M2 milik Turut Tergugat I tersebut telah berkurang luasnya, akan tetapi justru dengan sadar Turut Tergugat I telah menjual seluruh tanah objek sengketa berikut segala suatu yang berada diatasnya kepada Penggugat ;
Menimbang, bahwa selanjutnya terkait bukti T.I.II.III-4 yang merupakan Surat Pernyataan Turut Tergugat I tertanggal 14 Juli 2012 pun diragukan kebenarannya, karena kalau memang benar maka didalam proses jual beli yang dilakukan Turut Tergugat I dan Penggugat seharusnya diungkapkan dan termuat sebagai klausul dalam jual beli tersebut. Dan juga bahwa seandainya isinya benar, maka sesuai pernyataan tersebut, hal tersebut menjadi tanggungjawab Turut Tergugat I kepada Tergugat I dalam bentuk ganti rugi dengan nominal sebagaimana termuat dalam bukti TT.I.II-4 tersebut ;
Menimbang, bahwa dengan pertimbangan sebagaimana tersebut, maka secara hukum tidak pernah ada hibah antara almh.Rini Pokatong (ibu Turut Tergugat I atau mertua Turut Tergugat II) kepada Tergugat I atas sebagian tanah objek sengketa, dan terhadap bangunan baik rumah maupun tempat kos yang berada diatas tanah objek sengketa, dimana rumah adalah milik almh.
Rini Pokatong yang jatuh waris kepada Turut Tergugat I yang kemudian telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam jual beli antara Penggugat dan Turut Tergugat I, maka secara hukum bangunan-bangunan yang berada diatas tanah objek sengketa tersebut telah menjadi milik dari Penggugat ;
Menimbang, bahwa dengan demikian oleh karena tanah objek sengketa seluruhnya berikut segala sesuatu yang berada diatasnya (termasuk bangunan) adalah milik Penggugat yang diperoleh dengan cara jual beli dengan Turut Tergugat I, maka secara hukum keberadaan para Tergugat yang masih tinggal dan menempati bangunan rumah diatas tanah objek sengketa adalah perbuatan melawan hukum, oleh karenanya secara hukum juga para Tergugat haruslah keluar dari bangunan rumah diatas tanah objek sengketa tersebut dan menyerahkannya kepada Penggugat untuk dipakai secara bebas, mengingat tanah objek sengketa berikut segala sesuatu yang berada diatasnya bukan lagi menjadi milik Turut Tergugat I melainkan telah menjadi milik Penggugat ;
Menimbang, bahwa dari pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, telah jelas bahwa Penggugat adalah pemilik tanah objek sengketa berikut segala sesuatu yang berada diatasnya (termasuk bangunan rumah) yang terletak di Malalayang Satu Lingkungan VIII, Kec. Malalayang, maka terhadap
Halaman 43 dari 47 Putusan Nomor 659/Pdt.G/2022/PN Mnd
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 43
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
petitum gugatan Penggugat angka 2 (dua), 3 (tiga), 4 (empat), 6 (enam) dan 8 (delapan) haruslah dikabulkan ;
Menimbang, bahwa selanjutnya terhadap petitum angka 5 (lima) dan 7 (tujuh) gugatan Penggugat terkait sita jaminan, menurut Majelis Hakim oleh karena tidak dilakukan sita jaminan atas tanah objek sengketa, dan juga permintaan putusan serta merta tidak beralasan hukum, maka terhadap petitum angka 5 (lima) dan 7 (tujuh) tersebut haruslah ditolak ;
Menimbang, bahwa dengan demikian terhadap gugatan Penggugat dikabulkan untuk sebagian ;
DALAM REKONPENSI :
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Rekonpensi Penggugat Rekonpensi/para Tergugat dan Turut Tergugat I dan II Konpensi adalah sebagaimana tersebut diatas ;
Menimbang, bahwa inti pokok gugatan Penggugat Rekonpensi/para Tergugat dan Turut Tergugat I dan II Konpensi adalah bahwa Penggugat Rekonpensi/para Tergugat dan Turut Tergugat I dan II konpensi adalah pemilik yang sah atas tanah dan bangunan yang terletak di Malalayang Satu Lingkungan VIII, Kec. Malalayang yang didasarkan bukti T.I.II.III-3 dan T.I.II.III-4
;
Menimbang, bahwa terkait dengan inti pokok gugatan Penggugat Rekonpensi/ para Tergugat dan Turut Tergugat I dan II Konpensi tersebut, Majelis Hakim berpendapat oleh karena terhadap hal-hal tersebut telah dipertimbangkan di dalam Konpensi dalam Pokok Perkara, maka secara mutatis mutandis Majelis Hakim mengambil alih pertimbangan Dalam Konpensi Dalam Pokok Perkara tersebut menjadi pertimbangan Dalam Rekonpensi ini, dengan demikian telah ternyata secara hukum Penggugat Konpensi/Tergugat Rekonpensi adalah pemilik sah atas tanah dan bangunan yang terletak di Malalayang Satu Lingkungan VIII, Kec. Malalayang, oleh karenanya secara hukum pula Penggugat Rekonpensi/para Tergugat dan Turut Tergugat I dan II Konpensi haruslah keluar mengosongkan tanah dan bangunan tersebut untuk diserahkan kepada Penggugat Konpensi/Tergugat Rekonpensi untuk dipergunakan secara bebas, sehingga tindakan atau perbuatan Penggugat Rekonpensi/para Tergugat Konpensi yang tidak mau keluar mengosongkan tanah dan bangunan tersebut adalah perbuatan melawan hukum ;
Halaman 44 dari 47 Putusan Nomor 659/Pdt.G/2022/PN Mnd
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 44
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Menimbang, bahwa dengan demikian terhadap seluruh petitum gugatan Rekonpensi Penggugat Rekonpensi/para Tergugat dan Turut Tergugat I dan II Konpensi haruslah ditolak untuk seluruhnya oleh karena tidak berdasar ;
Menimbang, bahwa tentang bukti-bukti kedua belah pihak yang tidak dipertimbangkan secara nyata-nyata dalam putusan ini, bila bersesuain dengan bukti-bukti masing-masing pihak dianggap telah turut dipertimbangkan dengan bukti-bukti yang telah dipertimbangkan secara nyata-nyata, namun apabila tidak berkaitan dengan bukti-bukti yang telah dipertimbangkan secara nyata-nyata atau tidak berkaitan dengan perkara ini dianggap tidak relevan ;
DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI :
Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Penggugat Konpensi/Tergugat Rekonpensi dikabulkan untuk sebagian, sedangkan gugatan Rekonpensi Penggugat Rekonpensi/para Tergugat dan Turut Tergugat I dan II Konpensi ditolak seluruhnya, maka secara hukum Penggugat Rekonpensi/para Tergugat dan Turut Tergugat I dan II Konpensi berada di pihak yang kalah, maka sesuai pasal 192 Rbg kepada Penggugat Rekonpensi/para Tergugat dan Turut Tergugat I dan II Konpensi dan Turut Tergugat III dan IV dihukum untuk secara tanggung renteng membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini, yang besarnya akan ditentukan dalam amar putusan perkara ini ;
Mengingat pasal-pasal dari Undang-Undang yang berlaku dan bersangkutan dengan perkara ini ;
M E N G A D I L I DALAM KONPENSI :
DALAM EKSEPSI :
1. Menyatakan eksepsi para Tergugat dan Turut Tergugat I dan II tidak dapat diterima untuk seluruhnya ;
DALAM POKOK PERKARA :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian ;
2. Menyatakan perbuatan Tergugat I, II dan III yang menguasai tanpa izin serta tidak mau keluar dan mengosongkan tanah dan bangunan objek sengketa adalah Perbuatan Melawan Hukum ;
3. Menyatakan sah secara hukum tanah dan bangunan objek sengketa sesuai SHM No.140/Malalayang I adalah milik Penggugat ;
Halaman 45 dari 47 Putusan Nomor 659/Pdt.G/2022/PN Mnd
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 45