• Tidak ada hasil yang ditemukan

Job Description Tenaga Teknis Kefarmasian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.7. Job Description Tenaga Teknis Kefarmasian

Sering diberikan terjemahan dengan uraian pekerjaan tapi sering pula dengan uraian jabatan. Job description adalah sebagai uraian tugas saja (task description), atau uraian tentang apa yang dikerjakan oleh seseorang pekerja atau pemegang jabatan, tanpa disertai informasi lain, seperti hubungan jabatan dan syarat jabatan. (21)

Sedangkan pendapat yang dikemukakan oleh F.X. Soedjadi, Staf balai pembinaan administrasi UGM, Komaruddin, dan F.A.

Rompas job description adalah baik uraian tugas maupun informasi lain seperti hubungan jabatan, syarat jabatan, standar pekerjaan dan latihan yang diperlukan.(21)

Uraian pekerjaan adalah suatu uraian atau deskripsi tertulis dari seluruh operasional yang harus dikerjakan dan tanggung jawab seseorang karyawan dalam suatu pekerjaan tertentu.

Dari analisis jabatan kemudian dijabarkan dalam uraian pekerjaan. Jadi, tulisan tersebut bersifat deskriptif dan terdiri dari catatan fakta – fakta pekerjaan yang ada dan berkaitan.

Jadi, deskripsi pekerjaan merupakan dokumen yang menyediakan informasi mengenai kewajiban, tugas, dan tanggung jawab terhadap suatu pekerjaan. Manfaat dari adanya deskripsi pekerjaan adalah sebagai berikut.

1. Membantu memberi gambaran yang jelas tentang tugas dan tanggung jawab pekerjaan.

2. Memudahkan prosedur penarikan dan pelatihan tenaga kerja.

3. Membantu tenaga kerja dalam merencanakan karir mereka.

Umumnya suatu uraian pekerjaan dapat memuat : 1. Nama pekerjaan

2. Ringkasan pekerjaan

3. Tugas khusus yang harus dilaksanakan 4. Hubungan antara pekerjaan

5. Kecakapan karyawan dan alat kerja serta bahan yang akan digunakan

6. Kondisi kerja , dan

7. Tanggung jawab yang harus dilaksanakan karyawan.(22) 2.7.2. Job Description Tenaga Teknis Kefarmasian

Lambang RS X

ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN

NO. DOKUMEN NO.

REVISI 0

HALAMAN

URAIAN TUGAS TENAGA

TEKNIS KEFARMASIAN

(Asisten Apoteker)

Tanggal Terbit

06 Mei 2017

Ditetapkan

Direktur Operasional RS X

( ) Nama Jabatan Tenaga Teknis Kefarmasian

(Asisten Apoteker) Unit Organisasi Instalasi Farmasi

Tugas Pokok 1. Melayani resep rawat jalan dan rawat inap

2. Berkomunikasi dengan pihak internal (dokter, perawat, dan tenaga medis lain)

3. Melaporkan hasil kegiatan baik lisan maupun tertulis kepada Ka. Instalasi Farmasi

4. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan

Uraian Tugas 1. Menyiapkan obat sesuai dengan resep 2. Melakukan peracikan obat

3. Memberikan etiket

4. Mencatat obat yang kosong di buku defekta 5. Mencatat keluar masuk obat dalam kartu stok 6. Memberikan pelayanan informasi obat kepada

pasien

7. Melakukan HTKP resep

8. Menerima dan melaksanakan tugas dari Ka Instalasi farmasi

9. Memberikan laporan kepada Ka Instalasi farmasi Tanggung

Jawab

1. Ikut serta dalam pelaksanaan stok opname

2. Memastikan proses peracikan obat dengan benar 3. Memastikan tersosialisasinya visi dan misi rumah

sakit

4. Memastikan adanya monitoring terhadap stok obat yang ada di instalasi farmasi

5. Memberikan pelayanan obat yang baik pada pasien

6. Bertanggung jawab kepada kepala instalasi farmasi

Wewenang 1. Melakukan dispensing obat baik rawat jalan maupun rawat inap

2. Melakukan koordinasi dengan unit terkait, sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan

2.8. Kerangka Teori

Bagan 2.1. Kerangka Teori

(Ilyas 2011, Karina 2012)

Tenaga Teknis Kefarmasian 1. Tugas Fungsional :

a. Memberikan pelayanan resep baik resep rawat jalan dan rawat inap.

b. Menjaga komunikasi dengan perwat atau dokter

c. Mengatur perbekalan farmasi d. Melayani return obat dari ruang

perawatan

e. Menginformasikan stok obat harian

2. Tugas administrasi :

a. Mencatat segala sesuatu didalam buku operan jika melakukan perpindahan kerja

b. Pencatatan stok obat dan bahan habis pakai di dalam

buku permintaan barang

gudang c. Mencatat pengembalian dan

pembelian obat atau barang habis pakai. (5)

Analisis Beban Kerja

1. Activity and delay sampling 2. Performsnce

sampling

Bentuk sederhana dari work sampling, dimana orang yang diteliti menuliskan sendiri kegiatannya Dilakukan

pengamatan secara terus – menerus sampai pekerjaan selesai sampai jam kerja pada hari itu dan dilakukan penggulangan pada keesokan harinya.

Work sampling Time and motion study

Daily log

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Konsep

Bagan 3.1. Kerangka Konsep Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti akan menganalisis beban kerja tenaga teknis kefarmasian dengan mengunakan metode Work Sampling.

Dalam teknik Work Sampling peneliti akan mengukur dari activity and delay sampling yaitu mengukur proposi kegiatan aktivitas dan tidak melakukan aktivitas seorang pegawai, kemudian peneliti juga akan mengukur dari segi performance sampling yaitu menggukur waktu yang digunakan untuk bekerja dan waktu yang tidak digunakan untuk bekerja seseorang pegawai berdasarkan uraian tugasnya dan dapat sekaligus utuk mengukur produktivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode Work Sampling karena metode ini tidak sulit untuk diterapkan dalam pengamatan terhadap objek dan cocok untuk kegiatan yang sifatnya

INPUT OUTPUT

Analisis Beban Kerja Tenaga

Teknis Kefarmasian di Instalasi Farmasi

Rumah Sakit X Tahun 2019 Waktu Kerja

Activity and Delay Sampling

Performance Sampling

Wawancara Mendalam PROSES

berulang. Metode ini lebih mudah dari pada metode lainnya dengan kualitas hasil yang dapat dipercaya.

Peneliti juga melakukan kegiatan wawancara mendalam dengan 3 orang informan, yaitu Kepala Instalasi Farmasi, Tenaga Teknis Kefarmasian, dan HRD (Human Resource Dapartemen).

3.2. Jenis dan Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskritif observasional.

Deskritif observasional yaitu sebuah desain penelitian yang mengambarkan besarnya masalah yang diteliti beradasarkan pengamatan. Bertujuan untuk mendapatkan data tentang analisisi beban kerja tenaga teknik kefarmasian (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X, dengan menggunakan metode work sampling.

3.3. Objek Penelitian

Untuk pengukuran beban kerja objek penelitian adalah seluruh tenaga teknis kefarmasian yang berjumlah 6 orang, serta 3 orang informan diantaranya yaitu Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit X, Senior Tenaga Teknis Kefarmasian, Kepala HRD (Human Resource Dapartemen) yang akan diwawancara mendalam untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang beban kerja di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X.

3.4. Definisi Operasional

No Variabel Definisi Operasional Alat Ukur

Cara Ukur Hasil Ukur 1. Beban kerja Volume atau jumlah

pekerjaan yang harus dikerjakan oleh setiap

tenaga teknis

kefarmasian

dibandingkan dengan banyaknya waktu yang tersedia yang ditetapkan di Rumah Sakit X untuk bekerja.

Rumus :

Presentase Kegiatan Produktif Langsung + Presentase Kegiatan Produktif Tidak Langsung, digolongkan dalam kategori :

1. Beban kerja rendah (0-35%)

2. Beban kerja sedang (37-75%)

3. Beban kerja tinggi (80-100%)

Work Sampling

Observasi 1. Beban kerja rendah (0- 35%) 2. Beban

kerja sedang (37-75%) 3. Beban

kerja tinggi (80-100%)

2. Activitiy and delay

sampling

Mengukur proposi kegiatan aktifitas dan tidak melakukan aktivitas seseorang pegawai.

Jam digital

Menggunakan perhitungan waktu dalam menit

…….. menit

3. Performance Sampling dibagi

menjadi 3 kegiatan :

1. Kegiatan produktif di bagi

menjadi 2 yaitu:

a. Kegiat an produk tif

Performance sampling yaitu mengukur waktu yang digunakan untuk bekerja dan waktu yang tidak digunakan untuk bekerja seorang pegawai berdasarkan uraian tugasnya dan dapat sekaligus untuk mengukur

produktivitasnya.

1. Kegiatan produktif langsung adalah kegiatan yang

Fomulir Work sampling

Observasi …….. menit

langsu ng b. Kegiat

an produkt if tidak langsu ng 2. Kegiatan

non produktif 3. Kegiatan

lain/

pribadi

berhubungan secara langsung dengan pasien.

2. Kegiatan produktif tidak langsung adalah kegiatan yang tidak berhubungan secara langsung dengan pasien.

3. Kegiatan non produktif adalah seluruh kegiatan yang dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian diluar uaraian kerja, tidak bermanfaat terhadap pasien atau konsumen kepada unit satuan kerjanya.

4. Kegiatan lain/ pribadi adalah kegiatan untuk kepentingan pribad informan seperti solat, makan, ke toilet dan lain-lain.

3.5. Sumber Data Penelitian 3.5.1. Data Primer

Data primer diperoleh dari observasi. Data yang dicari yaitu data tentang waktu kerja : kegiatan produktif, kegiatan non produktif, kegiatan lain/ pribadi, activity and delay sampling, performance sampling, beban kerja.

3.5.2. Data Sekunder

Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari dokumen – dokumen yang di dapatkan dari Instalasi Farmasi Rumah Sakit X seperti : uraian tugas (job description), rekapan data jumlah penanganan resep, data jumlah kunjungan rawat jalan, dan rawat inap.

3.6. Alat Penelitian / Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini diantaranya :

1. Formulir Work Sampling

Fomulir work sampling digunakan untuk melakukan pencatatan ketika observasi berlangsung guna untuk mengetahui waktu kerja dari kegiatan produktif, kegiatan non produktif, dan kegiatan lain atau pribadi.

Langkah – langkah melakukan work sampling yaitu : a. Menentukan jenis personil yang akan diteliti

b. Apabila jumlah personel banyak, maka perlu dilakukan pemilihan sampel sebagai subjek personal yang akan diamati

c. Membuat formulir daftar kegiatan

d. Melatih pelaksana peneliti tentang cara pengamatan kerja dengan teknik work sampling

e. Pengamatan dilakukan dengan interval 2-15 menit tergantung karakteristik pekerjaan. Pengamatan dilakukan selama jam kerja, jika unit kerja berfungsi selama 24 jam maka penilaian juga dilakukan selama 24 jam dan pengamatan dilakukan selama empat belas hari.

2. Jam digital untuk perhitungan waktu dalam menit.

3.7. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi terhadap 6 tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X, serta wawancara mendalam dengan 3 informan yaitu Kepala Instalasi Farmasi, Satu senior tenaga teknis kefarmasian, Kepala HRD (human resource dapartement).

3.8. Pengelolahan Data dan Analisis Data 3.8.1. Pengelolahan Data

1. Penyutingan Data

Penyutingan data dilakukan setiap selesai pengamatan untuk memeriksa jika terjadi kesalahan dan ketidak lengkapan data yaitu dengan cara memeriksa formulir work sampling untuk melihat apakah pengamat menuliskan kegiatan farmasi sesuai dengan kelompok kegiatan yang seharusnya.

2. Penjumlahan Lamanya Kegiatan

Setelah dilakukan penyutingan data, untuk mendapatkan waktu dari kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian, selanjutnya peneliti menjumlahkan waktu dari setiap kegiatan tenaga teknis kefarmasian baik kegiatan produktif, non produktif, maupun kegiatan lain atau pribadi kedalam satuan menit. Data tersebut di ambil dari hasil observasi yang dilakukan selama dua minggu untuk mengambil hasil rata- rata waktu dari kegiatan tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X.

3. Pemasukan Data

Penjumlahan lamanya kegiatan yang sudah dilakukan peneliti dimasukan kedalam komputer untuk dilakukan proses pengelolahan data selanjutnya seperti perhitungan presentase pada proposi kegiatan produktif, kegiatan non produktif, dan kegiatan pribadi/ lainnya. Dengan data tersebut dapat diketahui apakah beban kerja tenaga teknis kefarmasian tinggi, sedang, ataupun rendah.

4. Pembersihan Data

Pembersihan data pengamatan dilakukan apabila terjadi kesalahan dalam menginput data.

3.8.2. Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan melakukan gambaran besar beban kerja tenaga teknis kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X. Data yang diambil dilihat dari data activity and delay sampling, performance sampling. Kemudian dihitung beban kerjanya kemudian beban kerja akan di golongkan dan akan dinalisis menjadi 3 golongan yaitu: (14)

1. 0 – 35 % Beban kerja rendah 2. 35 - 75 % Beban kerja sedang 3. 80 – 100% Beban kerja tinggi

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian

4.1.1. Gambaran Lokasi Penelitian

Rumah Sakit X adalah Rumah Sakit swasta sebagai Rumah Sakit Bersalin kemudian Rumah Sakit X berubah status menjadi Rumah Sakit Umum. Di sana terdapat Instalasi Farmasi dimana terdiri dari seorang Kepala Instalasi Farmasi dan di bantu oleh tenaga apoteker, tenaga teknis kefarmasian, dan administrasi. Kepala Instalsi Farmasi memiliki satu Koordinator Farmasi yang di damping oleh satu penganggung jawab bagian pembelian dan persediaan stok kebutuhan obat – obatan dan alat kesehatan. Penanggung jawab di bagian pelayanan farmasi klinik rawat inap yang di bantu oleh tiga orang apoteker pendamping dan enam tenaga teknis kefarmasian untuk menjalankan tugas dan fungsinya.

4.1.2. Hasil Pengamatan 4.1.2.1. Pengamatan

1. Hasil Pengamatan Resep di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X periode 06 – 19 Mei 2019.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X selama empat belas hari pengamatan yang dilakukan pada tanggal 06 Mei – 19 Mei 2019 diperoleh data pelayanan

resep sebagai berikut :

0 50 100 150 200 250 300

Jumlah Resep

Tanggal Pengamatan

Rawat Jalan Rawat Inap Jumlah Resep

Gambar 4.1. Rekapan Data Jumlah Pelayanan Resep Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Periode 06 -19 Mei 2019.

Dari grafik di atas terlihat bahwa pelayanan resep yang paling tinggi terjadi pada tanggal 07 Mei 2019 dikarenakan pada tanggal 07 Mei 2019 jumlah penggunjung poli spesialis dokter syaraf dan dokter spesialis penyakit dalam memiliki jumlah kunjungan relatif lebih banyak dari pada poli dokter lainnya.

Pelayanan resep yang paling sedikit terjadi pada tanggal 19 Mei 2019 karena pada tanggal 19 Mei 2019 poli spesialis yang praktek hanya terdapat satu dokter spesialis saja yaitu dokter spesialis kandungan (obgyn) dan poli UGD saja yang peraktek.

2. Total Waktu Kegiatan Tenaga Teknis Kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Selama Empat Belas Hari.

Aktifitas yang dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X terbagi dalam empat kategori kegiatan, yaitu diantaranya kegiatan produktif langsung, kegiatan produktif tidak langsung, kegiatan non produktif, dan kegiatan pribadi.

Kegiatan produktif langsung adalah kegiatan yang dilakukan yang berkaitan langsung dengan pasien.

Sedangkan kegiatan produktif tidak langsung adalah kegaitan yang dilakukan tidak langsung berhadapan dengan pasien, kegiatan non produktif adalah setiap aktifvitas yang dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) yang bukan menjadi tugas, dan tanggung jawabnya, serta tidak terdapat

dalam dokumen uraian tugas tenaga teknis kefarmasian.

Berikut di bawah ini adalah contoh gambaran dari jenis kegiatan produktif langsung, kegiatan produktif tidak langsung, kegiatan non produktif, kegiatan pribadi.

Tabel 4.1. Gambaran dari jenis kegiatan produktif langsung, kegiatan produktif tidak

langsung, kegiatan non produktif, kegiatan pribadi.

Kegiatan Produktif Langsung

Kegiatan Produktif Tidak

Langsung

Kegiatan Non Produktif

Kegiatan Pribadi Administrasi

Pasien Rawat Inap

Pemberian Label Lasa dan HIGHT ALERT

Mengobrol Makan Entry

Pengeluaran Barang

Pembersihan Ruang Kerja

Tidur Persiapan Diri

Penyediaan Paket Operasi

Pemeriksaan Stok dan Kartu Sok barang

Kegiatan Non Produktif lainnya

Sholat

Penyediaan Resep Rawat Inap

Penerimaan Barang

Ke Toilet Penyediaan

Resep Rawat Jalan

Penyediaan Permintaan Depo Penyediaan

Resep UGD

Penyiapan Paket Operasi Penyediaan

Kotak Vaksin Rawat Jalan

Penyimpanan Obat dan Alkes Penyerahan

Obat Kepada Pasien

Serah Terima

Dalam hal ini dilakukan kegiatan pengamatan waktu kerja (observasi) terhadap tenaga teknis kefarmasian untuk mengetahui aktivitas – aktivitas apa saja yang dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) sepanjang hari selama waktu kerja, serta waktu yang dibutuhkan untuk masing – masing kegiatan tersebut. Proses pengamatan ini berlangsung selama empat belas hari mulai dari tanggal 06 -19 Mei 2019 dan setiap aktivitas yang dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian di Instalasi Farmasi akan dicatat berdasarkan jenis kegiatannya. Diantaranya yaitu berupa kegiatan produktif langsung, kegiatan produktif tidak langsung, kegiatan non produktif, serta kegiatan pribadi.

Pencatatan dilakukan setiap tenaga teknis kefarmasian mulai melakukan pekerjaan atau aktivitas hingga selesai melakukan kegiatan tersebut dan dilakukan secara bergantian terhadap seluruh informan yang berjumlah sebanyak enam orang tenaga teknis kefarmasian. Selama empat belas hari pengamatan, jumlah waktu dari masing – masing jenis kegiatan dari tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) tidaklah sama setiap harinya. Jumlah penggunaan waktu kerja selama empat belas hari pengamatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.2. Hasil pengamatan total waktu dari jenis Kegiatan tenaga teknis kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X selama Empat belas hari.

No Tanggal Jumlah Waktu Setiap Jenis Kegiatan (Menit) Total

Produktif Langsung

Produktif Tidak langsung

Non Produktif

Pribadi

1. Senin, 06 Mei 2019 918 404 373 165 1860

2. Selasa, 07 Mei 2019 1087 292 286 195 1860

3. Rabu, 08 Mei 2019 980 325 373 155 1860

4. Kamis, 09 Mei 2019 1075 295 258 232 1860

5. Jumat, 10 Mei 2019 1060 435 185 180 1860

6. Sabtu, 11 Mei 2019 860 513 330 157 1860

7. Minggu, 12 Mei 2019 540 315 460 125 1440

8. Senin, 13 Mei 2019 1363 455 283 179 2280

9. Selasa, 14 Mei 2019 1165 225 280 190 1860

10. Rabu, 15 Mei 2019 1066 195 365 234 1860

11. Kamis, 16 Mei 2019 1182 240 280 158 1860

12. Jumat, 17 Mei 2019 1011 275 410 164 1860

13. Sabtu, 18 Mei 2019 1101 165 447 147 1860

14. Minggu 19 Mei 2019 524 235 639 42 1440

Total Waktu 13932 4396 4969 2323 25620

Persentase Total 54.38% 17.16% 19.40% 9.07% 100%

Pada tabel 4.2. diatas, diketahui bahwa rata-rata jumlah waktu terbanyak yang digunakan oleh tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X dalam melakukan kegiatan produktif, yang diantaranya yaitu kegiatan produktif langsung 54,38% maupun kegiatan produktif tidak langsung 17,16%, maka dari itu presentase yang digunakan dalam kegiatan produktif sebesar 71,54%.

Sedangkan persentase yang sedikit digunakan pada tenaga teknis kefarmasian adalah kegiatan pribadi yaitu dengan presentase sebesar 9,07%.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X selama empat belas hari berturut – turut dapat di lihat dari grafik total waktu kegiatan tenaga teknis (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X berdasarkan hari pengamatan:

Gambar 4.2. Total Waktu Kegiatan Tenaga Teknis Kefarmasian (Asisten Apoteker) Di Instalasi Farmasi

Rumah Sakit Berdasarkan Hari Pengamatan.

Pada Grafik 4.2. diatas diketahui Kegiatan non produktif yang paling banyak digunakan selama empat belas hari pengamatan pada tenaga teknis kefarmasian terdapat pada hari minggu. Hal tersebut terjadi karena pelayanan resep yang di lakukan pada hari minggu tidak sebanyak pada hari lainnya. Pada hari minggu di Rumah Sakit X jadwal spesialis dokter yang peraktek hanya satu dokter saja dan satu dokter jaga di poli UGD. Sehingga banyak waktu senggang yang dapat mendorong tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) untuk melakukan kegiatan non produktif di Instalasi Farmasi. Sedangkan waktu kegiatan non produktif yang paling sedikit digunakan oleh tenaga teknis kefarmasian terjadi pada hari Selasa dan Kamis dikarenakan pada kedua hari tersebut jumlah pengunjung poli spesialis dokter syaraf dan dokter spesialis penyakit dalam yang jumlah pengunjungnya relatif lebih banyak dari pada poli dokter lainnya.

5,75% 5,19%

9,25% 5,63% 12,85%

0 1000 2000 3000 4000 5000

Total Waktu Kegiatan

Hari Pengamatan TOTAL WAKTU

KEGIATAN PRIBADI KEGIATAN NON PRODUKTIF

3. Total Waktu Per Jenis Kegiatan dari Tenaga Teknis Kefarmasian Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Selama Empat Belas Hari.

a. Kegiatan Produktif

Ruang lingkup waktu kerja produktif terbagi menjadi dua yaitu waktu kerja dasar dan waktu kerja tambahan. Waktu kerja dasar adalah waktu kerja minimal yang tidak dapat ditawar – tawar lagi yang secara teori diperlukan untuk menghasilkan suatu kegiatan (6). Waktu kerja tambahan adalah waktu kerja yang bertambah melebihi waktu kerja dasar. Waktu kerja dapat bertambah karena cara kerja yang tidak efisien, kelemahan metode, tidak adanya prosebur, dan lain – lain. Kegiatan produktif adalah setiap aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) yang merupakan tugas dan tanggung jawabnya. Dan terdapat di dalam dokumen uraian tugas pegawai.

1. Kegiatan Produktif Langsung

Kegiatan langsung adalah kegiatan yang dilakukan berkaitan langsung dengan pasien / konsumen, disini dicantumkan semua kegiatan yang biasanya dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian (6).

Tabel 4.3. Total waktu kegiatan produktif langsung Tenaga teknis kefarmasian berdasarkan Jenis kegiatan.

Kegiatan Produktif Langsung

Jumlah Waktu (menit)

Jumlah Persentase

(%) Per Kegiatan Administrasi Pasien

Rawat Inap 1160 8,33%

Administrasi Pasien

PRB 80 0,57%

Administrasi Pasien

Prolanis 163 1,17%

Entry Pengeluaran

Barang 2450 17,59%

Penyediaan Resep

Rawat Jalan 4134 29,67%

Penyediaan Resep

Rawat Inap 1407 10,10%

Penyediaan Paket

Operasi 719 5,16%

Penyediaan Resep

UGD 1053 7,56%

Penyediaan Kotak

Vaksin Rawat Jalan 179 1,28%

Penyerahan Obat Ke

Pasien 1276 9,16%

Penyediaan Obat

Hemodialisa 302 2,17%

Peracikan Obat 809 5,81%

Penyediaan Obat –

Obatan Dokter Khusus 200 1,44%

Total waktu kegiatan

produktif langsung 13932 100%

Pada tabel 4.3. diatas menggambarkan tentang total waktu yang digunakan oleh teknis kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X dalam melakukan kegiatan produktif langsung selama empat belas hari pengamatan yang dilakukan mulai tanggal 06 Mei 2019 – 19 Mei

2019. Total waktu yang digunaka oleh tenaga teknis kefarmasian dalam melakukan kegiatan produktif langsung selama empat belas hari berturut – turut adalah 13932 menit dengan presentase 54,38%. Jumlah waktu kegiatan produktif langsung yang paling banyak dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian yaitu kegiatan penyiapan resep rawat jalan yang menghabiskan waktu 4134 menit dengan persentase 29,67%, dan waktu yang paling sedikit digunakana yaitu kegiatan administrasi paseien PRB (pasien rujuk balik) dengan waktu 80 menit dengan presentase 0.57%.

2. Kegiatan Produktif Tidak Langsung

Kegiatan tidak langsung adalah kegiatan yang dilakukan tidak langsung terhadap pasien/

konsumen. Pada pengamatan kali ini akan di cantumkan semua kegiatan yang biasanya dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X.

Tabel 4.4. Total waktu kegiatan produktif tidak langsung tenaga teknis kefarmasian berdasarkan jenis kegiatan.

Kegiatan Produktif Tidak Langsung

Jumlah Waktu (menit)

Jumlah Presentase

(%) Per Kegiatan Entry Pemasukan

Barang 110 2,50%

Pemberian Label LASA dan HIGHT ALERT

90 2,05%

Pembersihan

Ruangan Kerja 555 12,63%

Pemeriksaan Kotak

Anastesi 117 2,66%

Pemeriksaan Kotak

Vaksin 138 3,14%

Pemeriksaan stok barang dan kartu stok barang

1293 29,41%

Penerimaan

Returan Barang dari unit lain

67 1,52%

Penyediaan

Permintaan Depo 458 11,03%

Penyiapan Kotak

Paket Operasi 695 15,81%

Penyimpanan Obat

dan Alkes 372 8,46%

Total waktu

kegiatan produktif tidak langsung

4396 100%

Pada tabel 4.4. di atas, kegiatan produktif tidak langsung yang paling sering dilakukan adalah pemeriksaan stok barang dan pemeriksaan kartu stok barang. Dimana kegiatan ini yang paling sering dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian yaitu dalam hal merapikan/ menyusun obat, serta pemeriksaan kartu stok barang maupun obat

masing – masing tempat dan raknya. Kegiatan tersebut menghabiskan waktu 1293 menit dengan presentase 29,41%, dan untuk kegiatan yang paling sedikit digunakan yaitu kegiatan penerimaan returan dari unit lain yaitu 67 menit dengan presentase 1,52%.

b. Kegiatan Non Produktif

Kegiatan non produktif merupakan setiap aktivitas yang dilakukan oleh tenaga kerja farmasi bagian pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X, yang bukan menjadi tugas dan tanggung jawabnya, serta tidak terdapat dalam dokumen uraian tugas tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X.

Kegiatan non produktif antara lain : mendengarkan musik, mengobrol, tidur,dan kegiatan produktif lainnya.

Tabel 4.5. Total waktu kegiatan non produktif Tenaga teknis kefarmasian berdasrkan Jenis kegiatan

Kegiatan Non Produktif

Jumlah Waktu (menit)

Jumlah Persentase (%)

Per Kegiatan

Mendengarkan

Musik 285 5,74%

Mengobrol 907 18,25%

Tidur 1857 37,37%

Kegiatan produktif

lainnya 1920 38,64%

Total Waktu

Kegiatan Non

Produktif

4969 100%

Dokumen terkait