METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Konsep
Bagan 3.1. Kerangka Konsep Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti akan menganalisis beban kerja tenaga teknis kefarmasian dengan mengunakan metode Work Sampling.
Dalam teknik Work Sampling peneliti akan mengukur dari activity and delay sampling yaitu mengukur proposi kegiatan aktivitas dan tidak melakukan aktivitas seorang pegawai, kemudian peneliti juga akan mengukur dari segi performance sampling yaitu menggukur waktu yang digunakan untuk bekerja dan waktu yang tidak digunakan untuk bekerja seseorang pegawai berdasarkan uraian tugasnya dan dapat sekaligus utuk mengukur produktivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode Work Sampling karena metode ini tidak sulit untuk diterapkan dalam pengamatan terhadap objek dan cocok untuk kegiatan yang sifatnya
INPUT OUTPUT
Analisis Beban Kerja Tenaga
Teknis Kefarmasian di Instalasi Farmasi
Rumah Sakit X Tahun 2019 Waktu Kerja
Activity and Delay Sampling
Performance Sampling
Wawancara Mendalam PROSES
berulang. Metode ini lebih mudah dari pada metode lainnya dengan kualitas hasil yang dapat dipercaya.
Peneliti juga melakukan kegiatan wawancara mendalam dengan 3 orang informan, yaitu Kepala Instalasi Farmasi, Tenaga Teknis Kefarmasian, dan HRD (Human Resource Dapartemen).
3.2. Jenis dan Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskritif observasional.
Deskritif observasional yaitu sebuah desain penelitian yang mengambarkan besarnya masalah yang diteliti beradasarkan pengamatan. Bertujuan untuk mendapatkan data tentang analisisi beban kerja tenaga teknik kefarmasian (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X, dengan menggunakan metode work sampling.
3.3. Objek Penelitian
Untuk pengukuran beban kerja objek penelitian adalah seluruh tenaga teknis kefarmasian yang berjumlah 6 orang, serta 3 orang informan diantaranya yaitu Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit X, Senior Tenaga Teknis Kefarmasian, Kepala HRD (Human Resource Dapartemen) yang akan diwawancara mendalam untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang beban kerja di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X.
3.4. Definisi Operasional
No Variabel Definisi Operasional Alat Ukur
Cara Ukur Hasil Ukur 1. Beban kerja Volume atau jumlah
pekerjaan yang harus dikerjakan oleh setiap
tenaga teknis
kefarmasian
dibandingkan dengan banyaknya waktu yang tersedia yang ditetapkan di Rumah Sakit X untuk bekerja.
Rumus :
Presentase Kegiatan Produktif Langsung + Presentase Kegiatan Produktif Tidak Langsung, digolongkan dalam kategori :
1. Beban kerja rendah (0-35%)
2. Beban kerja sedang (37-75%)
3. Beban kerja tinggi (80-100%)
Work Sampling
Observasi 1. Beban kerja rendah (0- 35%) 2. Beban
kerja sedang (37-75%) 3. Beban
kerja tinggi (80-100%)
2. Activitiy and delay
sampling
Mengukur proposi kegiatan aktifitas dan tidak melakukan aktivitas seseorang pegawai.
Jam digital
Menggunakan perhitungan waktu dalam menit
…….. menit
3. Performance Sampling dibagi
menjadi 3 kegiatan :
1. Kegiatan produktif di bagi
menjadi 2 yaitu:
a. Kegiat an produk tif
Performance sampling yaitu mengukur waktu yang digunakan untuk bekerja dan waktu yang tidak digunakan untuk bekerja seorang pegawai berdasarkan uraian tugasnya dan dapat sekaligus untuk mengukur
produktivitasnya.
1. Kegiatan produktif langsung adalah kegiatan yang
Fomulir Work sampling
Observasi …….. menit
langsu ng b. Kegiat
an produkt if tidak langsu ng 2. Kegiatan
non produktif 3. Kegiatan
lain/
pribadi
berhubungan secara langsung dengan pasien.
2. Kegiatan produktif tidak langsung adalah kegiatan yang tidak berhubungan secara langsung dengan pasien.
3. Kegiatan non produktif adalah seluruh kegiatan yang dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian diluar uaraian kerja, tidak bermanfaat terhadap pasien atau konsumen kepada unit satuan kerjanya.
4. Kegiatan lain/ pribadi adalah kegiatan untuk kepentingan pribad informan seperti solat, makan, ke toilet dan lain-lain.
3.5. Sumber Data Penelitian 3.5.1. Data Primer
Data primer diperoleh dari observasi. Data yang dicari yaitu data tentang waktu kerja : kegiatan produktif, kegiatan non produktif, kegiatan lain/ pribadi, activity and delay sampling, performance sampling, beban kerja.
3.5.2. Data Sekunder
Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari dokumen – dokumen yang di dapatkan dari Instalasi Farmasi Rumah Sakit X seperti : uraian tugas (job description), rekapan data jumlah penanganan resep, data jumlah kunjungan rawat jalan, dan rawat inap.
3.6. Alat Penelitian / Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini diantaranya :
1. Formulir Work Sampling
Fomulir work sampling digunakan untuk melakukan pencatatan ketika observasi berlangsung guna untuk mengetahui waktu kerja dari kegiatan produktif, kegiatan non produktif, dan kegiatan lain atau pribadi.
Langkah – langkah melakukan work sampling yaitu : a. Menentukan jenis personil yang akan diteliti
b. Apabila jumlah personel banyak, maka perlu dilakukan pemilihan sampel sebagai subjek personal yang akan diamati
c. Membuat formulir daftar kegiatan
d. Melatih pelaksana peneliti tentang cara pengamatan kerja dengan teknik work sampling
e. Pengamatan dilakukan dengan interval 2-15 menit tergantung karakteristik pekerjaan. Pengamatan dilakukan selama jam kerja, jika unit kerja berfungsi selama 24 jam maka penilaian juga dilakukan selama 24 jam dan pengamatan dilakukan selama empat belas hari.
2. Jam digital untuk perhitungan waktu dalam menit.
3.7. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi terhadap 6 tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X, serta wawancara mendalam dengan 3 informan yaitu Kepala Instalasi Farmasi, Satu senior tenaga teknis kefarmasian, Kepala HRD (human resource dapartement).
3.8. Pengelolahan Data dan Analisis Data 3.8.1. Pengelolahan Data
1. Penyutingan Data
Penyutingan data dilakukan setiap selesai pengamatan untuk memeriksa jika terjadi kesalahan dan ketidak lengkapan data yaitu dengan cara memeriksa formulir work sampling untuk melihat apakah pengamat menuliskan kegiatan farmasi sesuai dengan kelompok kegiatan yang seharusnya.
2. Penjumlahan Lamanya Kegiatan
Setelah dilakukan penyutingan data, untuk mendapatkan waktu dari kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian, selanjutnya peneliti menjumlahkan waktu dari setiap kegiatan tenaga teknis kefarmasian baik kegiatan produktif, non produktif, maupun kegiatan lain atau pribadi kedalam satuan menit. Data tersebut di ambil dari hasil observasi yang dilakukan selama dua minggu untuk mengambil hasil rata- rata waktu dari kegiatan tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X.
3. Pemasukan Data
Penjumlahan lamanya kegiatan yang sudah dilakukan peneliti dimasukan kedalam komputer untuk dilakukan proses pengelolahan data selanjutnya seperti perhitungan presentase pada proposi kegiatan produktif, kegiatan non produktif, dan kegiatan pribadi/ lainnya. Dengan data tersebut dapat diketahui apakah beban kerja tenaga teknis kefarmasian tinggi, sedang, ataupun rendah.
4. Pembersihan Data
Pembersihan data pengamatan dilakukan apabila terjadi kesalahan dalam menginput data.
3.8.2. Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan melakukan gambaran besar beban kerja tenaga teknis kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X. Data yang diambil dilihat dari data activity and delay sampling, performance sampling. Kemudian dihitung beban kerjanya kemudian beban kerja akan di golongkan dan akan dinalisis menjadi 3 golongan yaitu: (14)
1. 0 – 35 % Beban kerja rendah 2. 35 - 75 % Beban kerja sedang 3. 80 – 100% Beban kerja tinggi
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian
4.1.1. Gambaran Lokasi Penelitian
Rumah Sakit X adalah Rumah Sakit swasta sebagai Rumah Sakit Bersalin kemudian Rumah Sakit X berubah status menjadi Rumah Sakit Umum. Di sana terdapat Instalasi Farmasi dimana terdiri dari seorang Kepala Instalasi Farmasi dan di bantu oleh tenaga apoteker, tenaga teknis kefarmasian, dan administrasi. Kepala Instalsi Farmasi memiliki satu Koordinator Farmasi yang di damping oleh satu penganggung jawab bagian pembelian dan persediaan stok kebutuhan obat – obatan dan alat kesehatan. Penanggung jawab di bagian pelayanan farmasi klinik rawat inap yang di bantu oleh tiga orang apoteker pendamping dan enam tenaga teknis kefarmasian untuk menjalankan tugas dan fungsinya.
4.1.2. Hasil Pengamatan 4.1.2.1. Pengamatan
1. Hasil Pengamatan Resep di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X periode 06 – 19 Mei 2019.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X selama empat belas hari pengamatan yang dilakukan pada tanggal 06 Mei – 19 Mei 2019 diperoleh data pelayanan
resep sebagai berikut :
0 50 100 150 200 250 300
Jumlah Resep
Tanggal Pengamatan
Rawat Jalan Rawat Inap Jumlah Resep
Gambar 4.1. Rekapan Data Jumlah Pelayanan Resep Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Periode 06 -19 Mei 2019.
Dari grafik di atas terlihat bahwa pelayanan resep yang paling tinggi terjadi pada tanggal 07 Mei 2019 dikarenakan pada tanggal 07 Mei 2019 jumlah penggunjung poli spesialis dokter syaraf dan dokter spesialis penyakit dalam memiliki jumlah kunjungan relatif lebih banyak dari pada poli dokter lainnya.
Pelayanan resep yang paling sedikit terjadi pada tanggal 19 Mei 2019 karena pada tanggal 19 Mei 2019 poli spesialis yang praktek hanya terdapat satu dokter spesialis saja yaitu dokter spesialis kandungan (obgyn) dan poli UGD saja yang peraktek.
2. Total Waktu Kegiatan Tenaga Teknis Kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Selama Empat Belas Hari.
Aktifitas yang dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X terbagi dalam empat kategori kegiatan, yaitu diantaranya kegiatan produktif langsung, kegiatan produktif tidak langsung, kegiatan non produktif, dan kegiatan pribadi.
Kegiatan produktif langsung adalah kegiatan yang dilakukan yang berkaitan langsung dengan pasien.
Sedangkan kegiatan produktif tidak langsung adalah kegaitan yang dilakukan tidak langsung berhadapan dengan pasien, kegiatan non produktif adalah setiap aktifvitas yang dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) yang bukan menjadi tugas, dan tanggung jawabnya, serta tidak terdapat
dalam dokumen uraian tugas tenaga teknis kefarmasian.
Berikut di bawah ini adalah contoh gambaran dari jenis kegiatan produktif langsung, kegiatan produktif tidak langsung, kegiatan non produktif, kegiatan pribadi.
Tabel 4.1. Gambaran dari jenis kegiatan produktif langsung, kegiatan produktif tidak
langsung, kegiatan non produktif, kegiatan pribadi.
Kegiatan Produktif Langsung
Kegiatan Produktif Tidak
Langsung
Kegiatan Non Produktif
Kegiatan Pribadi Administrasi
Pasien Rawat Inap
Pemberian Label Lasa dan HIGHT ALERT
Mengobrol Makan Entry
Pengeluaran Barang
Pembersihan Ruang Kerja
Tidur Persiapan Diri
Penyediaan Paket Operasi
Pemeriksaan Stok dan Kartu Sok barang
Kegiatan Non Produktif lainnya
Sholat
Penyediaan Resep Rawat Inap
Penerimaan Barang
Ke Toilet Penyediaan
Resep Rawat Jalan
Penyediaan Permintaan Depo Penyediaan
Resep UGD
Penyiapan Paket Operasi Penyediaan
Kotak Vaksin Rawat Jalan
Penyimpanan Obat dan Alkes Penyerahan
Obat Kepada Pasien
Serah Terima
Dalam hal ini dilakukan kegiatan pengamatan waktu kerja (observasi) terhadap tenaga teknis kefarmasian untuk mengetahui aktivitas – aktivitas apa saja yang dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) sepanjang hari selama waktu kerja, serta waktu yang dibutuhkan untuk masing – masing kegiatan tersebut. Proses pengamatan ini berlangsung selama empat belas hari mulai dari tanggal 06 -19 Mei 2019 dan setiap aktivitas yang dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian di Instalasi Farmasi akan dicatat berdasarkan jenis kegiatannya. Diantaranya yaitu berupa kegiatan produktif langsung, kegiatan produktif tidak langsung, kegiatan non produktif, serta kegiatan pribadi.
Pencatatan dilakukan setiap tenaga teknis kefarmasian mulai melakukan pekerjaan atau aktivitas hingga selesai melakukan kegiatan tersebut dan dilakukan secara bergantian terhadap seluruh informan yang berjumlah sebanyak enam orang tenaga teknis kefarmasian. Selama empat belas hari pengamatan, jumlah waktu dari masing – masing jenis kegiatan dari tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) tidaklah sama setiap harinya. Jumlah penggunaan waktu kerja selama empat belas hari pengamatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.2. Hasil pengamatan total waktu dari jenis Kegiatan tenaga teknis kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X selama Empat belas hari.
No Tanggal Jumlah Waktu Setiap Jenis Kegiatan (Menit) Total
Produktif Langsung
Produktif Tidak langsung
Non Produktif
Pribadi
1. Senin, 06 Mei 2019 918 404 373 165 1860
2. Selasa, 07 Mei 2019 1087 292 286 195 1860
3. Rabu, 08 Mei 2019 980 325 373 155 1860
4. Kamis, 09 Mei 2019 1075 295 258 232 1860
5. Jumat, 10 Mei 2019 1060 435 185 180 1860
6. Sabtu, 11 Mei 2019 860 513 330 157 1860
7. Minggu, 12 Mei 2019 540 315 460 125 1440
8. Senin, 13 Mei 2019 1363 455 283 179 2280
9. Selasa, 14 Mei 2019 1165 225 280 190 1860
10. Rabu, 15 Mei 2019 1066 195 365 234 1860
11. Kamis, 16 Mei 2019 1182 240 280 158 1860
12. Jumat, 17 Mei 2019 1011 275 410 164 1860
13. Sabtu, 18 Mei 2019 1101 165 447 147 1860
14. Minggu 19 Mei 2019 524 235 639 42 1440
Total Waktu 13932 4396 4969 2323 25620
Persentase Total 54.38% 17.16% 19.40% 9.07% 100%
Pada tabel 4.2. diatas, diketahui bahwa rata-rata jumlah waktu terbanyak yang digunakan oleh tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X dalam melakukan kegiatan produktif, yang diantaranya yaitu kegiatan produktif langsung 54,38% maupun kegiatan produktif tidak langsung 17,16%, maka dari itu presentase yang digunakan dalam kegiatan produktif sebesar 71,54%.
Sedangkan persentase yang sedikit digunakan pada tenaga teknis kefarmasian adalah kegiatan pribadi yaitu dengan presentase sebesar 9,07%.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X selama empat belas hari berturut – turut dapat di lihat dari grafik total waktu kegiatan tenaga teknis (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X berdasarkan hari pengamatan:
Gambar 4.2. Total Waktu Kegiatan Tenaga Teknis Kefarmasian (Asisten Apoteker) Di Instalasi Farmasi
Rumah Sakit Berdasarkan Hari Pengamatan.
Pada Grafik 4.2. diatas diketahui Kegiatan non produktif yang paling banyak digunakan selama empat belas hari pengamatan pada tenaga teknis kefarmasian terdapat pada hari minggu. Hal tersebut terjadi karena pelayanan resep yang di lakukan pada hari minggu tidak sebanyak pada hari lainnya. Pada hari minggu di Rumah Sakit X jadwal spesialis dokter yang peraktek hanya satu dokter saja dan satu dokter jaga di poli UGD. Sehingga banyak waktu senggang yang dapat mendorong tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) untuk melakukan kegiatan non produktif di Instalasi Farmasi. Sedangkan waktu kegiatan non produktif yang paling sedikit digunakan oleh tenaga teknis kefarmasian terjadi pada hari Selasa dan Kamis dikarenakan pada kedua hari tersebut jumlah pengunjung poli spesialis dokter syaraf dan dokter spesialis penyakit dalam yang jumlah pengunjungnya relatif lebih banyak dari pada poli dokter lainnya.
5,75% 5,19%
9,25% 5,63% 12,85%
0 1000 2000 3000 4000 5000
Total Waktu Kegiatan
Hari Pengamatan TOTAL WAKTU
KEGIATAN PRIBADI KEGIATAN NON PRODUKTIF
3. Total Waktu Per Jenis Kegiatan dari Tenaga Teknis Kefarmasian Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Selama Empat Belas Hari.
a. Kegiatan Produktif
Ruang lingkup waktu kerja produktif terbagi menjadi dua yaitu waktu kerja dasar dan waktu kerja tambahan. Waktu kerja dasar adalah waktu kerja minimal yang tidak dapat ditawar – tawar lagi yang secara teori diperlukan untuk menghasilkan suatu kegiatan (6). Waktu kerja tambahan adalah waktu kerja yang bertambah melebihi waktu kerja dasar. Waktu kerja dapat bertambah karena cara kerja yang tidak efisien, kelemahan metode, tidak adanya prosebur, dan lain – lain. Kegiatan produktif adalah setiap aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) yang merupakan tugas dan tanggung jawabnya. Dan terdapat di dalam dokumen uraian tugas pegawai.
1. Kegiatan Produktif Langsung
Kegiatan langsung adalah kegiatan yang dilakukan berkaitan langsung dengan pasien / konsumen, disini dicantumkan semua kegiatan yang biasanya dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian (6).
Tabel 4.3. Total waktu kegiatan produktif langsung Tenaga teknis kefarmasian berdasarkan Jenis kegiatan.
Kegiatan Produktif Langsung
Jumlah Waktu (menit)
Jumlah Persentase
(%) Per Kegiatan Administrasi Pasien
Rawat Inap 1160 8,33%
Administrasi Pasien
PRB 80 0,57%
Administrasi Pasien
Prolanis 163 1,17%
Entry Pengeluaran
Barang 2450 17,59%
Penyediaan Resep
Rawat Jalan 4134 29,67%
Penyediaan Resep
Rawat Inap 1407 10,10%
Penyediaan Paket
Operasi 719 5,16%
Penyediaan Resep
UGD 1053 7,56%
Penyediaan Kotak
Vaksin Rawat Jalan 179 1,28%
Penyerahan Obat Ke
Pasien 1276 9,16%
Penyediaan Obat
Hemodialisa 302 2,17%
Peracikan Obat 809 5,81%
Penyediaan Obat –
Obatan Dokter Khusus 200 1,44%
Total waktu kegiatan
produktif langsung 13932 100%
Pada tabel 4.3. diatas menggambarkan tentang total waktu yang digunakan oleh teknis kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X dalam melakukan kegiatan produktif langsung selama empat belas hari pengamatan yang dilakukan mulai tanggal 06 Mei 2019 – 19 Mei
2019. Total waktu yang digunaka oleh tenaga teknis kefarmasian dalam melakukan kegiatan produktif langsung selama empat belas hari berturut – turut adalah 13932 menit dengan presentase 54,38%. Jumlah waktu kegiatan produktif langsung yang paling banyak dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian yaitu kegiatan penyiapan resep rawat jalan yang menghabiskan waktu 4134 menit dengan persentase 29,67%, dan waktu yang paling sedikit digunakana yaitu kegiatan administrasi paseien PRB (pasien rujuk balik) dengan waktu 80 menit dengan presentase 0.57%.
2. Kegiatan Produktif Tidak Langsung
Kegiatan tidak langsung adalah kegiatan yang dilakukan tidak langsung terhadap pasien/
konsumen. Pada pengamatan kali ini akan di cantumkan semua kegiatan yang biasanya dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X.
Tabel 4.4. Total waktu kegiatan produktif tidak langsung tenaga teknis kefarmasian berdasarkan jenis kegiatan.
Kegiatan Produktif Tidak Langsung
Jumlah Waktu (menit)
Jumlah Presentase
(%) Per Kegiatan Entry Pemasukan
Barang 110 2,50%
Pemberian Label LASA dan HIGHT ALERT
90 2,05%
Pembersihan
Ruangan Kerja 555 12,63%
Pemeriksaan Kotak
Anastesi 117 2,66%
Pemeriksaan Kotak
Vaksin 138 3,14%
Pemeriksaan stok barang dan kartu stok barang
1293 29,41%
Penerimaan
Returan Barang dari unit lain
67 1,52%
Penyediaan
Permintaan Depo 458 11,03%
Penyiapan Kotak
Paket Operasi 695 15,81%
Penyimpanan Obat
dan Alkes 372 8,46%
Total waktu
kegiatan produktif tidak langsung
4396 100%
Pada tabel 4.4. di atas, kegiatan produktif tidak langsung yang paling sering dilakukan adalah pemeriksaan stok barang dan pemeriksaan kartu stok barang. Dimana kegiatan ini yang paling sering dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian yaitu dalam hal merapikan/ menyusun obat, serta pemeriksaan kartu stok barang maupun obat
masing – masing tempat dan raknya. Kegiatan tersebut menghabiskan waktu 1293 menit dengan presentase 29,41%, dan untuk kegiatan yang paling sedikit digunakan yaitu kegiatan penerimaan returan dari unit lain yaitu 67 menit dengan presentase 1,52%.
b. Kegiatan Non Produktif
Kegiatan non produktif merupakan setiap aktivitas yang dilakukan oleh tenaga kerja farmasi bagian pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X, yang bukan menjadi tugas dan tanggung jawabnya, serta tidak terdapat dalam dokumen uraian tugas tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X.
Kegiatan non produktif antara lain : mendengarkan musik, mengobrol, tidur,dan kegiatan produktif lainnya.
Tabel 4.5. Total waktu kegiatan non produktif Tenaga teknis kefarmasian berdasrkan Jenis kegiatan
Kegiatan Non Produktif
Jumlah Waktu (menit)
Jumlah Persentase (%)
Per Kegiatan
Mendengarkan
Musik 285 5,74%
Mengobrol 907 18,25%
Tidur 1857 37,37%
Kegiatan produktif
lainnya 1920 38,64%
Total Waktu
Kegiatan Non
Produktif
4969 100%
Pada umumnya penggunaan waktu non produktif yang sering dilakukan adalah kegiatan non produktif lainya dengan presentase 38,64%
dari seluruh kegiatan non produktif. Kegiatan ini biasa dilakukan pada saat pelayanan sepi yang dilakukan sembari main HP, mengerjakan tugas kampus, dan lain – lain. Hal tersebut terjadi karena di waktu shif malam pelayanan di rawat jalan jarang terjadi hanya pada saat waktu tertentu dan di waktu yang tidak bisa ditentukan, sehingga memungkinkan banyaknya peluang untuk melakukan kegiatan non produktif.
Presentase penggunaan waktu non produktif terbesar kedua adalah tidur dengan presentase 37,37% dari seluruh kegiatan non produktif. Hal tersebut terjadi karena pada shif malam jarang melayani pelayanan resep rawat jalan.
Menurut ILO (1983) dalam Karina (2012) (5) kegiatan non produktif pada pegawai diakibatkan karena kelemahan manajemen atau pimpinan dalam mengelola penyelesaian pekerjaan ataupun karena perilaku karyawan itu sendiri.
Faktor – faktor yang mempengaruhi usaha peningkatan produktivitas kerja adalah lingkungan organisasi yaitu organisasi dan perencanaan, sistem dan manajemen pengawasan produksi, kondisi kerja, disiplin kerja, iklim kerja, dan kebijakan personalia.
c. Kegiatan Pribadi
Kegiatan pribadi merupakan kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh tenaga teknis
kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X untuk kepentingan pribadi atau kepentingan masing – masing.
Tabel 4.6. Total waktu kegiatan pribadi tenaga Teknis kefarmasian berdasarkan Jenis kegiatan.
Kegiatan Pribadi
Jumlah Waktu (menit)
Jumlah Persentase (%)
Per Kegiatan
Makan 582 25,05%
Persiapan diri 410 17,65%
Sholat 978 42,10%
Toilet 353 15,20%
Total Waktu
Kegiatan Pribadi 2323 100%
Berdasarkan Tabel 4.6 diatas mengambarkan jumlah kegiatan pribadi pegawai bagaian pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X selama empat belas hari pengamatan, adapun kegiatan pribadi yang sering dilakukan adalah sholat yang menghabikan waktu 978 menit dengan persentase 42,10%, kemudian kegiatan lainya yaitu kegiatan makan yang menghabiskan waktu 582 menit dengan presentase 25,05%.
Kegiatan sholat dan makan dilakukan secara bergatian karena pelayanan yang harus tetap berjalan selama 24 jam dan tidak boleh kosong.
Menurut ILO (1989) kelongaran pribadi bersisar antara 2-5% perhari atau 20 -24 menit.
Dapat juga dilihat menurut jenis kelamin, yaitu 5%
untuk pria dan 7% untuk wanita, rata-rata 6%.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tenaga teknis kefarmasian menghabiskan kegiatan untuk kegiatan pribadi adalah 2323
menit dengan persentase 9,07% yang meliputi kegiatan makan, persiapan diri, sholat, toilet. Jika dibandingkan dengan ILO maka penggunaan waktu untuk kegiatan pribadi sudah tinggi.
Kegiatan pribadi yang dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X memiliki presentase terkecil jika di bandingkan dengan kegiatan produktif, kegiatan non produktif, hal tersebut terjadi karena sedikitnya peluang para pegawai untuk melakukan kegiatan pribadi karena pelayanan kepada pasien yang tidak bisa di tinggalkan. Hal ini menunjukkan kesamaan pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Savitri 2018.
(23). 4.1.3. Perhitungan
4.1.3.1. Activity and delay sampling
Activitiy and delay sampling, yaitu untuk mengukur aktifitas dan penundaan aktifitas dari seorang pekerja.
Contohnya dengan mengukur persentase seseorang bekerja dan presentase seseorang tidak bekerja.
Berikut ini adalah hasil dari perhitungan activity and delay sampling di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X.
Menentukan Ratio Delay :
Ratio Delay = 19,40 % 71,54%
= 0,27
Ratio Delay = Prosentase Non Produktif
Prosentase Produktif
Dari hasil perhitungan diatas di dapatkan hasil activity and delay sampling yaitu sebesar 0,27. yang artinya tenaga teknis kefarmasian dalam melakukan penudaan pekerjaannya di Inatalasi Farmasi Rumah Sakit X yaitu sebesar 0,27.
4.1.3.2. Performance Sampling
Performance sampling adalah cara untuk mengukur waktu yang digunakan untuk bekerja, dan waktu yang tidak digunakan untuk bekerja. Berikut di bawah ini adalah hasil dari perhitungan performance sampling pada tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X.
Rumus Menentukan Prosentase Produktif :
Keterangan :
Produktif : Produktif Langsung + Produktif Tidak Langsung
Performance Level = Jumlah Produktif X 100%
Produktif + Non Produktif
= 18328 menit X 100%
18328 menit + 4969 menit = 78,67%
Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai performance sampling atau tingkat kinerja pada tenaga teknis kefarmasian (asisten apoteker) di Instalsi Farmasi Rumah Sakit X selama empat yaitu sebesar 78,67%.
Performance Level = Jumlah Produktif X 100%
Produktif + Non Produktif