BAB IV METODE PEMBELAJARAN DALAM
C. Jenis-Jenis Metode Mengajar
64
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
65
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
1) Memperluas sudut pandang peserta didik dalam menggunakan segala bidang ilmu untuk memecahkan sebuah permasalahan.
2) Membiasakan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dalam menemukan solusi dari permasalahan.
3) Metode ini sesuai dengan prinsip-prinsip didaktik modern yang dalam pengajaran perlu diperhatikan:
Kemampuan individual peserta didik dan kerja sama dalam kelompok.
Bahan pelajaran tidak terlepas dari kehidupan nyata yang penuh dengan masalah.
Pengembangan aktivitas, kreativitas dan pengalaman peserta didik banyak dilakukan.
Agar teori dan praktik, sekolah dan kehidupan masyarakat menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.
b) Kekurangan Metode Proyek
Metode ini memiliki kekurangan, antara lain:
1) Kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
66
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
2) Pemilihan topik unit yang tepat sesuai dengan kebutuhan peserta didik, fasilitas yang memadai serta sumber-sumber belajar yang diperlukan, bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah.
3) Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.
2. Metode Eksperimen
Metode eksperimen (percobaan) adalah cara transfer informasi di mana peserta didik melakukan percobaan dan terlibat langsung serta membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar dengan metode percobaan ini peserta didik diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri melalui suatu proses, mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu objek, keadaan, atau proses sesuatu. Dengan demikian, peserta didik dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan atas proses yang dialaminya itu. Namun, metode eksperimen memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penerapannya sebagai metode pembelajaran, yaitu:
67
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
a) Kelebihan Metode Eksperimen
Metode eksperimen memiliki beberapa kelebihan antara lain:
1) Kepercayaan peserta didik atas ilmu yang ia dapat dari hasil percobaanya sendiri membuat kepercayaan terhadap kebenaran ilmu tersebut semakin meningkat.
2) Menggali segala potensi atau ide-ide peserta didik untuk hal-hal baru atau terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi masyarakat.
3) Meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam belajar.
b) Kekurangan Metode Eksperimen
Metode eksperimen mengandung beberapa kekurangan, antara lain:
1) Metode ini tidak bisa digunakan pada beberapa bidang keilmuan tertentu.
2) Alat dan bahan yang digunakan dalam metode ini tidak selalu mudah diperoleh dan relatif mahal.
3) Metode eksperimen memerlukan kesabaran, keuletan, dan ketelitian.
4) Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada faktor-faktor tertentu
68
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
yang berada di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian.
3. Metode Tugas dan Resitasi
Metode resitasi (penugasan) adalah metode penyajian bahan di mana pendidik memberikan tugas tertentu agar peserta didik melakukan kegiatan belajar. Namun, pengerjaan tugas yang diberikan oleh pendidik dapat dilakukan di dalam kelas, di halaman sekolah, di laboratorium, di perpustakaan, di rumah peserta didik, atau di mana saja asal tugas itu dapat dikerjakan. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak, sementara waktu sedikit. Artinya, banyaknya bahan yang tersedia dengan waktu kurang seimbang. Agar bahan pelajaran selesai sesuai batas waktu yang ditentukan, maka metode inilah yang biasanya pendidik gunakan untuk mengatasinya.
Metode tugas dan resitasi tidaklah sama seperti pekerjaan rumah (PR) tetapi jauh lebih luas dari itu. Tugas dan resitasi merangsang peserta didik untuk aktif belajar, baik secara individual maupun secara kelompok. Karena itu, tugas dapat diberikan secara individual, atau dapat pula secara kelompok.
Tugas yang dapat diberikan kepada peserta didik ada berbagai jenis. Hal ini bergantung pada tujuan yang akan dicapai, seperti
69
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
tugas meneliti, menyusun laporan (lisan/tulisan), tugas motorik (pekerjaan motorik), tugas di laboratorium, dan lain-lain.
Langkah-langkah yang harus diterapkan dalam menggunakan metode tugas atau resitasi, yaitu:
Fase Pemberian Tugas
Tugas yang diberikan kepada peserta didik hendaknya mempertimbangkan:
Tujuan yang akan dicapai.
Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga peserta mengerti apa yang ditugaskan tersebut.
Sesuai dengan kemampuan peserta didik.
Ada petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan peserta didik.
Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut.
Langkah Pelaksanaan Tugas
Diberikan bimbingan/pengawasan oleh pendidik.
Diberikan dorongan sehingga peserta mau bekerja.
Diusahakan/dikerjakan oleh peserta didik sendiri, tidak menyuruh orang lain.
Dianjurkan agar peserta didik mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematik.
70
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
Fase Mempertanggungjawabkan Tugas Hal yang harus dikerjakan pada fase ini:
Laporan peserta didik baik lisan/tulisan dari apa yang telah dikerjakannya.
Ada tanya jawab/diskusi kelas.
Penilaian hasil pekerjaan peserta didik baik dengan tes maupun nontes atau cara lainnya.
Fase mempertanggungjawabkan tugas inilah yang disebut
“resitasi”. Metode tugas dan resitasi mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan, antara lain:
a). Kelebihan Metode Tugas
1) Lebih merangsang peserta didik dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok.
2) Melatih kemandirian belajar peserta didik di luar pengawasan pendidik.
3) Melatih kedisiplinan dan tanggung jawab peserta didik.
4) Melatih dan merangsang kreativitas peserta didik.
b). Kekurangan Metode Tugas
1) Keaslian hasil pekerjaan yang dikerjakan peserta didik menjadi tidak terkontrol.
2) Khusus untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikannya adalah anggota tertentu saja, sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik.
71
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
3) Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu peserta didik.
4) Sering memberikan tugas yang monoton (tidak bervariasi) dapat menimbulkan kejenuhan peserta didik.
4. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah cara transfer informasi pelajaran, di mana peserta didik dihadapkan kepada suatu permasalahan yang dapat berupa pernyataan atau hal yang bersifat problematic untuk dibahas dan dipecahkan bersama. Diskusi merupakan teknik belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang pendidik di sekolah. Di dalam diskusi ini proses belajar mengajar terjadi, di mana interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat, saling tukar menukar pengalaman, informasi, memecahkan masalah, dapat terjadi juga semuanya aktif, tidak ada yang pasif sebagai pendengar saja. Metode diskusi memiiki kelebihan dan kekurangan diantaranya adalah:
a). Kelebihan Metode Diskusi
1) Melatih kreativitas peserta didik melalui gagasan, ide, dan terobosan baru dalam pemecahan masalah.
2) Melatih rasa menghargai terhadap pendapat orang lain.
3) Memperkaya wawasan.
4) Melatih siswa untuk terbiasa bermusyawarah dalam mendiskusikan pemecahan masalah.
b). Kekurangan Metode Diskusi
72
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
1) Pembicaraan terkadang menyimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang.
2) Metode diskusi tidak efektif diterapkan pada kelomok dengan jumlah besar.
3) Informasi yang diterima peserta didik terbatas.
4) Metode diskusi biasanya didominasi oleh peserta didik yang ingin menonjolkan diri.
5. Metode Ekspositori
Metode ini merupakan metode yang mengutamakan transfer informasi pengetahuan secara verbal agar peserta didik dapat menguasai konsep materi pelajaran secara optimal.
Metode ini dikenal dengan pembelajaran langsung (direct instruction). Yang menekankan pada proses bertutur dan menemukan materi yang diberikan, maka sering juga dinamakan istilah metode chalk and talk. Metode ini menerapkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher centered learning). Pendidik menyampaikan materi secara terstruktur agar ilmu tersampaikan dengan efektif, karena metode ini berfokus kepada adalah kemampuan akademik siswa (academic achievement student).
73
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
a). Kelebihan Metode Ekspositori
1) Metode ini membantu pendidik untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik dalam menguasai bahan pelajaran yang telah dipelajari.
2) Metode ini membantu keterbatasan waktu yang dimiliki pendidik agar materi pelajaran yang cukup banyak dapat dikuasai peserta didik.
3) Peserta didik dilatih untuk mengobservasi suatu materi pelajaran melalui demonstrasi.
4) Sangat efektif digunakan pada jumlah peserta diidk yang besar.
b). Kelemahan Metode Ekspositori
1) Metode ini hanya efektif untuk peserta didik yang mampu mendengar dan memperhatikan dengan baik.
2) Metode ini mengesampingkan perbedaan karakteristik peserta didik seperti perbedaan pengetahuan, bakat, minat dan gaya belajar peserta didik.
3) Metode ini tidak mendukung tumbuhkembangnya kemampuan interpersonal, berpikir kritis dan sosialisasi peserta didik.
4) Metode ini membutuhkan kesiapan pendidik, mulai dari pengetahuan, motivasi, antusiasme dan kemampuan mengelola kelas.
74
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
5) Metode pembelajaran ini bersifat one-way communication yaitu pembelajaran terjadi pada satu arah dimana pendidik lebih berperan aktif sehingga pengetahuan yang didapat peserta didik hanya.
6. Metode Demontrasi
Metode demontrasi merupakan metode pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukan kepada peserta didik suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan. Proses transfer informasi kepada peserta didik akan lebih real dan dapat dibayangkan peserta didik, sehingga pemahaman terbentuk dengan baik, peserta didik langsung dapat mengamati apa yang diperlihatkan selama pelajaran berlangsung.
Metode ini digunakan untuk mentransfer gambaran kepada peserta didik yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses mengatur, membuat sesuatu, proses bekerjanya sesuatu, proses mengerjakan atau menggunakannya, komponen-komponen yang membentuk sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain, dan untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu. Metode demontrasi mempunyai kelebihan dan kekurangannya, sebagai berikut:
75
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
a) Kelebihan Metode Demontrasi
1) Pembelajaran menjadi lebih nyata, jelas dan konkrit sehingga apa yang dibayangkan peserta didik tidak abstrak dan verbalisme.
2) Pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami peserta didik.
3) Suasana pembelajaran menjadi lebih menarik.
4) Melatih kemampuan pengamatan peserta didik dengan menghubungkan antara antara teori dengan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri.
b) Kekurangan Metode Demontrasi
1) Keterampilan khusus pendidik dalam mendemonstrasikan pembelajaran sangat dibutuhkan, agar pembelajaran lebih efektif.
2) Fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik.
3) Metode ini memerlukan perencanaan yang sangat matang dan waktu yang cukup panjang.
7. Metode Problem Solving
Metode problem solving disebut metode pemecahan masalah merupakan metode belajar sekaligus metode yang mampu melatih kemampuan berpikir peserta didik, metode ini dapat dikombinasikan dengan metode lain agar tujuan
76
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
pembelajaran tercapai, mulai dari mengumpulkan data sampai kepada penarikan kesimpulan. Penggunaan metode ini dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
a. Permasalahan yang diberikan kepada peserta didik harus sesuai dengan taraf kemampuannya.
b. Mengumpulkan data dalam menemukan solusi dari masalah, seperti bertanya, meneliti, membaca buku dan lain-lain.
c. Membuat hipotesis atau jawaban sementara dari masalah tersebut. Jawaban sementara dibuat berdasarkan data yang didapatkan.
d. Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. Dalam langkah ini peserta didik harus berusaha memecahkan masalah sehingga betul-betul yakin bahwa jawaban tersebut betul-betul cocok. Apakah sesuai dengan jawaban sementara atau sama sekali tidak sesuai.
e. Menarik kesimpulan. Artinya peserta didik harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi.
Metode problem solving mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:
77
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
a) Kelebihan Metode Problem Solving
1) Metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja.
2) Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan para peserta didik menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil.
3) Metode ini merangsang pengembangan kemampuan berpikir peserta didik secara kreatif dan menyeluruh, karena dalam proses belajarnya, peserta didik banyak melakukan mental dengan menyoroti permasalahan dari berbagai segi dalam rangka mencari pemecahan.
b) Kekurangan Metode Problem Solving
1) Menentukan suatu masalah yang tingkatnya sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik, tingkat sekolah dan kelasnya serta pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki peserta didik, sangat memerlukan kemampuan dan ketrampilan pendidik.
2) Proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ini memerlukan waktu yang cukup lama dan sering terpaksa mengambil waktu pelajaran lain.
3) Mengubah kebiasaan peserta didik belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi pendidik menjadi belajar dengan banyak berpikir memecahkan
78
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
masalah sendiri atau kelompok, yang kadang-kadang memerlukan berbagai sumber belajar, merupakan kesulitan tersendiri bagi peserta didik.
8. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab merupakan metode pembelajaran dengan menyajikan pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab peserta didik, namun bisa juga pertanyaan muncul dari peserta didik yang harus dijawab pendidik.
Metode tanya jawab adalah yang tertua dan banyak digunakan dalam proses pendidikan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah. Metode tanya jawab memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:
a) Kelebihan Metode Tanya Jawab
1) Pertanyaan dapat menarik dan memutuskan perhatian peserta didik, sekalipun ketika itu peserta didik sedang ribut, yang mengantuk kembali tegar dan hilang kantuknya.
2) Merangsang peserta didik untuk melatih dan mengembangkan daya pikir, termasuk daya ingatan.
3) Mengembangkan keberanian dan keterampilan peserta didik dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.
79
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
b) Kekurangan Metode Tanya Jawab
1) Peserta didik merasa takut, apalagi bila pendidik kurang dapat mendorong peserta didik untuk berani, dengan menciptakan suasana yang tidak tegang, melainkan akrab.
2) Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir dan mudah dipahami peserta didik.
3) Waktu sering banyak terbuang, terutama apabila peserta didik tidak dapat menjawab pertanyaan sampai dua atau tiga orang.
4) Dalam jumlah peserta didik yang banyak, tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan pertanyaan kepada setiap peserta didik.
9. Metode Latihan
Metode latihan dikenal dengan sebutan metode training merupakan metode mengajar yang menanamkan kebiasaan- kebiasaan tertentu. Juga sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Selain itu, metode ini dapat juga digunakan untuk melatih ketangkasan, ketepatan, kesempatan, dan ketrampilan peserta didik. Sebagai suatu metode yang diakui banyak mempunyai kelebihan, juga tidak dapat disangkal bahwa metode latihan mempunyai beberapa kelemahan, antara lain sebagai berikut:
80
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
a) Kelebihan Metode Latihan
1) Melatih kemampuan motorik peserta didik seperti, kemampuan melafalkan huruf atau terampil dalam menggunakan alat olahraga.
2) Melatih kemampuan mental peserta didik seperti, perkalian, menjumlahkan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda simbol dan sebagainya.
3) Melatih kemampuan asosiasi peserta didik seperti, hubungan huruf-huruf dalam ejaan, membaca peta dan sebagainya.
4) Pembentukan kebiasaan yang dilakukan dan menambah ketepatan serta kecepatan pelaksanaan.
b) Kelemahan Metode Latihan
1) Menghambat bakat dan inisiatif peserta didik, karena peserta didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian.
2) Membentuk kebiasaan yang baku, karena bersifat otomatis.
3) Dapat menimbulkan verbalisme.
10. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisional, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara pendidik
81
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
dengan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Cara mengajar dengan ceramah dapat dikatakan juga sebagai teknik belajar perkuliahan, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk persoalan serta masalah secara lisan. Metode ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangannya, sebagai berikut:
a) Kelebihan Metode Ceramah
1) Pendidik mudah menguasai kelas.
2) Mudah mengorganisasikan tempat duduk/kelas.
3) Dapat diikuti oleh jumlah peserta didik yang besar.
4) Mudah mempersiapkan peserta didik dalam kegiatan belajar.
5) Pendidik mudah menerangkan pelajaran karena pembelajaran didominasi oleh pendidik.
b) Kelemahan Metode Ceramah 1) Mudah menjadi varbalisme.
2) Bila selalu digunakan dan terlalu lama bisa membosankan.
3) Menyebabkan peserta didik menjadi pasif.
Soal-soal Latihan
1. Apa pengertian dari metode dan mengajar?
2. Apa pengertian dari metode mengajar sesuai dengan pemahamanmu?
82
METODE PEMBELAJARAN DALAM MATEMATIKA
3. Factor-faktor apa yang menjadi penentu metode mengajar?
Jelaskan!
4. Bagaimana pelaksanaan metode proyek?
5. Apa kelebihan dan kelemahan dari metode proyek?
6. Apa saja kekurangan dari metode eksperimen?
7. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah yang harus diterapkan dalam menggunakan metode tugas dan resitasi!
8. Apa saja kelebihan dari metode tugas dan resitasi?
9. Apa yang kamu ketahui dari metode diskusi? Jelaskan!
10. Apa kelebihan dan kekurangan dari metode diskusi?
11. Apa kelebihan dan kekurangan dari metode ekspositori?
12. Apa yang kamu pahami dari metode demonstrasi?
13. Apa kekurangan dari metode demonstrasi?
14. Sebutkan langkah-langkah dari metode problem solving!
15. Apa saja kelebihan dan kekurangan dari metode problem solving?
16. Apa yang menjadi kendala oleh pendidik jika menerapkan metode tanya jawab dalam proses pembelajaran?
17. Bagaimana proses pembelajaran dengan metode latihan sesuai dengan pemahaman anda!
18. Apa kelebihan dari metode ceramah?
83
PENGELOLAAN KELAS
A. Pengertian Pengelolaan Kelas
Pengelolaan kelas merupakan dua kata yang berasal dari pengelolaan dan kelas. Pengelolaan diartikan sebagai managemen atau pengaturan, sementara pengelolaan kelas berarti pengaturan atau managemen seseorang dalam memimpin aktivitas di kelas. Menurut Nata (2014) pengelolaan kelas adalah keterampilan pendidik untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, dan mengendalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Berikut pengertian pengelolaan kelas menurut para ahli:
a) Menurut Rofiq (2009), pengelolaan kelas adalah suatu proses penyelenggaraan ruang dimana dilakukan kegiatan belajar mengajar.
b) Menurut Sanjaya (2016), pengelolaan kelas merupakan otonomi pendidik dalam mengatur kelas dan keberhasilan
BAB V
PENGELOLAAN KELAS
“Sebuah Tujuan Tanpa Perencanaan hanya akan menjadi Harapan”
Antoine de Saint-Exupery
84
PENGELOLAAN KELAS
pembelajaran peserta didik, apa yang dilakukan pendidik dalam kelas sangat bergantung kepada pendidik itu sendiri.
c) Menurut Ghufron (2010), pengelolaan kelas bertujuan untuk menciptakan atau mempertahankan situasi dan kondisi belajar yang tetap memungkinkan peserta didik menguasai kompetensi, sekaligus mengamalkan nilai-nilai karakter bangsa, menciptakan kondisi belajar berarti menata kelas (fisik dan non-fisik) yang memungkinkan peserta didik belajar secara memadai.
Penyataan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas merupakan keterampilan seorang pendidik dalam menciptakan dan memelihara sebuah kelas yang kondusif dengan maksud agar tercapainya kondisi yang optimal sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Pengelolaan kelas merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai oleh seorang pendidik. Karena tanpa keterampilan mengelola kelas, akan sulit untuk menjalankan kegiatan mengajar belajar secara efektif. Adapun pokok-pokok pikiran yang melatar belakangi pengelolaan kelas adalah sebagai berikut:
a) Pembelajaran di sekolah menggunakan suasana berkelompok.
85
PENGELOLAAN KELAS
b) Pendidik memiliki kewajiban untuk membentuk dan mengembangkan kelompok kelas yang efektif dan kondusif.
c) Kelompok kelas adalah suatu sistem yang memiliki ciri- ciri sebagaimana yang dimiliki oleh sistem sosial lainnya.
d) Peserta didik yang memiliki karakteristik yang bervariasi.
Pengelolaan kelas sangat di perlukan karena dari hari ke hari bahkan dari waktu ke waktu tingkah laku dan perbuatan peserta didik selalu berubah-rubah. Hari ini peserta didik dapat belajar dengan baik dan tenang, tetapi besok belum tentu. Oleh karena itu kondisi belajar yang optimal dapat dicapai jika pendidik mampu mengatur peserta didik dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam situasi yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pelajaran.
Tujuan Pengelolaan Kelas
Pengelolaan kelas bertujuan untuk menyediakan fasilitas berbagai bentuk kegiatan belajar peserta didik, baik dilingkungan sosial, intelektual dan emosional di dalam kelas. Fasilitas yang disediakan memungkinkan peserta didik belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan
86
PENGELOLAAN KELAS
intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada peserta didik. Tujuan lainnya adalah mengantarkan anak didik dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan dari tidak berilmu menjadi berilmu. Menurut Zahroh (2015), tujuan pengelolaan kelas adalah:
a) Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
b) Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar;
c) Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan peserta didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual peserta didik dalam kelas.
d) Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya. B. Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas
Pengelolaan kelas berdasarkan pendekatan diklasifikasikan menjadi delapan pendekatan, yaitu:
1) Pendekatan Otoriter (Autority Approach), merupakan suatu cara pengelolaan kelas dengan mengontrol tingkah
87
PENGELOLAAN KELAS
laku peserta didik melalui penerapan disiplin yang sangat ketat serta mengandung unsur kekuasaan dan ancaman.
2) Pendekatan Permisif (Permisive Approach), merupakan suatu cara pengelolaan kelas dengan memberi kebebasan kepada peserta didik dalam melakukan berbagai kegiatan sesuai dengan yang peserta didik inginkan.
3) Pendekatan Resep, merupakan cara pengelolaan kelas dengan memberi peserta didik satu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan tidak boleh dikerjakan selama pembelajaran.
4) Pendekatan Pengajaran, merupakan cara pengelolaan kelas dengan membuat perencanaan dan implementasi yang sangat matang untuk melakukan proses pengajaran yang baik.
5) Pendekatan Perubahan Tingkah Laku (Behavior Modification Approach), merupakan cara pengelolaan kelas dengan mengembangkan dan memfasilitasi perubahan perilaku yang bersifat positif dari sisiwa dan berusaha semaksimal mungkin mencegah munculnya atau memperbaiki perilaku negatif peserta didik.
6) Pendekatan Suasana Emosi dan Hubungan Sosial (Sosio Emosional Climate Approach), merupakan cara pengelolaan kelas dengan menciptakan suasana hubungan interpersonal yang baik dan sehat antara