• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Belajar Mengajar Matematika

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Strategi Belajar Mengajar Matematika"

Copied!
180
0
0

Teks penuh

HAKIKAT STRATEGI BELAJAR

Pengertian Strategi Belajar Mengajar

Strategi belajar mengajar matematika merupakan kegiatan dalam pembelajaran matematika yang harus dilakukan oleh pendidik dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Strategi sebagai gambaran arah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan menjadi pola umum kegiatan pendidik dan peserta didik dalam proses belajar mengajar matematika.

Komponen Belajar Mengajar Matematika

Misalnya, Gasong (2018) mengatakan bahwa strategi belajar mengajar adalah tindakan pendidik yang melaksanakan rencana pengajaran, pendidik harus menguasai apa yang akan disampaikan. SIFAT STRATEGI MENGAJAR BELAJAR. memahami materi yang dijelaskan pada tahap pembelajaran dan memasukkannya sebagai umpan balik atas pelaksanaan semua kegiatan pembelajaran.

Tugas dan Fungsi Pendidik

Peserta didik dipersiapkan menjadi warga negara sesuai dengan UU Pendidik, Ketetapan MPR No. Segala upaya pendidik tidak selamanya dapat membentuk peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan.

TEORI BELAJAR MATEMATIKA

  • Teori Behaviorisme
  • Teori Kognitivisme
  • Teori Humanisme
  • Teori Konstruktivisme

Teori ini juga dikenal sebagai model stimulus dan respon, dimana siswa dipandang sebagai individu yang pasif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses belajar mengajar menurut aliran ini menekankan pada pemberian insentif dan tanggapan yang menjadi rutinitas siswa.

PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Pengertian Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran adalah cara pandang terhadap proses belajar mengajar yang digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang efektif dan mendukung tercapainya tujuan yang diharapkan. Pendekatan pembelajaran Sagala (2005) merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran untuk suatu unit pembelajaran tertentu.

Macam-Macam Pendekatan Pembelajaran

Lebih lanjut Ismaimuza (2010) mengungkapkan bahwa masalah dalam PBM merupakan masalah yang tidak terstruktur atau kontekstual dan menarik (contextual and engage) sehingga merangsang siswa untuk bertanya dari berbagai sudut pandang.

METODE PEMBELAJARAN DALAM

Pengertian Metode Mengajar

Lingkungan yang dimaksud bukan hanya ruang kelas, tetapi juga meliputi media, guru, laboratorium, perpustakaan dan lain-lain yang berkaitan dengan kegiatan belajar siswa. Oleh karena itu, mengajar adalah kegiatan mendidik dengan menggunakan perangkat pembelajaran untuk membimbing siswa dalam membangun karakternya. Pendidik harus terus menerus menyusun rencana kegiatan agar penyebaran informasi kepada peserta didik menjadi lebih efektif dan memperkuat pemahaman konsepnya.

Metode pengajaran adalah suatu konsep atau prosedur yang dirancang untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, khususnya kegiatan menyajikan materi pelajaran kepada siswa. Sehubungan dengan hal tersebut Rahman & Maarif (2014) menjelaskan bahwa metode mengajar merupakan kegiatan pendidik dalam menjalin hubungan dengan peserta didik selama proses belajar mengajar. Lebih lanjut Muhibbin (2011) menyatakan bahwa metode mengajar adalah suatu cara yang memuat tata cara pelaksanaan kegiatan pendidikan, khususnya kegiatan penyajian materi kepada peserta didik.

Faktor-Faktor Penentu Metode Mengajar

Dalam proses belajar mengajar di kelas, pendidik berhadapan langsung dengan peserta didik yang memiliki karakteristik berbeda. Berbagai status sosial, ekonomi dan gender, pada hakekatnya dari aspek fisik ini selalu terdapat perbedaan dan persamaan pada setiap siswa. Segala perbedaan yang ada pada setiap siswa pasti mempengaruhi penentuan dan pilihan metode yang akan diterapkan untuk menciptakan suasana belajar.

Jadi, jelas bahwa kematangan siswa yang berbeda mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode pengajaran. Metode yang dipilih pendidik harus konsisten dengan tingkat keterampilan yang harus dipenuhi oleh setiap siswa. Dalam kasus lain, sesuai dengan sifat materi dan keterampilan yang ingin dicapai oleh tujuan, pendidik menciptakan lingkungan belajar bagi siswa dalam kelompoknya.

Jenis-Jenis Metode Mengajar

PENGELOLAAN KELAS

Pengertian Pengelolaan Kelas

Manajemen diartikan sebagai manajemen atau pengaturan, sedangkan manajemen kelas berarti mengatur atau mengelola seseorang untuk memimpin kegiatan di kelas. Menurut Nata (2014), pengelolaan kelas adalah keterampilan pendidik untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, serta mengendalikannya ketika terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. MANAJEMEN KELAS . pembelajaran siswa, yang dilakukan pendidik di dalam kelas, sangat bergantung pada pendidik itu sendiri.

Dari pernyataan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas adalah keterampilan guru dalam menciptakan dan memelihara kelas yang menguntungkan dengan tujuan untuk mencapai kondisi yang optimal bagi kelancaran kegiatan belajar mengajar. Pengelolaan kelas sangat diperlukan, karena dari hari ke hari, bahkan dari waktu ke waktu, perilaku dan tindakan siswa selalu berubah. Pengelolaan kelas bertujuan untuk memberikan kesempatan berbagai bentuk kegiatan belajar bagi siswa, baik dalam lingkungan sosial, intelektual maupun emosional kelas.

Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas

Tujuan pengelolaan kelas adalah untuk menciptakan suasana atau kondisi di dalam kelas yang memungkinkan siswa Pendidik membantu siswa menentukan dan mengatur tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan masalah tersebut. Tujuannya adalah untuk memotivasi siswa untuk memahami apa yang akan mereka lakukan.

Pada tahap ini, pendidik harus mendorong siswa untuk mengumpulkan data dan melakukan percobaan (mental. Modus ini memungkinkan siswa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, serta memberikan kesempatan untuk memeriksa hasil kerja siswa, dan memotivasi siswa untuk aktif Bekerja.

Menejemen Kelas

Lingkungan Kondusif

PBL merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. Pendidik membantu siswa merefleksikan atau mengevaluasi penelitian mereka dan proses yang mereka gunakan. Tujuannya adalah agar siswa mengumpulkan informasi yang cukup untuk membuat dan mengembangkan ide-ide mereka sendiri.

Interaksi dalam proses belajar mengajar menjadi penting agar siswa selalu menunjukkan ketekunan dan partisipasi penuh. Masalah kontekstual yang diajukan kepada siswa dapat membantu siswa membangun sendiri ide dan konsep matematisnya (mathematical concept formation). Dalam hal ini, peran pendidik adalah memberikan bantuan sesuai kebutuhan kepada peserta didik yang membutuhkan bantuan.

PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah

Saat mengajar pada tahap ini, pendidik mendorong siswa untuk menyampaikan semua idenya dan menerima ide tersebut secara penuh. Fase ini bertujuan untuk membantu siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah mereka dan keterampilan investigasi dan intelektual yang mereka gunakan. Selama fase ini, pendidik meminta siswa untuk merekonstruksi pemikiran dan kegiatan yang diwujudkan selama proses kegiatan belajar mereka.

Karena sifatnya yang interaktif, model pembelajaran berbasis masalah memerlukan perencanaan sebanyak pembelajaran yang berpusat pada siswa lainnya. Dalam penerapan PBL, beberapa guru lebih memilih untuk memberikan kesempatan dan kebebasan kepada siswa untuk memilih masalah yang akan ditelitinya. PBL memungkinkan siswa untuk secara bersamaan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan mereka dan menerapkannya dalam konteks yang sesuai.

Faktor-Faktor Interaksi Belajar Mengajar

Setelah tujuan dirumuskan, bahan pembelajaran harus dipilih sesuai dengan kondisi tingkat siswa yang akan diajar. Guru sebagai pihak yang berinisiatif menyelenggarakan pendidikan, sedangkan siswa sebagai pihak yang secara langsung mengalami dan memperoleh manfaat dari peristiwa pendidikan yang berlangsung. Pendidik sebagai pengarah dan pembimbing berdasarkan tujuan yang telah ditentukan sedangkan peserta didik adalah orang yang bergerak menuju tujuan tersebut melalui kegiatan dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sebagai sumber belajar di bawah bimbingan pendidik.

Selain itu, faktor pendidik dan peserta didik merupakan unsur yang sangat berperan penting dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Salah satunya mengadakan contact hours atau jam pertemuan antara pendidik dan peserta didik. Pada saat itu komunikasi dua arah dapat berlangsung, pendidik dapat mengajukan pertanyaan dan mengetahui keadaan siswa dan sebaliknya siswa mempresentasikan masalah dan hambatan yang berbeda yang mereka hadapi.

Teknik Keterampilan Dasar Mengajar

Untuk itu diperlukan penguatan verbal seperti pujian atau penghargaan terhadap hasil karya siswa dan penguatan non verbal dengan memberikan perhatian lebih kepada siswa sehingga mereka merasa diperhatikan. Kompetensi memberikan penguatan terdiri dari beberapa komponen yang harus dipahami dan dikuasai siswa agar dapat memberikan penguatan secara bijak dan sistematis. Kemampuan melakukan variasi merupakan cara pendidik untuk meningkatkan interaksi belajar, menciptakan suasana belajar yang aktif dan tidak membosankan bagi peserta didik.

Variasi dalam hal mengajar dapat berupa: penggunaan variasi suara (suara guru), pemusatan perhatian siswa. fokus), diam atau diam guru, melakukan kontak mata dan gerakan, ekspresi wajah, variasi ekspresi wajah guru, dan mengubah posisi guru di kelas dan gerakan guru. Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik pertama kali diperkenalkan di Belanda oleh Freudenthal, pendekatan ini diterapkan untuk mengembangkan aktivitas siswa dalam belajar matematika. Siswa diajarkan untuk dapat menemukan solusi dari setiap masalah, mengorganisasikan bahan-bahan yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk memecahkan masalah.

REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION . 127

Karakteristik Realistic Mathematics

Learning dan Teaching Trajectory dalam

Menurut Clement dan Sarama (2009), lintasan belajar karenanya terdiri dari tujuan matematika, perkembangan siswa dalam mencapai tujuan dan rangkaian kegiatan mengajar. Aprianti et al (2016) menyatakan bahwa lintasan belajar hipotetik adalah dugaan sementara tentang kemungkinan belajar seseorang yang dirancang oleh pendidik, lintasan belajar hipotetik yang di dalamnya terdapat tujuan pembelajaran, gambaran kegiatan yang akan dilakukan, prediksi respon siswa bersama dengan antisipasi didaktik pedagogis. Lintasan pembelajaran hipotetis disusun untuk mengembangkan desain pembelajaran yang memungkinkan hambatan belajar atau hambatan belajar dapat diatasi.

Menurut Zabeta et al (2015), lintasan belajar hipotetis adalah kegiatan belajar sementara dan proses belajar yang diklaim memprediksi caranya. Kegiatan yang dilakukan pada tahap persiapan eksperimen adalah tinjauan literatur, perumusan jalur pembelajaran hipotetik berdasarkan informasi yang diproyeksikan tanpa bukti empiris, pretest dan posttest, wawancara atau protokol tertulis dengan beberapa pertanyaan, analisis tugas terstruktur dan sebagainya. Kegiatan yang dilakukan pada tahap eksperimen desain adalah menguji lintasan pembelajaran hipotetik yang telah dirumuskan melalui analisis mendalam untuk mendapatkan data yang valid.

Implementasi Realistic Mathematics Education

Pendidik sebagai fasilitator dalam pembelajaran ditunjukkan bahwa pendidik memiliki kemampuan untuk membangun proses berpikir siswa, bahkan dalam lingkungan belajar yang interaktif. Konsep utama RME menunjukkan bahwa proses pembelajaran harus dimulai dengan berbagai macam masalah kontekstual yang diberikan kepada siswa. Dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan siswa agar dapat terlibat di dalamnya sehingga proses pembelajaran menjadi bermakna.

Pada tahap pengenalan, pendidik memperkenalkan masalah realistik dalam matematika kepada seluruh siswa dan membantu memberikan pemahaman (perumusan) masalah. Selain itu, dikembangkan strategi pemecahan masalah yang dapat dilakukan berdasarkan informasi atau pengetahuan formal yang dimiliki siswa. Disini guru berusaha meyakinkan siswa dengan memberikan pengertian sambil berkeliling siswa.

Referensi

Dokumen terkait