BAB II LANDASAN TEORI
3. Motivasi Belajar
kesulitan untuk berganti peran menjadi siswa yang aktif memberikan tanggapan entah dalam bentuk bertanya, menjelaskan, membuat solusi suatu persoalan, berargumentasi dan sebagainya; 3) guru atau pengajar yang belum terbiasa akan mengalami kesulitan ketika berperan sebagai fasilitator dan motivator; 4) aktivitas guru untuk memberikan atau memunculkan masalah yang harus berupa masalah kontekstual merupakan aktivitas yang tidak mudah;
5) perancangan penilaian juga tidak mudah karena harus mencakup setiap aspek pembelajaran dalam PBL tersebut.
3. Motivasi Belajar
siagaan). Perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan di dahului dengan stimulus untuk mencapai adanya tujuan. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Motivasi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan belajar siswa17. Motivasi berhubungan dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek dari motivasi, ketiga hal tersebut adalah keadaan yang mendorong tingkah laku (motivating states), tingkah laku yang didorong oleh keadaan tersebut (motivated behavior), dan tujuan dari tingkah laku tersebut (goals
17 Baharuddin & esa nur wahyuni. Teori belajar dan pembelajaran.
(yogyakarta: ar-ruzz) Hal 27
or ends of such behavior). Sedangkan Clifford, Mc.
Donald mengungkapkan bahwa motivasi itu mengandung tiga unsur yang saling berkaitan yaitu perubahan energi, timbulnya afektif dan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan.18
Motivasi juga merupakan suatu pendorong seseorang untuk lebih giat berusaha untuk mencapai hasil yang lebih baik. Satu dari sekian cara untuk mempelajari motivasi adalah dengan mempertimbangkan faktor-faktor nonfisiologis yang mempengaruhi prilaku. Oleh karena itu, motivasi belajar siswa merupakan faktor yang penting dipertimbangkan dalam penelitian ini. Alasannya karena perannya penting dalam proses belajar dan kesiapan menerima hal-hal baru. Motivasi memiliki peranan penting untuk menentukan hasil belajar siswa.
Motivasi belajar yang tinggi serta model pembelajaran yang tepat akan mampu meningkatkan hasil belajar
18I Baharuddin & esa nur wahyuni. Teori belajar dan pembelajaran.
(yogyakarta: ar-ruzz) Hal 37-38
siswa. Dengan demikian maka peneliti menyimpulkan bahwa motivasi adalah kemauan, kehendak, keinginan, daya yang mendorong seseorang atau siswa untuk melakukan sesuatu. Maka oleh karena itu motivasi sangat penting untuk keberhasilan siswa belajar.
b. Teori Tentang Motivasi
Terdapat empat model motivasi, yaitu: 1) the survival motive model atau motivasi yang dipakai untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Motivasi ini bersumber pada kebutuhan-kebutuhan individu untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya (kebutuhan biologis, seperti makan dan minum); 2) the stimulus intensity model merupakan motivasi yang bersumber pada tingkat rangsangan yang dihadapi individu. Teori ini mengatakan bahwa motivasi atau dorongan untuk berbuat timbul karena adanya rangsangan yang kuat, yang berarti agar timbul dorongan untuk berbuat harus ada rangsangan yang kuat; 3) the stimulus pattern model merupakan
motivasi yang didasarkan pada pola rangsangan di dalam suatu situasi. Teori ini timbul bila rangsangan situasi berlawanan dengan harapan individu, maka akan menimbulkan pertentangan respon yang mengarah pada kekecewaan; 4) the affective arousal model adalah teori motivasi yang mendasarkan diri pada pembangkitan afeksi, rangsangan atau situasi yang dihadapi individu dipasangkan dengan keadaan afeksi individu, motivasi muncul karena adanya perubahan situasi afeksi individu.19
c. Fungsi dan Tujuan Motivasi Belajar
Motivasi berfungsi sebagai pendorong, penggerak, dan penyeleksi perbuatan. Ketiganya menyatu dalam sikap terimplikasi dalam perbuatan.
Dorongan adalah fenomena psikologis dari dalam yang melahirkan hasrat untuk bergerak dalam menyeleksi perbuatan yang akan melahirkan hasrat untuk bergerak dalam perbuatan yang akan dilakukan. Karena
19Eko Putro Widoyoko. Evaluasi program pembelajaran. (Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2012) Hal 234.
dorongan atau penggerak maupun penyeleksi merupakan kata kunci dari motivasi dalam setiap perbuatan dalam belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang aktif. Selain itu juga mampu menghasilkan sesuatu untuk dirinya dan orang lain20. Dalam motivasi terdapat tiga fungsi utama yaitu: 1) Motivasi sebagai pendorong perbuatan. Motivasi sebagai pendorong ini melahirkan sikap apa yang seharusnya siswa ambil dalam rangka belajar; 2) Motivasi sebagai penggerak perbuatan. Dorongan psikologis yang melahirkan sikap terhadap siswa merupakan suatu kekuatan yang tak terbendung, yang kemudian terjelma dalam bentuk gerakan psikofisik; 3) Motivasi sebagai pengarah perbuatan. Siswa yang mempunyai motivasi dapat menyeleksi mana perbuatan yang harus dilakukan dan mana perbuatan yang diabaikan. Hasil belajar akan lebih optimal apabila ada motivasi. Sardiman
20 Zainal Aqib. Model Model, Media, Dan Strategi Pembelajaran Kontekstual. (Bandung: CV Yrama Widya. 2016) Hal 40
mengemukakan tiga fungsi motivasi, yaitu: 1) Mendorong manusia untuk berbuat, diartikan sebagai penggerak dari setiap kegiatan yang akan dilakukan manusia; 2) Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai; 3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.21
Secara umum tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar secara sadar dan sengaja timbul keinginan dan kemampuannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil dan mencapai tujuan yang diinginkan. Bagi guru tujuan. Motivasi adalah untuk menggerakkan minat atau memacu para siswanya agar timbul suatu keinginan dan kemauannya untuk meningkatkan prestasi dalam belajar sehingga akan
21A. M. Sardiman. Interaksi Dan Sumber Belajar Mengajar. (Jakarta:
PT. Rajawali Pers, 2009) Hal 85.
tercapai tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapkan di dalam kurikulum sekolah.
Dapat disimpulkan bahwa fungsi motivasi dalam belajar antara lain mendorong siswa agar mempunyai semangat untuk belajar, menggerakkan kekuatan dalam diri siswa untuk belajar dan mengarahkan aktivitas- aktivitas siswa dalam belajar.
d. Aspek Motivasi Belajar
Aspek-aspek motivasi belajar meliputi: 1) Menimbulkan kegiatan belajar, keinginan siswa untuk melakukan kegiatan belajar di sekolah; 2) Menjamin kelangsungan belajar, kemauan siswa untuk mempertahankan kegiatan belajar pada setiap pelajaran yang diajarkan di sekolah; 3) Mengarahkan kegiatan belajar, kemauan siswa untuk mengarahkan kegiatan belajarnya dalam setiap pelajaran yang diajarkan demi mencapai suatu tujuan tertentu dalam belajar.
e. Prinsip Motivasi Belajar
Motivasi mempunyai peranan yang strategis dalam aktivitas belajar seseorang, tidak ada seorang pun yang belajar tanpa motivasi. Tidak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan belajar. Agar peranan motivasi lebih optimal, maka prinsip-prinsip motivasi dalam belajar tidak hanya sekedar diketahui, tetapi harus diterangkan dalam aktivitas belajar mengajar.
Ada beberapa prinsip motivasi dalam belajar seperti dalam uraian berikut: 1) Motivasi sebagai dasar penggerak yang mendorong aktivitas belajar; 2) Motivasi intrinsik lebih utama dari pada motivasi ekstrinsik dalam belajar; 3) Motivasi berupa pujian lebih baik dari pada hukuman; 4) Motivasi berhubungan erat dengan kebutuhan dalam belajar; 5) Motivasi dapat memupuk optimis dalam belajar; 6) Motivasi melahirkan prestasi dalam belajar
f. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar
Ada empat fungsi guru sebagai pengajar yang berhubungan dengan cara pemeliharaan dan peningkatan motivasi belajar siswa, yaitu guru harus dapat mengarahkan siswa, memberikan harapan yang realistis, memberikan insentif, dan mengarahkan perilaku siswa ke arah yang menunjang tercapainya pengajaran. Adapun upaya untuk meningkatkan motivasi belajar yaitu: 1) Menggairahkan peserta didik.
Untuk dapat meningkatkan kegairahan siswa, guru harus mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai disposisi awal setiap siswanya; 2) Memberikan harapan realistis. Seorang guru harus memelihara harapan- harapan siswa yang realistis dan memodifikasi harapan-harapan yang kurang atau tidak realistis.
Untuk itu guru perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai keberhasilan atau kegagalan akademis setiap siswa di masa lalu; 3) Memberikan insentif, bila siswa mengalami keberhasilan, guru diharapkan memberikan
hadiah kepada siswa (dapat berupa pujian, angka yang baik, dan sebagainya) atas keberhasilannya, sehingga siswa terdorong untuk melakukan usaha lebih lanjut guna mencapai tujuan-tujuan pengajaran; 4) Mengarahkan perilaku peserta didik. Cara mengarahkan perilaku siswa adalah dengan memberikan penugasan, bergerak mendekati, memberikan hukuman yang mendidik, menegur dengan sikap lemah lembut dan dengan perkataan yang ramah dan baik.
Adapun cara meningkatkan motivasi siswa tanpa harus melakukan reorganisasi kelas secara besar- besaran, antara lain: 1) Menggunakan pujian verbal; 2) Pergunakan tes dan nilai secara bijaksana; 3) Membangkitkan rasa ingin tahu dan hasrat eksplorasi;
4) Melakukan hal yang luar biasa; 5) Merangsang hasrat siswa; 6) Memanfaatkan apersepsi siswa; 7) Menerapkan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam konteks yang unik dan luar biasa; 8) Meminta siswa
untuk mempergunakan hal-hal yang sudah dipelajari sebelumnya; 9) Menggunakan simulasi dan permainan;
10) Memperkecil daya tarik sistem motivasi yang bertentangan; 11) Memperkecil konsekuensi- konsekuensi yang tidak menyenangkan.22
g. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Faktor yang mempengaruhi belajar siswa ada 6 yaitu:23 1) Cita-cita atau aspirasi siswa
Dari segi pembelajaran, penguatan dengan hadiah atau juga hukuman akan dapat mengubah keinginan menjadi kemauan, dan kemudian kemauan menjadi cita-cita. Keinginan berlangsung sesaat atau dalam jangka waktu yang lama. Cita-cita siswa tersebut sangat mempengaruhi terhadap motivasi belajar siswa yang dengan adanya cita-cita siswa mempunyai tjuan yang lebih dalam belajar.
22 Gage, dkk. Enducational psylogy. (houghton miflin company.
1984) Hal. 34
23 Dimyanti dan mudjino, belajar dan pembelajaran.(jakarta: Rineka cipta. 2015). Hal. 97
2) Kemampuan siswa
Keinginan seorang anak perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa kemampuan akan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan.
3) Kondisi siswa
Kondisi siswa yang meliputi konsi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi belajar. Kondisi siswa ini jug dapat meliputi kondisi fisik yang sakit, lapar, atau marah-marah yang akan mengganggu perhatian siswa.
4) Kondisi lingkungan siswa
Lingkungan siswa dapat berupa keadan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya, dan kehidupan kemasyarakatan. Lingkungan siswa tersebut dapat berupa bencana alam, tempat tinggal yang kumuh, ancaman rekan yang nakal,
perkelahian antar siswa yang man akan mengganggu kesungguhan belajar siswa tersebut.
5) Unsur-unsur dinais dalam belajar dan pembelajaran Siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan, dan pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. Pengalaman dengan teman sebayanya berpengaruh terhadap motivassi belajar siswa. Tidak hanya teman sebaya, lingkungan dan pengalaman yang akan berpengaruh terhadap prilaku siswa dalam belajar akan tetapi dengan melihat tayangan televisi tentang pembangunan bidang perikanan di indonesia timur misalnya, maka seorang siswa tertarik minatnya untuk belajar dan bekerja di bidang perikanan.
6) Upaya guru dalam membelajarkan siswa
Upaya guru membelajarkan siswa terjadi disekolah dan diluar sekolah. upaya pembelajaran disekolah meliputi hal-hal sebagai berikut: a) menyelenggarakan tertip belajar disekolah; b)
membina disiplin belajar dalam tiap kesempatan, seperti pemanfaatan waktu dan pemeliharaan fasilitas sekolah; c) membina beljar tertip pergaulan;
dan d) membina belajar tertip disekolah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi belajar digolongkan menjadi dua yaitu faktor internal dan eksternal. Foktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor exsternal adalah faktor yang ada diluar individu.24
h. Macam-macam Motivasi
Motivasi sebagai kekuatan mental individu, memiliki tingkat-tingkat. Para ahli ilmu jiwa mempunyai pendapat yang berbeda tentang tingkat kekuatan tersebut. Meskipun mereka berbeda pendapat tentang tingkat kekuatannya, tetapi mereka umumnya sepakat bahwa motivasi tersebut dapat dibedakan menjadi dua
24 Slameto. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempegaruhinya. ( Jakarta; Rineka Cipta. 2015) Hal 54
jenis, yaitu motivasi primer dan motivasi sekunder.25 Adapun motivasi primer adalah mottivasi yang didasarkan pada motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia. Manusia adalah makhluk berjasmani, sehingga prilakunya berpengaruh oleh insting atau kebutuhan jasmani. Tingkah laku insting tersebut dapat diaktifkan, dimodifikasi, dipicu secara spontan, dan dapat diorganisasikan. Diantara insting yang penting adalah memelihara, mencari makan, melarikan diri, berkelompok, mempertahankan diri, rasa ingin tau, membangun, dan kawin. Sedangkan motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. Hal ini berbeda dengan motivasi primer, sebagai ilustrasi, orang yang lapar akan tertarik pada makanan tanpa belajar. Motivasi sosial atau motivasi sekunder memegangperanan penting bagi kehidupan manusia. Para ahli membagi motivasi sekunder tersebut menurut pandangan yang berbeda-
25 Slameto. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempegaruhinya. ( Jakarta; Rineka Cipta. 2015) Hal 86
beda, yaitu: 1) memperoleh pengalaman baru; 2) untuk mendapat respons; 3) memperoleh pengakuan; dan 4) memperolah rasa aman.
i. Ciri-ciri Motivasi
Untuk melengkapi uraian mengenai makna dan teori tengtang motivasi itu, perlu dikemukakaan adanya beberapa ciri motivasi. Motivasi yang ada pada diri setiap orang itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, tidak perna berhenti sebelum selesai); 2) ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa), tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya); 3) menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah; 4) lebih senang bekerja mandiri; 5) cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif); 6) dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan
sesuatu); 7) tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu; 8) senang mencari dan memecahkan masalah soal- soal.26