• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. TeknikAnalisis Data

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model logit atau regresi logistik (logistic regression) dengan bantuan program IMB statistical package for social sciences (SPSS).

Adapun uji analisi data yang di gunakan terbagi atas 3 (tiga) yakni sebagai berikut:

1. Uji Statistik Deskriptif

Statistic deskriptif digunakan untuk memberikan deskriptif suatu data yang dilihat dari rata-rata (mean), standar devisi, dan maksimum minimum. Mean di gunakan untuk dapat memperkirakan suatu besar rata- rata populasi yang diberikan dari sampel penelitian sebuah perusahaan.

Standar devisi dapat digunakan untuk menilai despersi rata-rata suatu sampel. Sedangkan maksimum dan minimum dapat digunakan sebagai nilai populasi dri minimum dan maksimum (Ghozali, 2006),

2. Uji Asumsi Klasik

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik yang mendasari penggunaan analisis regresi berganda.

Ada beberapa asumsi yang harus terpenuhi agar kesimpulan dari hasil pengujian di antaranya adalah sebagai berikut :

a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah distribusi variabel terikat untuk nilai variabel bebas tertentu berdistribusi normal atau tidak.Dalam model regresi linear, asumsi ini ditunjukkan ole nilai e ( eror)

yang berdistribusi normal.Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal, sehingga layak digunakan untuk pengujian statistik. Pengujian normalitas data menggunakan Test of Normality Kolmogorov Smirnov dalam program SPSS. Menurut Singgih Santoso dasar pengambilan keputusan bias dilakukan berdasarkan profitabilitas (Asymtotic Significance), yaitu :

1. Jika probilitas< 0,05 maka distribusi dari model regresi adalah normal.

2. Jika probilitas > 0,05 maka distribusi model regresi adalah tidak normal.

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah nilai kesalahan taksiran model regresi mempunyai distribusi normal atau tidak.Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data residual normal atau mendekati normal. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kolmogorov smirnov test menggunakan program SPSS.

b. Uji Multikolinieritas

Uji multikolineritas bertujuan untuk menguji apakah pada sebuah model regresi itentukan adanya koreksi antara variabel independen.Jika terjadi korelasi, maka dinamakan problem multikolinieritas.

Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas dapat dilihat pada besarnya variance inflation Factor (VIF) dan Tolerance.Pedoman pada model regresi yang bebas multikolinieritas adalah mempunyai angka tolerance mendekati 1. Batas VIF adalah 10, maka tidak terjadi gejala multikolinieritas, adapun rumus yang digunakan sebagai berikut :

VIF= 1

π‘‡π‘œπ‘™π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘π‘’ atau Tolerance 1

𝑉𝐼𝐹

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastitas bertujan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedatisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah homokedatisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.

3. Uji Hipotesis

Penelitian ini menggunakan satu variabel dependen dan dua variabel independen maka untuk menguji hipotesis yang diajukan digunakan alat analisis regresi berganda. Regresi bertujuan untuk menguji pengaruh antara satu variabel dengan variabel lain. Pengujian hipotesis ini dengan menggunakan alat statistic SPSS versi 20.

Adapun persamaan regresinya adalah sebagai berikut:

KA= Ξ±+Ξ²1Γ—1+Ξ²2Γ—2+Π΅ Keterangan:

KA : Kualitas Audit Ξ± : konstanta

Ξ² : koefisien regresi X1 : Ukuran Perusahaan X2 : Rotasi KAP

E : error trem

Dalam penelitian ini digunakan tingkat signifikan (Ξ±) 0,05 atau 5%.

Untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan diterimah atau ditolak, maka dilakukan pengujian terhadap variabel-variabel penelitian dengan menguji secara simultan melalui uji signifikan simultan (uji statistik F) dengan maksud untuk menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara bersamaan.

a. Uji Signifikasi (Uji-t)

Pengujian dilakukan adalah pengujian parameter (uji korelasi) dengan menggunakan uji t – statistic.Hal ini membuktikan apakah terdapat pengaruh antara masing-masing variabel independen (X) dan fariabel dependen (Y).

Adapun rumus uji – t sebagai berikut : t = π‘Ÿ βˆšπ‘›βˆ’2

√1βˆ’π‘Ÿ2

Keterangan:

r = koefesien korelasi

t = nilai koefisien korelasi dengan derajat bebas (dk)=n-k-1 n = jumlah sampel

kemudian menggunakan model keputusan dengan menggunakan statistik uji – t, dengan melihat asumsi sebagai berikut:

1) Tingkat kesalahan Ξ±=0,05 2) Derajat kebebasan = n-k-1 3) Dilihat darihasil ttabel

Dari hasil hipotesis t dibandingkan dengan ketentuan sebegai berikut :

a) Jika nilait<0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima (berpengaruh).

b) Jika nilai t> 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak (tidak berpengaruh).

Bila pada pengujian statistik menunjukkan Ho ditolak, berarti variabel-variabel independennya yang indenpendensi, kompetensi, dan Due profesional care mempunyai pengaruh signifikan terhadap kualitas audit. dan apabila Ho diterima maka variabel-variabel independen tersebut tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit.

b. Uji signifikan simultan (uji-F)

Uji statistic F adalah uji F atau koefisien regresi secara bersama- sama digunakan untuk mengetahui apakah secara bersama-sama variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Adapun rumus yang digunakan sebagai berikut : Fn= 𝑅

2/π‘˜ (1βˆ’π‘…2)/π‘›βˆ’π‘˜βˆ’1

Keterangan : Fn = Nilai uji f

r = Koefisien korelasi berganda k = Jumlah variabel independen n = Jumlah anggota sampel kriteria uji – F sebagai berikut :

1. Jika Fhitung < Ftabel pada Ξ± = 5% maka Ho ditolak dan Ha diterima (berpengaruh).

2. Jika Fhitung > Ftabel pada Ξ± =5% maka Ho diterima Ha ditolak (tidak berpengaruh).

Dalam uji F tingkat signifikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,95 atau 95% dengan Ξ± = 0,05 atau 5% artinya kemungkinan dari hasil kesimpulan adalah benar mempunyai pengaruh reputasi kantor akuntan public mekanisme ekspetasi ketepatan sebesar 95% atau korelasi kesalahan sebesar 5% dan derajat kebebasan digunakan untuk menentukan Ftabel. Kriteria yang dipakai sebagai beriku :

Ho diterima Jika Fhitung< Ftabel

Ho ditolak jika Fhitung > Ftabel

Apabila Ho diterima, maka hal ini diartikan bahwa pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen dinyatakan tidak signifikan, dan sebaliknya apabila Ho ditolak menunjukan bahwa adanya pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen dinyatakan signifikan.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

Bursa Efek Indonesia (BEI) atau disebut juga Indonesia Stock Exchange (IDX) adalah suatu lembaga yang mengelola pasar modal yang ada di Indonesia.BEI menyediakan infastruktur bagi terselenggaranya transaksi dipasar modal. Pasar modakl diselengarakan oleh bursa efek Indonesia meliputi transaksi saham dan transaksi surat hutang (obligasi swasta dan obligasi pemerintah). Secara historis pasar modal telah hadir jatuh sebelum Indonesia merdeka.Bursa efek hadir sejak jaman kolenial Belanda tepatnya pada Tahun 1912 di Batavia.Pasar modal ketika didirikan oleh pemerintah hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah colonial VOC. Ketika terjadi perang dunia ke 1 dan 2, perkembangan dan pertumbuhan pasar modal mengalami kevakuman.Kemudian pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembalipasar modal pada tahun 1977 dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang di keluarkan pemerintah.

Penelitan yang dilakukan menggunakan laporan tahunan di BEI penelitian ini menggunakan laporan tahunan karena laporan tahunan perusahaan menyediakan berbagai macam informasi yang lengkap dengan mendetail terkait dengan perusahaan.selai itu, penelitian ini mengambil sampel data dri BEI dikarnakan BEI merupakan satu satunya

44

bursa efek Indonesia yang memiliki data yang lengkap dan telah terorganisasi dengan baik.

Adapun profil perusahan yang dijadikan objek penelitian adalah tiga pilar sejahtera Food Tbk (AISA) dimana merupakan perusahaan yang memproduksi makanan yang bermarkas di Jakarta, Indonesia.Perusahaan ini didirikan pada tahun 1959 di mana pada perusahaan ini memproduksi berbgai macam bahan makanan.Perusahaan Tri bayan Tirta Tbk (ALTO) di dirikan pada tahun 1997.Tujuannya untuk membangun natural spring water sebagai produk local dengan kualitas internasional.Perusahaan Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) adalah salah satu perusahaan es cream terkemuka yang ada di Indonesia yang didirikan pada awal 1970.

Pt Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi air minum yang bermerek Cleo pure Water.Pt Delta Djakarta Tbk merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi minuman yang bermarkas di Jakarta perusahaan di dirikan tahun 1932.Pt Indofood sukses makmur Tbk merupakan produsen berbagai jenis makanan dan minuman yang bermarkas di Jakarta.Pt Inti Agri Resources Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penangkaran ikan hias khususnya ikan arwana.Pt Mayora Indah Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan makanan, permen dan biskuat.

Pt Prima Cakrawala Abadi Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolahan produk makanan laut.Pt Nippon Indosari Tbk merupakan perusahaan Roti yang bermerek dagang Sari Roti terbesar di Indonesia.Pt sekar Bumi Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produk perikanan, pertanian dan perternakan sapi.

Pt Sekar Laut Tbk berawal dari sebuah usaha di bidang perdagangan produk laut di kota sidoarjo. Pt Siantar Top merupakan perusahaan yang berbasis di Indonesia yang bergerak dalam industri pengelolahan bahan pangan.Pt Ultrajaya Milk Industry merupakan salah satu perusahaan yang bisnisnya utamanya minuman terkemuka di Indonesia.

Berikut disertakan dalam bentuk tabel :

No Kode

Perusahaan

Nama Perusahaan Jenis

Perusahaan

Tahun Berdirinya perusahaan 1 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Makanan 1959

2 ALTO Tri Banyan Tirta Tbk Minuman 1997

3 CAMP Campina Ice Cream Industry Tbk Makanan 1972

4 CEKA Wilmar Cahaya Kalbar Tbk Makanan 1971

5 CLEO Sariguna Primatirta Tbk Minuman 2003

6 DLTA Delta Djakarta Tbk Minuman 1932

7 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Makanan 2009

8 IIKP Inti Agri Resources Tbk Perikanan 1999

9 GOOD Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Makanan 1994

10 HOKI Buyung Poetra Sembada Tbk Makanan 2003

11 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk Minuman 1931

12 MYOR Mayora Indah Tbk Makanan &

Miuman

1977

13 PANI Pratama Abadi Nusa Industri Tbk Makanan

&Minuman

2000

14 PCAR Prima Cakrawala Abadi Tbk Makanan &

Minuman

2014

15 ROTI Nippon Indosari Corpino Tbk Makanan 1996

16 SKBM Sekar Bumi Tbk Makanan &

minuman

1973

17 SKLT Sekar Laut Tbk Makanan &

Minuman

1976

18 STTP Siantar Top Tbk Makanan 1996

19 ULTJ Ultra Jaya Milk and Trading Company Tbk

Minuman 1971

B. HASIL PENELITIAN

Analisi dan data pengujian terhadap masing-masing hipotesis dalam penelitian ini menggunakan IMB SPSS Statistik.

1. Uji Statistik Deskriptif

Analisi deskriptif dari data yang diambil untuk penlitian ini menggunakan 57 data pengamatan dengan menggunakan sebanyak 19 sampel perusahaan yang di mulai pada tahun 2018 – 2020.Variabel dalam statistil deskriptif yang digunakan pada penelitian ini meliputi nilai minimum, maxmum, mean dan standar deviaton. Dengan variabel dependen yaitu Kualitas Audit dan dua variabel Independen yaitu Ukuran Perusahaan dan Rotasi KAP.Statistik deskriptif berkaitan dengan pengumpulan data peringkat, statistic deskriptif menggambarkan karakter sampel yang digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 3.2 Deskriptif statistik

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Ukuran Perusahaan 57 14,41 30,62 24,7849 5,20963

Rotasi KAP 57 0 1 0,2807 0,45334

Kualitas Audit 57 0 1 0,2807 0,45334

Valid N (listwise) 57

Berdasarkan tabel 3.2 maka dapat dilihat bahwa selama periode pengamatan, variabel Kualitas Audit menunjukan nilai minimum 0 nilai maximum sebesar 1, sehingga nilai rata-rata (mean) sebesar 0,2807dan standar devation 0,45334.Ukuran perusahaan merupakan variabel independen yang di uji pengaruhnya sehingga menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 14,41 sedangkan nilai rata-rata (mean) sebesar 24,7849 dengan standar devation 5,20963. Rotasi KAP memiliki nilai minimum 0, nilai maximum 1, nilai rata-rata (mean) 0,2807 dan nilai standar devation sebesar 0,45334.

Ukuran perusahaan pada tabel 4.2 menunjukkan bahwa variabel ukuran peusahan memiliki nilai minimum sebesar 14,41 yang di miliki oleh perusahaaan Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Multi Bintang Indonesia Tbk, dan Buyung poetra sembada Tbk. sedangkan nilai Maksimum sebesar 30,62 dimiliki oleh perusahaan Delta Djakarta Tbk, Mayora indah Tbk, Prima cakrawala abadi tbk dan Sekar laut Tbk.nilai rata-rata ukuran perusahaan yang dimiliki perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman di BEI periode tahun 2018-2020 sebesar 24,7849 dengan standar deviaton 5,20963.

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal.Untuk menguji normalitas dalam penelitian ini digunakan uji kolmongrof- smirnow.Kreteria pengujian dengan menggunakan uji dua arah yaitu dengan membandingkan probabilitas yang diperoleh dengan taraf signifikan Ξ±<0,05. Jika p-value > maka data berdistribusi normal.

Tabel 4.2

Hasil Uji Normalitas

Unstandardized Residual

N 57

Normal parametersa Mean 0,0000000

Std. Deviation 0,20861663

Most Extreme Absolute 0,434

Differences Positive 0,269

Negative -0,434

Kolmogorov-Smirnov z 3,279

Asymp Sig. (2-tailed) 0,000

Keterangan Normal

a. Test distribution is Normal

Berdasarkan tabel 4.2 diketahui bahwa sig (2-tailed) sebesar 0,000 maka hasil tersebut kurang dari 0,05 yang berarti data tersebut tidak berdistribusi normal. Apabila uji normalitas memberikan hasil yang tidak normal dalam penelitian ini maka dapat digunakan asumsi Center Limit Theorem yaitu jika jumlah data penelitian pada perusahan lebih dari 30

sampel perusahan ( n > 30) maka asumsi normalitas dapat diabaikan.

(Gujarati, 2003)

b. Uji Multikolinieritas

Menurut Ghozali (2016) uji multikolonieritas buertujuan menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Untuk dapat mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi salah satunya dapat dilihat dari nilai tolerance atau variance inflation factor(VIF).

Nilai cutoff yang sering dipakai yakni:

1. Jika tolerance > 0,05 dan nilai VIF < 5% maka tidak ada multikoneliaritas antar variabel independen dalam model regresi.

2. Jika nilai tolerance < 0,05 dan niali VIF > 5% maka tidak ada multikoleniaritas antar variabel independen dalam model regresi.

Tabel 5.2

Hasil Uji Multikolinearitas

No Variabel Tolerance VIF Keterangan

1 Ukuran Perusahaan 0,918 1,090 Tidak terdapat multikolinearitas 2 Rotasi KAP 0,018 1,089 Tidak terdapat multikolinearitas

a. Dependen Variabel : Kualitas Audit

Berdasarkan tabel 5.2 maka diketahui hasil perhitungan masing- masing variabel bebas memiliki nilai tolerance lebih dari 0,05. Hasil hitungan masing-masing variabel bebas juga memiliki nilai VIF debawa 5%.Maka hasil uji pada tabel diatas telah membuktikan bahwa pada pada

pengujian ini tidak terdapat masalah multikolinearitas dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya.

c. uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Metode yang digunakan ada tidaknya gejala heteroskedastisitas dengan menggunakan uji Glejser. Uji Glejserdilihat dengan cara menghasilkan regresi nilai absolute residual terhadap variabel independen lainnya.hasil dari uji Glenjar pada penelitian ini ditunjukkan pada tabel di bawah ini:

Tabel 6.2

Hasil uji Heteroskedastisitas

Model Sig Keterangan

1 (Constant) 0,965 Tidak normal

Ukuran Perusahaan 0,932 Tidak Normal

Rotasi KAP 0,000 Normal

Berdasarkan Tabel 6.2 di atas dapat diartikan bahwa di dalam analisis regresi menunjukan nilai Signifikan (Constant) sebesar 0,965 maka dengan ini dinyatakan nilai tidak signifikan dikarnakan nilai probalitas signifikannya di atas 0,05 atau 5%. Nilai Ukuran Perusahaan juga tidak signifikan dikarnakan nilai ukuran perusahaan 0,932 lebih besar di bandingkan dengan 0,05. Sedangkan nilai Rotasi KAP signifikan krna niali Rotasi KAP 0,000 lebih kecil dari pada 0,05 sehingga nilainya Normal.

3. Uji Hipotesis

a. Uji Signifikan (Uji – t)

Uji statistik-t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas independen secara individual dalam menerapkan variabel independen. Kriteria pengambilan keputusan yakni Hipotesis diterima jika p-value <0,05 maka dapat dinyatakan bahwa masing-masing variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen, dan sebaliknya Hipotesis ditolak jika p-value >0,05 maka dapat diartikan bahwa masing-masing variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (Ghozali, 2016).

Tabel 7.2

Hasil Uji Signifikan (Uji-t)

Model Unstandardized

Coeffcients T Sig

Keterangan B Std. Eror

Ukuran Perusahaan 9,4726 0,000 0,085 0,932 Tidak Normal

Rotasi KAP 0,814 0,065 12,452 0,000 Normal

Untuk dapat menguji kriteria uji-t dilakukan pada tingkat Ξ± = 0,05, dengan nilai t untuk n = 57 – 2 = 55 maka niali p-velue0,05 (5%). Maka hasil pengujian t pada tabel di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Ukuran Perusahaan (H1)

Uji t digunakan untuk mengetahui apakah ukuran perusahaan berpengaruh secara individual (parsial) mempunyai hubungan yang signifikan atau tidak terhadap kualitas audit. maka dari pengujian yang dilakukan diperoleh uji-t sebagai berikut.

Maka hasil dari pengujian ini menyatakan bahwa H1 tidak berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Dari tabel 8.2 tersebut telah menunjukkan bahwa nilai Tpada Ukuran Perusahaan 0,085. Nilai koefisien regresi ini signifikan pada tingkat signifikasi 0,932 dengan nilai p-veluel 0,05. Sehingga dapat di katakana bahwa H1 tidak berpengaruh positif karena 0,932 > 0,05

2. Rotasi KAP (H2)

Uji-t dilakukan untuk mengetahui apakah Rotasi KAP berpengaruh secara individual (parsial) mempunyai hubungan yang signifikan atau tidak terhadap kualitas audit.dari pengelolaan data yang dilakukan melalui SPSS maka dapat diperoleh hasul uji t sebagai berikut:

Berdasarkan tabel 8.2 menyatakan bahwa H2 dinyatakan berpengaruh positif dikarnakan nilai signifikan pada Rotasi KAP lebih kecil dibandingkan nilai 0,05.

Sehingga dapat dinyatakan bahwa H2 berpengaruh positif karena nilai signifikan uji t yakni 0,000 < 0,05.

b. Uji signifikan (uji-f)

Untuk dapat mengetahui apakah hipotesis yang di ajuhkan diterima atau di tolak maka dapat digunakan statistic F (uji – f). Uji f dasarnya menunjukan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan model mempunyai pengaruh secara ersamaan terhadap variabel terikat:

1. Bentuk pengujian adalah:

Ho = tidak ada pengaruh variabel bebas (Ukuran perusahaan dan Rotasi KAP) terhadap Kualitas Audit.

Ha = ada pengaruh variabel bebas (Ukuran Perusahan dan Rotasi KAP) terhadap kualitas audit

2. Kriteria pengambilan keputusan adalah:

Ho diterima apabila Fhitung >Ftabel

Ho di tolak apabila Fhitung < Ftabel

Maka dapat di simpulkan berdasarkan tabel di bawah ini:

Tabel 8.2

Hasil Signifikan (Uji F)

Model Sum of

Squares

Df Mean

Square

F Sig. Uji signifikan F Regression 7,598 2 3,799 84,173 0,000a Berpengaruh

positif

Residual 2,437 54 0,045

Total 10,035 56

a. Predictors: (constan) Rotasi KAP, Ukuran Perusahaan b. Dependen Variabel : Kualitas Audit

Nilai Fhitung untuk N= 57 maka dapat diperoleh uji F sebagai berikut:

Ftabel = (n – k – 1 ) maka 57-2=55 sehingga nilainya 3,16 Fhitung = 84,173

Kriteria pengambilan keputusan:

HOdi terimah karena Fhitung 84,173 > Ftabel 3,16

Berdasarkan hasil uji statistik menunukan niali Fhitung adalah 84,173 dengan tingkat signifikan 0,000. Sedangkan Ftabel pada tingkat

kepercayaan 95% (Ξ± = 0,05) sehingga nilai Ftabel 3,16. Oleh karena itu pada perhitungan Fhitung 84,173> Ftabel 3,16 dan tingkat signifikan 0,000 <

0,05 sehingga menunjukkan bahwa ada pengaruh antara variabel bebas ( ukuran perusahan dan Rotasi KAP) secara serempak berpengaruh positif terhadar Kualitas Audit.

C. Pembahasan

1. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kualitas Audit

Ukuran perusahaan mendeskripsikan besar kecilnya suatu perusahaan dengan cara melihat besarnya suatu aset yang dimiliki perusahaan. Ukuran perusahaan tidak hanya dapat dilihat dari modal, total penjualan dan seberapa banyak karyawan yang memiliki perusahaan.Ukuran perusahaan dapat juga digunakan untuk mewakili karakteristik keuangan perusahaan. Perusahaan besar yang sudah well estabilitas akan lebih mudah memperoleh modal di sebuah pasar modal dibandingkan dengan perusahaan yang kecil, karena kemudahan akses tersebut berarti perusahaan besar memiliki fleksibilitas yang lebih besar.Dalam hal ini diharapkan ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan informasi dalam laporan tahunan.

Hal ini dikarnakan bahwa semakin besar perusahaan semakin banyak informasi yang harus diungkapkan perusahaan tersebut.

Perusahaan besar juga mendapatkan lebih banyak perhatian dari publik dan regulasi sehingga menjadi lebih patuh dalam mematuhi peraturan

pemerintah mengenai informasi apa saja yang harus diungkapkan dalam sebuah laporan tahunan.

Berdasarkan hasil tabel 8.2 pengujian secara parsial pengaruh ukuran perusahaan terhadap kualitas audit. nilai dari Tuntuk variabel ukuran perusahaanadalah 0,085 dan p-velue dengan 0,05. Dengan demikian Ha tidak diterima karena 0,085 > 0,05 dan nilai signifikan sebesar 0,932> 0,05 nilai signifikan di tolak. Artinya H1 tidak berpengaruh positif. Berdasarkan dari hasil tersebut maka dapat di simpulkan bahwa secara parsial ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif terhadap kualitas audit.

Hasil penelitian sekarang tidak sesui dengan penelitian yang di lalukan oleh Febriyanti & Mertha, (2015) yang di nyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap tingkat keluasan pengungkapan dalam laporan tahunan. Sebaliknya hasil penelitian sekarang sesui dengan penelitian yang dilakukan oleh Susanti, (2017) yang hasil penelitianya menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap tingkat keluasan pengungkapan dalam laporan tahunan.

Kemungkinan perbedaan hasil penelitian dikarnakan perbedaan cara menghitung ukuran perusahaan.

2. Pengaruh Rotasi Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap Kualitas Audit

Peraturan rotasikantor akuntan publik dibuat dengan tujuan meningkatkan kualitas audit. Pernyataan tersebut berdasarkan pada

asumsi semakin lama terhadap hubungan antara auditor dengan klien akan mengurangi indenpendensi auditor. Namun dri segi kompentensi pada adanya rotasi akan dapat menyebabkan penurunan kualitas audit.

Atas keputusan tersebut maka perusahaan harus melakukan pergantian auditor dan kantor akuntan publik setalah terdapatnya jangka waktu yang telah ditentukan oleh adanya peraturan tersebut.

Berdasarkan hasil dari pengujian secara parsial pengaruh Rotasi Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap Kualitas Audit.nilai T untuk variabel Rotasi KAP adalah 12,452 dan p-velue dengan Ξ±=5% maka dapat diketahui sebesar 0,05. Dengan demikian Ho di tolak karena

12,453 > 0,05 dan nilai signifikan 0,000< 0,05. Artinya Ha di terima dab Ho

di tolak. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat di simpulkan bahwa secara persial nilai signifikan pada tabel 8.2 Rotasi Kantor Akuntan Publik (KAP) berpengaruh terhadap Kualitas Audit.

Adanya penolakan pada penelitian ini dikarnakan masa perikatan audit bukan patokan bahwa hasil audit akan berkualitas. Lamanya masa perikatan audit seharusnya kantor akuntan publik lebih mengerti kondisi perusahaan klien sehingga tau jika klien ingin memanipulasi laporan keuangan tetapi karena masa perikatan kantor akuntan public masi percaya dengan klien sehingga tidak mengembangkan strategis prosedur audit yangdigunakan menurunkan kualitas audit. kemungkinan variabel tidak berpengaruh bias jadi disebabkan oleh keengganan pihak pelaku pasar untuk mengeplorisasi lebih jauh apakah auditor yang mengeluarkan

Dokumen terkait