• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis pendekatan penelitian

Dalam dokumen DISERTASI - etheses UIN Mataram (Halaman 43-51)

BAB I PENDAHULUAN

G. Metode Penelitian

1. Jenis pendekatan penelitian

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif karena peneliti berupaya untuk menggambarkan dan mendeskipsikan fenomena yang terjadi sesuai dengan keadaan yang sebenarnya di lapangan. Peneliti dalam hal ini akan memaparkan fenomena yang terjadi pada lembaga- lembaga pendidikan Salafi yang ada saat ini, yang eksis di tengah

Salafi

Lembaga Pendidikan

Konflik dan resistensi Pilihan Orang tua

(Teori Konflik, Teori Resistensi dan Teori Motivasi)

Implikasi Teori

Eksistensi lembaga Pendidikan Salafi Dakwah

Implikasi praktis

resistensi dan konflik keyakinan dan juga isu-isu negatif yang kerap muncul. Informasi yang diperoleh dalam penelitian ini bukan berupa angka-angka, melainkan berupa data-data dari hasil wawancara, hasil observasi, serta dokumentasi yang bisa menggambarkan keadaan secara jelas.

Dalam teorinya penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang dilandaskan pada falsafah post positivisme atau enterpretif, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang bersifat alamiah, di mana peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan observasi, wawancara, dokumentasi), data yang diperoleh cendrung kualitatif, analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian kualitatif bersifat untuk memahami makna, memahami keunikan, mengkonstruksi fenomena, dan menemukan hipotesis.23.

Menurut Bogdan dan Taylor dalam Lexy J. Moleong24 mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati.

Margono25 meyebutkan bahwa penelitian kualitatif memiliki beberapa ciri-ciri yaitu sebagai berikut: (a). Lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung, (b) Manusia merupakan alat (instrumen) utama

23 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif; untuk penelitian yang bersifat; eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif. (Bandung :Alfabeta: 2018), hal. 10.

24Lexy J. Moleong Metodologi Penelitian Kualitatif, (PT. Remaja Rosda Karya: Bandung, 2018), hal. 4

25 Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta :PT. Rineka Cipta: 2004) hal. 36

pengumpul data (c) Analisis data dilakukan secara induktif (d) Penelitian bersifat deskriptif analitik, (e) Tekanan penelitian berada pada proses, (f) Pembatasan penelitian berdasarkan fokus, (g) Perencanaan bersifat lentur dan terbuka, (h) Hasil penelitian merupakan kesepakatan bersama, (i) Pembentukan teori berasal dari data, (j) Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif, (k) Penelitian bersifat menyeluruh (holistik), (l) Makna sebagai perhatian utama penelitian.

Paling tidak terdapat tiga tahap utama dalam penelitian kualitatif yaitu26: 1. Tahap deskripsi atau tahap orientasi. Pada tahap ini, peneliti mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan. Peneliti baru mendata sepintas tentang informasi yang diperolehnya. 2. Tahap reduksi.

Pada tahap ini, peneliti mereduksi segala informasi yang diperoleh pada tahap pertama untuk memfokuskan pada masalah tertentu. 3. Tahap seleksi. Pada tahap ini, peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci kemudian melakukan analisis secara mendalam tentang fokus masalah. Hasilnya adalah tema yang dikonstruksi berdasarkan data yang diperoleh menjadi suatu pengetahuan, hipotesis, bahkan teori baru.

Dalam rangka memperoleh pemahaman yang utuh dan menyeluruh, khususnya terkait dengan keberadaan lembaga-lembaga pendidikan Salafi yang ada di Nusa Tenggara Barat saat ini, dan eksistensi mereka dalam menyelengarakan pendidikan di masyarakat maka peneliti

26 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif; untuk penelitian yang bersifat; eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif. (Bandung :Alfabeta: 2018), hal. 10.

mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam penelitian ini, sehingga penelitian ini diharapkan dapat mengungkapkan fenomena yang ada secara mendalam dan utuh.

Pertimbangan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif ini karena peneliti ingin memahami (how to Understanding) secara mendalam apa yang diteliti bukan menjelaskan (how to explain) hubungan sebab akibat sebagaimana yang dilakukan oleh penelitian kuantitatif. Pertimbangan lain juga ingin mendalami secara utuh (bungkulan) fokus yang diteliti bukan sekedar melihat serpihan-serpihan fokus yang diteliti.27

Oleh karenanya proses penelitian diawali dengan penelitian pendahuluan ke lokasi yaitu tiga pondok pesantren Salafi yang ada, Ponpes Abu Hurairah Mataram, Ponpes As-Sunnah Lombok Timur dan Ponpes Imam Bukhari Dompu. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi awal terkait sejarah perintisan masing-masing lembaga dan perkembangan pondok di 5 tahun terakhir.

Dengan data hasil studi pendahuluan yang diperoleh, peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian di tiga lokasi pondok pesantren ini. Sejak itulah, peneliti mulai bertanggung jawab secara moral dan dengan penuh kehati-hatian mulai mengumpulkan data, dan menganalisi data yang diperoleh di tiga lokasi tersebut.

27 Mudjia Raharjo. Perbandingan paradigma kualitatif dan kuantitatif. (materi Kuliah Metodologi peneltian PPs UIN Maliki Malang, 2012).

2. Lokasi penelitian

Lokasi Penelitian ini dilaksanakan di dua Kabupaten kota di wilayah pulau Lombok dan satu di Kabupaten Kota di Pulau Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pengambilan lokasi penelitian di tiga kabupaten kota tersebut di atas didasarkan pada :

a. Aspek kelengkapan data, yaitu bahwa tiga tempat tersebut bisa mewakili atau menggambarkan tentang perkembangan lembaga pendidikan Salafi yang ada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat b. Kemudahan dalam mengakses data penelitian

c. Koneksi dan kedekatan dengan para pengurus di tiga wilayah penelitian yang ada.

3. Jenis Data Penelitian dan Sumber Data

A. Jenis Data Penelitian

Data yang yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data yang terkait dengan deskripsi lembaga-lembaga pendidikan Salafi di Pulau Lombok dan pulau Sumbawa, termasuk pola penyelenggaraan pendidikan pada lembaga- lembaga pendidikan Salafi yang ada. Kemudian data konflik-konflik yang pernah terjadi antara masyarakat dan Salafi di tiga wilayah penelitian yang ada, ikutserta dalam hal ini adalah data berkaitan dengan resistensi yang masih muncul dalam masyarakat, dan terakhir adalah data yang yang

berkaitan dengan motif orang tua dalam memilih lembaga pendidikan Salafi.

Data-data tersebut diperoleh dari berbagai sumber baik berupa tindakan, kata-kata, dokumen-dokumen, dan tulisan-tulisan di tiga lokasi penelitian tersebut. Masing-masing fokus penelitian dijabarkan dalam bentuk indikator dan sub indikator untuk mempermudah pemetaan masalah. Lofland dalam Moleong menyebutkan bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain.28

Adapun tabel data fokus penelitian beserta indikator dan sub indikator kami sajikan sebagai berikut;

No Fokus penelitian Indikator Sub indikator 1 Deskripsi lembaga-

lembaga pendidikan Salafi

▪ Kepondokan ▪ Sejarah berdiri

▪ Potret Asrama

▪ Sekolah

▪ Jumlah santri

▪ Kurikulum ▪ Mata pelajaran

▪ Proses

penyelenggaraan

▪ Kitab rujukan santri 2 konflik-konflik yang

pernah terjadi antara

▪ Konflik di Mataram ▪ Deskripsi konflik di Karang Anyar

28Lexy J. Moleong Metodologi Penelitian Kualitatif, (PT. Remaja Rosda Karya: Bandung, 2018), hal. 157

masyarakat dan Salafi ▪ Deskripsi konflik di Sayang-Sayang gegutu

▪ Deskripsi konflik di Pejarakan

▪ Konflik di Lombok Barat

▪ Konflik di Sekotong

▪ Konflik di Beroro

▪ Konflik di Sesela

▪ Konflik di Lombok Timur

▪ Deskripsi konflik di Peresak

▪ Deskripsi konflik di Prenggasela

Resitensi Terhadap lembaga-lembaga pendidikan Salafi

▪ Resistensi terhadap

ponpes Abu

Hurairah

▪ Resistensi terhadap ponpes Abu Hurairah

▪ Resistensi terhadap ponpes As-Sunnah

▪ Resistensi terhadap ponpes As-Sunnah

▪ Resistensi terhadap

ponpes Imam

Bukhari

▪ Resistensi terhadap ponpes Imam Bukhari

3. Eksistensi Lembaga Pendidikan Salafi

▪ Perkembangan Jumlah Santri

▪ Perkembangan Jumlah santri

4. Motivasi Orang Tua Memilih Lembaga

▪ Internal (dari orang tua)

▪ Aqîdah dan Manhaj beragama Salafi

Pendidikan Salafi ▪ Hafalan Al-Qur’an

▪ Terhindar dari pergaulan yang rusak

▪ Eksternal (dari lembaga pendidikan Salafi)

▪ Kurikulum

▪ Kredibilitas tenaga pengajar

▪ Lingkung Asrama Tabel 1.5. Data penelitian dan indikatornya

B. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti dari kata-kata dan tindakan di Ponpes Abu Hurairah Mataram, Ponpes As-Sunnah Lombok Timur dan Ponpes Imam Bukharo Dompu. Kata-kata dan tindakan ini sebagai data utama yang digali melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan, adapun sumber data yang lain berupa dokumen yang peneliti peroleh di lokasi penelitian, dan selanjutnya menjadi data sekunder.

Adapun penentuan informan peneliti lakukan dengan kriteria sebagai berikut :

1. Informan yang peneliti anggap mengetahui secara mendalam fokus penelitian

2. Memiliki kewenangan yaitu sebagai penanggung jawab, pengurus atau pembina berkaitan dengan hal-hal di pondok, atau sekolah dan

juga sebagai koordinator pengajian jika berkaitan dengan kajian- kajian Salafi

3. Informan merupakan pelaku sejarah atau relatif lama sudah berada dalam lingkup dakwah Salafi.

Informan dalam penelitian ini adalah pimpinan pondok, kepala sekolah, kepala asrama, pelaku langsung dari sejarah atau peristiwa dan juga orang tua wali murid di tiga pondok pesantren Salafi.

Dalam dokumen DISERTASI - etheses UIN Mataram (Halaman 43-51)