BAB II LANDASAN TEORI
B. Kajian Pustaka
sesuatu); 7) tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu; 8) senang mencari dan memecahkan masalah soal- soal.26
jigsaw secara tepat dapat meningkatkan motivasi, kreativitas, dan prestasi belajar IPA-Fisika siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Ngawen Gunungkidul tahun pelajaran 2014/2015. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terbukti sangat efektif dalam upaya meningkatkan motivasi, kreativitas dan prestasi belajar siswa. Persamaan penelitian terdahulu dengan yang saya teliti sekarang adalah sama-sama membahas tentang model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Sedangkan perbedaannya terletak pada model pembelajaran yang digunakan dan jenjang pendidikannya, penelitian terdahulu hanya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Ngawen Gunungkidul, sedangkan penelitian saya menggunakan 2 model yaitu model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model
pembelajaran problem based learning (PBL) pada siswa kelas V SD Negeri 58 Kota Bengkulu.27
2. Penelitian Erviyanti Pramudya, Firosalia Kristin, dan Indri Anugraheni dengan judul “Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar IPA Pada Pembelajaran Tematik Menggunakan PBL”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model pembelajaran problem based learning dalam meningkatkan keaktifan siswa, dan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan langkah-langkah model pembelajaran problem based learning yaitu orientasi siswa pada masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar, membimbing pengalaman individu atau kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, serta
27 Ridwan, Ahmad. Skripsi: Upaya Meningkatkan Motivasi, Kreativitas, Dan Prestasi Belajar IPA Dengan Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, (Yogyakarta: WIYATA DHARMA, Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan Vol.III No.2, 2015).
menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA pada pembelajaran tematik siswa kelas 4 SD Negeri Noborejo 01. Hal tersebut dibuktikan dari meningkatnya rata-rata keaktifan siswa dari kondisi awal (pra siklus) yaitu 77,47 dengan kategori kurang aktif menjadi 95,44 dengan kategori cukup aktif pada siklus I dan pada siklus II rata-rata keaktifan siswa 118,32 dengan kategori aktif.
Peningkatan juga terjadi pada hasil belajar siswa dengan rata hasil belajar pada kondisi awal (pra siklus) 62,17 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 13 siswa (38,23%) mengalami peningkatan pada siklus I dengan rata-rata nilai 78,39 dengan jumlah siswa tuntas sebanyak 23 siswa (67,64%) dan pada siklus II rata-rata nilai siswa adalah 83,29 dengan jumlah siswa tuntas sebanyak 28 siswa (82,36%). Persamaan penelitian terdahulu dengan yang saya teliti sekarang adalah sama- sama membahas tentang model pembelajaran problem based learning (PBL). Sedangkan perbedaannya terletak
pada tujuannya, peneliti terdahulu bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA sedangkan penelitian yang saya teliti sekarang ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.28
3. Penelitian Habibah Sukmini Arief, Maulana, dan Ali Sudin dengan judul “Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Pendekatan Problem Based Learning (PBL)”.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan problem based learning (PBL) dan pendekatan konvensional terhadap peningkatan motivasi belajar. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Hasil penelitian terdahulu ini dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05 yang menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan problem based learning (PBL) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan, begitupun dengan
28 Pramudya, Erviyanti, dkk. Skripsi: Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar IPA Pada Pembelajaran Tematik Menggunakan PBL, (Jawa Tengah:
PGSD FKIP Universitas Kristen Satya Wacana, Naturalistic, Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran Vol.3 No.2, 2019).
pendekatan konvensional yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Peningkatan motivasi belajar pada kelas eksperimen dengan menggunakan pendekatan problem based learning (PBL) secara signifikan lebih baik daripada kelas kontrol dengan menggunakan pendekatan konvensional.
Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan problem based learning (PBL) mendapatkan respon yang positif dari siswa kelas eksperimen. Persamaan penelitian terdahulu dengan yang saya teliti sekarang adalah sama- sama membahas tentang model pembelajaran problem based learning dan memiliki tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar pada siswa. Sedangkan perbedaannya terletak pada model pembelajaran, penelitian terdahulu hanya menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) sedangkan penelitian yang saya teliti sekarang menggunakan 2 model pembelajaran yaitu
model pembelajaran problem based learning (PBL) dan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.29
4. Penelitian Wa Ode Nurlina Mbay, Mustamin Anggo, dan Asrul Sani dengan judul “Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dan Model Pembelajaran PBL Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Komunikasi Matematika Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematika siswa melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dan PBL. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah posttest only control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi siswa yang mendapat model PBL memperoleh peningkatan yang secara signifikan lebih tinggi daripada siswa yang mendapat
29 Arief, Habibah S, dkk. Skripsi: Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Pendekatan Problem Based Learning (PBL), (Jawa Barat: UPI Sumedang, Jurnal Pena Ilmiah Vol.1 No.1, 2016).
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematik siswa yang mendapat model pembelajaran PBL 69,14 lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematik siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yaitu sebesar 56,48, maka model PBL dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Persamaan penelitian terdahulu dengan yang saya teliti sekarang adalah sama-sama menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran problem based learning (PBL). Sedangkan perbedaannya terletak pada tujuan yang ingin dicapainya, penelitian terdahulu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi siswa melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dan PBL pada siswa kelas VIII SMPN 1 Kendari, sedangkan penelitian yang saya teliti sekarang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran PBL dan model
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas V SD Negeri 58 Kota Bengkulu.30
5. Penelitian Auliah Sumitro H, Punaji Setyosari, dan Sumarmi tahun 2017 yang berjudul "Penerapan Model Problem Based Learning Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar IPS". Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa menerapkan model problem based learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian ini terjadi peningkatan motivasi siswa pada keempat aspek dengan rincian, pada aspek attention sebesar 11,28% dari 73,04% pada siklus I menjadi 84,32% pada siklus II, pada aspek relevance meningkat sebesar 9,64% dari 76,55% pada siklus I menjadi 86,19% pada siklus II, pada aspek confidence meningkat sebesar 10,62% dari 71,56% pada siklus I menjadi 82,18% pada siklus II, dan
30 Mbay, Wa O.N, dkk. Skripsi: Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Komunikasi Matematik Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), (Sulawesi Tenggara: Universitas Halu Oleo, Jurnal Pendidikan Matematika 8(1), 2017).
pada aspek satisfaction meningkat sebesar 14,88% dari 71,79% pada siklus I menjadi 86,67% pada siklus II.
Hasil belajar meningkat sebesar 14,29% dari 71,42%
pada siklus I menjadi 85,71% pada siklus II. Hasil ini menunjukkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Persamaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian saya adalah sama-sama menerapkan model pembelajaran problem based learning dan sama-sam berupaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Sedangkan perbedaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian saya adalah jika penilitian terdahulu menerapkan model pembelajaran proble based learning untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar yang terpaku pada mata pelajaran IPS, sedangkan penelitian saya lebih meneliti untuk menitik beratkan hanya pada motivasi belajar pada siswa kelas V di SDN 58 Kota Bengkulu .31
31 Auliah Sumitro H, Punaji Setyosari, dan Sumarmi. 2017. Jurnal:
Penerapan Model Problem Based Learning Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar IPS. Malang: Pascasarjana Universitas Negeri Malang, jurnal pendidikan, 2(9).