• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Keterampilan Dasar Mengajar

Dalam dokumen Strategi Belajar Mengajar Matematika (Halaman 129-135)

BAB VI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

C. Teknik Keterampilan Dasar Mengajar

121

PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

oleh berbagai faktor. Faktor utama yang menentukan berhasilnya metode adalah tujuan yang akan dicapai.

5) Faktor situasi

Situasi adalah suasana belajar atau suasana pengajaran, termasuk dalam pengertian ini adalah suasana yang berkaitan dengan keadaan peserta didik seperti semangat belajar, juga keadaan cuaca, keadaan pendidik, keadaan kelas pengajaran yang berdekatan yang mungkin mengganggu atau terganggu karena penggunaan suatu metode.

C. Teknik Keterampilan Dasar Mengajar Matematika

122

PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

bertanya menjadi stimulus yang dapat merangsang kemampuan berpikir peserta didik. Teknik bertanya yang dirancang dan sistematis akan memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran. Pertanyaan yang berkualitas dibagi kedalam dua jenis pertanyaan, yaitu pertanyaan menurut Taksonomi Bloom dan pertanyaan menurut tujuannya. Pertanyaan menurut Taksonomi Bloom adalah pertanyaan pengetahuan (recall question atau knowlagde question), pemahaman (conprehention question), pertanyaan penerapan (application question), pertanyaan sintetis (synthesis question) dan pertanyaan evaluasi (evaluation question) sementara pertanyaan menurut tujuannya adalah pertanyaan permintaan (compliance question), pertanyaan retoris (rhetorical question), pertanyaan mengarahkan atau menuntun (prompting question) dan pertanyaan menggali (probing question).

2) Keterampilan Memberikan Penguatan

Penguatan atau yang dikenal dengan sebutan reinforcement merupakan bentuk respon yang bersifat verbal maupun non-verbal bertujuan sebagai transfer informasi atau umpan balik bagi penerima atas perilaku atau tingkah laku sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan memungkinkan berulangnya kembali perilaku seseorang.

Penerapan penguatan dalam proses belajar berdampak positif

123

PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

dalam meningkatkan perhatian, motivasi, aktivitas belajar peserta didik dan membentuk peserta didik yang memiliki ide- ide produktif. Untuk itu, perlu penguatan verbal seperti pujian atau apresiasi terhadap hasil kerja peserta didik dan penguatan non-verbal dengan memberikan perhatian lebih kepada peseta didik agar mereka merasa diperhatikan.

Keterampilan memberikan penguatan terdiri dari beberapa komponen yang perlu dipahami dan dikuasai penggunaannya oleh peserta didik agar dapat memberikan penguatan secara bijaksana dan sistematis. Penerapan penguatan secara efektif harus memperhatikan tiga aspek, yaitu kehangatan dan efektifitas, kebermaknaan, dan menghindari penggunaan respon yang negatif.

3) Keterampilan Mengadakan Variasi

Keterampilan mengadakan variasi merupakan cara pendidik dalam meningkatkan interaksi belajar agar terjalin suasana belajar yang aktif dan tidak membosankan bagi peserta didik. Interaksi dalam proses belajar mengajar penting dilakukan agar peserta didik senantiasa menunjukkan ketekunan, serta penuh partisipasi. Variasi dilakukan untuk memodifikasi aktivitas pengajaran.

Variasi dalam hal mengajar dapat berupa: penggunaan variasi suara (teacher voice), pemusatan perhatian peserta didik

124

PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

(focusing), kesenyapan atau kebisuan pendidik (teacher silence), mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and movement), gerakan badan mimik, variasi dalam ekspresi wajah pendidik, dan pergantian posisi pendidik dalam kelas dan gerak pendidik (teachers movement).

Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran digolongkan ke dalam tiga bagian, yakni dapat didengar, dilihat, dan diraba. Adapun variasi penggunaan media dan alat pengajaran antara lain adalah sebagai berikut: variasi alat atau bahan yang dapat dilihat (visual aids), variasi alat atau bahan yang dapat didengar (auditif aids), variasi alat atau bahan yang dapat diraba (motorik), dan variasi alat atau bahan yang dapat didengar, dilihat dan diraba (audio visual aids).

4) Keterampilan Menjelaskan

Keterampilan menjelaskan merupakan kemampuan dalam menyajikan informasi yang disusun secara sistematis dan berkaitan antara satu dengan lainnya. Komponen dalam keterampilan menjelaskan terbagi menjadi dua, yaitu: 1) merencanakan, mencakup penganalisaan masalah secara keseluruhan, penentuan jenis hubungan yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum, rumus, atau generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan dan penyajian suatu penjelasan, dengan

125

PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

memperhatikan hal-hal sebagai berikut: kejelasan, penggunaan contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan, dan penggunaan balikan.

5) Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran Membuka pelajaran merupakan kegiatan pendidik dalam menciptakan suasana prakondisi bagi peserta didik agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. Sedangkan menutup pelajaran ialah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar mengajar. Keterampilan ini termasuk sebagai usaha dalam menarik perhatian, motivasi, memberi acuan melalui berbagai usaha, dan membuat kaitan atau hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari.

Soal-soal Latihan

1. Apa pengertian dari pembelajaran berbasis masalah?

2. Apa saja karakteristik pembelajaran berbasis masalah?

Sebutkan dan jelaskan!

3. Sebutkan dan jelaskan ciri utama dari pembelajaran berbasis masalah!

4. Bagaimana langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah? Jelaskan!

126

PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

5. Susunlah rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah!

6. Sebutkan dan jelaskan manfaat pembelajaran berbasis masalah!

7. Jelaskan faktor-faktor interaksi belajar mengajar matematika!

8. Jelaskan teknik keterampilan dasar mengajar matematika!

9. Apa tujuan dari pembelajaran berbasis masalah?

10. Buatlah minimal 3 contoh soal sesuai dengan pembelajaran berbasis masalah!

REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION

127

Pendekatan Realistic Mathematics Education pertama kali diperkenalkan di Belanda oleh Freudenthal, pendekatan ini diterapkan untuk mengembangkan aktivitas peserta didik dalam belajar matematika. Peserta didik diajarkan untuk mampu mencari solusi dari setiap permasalahan, mengorganisasikan materi yang dapat digunakan sebagai bahan dalam memecahkan permasalahan. Mengorganisasikan ide baru dan konsep-konsep baru sesuai konteks, aktivitas-aktivitas ini disebut matematizing.

Haji & Abdullah (2016) mengatakan pembelajaran matematika realistik sebagai suatu pola yang sistematis dalam merancang pembelajaran matematika yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika dengan bertumpu pada kreativitas peserta didik dalam melakukan doing

Dalam dokumen Strategi Belajar Mengajar Matematika (Halaman 129-135)

Dokumen terkait