BAB III METODE PENELITIAN
D. Definisi Operasional Variabel
Strategi Pemberdayaan Remaja Mesjid di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar adalah suatu upaya dan perencanaan jitu terhadap potensi remaja di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar terhadap bentuk-bentuk negatif dari dampak modernisasi dan globalisasi. Penjabaran ini dimaksudkan untuk lebih mengarahkan peran strategis remaja secara edukatif dan melihat prospek aktual sumbangsinya terhadap perubahan masyarakat di sekitarnya.
E. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Siswujo yang dikutip Mardalis (1993: 54): mengatakan bahwa populasi adalah sejumlah kasus yang memenuhi seperangkat kriteria yang ditentukan peneliti. Sedangkan Mardalis mengatakan bahwa populasi adalah semua individu yang menjadi sumber pengambilan sampel.
Menurut Suharsimi Arikunto (1998: 67) mengemukakan bahwa:
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Apabila ingin meneliti semua elemen yang ada di dalam wilayah penelitian maka penelitiannya merupakan penelitian populasi.
Menurut Margono (2000: 67) menjelaskan populasi adalah:
Keseluruhan obyek penelitian yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala, nilai, tes, atau peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam penelitian.
.
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapatlah disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan obyek penelitian yang menjadi sasaran untuk dapat menyimpulkan data, baik berupa benda, manusia, maupun hal-hal yang terjadi dan yang diselidiki secara nyata menurut pandangan kolektif dan berdasarkan ciri-ciri yang telah ditetapkan.
Sesuai dengan masalah yang diajukan pada penelitian ini, maka yang menjadi populasi adalah remaja mesjid di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar yang berjumlah 60 orang dari 4 Dusun dan 4 mesjid. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel I:
Keadaan populasi anggota remaja mesjid
di Kelurahan barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar.
No.
Nama Dusun Nama Masjid
Anggota
Jumlah
L P
1 Barombong Nurul tasbih 8 7 15
2 Bontoa Nurul Quddus 10 8 18
3 Sumanna Nurul Iman 7 5 12
4 Bonto Labbua Nurul Huda 9 6 15
Jumlah 4 Masjid 34 26 60
Sumber Data : Kantor Kelurahan Barombong Kec. Tamalate 2014 2. Sampel
Menurut Anas Sudjono (2008:28) mengemukakan bahwa sampel adalahmengumpulkan data dengan jalan mencattat atau memilih sebagian kecil saja dari seluruh elemen yang menjadi objek peneliti.
.
Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 174) mengemukakan bahwa sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila peneliti bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. Yang di maksud menggeneralisasikan adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai sesuatu yang berlaku bagi populasi.
Berdasarkan beberapa pendapat diatas, maka peneliti menggunakan purposive sample (tunjuk langsung) dengan teknik bertujuan ini cukup baik karena sesuai dengan pertimbangan peneliti sendiri sehingga dapat mewakili sampel.
Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 183) bahwa purposive sample adalah bertuajuan dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random, atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu.
Memperhatikan pendapat diatas maka keadaan sampel akan disajikan sebagai berikut.
.
Tabel II :
Keadaan sampel Anggota Remaja Mesjid
di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar.
No. Nama Dusun Nama Masjid
Anggota
Jumlah
L P
1 Barombong Nurul tasbih 8 7 15
2 Bontoa Nurul Quddus 10 8 18
3 Sumanna Nurul Iman 7 5 12
4 Bonto Labbua Nurul Huda 9 6 15
Jumlah 4 Mesjid 34 26 60
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian dimaksudkan untuk memberikan kemudahan kepada peneliti dalam menjawab pertanyaan penelitian sehingga mendapatkan data sebagaimana adanya.
Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data di lapangan mengenai Strategi Pemberdayaan Remaja Mesjid di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar yaitu:
1. Angket atau kuisioner (quistionnaire) adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui.
2. Interviu (interview) yang sering juga disebut wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk mendapatkan
.
informasi atau data-data yang akurat yang diinginkan dari seseorang yang diwawancarai.
3. Observasi yaitu pengumpulan data dengan memperhatikan sesuatu atau hal-hal yang ada kaitannya dengan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan alat indera. Observasi bisa dilakukan dengan pedoman sebagai instrumen pengamatan atau tanpa instrumen pengamatan.
4. Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Dalam melaksanakan penelitian dengan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, absensi, surat kabar, notulen rapat, perangkat-perangkat pembelajaran dan sebagainya.
G. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini, penulis menggunakan tiga tahap untuk mendapatkan data yang akurat yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pengelolaan data.
1. Tahap Persiapan
tahap persiapan, penulis terlebih dahulu melengkapi hal-hal yang dibutuhkan dalam penelitian. Hal yang paling mendasar menentukan berbagai metode dan instrumen penelitian yang akan dipergunakan dalam rangka pengumpulan data di lapangan. Seperti membuat catatan observasi, membuat pedoman wawancara, serta mengurus surat izin penelitian.
.
Setelah menentukan metode dan instrumen penelitian, kegiatan yang tidak kalah pentingnya adalah menelaah berbagai sumber bacaan yang erat kaitannya dengan masalah yang akan diteliti.
2. Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan penelitian ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data seperti yang dikemukakan diatas yakni metode observasi, interview dan dokumentasi. Di samping itu, penulis juga mengadakan telaah terhadap buku-buku yang ada hubungannya dengan masalah yang akan diteliti.
Dengan demikian, pada tahap pelaksanaan penelitian ini mengcakup dua kegiatan pengumpulan data yang dilakukan yaitu metode library research dan field research.
3. Tahap Pengelolaan Data
Setelah penelitian sudah rampung, maka langkah-langkah selanjutnya adalah mengelolah data. Pada tahap ini semua data diklasifikasikan berdasarkan susunan bab atau keselurahan pembahasan sehingga pelaksanaannya dapat disistematiskan.
Demi mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini digunakan teknik sebagai berikut:
a. Metode penelitian kepustakaan (library research) yaitu menggunakan atau mengumpulkan data dengan jalan membaca buku, artikel, dan hasil penelitian lainnya yang ada kaitannya dengan materi.
.
b. Metode penelitian lapangan (field research) yaitu penulis mengadakan penelitian langsung dengan obyek penelitian. Dalam menggunakan metode ini, maka penulis akan memakai beberapa teknik yaitu:
1) Observasi dengan mengamati secara langsung hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.
2) Interview atau wawancara adalah suatu proses interaksi dan komunikasi dengan tujuan mendapatkan informasi atau data-data yang akurat yang diinginkan dari seseorang yang diwawancarai.
3) Angket dengan memberikan pertanyaan tertulis dalam bentuk pilihan ganda atau essay kepada responden untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini.
4) Dokumentasi atau tulisan yang berhubungan dengan pembahasan sebagai bukti tertulis