BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. LandasanTeori
6. PenelitianSebelumnya
Tabel 1.2
Penelitian Sebelumnya
No Peneliti Judul Peneliti Hasil Peneliti 1 Febriya
nti &
Mertha, (2015)
Pengaruh
perikatan audit, Rotasi KAP, ukuran
perusahaan klien dan ukuran KAP pada kualitas audit
Penelitian ini mengungkapkan masa perikatan audit, rotasi KAP, ukuran perusahan klien dan ukuran KAP pada kualitas audit. Teknik analisi data yang di pakai berupa analisis regresi logistic dengan sampel sebanyak 112 perusahaan manufaktur yang terdaftar di
BEI.
Adapun hasil penelitian meununjukkan bahwa masa perikatan audit rotasi KAP,
bahwa ukuran KAP
berpengaruh positif pada kualitas audit. Sedangkan ukuran perusahaan klien berpengaruh positif terhada[
kualitas audit.
2 Paputun gan &
Kaluge, (2018)
Pengaruh masa perikatan audit, Rotasi Audit dan Ukuran Kantor Akuntan Publik terhadap Kualitas Audit
Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit perikatan dan Rotasi Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit sedangkan kantor akuntan publik berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit
3 (Nurhay ati &
Dwi, 2015)
Pengaruh Rotasi KAP, Audit Tunure dan Reputasi KAP terhadap kualitas
audit pada
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara rotasi wajib KAP terhadap kualitas audit. KAP dan audite dapat
Perusahaan Manufaktur
dianggab terkenal dari PMK 17/PMK.01/2008. Kemudian tenur audit dan reputasi KAP berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. masa audit dapat dianggab meningkatkan kompetensi auditor, sedangkan reputasi KAP yang berafilisasi dengan KAP besar kemungkinan memiliki integritas yang baik.
4 (Susanti , 2017)
Pengaruh Leverage,
likuiditas, ukuran perusahaan dan kualitas audit terhadap kualitas informasi laporan keuangan.
Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang properti dan real estate tercatat di bursa efek Indonesia selama periode 20014-2016.
Berdasarkan analisis ini yang dilakukan oleh peneliti bahwa ke empat variabel yang di usulkan yakni leverage, likuiditas, ukuran perusahaan dan kualitas audit hanya
likuiditas yang berpengaruh positif signifikan pada kualitas informasi pelaporan keuangan, sementara leverage, ukuran perusahaan dan kualitas audit tidak mempengaruhi kualitas keuangan melaporkan informasi.
5 (Yustari et al., 2021)
Pengaruh Fee Audit, Audit Tunure, rotasi KAP, Ukuran Perusahan
Klien,dan indenpendensi auditor terhadap kualitas audit pada perusahaan
industry barang komsumsi yang terdaftar di bursa efek indoneesia.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa biaya audit tidak berpengaruh pada terhadap kualitas audit. masa kinerja audit berpengaruh negatif terhadap kualitas asudit.
Begitu pulah pada Rotasi KAP berpengaruh positif terhadap kualitas audit. besar atau kecilnya perusahaan klien akan berpengaruh positif terhadap kualitas audit.
sedangkan indenpendens auditor tidak berpengaruh
B. Kerangka Fikir Penelitian
Kerangka fikir merupakan dasar pemikiran yang memuat perpaduan antara teori dengan fakta, observasi dan kajian kepustakaan yang dapat dijadikan dasar dalam penelitian.Didalam sebuah kerangkar fikir varaibel-variabel penelitian dapat disajian lebih mendalam dan relevan dengan sebuah permasalahan yang telah diteliti.
terhadap kualitas audit.
6 (Sulthon , 2015)
Analisis Pengaruh Audit Tunure, Ukuran KAP dan Komite Audit Terhadap Kualitas Audit pada
Perusahaan Manufaktur di Indonesia.
Hasil penelitian mennjukkan bahwa masa kerja audit, rotasi audit, ukuran kantor akuntan public, dan komite audit berpengaruh signisikan terhadap kualitas audit.
sedangkan dalam penelitian ini audit tunure berpengaruh negatif terhadap kualitas audit, hal ini menunjukkan bahwa audit tenur akuntan public yang lebih lama menghasilkan kualitas audit yang lebih baik.
Di dalam penelitian ini, terdapat dua variabel yakni variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen yakni meliputih ukuran perusahan dan Rotasi KAP sedangkan variabel dependen yakni Kualitas Audit. maka kerangka fikir dapat di gambarkan sebagai beriku:
(X1)
(X2)
C. Hipotesis
Berdasarkan konsep kerangka Fikir dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan permasalahan dalam penelitian, maka dapat di rumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:
1. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap kualitas audit.
Ukuran perusahaan dapat memengaruhi kualitas audit.
Perusahaan yang berukuran besar karena kompleksitas operasi dan peningkatan pemisahan antara manajemen dan pemegang saham, sangan memperlukan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang dapat menguranggi agency cost. Oleh karena itu, perusahaan berukuran besar pastinya akan lebih memilih menggunakan jasa kantor akuntan publik (KAP) berukuran besar untuk menghasilkanlaporan audit yang berkualitas (Annisa, 2018).
Menurut penelitian yang dilakukan, (Febriyanti & Mertha, 2015)Adapun hasil penelitian meununjukkan bahwa masa perikatan audit
Ukuran Perusahaan
Rotasi KAP
Kualitas Audit (Y)
rotasi KAP, tan ukuran berpengaruh positif pada kualitas audit.
Sedangkan ukuran perusahaan klien berpengaruh positif terhada[
kualitas audit. menurut peneliti, (Susanti, 2017) berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa ke empat variabel yang di usulkan yakni leverage, likuiditas, ukuran perusahaan dan kualitas audit hanya likuiditas yang berpengaruh positif signifikan pada kualitas informasi pelaporan keuangan, sementara leverage, ukuran perusahaan dan kualitas audit juga mempengaruhi kualitas keuangan melaporkan informasi.
H1: Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kualitas audit.
2. Pengaruh rotasi KAP terhadap kualitas audit.
Menurut peneliti (Febriyanti & Mertha, 2015), Adapun hasil penelitian meununjukkan bahwa masa perikatan audit rotasi KAP, tan ukuran KAP berpengaruh positif pada kualitas audit. Sedangkan ukuran perusahaan klien berpengaruh positif terhadap kualitas audit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara rotasi wajib KAP terhadap kualitas audit. KAP dan audite dapat dianggab terkenal dari PMK 17/PMK.01/2008. Kemudian tenur audit dan reputasi KAP berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. masa audit dapat dianggab meningkatkan kompetensi auditor, sedangkan reputasi KAP yang berafilisasi dengan KAP besar kemungkinan memiliki integritas yang baik (Nurhayati & Dwi, 2015).
Menurut penelitian yang dilakukan, (Yustari et al., 2021) Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa biaya audit tidak berpengaruh pada terhadap kualitas audit. mas a kinerja audit berpengaruh positif terhadap kualitas asudit. Begitu pulah pada Rotasi KAP berpengaruh negative terhadap kualitas audit.
H2: Rotasi KAP tidak berpengaruh terhadap kualitas audit.
BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dikatakan kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistic Ibm Spss untuk dapat menguji Hipotesis.Metode kuantitatif digunakan apabila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jenis, ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi dan bermaksud untuk menguji hipotesis penelitian.
B. Lokasih dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Galeri Bursa Efek Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar dan perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dapat di akses melalui website resmi BEI www.idx.co.id.
C. Defenisi Operasional Variabel dan Pengukuran
Penelitian ini menggunakan variabel dependen dan variabel independen.Luas pengungkapan Kualitas Audit adalah sebagai variabel dependen (Y). Ukuran Perusahaan (X1), Rotasi Kantor Akuntan Publik (X2) sebagai variabel independen.
1. Variabel Dependen (Variabel Terikat).
Variabel dependen adalah atribut atau karateristik yang bebas atau yang dipengaruhi oleh variabel independen.variabel ini menjadi objek utama dalam sebuah penelitian yang di lakukan.Variabel dependen
34
juga disebut dengan variabel Y. variabel dependen yang di gunakan yakni Kualitas Audit.
2. Variabel independen (Variabel bebas) a. Ukuran perusahaan
Ukuran perusahaan merupakan besarnya ukuran sebuah perusahaan yang di ukur berdasarkan total aset. Variabel ukuran perusahaan klien dalam penelitian ini di hitung dalam melakukan log natural total aset perusahaan. Variabel independen untuk penelitian ini yakni Ukuran Perusahaan (size). Adapun rumus sebagai berikut:
SIZE=Ln(total aset) b. Rotasi KAP
Rotasi KAP adalah pertukaran kantor akuntan publik yang dilakukan oleh perusahaan. Kantor akuntan publik boleh melakukan audit atas suatu perusahaan tanpa di batasi. Rotasi KAP dapat di ukur menggunakan pengukuran dummy, 1 untuk auditor big four dan 0 untuk non big four.
D. Populasi dan Sampel
Populasi yang di gunakan dalam penelitian ini yakni perusahaan manufakturSub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2020.Berikut tabel 2.2 di bawa ini adalah perusahaan makanan dan minuman yang termasuk dalam populasi sejak tahun 2018 - 2020:
TABEL 2.2
Sampel Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan & Minuman
Tahun 2018 - 2020 No Kode
Perusahaan
Nama Perusahaan
1 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 2 ALTO Tri Banyan Tirta Tbk
3 CAMP Campina Ice Cream Industry Tbk 4 CEKA Wilmar Cahaya Kalbar Tbk 5 CLEO Sariguna Primatirta Tbk 6 DLTA Delta Djakarta Tbk
7 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 8 IIKP Inti Agri Resources Tbk
9 GOOD Garudafood Putra Putri Jaya Tbk 10 HOKI Buyung Poetra Sembada Tbk 11 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk 12 MYOR Mayora Indah Tbk
13 PANI Pratama Abadi Nusa Industri Tbk IPO 14 PCAR Prima Cakrawala Abadi Tbk
15 ROTI Nippon Indosari Corpindo Tbk 16 SKBM Sekar Bumi Tbk
17 SKLT Sekar Laut Tbk 18 STTP Siantar Top Tbk
19 ULTJ Ultra Jaya Milk Industry and Trading Company Tbk
Adapun kreteria dalam pengambilan sampel pada penelitian ini, yaitu sebagai berikut:
1. Perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek tahun 2018 β 2020.
2. Perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang mempublikasikan laporan keuangan lengkap sejak tahun 2018 - 2020.
3. Perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang memiliki data keuangan lengkap dan sudah di audit untuk menghitung variabel dalam penelitian selama periode 2018 - 2020.
E. Teknik Pengumpulan Data
Dalam rangka pengumpulan data yang di gunakan ada 2 jenis tekni data yakni sumber data langsung di daptkan di galeri bursa efek Indonesia universitas muhammadiyah makassarar dan menggunakan website resmi Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan metode dukumentasi yang digunakan sebagai dasar untuk menganalisis data dalam penelitian ini dengan mengumpulkan data bersifat kuantitatif. Adpaun data yang digunakan dalam penelitian ini yankni jenis data sekunder. Sumber data dalam dalam penelitian ini adalah Laporan keuangan Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017- 2020. Adapun data yang saya peroleh dri website resmi BEI www.idx.co.id.
F. Teknik Analisis Data
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model logit atau regresi logistik (logistic regression) dengan bantuan program IMB statistical package for social sciences (SPSS).
Adapun uji analisi data yang di gunakan terbagi atas 3 (tiga) yakni sebagai berikut:
1. Uji Statistik Deskriptif
Statistic deskriptif digunakan untuk memberikan deskriptif suatu data yang dilihat dari rata-rata (mean), standar devisi, dan maksimum minimum. Mean di gunakan untuk dapat memperkirakan suatu besar rata- rata populasi yang diberikan dari sampel penelitian sebuah perusahaan.
Standar devisi dapat digunakan untuk menilai despersi rata-rata suatu sampel. Sedangkan maksimum dan minimum dapat digunakan sebagai nilai populasi dri minimum dan maksimum (Ghozali, 2006),
2. Uji Asumsi Klasik
Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik yang mendasari penggunaan analisis regresi berganda.
Ada beberapa asumsi yang harus terpenuhi agar kesimpulan dari hasil pengujian di antaranya adalah sebagai berikut :
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah distribusi variabel terikat untuk nilai variabel bebas tertentu berdistribusi normal atau tidak.Dalam model regresi linear, asumsi ini ditunjukkan ole nilai e ( eror)
yang berdistribusi normal.Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal, sehingga layak digunakan untuk pengujian statistik. Pengujian normalitas data menggunakan Test of Normality Kolmogorov Smirnov dalam program SPSS. Menurut Singgih Santoso dasar pengambilan keputusan bias dilakukan berdasarkan profitabilitas (Asymtotic Significance), yaitu :
1. Jika probilitas< 0,05 maka distribusi dari model regresi adalah normal.
2. Jika probilitas > 0,05 maka distribusi model regresi adalah tidak normal.
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah nilai kesalahan taksiran model regresi mempunyai distribusi normal atau tidak.Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data residual normal atau mendekati normal. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kolmogorov smirnov test menggunakan program SPSS.
b. Uji Multikolinieritas
Uji multikolineritas bertujuan untuk menguji apakah pada sebuah model regresi itentukan adanya koreksi antara variabel independen.Jika terjadi korelasi, maka dinamakan problem multikolinieritas.
Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas dapat dilihat pada besarnya variance inflation Factor (VIF) dan Tolerance.Pedoman pada model regresi yang bebas multikolinieritas adalah mempunyai angka tolerance mendekati 1. Batas VIF adalah 10, maka tidak terjadi gejala multikolinieritas, adapun rumus yang digunakan sebagai berikut :
VIF= 1
πππππππππ atau Tolerance 1
ππΌπΉ
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastitas bertujan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedatisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah homokedatisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.
3. Uji Hipotesis
Penelitian ini menggunakan satu variabel dependen dan dua variabel independen maka untuk menguji hipotesis yang diajukan digunakan alat analisis regresi berganda. Regresi bertujuan untuk menguji pengaruh antara satu variabel dengan variabel lain. Pengujian hipotesis ini dengan menggunakan alat statistic SPSS versi 20.
Adapun persamaan regresinya adalah sebagai berikut:
KA= Ξ±+Ξ²1Γ1+Ξ²2Γ2+Π΅ Keterangan:
KA : Kualitas Audit Ξ± : konstanta
Ξ² : koefisien regresi X1 : Ukuran Perusahaan X2 : Rotasi KAP
E : error trem
Dalam penelitian ini digunakan tingkat signifikan (Ξ±) 0,05 atau 5%.
Untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan diterimah atau ditolak, maka dilakukan pengujian terhadap variabel-variabel penelitian dengan menguji secara simultan melalui uji signifikan simultan (uji statistik F) dengan maksud untuk menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara bersamaan.
a. Uji Signifikasi (Uji-t)
Pengujian dilakukan adalah pengujian parameter (uji korelasi) dengan menggunakan uji t β statistic.Hal ini membuktikan apakah terdapat pengaruh antara masing-masing variabel independen (X) dan fariabel dependen (Y).
Adapun rumus uji β t sebagai berikut : t = π βπβ2
β1βπ2
Keterangan:
r = koefesien korelasi
t = nilai koefisien korelasi dengan derajat bebas (dk)=n-k-1 n = jumlah sampel
kemudian menggunakan model keputusan dengan menggunakan statistik uji β t, dengan melihat asumsi sebagai berikut:
1) Tingkat kesalahan Ξ±=0,05 2) Derajat kebebasan = n-k-1 3) Dilihat darihasil ttabel
Dari hasil hipotesis t dibandingkan dengan ketentuan sebegai berikut :
a) Jika nilait<0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima (berpengaruh).
b) Jika nilai t> 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak (tidak berpengaruh).
Bila pada pengujian statistik menunjukkan Ho ditolak, berarti variabel-variabel independennya yang indenpendensi, kompetensi, dan Due profesional care mempunyai pengaruh signifikan terhadap kualitas audit. dan apabila Ho diterima maka variabel-variabel independen tersebut tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit.
b. Uji signifikan simultan (uji-F)
Uji statistic F adalah uji F atau koefisien regresi secara bersama- sama digunakan untuk mengetahui apakah secara bersama-sama variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Adapun rumus yang digunakan sebagai berikut : Fn= π
2/π (1βπ 2)/πβπβ1
Keterangan : Fn = Nilai uji f
r = Koefisien korelasi berganda k = Jumlah variabel independen n = Jumlah anggota sampel kriteria uji β F sebagai berikut :
1. Jika Fhitung < Ftabel pada Ξ± = 5% maka Ho ditolak dan Ha diterima (berpengaruh).
2. Jika Fhitung > Ftabel pada Ξ± =5% maka Ho diterima Ha ditolak (tidak berpengaruh).
Dalam uji F tingkat signifikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,95 atau 95% dengan Ξ± = 0,05 atau 5% artinya kemungkinan dari hasil kesimpulan adalah benar mempunyai pengaruh reputasi kantor akuntan public mekanisme ekspetasi ketepatan sebesar 95% atau korelasi kesalahan sebesar 5% dan derajat kebebasan digunakan untuk menentukan Ftabel. Kriteria yang dipakai sebagai beriku :
Ho diterima Jika Fhitung< Ftabel
Ho ditolak jika Fhitung > Ftabel
Apabila Ho diterima, maka hal ini diartikan bahwa pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen dinyatakan tidak signifikan, dan sebaliknya apabila Ho ditolak menunjukan bahwa adanya pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen dinyatakan signifikan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
Bursa Efek Indonesia (BEI) atau disebut juga Indonesia Stock Exchange (IDX) adalah suatu lembaga yang mengelola pasar modal yang ada di Indonesia.BEI menyediakan infastruktur bagi terselenggaranya transaksi dipasar modal. Pasar modakl diselengarakan oleh bursa efek Indonesia meliputi transaksi saham dan transaksi surat hutang (obligasi swasta dan obligasi pemerintah). Secara historis pasar modal telah hadir jatuh sebelum Indonesia merdeka.Bursa efek hadir sejak jaman kolenial Belanda tepatnya pada Tahun 1912 di Batavia.Pasar modal ketika didirikan oleh pemerintah hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah colonial VOC. Ketika terjadi perang dunia ke 1 dan 2, perkembangan dan pertumbuhan pasar modal mengalami kevakuman.Kemudian pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembalipasar modal pada tahun 1977 dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang di keluarkan pemerintah.
Penelitan yang dilakukan menggunakan laporan tahunan di BEI penelitian ini menggunakan laporan tahunan karena laporan tahunan perusahaan menyediakan berbagai macam informasi yang lengkap dengan mendetail terkait dengan perusahaan.selai itu, penelitian ini mengambil sampel data dri BEI dikarnakan BEI merupakan satu satunya
44
bursa efek Indonesia yang memiliki data yang lengkap dan telah terorganisasi dengan baik.
Adapun profil perusahan yang dijadikan objek penelitian adalah tiga pilar sejahtera Food Tbk (AISA) dimana merupakan perusahaan yang memproduksi makanan yang bermarkas di Jakarta, Indonesia.Perusahaan ini didirikan pada tahun 1959 di mana pada perusahaan ini memproduksi berbgai macam bahan makanan.Perusahaan Tri bayan Tirta Tbk (ALTO) di dirikan pada tahun 1997.Tujuannya untuk membangun natural spring water sebagai produk local dengan kualitas internasional.Perusahaan Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) adalah salah satu perusahaan es cream terkemuka yang ada di Indonesia yang didirikan pada awal 1970.
Pt Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi air minum yang bermerek Cleo pure Water.Pt Delta Djakarta Tbk merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi minuman yang bermarkas di Jakarta perusahaan di dirikan tahun 1932.Pt Indofood sukses makmur Tbk merupakan produsen berbagai jenis makanan dan minuman yang bermarkas di Jakarta.Pt Inti Agri Resources Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penangkaran ikan hias khususnya ikan arwana.Pt Mayora Indah Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan makanan, permen dan biskuat.
Pt Prima Cakrawala Abadi Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolahan produk makanan laut.Pt Nippon Indosari Tbk merupakan perusahaan Roti yang bermerek dagang Sari Roti terbesar di Indonesia.Pt sekar Bumi Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produk perikanan, pertanian dan perternakan sapi.
Pt Sekar Laut Tbk berawal dari sebuah usaha di bidang perdagangan produk laut di kota sidoarjo. Pt Siantar Top merupakan perusahaan yang berbasis di Indonesia yang bergerak dalam industri pengelolahan bahan pangan.Pt Ultrajaya Milk Industry merupakan salah satu perusahaan yang bisnisnya utamanya minuman terkemuka di Indonesia.
Berikut disertakan dalam bentuk tabel :
No Kode
Perusahaan
Nama Perusahaan Jenis
Perusahaan
Tahun Berdirinya perusahaan 1 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Makanan 1959
2 ALTO Tri Banyan Tirta Tbk Minuman 1997
3 CAMP Campina Ice Cream Industry Tbk Makanan 1972
4 CEKA Wilmar Cahaya Kalbar Tbk Makanan 1971
5 CLEO Sariguna Primatirta Tbk Minuman 2003
6 DLTA Delta Djakarta Tbk Minuman 1932
7 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Makanan 2009
8 IIKP Inti Agri Resources Tbk Perikanan 1999
9 GOOD Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Makanan 1994
10 HOKI Buyung Poetra Sembada Tbk Makanan 2003
11 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk Minuman 1931
12 MYOR Mayora Indah Tbk Makanan &
Miuman
1977
13 PANI Pratama Abadi Nusa Industri Tbk Makanan
&Minuman
2000
14 PCAR Prima Cakrawala Abadi Tbk Makanan &
Minuman
2014
15 ROTI Nippon Indosari Corpino Tbk Makanan 1996
16 SKBM Sekar Bumi Tbk Makanan &
minuman
1973
17 SKLT Sekar Laut Tbk Makanan &
Minuman
1976
18 STTP Siantar Top Tbk Makanan 1996
19 ULTJ Ultra Jaya Milk and Trading Company Tbk
Minuman 1971
B. HASIL PENELITIAN
Analisi dan data pengujian terhadap masing-masing hipotesis dalam penelitian ini menggunakan IMB SPSS Statistik.
1. Uji Statistik Deskriptif
Analisi deskriptif dari data yang diambil untuk penlitian ini menggunakan 57 data pengamatan dengan menggunakan sebanyak 19 sampel perusahaan yang di mulai pada tahun 2018 β 2020.Variabel dalam statistil deskriptif yang digunakan pada penelitian ini meliputi nilai minimum, maxmum, mean dan standar deviaton. Dengan variabel dependen yaitu Kualitas Audit dan dua variabel Independen yaitu Ukuran Perusahaan dan Rotasi KAP.Statistik deskriptif berkaitan dengan pengumpulan data peringkat, statistic deskriptif menggambarkan karakter sampel yang digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 3.2 Deskriptif statistik
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Ukuran Perusahaan 57 14,41 30,62 24,7849 5,20963
Rotasi KAP 57 0 1 0,2807 0,45334
Kualitas Audit 57 0 1 0,2807 0,45334
Valid N (listwise) 57
Berdasarkan tabel 3.2 maka dapat dilihat bahwa selama periode pengamatan, variabel Kualitas Audit menunjukan nilai minimum 0 nilai maximum sebesar 1, sehingga nilai rata-rata (mean) sebesar 0,2807dan standar devation 0,45334.Ukuran perusahaan merupakan variabel independen yang di uji pengaruhnya sehingga menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 14,41 sedangkan nilai rata-rata (mean) sebesar 24,7849 dengan standar devation 5,20963. Rotasi KAP memiliki nilai minimum 0, nilai maximum 1, nilai rata-rata (mean) 0,2807 dan nilai standar devation sebesar 0,45334.
Ukuran perusahaan pada tabel 4.2 menunjukkan bahwa variabel ukuran peusahan memiliki nilai minimum sebesar 14,41 yang di miliki oleh perusahaaan Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Multi Bintang Indonesia Tbk, dan Buyung poetra sembada Tbk. sedangkan nilai Maksimum sebesar 30,62 dimiliki oleh perusahaan Delta Djakarta Tbk, Mayora indah Tbk, Prima cakrawala abadi tbk dan Sekar laut Tbk.nilai rata-rata ukuran perusahaan yang dimiliki perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman di BEI periode tahun 2018-2020 sebesar 24,7849 dengan standar deviaton 5,20963.