• Tidak ada hasil yang ditemukan

a. Definisi Toleransi

Sikap toloerasni merupakan merupakan salah satu bentuk dari Berbagai bentuk model sosial pada aspek kognitif yang diartikan sebagai sikap mau menerima dan menghargai perbedaan yang ada di anggota masyarakat.28 Sikap toleransi ini harus dimiliki oleh setiap warga Indonesia yang mana Indonesia merupakan negara yang memiliki kemajemuk yang luar biasa menurut Heldred Greetz Indonesia memiliki lebih dari tiga ratus etnis dan setiap etnis memiliki kebudayaan sendiri-sendiri yang menggunakan lebih dari dua ratus lima puluh bahasa.yang digunakan. Selain itu.Indonesia juga diperkaya dengan agama asli penduduknya, hampir semua agama yang ada di muka bumi berada di bumi nusantara.29

Kata “toleransi” berasal dari.bahasa Inggris yaitu.kata tolerance yang memiliki persamaan.kata dengan kata toleration yang memiliki arti suatu.kualitas kesabaran atau keterbukaan dalam tidak mudah tersinggung dalam menerima pendapat, keyakinantingkah laku, budaya.tang berbeda dari apa yang.dianut oleh seseorang. Asal mula kata “toleransi” sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Yunani dari kata tlenai yang berarti betah atau

28 PDSPK Kemendikbud RI, Analisis Sikap Toleransi di Indonesia dan Faktor-faktor, (Jakarta: Kemendikbud RI, 2017), 1

29 Zainuddin, Pluralisme Agama (Pergulatan.Dialogis Islam-Kristen di Indonesia), (Malang: UIN Maliki Press, 2010), 1

lapang dada. Istilah dalam bahasa Inggris muncul ketika waktu terjadinya konflik agama pada abad ke-16 yang pada akhirnya bahwa Protestan dan Khatolik harus melakukan toleransi satu sama lainya.30

Menurut Micheal Wazler toleransi sering dimaknai sebagai bentuk akomodasi tanpa pesetujuan yang formal, toleransi sendiri tumbuh tanpa disadari dan tanpa direncanakan yang merupakan keniscayaan dalam ruang individu dan publik, hal ini dikarenakan tujuan toleransi adalah membangu hidup dalam perdamaian dan menghindari konflik ditengah perbedaan.31 Sementara itu Heiler menyatakan toleransi yang diwujdkan dalam kata.dan perbuatan harus dijadikan sikap menghadapi pluralisme.agama yang dilandasi dengan kesadaran ilmiah dan dan harus di dilakukan dan bekerjasama anatar umat beragama. Borba mengemukakan toleransi merupakan sikap.menghargai dalam perbedaan tanpa membedakan ras, suku, agama, budaya dan gander. Sedangkan Allport memberi batasan tentang toleransi yaitu.suatu sikap yang bersahabat dengan percaya diri seseorang terhadap orang lain tanpa memperdulikan dari kelompok mana mereka berasal.32

Toleransi sama sekali tidak berartikan seseorang harus melepaskna keyakinan agamanya.untuk dapat.bergaul dan

30 Zainuddin, 15

31 Agus Ahmad Safei, Sosiologi Toleransi (Kontestasi, Akomodasi, Harmoni), (Yogyakarta:

CV Budi Utama, 2020), 20

32 Imam Musbikin, Pendidikan Karakter Toleransi, (Nusa Media: 2021) 46

berinteraksi dengan.pengganut agama yang lainya. Tolerasni sendiri yaitu mengizinkan adanya perbedaan.dan tidak memaksakan yang berbeda tersebut hrus sama.33

Stetson berpendapat bahwa toleransi antar umat beragama yaitu:

Memberikan hak kepada pemeluk agama agama lain untuk tetap eksis. Dalam konteks sosial toleransi antar umat beragama berarti memperlakukan orang lain yang berasal dari luar agamanya dengan hormat.dan martabat. Toleransi sebenarnya terhadap agama laindiwujudkan dalam sikap yang tidak mempermasalahkan atau memperselisihkan klaim orang lain terhadap kebenaran agamanya. Menjadi seseorang yang toleran berarti menerima kehadiran segala keyakinan yang berbeda dan mengakui hak para pemeluknya.34

Sullivan, Pierson dan Marcus “a Willingness to put up with those things one rejects.or opposes’ yaitu kesesiaan untuk untuk menghargai, memerima atau menghormati segala.sesuatu yang ditolak atau di tentang oleh seseorang. Toleransi sosial merupakan tindakan yang menghormati keberagaman latar belakang, pendapat, dan agama antar sesama masyarakat.35

Toleransi akan muncul bila berada dibebrapa kondisi, Dimana yang pertama harus ada kondisi ketidak setujuan atau keberatan.dari pihak yang satu ke pihak yang lain,. kedua, yaitu toleransi mengacu pada ketidak sukaan, ketidak setujuan yang

33 Agus Ahmad Safei, Sosiologi Toleransi., 20

34 Fuad Fachruddin, Agama dan Pendidikan Demokrasi,(Jakarta: Pustaka Alvabet, 2006),126

35 Muhammad Japar, Irawaty, Dinin, Peran Pelatihan Penguatan Toleransi Sosial dalam Pembelajaran Pendidikan.Pancasila dan Kewarganaegaraan di Sekolah.Menengah Pertama, Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, Vol 29, No 2, (Desember 2019), 95

sifatnya penting.bagi orang.bila mana seseorang tidak mengangap penting tentang perbedaan maka, orang tersebut juga akan tidak peduli terhadap perbedaan yang ada.36

Robert Erlewin mengemukakan tentang toleransi yang mana beliau berpendapat bahwa toleransi adalah bentuk dalam menghargai tradisi keagamaan.orang lain yang lahir dari seseorang yang tidak sependapat dengan dengan tradisi.keberadaan.agama yang berbeda dari tradisi keagamaan.yang dianutnya. Richard B.

Milter.menyebutkan bahwa tolerasni .mengandung pengargaan dan respek terhadap pihak lain yang bisa.menentukan dengan sendiri terkait dengan pemahaman.tentang kehidupan yang baik. Ketika seseorang bersikap toleran maka ia merubah sudut pandanganya dengan sudut pandangan kepercayaan orang lain.37

Ali maksum berpendapat bahwa toleransi merupakan sikap perbuatan yang melarang berbuat diskriminasi kepada kelompok – kelompok yang minoritas dan berbeda. Dalam toleransi harus mengakui keberagaman yang ada termasuk.dalam keberagaman, mengakui kesederajatan dan perlu.membangun hubungan yang

36 Supriyanto, Memahami. dan Mengukur Toleransi dari Perspektif.Psikologi Sosial Psikoislamika, Vol 15, (September 2017), 25

37 Eti Yusnita, Andriyani, Toleransi Bermazhab di.Fakultas Syariah dan Hukum Universitas.Islam (UIN) Raden Fatah Palembang, Nurani, Vol 18, No 2, (Desember 2018), 43

saling menghargai antara kaum.minoritas.dan mayorita, serta mengembngkan nasionalisme keIndonesiaan.38

Dalam perspektif sosiologi toleransi beragama yaitu suatu sikap dalam mengahrgai, membiarkan, membolehkan kepercayaan yang berbeda untuk tetap eksis.39 Menurut.Badan Litbang.dan Diklat Kemenag RI menjelaskan.bahwa toleransi.beragama merupakan sikap.untuk mau menerima keanekaragamaan dan kebebasan dalam beragama yang dianut.dan merupakan kepercayaan yang diyakini oleh golongan lainya. Hal tersebut bisa terjadi karena keberadaan golongan, agama atau kepercayaan mendapat pengakuan.dan dihormati oleh pihak lainnya. Pengakuan tersebut tidak hanya pada persamaan derajat saja di masyarakat maupun pada Tuhan.Yang Maha.Esa tetapi juga melakukan penghormatan pada perbedaan- perbedaan tentang penghayatan dan peribadatan yang sesuai dengan asas pada sila ke dua dalam pancasila, dan juga semua.mahasiswa harus berpegang.teguh pada prinsip setuju dalam perbedaan.40

Dalam Agus, secara kategori.toleransi.terbagi ke dalam dua bagian besar. Pertama, toleransi pasif yaitu dimana.pemeluk agama membiarkan tanp. menghalang-halangi pemeluk agama lain

38 Rahman Ritonga, Solidaritas dan Toleransi.Membangun Kebersamaan dalam Perbedaan, (Sleman: CV . Budi Utama, 2019)., 59 – 60.

39 Agus Ahmad Safei, Sosiologi Toleransi., 20

40 M. Nur Gufron, Peran Kecerdasan Emosi dalam.Meningkatkan Toleransi Beragama, Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah.dan Studi.Keagamaan, Vol 4, No 1, (Agustus 2016), 143

menyatakan dan mengekspresikan keianan. Kedua, toleransi aktif, yaitu suatu sikap.membantu pemeluk.agama.yang berbeda dengan apa yang dianut olehnya.41

Berbeda hal nya menurut Al-Qardhawi.yang berpendapat bahwa toleransi tidak hanya bersifat pasif tetapi bersifat dinamis.

Al-Qordhawi membagi toleransi kedalam.tiga tingkatan, yaitu pertama, toleransi hany. sebatas memberika.kebebasan kepada manusia untuk memelukagama sesuai apa yang diyakinnya, tetapi tidak memberikanya kesmptan untuk melaksanakan tugas –tugas keagamaan yang diwajibkanya. Kedua, seseorang diberikanya hak dalam memeluk agama.yang diyakininya, dan.juga tidak memaksanya untuk mengerjakan.sesuatu yang mana.merupakan larangan di agamanya. Ketiga, tidak membatasi.gerak mereka dalam melaksanakan sesuatu yang menurut keyakinan yang diyakininya halal, dan haram menurut apa yang kita yakini.42

Toleransi kepada orang yang berbeda agama bukan berarti mengakui kebenaran semua agama dan mengikuti segala ritual ibadah-ibadah keagamaannya. Menurut Bahari aspek pening yang perlu diperhatikan dari toleransi antar umat beragama meliputi kebebasan dan keyakinan beragama, ritual keagamaan seperti perbedaan cara beribadah dan cara berdoa, serta kerjasama sosial.43

41 Agus Ahmad Safei, Sosiologi Toleransi.,21

42 M. Nur Gufron, Peran Kecerdasan Emosi., 144

43 Bahari, Tolerasni Beragama, (Jakarta:Maloho jaya abadi pres, 2010), 100

Berdasarkan elaborasi diatas, secara.konseptual dan metodologis dapat ditarik kesimpulan.bahwa toleransi tidak merujuk pada perbedaan tetapi.menerima terhadap perbedan yang ada. Dimana toleransi ialah sikap.menghargai, .membiarkan dan membolehkan.baik berupa pendirian, kepercayaan, pendapat, pandangan, dan kelakuan yang dimiliki seseorang atas yang lainya.

Sikap toleransi sendiri sangat penting ditumbuhkembangkan seperti di negara Indonesia, yang mana Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki keberagaman yang begitu besar. Dengan adanya sikap toleransi persoalan – persoalan yang berhubungan dengan keberagaman akan.dapat dikendalikan, sehingga tidak mengarah pada konflik sosial yang dapat mengancam diisintegrasi nasional. Secara personal tolerasni sangat dibutuhkan.oleh.seseorang yang mana.manusia.yang merupakanmakhluk sosial dan pasti membutuhkan.kehadiran orang lain, seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles;

Manusia sebagai Zoon Politicon yang artinya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia saling bergantung satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia sendiri.dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu samlainnya setiap orang memiliki peran dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan kemampuan, wewenang, hak, dan kewajibannya.44

Pada dasrnya manusia dikodratkan untuk hidup saling tolong menolong, dan bekerjasama antar satu sama lainnya. Namun tentu

44 Riza Okva Tinaningsih, dkk. Kemanusiaan dan.Kebohongan-kebohongan Retorikanya, (Semarang: CV. Alinea Media Dipantara, 2022), 37

tidak semuanya dapat membantu seperti yang kia.inginkan, atau sebaliknya kita tidak bisa membanu.seluruh usrusan orang lain karena manusia memiliki.kemampuan yang terbatas.dan juga memiliki kepentingannya sendiri. 45

Dalam konteks keberagaman, agama merupakan sumber kebaikan yang absolut karena bersumber dari wahyu tuhan, yang dapat meletakan rambu-rambu yang dapat menuntun penganutnya pada kebaikan. Diantara rambu tersbut yakni keniscayaan, tidak diperbolehkan memaksa orang lain untuk mengikuti agamanya hal tersebut merupakan tinkan yang tidak diperbolehkan.46

Toleransi yang paling minimal yaitu mengakui adanya perbedaan dan keberagaman di antara makhluk Tuhan, sedangkan puncak atau maksimalnya yaitu tidak menebarkan kekerasan kepada pihak lain akibat perbedaan tersebut visi dan misi keberagaman. sebagaimana dituturkan dalam Alquran menjadi amat penting dalam rangka pembanding kita dari berbagai godaan untuk menebar kekerasanl.47

Pelaksanaan sikap toleransi harus didasari dengan kelapangan dada terhadap orang lain dengan tetap memperhatikan prinsip- prinsip yang dipegang sendiri, tanpa mengorbankan.prinsip-prinsip tersebut. Hal tersebut telah jelas bahwa toleransi terja di dan berlaku karena adany perbedaan prinsip, dan menghormati

45 Riza Okva Tinaningsih, dkk. Kemanusiaan dan Kebohongan-kebohongan..., 38

46 Zuhairi Misrawi, Al-Qur’an Kitab Tolerans, (Jakarta:Pustaka oasis, 2010), 224

47 Zuhairi Misrawi, 324

perbedaan atau prinsip orang lain taanpa seseorang tersebut harus.mengorbankan kepercayaan.atau prinsip yang dianutnya, tetapi.dalam toleransi harus tercermin sikap yang istiqomah dalam memegang keyakinan atau pendapatnya sendiri.

b. Toleransi Perspektif Islam

Istilah toleransi sudah sangat fameliar dalam kalangan masyakat sekitar, sehingga toleransipun sudah dianggap biasa dan normal bagi kalangan masyakat umum,terkhusus masyakat yang beragama islam yang beranggapan bahwasanya toleransi hanya diatur dalam norma umum yang terdapat pada aturan sosial, padahal agama islam sendiri sudah mengaturnya dalam kitab suci Al-Qur’an dan sunah nabi, sehingga agama islam sendiri memeilik prespektif sendiri mengenai toleransi.

Islam diturunkan oleh Allah kepada umatmanusia dengan tujuan sebagai tuntunan dalam hidup yang serba sempurna, dam kata lain Islam diturunkan guna kepentingan umat manusia itu sendiri. Karena itulah Islam tidak memaksakan seseorang untuk memeluknya. Sebab agama Islam bukanlah suatu idiologi yang kosong atau suatu idiologi yang mencari keuntungan didalamnya.

Hal ini dapat dilihat dalam sejarah perkembangan Islam bahwasanya dalam penyebaran agama Islam tidak pernah sama

sekali menggunakan kekerasan, paksaan atau dengan tipu muslihat, bahkan dalam penyiaranya selalu diikuti dengan penuh toleransi.48

Islam juga mengajarkan akan hal perbedaan diantara manusia, baik dari sisi etnis maupun keyakinan dalam beragama, perbedaan tersebut sudah menjadi fitrah dan sunatullah, tujuanya sendiri tak lain dan tak bukan adalah supaya manusia saling mengenal dan berinteraksi.49

Adanya perbedaan dan pluralitas yang merupakan menjadi ketetapan tuhan tersebut harus diterima oleh umat manusia. Mereka yag tidak menerima adanya perbedaan berarti mereka mengingkari ketetapan tuhan. Berdasarkan hal ini pula maka.toleransi menjadi satu ajaran penting yang dibawadalam setiap risalah keagamaan, tidak terkecuali pada sistem teologi Islam. Allah berfirman dalam Q.S. Al- Hujarat 49: 13

Artinya: “Hai manusia, sesugguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki- laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa- bangsa dan bersuku- suku supaya kamu saling kenal- mengenal.

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling

48 Yunus Ali Al Muhdar, Toleransi-toleransi.Islam, Toleransi Kaum Muslimin dan Sikap Lawan-lawannya,(Bandung: Iqra, 1983), 4

49 Adeng Muchtar Ghazali, Toleransi Beragama dan Kerukunan dalamPerspektif Islam, RELIGIUS: Jurnal Agama dan Lintas Budaya, Vol. 1 No. 1, (September 2016), 173

bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha menggenal.”50

Toleransi beragama dalam Islam disebut sebagai Tasamuh, dalam Islam tolerasi berlaku ke semua.orang baik itu muslim maupun non muslim. Pandangan islam tentang toleransi sendiri yaitu bentuk kelonggaran dalam beragama, namun tetaplah harus memperhatikan batasan-batasan dalam.bertoleransi, namun ada beberapa dalam islam yang tidak bisa ditoleransikan walaupun hanya sedikit, hal ini sudah di atur dan termaktub dalam firman Allah Ta’ala dalam surah Al-Kafirun ayat 1-6

Artinya: “katakanlah (Muhammad), Wahai Orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah; dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah; dan kamu todak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah; untuku agamamu dan untuku agamaku”. (Q.S Al Kafirun : 1-6).51

Berkenaan tentang toleransi, adapun bentuk toleransi nabi dan para sahabatnya yaitu salah satunya nabi menghagai pemberian non muslim, mendoakan kebaikan non muslim, melarang memutus kekeluargaan karena beda agama, menghargai seni dan budaya, memanusiakan manusia serta membantu non muslim yang

50 DISBINTALAD, Al-Qur’an dan Terjemah, 1035

51 DISBINTALAD, Al-Qur’an dan Terjemah, 1272

mengalami kesusahan.52 Tidak hanya hal tersenut dimana Rosulullah SAW. Selalu berpesan kepada para tentaranya yang hendak diutus ke medan perang. Dimana Rosulullah berpesan untuk selalu berlaku lemah lembut kepada musuhnya. Terutama kepada orang-orang yang lemah seperti kaum wanita, anak kecil dan orang tua.53

Inilah salah satu contoh toleransi yang diajarkan.oleh nabi Muhammad SAW. Kepada umatnya.dan hal ini telah diakui oleh musuh-musuhnya bahwa nabi Muhammad seseorang yang paling tahu bertoleransi. Ketolerasnian beliau diakui oleh orientalis barat yaitu Thomas Arnold yang ditulis dalam bukunya The Preaching Of Islam, bahwa para misi Islam yang diutus oleh Nabi Muhammad kepada pemuka-pemuka bangsa arab adalah utusan yang yang selalu menunjukan rasa toleransi dan selalu menjauhi segala macam kekerasan dan selalu mendamaikan golongan yang bertikai.54

Toleransi dalam kehidupan beragama harus.dipahami sebagai bentuk pengakuan akan adanya.agama-agama lain selain agama yang dianutnya dengan segala bentuk sistem dan tata cara peribadatannya, serta memberikan kebebasan untuk menjalankan

52 A. Syarif Yahya, Fiqih Toleransi, (Sleman: Aswaja Presisndo, 2016), 78-79

53 Yunus Ali Al Muhdar, Toleransi-toleransi Islam, 8

54 Yunus., 9

keyakinan agama masing-masing. tanpa harus.bertabrakan dalam kehidupan sosial karena adanya perbedaan keyakinan tersebut.55

Dari uraian diatas tadi sudah jelas.bahwasanya konsep toleransi dalam Islam sangat lah sederhana dan rasional, dimana Islam mewajibkan para pemeluknya membentuk batas yang tegas dalam hal akidah dan kepercayaan, tetapi tetap melindungi prinsip penghargaan terhadap keberadaan para pemeluk agama lain dan melindungi hak-hak mereka sebagai pribadi dan anggota masyarakat, Islam selalu mennghormati dalam hal kemerdekaan beragama dan hidup bersaudara. Pembatasan yang jelas dalam hal akidah atau kepercayaan ini merupakan upaya Islam untuk menjaga para pemeluknya agar tidak terjebak pada sinkretisme.56 Dalam ajaran agama islam sendiri toleransi yang di ajarkan mecangkup ajaran mengenai toleransi sosial kemasyrakatan dan bukan toleransi di bidang akidah atau keimanan.

Secara penekanan, toleransi sepenuhnya diharuskan oleh islam, islam secara definisi adalah agama yang damai, selamat dan menyerahkan diri. Definisi islam yang seperti ini seringkali dirumuskan dengan istilah”islam adalah agama Rahmatalilalamin“

artinya, islam selalu menawarkan dialog dan toleransi dalam bentuk saling menghormati bukan memaksa. Islam menyadari

55 Adeng Muchtar Ghazali, Toleransi Beragama dan Kerukunan., 29

56 Adeng Muchtar Ghazali, 29

bahwa keberagaman umat manusia dalam beragama adalah kehendak Allah.

c. Prinsip Toleransi

Indonesia merupakn negara yang memiliki keragaman yang luar biasa, mulai dari suku, ras, budaya, bahkan agama.

Kerasgaman yang ada di Indonesia mutlak membutuhkan sikap toleransi, toleransi sendiri merupakan respon dari perbedaan dan keragaman yang ada. Adapun prinsip tersebut adalah:

a. Kebebasan Bergama

Setiap orang memiliki hak asasi manusia Hak yang paling esensial dalam hidup adalah hak kemerdekaan atau kebebasan baik kebebasan untuk berfikir maupun kebebasan untuk berkehendak dan kebebasan didalam memilih kepercayaan atau agama.57

b. Penghormatan dan Eksistensi Agama Lain

Salah satu tandaa yang menunjukan seseorang memiliki ssikap toleransi yaitu dengan cara menghomati dan mengakui adanya agama lain. menghormati dan mengakui terhaap agama lain merupakan hal yang perlu diterapkan guna menjaga kerukunan antar pemelk agama.

57 M. Thoriqul Huda, Uly Dina, Urgensi Toleransi Antar Agama dalam Perspektif Tafsir Al- Sya’rawi, Tarbiya Islamia: Jurnal Pendidikan dan Keislaman, Vol. 8 No. 1 (Februari 2021), 51

c. Agree in Disagment (setuju di dalam perbedaan)

Agree in Disagment (setuju di dalam perbedaan) adalah prinsip yang selalu didengugkan oleh Mukti Ali yang memiliki arti bahwa tidak menjadi masalah dengan adanya perbedaan dalam artian meeka mengormati dan mengakui terhadap perbedaan yang ada, tidaak ada paksaan dalam memilih agama.

Dan tidakhanya agamanya atau ibadahnya yang harus dihormati tetapi uga pemeluknya untuk kita hormati dan hargai walaupun berbeda.58

Terdapat empat komponen atau unsur-unsur yang ada dalam sikap toleransi, Empat unsur tersebut adalah Menerima, menghargai, menghormati dan membiarkan.59

d. Faktor yang Mempengaruhi Toleransi

Terdapat empat faktor yang mempengaruhi terbentuknya sikap tolerasni, yaitu sebagai berikut:

1. Kepribadian

Tipe kepribadian yang berpengaruh terhadap toleransi salah satunya adalah tipe kepribadian extrovet. Parkes menyatakan bahwa kepribadian tipe ini memiliki ciri- ciri, yaitu: individu bersifat sosial, santai, aktif, dan cenderung optimis. Tipe kepribadian extrovert berdasarkan ciri-ciri tersebut cenderung lebih bisa dalam menjalin hubungan dengan outgroup. tetapi

58 M. Abizar, Pluralisme Agama dalam Pandangan Abdul Mukti Ali, Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Vol. 1 No. 2, (Desember 2019 ), 197

59 Kurniawan, Potret Sikap Toleransi Mahasiswa., 893

kecenderungan tersebut mengakibatkan perasaan ingroup dan outgroup nya kurang berkembang.

2. Lingkungan Pendidikan

Menurut teori belajar soaial, dimana toleransi akan muncul melalui pewarisan dari generasi ke generasi melalui proses sosialisasi. Lingkungan pendidikan yang di gunakan dalam proses sosialisasi tersebut dibagi menjadi tiga, yakni lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.

Pada lingkup keluaarga yang memiliki peran penting dalam mendidik anak dan membimbing anak adalah orang tua, yang mana orang tua merupaka guru pertama bagi anak yang mana seluruh tingkah laku, perkataan pasti juga akan diikuti oleh anak. Bila mmana orang tua memiliki ssikap baik dan bertoleransi tinggi maka akan mewarisi hal tersebbut dan bila mana oran tua mencontohkan sikap yag kurang bagus maka anak pun juga aakan mengikutinya.

Lingkungan pendidikan formal, disinilah tempat/rumah kedua bagi anak. Disini anak akan mendapatkan pemahaman yang begitu luas, objektif dan akurat tentang kelompok laian.

Dengan cara pengamatan secara langung aataupun tidak dan juga melalui pemahaman yang diberikan oleh seoran pendidik.

Dimana pendidikan sangat perpengaruh dalam membentuk karakter, moral dan sikap seseorang.

3. Kontak Antar Kelompok

Hubungan atau kontak antar kelompok sangat diperlukan dalam meningkatkan toleransi antar kelompok. Allport berpendapat bahwa meningkatkan hubungan atau kontak antar kelompok dapat mengurangi intoleransi dalam kelompok tersebut.

4. Prasangka Sosial

Prasangka sosial dapat diartikan sebagai sikap atau pandangan negatif terhadap agama, ras atau etnik tertentu Menurut Baron dan Byrne berpendapat bahwa salah satu penyebab dari intoleran dipengaruhi dengan adanya prasangka sosial antar kelompok dalam kehidupan bermasyrakat.

Bila mana prasangka sosial iu muncul maka semua perbuatan tingkah laku entah itu benar atau salah yang dilakukan oleh suatu kelompok dan diangap salah oleh seseorang atau kelompok lain. maka munculah sikap intoleraan pada kelompok tersebut.60

e. Strategi Membangun Tolerasni Beragama di Sekolah

Kerukunan umat beragama merupakan.suatu bentuk hubungan yang harmonis dalam dinamika pergaulan hidup di

60 Sulistiyowati Gandariyah Afkari, Model Nilai Toleransi, 37-41

masyarakat yang saling menguatkan.dan di ikat oleh sikap pengendalian hidup melalui wujud:

a. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya masing – masing.

b. Saling hormat.dan menghormati serta.bekerja sama antar pemeluk agama , antar golongan agama dan pemerintah untuk sama – sama membangun bangsa dan negara.

c. Saling tenggang rasa dan toleransi dengan tidak memaksa agama kepada orang lain.61

Pengembangan sikap toleransi salah satunya dapat di bentuk melalu pendidikan. Dimana menurut Ngainun Naim dan Achmas Syauqi antara pendidikan.demokratis dan pendidikan plurals- multliultural merupakan sebuah rangkaian yang mana masing- masing salng bergantung dan saling mempengaruhi.62 Oleh sebab itu pembangunan pendidkan dengan berlandaskan pluralis – multikultural merupakan suatu hal yang pokok yang harus segera direalisasikan. Dengan berlandaskan hal tersebut diharapka dapat mencetak generasi bangsa yang tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas tetapi juga dapat menghrgai segala bentuk perbedaan dan penuh toleransi.

61 Abdul Muis, Kerukunan Umat Beragama dalam Bingkai NKRI (Menelisik Peran FKUB Kabupaten Jember), (Jember: UIJ Kyai Mojo, 46

62 Sulistiyowati Gandariyah Afkari, Model Nilai Toleransi, 58